Kenapa Tidak Ada Stiker di Kaca Belakang Mobil Mewah?

Kenapa Tidak Ada Stiker di Kaca Belakang Mobil Mewah?

Sering kita lihat di kaca belakang sebuah mobil tertempel stiker tempat wisata, komunitas, nama kampus, atau nama keluarga. Aneka macam stiker juga sering kita lihat di kaca belakang mobil angkot (angkutan kota).

Stiker yang dipasang di kaca belakang kendaraan bisa mengganggu visibility atau jangkauan pandang dan memperbesar blind spot (titik buta) pengemudi.

Sony Susmana Traning Director Safety Defensive Consultant Indonesia via kompascom mengatakan pengemudi akan kesulitan mengamati jalanan atau kendaraan lain di belakangnya kalau kaca tertutup stiker. 

Related: Peluang Usaha Rental Mobil dan yang Harus Disiapkan

Kalaupun dipasangi stiker ukurannya jangan terlalu besar dan lebih aman kalau ditempel di sudut-sudut kaca, bukan ditengah kaca belakang.

Stiker Happy Family

Stiker bertuliskan Happy Family sering kita lihat di kaca belakang mobil city car, MPV, atau rental mobil untuk menandai bahwa mobil dengan stiker itu adalah kepunyaan mereka.

Gambar dari Lazada

Kriminolog dari Unpad Yesmil Anwar mengatakan bahwa stiker bertuliskan happy family biasanya adalah mobil keluarga yang sering bergantian mengangkut anggota keluarga. Penjahat berasumsi didalam mobil itu banyak barang berharga milik banyak orang.

Makanya pelaku nekat memecahkan jendela dan menggasak isi mobil yang berstiker happy family. Yesmil juga bilang kepada kompascom kalau mobil seperti itu biasanya lebih mengutamakan kenyamanan daripada keamanan sehingga mudah dibobol.

Namun, selama stiker itu dipasang tidak di tengah yang menghalangi pandangan rasanya tidak apa-apa, ya. Yang penting tidak meninggalkan barang berharga di mobil yang ditinggal parkir. 

Kenapa Tidak Ada Stiker di Kaca Belakang Mobil Mewah?

Mobil mewah adalah mobil yang menawarkan keamanan dan kenyamanan tinggi disertai berbagai fitur canggih yang tidak ada di mobil biasa.

Related: 8 Karakter Pengendara Mobil dan Motor di Jalan yang Bikin Ngakak

Walaupun kita beli Alphard, Vellfire, BMW, dan Mercy bekas keluaran tahun 2012 yang harga belinya sudah murah, mobil itu tetap dianggap mobil mewah karena pajak, biaya bahan bakar, dan biaya perawatannya diatas mobil lain.

Mobil operasional emperbaca.com

Alasan kenapa tidak ada stiker di kaca belakang mobil mewah di antaranya sebagai berikut.

1. Jenis dan Harga Mobil

Dari jenis dan harga mobilnya semua orang sudah tahu mobil itu berharga mahal dan pemiliknya pasti orang kaya. 

Pemilik mobil mewah jadi tidak perlu lagi menempelkan segala macam stiker untuk menunjukkan eksistensi diri, keluarga, atau komunitasnya.

2. Terlihat Bersih Tidak Kumuh

Mobil yang kacanya ditempeli stiker buat sebagian orang memberi kesan kotor dan kumuh. Pemilik mobil mewah tidak menempel stiker di kaca belakang karena ingin tetap terkesan bersih dan tidak kumuh.

3. Tampilan Mobil Tetap Elegan

Tidak ada stiker di kaca belakang mobil mewah untuk menjaga tampilan mobil itu tetap elegan sehingga kemewahannya terjaga. Kemewahan itulah yang membedakan mobil berkelas dengan mobil LCGC, low MPV, dan angkot. 

LCGC adalah kepanjangan dari low cost green car yang mana harga mobil terhitung murah karena tidak ada fitur canggih dan kenyamanannya pun biasa saja.

Sedangkan low MPV adalah mobil multi-purpose vehicle alias mobil keluarga di kelas terendah dengan harga, fitur, dan kenyamanan sedikit diatas LCGC. Diatas low MPV ada medium MPV (Kijang Innova) dan big MPV (Alphard, Vellfire).

***

Jika kamu nanti punya mobil mewah, kamu juga tidak akan menempelkan stiker apa pun, kecuali mungkin stiker bengkel atau dealer yang ukurannya kecil saja.

Kalau ada mobil mewah kaca belakangnya ditempeli stiker happy family, bisa jadi itu bukan mobilnya atau dia belum siap jadi orang kaya pemilik mobil mewah.

Cerpen Mi Ayam dalam Secangkir Cappuccino

Cerpen Mi Ayam dalam Secangkir Cappuccino

Berdasarkan hasil pencarian yang masuk ke emperbaca.com di Google Search dan Bing yang memunculkan kata "cerpen romantis" maka emperbaca.com tuliskan cerpen yang bisa bikin hati jadi manis sekaligus meringis.

mi ayam dalam secangkir cappuccino

Berikut cerpen romantis manis berjudul Mi Ayam Dalam Secangkir Cappuccino. Seperti judul FTV, gak, sih? Mirip tidak apa-apa  yang penting enak dibaca dan tidak membosankan.

Mi Ayam dalam Secangkit Cappuccino

Cipto mematikan laptop dan memasukkan kedalam tasnya. Diperiksanya pesan WhatsApp di ponselnya untuk melihat apakah ada pesan dari Riana atau tidak.

Ada. Tercatat pesan itu datang lima belas menit lalu. 

Jangan terlambat ya nanti. Aku gak mau kelamaan nunggu.

Oke, oke. Memangnya kapan aku pernah terlambat? Cipto membatin. Dilihatnya jam di tangan kirinya, pukul lima sore. 

Meski janji temu dengan Riana masih satu jam lagi, tapi Cipto tetap pada niatnya semula untuk pergi tepat pukul 17.00 saat jam kantor selesai. Andai datang duluan pun dia tidak keberatan menunggu.

Cipto keluar dari ruangannya dan menyapa lima orang sales anak buahnya yang masih mengecek stok obat dalam daftar penjualan mereka. 

“Pulang tenggo, Mas?” tanya salah satunya. 

Cipto mengangguk.

“Tumben,” timpal yang lain.

