Widget HTML #1

Apa Itu Esai dan Siapa Saja yang Bisa Jadi Esais

Esais adalah penulis yang menggunakan esai sebagai medium utama untuk menyampaikan pemikiran tentang masalah sosial, budaya, politik, pendidikan, maupun pengalaman personal. Esais menuliskan pendapatnya yang didukung dengan gaya berpikir reflektif, kritis, dan personal

Apa Itu Esai dan Siapa Saja yang Bisa Jadi Esais

Esais berasal dari kata esai yang dalam bahasa Inggris tertulis essay. KBBI mengartikan esai sebagai karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.

Sedangkan prosa artinya karangan bebas yang tidak terikat oleh kaidah seperti halnya puisi.

Menurut asal kata aslinya yang berasal dari bahasa Prancis, yaitu essayiste, esai dimaknai sebagai percobaan berpikir. Percobaan berpikir artinya saat menulis esai kita harus mau berpikir berdasarkan fakta, data, dan kenyataan yang ada.

Dari kemauan berpikir itu lahirlah pendapat yang memberi solusi atau memberi rangsangan (stimulasi) bagi orang lain untuk ikut mencari solusi. 

1. Esai dan Karangan Bebas

Yang dimaksud karangan bebas dalam esai bukan seperti kita mengarang cerpen (cerita pendek) berdasarkan khayalan, melainkan penulisnya mengarang opini, analisis, dan argumentasinya berdasarkan fakta dan kejadian yang ada.

Karena itulah penulisan esai sering dipakai dalam dunia akademik, lomba menulis, hingga syarat mengajukan beasiswa karena menunjukkan kemampuan berpikir kritis dari tulisan yang terstruktur.

2. Ciri-ciri Esai

Untuk mengetahui suatu karangan itu esai atau bukan, kita lihat dulu cirinya sebagai berikut.

1. Berbentuk Prosa Bentuk tulisannya bukan puisi atau dialog. Bukan juga berbentuk cerpen dan curahan hati. Well, esai bisa dibilang mirip dengan curahan hati, tapi "curhat" yang berdasarkan kejadian dan fenomena faktual yang terjadi di masyarakat, bukan yang hanya di seputar diri kita.

2. Subjektif atau Punya Gaya Penulisan Khas. Tiap penulis esai biasanya punya gaya bahasa yang membuat tulisannya terasa personal. Kadang gaya bahasnyaa bisa lebih bebas dan ekspresif sesuai karakter si penulis.

3. Pendek dan Singkat. Tulisan esai tidak sepanjang buku atau laporan. Panjangnya cuma beberapa halaman saja antara 800-2000 kata karena cuma membahas satu masalah saja.

4. Logis dan Faktual. Meski esai adalah karangan bebas yang subjektif, tetap harus ditulis dengan dukungan data valid, misal dari media massa, jurnal ilmiah, kutipan dari orang berpengaruh, atau situs lain yang dapat dipercaya. Tulisan harus mudah dipahami dan mengandung argumen serta analisis.

5. Membahas Satu Topik Secara Mendalam. Meskipun cuma beberapa halaman dengan satu bahasan saja, esai harus menguraikannya dengan lengkap. Kalau ingin menulis esai kita tidak mesti terpaku pada ciri-ciri ini. Tulis saja pendapat dan analisis kita pribadi. Jangan lupa cantumkan data yang bersumber dari media massa terpercaya, kutipan ucapan orang berpengaruh, atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. Esais

Michel de Montaigne, filsuf asal Prancis, dikenal sebagai esais pertama yang memperkenalkan bentuk tulisan esai melalui tulisan bukunya Essais pada 1580. Dalam buku ini, Montaigne mengekspresikan pandangan pribadinya tentang kehidupan, filsafat, dan pengalaman sehari-hari.

Setelah Michel de Montaigne ada Francis Bagon yang jadi tokoh penting memperkenalkan esai di Inggris. Dia menulis esai dengan gaya lebih ringkas dan sistematis, sehingga menjadi standar bagi penulisan esai berikutnya.

Sedangkan esais terkemuka Indonesia yang kita kenal ada Goenawan Mohamad, Seno Gumira Ajidarman, Yudhistira ANM Massardi, Ayu Utami, dan Ignas Kleden.

4. Ciri Umum Seorang Esais

Esais tidak sekadar menjelaskan fakta, melainkan menafsirkan dan memberi sudut pandang. Mereka berani menyampaikan opini dengan cara argumentatif disertai data pendukung. 

Berikut ciri lain seorang esais:

1. Mampu berpikir kritis. Esais melihat fenomena sehari-hari dari sudut yang tidak biasa. Mereka menghubungkan hal kecil dengan ide dan gagasan yang besar. 

2. Reflektif dan kontemplatif. Kontemplatif adalah istilah yang merujuk pada cara hidup yang mengutamakan ketenangan, perenungan, dan keterbukaan terhadap pengalaman spiritual. Esais sering merenungkan pengalaman pribadi, lalu mengubahnya menjadi gagasan yang relevan bagi pembaca.gaya

4. Gaya bahasa khas. Tiap esais punya gaya menulis yang berbeda sesuai gaya khas masing-masing yang membuatkan esainya terasa personal. Ada yang puitis, ada yang tajam, ada yang humoris. 

5. Mampu menyusun argumen secara logis. Esai memang subjektif karena ditulis dari sudut pandang penulisnya, tapi esai selalu ditulis dengan alur berpikir yang runtut dan meyakingkan.

6. Peka terhadap fenomena sosial. Esais sering menangkap detail kecil dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikannya bahan renungan.

Siapa yang Bisa Jadi Esais?

Semua orang bisa jadi esais asalkan mau berpikir dan merenung. Seorang wartawan, sastrawan, blogger, pendidik, tenaga kesehatan, atau ibu rumah tangga bisa jadi esais asalkan mau konsisten menulis dengan gaya reflektif, argumentatif, dan menyampaikan gagasan atau pengalaman pribadi dalam bentuk tulisan yang terstruktur.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Esai dan Siapa Saja yang Bisa Jadi Esais"