Menghindari Head Hopping Saat Membuat Cerita Fiksi

Menghindari Head Hopping Saat Membuat Cerita Fiksi

Kita sebagai pengarang menceritakan perasaan dan sudut pandang beberapa karakter dalam satu adegan.

Head hopping terjadi ketika sebuah cerita atau adegan diceritakan dari sudut pandang satu tokoh, tapi tiba-tiba beralih ke sudut pandang tokoh atau narator yang berbeda. Hal ini terjadi ketika penulis secara tidak sengaja memasukkan pemikiran, pengamatan, atau detail yang tidak mungkin diketahui oleh karakter di PoV saat ini.

Untuk menghindari head hopping dan kontradiksi antar tokoh, JK Rowling mempekerjakan orang yang bertindak sebagai Harry Potter Specialist. 

Harry Potter Specialist bertugas memeriksa detil demi detil karakter antar tokoh dan alur supaya JK Rowling tidak menulis karakter atau jalan cerita yang kontradiktif di novelnya.

Novel Harry Potter juga kita ketahui menggunakan sudut pandang orang ketiga. Pengarang yang menggunakan sudut pandang orang ketiga rentan mengalami head hopping karena mereka berperan sebagai pengamat yang menceritakan banyak karakter, alur, dan sudut pandang dalam cerita.

Selain alur atau plot, head hopping juga terjadi saat pengarang menulis jalan cerita yang tidak sesuai kenyataan. Misal, dia menulis:

Supri berjalan kaki meninggalkan kampungnya di Bandung sejak subuh. Tidak terasa dia sudah sampai di Jakarta pada sore hari.

Jarak Bandung ke Jakarta 150 km dan butuh 23 jam kalau kita jalan kaki untuk sampai ke tujuan. Jadi unsur plausibilitas dalam cerita tidak terpenuhi karena pengarang menulis Supri jalan kaki pada pagi hari dari Bandung ke Jakarta, tapi sore sudah sampai.

Mestinya Supri baru sampai esok paginya. Itupun kalau Supri berjalan kaki tanpa henti tanpa istirahat.

Related: Unsur Plausibilitas dalam Cerita Fiksi

Cerita dengan Sudut Pandang Orang Ketiga

 

Head hopping sering terjadi pada pengarang yang menggunakan sudut pandang orang ketiga karena si pengarang memposisikan dirinya sebagai pengamat. Karena itulah si pengarang menggunakan kata ganti "dia" dan "ia" untuk menggambarkan jalannya cerita dan pemaparan tokoh-tokoh.

Kata "dia" dan "ia" sebetulnya bermakna sama. Pada KBBI "dia" artinya persona tunggal yang dibicarakan. Di KBBI "dia" juga berarti ia.

Sedangkan "ia" berarti orang yang dibicarakan, tidak termasuk pembicara dan kawan bicara. KBBI juga mengartikan "ia" sebagai dia dan benda yang dibicarakan.

Ini berarti "dia" digunakan untuk manusia baik laki-laki dan perempuan. Sedangkan "ia" bisa digunakan selain untuk kata ganti manusia juga kata ganti untuk binatang dan benda.

Untuk menghindari head hopping saat menggunakan sudut pandang orang ketiga, kita bisa membaca ulang beberapa kali cerita itu untuk memastikan tidak ada inkonsistensi dan kontradiksi antar tokoh atau pada alur.

Cara lain adalah dengan membuat outline. Kita tulis dulu siapa saja tokoh yang akan ada di cerita dan bagaimana karakter mereka. Tulis juga bagaimana alurnya dan bagaimana ending yang akan kita buat di cerita itu.

Cerita dengan Sudut Pandang Orang Kedua

 

Gampang saja mengenalinya. Ciri utama cerita yang menggunakan sudut pandang orang kedua adalah si pengarang tidak akan pernah menggunakan kata "aku".

Karya fiksi dengan sudut pandang orang kedua ini banyak ditemukan di puisi dan sajak. Contoh cerita dengan sudut pandang orang kedua:

Kaubisa memandang langit dan melihat dari balik bintang
Disitu ada kilat dan kilau sinar yang menyala
Seperti matamu yang selalu menyala
Dan memeluk bumi dengan dekapan hangat

Cerita dengan sudut pandang orang kedua juga bisa membuat kita melakukan head hopping kalau tergelincir menggunakan kata aku, dia, ia, atau si pengarang tiba-tiba memposisikan diri sebagai pengamat.

Cara menghindari head hopping saat menulis cerita dengan sudut pandang orang kedua adalah konsisten menggunakan kata "kau" dan "kamu". Buatlah kalau kita seolah sedang bercerita kepada satu orang saja dan tidak membicarakan diri kita sama sekali.

Cerita dengan Sudut Pandang Orang Pertama

 

Membuat cerita dengan sudut pandang orang pertama bisa dibilang paling gampang karena kita memposisikan diri sebagai tokoh utama. 

Banyak novel best-seller dunia yang menggunakan sudut pandang orang pertama. Head hopping saat menggunakan sudut pandang orang pertama minim terjadi karena pengarang memposisikan dirinya sebagai tokoh utama sehingga minim terjadi lompatan karakter.

Namun, bukan berarti head hopping tidak bisa terjadi sama sekali. Head hopping bisa terjadi kalau pengarang menceritakan terlalu banyak alur dan karakter antar tokohnya mirip sehingga pembaca susah membedakan mana tokoh A, mana tokoh B, dan seterusnya.

Cara menghindari head hopping saat menulis cerita menggunakan sudut pandang orang pertama adalah dengan konsisten menceritakan kisah hanya dari pandangan dan pikiran tokoh utama.

Piala Itu Ternyata Bukan untuk Anak Berprestasi, Berkarakter, Elok, dan Terpercaya

Piala Itu Ternyata Bukan untuk Anak Berprestasi, Berkarakter, Elok, dan Terpercaya

Sewaktu wisuda (12/6) kemarin saya harap-harap cemas yang akhirnya berujung pada penguatan bahwa dunia ini memang tidak adil. 

Keadilan hanya didapat setelah kiamat dalam bentuk surga dan neraka, begitu kata orang.

Cemas karena di undangan wisuda tertulis jadwal penghargaan kepada peserta didik dengan nilai Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Terbaik. Harap-harap karena anak saya sejak kelas 4 selalu meraih nilai tertinggi di kelas. Dia juga tidak pernah berulah dan selalu disiplin.

Kalau badan masih bisa jalan dan duduk, sesakit apa pun dia tetap pergi sekolah. Di saat teman-teman hadrohnya memilih tidak berangkat karena kelelahan pascalomba, dia tetap berangkat dan oleh gurunya disebut sebagai murid teladan.

Sayangnya, nilai ASAJ anak saya yang ganteng, putih, pinter, jago futsal, dan jago main keyboard itu memang cuma dua yang dapat nilai 100, yaitu Matematika dan IPA. Namun, dia meraih nilai rata-rata UCO (ujicoba) ASAJ tertinggi di kelasnya dan dapat peringkat 1.

Nilai, karakter, kedisiplinan, dan kerajinan dialah yang lantas membuat saya berharap kalau sekolah tidak menggelar penghargaan untuk peraih nilai ASAJ tertinggi, melainkan kepada anak yang berprestasi dilihat dari nilai rapornya selama 5 semester berturut-turut.

Ternyata, apa yang tertulis di undangan memang tidak keliru. Penghargaan berupa piala yang diumumkan di depan peserta dan orang tua wisudawan itu untuk peserta didik yang nilai ASAJ-nya tertinggi.

Jelas mengecewakan. Gimana gak kecewa kalau 2 dari 3 anak dari kelas 6A yang dapat penghargaan, dua di antaranya cuma bagus di nilai ASAJ-nya saja. Kepandaian akademik dua anak itu sehari-harinya biasa saja dan nilai rapornya pun sejak kelas 4 juga cuma ada di 8 besar, bukan 3 besar.

Kecewa berat dan sakit hati karena merasa sekolah tidak adil tambah saya rasakan karena peringkat pertama diraih oleh anak lelaki yang beberapa kali ketahuan membawa vape dan mencontek saat ASAJ!

Waktu mencontek dia bukannya kepergok oleh guru sekolah sendiri, melainkan oleh guru dari sekolah lain yang kebetulan sedang mengawasi di SD anak saya. Emangnya yang gitu gak malu-maluin, ya?