 

"Ada urusan," jawab Cipto singkat.

 

Anak buahnya terkekeh saling melempar gurauan bahwa itu pasti urusan cinta. Kemudian ada suara yang mengatakan wajar karena Mas Cipto belum punya pacar. Yang lain menimpali kalau mereka harus syukuran kalau Mas Cipto benar punya pacar. 

 

Cipto tidak menjawab apa-apa dan hanya melempar senyum tipis, tidak menghiraukan gurauan-gurauan yang ditujukan padanya. Dia lalu keluar kantor menuju lift sambil menyampaikan sampai jumpa di hari Senin kepada para anak buahnya itu.

 

Jalanan di Jumat sore belakangan ini tidak semacet sebelum dibangun MRT, jadi Cipto masih bisa memacu sedannya merayapi jalan, tidak tersendat-sendat dan terhenti mendadak seperti siput tertabrak kura-kura. Cipto menyetel lagu pop kesukaannya yang mengalun merdu memenuhi kabin.

 

Tiga puluh menit kemudian Cipto sampai di Grand Indonesia. Dia sengaja mencari parkiran di basement yang lebih lapang. Ada pesan masuk di ponselnya, dari Riana.

 

Maaf, aku agak terlambat. Harus rapat mendadak. Klien complaint.

 

Cipto membalas bahwa dia tidak keberatan dan akan menunggu di CaffΓ© Milano, tempat temu janji mereka. Lalu emoji hati warna biru muncul dari balasan Riana.

 

Suasana di CaffΓ© Milano masih sepi. Cipto menyebut nama Riana sebagai pemesan tempat dan dia dibawa oleh pelayan ke meja dengan sofa melingkar berwarna krem. Dia memesan cappucino dan menangguhkan memesan makanan sampai Riana datang.

 

Ini tempat favorit Riana, katanya makanannya enak-enak. Adonan roti pizzanya renyah dan kenyal karena dimasak oleh chef asli Italia, beda dari pizza yang ada di Indonesia. Namun, yang paling disuka Riana adalah Smoke Salmon Burata yang dia bilang menu andalan kafe ini.

 

Apapun yang Riana suka, Cipto juga menyukainya walaupun lidahnya kurang menikmati citarasa makanan Italia.

 

Sebenarnya Cipto kenal Riana sejak SMP. Mereka pernah satu kelas dan beberapa kali mengerjakan tugas kelompok bersama. Riana anak yang ramah tiap mereka mengobrol dan bercanda tapi serius bila bicara soal pelajaran. 

 

Cipto juga sebenarnya pernah naksir Riana, tapi dia tidak pernah mengungkapkannya karena malu. Siapalah dia. Riana anak orang kaya, cantik, dan banyak cowok keren yang juga naksir padanya.

 

Mereka pisah sekolah ketika lulus. Riana ke SMA swasta dan Cipto ke sekolah negeri paling favorit se-Jakarta.


Saat di SMA Cipto juga naksir seorang perempuan teman sekelasnya karena punya pembawaan mirip Riana. Sayangnya, lagi-lagi dia malu mengungkapkan isi hatinya. Baru setelah kuliah dia melupakan Riana sepenuhnya.

 

Dunia ternyata memang sempit dan kalau jodoh katanya tidak kemana. Lima tahun setelah lulus kuliah, Cipto bertemu lagi dengan Riana di acara penandatanganan kontrak antara kantornya—distributor obat milik perusahaan farmasi terkemuka—dengan kantor Riana.

 

Riana ternyata mendirikan perusahaan komunikasi riset dan kantor Cipto memerlukan jasa konsultasi milik Riana untuk  branding produk penurunan berat badan.

 

Riana kuliah di Singapura lalu melanjutkan ke sekolah bisnis Harvard. Selepasnya dia bekerja di perusahaan milik seorang konglomerat Amerika selama tiga tahun lalu pulang ke Indonesia.

 

Lucunya, mereka baru dekat justru setelah kontrak kerjasama kantor Cipto dengan perusahaan Riana selesai.

 

Berawal dari bertukar nomor ponsel, ngopi bareng, bertukar pesan, bertemu, dan kali ini adalah pertemuan mereka yang ketiga dalam dua bulan terakhir, di kafe favorit Riana.

 

Musik instrumental di CaffΓ© Milano lamat-lamat terdengar makin keras seiring bertambah banyaknya orang yang datang.

 

Cipto memesan cappucinonya yang kedua. Riana belum juga datang dan lagi-lagi cuma mengirim pesan WhatsApp.

 

Maaf, setengah jam lagi aku sampai. Tunggu ya.

 

Cipto membalas singkat dengan huruf o dan k besar. Dia bersedia menunggu dan tidak merasa diremehkan meski harus menunggu hampir satu jam, karena Riana pantas untuk ditunggu.

 

Perempuan itu selalu memberi perhatian dengan cara tak terduga. Riana pernah mengirim makan siang untuk semua orang di kantor Cipto. Alhasil kepala cabang dan anak buahnya mengira dia sedang berulang tahun.

 

“Cipto, aku minta maaf, maaf banget, I’m very very late.” Riana akhirnya datang. Dia menghempaskan diri di sebelah Cipto kemudian memanggil pelayan dan memesan oglio olio Dan…

 

“Kenapa kamu gak pesan makanan?” tanyanya pada Cipto.

 

Cipto menggeleng, “Aku sudah kembung minum,” dia menunjuk dengan kepalanya dua cangkir cappucino di depannya.

 

Riana menunjukkan wajah bersalah disertai tatapan manja. “Maaf kamu kelamaan nunggu. Rapat tadi benar-benar mendadak karena karyawan baru salah kirim laporan ke klien,” Riana menggenggam tangan Cipto erat, meminta permakluman.

 

Cipto tersenyum, “Tidak apa-apa, aku ngerti. Tadi susah cari parkir?” katanya menutupi kegugupannya karena pertama kali bersentuhan fisik dengan Riana.

 

Riana menggeleng, “Aku naik ojek.”

 

Cipto tersedak, “Yang benar?!” 

 

“Cuma ojek yang bisa cepat sampai. Mobil kutinggal di kantor.”

 

Pesanan makanan dan minuman Riana datang dan dia melahapnya dengan cepat sampai Cipto mengira dia tidak makan berhari-hari.

 

“Lapar berat. Aku tadi belum makan siang,” sahut Riana lalu menyeruput jus semangka.

