Widget HTML #1

Deretan Mobil Listrik untuk Pasar Indonesia dari Harga Rp184 juta Sampai Rp4 miliar

Mobil listrik murah 2026 diperkirakan makin banyak dicari bersamaan dengan munculnya model baru yang masuk pasar Indonesia dengan harga dibawah Rp200 juta. Ini karena pemerintah sedang gencar mendorong insentif pajak dan pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Deretan Mobil Listrik di Pasar Indonesia dari Harga Rp184 juta Sampai Rp4 miliar

Komponen termahal dari mobil listrik ada pada baterainya. Misal, harga mobil listrik Rp700 juta, nilai baterainya bisa Rp210–280 juta. Jadi 30% - 40% harga mobil listrik berasal dari baterai. Ini karena baterai mobil listrik menggunakan lithium, kobalt, nikel, dan mangan. Material ini sulit ditambang dan harganya fluktuatif,

Meski begitu, ada mobil listrik terjangkau dengan harga mulai Rp184 juta, yaitu:

  1. Wuling Air ev Lite, mulai Rp184 juta sebagai city car listrik yang cocok untuk perkotaan.
  2. DFSK Seres E1, harga sekitar Rp189–219 juta, juga masuk kategori mobil listrik murah.
  3. Neta V di kisaran Rp300 jutaan, EV (electric vehicle/mobil listrik) kompak dengan fitur lebih lengkap.
  4. MG4 EV dengan harga sekitar Rp300–350 juta sebagai hatchback listrik.

Wuling, DSFK, Neta, dan MG sengaja meluncurkan versi lebih sederhana (lite) dengan fitur yang lebih sederhana supaya harganya bisa ditekan. 

Selain itu ada insentif dari pemerintah di mana kendaraan listrik dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih dari 40% dapat diskon PPn dan bebas bea masuk. Harga murah juga jadi strategi untuk pasaar massal supaya orang Indonesia mulai beralih ke mobil listrik.

Mobil Listrik Merek Tiongkok

Keunggulan utama mobil listrik dari Tiongkok adalah harga yang lebih terjangkau, teknologi baterai canggih dengan jarak tempuh panjang, fitur digital modern, serta skala produksi besar yang membuat mobil listrik negeri Tirai Bambu ini mendominasi pasar global. 

1. Merek dan Tipe yang Dijual di Indonesia

Merek

Seri/Model Dijual di Indonesia

Segmen

Harga

Wuling

Air EV, Cloud EV, Binguo

City car/hatchback

Rp184–300 juta

BYD

Sealion 7, M6, Atto 3

SUV/MPV premium

Rp500 juta–1,5 miliar+

Denza (BYD)

D9

MPV premium

Rp1,5 miliar+

Neta

V, S

Kompak/sedan

Rp300–600 juta

Chery

Omoda E5

SUV listrik

Rp500–600 juta

Seres/DFSK

Seres 5, E1

SUV/city car

Rp200 juta–1 miliar

Aion

Y Plus

SUV listrik

Rp600–700 juta

Geely

SUV EV

SUV listrik

Rp600 juta–1 miliar

Xpeng

Sedan & SUV EV

Premium EV

Rp1 miliar+

 2. Keunggulan Mobil Listrik Tiongkok

Salah satu yang disukai konsumen Indonesia menggunakan mobil listrik merek Tiongkok adalah teknologi canggihnya. Fitur yang sebelumnya cuma ada di mobil-mobil premium, kini bisa ditemui di mobil listrik Tiongkok dengan harga terjangkau.

Keunggulan lain mobil listrik Tiongkok ada pada hal berikut. 

Harga Kompetitif

Produsen mobil listrik Tiongkok mampu menawarkan mobil listrik dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan merek Eropa atau Amerika. Hal ini karena mereka menguasai rantai pasok baterai dan komponen utama.

Teknologi dan Baterai

Tiongkok sudah meluncurkan lini produksi baterai solid-state yang memungkinkan jarak tempuh hingga 1.000 km sekali nge-charge

Beberapa mobil listrik Tingkok bahkan mengalahkan supercar Eropa seperti GAC Hyptec SSR 2024 yang mampu berakselerasi 0–100 km per jam hanya dalam 1,9 detik, lebih cepat dari Lamborghini dan Porsche. 

Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

Mobil listrik di Tiongkok sendiri, seperti Xiaomi SU7, menghadirkan pengalaman digital sekelas Apple, yaitu integrasi ponsel tanpa pairing, pengenalan wajah, dan asisten AI. Hal ini membuat pengalaman berkendara lebih personal dan futuristik. 

Skala Produksi dan Dominasi Pasar

Produsen besar seperti BYD, NIO, Geely, dan Chery mampu memproduksi jutaan unit per tahun, sehingga sulit disaingi oleh kompetitor

Mobil listrik China menguasai sekitar 76% pasar global electric vehicle. Produsen besar seperti BYD, NIO, Geely, dan Chery mampu memproduksi jutaan unit per tahun yang sulit disaingi oleh kompetitor. 

Sampai saat ini BYD (Build Your Dreams) menguasai 54% pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Mobil Listrik Merek Jepang

Mobil listrik merek Jepang di Indonesia hadir dengan beragam model dari brand Toyota, Nissan, Honda, Mazda, Mitsubishi, hingga Subaru.

1. Merek dan Tipe yang Dijual di Indonesia  

Merek & Model

Tipe/Kategori

Kapasitas Baterai

Estimasi Jarak Tempuh Sekali Isi Daya

Harga (Rp)

Catatan

Toyota bZ4X

SUV listrik murni

71,4 – 73,1 kWh

± 500 km

± 799 juta

Produksi lokal, harga lebih terjangkau

Nissan Leaf

Hatchback listrik

40 kWh

± 311 km

± 649 juta

Pionir EV Jepang di Indonesia

Honda e:Ny1

SUV kompak listrik

68,8 kWh

± 412 km

± 959 juta

Fokus kenyamanan urban & konektivitas

Mazda MX-30 EV

SUV premium listrik

35,5 kWh

± 200 km

± 729 juta

Cocok untuk penggunaan perkotaan

Mitsubishi Minicab MiEV

Niaga ringan

16 kWh

± 150 km

± 400 juta (fleet)

Kendaraan logistik perkotaan

Subaru Solterra

SUV listrik AWD

71,4 kWh

± 460 km

± 1,2 miliar

Kolaborasi dengan Toyota, sistem AWD khas Subaru

2. Keunggulan Mobil Listrik Jepang

Keunggulan mobil listrik Jepang di Indonesia terletak pada reputasi kualitas, keandalan teknologi, layanan purna jual yang mapan, serta kepercayaan konsumen yang sudah terbentuk selama puluhan tahun. 

⭐ Nilai Jual Kembali (resale value)

Mobil Jepang umumnya punya harga jual kembali yang lebih stabil dibandingkan merek dari Tiongkok atau Korea. Ini terjadi karena brand trust (kepercayaan merek) yang kuat. Konsumen Indonesia sudah puluhan tahun terbiasa dengan merek Jepang. Kepercayaan ini membuat mobil bekas Jepang lebih cepat laku dan harganya tidak jatuh drastis.

Diversifikasi Model

Merek Jepang menawarkan berbagai segmen, mulai dari SUV (Toyota bZ4X, Subaru Solterra), hatchback (Nissan Leaf), hingga kendaraan niaga ringan (Mitsubishi Minicab MiEV) sehingga pilihan yang tersedia disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Layanan Purna Jual Luas 

Jaringan bengkel resmi dan suku cadang merek Jepang sudah tersebar di seluruh Indonesia, memudahkan konsumen merawat dan memperbaiki mobil mereka.

Reliabilitas Produk  

Pabrikan Jepang dikenal dengan standar kualitas tinggi dan ketahanan kendaraan. Ini membuat konsumen lebih percaya bahwa mobil listrik mereka tidak gampang bermasalah dibanding merek lain dengan harga serupa.

Secara keseluruhan, Jepang masih jadi raja otomotif di Indonesia, tapi di segmen pasar eletric vehicle murni, Tiongkok sudah meninggalkan Jepang. BYD menguasai 54% pasar mobil listrik di Indonesia, sementara Wuling 30%. 

Mobil Listrik Merek Eropa 

Mobil listrik asal Eropa yang sudah resmi dijual di Indonesia mencakup merek premium seperti BMW, Mercedes-Benz, Porsche, Volvo, dan Audi. Ada juga MG (Morris Garages) yang menjual mobil listrik dengan harga lebih terjangkau. 

