Widget HTML #1

Alasan Mukbanger Selalu Lesehan dan Makan Dekat Kamera

Saya mulanya mengira kalau mukbang itu artinya makan dalam porsi jumbo. Apalagi di masa awal mukbang muncul tahun 2016-2020, semua YouTuber selalu makan dalam jumlah besar.

Ternyata kalau mengacu pada terminologinya, mukbang bermakna "makan yang disiarkan". Mau porsinya sedikit atau banyak kalau makannya disiarkan, terutama live, maka namanya mukbang. Porsi gila-gilaan yang sering dimakan mukbanger tak lain hanya untuk memukau penonton.

YouTuber yang terkenal dengan porsi makannya yang besar karena kapasitas lambung mereka yang memang gak kenyang kalau makan dikit adalah Tanboy Kun dan Tzuyang. 

Meokneun (먹는) yang berarti makan dan bangsong (방송) yang berarti siaran atau broadcast.

Alasan Mukbanger Selalu Lesehan dan Makan Dekat Kamera

Budaya Lesehan di Asia

Istilah lesehan berasal dari bahasa Jawa/Indonesia yang artinya duduk di lantai dengan beralaskan tikar dan sebagainya. Sudah pasti bukan cuma orang Indonesia yang suka lesehan. Mayoritas orang di negara-negara Asia juga punya kebiasaan lesehan.

Selain karena nilai budaya dan filosofi, lesehan sering dilakukan orang Indonesia dan Asia karena kombinasi iklim, arsitektur rumah, dan jenis makanan yang memungkinkan untuk duduk di lantai dibanding kebiasaan orang-orang Eropa.

Negara Afrika yang orangnya juga suka lesehan adalah Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Kenya, Kamerun, Uganda, Afrika Selatan, Senegal, Nigeria, Mali, dan Ghana.

1. Lesehan Ala Korea

Budaya duduk di lantai disebut Jwsik (좌식) atau Jashik. Masyarakat Korea dari dulu biasa makan, tidur, dan beraktivitas di lantai karena punya sistem pemanas lantai tradisional yang disebut Ondol. Saat musim dingin, lantai menjadi area paling hangat di dalam rumah, sehingga orang Korea secara alami berkumpul dan duduk lesehan di lantai yang dilengkapi pemanas (ondol-bang).

Dalam konten mukbang, gaya duduk lesehan ini muncul secara alami dari kebiasaan hidup sehari-hari masyarakat Korsel yang terbawa ke dalam media digital. Tidak heran kalau banyak streamer atau creator merekam konten di kamar atau ruang tengah rumah mereka. Duduk lesehan di depan meja lipat pendek (soban) menghadirkan suasana yang santai, akrab, dan suasana alami rumah.

2. Lesehan di Jepang

Lesehan di negeri sakura dikenal istilah seiza (duduk bertekuk lutut dengan sopan di atas lantai) atau agura (duduk bersila yang lebih santai). Rumah-rumah tradisional Jepang menggunakan alas tatami dan meja rendah (chabudai atau kotatsu).

Sejak era Restorasi Meiji tahun 1868 dan makin meluasnya pengarus Barat pasca Perang Dunia II, masuklah gaya hidup Barat ke Jepang. Sejak itu orang Jepang menggunakan meja dan kursi seiring dengan masuknya apartemen dan rumah gaya Barat.

Sama seperti Indonesia, sejak zaman nenek moyang, orang Jepang dan Korsel sudah menerapkan gaya hidup lesehan.

3. India dan Asia Selatan

Di India, Sri Lanka, Bangladesh, dan Nepal duduk di lantai saat makan dikenal sebagai posisi yang menyehatkan karena sering dikaitkan dengan yoga/posisi sukhasana). 

Saat makan sambil bersila, tubuh secara alami menekuk sedikit ke depan saat mengambil makanan dan kembali tegak saat mengunyah. Gerakan maju-mundur ini memicu otot perut dan merangsang sekresi asam lambung, sehingga sistem pencernaan bekerja lebih optimal. 

Dalam acara keagamaan Hindu atau di kuil Sikh (tradisi Langar), semua orang duduk berjejer di lantai dalam satu baris (pangti) untuk makan bersama, tanpa memandang kasta, status sosial, maupun kekayaan.