 

“Cipto, apa kamu punya perasaan terhadapku?” tanya Riana ketika dia selesai makan.

 

“Perasaan yang bagaimana?”

 

“Jatuh cinta.”

 

Cipto tidak langsung menjawab. Diseruputnya lagi cappucinonya. Dipandanginya wajah Riana yang berambut panjang itu. Mata Riana kelihatan bersinar dan berbinar.

 

“Jadi?” Riana mendesak.

 

“Apa?”

 

“Bagaimana perasaanmu terhadapku?”

 

“Aku suka padamu.”

 

Riana tidak puas, “Lalu?”

 

Cipto mengerti maksud Riana tapi tiba-tiba dia tidak yakin dengan perasaannya sendiri. Diseruputnya lagi cappucinonya sampai tetes terakhir.

 

“Kau tahu, aku menikmati setiap detik bersamamu. Aku juga menyukai semangatmu, kemandirianmu, dan semua perhatianmu untukku…” Cipto mengambil napas panjang alih-alih melanjutkan.

 

Riana duduk mendekat pada Cipto sampai tubuh mereka hampir saling menyentuh.

 

“Kau mau melanjutkan hubungan kita atau tidak?” ujar Riana.


Batin Cipto menggumam, hubungan yang mana? Kita belum pernah ada hubungan apapun. 

 

Tiba-tiba bayangan perempuan lain berkelebatan di benak Cipto. Perempuan yang dia kenal sebagai kerabat tetangganya.

 

“Cipto?”

 

“Ya?”

 

“Bagaimana?”

 

“Apanya?”

 

Riana menghela napas. Ditatapnya Cipto dalam-dalam, “Kau menyukaiku, menikmati waktu bersamaku, tapi tidak ingin melanjutkan hubungan denganku sebagai sepasang kekasih. Begitu maksudmu?”

 

Cipto tidak mampu menjawab.

 

“Maafkan aku, Riana.”

 

It’s alright. Terima kasih untuk waktumu, Cipto,” Riana mengecup pipi Cipto yang membuat wajah Cipto merona menahan malu dikecup di tengah keramaian CaffΓ© Milano.

 

“Oh ya, kau yang bayar tagihannya ya,” lanjut Riana yang lalu berdiri dan langsung menghilang dari pandangan Cipto.

 

Cipto merasa tak enak telah menyakiti hati Riana tapi sekaligus terpana pada sikap Riana yang tidak diduganya sama sekali.


Cipto membayar tagihan CaffΓ© Milano dan sesampainya di tempat parkir dia tidak langsung pergi. Cipto membuka menu kontak dan mencari nomor perempuan yang tadi muncul diingatannya. Perempuan manis dari kampung yang berkerabat dengan tetangganya yang punya butik.

 

“Eni? Hai. Kau pulang jam berapa? Boleh aku jemput? Kebetulan aku dekat dengan tempat kerjamu. Sekalian kita makan malam, ya. Oh, mi ayam dekat rumah? Oke. Aku ke tempatmu sekarang ya. Tunggu aku.”

 

Cipto memacu mobilnya sambil bersiul mengikuti lagu What a Wonderful World dari suara Ray Charles yang berkumandang di kabin sedannya.

Ini 5 Tanda Kita Jadi OKB Norak

Ini 5 Tanda Kita Jadi OKB Norak

Istilah OKB cenderung negatif karena disematkan kepada mereka yang berkelakuan norak sebab mendadak kaya.

5 tanda kita jadi OKB norak

Kekayaan itu diperoleh dari warisan, uang ganti rugi proyek pemerintah, hibah, atau semua kekayaan yang diperoleh secara mendadak. Punya uang mendadak bikin kita jadi norak karena secara mental belum siap memiliki uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Berikut 5 Tanda Kita Mengalami Stereotip OKB

Stereotip dalam pandangan psikologi sosial artinya keyakinan umum tentang kelompok atau kategori orang tertentu. Meski stereotip tidak harus negatif, tapi kebanyakan orang punya pandangan kalau stereotip itu pasti bersifat negatif.

1. Penginnya belanja melulu

Orang Kaya Baru (OKB) merasa sudah punya banyak uang makanya sering tergoda menghabiskan uang untuk belanja. Entah itu ponsel terbaru, jam tangan mahal, baju desainer top, sepatu mahal, bahkan mobil baru.

Kita merasa duit bukan lagi jadi masalah jadi penginnya belanja melulu.

2. Ingin gaya hidup seperti luxury influencer

Luxury influencer atau pemengaruh kemewahan dibayar untuk mempromosikan gaya hidup mewah ala orang kaya.

OKB cenderung ingin jadi seperti luxury influencer padahal pemengaruh kemewahan bermewah-mewah tidak pakai uang sendiri. Mereka dibayar karena pekerjaan mereka memang memamerkan kemewahan. 

Ini juga yang jadi sebab uang OKB cepat habis dan mereka kembali jadi orang biasa.

OKB yang norak juga jadi mendadak sibuk dengan bermacam hal yang menunjukkan dirinya orang kaya, misalnya ikut keanggotaan gym yang mahal, klub golf, ikut arisan premium, atau tiap pekan nongki di kafe mahal.

3. Sombong

Kalau kita jadi OKB yang norak kita cenderung ingin menyombongkan segalanya. Makan di resto mahal, beli barang mewah, dan liburan mewah semua kita tunjukkan di status WhatsApp maupun medsos.

Istilah kerennya flexing. Kita bisa jadi sombong karena merasa uang bisa membeli segalanya. Hidup jadi terasa mudah karena ada uang.

Anggapan ini yang bikin kita jadi OKB norak dan memandang orang menengah kebawah sebagai orang yang tidak selevel dengan kita.

4. Berusaha masuk ke circle terkenal.

Mereka ingin masuk ke circle orang kaya dan terkenal supaya dianggap berkelas.

Namun, OKB cenderung lupa kalau mereka sebetulnya belum tajir, baru berkecukupan. Berkecukupan artinya mereka tidak lagi pusing memenuhi kebutuhan bulanan karena sudah ada uang yang cukup untuk membiayai anggota keluarganya.

Related: Stereotip OKB dan Bedanya dengan Old Money dari Perspektif Ekonomi

Sementara itu orang tajir adalah mereka yang sudah punya pemasukan pasif (passive income) dari investasi yang mereka sebar di segala sektor.

