Widget HTML #1

Perubahan Huruf F ke V dalam 'Aktivitas' dan 'Efektivitas' Menurut Kaidah Serapan

Sering kita lihat banyak orang menulis kata aktifitas dengan huruf f dengan keyakinan karena kata dasar aktif menggunakan huruf f, jadi tinggal memberi akhiran -as

Lalu banyak juga yang menulis kata efektifitas dengan alasan sama, mengikuti kata dasar efektif yang menggunakan huruf f.

Perlu diketahui, sufiks (akhiran) -as tidak ada dalam bahasa Indonesia secara resmi karena merupakan bagian dari kata serapan bahasa asing. Akhiran (sufiks) serapan dari bahasa asing yang juga diakui adalah -itas, -isme, -logi, -asi. Sedangkan sufiks resmi dalam bahasa Indonesia adalah -kan, -i, -an.

Perubahan Huruf F ke V dalam 'Aktivitas' dan 'Efektivitas' Menurut Kaidah Serapan

Asal-usul Kata dan Kaidah Serapan 

Bentuk dasar dari kata aktif bukan berasal dari bahasa Indonesia, melainkan kata serapan dari bahasa Latin, yaitu aktiv yang kemudian diserap ke bahasa Inggris menjadi active. Bahasa Indonesia lalu menyerap aktiv jadi aktif.

Maka, penempatan sufiks pada kata aktif mengikuti asal kata dari bahasa Latinnya, yaitu activitas menjadi aktivitas.

Akhiran (sufiks) -itas adalah serapan dari bahasa Latin yang berarti keadaan atau sifat. Contoh kata bahasa Indonesia lainnya yang berasal dari bahasa Latin adalah:

1. Universitas (Latin: universitas)
2. Kuantitas (Latin: quantitas) 
3. Komunitas (Latin: communitas) 
4. Identitas (Latin: identitas)
5. Prioritas (Latin: prioritas)
6. Stabilitas (Latin: stabilitas) 

Jadi, kalau kita mengira kata di atas yang berakhiran -itas asalnya dari bahasa Inggris, ternyata asal kata-kata itu dari bahasa Latin. Bahasa Inggris sendiri banyak mengambil kata dari bahasa Latin yang diserap ke bahasa mereka. 

Aktif dan Efektif

Pada kata aktif, kalau kita menambahkan akhiran -itas langsung ke kata aktif, hasilnya memang aktifitas. Akan tetapi, hal itu tidak sesuai dengan kaidah serapan karena dalam bahasa Indonesia, kita tidak menambahkan akhiran -itas langsung ke kata sifat Indonesia.

Ejaan yang Disempurnakan Edisi Kelima atau EYD V menetapkan bentuk baku mengikuti dari kata asing mana kata tersebut berasal, apakah dari bahasa Inggris, Belanda, Latin, Spanyol, atau lainnya. 

Sementara itu, kaidah yang sama berlaku untuk kata efektif. Kata efektif berasal dari bahasa Latin effectÄ«vus. Kata ini masuk ke bahasa Indonesia melalui jalur Belanda effectief dan juga dipengaruhi oleh bahasa Inggris effective.

Maka kata efektif ketika diberi sufiks -itas huruf f-nya berubah jadi v yaitu efektivitas, bukan efektifitas, karena mengikuti asal kata efektif yang berasal dari bahasa asing.

Kaidah Morfologi

Morfologi mengatur bagaimana kata dibentuk dari morfem (satuan bahasa terkecil yang bermakna). Morfologi menjelaskan proses pembentukan kata, perubahan bentuk, dan makna yang dihasilkan. 

Inilah yang membuat huruf f tidak berubah jadi v pada kata keefektifan dan keaktifan.

Berdasarkan kaidah morfologi bahasa Indonesia, kalau membentuk kata turunan dengan konfiks (gabungan awalan dan akhiran) ke-…-an, kita tetap mempertahankan bentuk kata dasar. Karena kata dasarnya efektif (dengan huruf f), maka hasilnya ke-efektif-an, bukan ke-efektiv-an. Hasil sama berlaku untuk kata dasar aktif jadi ke-aktif-an, bukan ke-aktiv-an. 

Keefektifan, mengekfektifkan, pengefektifan, seefektif, terefektif, keaktifan, mengaktifkan, pengaktif, pengaktifan, seaktif, dan teraktif merupakan kata turunan yang tidak berakhiran -itas sehingga huruf f tidak berubah jadi v.

***

Jadi, penulisan yang benar adalah aktivitas, aktivasi, dan efektivitas, bukan aktifitas, aktifasi, atau efektifitas. Hal ini mengikuti kaidah serapan bahasa Indonesia yang menetapkan bentuk baku kata asing mengikuti dari mana asal kata tersebut berasal.

Sementara itu, sesuai kaidah morfologi, kata turunan yang tidak berakhiran -itas tetap ditulis sesuai kata dasarnya alias hurufnya tetap f, tidak berubah jadi v.

Posting Komentar untuk "Perubahan Huruf F ke V dalam 'Aktivitas' dan 'Efektivitas' Menurut Kaidah Serapan"