Bukannya harusnya ada sanksi atau apa, kek, buat orang tua anak itu atau si anak sendiri. Andai sekolah memberi penghargaan kepada siswa terbaik dari prestasi dan karakternya selama sekolah, pasti anak yang berhaklah yang dapat penghargaan. Bukan anak yang sering bawa vape dan ketahuan mencontek!

Sebelum peringkat pertama diumumkan, teman-teman kelas anak saya bahkan sudah berteriak-teriak menyebut namanya sebagai peraih peringkat pertama. Itu membuktikan dia memang sudah dikenal sebagai anak berprestasi.

Bukan cuma pandai di akademik. Dia pernah ikut futsal sebagai penjaga gawang dan dapat juara 3 sekabupaten bersama tim sekolahnya. Juga jadi keyboardis di grup hadroh sekolah dan juara 3 sekabupaten juga.

Kurang berprestasi apa, coba? Kenapa sekolah malah mempertimbangkan nilai ASAJ tertinggi untuk diberi piala dan diumumkan di wisuda. Padahal itu cuma satu ujian saja. Ujian itu juga bukan ujian yang susah karena sudah ada ujian ujicoba yang soal-soalnya cuma dibolak-balik saja.

Nilai rapor dan penghargaan memang bukan segalanya, tapi itu jadi penyemangat anak karena dia merasa prestasi, kedisplinan, dan karakter baiknya dihargai.

Pada akhirnya anak saya dipanggil ke atas panggung berjejer bersama anak-anak peraih nilai 100 di ASAJ untuk menerima buket uang senilai Rp100rb. Lumayan buat pelipur lara dia, tapi tidak untuk saya. 

Saya sudah telanjur kecewa berat dengan sekolah sampai lupa bersyukur anak saya dapat nilai 100 di dua mata pelajaran tersulit bagi anak-anak Indonesia - Matematika dan IPA.

Cobek Muntilan, Dibuat dari Batu Merapi oleh Keturunan Pemahat Candi Borobudur

Cobek Muntilan, Dibuat dari Batu Merapi oleh Keturunan Pemahat Candi Borobudur

Saya beberapa kali dimintai tolong membelikan cobek Muntilan oleh teman-teman di Jabodetabek. Kata mereka cobek Muntilan bagus, enak dipakai, dan awet. 

Harga cobek Muntilan juga ternyata murah. Murah dalam artian satu munthu (ulekan) kecil dihargai mulai Rp5000 saja. Cobek ukuran kecil dan sedang yang biasa untuk nyambel emak-emak bisa dibeli mulai Rp25.000.

Sebetulnya mereka bisa saja beli cobek batu Muntilan di Tokopedia atau Shopee, tapi katanya kalau beli dari "orang Muntilan asli" rasanya lebih otentik dan orisinil. 

Soal "orang Muntilan asli" ini wagu. Penjual di lokapasar itu juga orang Muntilan asli yang punya toko cobek di Muntilan. Sedangkan saya walau tinggal di Muntilan, tapi bukan orang Muntilan asli.

Spesialnya cobek Muntilan diyakini karena dua hal, bahan bakunya dan pembuatnya.

Batu Merapi


Pada erupsi besar tahun 2010 yang menewaskan kuncen (juru kunci) Merapi Mbah Maridjan, Merapi memang melontarkan banyak batu besar. Believe or not ada yang ukurannya hampir semobil Agya.

Lontaran batu itu sampai ke Kecamatan Salam yang jaraknya 20 kilometer dari puncak Merapi. Letak Kecamatan Salam berimpitan dengan Muntilan.

Batu-batu besar ini bisa kita temukan di kebun penduduk, sungai, bahkan di pinggir jalan raya. Selain itu aktivitas penambangan batu di gunung Merapi juga masih berlangsung sampai sekarang.

Jadi amat mungkin cobek-cobek Muntilan memang dibuat dari batu gunung Merapi. Lalu siapa yang punya keahlian membuat cobek dan ulekan ini?

Keturunan Pemahat Candi Borobudur

 

Para pembuat dan penjual cobek Muntilan dilakukan turun-temurun dari kakek kepada cucunya dan begitu seterusnya. Mereka diyakini sebagai keturunan dari para pemahat yang membuat relief-relief di candi Borobudur.

Sejak 2021 pengunjung tidak boleh menaiki candi Borobudur. Naik ke atas candi khusus untuk umat Buddha yang akan melakukan ibadah.

Candi Borobudur dibangun pada abad 8 atau tahun 700-an dan tidak berada di Kecamatan Muntilan, melainkan di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Namun, di Muntilan ada candi Buddha yang sama-sama dibangun pada abad 8 juga oleh Dinasti Syailendra, yaitu candi Ngawen.

Candi Ngawen diperkirakan berusia lebih tua dari candi Borobudur berdasarkan arsitektur dan relief yang ada di candi. Dilihat dari jarak, dari candi Borobudur ke candi Ngawen cuma dipisahkan sekitar 9,8 kilometer saja.

Candi Ngawen yang terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang

Adanya candi Ngawen makin menguatkan keyakinan kalau orang-orang yang membuat cobek dan munthu di Muntilan saat ini adalah keturunan para pemahat yang membuat relief di candi Borobudur.

Para pembuat dan pemahat relief di candi Borobudur adalah keturunan mereka yang membuat dan memahat candi Ngawen.

Pasir Muntilan

 

Ada hal tersohor lain dari Muntilan yang berkaitan dengan Merapi, yaitu pasir.

Kata orang pasir Muntilan kualitasnya bagus karena didapat dari semburan gunung Merapi. Memangnya Merapi berapa kali meletus tiap tahunnya sampai bisa menghasilkan pasir terus-menerus? 

Entah, kalau erupsi kecil, sih, sering, tapi tidak sampai mengganggu aktivitas warga di lereng, jadi yang diingat cuma letusan besarnya saja.

Sewaktu erupsi Merapi 2010, timbunan pasir hasil abu vulkanik yang dimuntahkan gunung Merapi dipinggirkan oleh Pemda Kabupaten Magelang ke pinggir-pinggir jalan. Pasir itu menggunung dan sebagian ditaruh di tanah kosong yang akhirnya jadi depo pasir.

Meski begitu, di Muntilan sendiri cuma ada satu depo pasir kecil. Depo pasir justru lebih banyak di Kecamatan Salam, tetangga Muntilan.

Saya kurang paham kenapa Muntilan juga terkenal dengan pasirnya (untuk bangunan) yang berkualitas tinggi. Mungkin karena penggali dan penambang pasir di gunung Merapi banyak yang asalnya dari Muntilan. Jadi orang lebih mudah menyebut pasir itu dengan "pasir Muntilan".

Mungkin juga karena depo pasir besar yang ada di Kecamatan Salam letaknya mepet dengan Muntilan, dan Muntilan lebih terkenal  dibanding Salam. Jadi orang lebih mudah menyebutnya dengan "pasir Muntilan" daripada "pasir Salam".

Pasir dari gunung Merapi sering disebut sebagai pasir Muntilan yang dikenal karena kualitasnya

Pun meski Salam berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta orang tidak menyebutnya dengan "pasir Yogya" sebab Yogya terkenal karena kekhasannya yang lain, bukan pasir. 

***

Sebagai orang yang tinggal di Muntilan karena mengikuti suami, saya tambahkan kalau Muntilan itu selain terkenal dengan tape ketan, wajik Nyonya Pang, candi Ngawen, dan orangnya yang tjakep-tjakep, kota dagang yang punya penduduk terbanyak sekabupaten Magelang ini juga terkenal dengan cobek, perajin batu, dan pasir.

Lima Kerugian Nonton Film Bajakan

Lima Kerugian Nonton Film Bajakan

Nonton film bajakan memang enak karena kita tidak perlu keluar duit buat biaya langganan dan kita bisa nonton film bersamaan dengan film itu tayang di bioskop.

Namun, ternyata banyak kerugiannya kalau kita nonton film bajakan. Selain melanggar UU Hak Cipta karena ikut menonton film bajakan, ini kerugian yang kita dapat kalau nonton film bajakan.

1. Kualitas FIlm Buruk

Sering kita baca keterangan di situs film bajakan kalau film itu berkualitas DVDRip meski di keterangan ditulis kualitasnya DVDRip, nyatanya yang kita tonton adalah film berkualitas Web-DL (web dowload).

