Beda Melayat dan Takziah
Dulu kalau ada kerabat atau kenalan yang meninggal dunia, kita akan mengatakan melayat. Sekarang hampir semua orang mengatakan melayat sebagai takziah. Berarti dua kata itu artinya sama, ya? Atau beda?
Pastinya, melayat terdengar seperti kata yang Indonesia banget, sementara takziah kedengarannya dari bahasa Arab.
Melayat
Melayat berasal dari kata dasar layat. Menurut Zoetmulder dan Robson dalam Kamus Jawa Kuna-Indonesia (2006) yang diterjemahkan oleh Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna, layat artinya pergi atau berangkat (terutama dari rumah atau keluarga).
Sementara itu KBBI memaknai melayat sebagai menjenguk (melawat) keluarga orang yang meninggal dengan tujuan menghibur dan menyabarkan hatinya.
Melayat dilakukan pada saat seseorang baru meninggal dunia dan belum dikuburkan. Kita datang, mengucapkan belasungkawa, dan menghibur keluarga yang ditinggalkan. Pelayat masih bisa melihat mayat/jenazah karena belum dikubur.
Meski tujuan utamanya menghibur dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan, bukan melihat mayat, mungkin karena keberadaan jenazah yang belum dikubur itulah membuat orang pada jaman dulu bilang melayat adalah akronim dari melihat mayat.
Takziah
Kata takziah berasal dari bentuk turunan kata kerja (mashdar) dari azza-yu’azzi yang berasal dari bahasa Arab, artinya menyabarkan, menghibur dan mengurangi kesedihan serta menganjurkan keluarga yang berduka untuk bersabar.
Takziah dapat dilakukan sebelum dan tiga hari setelah jenazah dikuburkan. Meski begitu, takziah lebih diutamakan dilakukan sebelum jenazah dikubur karena pada saat itu keluarga masih dalam kesedihan mendalam dan sangat membutuhkan penghiburan.
Para ulama seperti Imam Nawawi, Imam Hanafi, dan Sufyan as-Sauri menekankan bahwa takziah sebaiknya dilakukan sebelum penguburan, meskipun tetap boleh dilakukan hingga tiga hari setelahnya
Takziah juga disunahkan untuk orang nonmuslim kalau si mendiang dan keluarganya tidak pernah memusuhi/memerangi Islam.
Hikmah Melayat dan Takziah Sebelum Penguburan
1. Menghibur keluarga di saat paling berat. Sebelum penguburan, kesedihan masih sangat terasa sehingga keluarga butuh kehadiran orang lain untuk menguatkan dan memberi dukungan moral.
2. Mendoakan almarhum. Doa dan ucapan belasungkawa sebelum penguburan dianggap lebih utama karena masih terkait langsung dengan jenazah.
3. Solidaritas sosial. Orang-oramng yang hadir sebelum penguburan emperlihatkan kepedulian dan kebersamaan di momen kritis orang yang berduka
4. Pahala besar. Dalam agama Islam, hadis menyebutkan pahala bagi yang menyalatkan jenazah dan menghadiri penguburan, sehingga takziah sebelum penguburan sering dikaitkan dengan kesempatan memperoleh pahala tambahan.
Melayat dan takziah sama-sama berarti kunjungan ke keluarga yang berduka. Melayat adalah istilah lokal dalam bahasa Indonesia, sedangkan takziah adalah istilah serapan dari bahasa Arab dengan nuansa religius Islam.
Istilah melayat bisa digunakan untuk mengunjungi keluarga dari mendiang yang muslim (beragama Islam) sekaligus nonmuslim. Sedangkan takziah cuma bisa digunakan kalau si mendiang dan keluarganya muslim karena konteks takziah adalah dari anjuran agama Islam.
Dalam Islam, disunahkan untuk menyegerakan penguburan kecuali ada halangan tertentu, misal masih mencari pemakaman atau kuburan belum selesai digali.
Alasan jenazah harus disegerakan dikubur adalah untuk menjaga kehormatan mayat, meringankan beban keluarga, menghindari mudarat kesehatan, dan karena ada perintah Nabi Muhammad SAW agar tidak menunda penguburan.
|
Situasi |
Hukum |
Catatan |
|
Segera dikubur |
Sunnah muakkadah |
Perintah Nabi: “Segerakanlah penguburan” |
|
Menunggu keluarga dekat |
Boleh |
Jika waktunya tidak lama |
|
Menunggu proses syariat |
Wajib ditunda |
Memandikan, mengkafani, menyolatkan |
|
Kondisi darurat |
Boleh |
Cuaca, bencana alam, izin, logistik |
|
Penundaan tanpa alasan |
Makruh/haram |
Bertentangan dengan sunnah |

Posting Komentar untuk "Beda Melayat dan Takziah"
Posting Komentar