5 Faktor Kesuksesan Drakor yang Mendunia

5 Faktor Kesuksesan Drakor yang Mendunia

Kenapa, sih, drakor alias drama Korea mendunia banget? Bukan cuma dramanya, filmnya juga disukai orang-orang yang ada di Afrika. Buktinya, Lee Min-hoo sampai dikirimi surat oleh bujang Nigeria yang merasa dicuekin pacarnya karena si pacar tergila-gila pada aktor 35 tahun itu.

drakor sukses

Penasaran kenapa serial drakor bisa mendunia? Apa karena aktor dan aktrisnya yang cute-cute atau kamu suka tontonan yang bikin baper-baper? Tidak semua drakor melankolis dan bikin baper. Banyak juga yang bikin tegang dan takut.

Ini alasan drakor disukai orang di seluruh dunia

1. Jarang Ada Serial Kejar Tayang 


Kebanyakan serial yang diproduksi Korea Selatan dibuat berdasarkan perencanaan skenario sedari awal, makanya jarang ada drakor yang syutingnya kejar tayang.

Namun, sejak drakor mulai laris manis di Netflix dan berbagai platform streaming film, drakor pun mulai menyesuaikan atas permintan penyedia streaming.

Satu penyesuaiannya adalah membuat serial dengan ending menggantung. Sengaja dibuat menggantung supaya kalau laris manis drakor itu akan dibuat musim ke-2, 3, dan seterusnya. Namun bila tidak disukai, maka cukup 1 musim walau ending-nya mengesankan akan ada musim berikutnya. 

Hal ini berbeda dengan drakor yang tayang di televisi atau dibuat bukan untuk eksklusif platform streaming, hampir tidak ada ending yang menggantung, apalagi yang dibuat kejar tayang.

Kalaupun kejar tayang, waktu syuting dengan waktu tayang jaraknya sepekan, tidak hitungan hari seperti sinetron di Indonesia.

2. Ending Cerita Tidak Bikin Penasaran


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, ending atau akhir cerita pada drakor sangat jarang yang dibuat menggantung, kecuali yang tayang di platform streaming.

Ending yang jelas (walau tidak happy ending) bisa memuaskan penonton karena mereka merasa terhibur. Serial yang ending-nya nggantung lebih membuat kita kesal daripada penasaran.

3. Musim Tidak Panjang dan Selesai Dalam Waktu Pendek


Rata-rata drakor dibuat hanya 1-3 musim saja dengan jarak antarmusim yang berdekatan, tidak sampai bertahun-tahun, kecuali mungkin Squid Game yang jarak musim satu dengan dua sampai setahun.

Itu karena Squid Game awalnya memang tidak direncanakan untuk dibuat musim keduanya. Ternyata orang-orang di seluruh dunia menyukainya dan ingin ada musim kedua.

Dari sisi penonton, menonton serial yang jarak musimnya berdekatan lebih hemat waktu karena tidak perlu nunggu kelamaan hanya untuk nonton musim kedua. Kalau kelamaan kita keburu lupa apa saja jalan cerita yang ada di musim pertama.

4. Jalan Cerita Dekat dengan Keseharian dan Memenuhi Fantasi


Mulanya drakor identik dengan percintaan romantis yang bikin baper dan berbunga-bunga, tapi tidak norak. Namun, seiring dengan masuknya drakor ke berbagai platform streaming, tema atau genre yang dibuat makin beragam.

Kaum lelaki yang tadinya tidak nonton drakor karena menganggap drakor terlalu wanita lalu mulai tertarik nonton setelah banyak bermunculan genre fantasi, sejarah, dan aksi. Maka jadilah drakor kini disukai oleh semua gender.

5. Komoditas Ekspor Pemerintah Korsel


Serial atau drama Korea bersama dengan film-film Korea telah jadi komoditas ekspor Korsel yang memberi pemasukan besar bagi Korsel.

Melansir liputan6com, boyband BTS menyumbang lebih dari 50 triliun ke ekonomi Korsel berkat album, konser, dan kerja sama mereka dengan musisi dan brand internasional. 

Itu baru dari BTS, bila ditambah drakor, kuliner, budaya pop, dan penjualan merchandise K-Pop maka Hallyu atau Gelombang Korea jadi penopang perekomian terbesar bagi Korsel.

