Alasan Orang Selalu Buka Jastip Kemana pun Pergi

Alasan Orang Selalu Buka Jastip Kemana pun Pergi

Pernah titip makanan atau barang dari teman yang sedang liburan ke luar kota atau luar negeri? Harganya lebih murah atau malah lebih mahal daripada beli di toko resmi di kota kita? 

Kalau untuk barang branded seperti tas, sepatu, baju, atau makanan khas seperti coklat Belgia atau kopi Korea, beli lewat jastip (jasa titipan) memang lebih murah karena tidak kita tidak keluar uang untuk pajak. Pun tidak harus terbebani sewa toko dan gaji karyawan yang dibebankan ke harga jual.

Pajak akan dibebankan ke penjual jastip kalau harga barang yang dia bawa melebihi ketentuan dari bea cukai.

Beda Jastip dengan Personal Shopper

 

Pelopor personal shopper yang terkenal sejak 2006 yaitu Miss Jinjing yang bernama asli Amelia Masniari. Berawal dari kesukaannya jalan-jalan dan belanja ke luar negeri, Miss Jinjing kemudian sering dimintai tolong oleh selebritas dan ibu-ibu pejabat untuk membelikan mereka aneka barang bermerek terkenal di luar negeri.

Amelia juga membuat blog yang berisi panduan jalan-jalan dan berbelanja saat liburan ke luar negeri. Dari situlah kemudian dia membuat buku berjudul "Miss Jinjing: Belanja Sampai Mati" yang membuat namanya makin terkenal.

Personal Shopper berbelanja sesuai pesanan dari perorangan atau beberapa orang yang ada dalam satu circle saja. Jadi dia hanya berbelanja kalau ada pesanan dan tidak menawarkan jastip ke banyak orang secara random (acak) seperti halnya penyedia jastip.

Personal shopper harus mampu membelikan apa saja barang yang diminta klien walau di ujung dunia sekalipun. Dia juga harus paham barang yang hendak dibelinya sehingga bisa memberikan masukan kepada klien. Mulai dari material yang digunakan dan cara barang itu dibuat apakah handmade atau buatan mesin pabrik.

Sedangkan penyedia jastip tidak harus paham sedetail itu, karena dia hanya membelikan barang/makanan sesuai yang dia tawarkan. 

Penyedia jastip juga membelikan barang untuk orang dari berbagai kalangan dan siapa saja yang tertarik membeli dari jastipnya. Makanya dia biasa membeli makanan atau barang dalam jumlah banyak di satu waktu.

Kalau personal shopper tidak, karena dia berbelanja hanya untuk orang-orang dan circle tertentu. Barang yang dibelinya bisa saja cuma satu item atau sekaligua banyak tergantung keinginan klien yang menggunakan jasanya.

Related: Jadi Personal Shopper Mau Profesional atau Asal-asalan?

Orang-orang atau circle yang menggunakan jasa personal shopper banyak yang tidak ingin diketahui umum kalau dia membeli suatu barang atau makanan di luar negeri. Jadi personal shopper harus menjaga kerahasiaan kliennya.

Lalu kita penasaran, kenapa ada orang yang open jastip kemana pun mereka pergi? Yang dimaksud orang disini adalah individu yang sering plesiran sekaligus terima jastip, bukan perusahaan atau biro jasa khusus jastip.

Ini alasan orang selalu buka jastip kemana pun pergi.

1. Hobi Belanja

 

Alasan ini dimiliki semua individu yang buka jasa titip saat mereka sedang liburan atau bepergian menjenguk saudara di luar kota atau luar negeri.

Dengan buka jastip, hobi belanja mereka tersalurkan tanpa banyak menguras dompet. Malahan mereka bisa dapat untung karena pembeli jastip juga membayar biasa jasa. Biaya jasa itu kalau dikumpulkan besarnya bisa menutupi ongkos transportasi.

2. Menghemat Biaya Transportasi

 

Pada jastip kecil-kecilan seperti makanan dan oleh-oleh di kota yang tidak jauh, ongkos transport baik bensin mobil pribadi atau karcis bus, bisa tertutupi dari jastip. 

Hanya saja supaya biaya transportasi tertutupi dari jastip, kita harus beli makanan atau oleh-oleh dalam jumlah banyak. Kalau yang nitip cuma 5-6 orang, ya, ga nutup. Minimal 30, syukur-syukur 50 orang.  

Jadi ada orang yang buka jastip kemana pun pergi untuk menghemat biaya transportasi.

3. Cari Tambahan Penghasilan


Jastip memang termasuk usaha yang menguntungkan walau kita harus modal duit lumayan banyak sebelum pembeli membayarnya dengan cara cash on delivery (COD) atau transfer.

Kadang ada orang yang sengaja datang ke kota atau luar negeri hanya untuk open jastip bukan sekalian liburan atau menjenguk keluarga. Itu karena mereka memang cari tambahan penghasilan dari bisnis jastip.

4. Eksplorasi ke Tempat Baru 

 

Ada beberapa orang penyedia jastip yang sengaja menawarkan barang atau makanan yang harus dibeli di tempat-tempat yang belum pernah dia datangi. Tujuannya untuk eksplorasi ke tempat-tempat baru.

Jadi kalau ada yang ingin beli barang atau makanan yang sedang viral, penyedia jastip yang ingin mengeksplorasi tempat baru akan senang hati menerimanya.

5. Mencari Tantangan

 

Membawa banyak barang yang dibeli dari kota tujuan bukanlah perkara gampang. Mobil jadi penuh, apalagi kalau naik motor. Belum lagi kalau kita sambil liburan dengan anak-anak yang masih dibawah umur.

Selain harus mengawasi anak-anak, kita juga harus mengurusi barang dan makanan jastip.