Passive income adalah penghasilan yang dimiliki tanpa seseorang harus terlihat aktif bekerja. Sudah tidak punya passive income, gaya hidupnya pun mewah, jadinya bukannya malah tambah kaya, OKB norak bisa jadi malah terjerat utang.

5. Melupakan utang

Satu lagi yang bikin OKB jadi norak karena mereka melupakan utang lama. Mereka lupa membayar utang karena tidak ditagih. 

Bagi OKB muslim, beberapa diantaranya juga lupa membersihkan harta dengan zakat harta (zakat maal). Pun malas membantu saudara dan kerabat yang sedang kesulitan ekonomi.

Karena melupakan utang dan zakat, mereka merasa uang itu sepenuhnya milik mereka yang tidak akan habis. Pola pikir ini secara tidak langsung membuat perilaku mereka jadi norak.

Kalau kita mendapat uang dari mana pun, sisihkan sebagian uang itu untuk berzakat ke saudara terdekat yang membutuhkan. 

Kalau tidak ada saudara yang membutuhkan, carilah ke tetangga sekitar. Kalau tetangga kita semuanya tajir, salurkanlah ke kenalan. Kalau kenalan semuanya orang kaya, barulah salurkan ke Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodakoh milik NU, Muhammadiyah, atau ormas lain dan yayasan kemanusiaan.

Bagaimana Kalau Kita Jadi OKB tapi Tidak Mau Norak?

Kalau kita mendadak dapat uang dan tidak mau jadi OKB yang norak, maka bersyukurlah atas uang yang kita dapat.

Selalu bersyukur bisa menghindarkan dari 5 tanda kita jadi OKB norak. Selain itu ingatlah kalau uang itu bakal cepat habis kalau tidak digunakan secara bijak.

Cerpen Selalu Ada Jalan

Cerpen Selalu Ada Jalan

Cerpen berjudul Selalu Ada Jalan ini dikarang oleh Inong Islamiyati Abdullah yang juga aktif menulis cerpen di blog publik Kompasiana. Kisah Yumna ini sederhana, tapi punya pesan moral yang kuat tentang perjuangan hidup dan motivasi pantang menyerah. Selamat membaca!

 

selalu ada jalan

Selalu Ada Jalan

Yumna berdiri menatap ke luar jendela ruang tamunya sambil sesekali memandangi selembar ijazah SMA miliknya. Matanya berkaca-kaca dan berulangkali dia menghela napas.

Sesekali pandangannya teralih pada hamparan kebun bawang merah yang berada di samping rumahnya. 
 
Dia menangis, teringat akan mimpi yang telah lama dia perjuangkan. Berkuliah dan jadi sarjana lalu bekerja di kota metropolitan demi memperbaiki ekonomi keluarga sekarang sirna. 

 

Sepekan setelah Yumna mendapat kabar bahagia kalau dia lolos sebagai penerima beasiswa S1, sang ayah meninggal dunia. Sosok pelindung, permata hati, dan tulang punggung keluarga itu telah pergi saat Yumna belum membalas semua jasa beliau. 


Kini gadis remaja itu tinggal berdua dengan sang ibu. Sebagai anak tunggal, Yumna tidak tega membiarkan sang ibu tinggal sendirian di desa. Sang ayah meninggalkan harta warisan sepetak petak kebun bawang merah seluas 500 meter per segi. 

 

Di sinilah Yumna merasa hidupnya berakhir, tetapi dia berusaha mengikhlaskan seluruh harapan dan mimpinya untuk jadi orang kantoran terpendam kembali. 

 

Air matanya mulai menetes karena dalam hati kecilnya Yumna masih merasa berat harus rela melepaskan semua impiannya. Padahal itu cuma impian sederhana guna kebaikan diri dan keluarganya.

 

“Yumna, kamu tidak apa-apa sayang?” seru Ibu sambil menepuk bahu gadis berkerudung itu. Dengan cepat Yumna menyimpan kembali lembaran ijazahnya. 

 

“Ah, tidak apa-apa Bu,” ujar Yumna berbohong. Namun, naluri seorang ibu sangat yakin kalau anaknya sedang tidak baik-baik saja. 

 

“Maafkan Ibu, Sayang. Ibu tahu kalau kuliah adalah impianmu sejak lama. Ibu minta maaf karena Ayah sudah pergi dan kau seperti terkungkung hanya berdua bersama Ibu."

 

Yumna tersenyum dan memeluk ibunya, “Yumna tidak apa-apa kok, Bu. Kebahagiaan Yumna adalah selalu bersama di dekat Ibu."

 

"Sekarang, yuk, Bu, kita kembali berkebun. Kita harus menjaga warisan Ayah yang berharga ini.” 

 

Ibu tersenyum lembut, “Yumna sayang, percayalah Tuhan pasti punya rencana yang terbaik untuk hamba-Nya. Ibu percaya bahwa suatu saat kamu sukses.” 


Ibu dan Yumna kemudian mengambil perlengkapan berkebun dari gudang dan mulai beranjak menuju kebun bawang. Mereka mencabut gulma dan rumput liar serta memeriksa bonggol-bonggol bawang merah.

 

Pekan depan bawang merah panen dan mereka bisa menjualnya ke pasar. Meskipun harga panen bawang merah tidak menentu, Yumna bersyukur karena dari sinilah mereka tetap bisa makan. 

 

Ayah sering bilang kalau kita tidak boleh meminta bantuan pada orang lain selama kita bisa berusaha sendiri. Tidak apa-apa hidup sederhana yang penting hati selalu bahagia.  


Terkadang jika ada beberapa bawang yang tidak laku terjual, ibu akan membuat bawang goreng karena takut jika dibiarkan begitu saja bawang-bawang tersebut akan membusuk. 

 

Yumna juga membantu ibunya memotong bawang tipis tipis sementara Ibu membumbui bawang. Kalau sedang tidak mereka sudah nikmat makan hanya dengan nasi bercampur bawang goreng saja.

 

“Ibu tahu tidak? Bawang goreng Ibu ini enak banget, lho, Bu. Bagaimana kalau kita jual juga? Yumna yakin banyak yang mau beli karena enak."


Ibu lalu tertawa kecil, “Kamu ada-ada saja. Kalau cuma bawang goreng di pasar juga banyak, Nak.” 