Gelombang Korsel memang dikembangkan oleh pemerintah Korsel sebagai ekonomi kreatif yang mendunia. Itu karena Korsel tidak punya sumber daya alam sebagaimana Indonesia. Maka yang dijual adalah kebudayaan dan ekonomi kreatif mereka.

Karena diniatkan jadi komoditas ekspor maka Gelombang Korea atau Korean Wave telah disiapkan oleh pemerintah Korsel selama 20 tahun sebelum disebar ke seluruh dunia jadi Korean Wave.

***

Jadi drakor sebagai bagian dari ekonomi kreatif Korsel sebenarnya tidak begitu saja mendunia, tapi sudah disiapkan matang, termasuk mengasah dan menjaga penampilan aktor dan aktrisnya.

Apalagi, beberapa perusahaan hiburan Korsel juga sudah melantai di bursa. Ini membuat mereka betul-betul harus menjual drakor atau K-Pop yang disukai pasar supaya bisa meraih laba dan memberi deviden besar.


Rings of Power Season 2 Between Sauron, Gandalf, Harfoot, and the Rings

Rings of Power Season 2 Between Sauron, Gandalf, Harfoot, and the Rings

It seemed that most blog which said Halbrand is Sauron is definitely correct. So that the stranger who lived among Harfoot is Gandalf then?

What else could happens in The Lord of the Rings: Rings of Power Season two that will likely be released in year 2024. What a long wait! 

emperbaca.com
Elrond along with Lord Celebrimbor and Galadriel to create 3 rings from mithril from Dwarft forge with gold and silver from Valinor. Pic by Prime Video

The production of season 2 will begin on October 2022 and shoot across United Kingdom.

In season one we could see that three rings forged by Celebrimbor and Elrond under supervised of Galadriel has been made. That's the end of season one.

The Rings Finally Made 

 

Elrond who got the mithril from Durin in the deep secret Dwarf mine cannot convince the Dwarf king Durin III to give him large amount of mithril. Later, Elrond want to create the metal to be a crown, but Celebrimbor, who persuade by Halbrand, want to make it two.

Galadriel make suggested that two will be unbalanced. There have to be one more as a balancing. Then the three decided one mithril should be created into rings, not crowns.

The rings finally made mixture from gold and silver from Galadriel's sword originated from Valinor.

Sauron and Gandalf

 

It was relief that the stranger who lived with Harfoot known as Istari, the white wizard. We know who else than Gandalf the White. I thought the stranger is Sauron and Halbrand really is the South King. What a ridiculous thought, ha ha!

Although I know from some reviews that Halbrand is probably Sauron, due to his mysterious show in the middle of the sea, I objected it because he is too good to be Dark Lord, with Galadriel beside him.

Harfoot

 

I assumed Nori will be like Frodo who carry big mission alongside Gandalf. Gandalf will reconcile unity between human, Elf, and Dwarf.

Harfoot is smaller than Hobbit with more hairy foot. Because Rings of Power setting 1000 years before The Lord of the Rings, it is make sense that Harfoot is the ancient of Hobbit, as written by J.R.R. Tolkien in his various books.

Will Sauron came to Mordor in season 2? I guess so. Mordor is suitable for Orc to live with full of fire and dust without bright sunshine.

We cannot predicted what will happened in season 2 because this series schedule to aired for 5 seasons. Any changes could made by the producer and director as season 2 approximately aired in 2024.


"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

Amazon Prime Video give its new series title The Lord of the Rings: Rings of Power. That is way we think the series is related to the film trilogy The Lord of the Rings as we seen on big screen.

The Rings of Power series from Twitter @LOTRonPrime

This series is not directly based on The Lord of the Rings book. It is creates from Tolkien other books named The Silmarillian and Unfinished Tales. What we watch in the Rings of Power is the story of people in Southlands who lives in Second Age after big war between Sauron and human-elf alliance.

That war make Sauron disappeared,  but none knows whether Sauron is hiding or dead during his missing. Sauron is the most capable servant of Morgoth the Dark Lord. 

Some of Southlands was loyal to Morgoth while others loyal to the Elves. Southlands people who loyal to Morgoth is now face the scary due to emergence of Orc in their village.

They become slaves for Orc and Orc obey to Adar. Who is Adar? Adar is mentioned in episode 3, but only his name instead of his appearance.