Menonton film dengan kualitas jelek bikin kita jadi sulit menikmati isi cerita karena gambar dan suara yang tidak bagus.

Hal ini karena admin situs atau aplikasi film bajakan tidak mau pusing dan buang waktu untuk mengecek satu-satu kualitas film yang mereka unggah. Kebanyakan situs dan aplikasi film bajakan juga tidak mengupload sendiri filmnya, melainkan cuma mengambil dari server tertentu.

2. Membuat Komputer, Laptop, dan Ponsel Rentan Kena Virus

Film-film bajakan yang diambil dari server itu kadang bisa membawa virus juga. Virus itu akan menginfeksi komputer, laptop, atau ponsel yang kita pakai untuk nonton film bajakan.

Related: Cybersecurity dan Jaga Smagarphone

Kalau sudah kena virus kita perlu antivirus berbayar untuk membersihkan gawai secara tuntas dari semua virus sampai ke akar-akarnya.

3. Subtitle Berantakan

Subtitile di film bajakan lebih sering ngaco. Kadang muncul kadang tidak. Tata bahasanya pun berantakan ada yang menggunakan campuran bahasa baku dan tidak baku.

Malah banyak juga yang menggunakan bahasa pergaulan dan kata-kata umpatan pun muncul sehingga kita bacanya jadi bingung dan bikin nonton jadi tidak nyaman.

Oya, padanan kata subtitle ke bahasa Indonesia adalah sulih kata atau telop.

4. Disusupi Pornografi dan Judi Online

Film bajakan ilegal (melanggar hukum), makanya iklan yang muncul di situs dan aplikasi film bajakan juga hal-hal ilegal seperti judi dan pornografi.

Terlalu sering melihat pornografi dan judi online, kesadaran kita akan menganggapnya sebagai hal yang normal. Akibatnya kita jadi pengin coba-coba dan akhirnya terjerat judi online dan kecanduan pornografi.

Lebih bahaya kalau pornografi itu tidak sengaja dilihat anak-anak yang meminjam ponsel atau laptop kita. Otak mereka jadi tercemar.

5. Tidak Menghargai Para Pekerja yang Terlibat Dalam Film 

Kalau kita nonton film bajakan, uang dari iklan yang ada di situs dan aplikasi mengalir ke para pembajak, bukan ke pemain film, sutradara, penata cahaya, penata suara, kameraman, penata busana, dan semua orang yang bekerja dibalik terciptanya sebuah film.

Padahal merekalah yang bekerja keras membuat film, sementara para pembajak dengan mudahnya mencuri apa yang bukan haknya.

Maka sebaiknya kita tidak menonton film bajakan karena dibalik sebuah film ada para pekerja yang mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menghasilkan karya seni bernama film. 

Bagaimana kalau hasil kerja kita dicuri kemudian dijual bebas tanpa kita dapat sepeser pun duit padahal itu karya kita?

Pengin Nonton Film tapi Gak Punya Duit Buat Langganan?

 

Operator seperti Telkomsel, XL Axiata, Axis, atau Indosat Ooredo biasanya punya promo langganan streaming murah untuk Prime Video, Disney+ Hotstar, HBO Go, bahkan Netflix. 

Penyedia streaming lokal seperti KlikFilm, Vidio, RCTIPlus, Maxstream, dan lainnya juga punya biaya langganan harian dan mingguan yang terjangkau. Cara lainnya kita bisa nonton potongan-potongan adegan film di YouTube.

Yang penting hindari perasaan FOMO (fear of missing out) yang membuat kita takut ketinggalan tren dan akhirnya nekat nonton film bajakan.

Related: FOMO Takut Ketinggalan Tren Sosial

Amankan Handphone dengan Cybersecurity

Amankan Handphone dengan Cybersecurity

Keamanan siber atau cybersecurity sering disebut juga dengan keamanan informasi. Maksudnya, semua informasi kita yang ada di laptop, komputer, handphone, email, media sosial, dan apa pun yang terhubung ke internet harus aman dari serangan virus, pencurian data, pembajakan oleh hacker, dan sebagainya.

Kalau dari pengertian formal ilmu teknologi informasi, yang disebut cybersecurity adalah hal-hal yang menyangkut teknologi, tindakan, atau praktik apa pun untuk mencegah serangan siber atau memitigasi dampaknya.

Keamanan siber itu sendiri bertujuan untuk melindungi sistem, aplikasi, perangkat komputasi, data sensitif dan aset keuangan individu dan organisasi dari virus komputer, serangan ransomware yang canggih dan mahal, dan banyak lagi. 

Ransomware adalah jenis malware yang menyandera data atau perangkat korban, mengancam akan menguncinya kalau korban tidak membayar uang tebusan kepada penyerang. Singkatnya ransomware adalah serangan virus yang minta tebusan uang pada korbannya.

Serangan siber mempunyai kekuatan untuk mengganggu, merusak, atau menghancurkan bisnis, dan kerugian yang ditanggung para korbannya terus meningkat.

Serangan siber tiap tahun meningkat karena meningkatnya juga aktivitas dalam jaringan seperti:

  1. Peningkatan adopsi komputasi awan (cloud computing)
  2. Kompleksitas jaringan
  3. Pekerjaan jarak jauh (remote working) dan bekerja dari rumah (work from home)
  4. Program BYOD (bring your own device), yaitu kebijakan yang membolehkan karyawan menggunakan perangkat pribadi mereka untuk terhubung ke jaringan kantor untuk mengakses sistem dan data terkait pekerjaan.
  5. Perangkat serta sensor yang terhubung dalam segala hal mulai dari bel pintu, mobil, hingga jalur perakitan.

Idealnya, kita yang sering kerja di internet atau selalu terhubung ke internet paham bagaimana cara memproteksi semua gawai (gadget) supaya tidak kena serangan cyber.

Melindungi Handphone, Laptop, Tablet, Komputer dari Serangan Siber

 

Berikut cara mudah melindungi handphone, laptop, tablet, dan komputer dari serangan siber (cyber attack)

1. Pasang Antivirus dan Cleaner

Kalau kita aktif bertransaksi di mobile banking dan e-wallet, atau kita aktif ngonten di medsos, baiknya beli atau langganan antivirus premium yang berbayar supaya perlindungannya maksimal.

Andai tidak punya cukup duit untuk beli yang premium, pakai yang gratisan tidak apa-apa asal pilih antivirus yang sudah dikenal.

Sementara itu cleaner berfungsi membersihkan cache dan data yang menempel di aplikasi. Cache yang tidak dibersihkan akan membuat memory handphone cepat penuh.

Beberapa antivirus sudah menyertakan cleaner jadi tidak perlu meng-install terpisah. Namun, kalau antivirus tidak ada cleaner bawaan, kita perlu memasang aplikasi cleaner lagi.

2. Tidak Perlu Install Aplikasi yang Tidak Dibutuhkan

Pastikan aplikasi yang ada di gadget adalah aplikasi yang betul-betul kita gunakan dan perlukan.

Hindari juga meng-install aplikasi pencari uang yang menjanjikan, misalnya "nonton 400 video dapat satu juta). Aplikasi seperti itu selain tidak ada gunanya juga bisa menyadap kontak telepon dan kamera di HP kita.

Kalau tidak perlu-perlu amat hindari menonton film bajakan. Situs dan aplikasi film bajakan biasanya menyisipkan iklan judi dan pornografi. Judi dan pornografi terbukti merusak mental dan otak kita.

Handphone dan laptop kita juga rawan tersusupi malware dan virus dari situs dan aplikasi bajakan.

3. Hati-hati Menginstall Aplikasi yang Sudah di-Mod

Sering kita tergoda untuk install game atau aplikasi yang sudah dimodifikasi sehingga tidak perlu bayar untuk membuka fitur premiumnya.

Akan tetapi, siapa yang tahu kalau dibalik game mod itu ada virusnya atau tidak dan ada pengintai datanya atau tidak. Andai betul-betul ingin memainkan game atau meng-install aplikasi yang sudah di-mod, install dari situs yang sudah lama ada dan menjamin aplikasi mereka tidak mengandung virus dan malware.