 

“Serius Bu! Yumna akan berusaha keras supaya bawang goreng ini laku terjual,” seru Yumna sembari berpikir cara memasarkan bawang goreng buatan ibunya. 

 

Yumna mencari informasi di internet dan belajar bagaimana cara menggoreng yang tahan lama. Dia juga belajar cara mengemas dan memasarkan barang agar banyak yang tertarik membeli.


Dengan tekad kuat, Yumna membantu ibunya menggoreng bawang dan memasarkannya lewat lokapasar. Yumna sudah tahu kalau bawang gorengnya tidak selalu laku banyak. Kadang ada yang tidak terjual sama sekali.

 

Meskipun begitu Yumna tidak pernah menyerah dan terus berusaha memasarkan bawang goreng buatan ibu dan dirinya.  

 

Agar bawang gorengnya bisa lebih dikenal, Yumna menawarkan sampel untuk dicicipi dan mencoba menjual bawang gorengnya di beberapa restoran dan rumah makan. Dari mereka juga Yumna mendapatkan saran tentang kemasan, bentuk, dan juga rasa bawang goreng miliknya. 

 

Saran tersebut Yumna lakukan supaya bawang gorengnya terus laku dan punya pasar yang luas. Perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Dengan kerja keras, ikhtiar, dan doa dari sang Ibu, kini bawang goreng Yumna sudah dikenal orang. 

 

Bawang goreng buatan Yumna dan ibunya kini telah punya pilihan rasa original, pedas, dan campur teri. Usaha bawang goreng rumahan tersebut kini melesat hingga Yumna merekrut beberapa orang desanya untuk bekerja.

 

“Benar, kan, yang dulu Ibu bilang, kadang rencana Tuhan jauh  lebih indah daripada rencanamu. Ibu bangga padamu, Yumna. Ibu juga yakin, Ayahmu di atas sana juga akan sangat bahagia melihat keadaanmu sekarang.” 


Cerpen Wajah di Antara Angin dan Matahari

Cerpen Wajah di Antara Angin dan Matahari

Cerita pendek ini termasuk kisah aksi karena menggambarkan penyelamatan heroik penjaga pantai yang menolong wisatawan yang tenggelam di laut. Lebih banyak percakapan daripada narasi dan enak dibaca karena memicu adrenalin kita saat menikmati aksi demi aksi di pantai.

Selamat membaca dan jadi penjaga pantai!

Wajah di Antara Angin dan Matahari

Joni mengamati ada yang tidak beres di antara ratusan orang yang diamatinya sedang bermain air dan berendam di bibir laut yang menjorok ke pantai. Ada orang yang bolak-balik melihat ke arah pantai, ada yang seperti berteriak-teriak, dan ada yang bergegas menuju pantai.

cerpen wajah di antara angin dan matahari

Dia mencari dari balik teropongnya untuk memastikan ada orang tenggelam atau tidak. Ada!

Matanya mencari Tisa untuk minta bantuan, tapi Tisa terlalu jauh untuk dipanggil. Kerumunan orang dan deburan ombak juga membuat Joni urung karena sekeras apapun teriakannya, Tisa pasti tidak dengar.

 

Joni melongok ke dalam. Olav tidak kelihatan. Dia mungkin sedang di ruang persediaan mengecek loker obat-obatan. Rizky sedang patroli ke arah barat yang sama jauhnya dengan Tika.

 

“Olav, aku turun!” Joni berteriak ke arah ruang dalam berharap Olav mendengar dan menggantikannya menjaga pos.

 

Joni menuruni tangga landai, lari ke pantai, mencemplungkan diri, dan berenang ke arah orang yang tenggelam, enam puluh meter dari bibir pantai.

 

Makin dekat Joni menuju orang itu makin kelihatan bahwa yang sedang gelagapan di air ternyata perempuan. Jilbabnya menutupi wajah dan dia menyingkapnya sebelum berusaha mengambil napas.

 

Joni ingin cepat menarik tangan perempuan itu dari air supaya tidak lagi timbul-tenggelam dan paru-parunya kemasukan air, tapi diurungkan karena kuatir perempuan itu tidak ingin disentuh olehnya yang bukan mahram.

 

Dilemparnya papan pelampung ke arah si perempuan, tapi belum sempat meraih, perempuan itu tenggelam ke air. Kali ini tidak muncul lagi ke permukaan.

 

Joni mencari ke sekeliling, berharap si perempuan muncul entah dari sebelah mana.

 

Tiga detik berlalu,  Joni pun menyelam. Ketemu! Ditariknya tangan si perempuan yang, untungnya baru tenggelam di kedalaman lima meter, jilbabnya sudah lepas.

 

Diletakkannya tangan si perempuan ke atas papan pelampung dan Joni berenang menarik papan itu ke pantai.

 

Kerumunan orang menyemut di pantai ingin melihat keadaaan orang yang tenggelam. Seorang pria muda dan dua lanjut usia menunjuk-nunjuk dan berteriak memanggil si perempuan yang rupanya bernama Anisya.

 

Tisa mencebur diri ke air membantu menarik Anisya supaya cepat sampai ke darat.

 

Olav, yang sudah siap dengan oksigen portabel dan kotak P3K, segera menghalau kerumunan orang agar mundur dan memberi ruang supaya Anisya bisa ditolong tanpa terganggu.

 

Sepuluh menit kemudian setelah Olav memberinya oksigen,  Anisya sudah bisa berdiri dan berjalan dipapah suaminya.

 

Kerumunan bubar dan orang-orang meneruskan kembali keasyikan mereka di pantai yang berpasir halus warna hitam.

 

“Orang-orang yang tidak pakai baju renang sangat melelahkan ditolong,” ucap Joni pada Tisa ketika mereka berjalan kembali ke Pos Jaga 4.

 

“Mereka meronta-ronta?” tebak Tisa.

 

Joni menggeleng, “Baju mereka berat tubuh mereka ikutan berat, aku harus menarik mereka dengan tenaga ekstra.”

 

Tisa tertawa dan menepuk-nepuk pundak Joni.

 

“Kenapa?!”


“Berarti kau kurang latihan.”

 

Olav, yang berjalan di depan mereka, mempercepat langkahnya ke pos setelah menjawab handy-talkie yang diikat di baju renangnya.

 

Dia memanggil Rizky yang baru kembali dari patroli dan memintanya melakukan sesuatu.

