Bukan Introvert Bukan Ekstrovert, Itulah Ambivert

Senang berada di keramaian dan bercengkrama dengan banyak orang, tapi juga suka menyendiri. Bisa membaur saat sedang diskusi kelompok, tapi bisa juga fokus mengerjakan tugas sendirian.

Orang yang tidak introvert, tapi juga bukan ekstrovert dinamakan ambivert. Orang yang ambivert menikmati waktu berada ditengah keramaian bersama banyak orang, tapi juga nyaman menikmati waktunya sendirian. 

Menurut asal katanya sebetulnya adalah introverted, extroverted, dan ambiverted yang kalau diindonesiakan menjadi introversi, ekstroversi, dan ambiversi. Namun, emperbaca.com menyebut dan menulis berdasarkan pendapat umum supaya lebih familiar, maka jadi introvert, ekstrovert, dan ambivert.

Delapan Tanda Ambivert

 

1. Ramah tapi Pendiam, Pendiam tapi Ramai

Orang Introvert akan merasa lelah dan boring terlalu lama berada dalam acara yang melibatkan banyak orang. Sementara itu ekstrovert akan merasa linglung kalau sendirian dan tidak berada diantara orang banyak.

Seorang ambivert selalu ramah terhadap siapa pun, tapi dianggap kurang supel dan luwes untuk ukuran ekstrovert. Di sisi lain dia juga dianggap terlalu gaul buat para introvert.

2. Bisa Bekerja Sama Baiknya Saat Sendiri dan Berkelompok

Ambivert bisa mengerjakan suatu pekerjaan seorang diri kalau diperlukan. Dia juga tidak banyak cingcong dan asik-asik aja saat kondisi mengharuskannya bekerja dalam kelompok.

Related: TIpe Orang yang Sering Kita Temui Saat Kerja Kelompok

3. Netral Terhadap Obrolan Ringan

Seorang introvert tidak menyukai small talk (orbolan ringan/chit-chat/basa-basi) karena bikin capek doang. Sementara itu, orang ekstrovert lebih suka obrolan basa-basi atau yang ringan daripada deep talk dan percakapan serius.

Sedangkan ambivert netral. Mereka tidak benci basa-basi, tapi juga tidak cinta. Biasa saja.

4. Fleksibel Menentukan Kapan Harus Menyendiri

Saat sedang butuh sendirian, ambivert akan menikmati waktunya dan tidak peduli ada ajakan nongki dan party dari teman-temannya.

Juga kalau sedang ingin ramai dia bisa di luar rumah sampai pagi untuk hangout bersama teman-teman dan social circle-nya.

5. Sesekali Senang Jadi Sorotan

Introvert tidak suka jadi pusat perhatian, sedangkan ekstrovert suka. Saat di keramaian ambivert kadang senang jadi sorotan, tapi kadang pengen diem aja di belakang jauh dari penglihatan orang.

6. Menikmati Jalan-jalan Sendirian Sama Nyamannya dengan Beramai-ramai 

Kalau teman-teman atau keluarga sedang tidak bisa menemani, si ambivert gak masalah jalan sendirian ke mana pun. Kalau harus bepergian dan traveling rame-rame juga gak masalah.

Mau sendiri atau ramai-ramai, ambivert selalu menyesuaikan diri.

7. Merasa Bukan Ekstrovert

Tidak cocok jadi orang ekstrovert karena merasa ekstrovert terlalu ekstrem ingin selalu bersosialisasi ingin sama-sama orang lain, ingin selalu ngobrol, dan takut kesepian.

8. Merasa Tidak Cocok Jadi Introvert

Tidak cocok jadi introvert karena merasa introvert terlalu antisosial karena lebih senang  melakukan banyak hal sendirian.

Penemu Karakter Ambivert

 

Karakter ambivert ditemukan oleh psikolog-sosiolog Amerika Serikat bernama Kimball Young. Pada 1927 Kimball menerbitkan buku berjudul Source Book of Psychology

Sumber: Simplypsychology

Mantan ketua Asosiasi Sosiolog Amerika tahun 1945 itu meyakini ada kepribadian lain yang lebih kompleks dari introvert dan ekstrovert, bahkan memiliki semua karakter dua kepribadian itu. Dari pemikiran dan studi yang dilakukannya, Kimball kemudian menciptakan istilah ambivert.

Ada bukti lain yang menunjukkan bahwa introvert dan ekstravert bukanlah ciri yang tetap karena orientasi yang dilaporkan sendiri oleh seseorang dapat berubah seiring berjalannya waktu.  

Ini menunjukkan bahwa orang tidak selalu terkurung dalam ciri introvert atau ekstrovert, namun mungkin berada di antara keduanya (Botwinick, 1984) dan itulah ambivert.

Orang dengan kepribadian ambivert mungkin merasa tertekan karena harus bersikap sebagai introvert atau ekstrovert karena orang lain mungkin tidak menyadari sisi lain dari kepribadian ambivert (Grant, 2013).

Keuntungan Jadi Ambivert

Jadi orang ambivert sama istimewanya seperti introvert dan ekstrovert. Hanya saja karena jarang dibahas, ambivert kurang populer, padahal diperkirakan kepribadian ambivert dimiliki oleh separuh populasi dunia. Ini keuntungan jadi orang ambivert.

  1. Cepat beradaptasi di lingkungan berbeda.
  2. Punya kemampuan jadi pembicara sekaligus pendengar yang baik.
  3. Nyaman berada dalam perkumpulan besar dan kelompok kecil.
  4. Mampu bekerja sama dalam tim sama baiknya dengan bekerja sendirian
  5. Punya self-awareness yang kuat. Self awareness adalah kesadaran tentang diri sendiri di mana pikiran, perkataan, dan perbuatan kita selaras satu sama lain.

Kontroversi Ambivert

Laman Myers-Briggs Indicator Tipe (MBTI) dalam artikel yang ditulis Melissa Summer (2023) menyebutkan kalau ambivert itu tidak ada.

Melissa mengibaratkan introvert dan ekstrovert seperti orang yang menggunakan tangan kanan atau kiri saja untuk beraktivitas. Tidak ada orang  yang menggunakan tangan kanan dan kiri sama baiknya.

Hal itu berlaku juga dalam teori kepribadian. Tidak ada ambivert. Kadang-kadang orang berkepribadian ekstrovert bisa terlihat seperti introvert karena dia sedang jenuh dan butuh istirahat saja.

Pun orang introvert kadang terlihat seperti ekstrovert karena dia ramah dan sering mengajak ngobrol orang lain lebih dulu. Meski secara kasat mata orang itu punya kepribadian ambivert, sejatinya dia kalau tidak ekstrovert, ya, introvert.

Meski begitu, Barry Smith, pengajar dan direktur Laboratorium Psikofisiologi Manusia di Universitas Maryland meyakini kalau sekitar 68% dari total populasi adalah ambivert.
 
***
Kalau kita merasa bisa jadi ekstrovert sekaligus introvert, tidak ada salahnya untuk mengatakan kalau kita adalah orang dengan kepribadian ambivert. 

0 komentar

Posting Komentar