4. Pasang PIN pada Device

Aktifkan PIN (Personal Identification Number) untuk membuka device (peranti) yang sering kita gunakan. Namun, baiknya hindari membuat PIN dari tanggal lahir karena mudah ditebak.

PIN bisa mencegah device kita dipakai orang andai hilang atau dicopet. Misal kita kehilangan handphone, si pencuri tidak bisa langsung menggunakannya karena terkendala PIN. Dengan begitu kita punya waktu untuk menonaktifkan mobile banking dan aplikasi keuangan lainnya.

Bila perlu aktifkan juga Find My Device yang ada di semua ponsel Android versi 10 keatas atau di iPhone dengan nama Find My Apple (App). Saat kita sadar handphone hilang langsung gunakan Find My Device untuk mengetahui di mana handphone kita berada.

5. Jangan Sering Pinjamkan Gawai Ke Orang Lain

Saling meminjam atau memainkan HP atau laptop sering terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Bisa jadi teman kita tidak sengaja mengklik email atau SMS atau meng-install aplikasi yang mengandung virus dan akhirnya merusak gawai.

Kalau tidak kepepet, hindari meminjamkan HP ke teman atau saudara atau siapa pun. Waspada itu perlu.

Pekerjaan Bidang Cybersecurity

 

Kalau tertarik mendalami cybersecurity kita bisa kuliah di jurusan cybersecurity. Ada 7 kampus di Indonesia yang punya jurusan cybersecurity, yaitu Binus (Bina Nusantara), Telkom University, Universitas Tanjungpura, Universitas Surabaya, AMIKOM Yogyakarta, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Lulusan cybersecurity nantinya bisa bekerja dan menjalani profesi sebagai berikut.

1. Analis Keamanan Informasi

Seorang analis keamanan informasi punya tugas melindungi keamanan data di kantor swasta, lembaga pemerintahan, yayasan, bank, BUMN, dan lainnya.

Tugas analis keamanan informasi meliputi mencegah kebocoran data, pemalsuan identitas, dan penyebaran virus pada sistem komputer.

2. Security Architect

Security architect merupakan ahli IT senior yang merancang, membangun, dan memelihara sistem keamanan untuk memastikan keamanan dan privasi data.

Arsitektur yang dimaksud adalah penilaian risiko, alat, kebijakan, dan langkah-langkah untuk mengendalikan akses ke perusahaan, jaringan, dan aplikasi.

3. Network Administrator

Mengutip Glints, seorang network administrator bertugas memberikan pengawasan teknis WAN (wide area network) dan menyiapkan dan memelihara dokumentasi konfigurasi jaringan dan tata letak kabel.

Masih ada lagi, dia juga merancang dan mengelola infrastruktur nirkabel dan sistem pendukung, merekomendasikan peningkatan jaringan dan peralatan baru, dan menganalisis, memahami, dan merancang sistem keamanan jaringan komputer pada suatu perusahaan.

Gaji seorang network administrator di Indonesia rata-rata Rp4,8 juta per bulan.

4. Computer Forensic Investigator

Investigator forensik komputer bertugas mengekstrak bukti digital dari sistem komputer. Bukti yang dikumpulkan sering digunakan di pengadilan atau oleh perusahaan yang menghadapi risiko keamanan. 

Computer forensic investigator sering bekerja sama dengan penegak hukum, tim kepatuhan, dan tim SDM untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa yang mengarah pada pelanggaran hukum.

Kemudian, tugas lain dari computer forensic investigator adalah Mengidentifikasi ancaman potensial dan memberikan rekomendasi keamanan yang lebih baik.

Computer forensic investigator di Indonesia dibayar rata-rata Rp167 juta.

5. Teknisi Teknologi Informasi (IT Technician)

IT Technician punya tugas memastikan semua jaringan komputer berfungsi dengan baik, termasuk menjaganya dari serangan virus. Dia juga harus cepat menyelesaikan kalau ada masalah di jaringan.

Rata-rata IT Technician digaji Rp6,8 juta per bulan.

6. IT System Engineer

Hasil riset Kelly Services bertajuk Indonesia 2019 Salary Guide, profesi ini termasuk yang bergaji tinggi di kisaran Rp10 juta-Rp50 juta.

System engineer punya tanggung jawab memimpin tim dalam proses desain dan integrasi sistem baru yang digunakan perusahaan termasuk sistem komputer dan mekanik. 

Dia juga harus mengawasi performasi sistem, mendesain dan mengimplementasikan sistem baru, serta membantu permasalahan teknis yang dialami oleh klien dan konsumen.

7. Penetration Tester

Seorang penetration tester bisa dibilang sebagai hacker karena dia harus menguji keamanan sistem dengan menggunakan teknik hacking. 

Penetration tester juga menguji keandalan dan kerentanan sistem serta aplikasi untuk mendapatkan informasi sensitif yang harus dilindungi. Kalau ditemukan kerentanan atau kelemahan, dia akan merekomendasikan perbaikan di sistem itu.

Pekerjaan ini bergaji fantastis di kisaran Rp169 juta-Rp300 juta untuk penetration tester di Indonesia.

***

Kalau kita punya keponakan, saudara, tetangga, atau anak sendiri yang suka mengutak-atik komputer, laptop, bahkan mengutak-atik aplikasi di handphone, beritahukan kepadanya kalau ada pekerjaan yang berhubungan dengan internet, jaringan, dan komputer namanya bidang cybersecurity.

Siapa tahu dia jadi teknisi, konsultan, analis bahkan hacker andal. Hacker tidak selalu jahat. Banyak hacker baik yang menguji sistem di perusahaan-perusahaan. 

Mereka akan memberitahukan celah dan kerentanan di sistem itu dan sering tanpa minta bayaran. Kalaupun dibayar, mereka tidak pernah mematok harga karena bentuknya sebagai ucapan terima kasih perusahaan yang bersangkutan.

Bukan Introvert Bukan Ekstrovert tapi Ambivert

Bukan Introvert Bukan Ekstrovert tapi Ambivert

Senang berada di keramaian dan bercengkrama dengan banyak orang, tapi juga suka menyendiri. Bisa membaur saat sedang diskusi kelompok, tapi bisa juga fokus mengerjakan tugas sendirian.

Orang yang tidak introvert, tapi juga bukan ekstrovert dinamakan ambivert. Orang yang ambivert menikmati waktu berada ditengah keramaian bersama banyak orang, tapi juga nyaman menikmati waktunya sendirian. 

Menurut asal katanya sebetulnya adalah introverted, extroverted, dan ambiverted yang kalau diindonesiakan menjadi introversi, ekstroversi, dan ambiversi. Namun, emperbaca.com menyebut dan menulis berdasarkan pendapat umum supaya lebih familiar, maka jadi introvert, ekstrovert, dan ambivert.

Delapan Tanda Ambivert

 

1. Ramah tapi Pendiam, Pendiam tapi Ramai

Orang Introvert akan merasa lelah dan boring terlalu lama berada dalam acara yang melibatkan banyak orang. Sementara itu ekstrovert akan merasa linglung kalau sendirian dan tidak berada diantara orang banyak.

Seorang ambivert selalu ramah terhadap siapa pun, tapi dianggap kurang supel dan luwes untuk ukuran ekstrovert. Di sisi lain dia juga dianggap terlalu gaul buat para introvert.

2. Bisa Bekerja Sama Baiknya Saat Sendiri dan Berkelompok

Ambivert bisa mengerjakan suatu pekerjaan seorang diri kalau diperlukan. Dia juga tidak banyak cingcong dan asik-asik aja saat kondisi mengharuskannya bekerja dalam kelompok.

Related: TIpe Orang yang Sering Kita Temui Saat Kerja Kelompok

3. Netral Terhadap Obrolan Ringan

Seorang introvert tidak menyukai small talk (orbolan ringan/chit-chat/basa-basi) karena bikin capek doang. Sementara itu, orang ekstrovert lebih suka obrolan basa-basi atau yang ringan daripada deep talk dan percakapan serius.

Sedangkan ambivert netral. Mereka tidak benci basa-basi, tapi juga tidak cinta. Biasa saja.

4. Fleksibel Menentukan Kapan Harus Menyendiri

Saat sedang butuh sendirian, ambivert akan menikmati waktunya dan tidak peduli ada ajakan nongki dan party dari teman-temannya.

Juga kalau sedang ingin ramai dia bisa di luar rumah sampai pagi untuk hangout bersama teman-teman dan social circle-nya.