Lebih lagi kalau beli jastip di luar negeri kita harus membayar biaya kelebihan bagasi, dan memasukkan barang ke koper juga perlu waktu. Makanya jastip termasuk kegiatan yang memacu adrenalin, apalagi kalau sampai berurusan dengan bea cukai kalau kita membawa berkilo-kilo barang jastip melebihi ketentuan.

Mengutip dari situs Bea Cukai, barang jastip dikategorikan sebagai barang pribadi dan bebas pajak bila nilainya tidak melebihi $500 per orang. Nilai barang jastip yang melebihi $500 per orang dikenakan bea masuk.

Misal kita bawa barang jastip tas Hermes yang harganya $5.000, maka kita harus bayar bea masuk setelah dikurangi nilai bebas pajak $500 tadi.

Jastip adalah bisnis yang cocok dijalan orang yang senang bergaul, bepergian, dan belanja. Meski begitu tidak semua orang yang suka belanja cocok jadi penyedia jastip, sebab mereka belanja untuk kesenangan pribadi tanpa ingin direpoti oleh banyak pesanan dan mengirim pesanan tersebut.

Frugal Living dan Penerapan Hemat Pangkal Kaya

Frugal Living dan Penerapan Hemat Pangkal Kaya

Rajin pangkal pandai
Hemat pangkal kaya 
 

Siapa yang hemat dan tidak boros dalam mempergunakan uang, niscaya dia akan kaya. Makna kaya disini bukan sekadar rajin menabung lalu jadi kaya. Kalau kita hemat (tidak boros), kita akan punya simpanan dan cadangan uang untuk kondisi diluar dugaan, misal sakit, kecelakaan, atau hal darurat lain yang butuh uang sebagai solusinya.

Dalam istilah modern, hidup hemat dan tidak boros dinamakan frugal living. Jadi inti dari frugal living adalah mengatur pengeluaran secermat mungkin sesuai kebutuhan, bukan keinginan, dan menghindari pemborosan..

Tabungan dan Asuransi


Hemat pangkal kaya besar kemungkinannya tercapai kalau kita punya tabungan. Kalau masih ada sisa uang setelah disimpan di tabungan rutin, barulah kita melirik asuransi swasta dan investasi.

BPJS juga termasuk asuransi, tapi sifatnya diwajibkan oleh pemerintah sebagai bagian dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Hal itu diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dikeluarkan 6 Januari 2022.

Kalau mau perlindungan berlapis untuk kesehatan atau kematian, kita perlu mengambil lagi asuransi dari perusahaan swasta. Bentuknya bisa asuransi kesehatan, kematian, pendidkan, atau kendaraan dan aset lain yang bisa diasuransikan.

Sedangkan investasi dibeli kalau kita sudah punya uang nganggur atau idle money. Idle money adalah sisa uang yang betul-betul tidak terpakai karena uang untuk kebutuhan dan tabungan sudah terisi.

Kalau mau investasi kecil-kecilan kita bisa beli koin emas yang dijual dengan berat 0,5 atau 1 gram. Namun harus diingat bahwa emas termasuk investasi, jadi belilah kalau kita sudah menyisihkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan.

Jangan sampai kita maksa beli emas, tapi dijual lagi dalam waktu dekat. Selisih nilai emas yang menghasilkan investasi baru terlihat dalam jangka waktu 3-5 tahun. Jadi simpan emas itu selama 3-5 tahun sebelum menjualnya kembali.

Frugal Living Vs Gaya Hidup Mewah Selebgram

 

Frugal living berkebalikan dengan gaya hidup selebriti internet, terutama selebriti Instagram (selebgram) yang gemar menampilkan gaya hidup mewah.

Beberapa selebgram sengaja menampilkan gaya hidup mewah karena mereka dapat penghasilan dari mempromosikan merek mewah, misal hotel bintang lima, tempat liburan mewah, atau barang-barang branded lain yang harganya mahal.

Related: Luxury Influencer Gaya Hidup Mewah Selebgram untuk Sponsor dan Iklan

Kalau kita mau menerapkan hemat pangkal kaya atau frugal living, hindarilah membuka medsos terlalu sering karena kita bisa tergoda membeli barang yang tidak kita perlukan.

Sering membuka medsos juga bisa membuat kita melakukan hal sama seperti orang lain, seperti makan di resto viral, membeli tas dan sepatu keluaran terbaru, atau liburan ke tempat eksotis.

Hal itu rentan bikin kita boros karena membelanjakan uang untuk hal yang sebenarnya gak rugi kalau kita gak beli.

Asal Kata Frugal Living

 

Arti frugal menurut Oxford Languages adalah hemat atau ekonomis yang berkaitan dengan uang atau makanan. 

Sedangkan menurut Britannica Dictionary frugal artinya berhati-hati dalam membelanjakan uang atau menggunakan barang saat tidak diperlukan. Arti lainnya: membelanjakan uang dengan hati-hati.

Jadi terjemahan bebas dari frugal living adalah gaya hidup hemat yang cermat dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan yang tepat.

Cara Mudah Menerapkan Frugal Living Sehari-hari

 

Selalu ingat bahwa hemat pangkal kaya adalah cara termudah menerapkan frugal living. Namun perlu diingat hemat tidak sama dengan pelit. 

Orang pelit cenderung tidak mau mengeluarkan uang bahkan untuk kebutuhan yang diperlukan. Sedangkan orang hemat membelanjakan uang sesuai skala prioritas. Walau harganya mahal, tapi kalau memang diperlukan dan sesuai kebutuhannya saat itu, orang hemat tetap mau mengeluarkan uang walau dengan perhitungan cermat. 

Berikut cara menerapkan frugal living tanpa kita harus jadi seperti orang pelit.