Thus, in Rings of Power, we did not see Gandalf, Frodo, even Galadriel became so valorous while Elrond looks cute. It was disappointing for Tolkien fans as they want to see more action, pain alongside happiness.

The mighty Galadriel (source: Mashable)

For that matter, if we're really a Tolkien's fan, we might then know the made by the linkage between The Lord of the Rings and Tolkien's books and annotation of the First Age and Second Ages and the rise of the Elves also Sauron.

The Rings of Power series is now aired with three episodes running. Here are the reasons why we should never compared Rings of Power with The Lord of the Rings movies.

1.  Not Created Only From The Lord of the Rings


Although its named with similar The Lord of the Rings, The Rings of Power is created based on the linkage between books The Silmarillian, Unfinished Tales, and The Lord of the Rings. So we will see many characters who are not seen in The Lord of the Rings, but appears in Rings of Power.

However, according to Screenrant, there are characters create only for the series, those including Arondir the elf and Bronwyn from Southlands.

Arondir and Bronwyn in Tirharad, one of Southlands part (source: Amazon Prime Video)

2. No Hobbit But Harfoot

 

We won't see Frodo, Samwise, Pippin, and Merry in the whole series because they're Hobbit. What we see in the series is Harfoot named Nori, Poppy, Marigold, or Sadow Burrows.

Depending on Tolkien's annotation, Harfoot is one of three hobbit type which are Harfoot, Stoor, and Fallohide.

Even though we know Frodo dan Sam are hobbit, but they actually a Fallohide which is bigger than Harfoot and Stoor with less hair on their foot.

Hence, we will see Harfoot as long as Rings of Power airing, not Hobbit.

3. No Gandalf

 

Gandalf is one of our hero in The Lord of the Rings, but unfortunately, Gandalf is not appear yet in the three first episodes. Gandalf is one of the Maiar, a spirit that chose human body to exist. They're most like angel, but without wings.

We hope Gandalf is coming to the series. Or he will not?

4. The Plot is Slow

 

As we can see, the two episodes ran slow so we get bored to it. However, the slow plot clearly is familiarize characters rage diversity, especially those are new.

That boringness fade when the series get into episode three. Arondir meet another elf in Southlands while the villager become slaves to Orc.

The appearance of Orc show us that we are going to meet more action in the next episodes. Hope so.

*** 

Other than that, I seriously think that The Rings of Power is worth watching with beautiful scenery, handsome elves, brave Harfoots, and gently gentlemen.

7 Film Petualangan di Dalam Game, Seru!

7 Film Petualangan di Dalam Game, Seru!

Seiring makin diakuinya esports sebagai cabang olahraga resmi, makin banyak juga gim dan gamer bermunculan. 

Dunia metaverse yang digembar-gemborkan Mark Zuckerberg hampir jadi kenyataan, bahkan sudah jadi nyata dan diejawantahkan ke banyak film di mana tokoh-tokohnya menjalani kehidupan di dalam game


Semua film yang direkomendasikan dibawah ini sudah pernah ditonton langsung oleh emperbaca.com. Disusun acak tidak berdasarkan kriteria tertentu. 

Selain seru, semua film ini lucu bikin kita tertawa di sela-sela bumbu sedih. Well, kecuali Ready Player One dan Gamer yang tidak lucu, tapi serunya juga gak habis-habis!

1. Ready Player One (2011)


Termasuk film yang ditonton berkali-kali enggak bakalan bosan karena banyak melibatkan adegan di dunia virtual Selain itu sutradaranya adalah Steven Spielberg yang tersohor sejak franchise Jurassic Park pertama kali tayang pada 1993. 

Adegan dalam film Ready Player One (Warner Bros)
Ready Player One diangkat dari novel distopia berjudul sama karangan Ernest Cline dan berkisah tentang dunia yang sudah kelebihan populasi dan polusi. Sebagai penghibur atas dunia yang tidak lagi nyaman, maka pada tahun 2045 banyak orang memilih "tinggal" di metaverse bernama OASIS.

Bacaan Lain: Beda Metaverse dengan Mutiverse Milik Doctor Strange

Wade Watts adalah salah satu yang punya kehidupan di metaverse sampai akhirnya kehidupannya di dunia nyata terancam hanya karena sebuah telur yang diperebutkan dalam metaverse. Ready Playar One dapat ditonton di Amazon Prime Video.