 

Semenit kemudian Rizky keluar dan menaiki ATV sambil membawa dua tabung oksigen portabel.

 

“Mau dibawa kemana oksigen itu?’ kata Tisa pada Joni yang hanya dijawab Joni dengan gelengan dan bahu yang terangkat.

 

Di Pos Jaga 5, seratus lima puluh meter dari pos tempat Joni menyelamatkan Anisya, Bram sedang menekan dada seorang remaja.

 

Dua remaja rupanya kebablasan saat bercanda. Mereka bercipratan air lalu saling menenggelamkan kepala sampai yang satu pingsan dan yang satunya hampir kehabisan napas menelan air laut.

 

Seorang ibu menangis sambil berteriak Allahu Akbar meratapi si remaja yang pingsan. Lima remaja laki-laki bergantian mengusap air mata yang jatuh ke pipi mereka sambil sesekali memanggil pelan remaja pingsan yang ternyata bernama Arif.

 

Marni datang dan langsung memasang bag valve mask. Dipompanya kantung itu sepuluh kali lalu dilanjutkan lagi oleh Bram menekan dada si remaja.

 

Si remaja membuka matanya lalu batuk-batuk. Bram memiringkan badannya ke kiri agar air laut bisa keluar.

 

“Alhamdulilah, Arif!” seruan-seruan yang memanggil penuh syukur berkelebatan.

 

Bram minta Arif menjawab: ini tahun berapa, sedang dimana, dan siapa namamu, untuk memastikan Arif tidak mengalami cedera kepala.

 

Bram dan Marni lalu mengangkat Arif masuk ke pos untuk diperiksa tekanan darah dan kadar oksigennya.

 

Marni menyiapkan oksigen yang diterimanya dari Rizky dan memakaikan selangnya ke hidung Arif.

 

Sepuluh menit kemudian setelah Arif dapat baju ganti dan sudah kuat berjalan, dia dan rombongannya pulang meninggalkan pantai.

 

“Anak itu sedang henti napas waktu kau datang,” ujar Bram pada Marni.

 

“Apa kau sempat membantu napas mulut ke mulut?” tanya Marni agak kuatir.

 

“Hampir, untung kau cepat datang,” jawab Bram.

 

Marni lega. Bantuan pernapasan mulut ke mulut sudah sangat dihindari karena berisiko tinggi menularkan penyakit.

 

“Bram, Bram? Semua beres?” suara Olav terdengar di radio panggil yang tersemat dibahu Bram.

 

Bram memencet tombol kecil di radionya, “Beres. Sebentar lagi kuisi tabungmu ke pusat dan kukembalikan ke Pos 4,” jawab Bram sambil meneguk air mineral di gelas yang diisinya dari galon.

 

“Oke, Bram. Satu jam lagi Pos 4 ganti shift, tapi aku akan menunggumu andai kau belum datang.”

 

“Trims, Olav.”

 

Menit demi menit berlalu. Hari makin sore dan matahari hampir terbenam. Pantai berangsur-angsur sepi. Tidak banyak yang tinggal di pantai karena sunset tertutup awan tebal dan hanya memburatkan sinar oranye tipis.

 

Tisa, Joni, dan Rizky sudah meninggalkan Pos Jaga 4 karena shift mereka sudah selesai.

 

Olav sudah menerima dua tabung oksigen yang dikembalikan Bram. Seruput demi seruput wedang jahe yang masih mengepul dinikmatinya sambil menunggu dua orang tim jaga malam yang akan datang dua puluh menit lagi.

Standar Hidup Seragam Orang Korea yang Bikin Toxic

Standar Hidup Seragam Orang Korea yang Bikin Toxic

Korea yang dimaksud tentu Korea Selatan sebab Korea Utara merupakan negara yang sangat tertutup, jadi tidak mungkin ada musik dan kuliner dari negeri Kim Jong Un yang dibawa ke luar negeri seperti K-Pop dan drakor.

Toksisitas Orang Korea dari Standar Hidup yang Seragam

Terus kenapa judul tulisan ini bawa-bawa rasisme? Rasisme adalah doktrin atau sistem kepercayaan yang menyatakan bahwa ras tertentu lebih istimewa dan unggul yang karenanya berhak merendahkan bahkan memperbudak ras lain.

Rasisme marak terjadi di negeri ginseng. Di negeri yang romantisme musim dinginnya di drakor bikin hati meleleh dan tarian boyband-nya bikin mata berbinar.

Related: Regenerasi Boyband Indonesia Takpernah Padam

Rasisme Pada Kulit Coklat

K-Pop, drakor, kimchi, dan aneka kuliner Korea telah mempengaruhi orang di dunia untuk datang berwisata ke Korea. Tidak sedikit perempuan dari India, Indonesia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang datang ke Korea karena ingin bersuamikan orang Korea.

Namun, yang terjadi sungguh bertolakbelakang dengan romantisme drakor dan semangat positif K-Pop.

Hampir semua orang yang datang ke Korea dari Afrika, Asia Tenggara, dan Asia Selatan (Banglades, Pakistan, Bhutan, Maladewa, Nepal, dan Sri Lanka) mendapat perlakuan tidak menyenangkan mulai dicibir sampai dihina karena berkulit coklat dan bertubuh pendek.

Korea Expose mengungkap kalau rasisme di Korea terjadi akibat minimnya hukum yang meniadakan diskriminasi dan tidak adanya keberagaman di negara itu. Orang Korea sangat jarang melihat langsung orang dari ras lain sehingga standar kecantikan dan ketampanan mereka pun seragam.

Maka kita harus bangga jadi orang Indonesia karena cuma di sini kita bisa bersaudara setanah air dengan orang berkulit putih, coklat, dan hitam sekaligus.

Sebetulnya bukan cuma orang Asia berkulit coklat, bule berkulit putih sering juga dapat perlakuan tidak enak saat menjalin hubungan asmara dengan laki-laki Korea.

Laki-laki Korea tidak menyukai pasangan mereka ngobrol (meski cuma semenit!) dengan laki-laki bahkan bila si lelaki cuma kurir pengantar paket, bekas teman sekolah, atau teman kerja. 

Kemudian, meski seseorang berwajah bule, berambut pirang, dan berhidung mancung, tapi kalau dia gemuk atau berpipi tembem (chubby), dia juga bakal diledek seperti babi dan diminta operasi plastik untuk memperbaiki penampilannya.