1. Masak dan ngopi di rumah

Masak sendiri dengan bahan yang dibeli di tukang sayur atau supermarket. Masak sendiri lebih hemat dibanding beli makanan matang atau lewat GoFood.

Kalau kamu anak kost yang sedang berhemat, hindari makan mi instan sebab hitungannya lebih boros dan kurang sehat bagi tubuh.

Masaklah nasi untuk 3x makan dalam sekali masak. Lauknya cukup sebutir telur bergantian dengan tempe dan tahu. Telur, tahu, dan tempe goreng sudah lezat dimakan hanya dengan kecap tanpa tambahan bumbu lain.

Nasi membuat perut kenyang lebih lama yang membuat kita terhindar dari jajan lagi jajan lagi.

Ngopi-ngopi cantik di kafe juga tidak perlu kalau kita bisa ngopi sendiri dengan menyeduh kopi sachet di rumah sambil mendengarkan musik atau siaran radio.

2. Beli skincare sesuai kebutuhan kulit

Hindari membeli skincare hanya karena skincare itu viral atau digunakan oleh selebritas. Pastikan skincare itu sesuai kebutuhan kulit dan tidak bikin kulit bermasalah (bruntusan, merah-merah, dan berjerawat).

Hal sama berlaku untuk kosmetik. Beli merek kosmetik yang sesuai undertone dan skintone serta jenis kulit.

Related: Undertone dan Skintone Supaya Kulit Tidak Seperti Topeng Saat Pakai Kosmetik

Kalau kita cocok pakai mereka Viva, tidak perlu maksa pakai mereka Korea.

3. Tidak perlu gonta-ganti kendaraan

Sudah punya 2 mobil masih ingin tambah? Kalau tumah kita sempit dan mobilitas sudah tercukupi dengan 2 mobil saja, tidak perlu beli mobil ketiga.

Motor atau mobil yang kita pakai juga tidak perlu diganti tiap tahun sebab harga kendaraan selalu turun. Sering gonta-ganti mobil bikin kita jadi boros kecuali kita seorang Raffi Ahmad atau Sultan Brunei yang saking kebanyakan duit malah bingung ngabisinnya lalu jadi koleksi mobil.

4. Tinggal sementara di rumah orang tua atau mertua

Jangan gengsi dan malu tinggal serumah dengan mertua dan ipar kalau kita belum punya uang untuk sewa atau bayar DP kredit rumah.

Tinggal bersama orang tua atau mertua bisa menghemat pengeluaran apalagi kalau kamu pengantin baru.

5. Liburan Sesuai Kemampuan

Liburan itu penting bagi kesehatan jiwa raga, tapi tidak perlu ikut gaya liburan keliling dunia ala Syahrini. Pun tidak semua orang kaya di Indonesia punya gaya hidup seperti Syahrini, terutama mereka yang kaya dari lahir atau yang merintis usaha dari nol.

Sesuaikan liburan dan healing dengan isi kantung supaya terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol).

Kalau kita terhibur dengan pertunjukkan tari topeng di halaman balai desa atau organ tunggal di pernikahan tetangga, tidak perlu lagi cari hiburan di tempat mahal. Karena bahagia itu sederhana.

Inti dari gaya hidup frugal living adalah hemat tapi tidak pelit. Mudah sekali dilakukan kalau kita mau. Namun frugal living mungkin tidak bisa diterapkan kalau kita ada dalam circle anak gaul, sosialita, penggemar arisan, atau social media-minded.

Berada dalam circle-circle tersebut rentan membuat kita mengeluarkan uang berlebihan terutama untuk hal-hal kecil seperti nongkrong di suatu tempat, belanja barang terbaru, atau datang ke tempat tertentu untuk kebutuhan tampil di medsos.

Penting bagi kita untuk berada dalam circle yang mendukung frugal living atau sama sekali tidak berada dalam circle mana pun. Berteman tanpa harus ada dalam circle itu bisa banget, lho!

Peluang Usaha Rental Mobil, Ini yang Wajib Disiapkan

Peluang Usaha Rental Mobil, Ini yang Wajib Disiapkan

Punya usaha penyewaan (rental) mobil di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung mungkin kecil kemungkinannya untuk laku karena mayoritas orang sudah punya mobil pribadi. 

Keberadaan taksi online seperti Gocar atau Grabcar juga sudah banyak yang bisa digunakan untuk mempermudah transportasi kalau hanya bepergian ke kota sekitarnya.

Penyewaan mobil di kota besar juga biasanya didominasi oleh perusahaan besar yang menyewakan khusus untuk sesama perusahaan atau yang ingin menyewa mobil sedan atau MPV kelas premium. 

Jadi kalaupun ada penyewaan mobil, jumlahnya tidak banyak dan biasanya orang yang menyewakan mobilnya sifatnya situasional dan tidak dijadikan pemasukan nafkah.

Peluang Usaha Rental Mobil di Kota Kecil


Di luar kota besar, rental mobil masih dibutuhkan beserta supirnya.

Orang-orang masih butuh rental mobil dan supirnya untuk mengantar tamasya dengan keluarga besar, menjenguk orang sakit, atau silaturahim menengok pulang haji dan umroh, atau melihat bayi yang baru lahir di tempat kerabat.

Rental mobil laris disewa orang saat akhir pekan, libur nasional, dan tanggal merah lainnya terutama di hari Natal dan Idulfitri. Pada hari raya ini orang akan menyewa mobil tanpa supir.

Alasan orang menyewa mobil rental tanpa supir di hari raya biasanya karena:

  1. Mobil akan dipakai berhari-hari.
  2. Kepraktisan mobilitas di tempat tujuan, mau silaturahim ke banyak rumah gampang.
  3. Tidak mengeluarkan biaya makan dan menginap untuk supir
  4. Hemat ongkos transportasi dibanding menggunakan kereta, kapal terbang, dan bus.