2. Jumanji The Next Level (2019)


Bintang utamanya Dwayne Johnson alias The Rock yang berperan jadi Dr. Bravestone. Ternyata Dr. Bravestone adalah tokoh yang avatarnya harus dimainkan oleh Eddie di dalam game Jumanji.

Avatar dalam game Jumanji yang dimainkan Eddie, Milo, Martha, dan Bethany (Foto: Netflix)
Bersama Eddie ada Milo, Martha, dan Bethany yang juga masuk ke dalam Jumanji dan memerankan beragam avatar dengan skills yang berbeda-beda. Mereka semua harus berpetualang dan menyelesaikan tiap quest kalau mau pulang kembali ke dunia nyata.

Kalau mau lebih seru, silakan tonton seluruh film seri Jumanji mulai dari Jumanji (1995) yang dulu sering kita tonton di RCTI tiap liburan. Juga Zathura: A Space Adventure (2005) dan Jumanji Welcome to the Jungle (2017).

Jumanji The Next Level dapat ditonton di Netflix.

3. Free Guy (2021)


Bagaimana jadinya kalau karakter dalam MMORPG bernama Free City ternyata jadi punya perasaan dan cita-cita seperti manusia?

Free City ternyata juga menyimpan rahasia. Kode game yang dibuat oleh pencipta Free City yang asli ternyata disembunyikan oleh developer di salah satu komplek di level tersulit dalam game. Seorang karakter dalam Free City yang bernama Guy inilah yang menemukan kode rahasia itu dan membantu si pencipta mengambil kode miliknya. 

Adegan saat Guy mengambil kacamata dari pemain Free City (foto: Disney)
Aksi Ryan Reynolds yang berperan sebagai Guy ini dapat ditonton di Disney+ Hotstar. Eh, MMORPG itu apa? Massibvely multiplayer online role playing game, artinya game yang dimainkan banyak orang dalam waktu bersama karena terhubung oleh internet.

4. Ralph Breaks the Internet (2018)


Game Sugar Rush terancam shutdown karena setirnya rusak. Kalau game itu shutdown, maka ribuan karakter di Sugar Rush akan jadi tunawisma. Ralph lantas menolong Vanellope si penguasa Sugar Rush untuk masuk ke internet dan membeli setir Sugar Rush di eBay. 

Ralph dan Vanellope saat berada di internet (foto: Disney)
Karena ketidaktahuan Ralph dan Vanellope tentang dunia internet, satu-satunya setir Sugar Rush yang tersisa itu mereka tawar sampai 27.000 dolar!

Dimulailah petualangan Ralph dan Vanellope mencari uang di internet untuk membayar setir yang akan dikirim ke pemilik rumah permainan agar Sugar Rush tidak di-shutdown.

Supaya lebih seru, tonton juga film Wreck It Ralph (2012) Disney+ Hotstar. Wreck It Ralph berkisah saat Ralph, sebelum bersahabat dengan Vanellope, berpetualang untuk mengubah karakternya jadi baik di permainan arkade bernama Wreck It Ralph.

5. Gamer (2009)


Manusia di tahun 2034 sudah punya avatar yang bisa mereka mainkan setiap waktu di dalam game yang mereka buat sendiri. Avatar itu ternyata adalah para budak yang otaknya diberi chip sehingga dapat dikendalikan seperti mainan.

IMdB
Sampai sejauh manakah manusia memperalat manusia lain untuk dijadikan permainan? Walau sarat adegan kekerasan, Gamer masih nyaman ditonton karena tidak brutal seperti Death Race, Mad Max, atau Kala.

Film yang dibintangi Gerard Butler ini dapat disewa di Google Play.

6. Space Jam A New Legacy (2021)


Bila pada Space Jam (1996) pebasket legendaris Michael Jordan membintanginya, maka di A New Legacy, bintangnya adalah pebasket multitalenta LeBron James. LeBron juga berpetualang di dunia Looney Tunes bersama Bugs Bunny dkk.