1. Merek dan Tipe yang Dipasarkan di Indonesia 

Merek & Model

Tipe

Kapasitas Baterai

Estimasi Jarak Tempuh Sekali Isi Daya

Harga (Rp)

Catatan

BMW iX

SUV listrik premium

± 76–111 kWh

± 425–500 km

± 2 miliar

SUV flagship BMW dengan desain futuristik

BMW i4

Sedan listrik sport

± 83,9 kWh

± 500 km

± 2 miliar

Fokus pada performa sporty

Mercedes-Benz EQS

Sedan listrik mewah

± 108 kWh

± 770 km

± 3 miliar

Jarak tempuh terpanjang di kelasnya

Mercedes-Benz EQE

Sedan listrik menengah

± 90 kWh

± 600 km

± 2 miliar

Alternatif lebih terjangkau dari EQS

Mercedes-Benz EQA/EQB

SUV kompak listrik

± 66,5 kWh

± 400–450 km

± 1,5 miliar

SUV urban dengan desain elegan

Porsche Taycan

Sedan sport listrik

± 79–93 kWh

± 400–500 km

± 3–4 miliar

Performa tinggi, akselerasi 0–100 km/jam < 3 detik

Volvo XC40 Recharge

SUV listrik kompak

± 78 kWh

± 420 km

± 1,2 miliar

SUV urban dengan desain Skandinavia

Volvo C40 Recharge

SUV coupe listrik

± 78 kWh

± 420 km

± 1,3 miliar

Versi coupe dari XC40 dengan gaya lebih sporty

Audi e-tron SUV/Sportback

SUV listrik premium

± 95 kWh

± 400–450 km

± 2 miliar

Fokus pada kenyamanan dan teknologi

MG ZS EV

SUV listrik terjangkau

± 44,5 kWh

± 425 km

± 400–500 juta

Opsi Eropa paling murah, diproduksi di bawah SAIC

MG 4 EV

Hatchback listrik

± 64 kWh

± 425–450 km

± 500 juta

Hatchback modern dengan harga kompetitif

2. Karakteristik Mobil Listrik Eropa

Pabrikan Eropa sudah terkenal melahirkan produk otomotif kelas premium seperti BMW (dibaca sesuai lafalan Jerman: BMVi), Mercedes, Porsche, Audi, dan Volvo fokus pada pasar menengah ke atas dengan teknologi canggih dan desain mewah.

Pabrikan Eropa sudah identik dengan kemewahan, teknologi, dan status sosial, sehingga selalu menarik bagi konsumen kaya Indonesia.  

Perlu Disiapkan Sebelum Membeli Mobil Listrik

Listrik untuk mengisi daya mobil listrik tidak boleh menyatu dengan listrik yang sudah ada di rumah. Pun tidak bisa menambah daya untuk listrik yang sudah ada. Jadi, listrik untuk charging mobil listrik harus berdiri sendiri dengan listrik di rumah.

PLN merekomendasikan daya listrik rumah minimal untuk mengisi daya mobil listrik adalah 7.700 VA.

Mobil Listrik Dalam Negeri

Mantan bos Jawa Pos Grup sekaligus mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan, dulu pernah membuat mobil listrik menggunakan uang pribadinya di tahun 2012-2013.

Model listrik yang dibuat ada Selo (sport car), Tucuxi (sedan), dan beberapa konversi Toyota Alphard serta bus listrik.

Mobil Tucuxi sempat diuji oleh Dahlan Iskan sendiri di jalur Tawangmangu–Magetan dan Surabaya, tapi mengalami kecelakaan saat dites di tanjakan. Meski begitu, proyek ini sempat menghebohkan publik karena dianggap sebagai embrio mobil nasional berbasis listrik. 

Sayang sekali tidak ada kelanjutannya karena, kita semua tahu, minim dukungan, sulit dapat izin, dan terpelanting oleh pabrikan global yang pasti mengusahakan supaya di negeri ini tidak ada mobil nasional yang bisa mengurangi penjualan mobil mereka.

Proyek mobil listrik Dahlan Iskan adalah upaya pionir yang membangkitkan mimpi mobil nasional berbasis listrik. Sekarang, pasar kendaraan listrik Indonesia dikuasai oleh merek Jepang, Korea, Eropa, dan terutama Tiongkok. 

Saat ini Tiongkok mendominasi penjualan di segmen kendaraan listrik murni dunia, sedangkan merek Jepang dan Eropa masih dominan di pasar otomotif konvensional. 

Posting Komentar untuk "Deretan Mobil Listrik untuk Pasar Indonesia dari Harga Rp184 juta Sampai Rp4 miliar"