4. Timur Tengah (Jazirah Arab)

Di Arab Saudi, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, dan Kuwait, budaya lesehan dikenal dengan istilah majlis dan surah. Majlis adalah ruangan untuk makan lesehan, sedangkan surah adalah alas untuk makan berupa kain, plastik, atau tikar yang digelar untuk menaruh piring/nampan makanan supaya karpet majlis tidak kotor.

Makan Dekat Kamera

Makan dengan cara duduk di lantai atau lesehan sudah tidak asing buat orang Asia dan Afrika karena memang dilakukan sejak turun-temurun. Makanya tidak aneh kalau mukbang dilakukan dengan lesehan untuk memberikan kesan santai, kekeluargaan, dan serasa di rumah sendiri.

Sementara itu, kalau ada bule yang mukbang sambil lesehan, bisa dipastikan kalau mereka mengikuti format asli mukbang Korea. Secara tradisi dan arsitektur rumah, masyarakat Barat umumnya tidak terbiasa dengan gaya hidup lesehan dalam keseharian. Mereka duduk santai dan makan lesehan hanya dalam situasi tertentu seperti piknik di taman.

Bagaimana dengan makan dekat kamera yang selalu dilakukan oleh para mukbanger? Alasan utamanya tentu saja supaya fokus penonton tertuju pada makanannya. 

1. Memudahkan Menyuap Makanan 

Saat lesehan, jarak antara mulut dan piring jadi lebih dekat tanpa harus membungkuk sehingga memudahkan proses makan dengan suapan besar jadi lebih rapi, bersih, dan tidak berceceran. 

2. Membuat Makanan Terlihat Besar dan Megah

Arah muka yang menghadap dekat ke makanan (top-down atau 45-degree angle) tujuannya supaya penonton fokus pada makanan sebagai objek utama. Muka yang menunduk menghadap makanan membantu mengarahkan pandangan penonton langsung ke tekstur, warna, dan ukuran porsi makanan.

Posisi lesehan juga memungkinkan kamera menyorot dari dekat dengan penggunaan lensa sudut lebar (wide-angle) sehingga membuat makanan tampak jauh lebih besar dibanding porsi aslinya. Efek ini namanya focal length atau efek lensa kamera.

Ini terbukti dari video Tanboy Kun yang memperlihatkan proses masak makanan. Setelah makanan itu diletakkan di studio makan untuk disantap, terlihat porsinya jadi lebih banyak daripada saat disajikan di dapur.  

3. Memaksimalkan Suara ASMR

ASMR singkatan dari Autonomous Sensory Meridian Response untuk menggambarkan sensasi menggelitik atau merinding halus yang dimulai dari kulit kepala, lalu merambat ke leher dan tulang belakang. Sensasi menyenangkan ini biasanya dipicu oleh suara, visual, atau sentuhan yang lembut dan berulang.

Saat wajah dekat dengan makanan dan kamera, mikrofon (clip-on) bisa menangkap suara kunyahan (chewing sounds) dan tegukan dengan lebih jernih. Ekspresi wajah saat mengunyah juga bisa terlihat jelas yang bisa membuat penonton ngiler.

 ***

Mukbanger selalu lesehan dan makan dekat kamera ternyata bukan cuma demi konten, melainkan karena kebiasaan makan sehari-hari orang Asia sejak lama itu, ya, lesehan. Di banyak rumah makan di Indonesia bahkan menyediakan tempat bagi pengunjung yang ingin santai makan sambil duduk lesehan.

Makan dekat kamera juga memudahkan mukbanger menikmati makanan sekaligus mentrasfer sensasi ASMR ke penonton. Penonton jadi terhibur dan terstimulasi keinginan untuk ikut makan saat sedang tidak nafsu sehabis sakit atau sedang tidak enak badan.

Jadi sebetulnya mukbang dengan cara lesehan dan makan dekat kamera itu menguntungkan yang nonton dan yang ngonten.

Posting Komentar untuk "Alasan Mukbanger Selalu Lesehan dan Makan Dekat Kamera"