Alkisah, karena terjadi glitch, algoritma dalam permainan yang dibuat Dom, anak LeBron, menarik dunia Looney Tunes menjadi CGI (computer-generated imagenary). Lebih parahnya, orang-orang di dunia  nyata tercancam jadi kartun karena algoritma itu juga masuk ke jaringan internet dan game

LeBron James dalam Space Jam A New Legacy (foto: Disney)
Sayang, menjelang akhir film, plot cerita tampak kedodoran dan terkesan dipanjang-panjangkan hingga yaris jadi tidak masuk akal walaupun ini memang film imajinasi.

Silakan tonton Space Jam: A New Legacy di Disney+ Hotstar

7. Pixels (2015)


Karakter di game-game jadul macam Donkey Kong, Space Invaders, Q*bert hingga Pac-Man ada disini. Namun, mereka bukannya ada di video game, tapi diperalat alien untuk menyerang bumi.

Tahun 1982, NASA merekam kejuaraan dunia permainan arkade yang juga diikuti oleh Brenner. Rekaman itu kemudian dikirim ke satelit untuk disebarkan ke antariksa. Tak dinyana, rekaman kejuaraan game itu diterima alien dan dianggap serius sehingga pada tahun 2015 mereka menyerang bumi. 

Pac-Man menyerang New York dan dihadang oleh para gamer era 1980-an menggunakan mobil Ghost (foto: Netflix)
Tonton aksi keren Adam Sandler yang memerankan jagoan video games bernama Brenner di Netflix.


Film Utopia Terbaik, Ini 7 Rekomendasinya!

Film Utopia Terbaik, Ini 7 Rekomendasinya!

Arti utopia adalah kondisi masyarakat di masa depan yang nyaris sempurna karena hampir tidak ada kriminalitas, masyarakatnya terdidik, dan bayi-bayi sudah dikondisikan untuk tumbuh sempurna.


Bila mengacu pada KBBI, utopia berarti sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada dalam bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dalam kenyataan.

Genre film utopia dicirikan dengan plot yang penuh kerusakan, muram, dan masyarakat merana. Kemudian ending film berakhir bahagia di mana kondisi masyarakat yang rusak terkendali, aman, dan damai. 

Bacaan Lain: Film Psikologi Thriller Wajib Tonton

Kebalikan dari utopia adalah distopia, yaitu tempat khayalan yang segala sesuatunya sangat buruk dan tidak menyenangkan serta semua orang tidak bahagia atau ketakutan.

Genre film distopia menggambarkan masyarakat yang tadinya teratur berubah jadi kacau karena bencana alam, pemberontakan, kondisi politik, atau hal lain yang merusak tatanan.

Rekomendasi film utopia ini disusun acak dan tidak berdasarkan kriteria tertentu yang ditonton sendiri oleh emperbaca,com.

 1. Rumah Tanpa Jendela (2011)

 

FIlm ini yang disutradarai Aditya Gumay juga bergenre musikal dan berkisah tentang Rara yang tinggal di Jakarta bersama ayah dan neneknya.

Foto: Smaradhana Pro
Sanggar Ananda

Sang ayah tidak mampu membuat  jendela di rumahnya karena miskin. Di sisi lain kota hidup masyarakat borjuis yang berumah dengan banyak jendela. Rumah Tanpa Jendela menggambarkan utopia dalam kondisi masyarakat Indonesia yang terfragmentasi dalam kelas sosial-ekonomi.

Film ini dapat ditonton di platform resmi KlikFilm dan Bioskop Online.

2. Tomorrowland (2015)

 

Rating film ini 13+ yang artinya aman ditonton remaja, tapi tidak untuk anak dibawah 12 tahun, walaupun pemainnya anak-anak. Butuh waktu luang untuk menontonnya karena film Tomorrowland berdurasi 2 jam 10 menit.

foto: DisneyPlus

Tomorrowland banyak melibatkan adegan mesin waktu, pemandangan futuristik, dan kecanggihan teknologi. Silakan tonton Tomorrowland di Disney+ Hotstar.

3. The Tomorrow War (2021)


Sekelompok prajurit tiba-tiba datang ke tengah lapangan sepak bola yang sedang menggelar pertandingan Piala Dunia. Ternyata mereka datang dari tahun 2051 dan bermaksud merekrut orang untuk berperang di masa depan.

Poster dari Skydance

Perang apa yang terjadi di masa depan sampai harus merekrut orang dari masa lampau? Aksi memukau Chris Pratt yang datang ke masa depan dan bertemu putrinya ternyata mengejutkan. 