Karena peminatnya banyak dan bertepatan dengan hari besar keagamaan, maka wajar kalau harga sewa mobil di hari-hari ini naik 2x lipat.

Di hari normal, rental mobil biasa menyewakan seharga Rp200.000-Rp250.000 per 12 jam mobil jenis LCGC (low cost green car-Ayla, Agya, atau Calya) dan MPV kelas menengah (Xenia atau Avanza). 

Pada hari besar keagamaan melonjak jadi Rp500.000 per 12 jam dan harus diambil dalam beberapa hari sebagai paket. Misal paket 5 hari seharga Rp1.500.000 atau paket 7 hari seharga Rp1.700.000. Walau terkesan mahal, menyewa mobil untuk mudik jauh lebih hemat untuk orang yang pergi sekeluarga 4-5 orang dibanding naik transportasi umum.

Namun harga ini berlaku di daerah nonkota besar. Kalau di kota besar harga sewa per 12 jam bisa lebih mahal.

Membuka Rental Mobil, Persiapan, dan Risiko-risikonya


Kalau beli mobil kita bukan cuma menyiapkan uang untuk beli mobilnya saja karena ada biaya lain yang harus dikeluarkan selama kita memiliki mobil tersebut.

Kenali dulu apa saja biaya yang  harus kita keluarkan selama kita punya mobil:

1. Pajak kendaraan. Pajak dibayar tiap tahun dan lima tahunan. 

Pajak mobil yang serinya lebih baru tentu lebih mahal dari yang serinya lama. Jadi alokasikan dana untuk bayar pajak kendaraan

2. Biaya perawatan. Mobil perlu dirawat supaya performanya tetap baik dan terhindar dari masalah saat dikendarai. 

Mobil rental yang tidak dirawat rentan mogok ditengah jalan atau mengakibatkan malfungsi yang bisa menyebabkan kecelakaan buat penyewa yang  menggunakannya.

Biaya perawatan rutin yang harus disiapkan adalah untuk AC mobil-terutama isi freon, ganti oli, ban, dan kanvas rem.

Perawatan lain-lain seperti spooring dan balancing juga harus dilakukan, tapi bisa tidak sesering ganti oli atau AC.

3.Gaji supir rental. Supir bisa dibayar rutin bulanan atau bagi hasil hanya tiap supir itu dipekerjakan.

Kebutuhan dan Optional Dalam Menyewakan Mobil 


Optional artinya boleh dilakukan atau tidak tergantung kemauan si pemilik mobil yang akan menyewakan mobilnya.

Berikut kebutuhan yang bisa disiapkan pemilik rental:

1. GPS. Banyak pemilik rental sekarang memasang GPS (global positioning system) di mobil yang disewakannya.

Pernah ada kejadian pemilik rental kehilangan mobilnya yang dibawa kabur penyewa. Karena telah dua kali kehilangan mobil, si pemilik akhirnya memasang GPS di seluruh mobil yang disewakannya.

Untuk menghindari mobil dibawa kabur penyewa, pemilik rental biasanya minta penyewa meninggalkan KTP selama dia menyewa mobil.

Selain itu sebelumnya pemilik rental juga melakukan survei ke tempat tinggal penyewa bagi penyewa yang baru pertama kali me-rental lepas kunci (tanpa supir) di tempat itu.

2. Menerima kendaraan lain untuk disewakan.

Biasanya ada orang yang punya mobil, tapi tidak dipakai dan lantas menitipkan mobilnya ke rental untuk disewakan. Dengan begitu si pemilik mobil dapat pemasukan yang bisa dipakai untuk bayar pajak.

Namun pemilik mobil yang menitipkan kendaraannya di tempat penyewaan harus paham bahwa ada kemungkinan mobilnya celaka di jalan.

Kecelakaan ringan seperti pecah kaca, ban bocor, atau serempeten dengan kendaraan lain di jalan harus dipahami bisa terjadi. Pemilik harus siap andai penyewa hanya sanggup mencicil biaya kerusakan,

Itu kita harus keluar uang lebih dulu untuk biaya bengkel sebelum si penyewa mengganti uang kita.

Kemudian, mobil yang kita sewakan tetap harus kita rawat. Jangan karena ingin cari untung banyak lalu mengabaikan perawatan mobil yang bisa berakibat kecelakaan di jalan.

Jangan lupa juga daftarkan nomor kendaraan pada MyPertamina dengan benar.. yan gdisebut benar disini artinya daftarkan sesuai mesin yang digunakan. Jangan mesin mobil kita bensin, tapi kita daftarkan untuk biosolar karena murah.


Dongkrak Penampilan Supaya Terlihat Kaya dan Elegan

Dongkrak Penampilan Supaya Terlihat Kaya dan Elegan

Penampilan orang kaya identik dengan gaya elegan sehingga mereka kelihatan berkelas.,bahkan saat pakai celana pendek dan sandal jepit ke bank pun tetap terlihat kaya. Itu karena bahan celana yang mereka pakai berkualitas dan harga sandalnya pun mahal.

Related: Orang Kaya tetap Kelihatan Kaya Walau ke Bank Cuma Bercelana Pendek dan Bersandal Jepit

Kita juga bisa, kok, terlihat elegan dan berkelas tanpa harus keluar uang banyak. Caranya bukan dengan menyewa tas-tas super mewah atau beli baju branded bekas. Menyewa barang-barang mewah termasuk boros karena barang itu tidak jadi milik kamu.

Di sisi lain, makin banyak orang yang beli baju thrifting impor dari luar negeri sama artinya dengan membuat lesu pasar tekstil dan konveksi dalam negeri. Padahal dalam pabrik tekstil dan konveksi itu ada saudara-saudara yang mencari mafkah untuk keluarga mereka.