5. Sesekali Senang Jadi Sorotan

Introvert tidak suka jadi pusat perhatian, sedangkan ekstrovert suka. Saat di keramaian ambivert kadang senang jadi sorotan, tapi kadang pengen diem aja di belakang jauh dari penglihatan orang.

6. Menikmati Jalan-jalan Sendirian Sama Nyamannya dengan Beramai-ramai 

Kalau teman-teman atau keluarga sedang tidak bisa menemani, si ambivert gak masalah jalan sendirian ke mana pun. Kalau harus bepergian dan traveling rame-rame juga gak masalah.

Mau sendiri atau ramai-ramai, ambivert selalu menyesuaikan diri.

7. Merasa Bukan Ekstrovert

Tidak cocok jadi orang ekstrovert karena merasa ekstrovert terlalu ekstrem ingin selalu bersosialisasi ingin sama-sama orang lain, ingin selalu ngobrol, dan takut kesepian.

8. Merasa Tidak Cocok Jadi Introvert

Tidak cocok jadi introvert karena merasa introvert terlalu antisosial karena lebih senang  melakukan banyak hal sendirian.

Penemu Karakter Ambivert

 

Karakter ambivert ditemukan oleh psikolog-sosiolog Amerika Serikat bernama Kimball Young. Pada 1927 Kimball menerbitkan buku berjudul Source Book of Psychology

Sumber: Simplypsychology

Mantan ketua Asosiasi Sosiolog Amerika tahun 1945 itu meyakini ada kepribadian lain yang lebih kompleks dari introvert dan ekstrovert, bahkan memiliki semua karakter dua kepribadian itu. Dari pemikiran dan studi yang dilakukannya, Kimball kemudian menciptakan istilah ambivert.

Ada bukti lain yang menunjukkan bahwa introvert dan ekstravert bukanlah ciri yang tetap karena orientasi yang dilaporkan sendiri oleh seseorang dapat berubah seiring berjalannya waktu.  

Ini menunjukkan bahwa orang tidak selalu terkurung dalam ciri introvert atau ekstrovert, namun mungkin berada di antara keduanya (Botwinick, 1984) dan itulah ambivert.

Orang dengan kepribadian ambivert mungkin merasa tertekan karena harus bersikap sebagai introvert atau ekstrovert karena orang lain mungkin tidak menyadari sisi lain dari kepribadian ambivert (Grant, 2013).

Keuntungan Jadi Ambivert

Jadi orang ambivert sama istimewanya seperti introvert dan ekstrovert. Hanya saja karena jarang dibahas, ambivert kurang populer, padahal diperkirakan kepribadian ambivert dimiliki oleh separuh populasi dunia. Ini keuntungan jadi orang ambivert.

  1. Cepat beradaptasi di lingkungan berbeda.
  2. Punya kemampuan jadi pembicara sekaligus pendengar yang baik.
  3. Nyaman berada dalam perkumpulan besar dan kelompok kecil.
  4. Mampu bekerja sama dalam tim sama baiknya dengan bekerja sendirian
  5. Punya self-awareness yang kuat. Self awareness adalah kesadaran tentang diri sendiri di mana pikiran, perkataan, dan perbuatan kita selaras satu sama lain.

Kontroversi Ambivert

Laman Myers-Briggs Indicator Tipe (MBTI) dalam artikel yang ditulis Melissa Summer (2023) menyebutkan kalau ambivert itu tidak ada.

Melissa mengibaratkan introvert dan ekstrovert seperti orang yang menggunakan tangan kanan atau kiri saja untuk beraktivitas. Tidak ada orang  yang menggunakan tangan kanan dan kiri sama baiknya.

Hal itu berlaku juga dalam teori kepribadian. Tidak ada ambivert. Kadang-kadang orang berkepribadian ekstrovert bisa terlihat seperti introvert karena dia sedang jenuh dan butuh istirahat saja.

Pun orang introvert kadang terlihat seperti ekstrovert karena dia ramah dan sering mengajak ngobrol orang lain lebih dulu. Meski secara kasat mata orang itu punya kepribadian ambivert, sejatinya dia kalau tidak ekstrovert, ya, introvert.

Meski begitu, Barry Smith, pengajar dan direktur Laboratorium Psikofisiologi Manusia di Universitas Maryland meyakini kalau sekitar 68% dari total populasi adalah ambivert.
 
***
Kalau kita merasa bisa jadi ekstrovert sekaligus introvert, tidak ada salahnya untuk mengatakan kalau kita adalah orang dengan kepribadian ambivert. 

Apa Itu Ghostwriter?

Apa Itu Ghostwriter?

Penulisan yang benar adalah ghostwriter, bukan ghost writer, sesuai yang tercantum dalam kamus Merriam-Webster, Cambridge, dan Oxford.

Kalau kita mau mencari makna dari istilah asing, kamus Merriam-Webster, Cambridge, dan Oxford adalah pilihan yang tepercaya. Ketiga kamus ini juga memuat istilah-istilah kekinian sesuai perkembangan zaman.

Ketiganya merupakan kamus terpercaya yang digunakan di AS dan Inggris Raya.

Ghostwriter adalah istilah di dunia penulisan yang berarti penulis bayangan. Kalau penulisannya dipisah jadi ghost writer maka artinya penulis hantu yang maknanya  berarti orang yang menulis tentang hantu dan makhluk halus.

Dilihat sekilas arti ghostwriter dan ghost writer memang sama-sama penulis hantu. Bedanya, ghostwriter sengaja diminta jadi "hantu" tidak dikenal dan diminta untuk tidak nyata.

Apa Itu Ghostwriter?

 

Ghostwriter adalah orang yang membantu menulis dan mengarang buku, pidato, dan naskah untuk orang yang tidak bisa menulis atau tidak punya waktu untuk menulis. Dia bisa membantu sedari awal atau dipertengahan sampai akhir saja.

Misal, kita punya ide dan ingin membuat novel dari ide itu. Namun, ternyata susah sekali menuangkan ide ke dalam tulisan. Belum lagi mencari waktu buat nulis. Pagi sampai sore sibuk kerja, malam istirahat, kapan nulisnya? Padahal ide di kepala sudah meronta-ronta ingin dikeluarkan.

Kita beri ide itu ke ghostwriter maka dia akan menulis ide itu menjadi sebuah novel yang ciamik. Kadang-kadang ghostwriter juga memberi masukan apakah satu ide bisa dibuat jadi novel, memoar, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, atau malah karya nonfiksi.

Walaupun sebuah buku ditulis secara penuh dari awal sampai akhir oleh seorang ghostwriter, tapi namanya tidak akan tercantum di bagian mana pun dalam buku itu. Nama yang tercantum adalah nama si peminta bantuan. 

Pun nama sang ghostwriter juga tidak akan tercantum sebagai editor (penyunting) walau dia juga mengedit naskah itu-selain menulisnya.

Itulah mengapa seorang ghostwriter tidak bisa mengklaim sebuah karya sebagai buatannya, kecuali dia bisa menunjukkan bukti (misal ada surat perjanjian atau kwitansi) yang menyebut namanya sebagai penulis/pengarang asli dari sebuah karya tulis.

Semua ghostwriter memang tidak pernah menyebut buku apa saja yang pernah mereka tulis dari ghostwriting. Pun tidak pernah menyebut siapa saja klien mereka kalau tidak untuk urusan hukum dan urusan mendesak lainnya.

Urusan kerahasiaan termasuk dalam klausul kontrak kerja ghostwriter dengan orang yang memakai jasanya. Termasuk dalam kerahasiaan, ghostwriter dilarang membicarakan dan menyebarluaskan apa yang sedang ditulisnya.

Ghostwriter Terkemuka Dunia


Barbara Feinman pernah menulis memoar untuk Hillary Clinton yang berjudul It Takes a Village yang laris di pasar Amerika. Tidak pernah ada yang tahu kalau memoar Hillary Clinton ternyata tidak ditulis olehnya. Wartawan Washington Post kemudian mengungkap rahasia kalau memoar itu ternyata ternyata ditulis oleh Barbara Feinman.

Ada juga nama J.R Moehringer yang menulis memoar berjudul Spare milik Pangeran Harry. Moeringer seorang jurnalis penerima hadiah Pulitzer, maka tidak heran kalau dia jadi ghostwriter dengan bayaran termahal di dunia.