Sang putri tokoh kunci memenangkan perang melawan White Spike. Siapa itu White Spike? Aksi manusia melawan White Spike dapat ditonton di Amazon Prime Video.

3. Ender's Game (2013)

 

FIlm ini diangkat dari novel berjudul sama karangan Orson Scott Card. Alkisah bumi sedang mempertahankan diri melawan serangan serangga alien.

(enderwiggin.net)

Daripada terus menunggu diserang lebih baik manusia  yang bersiaga di angkasa luar dengan melatih anak-anak dan remaja untuk menggunakan aneka teknologi canggih melawan serangga alien.

Latar lokasi Ender's Game berada di ruang angkasa, menjadikannya cocok ditonton penggemar Star Wars dan Star Trek. Film dengan ending memukau sekaligus menyenangkan campur menyedihkan ini dapat ditonton di Netflix.

4. Divergent (2014)


Setelah Divergent, menyusul sekuelnya yaitu Insurgent (2015) dan Allegiant (2016) . Diangkat ke layar lebar berdasarkan novel yang dikarang Veronica Roth.

Kota Chicago telah diisolasi selama 200 tahun karena perang dan penyakit mematikan. Semua penduduk Chicago dibagi jadi lima faksi, yaitu Abnegation, Amity, Candor, Dauntless, dan Erudite. Mereka yang tidak cocok di mana pun jadi terbuang dan jadi Factionless.

Adegan film Insurgent saat Tris, Four, dan Caleb saat melarikan diri dari Amity karena kejaran Dauntless (foto: Netflix)

Sebaliknya ada mereka yang cocok berada di faksi mana saja. Itulah divergent, yang diburu karena gen murni mereka,

Divergent, Insurgent, dan Allegiant dapat ditonton di Netflix

5. The Hunger Games (2012)


Sama seperti DIvergent, film ini juga bagian pertama dari trilogi The Hunger Games: Catching Fire (2013), dan The Hunger Games: Mockingjay (2014 dan 2015).

Katnis dan Gale dalam perjalanan ke RS di Distrik 8 dalam film Mockingjay Part 1 (Netflix)

Katniss Everdeen dari Distrik 12 yang termiskin di negara Panem jadi simbol revolusi melawan diktator kejam Presiden Snow. Bagaimana tidak kejam. Dua puluh empat anak dibawah 18 tahun dipaksa untuk bertarung sampai mati dengan hanya menyisakan satu pemenang. 

Tonton keseruan dan ketegangan bertahan hidup dengan romantisme Katniss dan Peta Mellark di Netflix.

6. I, Robot (2004)


Dibintangi Will Smith yang berperan jadi polisi pengawas robot di tahun 2035. Di masa itu semua pekerjaan kasar dan rumah tangga sudah dilakukan para robot. Kalau ada robot yang membangkang atau korslet, polisi robotlah yang menangkap mereka.

Detektif Del Spooner bersama Sonny si robot (foto: amazon.com)

Keadaan jadi kacau karena para robot yang dipekerjakan ternyata memberontak dan ingin menjadikan manusia budak.

Datanglah Sonny, robot yang berperasaan seperti manusia. Berhasilkah para robot menguasai manusia ? I, Robot tersedia di Disney+ Hotstar.

7. Warm Bodies (2013)


Lagi-lagi, diangkat dari novel berjudul sama karangan Isaac Marion dan bercerita tentang masyarakat yang terinfeksi virus sehingga berperilaku seperti zombie.

Warm Bodies, zombie yang kembali jadi manusia berkat cinta dan kasih sayang (foto: HBO)

Mereka yang sudah jadi zombie masih ada yang setengah sadar dan menolak makan daging manusia. Sementara mereka yang membiarkan dirinya dikuasai virus zombie akan jadi zombie mematikan yang memburu sesama manusia.

Ternyata manusia yang terinfeksi virus zombie tersebut dapat sembuh kalau mereka dipapari oleh kasih sayang dan cinta terus-menerus. Kalau penasaran dengan filmnya, silakan tonton di HBO Go.