Terus gimana cara supaya terlihat kaya walau isi dompet kita pas-pasan?

 

Pemilihan warna baju, model sepatu, dan aksesori adalah koentji, yang penting tetap sesuaikan dengan bentuk tubuh, berat badan, dan kesopanan.

1. Pakai baju yang pas di badan, tidak kesempitan dan tidak kelonggaran. 

Mau badan kamu gemuk, kurus, atau ideal, memakai baju yang pas di badan akan membuat penampilan lebih elegan. Juga tidak bakalan terlihat seperti baju pinjaman.

2. Pakai baju warna kalem.

Warna terang dan tabrak motif identik dengan norak karena tidak enak dipandang mata dan biasanya disukai kalangan bawah.

Orang kaya lebih senang pakai baju warna kalem seperti abu-abu, coklat, dusty, atau warna-warna pastel. Makanya butik branded yang menjual pakaian mahal jarang yang menjual baju yang warnanya ngenjreng dan terang.

Warna-warna terang yang menyilaukan mata banyak dijual di pasar atau toko baju daripada di butik. Namun, kalau kamu pakai baju adat yang warnanya terang dan saling tabrak warna, itu tidak apa-apa karena ada filosofi dalam setiap warna yang ada pada baju adat tersebut

3. Tidak memperlihatkan banyak kulit tubuh. 

Mendiang Ratu Elizabeth II melarang anggota keluarga kerajaan untuk memakai baju yang terlalu banyak memperlihatkan kulit mereka saat tampil di depan umum.

Peraturan itu masih diterapkan oleh anaknya Raja Charles III dan bisa kita lihat dari cara berpakaian para working royals seperti Putri Anne, Catherine Princess of Wales, serta Sophie Duchess of Edinburg.

Princess Beatrice dan Princess Eugenie yang bukan working royals juga selalu memakai pakaian yang tidak banyak memperlihatkan kulit tubuh. Padahal keluarga kerajaan Inggris bukan muslimah yang harus menutup aurat, tapi mereka menerapkan aturan itu untuk kesopanan. 

Selain itu makin banyak kamu pakai baju yang memperlihatkan kulit, makin kurang elegan kamu di mata orang yang melihatnya.

4. Tidak harus beli barang branded dan berharga mahal. 

Jangan tergoda untuk beli baju, celana, sepatu, atau aksesoris lainnya yang berharga mahal kalau tidak cocok dikenakan olehmu. Sesuaikan semuanya dengan bentuk tubuh dan berat badan. 

Misal, banyak yang menyarankan si paha besar pakai skinny jeans untuk menyamarkan bentuk paha. Ternyata skinny jeans malah bikin bentuk tubuh kamu tidak proporsional. Maka pilhlah model celana yang membuat bentuk tubuh kamu terlihat proporsional walau model celana itu dianggap jadul.

Tidak usah maksa beli barang hanya karena sedang viral. Orang yang kaya betulan tidak akan beli barang hanya karena sedang tren, kecuali yang sedang tren di kalangan sesama orang kaya saja.

5. Pilih sepatu yang membuat kakimu terlihat ramping, panjang, dan jenjang.

Kalau sedang liburan barulah kamu boleh pakai sandal dan sepatu yang lucu-lucu dan nyentrik, tapi untuk tampil di hadapan umum, pakailah sepatu yang membuat kakimu tampak ramping, panjang, dan jenjang untuk menampilkan kesan berkelas.

Related: Punya Mobil tapi Tidak Kaya dan Cara Jadi Orang Kaya

Ternyata gampang, ya, untuk bikin kita terlihat kaya dan elegan. Paling utama harus kita ingat, money can't buy us class. Jadi walau kamu pakai baju mahal, tapi ukurannya kesempitan, kegedean, dan tidak cocok di tubuh, kamu tetap akan terlihat norak.

Selain itu elegan dan berkelas tidaknya kita tergantung juga pada perilaku dan kepribadian. Orang yang tukang bergosip walau harga baju, tas, dan skincare-nya selangit tetap saja bikin males dan tidak bakal terlihat berkelas.

Jadi kalau mau kelihatan kaya dan elegan, perilaku dan kepribadian juga harus menyesuaikan karena jadi bagian yang tak terpisahkan dari penampilan kita.

Stereotip OKB dan Bedanya Old Money dari Perspektif Ekonomi

Stereotip OKB dan Bedanya Old Money dari Perspektif Ekonomi

Business Insider melaporkan bahwa jumlah orang kaya di Tiongkok pada 2023 terus meningkat jadi 780.000 orang. Yang disebut orang kaya adalah mereka yang punya aset diatas satu juta dolar (sekitar Rp14 milar). Meski banyak OKB (Orang Kaya Baru) di Tiongkok, jumlah itu masih jauh dibawah Amerika Serikat yang punya 5 juta orang beraset diatas satu juta dolar.

emperbaca.com

Indonesia tidak mau kalah. Negara kita masuk ke daftar 20 negara yang punya miliarder terbanyak di dunia dari 77 negara yang dikutip dari Forbes

Forbes memberi klasifikasi miliarder sebagai orang yang punya aset bersih diatas satu miliar dolar (sekitar Rp14 triliun). Ada 29 orang Indonesia yang punya aset bersih diatas Rp14 triliun di tauhn 2023 ini.

Salah satu dari 29 orang tajir di Indonesia itu adalah Chairul Tanjung, bos Trans Corp pemilik detik.com. Chairul Tanjung adalah orang kaya baru, tapi anaknya Putri Tanjung bukan lagi OKB, melainkan orang kaya lama.

Orang Kaya Lama (Old Money)

 

Old money atau orang kaya lama adalah orang yang dari lahir sudah kaya karena telah mewarisi kekayaan dari keluarganya.

