6 Olahraga yang Hanya Bisa Dilakukan Warga Desil 10
Belakangan ini sedang tren olahraga hyrox yang menggabungkan olahraga lari daya tahan (endurance) dengan latihan kekuatan fungsional (functional workout). Standar kompetisi hyrox sama persis di seluruh dunia, sehingga setiap peserta dapat membandingkan waktu tempuhnya secara global.
Sebelumnya juga ada padel yang hits banget di kota besar sampai hampir di setiap komplek perumahan ada lapangan padel indoor atau semi outdoor. Belakangan padel mulai redup karena orang sudah bosan dengan olahraga yang mirip dengan tenis dan bulutangkis ini.
Apakah olahraga hyrox dan padel hanya dilakukan warga menengah ke atas? Warga menengah atas oleh pemerintah saat ini dikelompokkan dalam Desil 6-10.
Warga Desil
Dalam statistika, desil adalah nilai yang menandai batas interval dari sebaran frekuensi yang berderet dalam sepuluh bagian sebaran yang sama. Arti singkatnya, pembagian data menjadi 10 bagian.
Sedangkan dalam ilmu kimia, desil adalah radikal bervalensi satu yang diturunkan dari dekanal. Dekanal adalah senyawa aldehida dengan 10 atom karbon . Ketika gugus karbonil/aldehida pada dekanal dilepas atau ditransformasikan, ia membentuk struktur dasar gugus desil yang terdiri dari rantai 10 karbon.
Istilah desil dalam statistika lalu dipakai pemerintah untuk mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat. Paling melarat berada di Desil 1 dan paling kaya berada di Desil 10.
Warga yang berada di Desil 1-4 auto dapat bansos dari pemerintah. Anak-anak dari keluarga ini juga auto diterima di sekolah mana pun saat SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) lewat jalur afirmasi. Sedangkan warga di Desil 5 masih bisa dapat bantuan iuran BPJS dari pemerintah dan anaknya bisa masuk sekolah jalur afirmasi kalau masih ada kuota yang tidak diisi oleh warga Desil 1-4.
Kemudian yang disebut sebagai warga menengah ke atas adalah warga Desil 6-10.
Warga paling sejahtera berada di Desil 10 dengan indikator utama:
1. Aset dan properti yang dinilai dari kepemilikan kendaraan roda dua, empat, mobil, tanah, perhiasan, atau alat usaha berharga tinggi.
2. Kondisi tempat tinggal apakah milik sendiri dengan material permanen, ada fasilitas sanitasi, dan daya listrik di atas 2200 VA. Itu berarti para pemilik mobil listrik auto masuk Desil 10 karena untuk men-charge mobil butuh minimal 7700 VA.
3. Anggota keluarga berpendidikan tinggi (D4/sarjana) dan punya akses ke layanan kesehatan swasta.
4. Punya pekerjaan formal dengan penghasilan stabil seperti ASN, buruh pabrik, pegawai kantoran, selebriti, atau pemilik bisnis.
Masalah terjadi ketika warga Indonesia yang penghasilannya Rp20jt sebulan masuk desil yang sama seperti para pejabat, selebriti, pesohor, pengusaha tambang, dan 9 naga.
Pun ada juga yang gajinya sebulan Rp50jt tapi harus jadi sandwich generation yang selain membiayai anak dan istrinya juga harus membiayai hidup orang tua, mertua, dan ipar. Ini bukan halu. Tidak sedikit orang yang gajinya besar, tapi pengeluaran untuk membiayai hidup orang lain juga besar.
Hyrox dan Padel Termasuk Olahraga Warga Desil 10?!
Semua orang bisa ikut hyrox, tapi biasanya hanya diikuti oleh orang-orang yang aktif di gym karena di sinilah mereka dapat latihan teratur untuk persiapan hyrox. Berlatih di gym tentu butuh biaya keanggotaan dan membayar upah pelatih.
Maka tidak berlebihan kalau hyrox disebut sebagai olahraga semi-eksklusif karena lebih diikuti oleh penggemar gym daripada masyarakat umum.
Serupa dengan padel, meski bukan olahraga khusus orang berduit, tapi ada biaya sewa lapangan dan harga peralatannya yang tidak murah. Makanya hanya populer di kota besar atau daerah urban. Meski begitu, hyrox dan padel bukan termasuk olahraga yang hanya bisa dilakukan warga Desil 10, karena Desil 6-9 juga mampu melakukan dua olahraga ini meski tidak rutin.
Olahraga Khas Warga Desil 10
Inilah olahraga yang sudah dikenal hanya dilakukan warga Desil 10 karena eksklusivitasnya, biaya peralatan dan pemeliharaan, juga kebutuhan pendukungnya yang tinggi.
1. Golf
Dari jaman kuda gigit besi golf sudah dikenal sebagai olahraga elit yang hanya dilakukan orang have. Ini karena untuk bisa main golf, seseorang harus jadi anggota klub golf yang biaya keanggotaannya Rp13jt sampai Rp80jt per tahun tergantung lapangan golfnya.
