11 Rekomendasi Lagu Punk Indonesia yang Enak Didengar Seperti Pop
Permainan musik dalam lagu punk simpel dan sederhana, tidak serumit rock dan metal. Genre musik punk mengutamakan pesan dalam liriknya, makanya tidak butuh musikalitas kuat, yang penting menyuarakan isi hati tentang hal pribadi atau keresahan sosial.
Maka tidak heran kalau semua lagu punk isinya tentang kritik sosial, anti-otoritas, humor satir, atau sekadar ekspresi diri dan kebebasan.
Alasan itu juga yang membuat penyanyi band punk tidak perlu bersuara merdu, yang penting tidak sumbang dan suaranya masih enak didengar.
Sama seperti di luar negeri, Indonesia juga punya banyak bank punk. Ini rekomendasi lagu punk yang enak didengar seperti pop.
1. Bayar Bayar Bayar - Sukatani
Lagu ini pernah terkenal dan bikin kepolisian meradang karena liriknya tentang warga yang harus mengeluarkan uang tiap berurusan dengan institusi coklat. Duo Sukatani pun menghapus lagu Bayar Bayar Bayar dari Spotify dan mereka minta maaf ke kepolisian dan masyarakat luas.
Setelah dapat teguran dari kepolisian, ternyata banyak YouTuber mengunggah ulang lagu itu sebagai bentuk dukungan. Alasan lain musik sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan mengungkap fakta sehari-hari sehingga tidak boleh dibungkam.
Kalau ingin lagu punk bernuansa rock yang enak didengar oleh kita yang biasa dengar lagu pop, semua lagu dari band Sukatani bisa jadi selingan di tengah hari-hari mendengar lagu pop.
2. Sampai Jumpa - Endank Soekamti
Endank Soekamti dikenal sebagai salah satu bank punk papan atas Indonesia asal Yogya yang berdiri sejak 2001.
Lagu Sampai Jumpa lebih terdengar seperti pop daripada punk karena temponya tidak secepat atau seagresif punk. Lagu ini punya tempo sedang dengan struktur sederhana dan repetitif yang mirip dengan lagu pop.
Liriknya punya makna persahabatan sekaligus perpisahan. Perpisahan dengan teman atau dengan kekasih. Karena liriknya yang sederhana, menyentuh, dan mudah dinyanyikan bersama, lagu ini sering dijadikan lagu perpisahan sekolah.
Sama seperti Sukatani, hampir semua lagu milik Endank Soekamti enak didengar oleh penggemar pop.
3. Malaikat Bawah Tanah - Superman is Dead
Lagu berjudul Malaikat Bawah Tanah ini mengajak pendengar menjadi “malaikat bawah tanah” yang memberi cahaya dan semangat bagi orang lain. Liriknya puitis seperti lagu band Dewa, tapi musiknya tetap dengan ciri khas punk.
4. Satir Sarkas - Pee Wee Gaskins
Lagu Satir Sarkas berkisah tentang rasa sakit akibat pengkhianatan dalam hubungan. Liriknya menggambarkan kekecewaan, kemarahan, dan keputusasaan seseorang yang ditinggalkan untuk orang lain dan sebagai bentuk kritik emosional terhadap ketidaksetiaan.
Pee Wee Gaskins juga sering menyanyikan ulang lagu para penyanyi pop dengan gaya punk. Mereka dikenal lewat penampilan di berbagai festival musik besar seperti Soundrenaline.
5. Ingin Hilang Ingatan - Rocket Rockers
Band asal Bandung ini muncul di blantika musik punk sejak 1998 dengan nama awal Immortal President. Lagu Ingin Hilang Ingatan bercerita tentang keinginan seseorang untuk melupakan kenangan pahit bersama mantan kekasihnya.
Liriknya menggambarkan rasa sakit akibat ditinggalkan, keinginan untuk menghapus ingatan, dan usaha untuk bangkit meski dihantui kenangan lama.
Tidak heran kalau Ingin Hilang Ingatan terdengar seperti pop karena Rocket Rockers dikenal sebagai band pop punk yang lebih melodis dan ringan.
6. Seluas Samudra - NTRL (Netral)
Band ini dulunya bernama Netral, lalu ganti nama jadi NTRL pada 2015 setelah beberapa personilnya hengkang. Tinggal Bagus saja yang masih ada sejak band ini berdiri tahun 1992.