Masa kecil Chairul Tanjung terbilang susah karena ayahnya pernah dipecat dari perusahaan media yang mengakibatkan ekonomi keluarga morat-marit. Saat sukses seperti sekarang dia masuk ke dalam golongan orang kaya baru, tetapi anaknya, Putri Tanjung sudah termasuk orang kaya lama karena terlahir dalam keadaan kaya.

Salah satu orang kaya lama yang tersohor adalah keluarga Bakrie. Aburizal Bakrie mewarisi kekayaan dari ayahnya Achmad Bakrie. Kemudian tiga anak Aburizal Bakrie juga jadi orang kaya dengan mengelola banyak perusahaan, salah satunya Tvone.

Related: Nepo Baby si Anak Selebritas yang Gampang Berkarir dan Cari Uang

Pun ada keluarga Ibnu Sutowo, eks dirut Pertamina, yang mewariskan kekayaan ke anak cucunya. Para cucu Ibnu Sutowo merupakan old money karena terlahir kaya mewarisi harta dari ayah dan kakek mereka. Salah satu cucu Ibnu Sutowo, yaitu Indraguna Sutowo adalah suami dari artis peran Dian Sastro.

Orang Kaya Baru (OKB)

 

Orang kaya baru disebut juga new money atau nouveau riche atau newly rich. Sebutan ini cenderung berkonotasi negatif untuk menghina karena perilaku kebanyakan OKB yang seringkali norak dan suka pamer.

Padahal banyaknya orang kaya baru sangat menguntungkan buat negara karena para OKB mampu mengeluarkan modal untuk belanja, membuka usaha, atau disedekahkan kepada yang miskin sehingga produk domestik bruto (PDB) negara terdongkrak.

PDB atau gross domestic product (GDP) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam periode tertentu. PDB juga termasuk metode yang paling banyak digunakan untuk menghitung pendapatan nasional. 

Akan tetapi, perilaku negatif orang (yang dianggap) kaya baru yang norak dan berlebihan membuat masyarakat jadi sebal. Di dunia medsos Syahrini, Raffi Ahmad, dan Juragan 99 dianggap orang kaya, tapi berdasarkan klasifikasi para ekonom belum jadi orang kaya.

Yang disebut sebagai orang kaya sebenarnya adalah mereka yang punya aset bersih minimal satu juta dolar atau sekitar Rp14 triliun. Kalau Syahrini, Raffi Ahmad, dan Juragan 99 belum punya aset bersih senilai minimal satu juta dolar artinya mereka bukanlah orang kaya walau hidup mewah bergelimang harta.

Jadi orang kaya adalah orang yang beraset bersih minimal satu juta dolar dan orang tajir melintir adalah mereka yang punya aset minimal satu milar dolar.

Stereotip OKB

 

Di negara kita tidak perlu punya aset sampai satu juta dolar. Asal punya mobil dan rumah mewah serta sering jalan-jalan keluar negeri sudah dibilang orang kaya. Padahal OKB yang asli seperti Manoj Punjabi (pemilik MD Pictures) dan Bambang Susantio (pemilik Cimory) tidak suka pamer-pamer karena mereka lebih fokus pada kemajuan perusahaannya dibanding tebar pesona seperti artis.

Inilah perilaku orang (yang dianggap) kaya baru yang tidak disukai mayoritas rakyat dunia.

1. Suka pamer

Termasuk dalam kepameran ini adalah sering membagikan foto saat sedang nyetir mobil mahal, berfoto menenteng Hermes terbaru, atau saat berada di kursi first class pesawat.

2. Membeli barang hanya untuk memuaskan kenafsuan daripada kebutuhan dan kenyamanan. 

Banyak dari orang (yang dianggap) OKB sering menyewa jet pribadi daripada naik pesawat komersil karena ingin memuaskan nafsu jadi orang kaya.

Menyewa pesawat jet cuma untuk makan bakso di Malang dari Jakarta itu sudah biasa dilakukan orang (yang dianggap) OKB.

3. Tidak mau bertegur sapa dengan orang yang tidak selevel dengannya.

OKB sering hanya mau disapa lebih dulu karena merasa penting. Mereka juga enggan terlihat mengobrol dengan orang yang tidak kaya karena kuatir merusak citra dirinya.

4. Sombong. 

Cuma mau membicarakan tentang dirinya sendiri di setiap kesempatan dan selalu membanggakan pencapaian dirinya. 

Kalau ngobrol dengan OKB jangan harap dia mau tahu apa pekerjaan dan pencapaian kita. Mereka maunya cuma bicara tentang diri sendiri dan menganggap remeh orang yang tidak selevel dengannya.

5. Menghamburkan uang.

OKB cenderung menghabiskan uang untuk hal yang konsumtif seperti gonta-ganti mobil. Belum ada setahun beli mobil, sudah ingin ganti mobil lagi.

Saat baru pulang liburan sudah merencanakan ingin liburan lagi dalam waktu dekat. Hari ini beli cincin berlian 5 karat, besok sudah mau beli lagi.

Makanya OKB ala-ala rentan balik jadi miskin kalau tidak pandai mengatur uang dan terjebak utang. Kalau dia OKB sekaligus seleb medsos yang dapat banyak endorsement, bisa jadi bakal makin kaya karena pendapatannya dari medsos lebih besar dari perusahaannya.

Penyebab Orang Kaya Makin Kaya

 

OKB bisa jadi old money dan kekayaannya bertambah turun-temurun biasanya karena yang mereka lakukan berikut ini.

1. Punya nilai terhadap kemampuan diri sendiri dan kecermatan berusaha.

Kita kerja supaya dapat uang, orang kaya juga begitu. Tetapi, orang kaya memilih pekerjaan yang sepadan dengan kompetensinya dan waktu yang dihabiskannya.