Selain itu ada biaya tambahan saat main golf seperti biaya sewa golf cart (mobil golf), biaya caddy dan tipnya, juga insurance fee (asuransi). Lalu harga stik (tongkat) golf full set bisa mencapai Rp60jt.
Karena merupakan olahraganya orang have, tidak heran kalau banyak kesepakatan bisnis sering terjadi di lapangan golf. Ini karena golf tidak menuntut kontak fisik, lari cepat, atau daya tahan kardio yang intens, sehingga bisa dilakukan sambil ngobrol dan bergurau.
2. Berkuda
Berkuda juga identik dengan olahraganya orang tajir karena butuh modal yang sangat besar. Untuk beli kudanya saja kita harus mengeluarkan kocek ratusan juta sampai miliaran rupiah. Belum lagi biaya makan, kandang, dan perawatan bulanan kuda yang sering lebih mahal dari biaya hidup manusia.
Kalau ingin ikut kompetisi, kita harus merogoh kantung untuk menyewa truk khusus dan mengurus izin karantina serta logistik yang lumayan ribet.
Untungnya untuk bisa berkuda kita tidak harus punya kuda sendiri karena bisa menyewanya di klub berkuda. Klub sudah menyediakan paket latihan harian atau bulanan yang sudah termasuk kuda, pelatih, helm, hingga perlengkapan kuda.
Hanya saja kudanya ganti-ganti tergantung mana yang sedang tersedia di klub itu. Hal itu bisa disiasati dengan sewa jangka panjang, 6-12 bulan, kalau ingin bonding dengan satu kuda saja.
Selain itu, meski disediakan dari klub, kita disarankan untuk beli sendiri pakaian, helm, sepatu berkuda, dan pelindung tubuh untuk higienitas dan kenyamanan pribadi. Harganya jutaan rupiah. Jadi meski kita bisa sewa kuda untuk menyalurkan hobi berkuda, tetap saja olahraga ini termasuk olahraga mahal yang hanya bisa dilakukan oleh warga Desil 10.
3. Tenis
Selain karena biaya, faktor sejarah juga membuat tenis dikenal sebagai olahraganya orang kaya. Tenis berasal dari kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan di Inggris dan Prancis pada abad 19. Makanya olahraga ini sudah identik dari sononya sebagai olahraga eksklusif.
Lapangan tempat main tenis tidak seperti sepak bola atau bulutangkis yang bisa dimainkan di lahan kosong. Tenis butuh lapangan khusus (hard, clay, atau grass) yang biaya pembuatan dan perawatannya sangat mahal.
Itulah sebabnya kalau mau main tenis kita harus jadi anggota country club (klub eksekutif/eksklusif) dulu seperti golf.
Sebelum dikenal sebagai lawn tennis di Inggris pada abad ke-19, olahraga ini dikenal sebagai Jeu de Paume di Prancis yang muncul di abad 12-16. Olahraga ini dimainkan di dalam ruangan (court) khusus oleh para raja dan bangsawan, seperti Raja Louis X dari Prancis dan Raja Henry VIII dari Inggris.
Inilah yang kemudian mempersepsikan tenis sebagai "permainan para raja".
Dalam beberapa dekade terakhir bisa kita lihat lapangan tenis bermunculan di banyak tempat untuk menjadikan olahraga ini lebih merakyat. Meski begitu, citra sejarah dan biayanya yang mahal masih menjadikan tenis sulit dijangkau orang banyak.
4. Balap Otomotif
Olahraga otomotif seperti balap mobil, balap motor, dan gokart termasuk yang hanya bisa dilakukan warga Desil 10 karena biayanya mahal. Mobil dan motor untuk balapan biasanya harus dimodifikasi menyesuaikan kondisi balapan. Jadi tidak seperti mobil dan motor yang kita kendarai sehari-hari. Semua itu butuh modal besar.
Sementara itu, orang-orang super kaya biasanya menyalurkan hobi balap mereka menggunakan supercar dengan menyewa sirkuit Sentul atau Mandalika. Sama halnya dengan hobi gokart. Kita harus keluar biaya besar untuk menyewa gokart, sirkuit, dan bahan bakar.
Karena termasuk olahraga dan hobi mahal yang hanya bisa dilakukan warga Desil 10, tidak heran kalau warga kelas menengah yang ingin menyalurkan hobi balap lalu menggunakan jalan raya sebagai sarana balapan. Mereka sering melakukan balap liar di jalanan kota pada malam menjelang dini hari.
Meski begitu, ada juga anak-anak orang have yang menggunakan jalan tol sebagai sarana balapan mereka. Bukan karena mereka gak mampu nyewa sirkuit, tapi karena balapan di jalan umum dianggap lebih menantang dan memacu adrenalin.
5.Menembak
Olahraga ini pakai senjata api betulan, bukan airsoft/airgun, jadi butuh izin kepemilikan dari kepolisian. Maka biasanya atlet menembak yang dikirim ke PON, SEA Games, atau Asian Games berasal dari anggota kepolisian.
