Widget HTML #1

Orang yang Tidak Aktif di Medsos dan Fakta Psikologisnya

Nicholas Saputra dikenal sebagai salah satu selebritas yang jarang main medsos karena tidak ingin mengumbar kehidupan pribadinya. Dia ingin fokus jadi aktor dan hanya bicara tentang karyanya. Apakah hal itu menjadikan Nicholas jadi kurang terkenal dibanding Raffi Ahmad?

Orang yang Tidak Aktif di Medsos dan Fakta Psikologisnya

Ketidakaktifan Nicholas di medsos justru menjadikannya eksklusif. Wendy Cagur, dalam salah satu acara lawak di TV bilang kalau Nico (nama panggilan Nicholas) sangat eksklusif bahkan di mata sesama artis/selebritas. Bukan karena Nico sombong, tapi karena sangat menjaga privasi dengan tidak memposting kehidupan pribadinya di medsos. Nico hanya memposting hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan karyanya. 

Kalau Nicholas Saputra gak main medsos, dia tetap dikenal sebagai aktor, terus, gimana dengan orang yang bukan siapa-siapa? Apakah ada juga yang tidak aktif di medsos? Banyak. Alasan utama orang memilih tidak aktif di medsos adalah mencegah kelelahan mental.

Lelah mental atau batin terjadi saat kita mengalami information overload

1. Information Overload

Information overload adalah kelebihan informasi yang terjadi ketika arus konten di media sosial dan platform berbagi video datang terlalu cepat.

Otak kita kesulitan melakukan proses yang seharusnya terjadi secara alami, yaitu menyaring, memahami, dan menyimpan informasi. Akibatnya, saraf otak bukannya menguat malah melemah karena terus-terusan menerima stimulasi (rangsangan) tanpa jeda.

Perpindahan cepat dari satu konten ke konten lain melatih otak untuk berpikir dangkal, bukan mendalam. Akibatnya, rentang fokus dan konsentrasi kita jadi pendek, tidak mampu lagi fokus untuk hal-hal yang membutuhkan kemampuan berpikir lama (ujian, membaca, dan mendengarkan).

2. Brain Rot

Selain mencegah kelelahan mental, orang yang tidak aktif di medsos juga ingin menghindari brain rot. Brain rot adalah kondisi ketika otak terasa membusuk atau melemah karena terlalu banyak menonton konten receh di media sosial.

Konten receh atau berkualitas rendah (ringan, tidak penting, tidak ada unsur edukasi) biasanya berdurasi pendek antara 10-30 detik. 

Istilah brain rot awalnya muncul sebagai metafora (kiasan) sastra pada tahun 1854 oleh Henry David Thoreau, dalam buku Walden, yang digunakan untuk mengkritik kecenderungan manusia memilih hiburan sepele dibanding kehidupan sehat di alam.

Orang yang tidak aktif di medsos sadar mereka akan mengalami brain rot karena isi medsos sering tidak ada hubungannya dengan keterampilan, keahlian, dan minat sehingga tidak mempengaruhi kehidupan secara positif.

3. Pengaturan dan Kesadaran Diri 

Orang yang sadar akan dampak negatif medsos cenderung membatasi diri melihat medsos karena sadar dia bisa iri dan rendah diri karena melihat pencapaian orang lain. Mereka juga sudah punya batasan waktu hanya memilih konten yang bermanfaat dan menolak dorongan untuk terus membandingkan diri dengan orang lain. 

Meski kadang dianggap kuper karena tidak tahu apa yang viral dan yang tren di medsos, orang yang tidak aktif di medsos tidak peduli karena tidak mudah terpengaruh arus opini terhadapnya. Mereka sadar makin mengikuti apa yang terjadi di medsos, maka makin banyak hal negatif yang datang pada dirinya.

4. Lebih Suka Aktivitas Nyata 

Ada banyak orang yang lebih menikmati aktivitas dan interaksi langsung seperti membaca buku atau melakukan aktivitas fisik. Medsos dianggap kurang memberi kepuasan sehingga mereka memilih untuk tidak aktif di medsos.

Ada juga orang yang lebih fokus pada apa yang dikerjakannya di dunia nyata juga membangun hubungan nyata dengan keluarga, tetangga, atau komunitas lokal.

Buat orang yang tidak suka aktif di medsos, menyapa dan mengobrol hangat dengan tetangga lebih penting daripada update status WhatsApp atau posting di medsos. 

5. Preferensi Generasi 

Bagi orang dengan kecenderungan introvert atau generasi yang lebih tua seperti Milenial dan Gen X, apa yang terjadi di medsos dirasa terlalu dangkal, penuh basa-basi, penuh kepalsuan, dan cuma untuk hiburan semata. 

Sementara itu Gen Z dan Gen Alpha merasa mereka tidak bisa lepas dari medsos karena itulah hidup mereka. Mereka merasa apa yang ada di medsos itulah yang benar dan patut dilakukan.

Makanya orang-orang yang tidak aktif di medsos biasanya yang berusia di atas 35 tahun. Preferensi hidup mereka tidak tergantung apa yang ada di medsos dan internet, melainkan yang mereka lihat dan alami di dunia nyata.

Bagi Milenial dan Gen X, hidup tanpa medsos lebih tenang, tapi bagi Gen Z dan Gen Alpha, hidup tanpa medsos rasanya sepi dan terkucilkan.

*** 

Kebanyakan orang yang tidak aktif di medsos sadar dirinya memang tidak ingin berlama-lama melihat dan terlibat di medsos. Mereka juga tidak tertarik mencari uang dari medsos dan memilih bekerja serta berkarya di dunia nyata.

Medsos bagi mereka cuma selingan yang tidak harus dibuka tiap hari. Tidak dibuka sebulan pun mereka tidak akan merasa ada yang kurang. 

Jadi, kalau tahu ada orang yang tidak punya akun medsos, tidak usah heran. Kebanyakan ibu-ibu sederhana di desa juga tidak punya akun medsos karena prioritas hidup mereka memang tidak terkait dengan medsos.

Posting Komentar untuk "Orang yang Tidak Aktif di Medsos dan Fakta Psikologisnya"