NTRL terkenal di era 1990-an karena hampir semua anak muda saat itu, bahkan yang bukan pecinta punk, menyukai lagu-lagu NTRL saat masih bernama Netral.
Lagu punk yang enak didengar seperti pop dari NTRL adalah Sorry. Memang lagu lama karena rilis pada 2005, tapi liriknya masih relevan sampai sekarang.
Sorry menceritakan tentang hubungan yang berakhir dengan perpisahan, di mana cinta berubah jadi permusuhan. Liriknya menekankan tentang ketegaran setelah putus, tidak larut dalam kesedihan, dan menerima kenyataan bahwa dua orang sudah tidak sejalan.
7. Lepaskan Masa Lalu - Semut Merah
Semut Merah dikenal sebagai band pop punk dan power pop yang terbentuk pada 2010. Semut Merah beranggotakan Muhammad Reza Ramadhan (vokal & keyboard), Aditya Rambu (gitar utama), dan Tonny Lionel (bass).
Salah satu lagu Semut Merah yang enak didengar buat pendengar pop adalah Lepaskan Masa Lalu yang berkisah tentang keberanian untuk move on dan menolak terjebak dalam kenangan. Lagu ini cocok didengar oleh para cowok yang sakit hati akibat putus cinta, tapi tidak suka lagu melow.
8. Heart of Pop (Percayalah) - Closehead
Closehead terbentuk di Bandung pada 1997 dan dikenal sebagai pelopor genre pop punk dan melodic punk di tanah air.
Formasi terbaru Closehead saat ini terdiri dari Yulamlam (vokal & bas), Praz Teguh (vokal & gitar), Tyo (vokal & kibor), Saprol (gitar), dan Ijan Mandagi (drum). Praz Teguh, yang juga dikenal sebagai pelawak tunggal yang bergabung pada 2023.
Kalau dengar lagu Heart of Pop kita akan mengira itu lagu pop groove seperti milik Maliq & D'Essentials. Mirip juga seperti lagu-lagunya Nadin Amizah dengan iringan biola yang kental.
Lagu ini berkisah tentang semangat percaya diri, optimisme, dan keyakinan untuk terus melangkah. Liriknya mengajak pendengar untuk tidak menyerah, mempercayai diri sendiri, dan menjadikan musik sebagai medium penguat hati.
9. Memory of Mine - Bilifold
Lagu Memory of Mine enak didengar saat leyeh-leyeh atau ingin sekadar menggoyangkan kepala sambil berdendang.
Lirik Memory of Mine tentang nostalgia, perjalanan hidup, dan kenangan yang melekat. Liriknya menggambarkan momen-momen sederhana seperti perjalanan, persahabatan, dan kebahagiaan kecil yang jadi kenangan berharga.
10. Kita Lawan Mereka - Stand Here Alone (SHA)
SHA berdiri di Bandung pada 2010 dan dikenal mengusung genre pop punk. Tidak heran kalau sebagian lagunya bisa dinikmati oleh para penggemar lagu pop.
Lagu Kita Lawan Mereka mengisahkan tentang perlawanan terhadap diskriminasi dan ejekan, sekaligus menegaskan arti persahabatan dan solidaritas anak muda. Liriknya menolak anggapan bahwa mereka “sampah” dan justru membuktikan kekuatan komunitas.
11. Bhineka Tunggal Ika - Marjinal
Band punk asal Jakarta ini dikenal sering membawakan lagu tentang suara perlawanan rakyat kecil, mengangkat isu-isu sosial terutama untuk buruh, dan petani.
Lagu Bhineka Tunggal Ika enak didengar karena temponya sedang dan dibawakan dengan gendang bernuansa fun seperti campuran lagu daerah dan pop. Liriknya mengingatkan kita tentang persatuan bangsa yang sering dikalahkan oleh kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan.
Punk Not Dead
Musik punk di Indonesia berkembang sejak akhir 90-an seiring masuknya pengaruh band luar negeri seperti Sex Pistols, Greenday, Blink-182, atau Ramones.
Meski tidak sekomersial pop mainstream, punk tetap memiliki basis komunitas yang kuat, terutama di kalangan anak muda dan komunitas underground. Band-band ini sering tampil di festival musik besar seperti Soundrenaline, dan juga aktif di gig komunitas kecil.

Posting Komentar untuk "11 Rekomendasi Lagu Punk Indonesia yang Enak Didengar Seperti Pop"
Posting Komentar