Dari dalam negeri ada Yusril Ihza Mahendra dan Thomas Lembong yang dikenal sebagai ghostwriter yang telah menulis ratusan naskah pidato bagi mantan presiden SBY dan Jokowi.

Seorang presiden tentu tidak punya waktu untuk menulis sendiri pidatonya, kecuali pidato singkat untuk pembukaan acara atau peresmian kenegaraan. 

Presiden Indonesia yang dikenal sering berpidato panjang di forum resmi tanpa teks adalah Soekarno.

Beda Ghostwriter dengan Editor

 

Editor (penyunting), sesuai namanya, hanya bertugas menyunting sesuai kaidah bahasa dan tujuan penulisan supaya naskah lebih enak dibaca sesuai target pembacanya.

Sedangkan ghostwriter membuat dari awal sampai akhir, mengedit, mengubah, membetulkan, dan memahami bahan tulisan sampai dia menguasai seluruh isi naskah yang ditulisnya.

Berapa Bayaran Ghostwriter?

 

Di Indonesia belum ada ketentuan, saran, aturan, dan panduan berapa bayaran untuk ghostwriter dan penulis lainnya,  jadi upah ditentukan berdasarkan kesepakatan atau tergantung upah yang berlaku umum di kalangan penulis.

Misal, penulis online (fiksi dan nonfiksi) dibayar Rp10.000-Rp15.000 per 1000 kata. Penulis cerpen di media cetak bisa menerima Rp100rb-Rp150rb kalau cerpennya dimuat.

Kalau mengacu pada bayaran naskah beli-putus di penerbit mayor, ghostwriter bisa dibayar sampai Rp5 juta per buku atau per 200 halaman.

Ghostwriter terkemuka dan berpengalaman tentu bayarannya lebih dari itu. Pun ghostwriter mandiri bisa dibayar kurang dari angka tersebut.

Apakah Ghostwriter Membantu Menerbitkan Buku?

 

Tergantung. Kalau ghostwriter itu bekerja di penerbitan atau bekerja sama dengan penerbitan buku maka dia juga bisa memasukkan naskah untuk diterbitkan. 

Namun, kalau ghostwriter itu bekerja mandiri atau freelancer, maka dia hanya menuliskan naskah dan tidak bertanggungjawab apakah buku itu diterima penerbit atau tidak. Ghostwriter juga tidak bertanggungjawab kalau buku itu diterima penerbit, tapi tidak laku di pasaran.

Ghostwriter adalah penulis bayangan, bukan penjual atau tenaga pemasaran.

Siapa yang Bisa Jadi Ghostwriter?

 

Kebanyakan ghostwriter di dunia berprofesi sebagai wartawan (jurnalis) karena mereka sudah biasa menulis dari sudut pandang populer. Sebagian lagi berasal dari profesional diberbagai bidang, misal bidang hukum, penyiaran, agama, sosial-budaya, atau sains.

Meski tidak berprofesi sebagai wartawan atau profesional, semua orang bisa jadi ghostwriter asal senang menulis, mengerti kaidah dan tata bahasa, serta berpikiran terbuka. 

Berpikiran terbuka alias open-minded ini penting sebab ghostwriter akan membantu orang dari berbagai latar belakang bahkan mungkin yang nyeleneh dan ekstrem sekalipun.

Punya pikiran yang terbuka akan membuat ghostwriter menghasilkan karya sesuai jati diri orang yang namanya tertulis sebagai pengarang/penulis, bukan jati diri dan ciri khas si ghostwriter.

Ghostwriter juga harus banyak membaca untuk memperkaya wawasan dan memperdalam sudut pandang.

Lima Jenis Bullying Menurut UNICEF

Lima Jenis Bullying Menurut UNICEF

Generasi jaman dulu sering main ledek-ledekan dengan memanggil teman memakai nama bapaknya. Pun meledek fisik dengan kata item, cebol, ceking, gendut, dan lain sebagainya yang menjurus ledekan fisik. Begitu kata orang-orang jadul.

Dulu ledekan-ledekan dianggap biasa, tidak ada anak yang sampai depresi apalagi bunuh diri segala. Tahu dari mana kita kalau jaman dulu tidak ada yang depresi diledek terus-terusan begitu?

Arus Informasi Dulu dan Sekarang

 

Zaman generasi 1980-2000, teknologi sudah ada, tapi perkembangan internet di Indonesia belum luas seperti sekarang. Jadi informasi yang diterima generasi masa itu tidak sederas sekarang.

Dulu cuma orang dari kalangan berduit yang bisa mengakses apa pun dari internet karena langganan internet mahal. Paket data dari smartphone juga mahalnya minta ampun dibanding sekarang.

Jadi, arus informasi tidak deras membanjiri generasi 1980-2000. Arus informasi pada masa itu butuh waktu dan datang bertahap untuk sampai ke tangan kita. Contohnya koran. Semua berita dalam koran (suratkabar) sejatinya adalah berita dari peristiwa yang terjadi kemarin. 

Namun, kita tidak menganggapnya basi karena hanya informasi itulah yang kita butuhkan. Orang yang butuh berita dunia wanita akan mencari sumber dari situs atau tabloid wanita. Remaja yang butuh update tentang dunianya akan mencari majalah atau website khusus remaja.

Dengan begitu, informasi yang kita terima hanya informasi yang betul-betul kita perlukan. Otak kita kemudian memproses informasi itu secara bertahap sebelum diserap kedalam memori. Setelah terserap, kita lalu memahami informasi itu secara menyeluruh.

Proses dari menerima sampai menyerap informasi itu tidak kita dapat di era internet seperti sekarang ini. Makanya orang yang hidup di masa sekarang lebih gampang stres dan depresi, bukan cuma anak dan remaja.

Akses internet yang mudah dan murah menyebabkan arus informasi tidak terbendung. Kita dapat semua informasi yang tidak kita butuhkan. Belum sempat otak mencerna dan memahami satu informasi, datang informasi yang lain lagi. Begitu seterusnya sampai kita tidak lagi bisa membedakan mana informasi yang benar dan tidak.

Itulah salah satu yang menyebabkan anak-anak sekarang gampang stres dan mentalnya goyah ketika menerima ledekan dari temannya. Itu cuma salah satu, ya. Sebab lainnya karena zaman berubah.

Jadi, kalau dikatakan mental anak sekarang tidak sekuat dulu itu tidak tepat karena pola pikir dan pola hidup anak sekarang berbeda. Mental anak sekarang digunakan untuk hal-hal kreatif, bukan untuk menerima ledekan apalagi hinaan.

Itulah mengapa ledekan dan candaan yang tidak bikin sakit hati generasi jadul, besar pengaruhnya bagi kesehatan mental anak-anak sekarang.

Berkenaan dengan itu UNICEF telah memberi panduan mana saja yang termasuk bullying-disebut juga dengan perundungan atau penindasan dalam kehidupan sehari-hari.

 1. Perundungan Fisik (physical bullying)

Jenis perundungan ini paling gampang dikenali karena berhubungan dengan fisik seperti memukul, menampar, menendang, dan perkelahian yang dilakukan terus-menerus oleh satu orang kepada yang lainnya.

Mencuri dan merusak barang milik orang lain juga termasuk dalam physical bullying karena merugikan si pemilik barang.

Anak yang sering dicubit dan dijewer oleh orangtua, guru, atau anggota keluarga yang lain artinya anak itu telah mengalami bullying dan harus ditangani supaya mentalnya tidak terganggu.

2. Perundungan Verbal (verbal bullying)
 
Termasuk dalam perundungan verbal adalah mengejek, menjelek-jelekkan, mengancam, dan memberi label kepada seseorang dengan mengatainya si jelek, si bodoh, si sipit, dan lain sebagainya. 

Meledek seseorang dengan sebutan si pintar, si kaya, si tinggi dll yang bertujuan menyindir dan merendahkannya juga termasuk dalam perundungan verbal meski kata-kata itu termasuk kata positif.

Memanggil seseorang dengan nama bapak/ibunya termasuk dalam perundungan verbal kalau ditujukan untuk menghina atau meledeknya.

Sering tidak kita sadari, perundungan verbal juga sering dilakukan orangtua kepada anaknya, entah mereka sadar atau tidak. 