Perundungan dari Standar Kecantikan dan Ketampanan Korea

Mungkin karena minim melihat keberagaman atau karena berpikiran terlalu sempit, orang Korea punya standar kecantikan dan ketampanan yang membagongkan karena orang satu negara standarnya sama dan seragam.

Karena sama dan seragam, mereka jadi tidak menerima keadaan fisik yang mereka punya sejak lahir. Laki-laki dan perempuan yang punya fisik tidak sesuai dengan standar kecantikan dan ketampanan Korea akan diledek oleh teman di sekolah, di kampus, di kantor, bahkan di keluarga mereka sendiri.

Mereka akan diminta melakukan operasi plastik untuk memperbaiki bentuk hidung, pipi, mata, dan dagu. Makanya tidak heran kalau situs Seoul Plastic Surgery menyatakan operasi plastik merupakan hadiah umum bagi remaja yang berulang tahun ke-16. 

Mereka yang tidak operasi plastik dan memilih tampil apa adanya sesuai fisik mereka sejak lahir bakal kena bully bertubi-tubi yang menyebabkan mental mereka jatuh lalu mengakhiri hidup.

Other-race Effect

Sebetulnya, ketidakberagaman yang dialami orang Korea juga dialami orang dari negara lain. Misal, orang bule akan melihat kalau muka orang Asia Tenggara sama semua yang membuat mereka sulit membedakan mana orang Indonesia, mana Filipina, dan mana Thailand.

Kesulitan mengenali dan membedakan orang dari ras lain dinamakan other-race effect atau efek ras lain.

Kita yang orang Indonesia juga akan kesulitan membedakan mana orang Jepang, Tiongkok, dan Korea karena di mata kita mereka semua sama-sama sipit, berkulit putih kekuningan, dan  berambut hitam.

Namun, wajah yang kita lihat pada orang Korea umumnya bukan sekadar karena kita mengalami other-race effect, melainkan karena bentuk wajah orang Korea betul-betul sama. Wajah mereka berbentuk oval dengan rahang bentuk V, pipi tirus, bibir tipis, hidung kecil dan runcing, mata besar dengan kelopak mata ganda, serta kulit putih pucat.

Padahal bentuk wajah manusia diciptakan berbeda-beda. Ada yang oval, persegi, bentuk hati, panjang, dan bulat. Kalau semua mengikuti standar kecantikan Korea, wajah manusia malah jadi tidak unik.

Sementara itu standar ketampanan laki-laki Korea yang dulu menginginkan wajah macho dan maskulin, kini berubah. Laki-laki Korea sekarang ingin wajah yang lembut dan feminin, tapi dengan tubuh yang berotot.

Toksisitas Orang Korea dari Standar Hidup yang Seragam
Standar ketampanan Korsel masa kini (gambar dibuat dengan AI Bing Copilot)

Makanya orang yang bukan penggila K-Pop melihat para personil boyband Korea seperti banci dengan wajah feminin berlipstik, alis disulam rapi, dan pipi tirus.

Standar kecantikan dan ketampanan yang sama dan seragam ini jugalah mengakibatkan tebalnya other-race effect di mata orang non-Korea terhadap orang Korea. Artinya lebih banyak lagi orang asing yang melihat kalau muka orang Korea sama semua.

Toksisitas dan Angka Bunuh Diri di Korea

Tahun demi tahun makin banyak orang Korea yang sadar kalau orang-orang di negara mereka toxic terhadap banyak hal, terutama pada penampilan yang tidak sesuai standar kecantikan dan ketampanan Korea.

Toksisitas orang Korea dalam banyak hal membuat mereka saling menekan satu sama lain. Mereka yang dianggap berbeda dari sisi penampilan, pergaulan, gaya hidup, dan lainnya akan di-bully, minimal dijauhi. Makanya banyak kasus bunuh diri di sana.

Statista mencatat kasus bunuh diri di Korea Selatan merupakan yang tertinggi di antara 38 negara anggota OECD (Organization of Economic Co-operation and Development) sejak 2021.

Saat terjadi penurunan angka bunuh diri global sejak tahun lalu, Korea Selatan justru mengalami kenaikan dengan 26 kematian tiap 100.000 penduduk.

***

Melihat fakta-fakta di atas bolehlah kita bilang kalau keindahan dan keseruan yang ada dalam drama Korea tidaklah nyata. Kehidupan nyata di Korea Selatan sangat jauh berbeda dengan yang ditampilkan di sinema mereka.

Pun kehidupan para idola K-Pop tidaklah semudah yang dibayangkan. Kami yakin tidak ada idola K-Pop yang tidak melakukan operasi plastik. Tidak ada dari mereka yang tampil dengan wajah asli saat memulai debutnya di dunia hiburan. 

Salah satu syarat jadi artis di Korsel, entah penyanyi, bintang film, model, atau profesi lain di industri hiburan adalah punya standar kecantikan dan ketampanan ala Korea. 

Jadi kalau kamu nonton drakor dan tidak pernah hapal nama pemerannya karena wajah mereka kelihatan sama, ya, memang benar. Wajah orang Korsel seperti punya cetakan baku yang mana satu sama lain harus berwajah serupa.

No Fly Zone, Sembilan Tempat di Dunia Dilarang Dilewati Pesawat

No Fly Zone, Sembilan Tempat di Dunia Dilarang Dilewati Pesawat

Bepergian naik kapal terbang memang menghemat waktu karena bisa cepat sampai dalam hitungan jam saja. 

no fly zone

Dulu naik kapal terbang-biasa kita sebut sekarang dengan pesawat-dianggap orang kaya karena harga tiketnya selangit. Sekarang semua orang bisa naik pesawat dengan harga tiket yang sudah tidak semahal 30 tahun lalu.

Meski di langit kosong tidak ada bangunan. jalanan, dan kendaraan seperti di darat, ternyata tidak semua langit boleh dilewati pesawat terbang. Pilot harus harus memutar untuk menghindari wilayah yang tidak boleh dilewati pesawat.

Berikut sembilan tempat di dunia yang tidak boleh dilewati pesawat.

1. Kutub Utara

Pesawat sebetulnya boleh melintas diatas kutub utara, tapi risiko sangat berbahaya karena ada medan magnet kuat dan berubah-ubah yang akan mengacaukan navigasi pesawat.