12 Film Musik Paling Menghibur dan Inspiratif Versi Emperbaca.com

12 Film Musik Paling Menghibur dan Inspiratif Versi Emperbaca.com

Film tema musik sebenarnya beda dengan film musikal. Pada film musikal, dialog para pemerannnya dijadikan lagu dan nyanyian, sedangkan pada film musik, lagu dan nyanyian dibawakan dalam scene per scene, tidak dalam dialog.

Berikut emperbaca.com sajikan daftar film musik dan musikal yang semuanya ditonton langsung oleh kami. Daftar film disusun secara acak dan tidak berdasarkan kriteria tertentu.

1. Pitch Perfect (2012)

 

Termasuk juga Pitch Perfect 2 (2015) dan Pitch Perfect 3 (2017).

Walau Pitch Perfect bergenre komedi, emperbaca.com masukkan ke kategori inspiratif karena di Pitch Perfect 2 Beca harus memilih antara magangnya di label musik atau kompetisi akapela bersama Barden Bellas.

Penampilan Barden Bellas di lomba akapela internasional pada Pitch Perfect 2 (Foto: Motion Pictures)

Pada Pitch Perfect 3 konflik pribadi anggota The Barden Bellas meluas lantaran mereka harus bersaing dengan band yang main dengan instrumen musik lengkap, dan kehidupan pribadi setelah lulus kuliah yang ternyata tidak semulus harapan.

Selain itu ada tokoh tokoh Fat Amy. Dia bukan cuma karakter pemanis dan lucu-lucuan, melainkan bagian dari inspirasi yang walaupun gendut, namun selalu percaya diri dengan suara merdu dan gaya khasnya.

Tambahan lagi, semua aktor dan aktris di Pitch Perfect benar-benar menyanyi dengan suara mereka sendiri.

2. Whiplash (2014)

 

Ini filmnya pecinta musik jazz karena banyak adegan para anggota band memainkan lagu jazz sampai selesai. 

Berkisah tentang Andrew yang kuliah di kampus musik ternama Shaffer. Karena amat menyukai drum, dia sering latihan sampai malam dan berhasil masuk ke band yang dilatih dosen killer Terence Fletcher.

Bolak-balik jadi drummer cadangan tidak membuat Andrew mutung, dia malah makin rajin latihan sampai berdarah-darah. Kesulitan Andrew makin bertambah karena dosen Terence bukan cuma sering marah-marah, pun sering menjatuhkan mental dan menghina mahasiswanya.

Andrew Neiman saat tampil jadi drummer bersama band jazz kampusnya membawakan lagu berjudul Whiplash (foto: Netflix)

Apa yang dilakukan Andrew membuktikan walau tidak punya bakat, seseorang bisa jadi andal dan sukses dibidangnya kalau berlatih melebihi mereka yang berbakat. 

Namun, karena selain bertema musik film ini  juga bergenre psikologi, kita jadi sering geregetan dengan beberapa adegan yang melibatkan Andrew dan Terence.

3. Find Your Voice (2020)


Film Andy Lau paling menyentuh hati tentang kejujuran dan keberanian bertema musik. Andy Lau berperan sebagai konduktor bernama Yan Zilang yang lama tinggal di AS.

Sekembalinya ke Tiongkok dia diminta memimpin paduan suara yang anggotanya anak-anak yang sering kena hukuman di sekolah.

Yan Zilang saat memberi pengarahan kepada siswanya untuk lomba paduan suara (foto: South China Morning Post)

Ternyata Yan Zilang juga menyimpan masa lalu kelam. Ini film dengan happy ending sekaligus sad ending. Enak ditonton dari awal sampai akhir karena tidak menggurui dan dekat dengan kehidupan anak-anak kita.

4. Metal Lords (2022)

Di film keluaran Netflix ini anak SMA bernama Kevin dan Hunter membentuk sebuah band metal yang kesulitan mencari bassist yang sesuai karakter band metal mereka.

Kevin sempat jadi drummer band lain yang membawakan lagu-lagu pop, sambil melatih lagu Machinary of Torment yang diciptakan Hunter. 

Band metal Skullfucker yang ganti nama jadi Skullflower setelah guru mereka melarang penggunaan kata fucker jika ingin tampil di Battle of the Bands (foto: Netflic)

Akhirnya, alih-alih dapat bassist, mereka dapat pemain celo. Berhasil menangkah mereka di kompetisi Battle of the Bands di mana cuma mareka yang bergenre metal?

