Perubahan Penulisan Nama Negara Asing Dalam Bahasa Indonesia
Dulu kita menulis Thailand, sekarang tulisannya jadi Tailan. Perubahan ejaan atau penulisan nama negara asing seperti itu dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menyesuaikan eksonim dengan kaidah bahasa Indonesia.
Eksonim adalah penyebutan nama suatu tempat, negara, atau bahasa yang digunakan oleh orang luar, bukan oleh penduduk lokalnya. Misalnya nama negara disebut oleh orang Jepang adalah Nippon, sedangkan kita menyebutnya dengan Jepang. Orang Eropa dan Amerika menyebut Nippon dengan Japan.
Kemudian, pemerintah mengajukan perubahan penulisan nama negara asing pada akhir 2024 dan disetujui dalam sidang UNGEGN (United Nations Group of Experts on Geographical Names) di New York pada 28 April–2 Mei 2025. Kebijakan ini lalu diumumkan dan diberlakukan pada Januari 2026.
Berikut negara-negara yang penulisannya berubah bila ditulis ke bahasa Indonesia.
1. Lebanon -> Libanon
Sekarang kita menulis Lebanon dengan Libanon, mengikuti fonetik (pengucapan/bunyi) bahasa Indonesia.
Kata Lebanon diucapkan dalam bahasa Inggris Lɛbənɒn. Dalam bahasa Indonesia pola vokal ɛ sering diserap menjadi I supaya sesuai dengan sistem fonetik kita. Makanya penulisan negara berjulukan Putih Susu ini jadi Libanon.
2. Swiss → Swis
Dalam bahasa Indonesia, huruf rangkap -ss- di tengah kata biasanya disederhanakan menjadi satu s. Contoh: class → kelas. Karena itu, Swiss diserap menjadi Swis agar sesuai dengan pola ejaan kita.
Alasan lainnya karena bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan ganda di akhir kata. Penulisan Swis mengikuti aturan bahwa konsonan ganda asing biasanya disederhanakan.
3. Thailand → Tailan
Nama Thailand sekarang ditulis jadi Tailan karena proses transliterasi fonetik dari bahasa Thai ke bahasa Indonesia.
Nama resmi negara itu dalam bahasa Thai adalah Prathet Thai (ประเทศไทย) yang berarti Negara Thai. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Thailand. Selama ini bahasa Indonesia mengikuti bentuk Inggris yaitu Thailand.
Dalam bahasa Jawa atau Melayu, kata yang berakhiran -land sering dipendekkan jadi -lan. Makanya penulisan Thailand lebih natural sebagai Tailan.
Lalu seperti yang ramai di media sosial soal Thai Food, sebetulnya tidak jadi Tai Food. Kalau menceritakan makanan Tailan dengan bahasa Inggris penulisannya tetap Thai Food. Kalau mau pakai bahasa Indonesia jadi makanan Tailan, tidak disingkat jadi makanan Tai. Lagipula dalam bahasa Indonesia tidak ada kata tai, adanya tahi.
4. Myanmar → Mianmar
Endonim negeri Seribu Pagoda ini atau orang Mianmar menyebut negaranya dengan Myanma (မြန်မာ). Dalam bahasa Indonesia, huruf vokal rangkap ya di tengah kata sering diserap menjadi ia agar lebih sesuai dengan sistem fonetik kita.
5. Paraguay → Paraguai
Ejaan yang Disempurnakan (EYD) menganjurkan penyesuaian ejaan asing agar lebih sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia. Karena itu, y di akhir kata asing sering diganti menjadi i. dan konsisten dengan pengucapannya.
Penulisan Paraguai ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2015 saat PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) masih berlaku. Namun, penerapannya belum konsisten karena terpengaruh oleh eksonim bahasa Inggris dan endonim orang Paraguay yang menyebut negaranya juga dengan Paraguay.
Related: Beda Menyebut Nama Negara karena Endonim dan Eksonim
6. Uruguay → Uruguai
Alasannya sama dengan Paraguai, karena menyesuaikan dengan fonetik bahasa Indonesia yang menyebut y dengan i. Pun orang Uruguay menyebut negaranya dengan Uruguay yang berasal dari bahasa Spanyol.
7. Bangladesh → Banglades
Huruf -sh di akhir kata asing biasanya diadaptasi menjadi -s karena bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan sh sebagai fonem terpisah. Makanya mulai sekarang kita menulis Bangladesh dengan Banglades, tidak perlu huruf h karena huruf itu juga tidak dilafalkan oleh lidah kita.
***
Perubahan ini tidak mengubah nama resmi internasional (misalnya di PBB tetap Thailand, Myanmar, dan Uruguay) karena yang berubah hanyalah ejaan dalam bahasa Indonesia untuk keperluan dalam negeri.

Posting Komentar untuk "Perubahan Penulisan Nama Negara Asing Dalam Bahasa Indonesia"
Posting Komentar