Ada anak yang hampir tiap hari dipanggil dengan sebutan gendut, buntet, ireng, dan sebutan negatif lain. Padahal apa susahnya memanggil anak dengan sebutan yang baik dan penuh pujian, toh itu darah daging si orang tua sendiri, kan.

3. Perundungan Sosial (social bullying)

Perundungan sosial terjadi saat seseorang mengucilkan, merusak nama baik orang lain, dan menjauhkannya dari lingkungan sosial.

Kita mengucilkan seseorang hanya karena dia jelek, miskin, atau bahkan karena terlalu cakep dan pintar, itu termasuk perundungan. 

Pun kalau kita memfitnah orang lain karena iri, dengki, atau dendam, itu juga termasuk perundungan sosial. Mengucilkan seseorang hanya karena dia berbeda juga bagian dari social bullying.

4. Perundungan Psikologis (psychological bullying)

Perundungan psikologis adalah jenis penindasan mental yang dilakukan dengan sengaja dan jahat untuk menyakiti dan mengintimidasi seseorang melalui gerak tubuh, mimik wajah, dan komentar sinis.

Gerak tubuh dan mimik wajah yang termasuk perundungan adalah yang dilakukan berulangkali untuk menghina dan menyakiti seperti melengos, melotot, mendengus, dan

Sama seperti gerak tubuh dan mimik wajah, komentar sinis yang termasuk perundungan juga yang dilakukan berulangkali seperti sindiran dan perkataan negatif yang diucapkan terus-menerus.

5. Perundungan Dunia Maya (cyberbullying)

Cyberbullying adalah penindasan yang dilakukan lewat semua perangkat elektronik yang terhubung ke internet.

Penindasan dunia maya dapat terjadi melalui pesan teks, media sosial, aplikasi, atau forum online. Pelaku cyberbullying melakukannya dengan cara mem-posting atau pengiriman konten berbahaya, termasuk pesan dan foto, serta berbagi informasi pribadi yang membuat seseorang terhina.

Penelitian yang dilakukan oleh Cyberbullying Research Center menunjukkan 15% anak usia 9-12 dan 37% anak usia 13-17 tahun pernah mengalami cyberbullying dalam hidup mereka.  

Pelaku cyberbullying kecil kemungkinannya untuk tertangkap karena sifatnya yang online dalam artian bersembunyi dalam jaringan internet.

Hampir semua orang sekarang memakai ponsel, tablet, laptop, dan komputer setiap hari setiap saat yang membuat kita mudah jadi korban cyberbullying. Tambahan lagi seringnya kita memposting foto dan video di internet bikin kita tambah rentan dimanipulasi untuk jadi korban penindasan dunia maya.

***

Lima jenis bullying diatas adalah versi UNICEF untuk melindungi anak-anak kita dari perundungan. 

Mengenali lima jenis perundungan yang rentan dialami anak, bisa membantu kita memberi pengertian pada mereka dan menyiapkan fondasi bagi mereka menghadapi perundungan di sekolah, di lingkungan rumah, atau di lingkungan pertemanan lainnya.

Asal Mula Peribahasa Ekonomi Tidak Ada Makan Siang yang Gratis

Asal Mula Peribahasa Ekonomi Tidak Ada Makan Siang yang Gratis

Adagium (peribahasa) adalah ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.

Makna lain peribahasa seperti tercantum dalam KBBI adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan).

There is no such thing as free lunch kadang disebut juga dengan there ain't no such thing as a free lunch.

Ungkapan tidak ada makan siang yang gratis, banyak yang meyakini, pertama kali dicetuskan oleh ekonom MIlton Friedman. 

Hal ini berdasarkan artikel yang tulis kolumnis media Boston Herald Traveler di Massachusets pada 1969 yang mengaitkan ungkapan ini dengan Milton Friedman karena Friedman pernah menulis bahwa satu kebenaran dalam ilmu ekonomi adalah tidak ada makan siang yang gratis.

Profesor Milton Friedman kemudian menerbitkan buku seri There’s No Such Thing as a Free Lunch: Essays on Public Policy yang memuat peribahasa itu di sampul belakang.

Di tahun 1976 Milton Friedman menerima hadiah Nobel bidang ekonomi karena pemikiran-pemikirannya tentang analisis konsumsi, sejarah dan teori moneter, serta wawasannya mengenai kompleksitas kebijakan stabilisasi.

Namun, selain Friedman ada beberapa nama yang juga diyakini sebagai pencetus awal peribahasa ini, yaitu Robert Heinlen, Robert G. Ingersoll, Michael Montague, Walter Morrow, John Madden, Harley L. Lutz, Pierre Dos Utt, Leonard P. Ayres, dan Herman Fetzer.

Jadi siapa sebetulnya yang menciptakan peribahasa tidak ada makan siang yang gratis?

Mengulik dari Quote Investigator, istilah there is no such thing as free lunch merupakan evolusi dari ungkapan free lunch dari banyak saloon di Amerika Serikat pada abad ke-19 (tahun 1800-an). 

Pada saat itu banyak saloon yang menawarkan makan siang gratis, tapi sebenarnya pengunjung tetap harus membayar apa yang mereka makan.

Saloon di Inggris dan Amerika Serikat adalah sebutan untuk bar, pub, dan tempat minum alkohol lainnya. Saloon berbeda dengan night club (klub malam). 

Saloon hanya sebagai tempat minum alkohol di mana pengunjungnya juga bisa memesan makanan kala lapar. Sedangkan night club selain sebagai tempat minum dan makan, juga menyediakan musik sebagai hiburan utamanya di mana pengunjung bisa berjoget sepuasnya.

Di Inggris, selain artinya tempat untuk minum alkohol, saloon bisa juga berarti (mobil) sedan.

Kini istilah saloon sudah jarang digunakan karena tergantikan dengan istilah restaurant.

Balik ke beberapa masa pada Juni 1950, Chicago Daily Tribune mencetak anekdot tentang Leonard P. Ayres, seorang ekonom dan perwira militer yang meninggal pada tahun 1946. 

Ada seseorang yang minta Ayres untuk berbagi sedikit kebijaksanaan dan Ayres menyuarakan istilah yang mengatakan soal free meal (makanan gratis) bukannya free lunch (makan siang gratis)

Saat itu Ayres berkata, “Saya telah membentuk opini tentang sejumlah hal yang saya rasa cukup yakin. Ada satu hal yang saya yakini sepenuhnya: tidak ada yang namanya makanan gratis.”

Kembali ke beberapa tahun sebelumnya di bulan Juni 1938, adagium there's no such thing as free lunch ini ternyata telah muncul dalam sebuah fabel (dongeng dengan para sebagai tokohnya). Pengarang fabel itu adalah Walter Morrow dari jaringan surat kabar Scripps-Howard.

Menilik ke belakang lagi di tahun 1917, sebuah artikel di surat kabar Oklahoma yang memberitakan peristiwa di Chicago, memuat pernyataan kurang lebih:

Para pembuat minuman keras terkemuka hari ini berkumpul di sini untuk mendukung pengesahan peraturan yang melarang makan siang gratis di saloon. Michael Montague, salah satu delegasi, mempunyai pandangan yang berbeda dengan delegasi lainnya.  

“Tidak ada yang namanya makan siang gratis,” katanya. “Pertama-tama, kamu harus membeli sesuatu dari pelayan saloon sebelum kamu dapat makan siang. Kalau seorang pria meminum dua sloki wiski dan kemudian makan siang, dia mungkin tidak akan minum lagi. Wiski yang diminum sendiri akan menimbulkan nafsu makan.”

Makna Tidak Ada Makan Siang yang Gratis

 

Makna tidak ada makan siang yang gratis artinya bahwa semua hal pasti ada harganya. Di dunia ini tidak ada yang betul-betul gratis. Kalau kita tidak membayarnya hari ini, kita bakal membayarnya di kemudian hari.

Makanya kita mesti waspada bila dapat tawaran atau bantuan yang tampaknya sangat menguntungkan dengan tidak adanya syarat yang memberatkan. Dibalik tawaran itu pasti ada harga tersembunyi yang harus kita bayar. Bentuk pembayarannya tidak selalu dengan uang, bisa dengan tenaga, waktu, dan apa pun yang kita punya.