Kalau orang biasa kerja asal kerja yang penting dapat duit, orang kaya pilih-pilih pekerjaan mana yang menghasilkan bayaran yang sesuai kemampuan dan jam kerja. Bisa dibilang mereka pilih-pilih kerjaan.

Kalau berwirausaha mereka juga memikirkan matang tentang untung-ruginya bukan sekadar jualan asal jualan yang penting laku.

Itulah kenapa orang yang sudah kaya justru dibayar lebih mahal dalam segala hal daripada orang yang tidak kaya.

2. Punya aset dan bisa menggunakan asetnya.

Orang kaya punya rumah dan tanah yang bisa mereka sewakan. Uang hasil sewa itu mereka gunakan lagi untuk membeli aset. 

Nanti hasil dari aset itu dibelikan aset lagi. Makanya gak heran kalau orang kaya jadi tambah kaya karena mereka mengelola aset terus-menerus.  

3. Bisa beli barang unik dan langka yang akan dihargai berlipat-lipat.

Mbak Fulanah membeli tas Hermes Sterling Kelly 20 tahun lalu. Tas itu sekarang jadi salah satu koleksi Hermes paling langka dan harganya sudah melonjak dari berlipat-lipat dari sejak Mbak Fulanah beli pertama kali.

Related: Cara Jadi Orang Kaya

Tas Sterling Kelly itu dijual oleh Mbak Fulanah dan dia jadi makin kaya karena dapat uang miliaran dari penjualan satu tasnya yang dulu dia beli untuk iseng belaka.

Jadi orang-orang kaya punya barang unik, antik, dan langka yang bisa mereka jual kembali ke sesama orang kaya dengan harga yang fantastis

4: Peluang investasi lebuh baik.

Banyak intrumen investasi yang mensyaratkan minimal duit yang dipunya investornya seperti di forex atau saham. Artinya orang-orang dapat leluasa berinvestasi di manapun.

Uang mereka akan jadi lebih banyak karena hasil dari investasi tersebut.

5. Punya pilihan pembiayaan yang lebih banyak.

Kalau butuh uang untuk modal, orang kaya bisa menjadikan salah satu asetnya sebagai jaminan. Orang kaya juga punya arus kas yang besar daripada orang biasa. Itu sebabnya pemberi pinjaman lebih suka meminjamkan uang kepada orang kaya.

Bank bahkan memberi bunga lebih kecil kepada kalangan atas karena kemanpuan mereka untuk membayar kredit.

6: Pengaruh lebih besar

Orang kaya bisa dapat tambahan penghasilan dari monetisasi akun medsosnya. Mereka akan cepat dapat followers karena sudah pengaruh dari reputasi mereka sebagai orang kaya. Maka jadilah mereka influencer.

Walau sudah kaya, orang kaya yang jadi influencer bisa dibayar lebih mahal dari influencer lainnya yang biasa-biasa saja.

7. Bisa menggunakan orang lain untuk menghasilkan lebih banyak output.

Orang kaya pasti punya pekerja rumah tangga untuk mengurus rumah agar tetap bersih dan rapi sesuai kelayakan. Mereka juga bisa menggaji asisten pribadi untuk mengatur jadwal dan punya supir pribadi untuk mengantar kemana-mana.

Dengan begitu mereka bisa menggunakan waktunya untuk bekerja atau berusaha mendapatkan uang lagi dengan berdagang, misalnya.

Inilah salah satu sebab orang kaya jadi makin kaya, karena mereka menggunakan waktunya untuk menghasilkan uang alih-alih menyapu, mengepel, mencuci baju, atau mengatur jadwal sekeluarga.

8. Punya lebih banyak informasi.

Orang kaya punya informasi dari mana saja. Bisa dari penelitian pekerjaan dan kemampuan mereka sendiri, membayar agen survei, atau dari orang dalam kenalan mereka.

Informasi yang dimiliki orang-orang kaya jadi modal untuk mereka membangun kekayaan lagi.

Orang kaya punya banyak cara menghasilkan lebih banyak uang karena mereka punya modal.

Maka orang kelas menengah yang mau jadi orang kaya mesti menahan diri untuk tidak boros dan menjaga diri supaya setelah kaya mereka tidak norak dan tukang pamer seperti yang lazim dilakukan orang (yang dianggap) kaya baru.

Orang Suka Ke Mall Karena Anti Panas dan Bergaya Maksimal

Orang Suka Ke Mall Karena Anti Panas dan Bergaya Maksimal

Mall-ditulis dalam bahasa Indonesia jadi mal-sering dianggap sebagai tempat buang-buang duit karena yang dijual disitu serba mahal. Mall juga disebut memicu orang untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan karena tergiur diskon.

Kalau dibanding pasar tradisional, ITC (International Trade Center), dan pusat grosir seperti Tanah Abang dan Mangga Dua di Jakarta, harga barang di mall memang lebih mahal.

Itu karena mall pakai AC yang lebih dingin, bersih, lantai mengkilap, bahkan toiletnya pun wangi dan tersedia tissue. Penyewa toko di mall juga bayar sewa lebih mahal. Makanya harga barang yang dijual di mall mahal karena semua biayanya (sewa dan pajak) dibebankan ke pembeli.

Makanya kamu gak usah minder meski gak punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) karena meski kamu cuma beli minuman segelas di mall, dalam harga minuman itu ada pajak yang kamu bayar.

Kalau mal dibilang memicu sikap konsumtif karena membeli barang yang tidak dibutuhkan, itu tergantung orangnya. Di pasar tradisional saja kalau orangnya kalap belanja, semua bisa dibeli.

