Widget HTML #1

Kenapa Kaca Mobil di Amerika dan Eropa Tidak Gelap Seperti di Indonesia?

Kaca mobil di negara Asia Tenggara, kecuali Singapura, umumnya gelap karena memakai kaca film, terutama di kaca samping dan belakang. 

Kenapa Kaca Mobil di Amerika dan Eropa Tidak Gelap Seperti di Indonesia?

Alasannya untuk membatasi panas matahari masuk ke dalam mobil karena iklim tropis yang panas. Privasi juga jadi alasan pemerintah di mayoritas negara Asia Tenggara membolehkan kaca mobil gelap.

Sementara itu di Inggris, Amerika Serikat, dan negara Uni Eropa kaca mobil harus transparan. Ada Uni Eropa yang membolehkan kaca belakang gelap dan ada yang tidak, tapi hampir semua mewajibkan kaca depan dan samping transparan.

Visible Light Transmission (VLT) dan Kegelapan

Visible Light Transmission (VLT) atau Tingkat Tembus Cahaya adalah ukuran berapa persen cahaya yang bisa menembus kaca mobil. Makin tinggi persentase VLT makin transparan kacanya karena sinar matahari lebih banyak menembus ke dalam kaca.

VLT tinggi (70%) berarti kacanya terang dan penumpang terlihat dari luar. VLT rendah (30%) artinya kaca gelap dan penumpang tidak terlihat dari luar.

Di Indonesia pengukuran gelap tidaknya kaca mobil bukan dengan VLT, melainkan dengan Tingkat Kegelapan (Darkness). 

Hanya saja Darkness dengan VLT sering disamakan dan membuat pemakaian istilah itu jadi tidak pas. Di pasaran Indonesia, label 70% biasanya merujuk ke Darkness, bukan VLT. Jadi kalau kita pasang kaca film 70% gelap, berarti VLT-nya sekitar 30%.

Aturan Kaca Gelap di Indonesia

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), kaca depan harus lebih terang dengan batas kegelapan maksimal 40% supaya tidak mengganggu visibilitas pengemudi. Sementara itu kaca samping di kanan pengemudi dan kiri penumpang depan maksimal 60%. 

Lalu kegelapan boleh sampai 80% untuk kaca samping belakang dan kaca belakang (rear window). Namun, kegelapan kaca belakang disarankan tidak sampai 80% untuk keamanan saat mundur. 

Sekarang sudah banyak kaca film mobil yang menawarkan tingkat kegelapan tinggi dari luar, tapi tetap terang jernih ketika kita melihat dari dalam mobil. Tentunya ada harga ada rupa, ada harga ada kualitas.

Kalau di Asia Tenggara faktor iklim dan privasi jadi alasan pengaturan kegelapan kaca mobil, di Eropa dan AS lain lagi. 

Sejarah Regulasi

Di Uni Eropa (dan umumnya negara di benua Eropa) juga Amerika Serikat, aturan kaca transparan lahir dari kebutuhan polisi untuk bisa melihat pengemudi dan penumpang secara jelas. 

Visibilitas pengemudi juga harus maksimal untuk keselamatan berkendara. Jadi sampai sekarang kaca mobil tidak boleh gelap. 

Di Asia Tenggara, regulasi lebih longgar karena fokus awalnya pada kenyamanan melindungi dari iklim tropis yang panas dan privasi supaya orang di dalam mobil tidak terlihat seperti ikan dalam akuarium.

Di Indonesia kaca mobil gelap juga berfungsi untuk melindungi isi mobil dari maling. Di Eropa dan AS marak juga kasus pencurian isi mobil (car breaks-in) seperti laptop, kamera, dan ponsel. Namun, aturan tentang kaca mobil tidak berubah karena yang diutamakan adalah keselamatan berkendara dan kemudahan polisi mengindentifikasi pengemudi dan penumpang mobil.

Perbedaan Sosial-Budaya

Di negara Barat, transparansi dianggap bagian dari keterbukaan dan keamanan serta rasa aman di ruang publik. Sedangkan di Asia Tenggara, kaca gelap jadi simbol privasi sekaligus perlindungan dari sinar matahari yang panas.

Tambahan lagi sekarang banyak kaca film sekarang menawarkan teknologi one-way vision yaitu gelap dari luar, tapi terang dari dalam supaya kebutuhan privasi dan kenyamanan bisa dipenuhi tanpa mengorbankan visibilitas pengemudi. 

***

Itulah beberapa alasan kenapa kaca mobil di Amerika dan Eropa tidak gelap seperti di Indonesia. Perbedaan ini bisa menunjukkan bagaimana teknologi sederhana seperti kaca film bisa menjadi cermin dari budaya dan cara pandang sebuah bangsa terhadap ruang publik dan ruang pribadi. 

Posting Komentar untuk "Kenapa Kaca Mobil di Amerika dan Eropa Tidak Gelap Seperti di Indonesia?"