Selain menggunakan GPS (global positioning system) dari satelit dan gelombang radio, sistem navigasi pesawat menggunakan kompas yang bergerak menyesuaikan diri dengan magnet bumi.

Suhu di kutub utara dinginnya juga ekstrem yang bisa membentuk es didalam sayap pesawat sehingga mengganggu aerodinamika.

Radiasi matahari yang kuat di kutub utara juga bisa mempengaruhi kesehatan para pilot dan kru kabin kalau mereka sering melintasi kutub utara.

2. Kabah

Pesawat tidak boleh melintas diatas Kabah karena suara bising pesawat dikhawatirkan akan mengganggu kekhusyukan ibadah umat Islam.

Selain itu penumpang yang ada dalam pesawat tidak semuanya muslim, sedangkan yang boleh memasuki kota Mekah hanyalah orang yang beragama Islam saja.

Jadi pemerintah Arab Saudi melarang pesawat terbang diatas Kabah karena alasan kesucian Kota Mekah dan Kabah sebagai kiblat muslim sedunia.

3. Buckingham Palace dan Windsor Castle

Pesawat tidak boleh terbang diatas Buckingham Palace dan Windsor Castle untuk melindungi keluarga kerajaan dari polusi udara, suara bising pesawat, dan ancaman teroris.

Zona larangan terbang ada di radius jarak 4 km dan di ketinggian 762 meter diatas kedua bangunan. Larangan pesawat melintasi dua tempat tinggal keluarga kerajaan Inggris ini diberlakukan sejak tahun 2003.

4. Kuba

Tidak semua pesawat terlarang melintasi Kuba, hanya pesawat dari negara-negara yang jadi musuh Kuba saja yang dilarang melintas di wilayah udara negeri komunis itu.

Selain itu spesifikasi bandar udara di Kuba mayoritas belum dirancang untuk pesawat besar, terutama aspal serta panjang dan lebar landasannya. Pada 30 Agustus 2023, Boeing 737 Max 8 milik maskapai Sunwing Kanada nyangkut di landasan, menyebabkan bandara ditutup untuk sementara.

5. Korea Utara

Pemerintahan Kim Jong Un melarang pesawat asing melintasi negaranya karena alasan keamanan dan politik.

Korea Utara sering mengadakan uji coba roket dan peluru kendali (rudal) yang membahayakan penerbangan sipil dan komersil. Karena itu pilot dengan kesadaran sendiri biasanya akan menghindari wilayah udara Korea Utara.

6. Paris

Alasan pesawat dilarang terbang melintasi Paris adalah untuk keamanan dan keselamatan banyak bangunan penting dan bersejarah yang ada di sana.

Meski begitu, pesawat medis dan kapal kenegaraan boleh melintasi angkasa Paris dengan kondisi khusus.

7. Washington DC

Pesawat dilarang terbang di atas kota Washington DC untuk melindungi gedung-gedung pemerintahan demi keamanan nasional negeri Paman Sam itu.

Markas militer AS di Pentagon yang terletak dekat dengan Washington DC pernah diserang teroris pada 11 September 2001 atau dikenal dengan peristiwa 9/11.

DC dibelakang nama Ibu kota Amerika Serikat ini adalah singkatan dari Dictrict of Columbia yang merujuk bahwa kota ini tidak termasuk dalam negara bagian mana pun yang ada di AS.

Washington DC berdiri dan diperuntukkan hanya untuk ibu kota negara.

Nama Columbia diambil dari nama penemu benua Amerika yaitu Christopher Columbus. Jadi dilarangnya kapal terbang melintasi langit Washington DC juga karena alasan peristiwa bersejarah yang melatari Washington.

8. Kuil Parthenon

Pesawat dilarang terbang diatas Kuil Parthenon di Athena, Yunani, untuk mencegah kerusakan struktur kuil berusia 2.500 tahun itu.

Potensi kecelakaan, polusi udara, dan suara bising yang dihasilkan pesawat terbang dikhawatirkan akan mengganggu pelestarian situs budaya warisan zaman Yunani Kuno itu.

9. Disney World

Aneh, tapi nyata. Pesawat dilarang terbang melintasi taman bermain Disney World di Florida, AS, karena alasan keamanan.

Bukan cuma pesawat, semua yang bisa terbang seperti helikopter, drone dan balon udara juga dilarang melintasi Disney World serta Taman Anaheim dan stadion olahraga yang ada di seluruh AS.

Larangan ini diberlakukan oleh FAA sejak 2003 yang dilatarbelakangi serangan teroris ke AS pada 11 September 2001. 

Radius larangan terbang di Disney World ada do radius 4,8 km dengan ketinggian 914 meter.

Pilot yang niat terbang diatas Disney World, Taman Anaheim, dan stadion olahraga harus minta izin dulu ke Transport Security Administration dan Federal Aviation Administration (FAA).

Aturan Terbang Drone di Indonesia

Adakah tempat di Indonesia di mana kapal terbang dilarang melintas? Bila mengacu pada kementerian perhubungan, tidak ada zona larangan terbang (no-fly zone) bagi pesawat terbang.

Permenhub No. 30/2020 cuma mengatur soal larangan terbang drone. Drone dilarang diterbangkan di tiga tempat terlarang, yaitu:

1. Semua bandar udara (bandara).

2. Fasilitas pertahanan seperti istana kepresidenan, cagar budaya, patung, area kedutaan besar, gedung pemerintahan, dan kantor serta markas militer.

3. Area pribadi yang tidak mengizinkan ada drone seperti perkantoran, mall, dan perumahan.

Di tempat yang membolehkan drone terbang, drone maksimal hanya boleh diterbangkan setinggi 150 meter saja. Maksimal drone boleh terbang ada di ketinggian 150 meter.

Related: Enam Kecerdasan Buatan yang Bisa Diajak Ngobrol dan Curhat

Bagaimana dengan layangan dan balon gas? Balon gas ukuran besar seperti yang sering diterbangkan tiap lebaran tidak boleh diterbangkan di dekat bandar udara karena berpotensi mengganggu penerbangan.

Kalau layangan belum ada aturan yang mengatur. Lagipula layangan tidak terbang setinggi drone. Layangan juga biasanya cuma diterbangkan di tempat yang banyak angin saja seperti di pantai, lapangan, atau sawah sehingga tidak mengganggu keselamatan kecuali kalau nyangkut di tiang listrik rumah orang.