Kelebihan Nongki dan Belanja di Mall Buat Orang Segala Usia

 

Ada mall yang cuma buat tempat nongki anak muda Cilandak Town Square (Citos) Jaksel, tapi mall yang seperti itu jarang. Lebih banyak mall yang serba ada buat mengakomodir keluarga yang datang bersama anak-anak dan lansia.

Saat bunda belanja di supermarket, ayah bisa menemani anak-anak main di playground seperti Time Zone, tempat bermain trampolin, ice skating, atau permainan arcade. Mall juga punya tempat makan yang nyaman buat oma-opa dan pasangan yang hanya ingin menikmati makan siang berdua saja.

Jadi antara pengunjung keluarga, pengunjung pasangan, dan pengunjung bestie tidak saling risih satu sama lain karena mereka bisa menuju spot yang sesuai usia.

1. Anti panas-panas-club.
Kamu gak bakal keringetan dan kena radiasi ultra violet matahari kalau datang ke mall. Kulit wajah tetap glowing bebas flek hitam akibat sinar matahari. 

Karena gak kepanasan dan keringetan, kamu gak perlu pakai deodoran berlebihan yang bisa bikin ketiak hitam.

2. Banyak pilihan tempat nongki.
Di mall ada banyak pilihan tempat nongki alias nongkrong yang sesuai isi dompet. Bisa di food court, booth makanan, resto cepat saji, atau di kafe.

3. Tanpa gangguan pengamen.
Pengamen sering disebut sebagai musisi jalanan karena sering kita temui di lampu merah, komplek perumahan, sampai mendatangi bengkel dan warung makan.

Saat sedang makan di mall kita tidak akan diganggu pengamen.

Soal pengamen ini bukan masalah uang, tapi kenyamanan saat beraktivitas baik makan, berolahraga, atau sekadar ngopi.

Bayangkan saat kita lagi nikmat-nikmatnya menyuap sambel ijo ke mulut lalu ada pengamen datang, bagaimana mau ambil receh di dompet saat tangan belepotan sambel?

Lalu gimana rasanya lagi curhat ke bestie sambil minum cappucino lalu didatangi pengamen berulang kali?

4. Barang yang dijual pasti asli (original).
Merek lokal seperti Buccheri, Eiger, atau Donatello sudah dikenal berkualitas bagus.

Makanya sekarang produk mereka juga banyak dipalsukan dan dijual dengan istilah KW (singkatan dari kwalitas/kualitas). 

Bila ada barang disebut dengan KW-1 atau KW-super, artinya kualitas barang itu mendekati barang aslinya.

Semua barang yang dijual di mall asli karena dijual langsung oleh produsen atau distributor resmi merek tersebut, bukan dijual oleh orang per orang.

5. Aman dari pencopet.
Enggak jaminan bebas copet, sih, tapi kemungkinan kita kecopetan amat sangat kecil karena di mall ada CCTV dan security

Pintu masuk dan keluar mall juga dijaga petugas keamanan. Andai kita kecopetan, tinggal teriak dan si pencopet akan dicegat di pintu keluar.

6. Bisa dikunjungi sendirian.
Kalau kamu lagi sumpek di rumah, tapi para bestie lagi gak bisa diajak hangout, kamu bisa datang ke mall untuk nonton bioskop sendirian atau sekadar window shopping.

Window shopping artinya cuma lihat-lihat barang yang dipajang di etalase toko-toko (kadang masuk toko untuk mengecek harga) tanpa niat beli. Department Store seperti Matahari, Ramayana, Metro, atau Centro yang ada di mall membolehkan pengunjung cuma lihat-lihat tanpa beli.

Kamu bisa muter-muter department store sambil ngelamun, terus pulang.

7. Bisa mengekspresikan gaya. 
Mall adalah tempat belanja dan window shopping di mana kamu bisa berpakaian, berdandan, dan bergaya maksimal.

Mau gaya tabrak warna, dandan aneka rupa, atau memakai aksesoris unik dan nyentrik. Gak bakal ada yang mencibir. Paling cuma diliatin sekilas lalu orang kembali ke urusannya masing-masing.

Waktu SMA, teman-teman saya hampir tiap malam Minggu nongki di Pondok Indah Mal (PIM). Waktu itu belum ada PIM 2.

PIM 2 beroperasi pada 2004 dan PIM 3 pada 2021.

PIM 1 waktu itu tersohor sebagai mal kalangan atas karena dikunjungi oleh anak-anak ekspatriat yang bersekolah di Jakarta Internasional School (JIS), penyanyi dan aktor terkenal, juga anak-anak gaul di seantero Jaksel.

Anak-anak muda bebas memakai baju apa pun seperti tanktop, kaus kemben, berkerah sabrina, sampai celana hot pant. 

Dulu masih sedikit orang yang hijrah jadi mau pakai baju apa saja tidak bakalan ada cibiran bin nyinyiran.

Cara Menghabiskan Waktu Berjam-jam di Mal Anti Mahal


1. Begitu sampai mall, jalan-jalan dulu keliling mall. Nikmati dinginnya AC dan window shopping baju-baju bagus yang dipajang di etalase toko.

2. Setelah berlalu setengah jam, carilah bioskop. Pilih film yang jam tayangnya masih 1-2 jam lagi. Beli karcisnya.

3. Keluar bioskop dan beli minuman di booth atau stand. Cari booth yang punya tempat duduk supaya kamu bisa menghabiskan minuman dengan santai.

4. Kembali ke bioskop dan tunggu jadwal masuk teater.

5. Setelah film selesai tayang kamu bisa pulang dan beristirahat.

Terbukti, kan, mall bukan tempat buang-buang uang? Karena tidak ada uang yang terbuang, kita cuma keliru menggunakannya saja.

Mall adalah tempat kita melepas penat yang nyaman, aman, dan bebas dari tatapan aneh orang-orang walau kita berekspresi sesuai kehendak hati.