Orang non-aparat yang mau punya hobi menembak juga boleh, tapi harus ikut klub menembak yang ada di bawah Perbakin dan beli senjata. Harga senjata itu muahal karena pajaknya termasuk barang mewah. Biaya pelurunya juga dihitung per butir seharga Rp7.000 - Rp12.000.
Tidak heran kalau menembak termasuk olahraga yang hanya bisa dilakukan warga Desil 10 karena butuh modal awal puluhan sampai ratusan juta rupiah.
6. Yachting & Sailing (Olahraga Layar Mewah)
Kalau ini olahraga yang cuma bisa dilakukan Desil 10 yang ultra-rich alias mereka yang duitnya gak bakal habis 7 turunan.
Orang kaya yang tidak mau repot merawat kapal biasanya menyewa phinisi mewah atau yacht modern untuk berlayar di kawasan Raja Ampat, Labuan Bajo, atau Kepulauan Seribu. Biaya sewanya berkisar antara Rp50 juta hingga lebih dari Rp300 juta per hari.
Olahraga layar di Indonesia terbagi dalam dua kategori utama, yaitu:
1. Klub Layar & Marina Komersial Eksklusif
Lokasi utamanya di Marina Ancol (Jakarta Utara), Benoa Bali, Batam, dan Nongsa Point. Biasanya diikuti oleh pengusaha dan pejabat. Beberapa pengusaha nasional punya yacht pribadi seukuran 13-40 meter yang ditambah di marina. Biaya tambatnya bisa mencapat Rp50jt per bulan, belum termasuk biaya perawatan lambung kapal (dry docking) dan perawatan mesin.
Kalau pengusaha sepertinya wajar punya yacht, tapi kalau pejabat? Bisa saja, sih, kalau sebelum jadi pejabat dia sudah lebih dulu jadi pengusaha seperti Sandiaga Uno atau Gita Wirjawan.
2. Olahraga Regatta (Kompetisi Layar)
Negara kita juga rutin mengadakan ajang balap kapal layar tingkat internasional dan daerah, seperti IraNieuw & Indonesia Sailing Regatta.
Untuk kelas layar dinghy (seperti Laser atau Optimist) dibina oleh PORLASI (Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia). Sedangkan untuk kelas Catamaran besar, Keelboat, dan Yacht, pesertanya didominasi pemilik kapal pribadi bernilai belasan hingga puluhan miliar rupiah.
Orang kaya yang tidak mau repot merawat kapal biasanya menyewa phinisi mewah atau yacht modern untuk berlayar di kawasan Raja Ampat, Labuan Bajo, atau Kepulauan Seribu. Biaya sewanya berkisar antara Rp50 juta hingga lebih dari Rp300 juta per hari.
Kenapa Orang Kaya Memilih Olahraga Mahal?
Karena saking kebanyakan duit bingung mau diapain duitnya. Nggak, ya. Orang kaya biasanya memilih jenis olahraga tertentu karena alasan networking. Golf dan berlayar, misalnya, diminati bukan sekadar untuk olah fisik, melainkan sebagai wadah jejaring bisnis dan sosial dengan sesama orang kaya.
Fasilitas olahraga kelas atas juga menyediakan ruang yang lebih privat, tidak berdesakan, dan layanan personal yang sesuai dengan karakter orang have.
Meski begitu, banyak dari mereka yang juga melakukan olahraga yang sama dengan masyarakat kebanyakan, seperti lari, bersepeda, jalan kaki, atau berenang, tapi cenderung lebih sering melakukan olahraga mahal karena didorong oleh kebutuhan networking, privasi, serta kenyamanan hidup, bukan untuk membatasi diri dari olahraga populer lainnya.
Desil 10 KW
Pemerintah menyebut warga Desil 10 jumlahnya hanya 10% dari total populasi. Secara statistik betul, jumlah orang kaya di Indonesia memang belum banyak. Populasi terbanyak berasal dari kelas menengah. Namun, yang jadi polemik, warga kelas menengah banyak yang tercatat sebagai warga Desil 10. Itu berarti duit mereka setara dengan Raffi Ahmad, Hasjim Djojohadikusumo, atau Antoni Salim.
Bagaimana bisa dikatakan kaya kalau gaji belasan juta, tapi tidak punya tabungan karena habis untuk biaya hidup dan bayar cicilan ini-itu. Ini namanya Desil 10 KW alias palsu. Warga Desil 10 KW tidak mungkin melakukan hobi mahal karena penghasilannya jauuuh dari bisa dibilang sebagai orang kaya.
Mereka dipaksa untuk masuk Desil 10 hanya karena indikator penilaian desil tidak spesifik dan tidak menyesuaikan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Jadilah mereka Desil 10 KW.

Posting Komentar untuk "6 Olahraga yang Hanya Bisa Dilakukan Warga Desil 10 "
Posting Komentar