Cerpen Wanita Malam

Cerpen Wanita Malam

Cerpen ini punya plot twist (pelintiran alur) yang tidak terduga. Kita akan mengira Dina betul-betul wanita nakal, ternyata tidak disangka.

Seringkali kita dengan mudahnya menilai seseorang dari tampilan luarnya. Cerpen karangan Ayunda Christina ini mengingatkan kita bahwa kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan seseorang apa pun yang kita lihat pada mereka.

Wanita Malam

Seorang lelaki dengan wajah kusut duduk di pelaminan, mendampingi wanita yang ditemuinya di sebuah klub malam di Jakarta.

“Kamu harus tetap ingat kalau aku ini sudah punya anak dan istri di Bandung,” lanjutnya.

“Aku tahu ini salah, tapi aku juga tidak semurah itu.”

Eric, sang pengantin lelaki berpenampilan kusut itu menunduk menahan tangis. Ia merasa bersalah pada anak istrinya yang tidak tahu apa-apa.

Dia terpaksa menikahi wanita Dina karena telanjur membuatnya hamil. Janinnya tidak dapat digugurkan meski sudah mencoba berbagai cara berkali-kali 

“Aku janji, aku akan bertanggung jawab untuk bayi ini, tapi jangan mengharap lebih, aku hanya mencintai istriku.” Gumam Eric pelan.

“Dan kamu juga jangan berprasangka buruk, aku juga nggak cinta sama kamu, semua ini demi anak yang ada didalam perutku ini,” balas Dina.

“Tolong besarkan anak ini dengan baik,” ucap Eric.

“Pasti! Aku tahu cara membesarkan anak, aku punya adik yang masih balita, sejak bayi aku ikut mengurusnya, aku sudah tahu bagaimana mengurus dan membesarkan anak.”

“Kalau ada apa-apa dengan dia, kabari aku lewat Rio."

“Iya.”

Acara syukuran keluarga kecil-kecilan berakhir sudah. “Oke, aku pamit, ya,” Eric berpamitan dengan sopan meninggalkan rumah Dina beberapa jam setelah syukuran selesai.

Dina memandangi Eric yang berjalan menuju mobil Alphardnya. Dina ingin sekali merasakan duduk di dalam mobil mewah itu. Pasti rasanya sangat nyaman dibanding duduk di atas jok motor Mio-nya yang sudah tercabik-cabik oleh cakaran kucing tetangga.

Namun, Dina masih merasa beruntung bisa menikmati beberapa hantaran mewah dari Eric berupa peralatan mandi, pakaian, hingga alas kaki mahal yang sulit untuk didapat jika ia tidak dinikahi Eric.

Sama seperti Eric yang merasa bersalah pada anak dan istrinya, Dina juga sama. Bukannya kuliah dengan benar Dina malahan sibuk dengan dunia gemerlap malam disaat Ali kakaknya susah payah membiayainya.

Dina mulai frustasi memikirkan masa depannya. Kuliah berantakan, lalu harus membesarkan anak tanpa suami yang terpaksa menikahi dan dinikahinya tanpa rasa sayang dan cinta. Rasa bersalah itu makin besar melihat emak yang hatinya kacau meratapi nasib anak gadis yang saat pulang ternyata sudah tidak gadis lagi.

Dina tidak pernah menyangka kalau dirinya akan hamil duluan. Seingatnya, saat itu ia pergi ke klub malam untuk bertemu dengan Rio, mantan pacarnya saat SMA, yang ternyata adalah supir pribadi Eric.

Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Dina terbangun di kamar hotel dan mendapati Eric sedang tertidur pulas di sampingnya. Meski sempat terpana dengan ketampanan Eric, namun Dina tetap panik.

Eric juga sama kagetnya melihat Dina panik. Ia pikir Dina adalah wanita panggilan yang dipesankan Rio untuknya lewat aplikasi Wanita Malam. Yang sesungguhnya terjadi, Rio hanya memperkenalkan Dina pada Eric sebagai temannya, bukan wanita pesanannya.

Saat itu suara Rio tenggelam oleh dentuman musik yang menggelegar dan membuat Eric Salah paham. 

“Rio, antar kami ke hotel, nih cewek kayaknya udah mabok berat,” itu yang Eric ucapkan pada Rio, dan Rio yang masih polos pun menurut saja.

Pikir Rio, Eric kasihan melihat Dina dan ingin membawa Dina istirahat di hotel sambil menunggu si wanita malam sesungguhnya datang.

“Jadi semalam kitaaaa….” Dina semakin panik.

“Dan kamu? Maksudnya bukan cewek dari Wanita Malam?" wajah Eric tegang sekaligus tidak yakin pada yang telah diperbuatnya semalam. “Lalu kenapa Rio ngasih kamu buat aku?!” tanya Eric bingung.

Nggak tahu! Kalau Aku hamil gimana!!!” Dina menjerit histeris.

Dina betul hamil.

Pada saat itu pula, Dina mencoba berbagai cara untuk menggugurkan kandungannya, mulai dari minum jamu, makan nanas muda, hingga mengunjungi dukun beranak yang bisa menggugurkan janin. 

Namun, janinnya malah makin sehat saat Dina mencoba meminta bantuan dokter kandungan untuk menggugurkan bayinya, ditemani Rio.

Semua terlihat jelas saat dokter melakukan USG. Makhluk kecil didalam perut Dina seolah tersenyum menyapanya.

“Pak Eric, ini anak Dina, bisa dipastikan kalau ini anak Pak Eric juga, mukanya mirip Bapak, Dina juga bersedia untuk tes DNA jika nanti bayinya lahir dengan selamat,” kata Rio melapor pada Eric sambil menyodorkan foto bayi hasil USG 4D milik Dina.

“Iya, dia mirip saya,” bibir Eric bergetar meski dia tidak yakin karena bayi dalam kandungan tentulah sebenarnya belum terlihat berwajah mirip ayah atau ibunya.

“Kata Dina, kalau Bapak tidak menginginkannya nggak apa-apa, tapi Dina menuntut untuk dinikahi dulu agar anak ini bisa punya akta kelahiran, itu saja," tambah Rio.

"Aku tidak ingin keluargaku tahu jadi tidak bisa menikahinya secara resmi. Aku akan menikahi dia secara agama."

Eric tiba-tiba menciumi foto USG bayinya.

“Saya tidak mencintai Dina, tapi saya seperti terhubung dengan anak ini," ucap Eric sendu.

“Jadi, gimana, Pak?” Rio berharap-harap cemas menunggu jawaban Eric.

Mata Eric menerawang berpikir sejenak.

“Saya tidak mau menyusahkan anak ini,” lelaki berjas dan berdasi hitam itu berucap penuh kepastian. Ia juga tidak ingin dituduh sebagai lelaki yang tidak bertanggung jawab.

“Saya akan bertanggungjawab untuk anak ini, hanya untuk anak ini," lanjutnya. “Saya akan menikahinya. Untuk bayi saya.”

“Janji ya, Pak, karena kabar ini akan langsung saya sampaikan pada keluarga Dina di Magelang," ucap Rio.

“Saya janji, saya menyayangi bayi ini.”

“Walau Bapak nggak cinta ibunya, tolong jangan sakiti perasaannya, ya?” pesan Rio agak segan kepada bosnya itu.

“Tenang, kamu percaya, kan, kalau saya orang baik?” 

Rio memang meyakini Eric orang baik yang ketika bertemu Dina sedang butuh hiburan sesaat saja.

“Ya, Pak, Bapak memang baik, Bapak juga sayang sama keluarga, Bapak juga baik sama keluarga saya.”

“Tolong diingat, Rio, jangan sampai anak-istri saya tahu, kalau ada urusan apa-apa dengan bayi ini, kamu saja sebagai perantaranya.”

“Baik, Pak.”

Eric membekali sebuah amplop tebal berisi berlembar-lembar uang ratusan ribu rupiah sebagai tanda kesepakatan. Rio menerima amplop tersebut, “Terima kasih banyak, Pak.”

***

Eric melambaikan tangan pada Dina yang masih mengenakan kebayanya. Dina balas melambai sambil mengelus pelan perutnya. Perginya Eric berarti sampai disitu saja usia pernikahan sirinya.

Tidak apa-apa. Eric sudah bertanggungjawab dengan memberi tabungan untuk bayinya. Detik ini Dina bertekat untuk menata lagi hidupnya. Kini semua hidupnya hanya untuk anaknya.