5. Burlesque (2010)


Dilihat dari dua bintang utamanya saja kelihatan kalau ini film tentang musik. Alkisah, Ali dari Iowa merantau ke Los Angeles dan berlabuh di klub Burlesque.

Niat banget pengin jadi penari di klub malam itu, Ali, diperankan cukup baik oleh Christina Aguilera, lantas berlatih sendiri tarian yang dibawakan para penari di sana.

Christina Aguilera sebagai Ali saat menyanyikan lagu Exkpress di klub Burlesque (foto: Hollywood Reporter)

Ali ikut audisi menggantikan Georgia yang hamil. Tess (diperankan penyanyi Cher), sang pemilik klub, menentangnya karena Ali dianggap bukan penari, cuma waitress klub. Ali kemudian berhasil menarikan tarian yang diminta Tess dan lolos audisi.

Rupanya, suatu kejadian tidak disengaja malah membuat Tess tahu kalau Ali ternyata bersuara powerful. DIbantu Ali, Tess harus berjuang mempertahankan klub yang terancam disita bank kredit macet.

6. Moulin Rouge! (2001) 


Ini film yang membuktikan Nocole Kidman ternyata bisa nyanyi. Nicole berperan jadi wanita penghibur nomor satu di klub Moulin Rouge di Paris yang bernama Satine.

Akhir tragis kisah cinta Satine dan Christian apik terbungkuks dalam film musikal Moulin Rouge! (foto: Fox Studio)

Dia berperan dengan Ewan McGregor yang berperan penulis, Christian, yang jatuh cinta pada Satine. Sayang, cinta mereka tidak kesampaian karena Satine menderita tubercolusis yang pada 1890-an belum ada obatnya.

Film Moulin Rouge versi asli tayang pada 1952 dibintangi oleh Zsa Zsa Gabor dan diangkat dari novel berjudul sama karangan Pierre La Mure.

7. Ma Rainey's Black Bottom (2020)


Film yang mayoritas pemerannya berkulit hitam ini menampilkan lagu-lagu blues dan sedikit jazz, sesuai yang dinyanyikan penyanyi Ma Rainey.

Walau judulnya Ma Rainey's Black Bottom, kisahnya bukan melulu tentang Ma Rainey, melainkan perselisihan yang berakibat pelenyapan nyawa.

Ma Rainey, penyanyi blues yang doyan Coca Cola, saat tampil di panggung (foto: Netflix)

Akhirnya, band yang mengiringi Ma Rainey diganti semua oleh kulit putih dan Ma Rainey gagal dikontrak jangka panjang oleh label rekaman.

8. Encanto (2021)

 

Film animasi bikinan Disney ini berkisah tentang keluarga Madrigal yang punya kekuatan yang didapat kota bernama Encanton di pegunungan Kolombia. 

Ssalah satu adegan dalam film Encanto (foto: Disney+ Hostar)

Tiap anggota keluarga punya kekuatan beragam mulai dari menyembuhkan, super kuat, kekuatan berubah wujud, dan lainnya. Namun, ada satu anak keluarga Madrigal yang sama sekali tak punya kekuatan ajaib, yaitu Mirabel.

Lagu hits dari film Encanto adalah We Don't Talk About Bruno yang dinyanyikan Lin-Manuel Miranda.

9. The Greatest Showman (2017)


Inspirasi dari film ini adalah kegigihan dan kisah hidup P. T. Barnum dalam membesarkan sirkus yang didirikannya. Semua lagu dalam film ini hits juga dipasaran, seperti Never Enough, This Is Me, dan A Million Dreams.

Hugh Jackman berperan sebagai P.T. Barnum, pemilik sirkus terbesar yang berdiri pada 1881 (foto: Daily Motion)

Pesan moralnya dapat kita katakan bahwa orang-orang aneh yang tidak diinginkan lingkungan pun dapat menampilkan potensi terbaik mereka dan bukan jadi sampah masyarakat. 

Ditonton sampai tiga kali pun film ini tidak membosankan karena ada adegan sirkus, tarian, dan nyanyian yang bikin kita betah.

10. Tiga Dara (1956 dan 2016)


Versi asli Tiga Dara rilis pada 1956 disutradarai oleh Usmar Ismail. Kemudian pada 2016 film ini dibuat ulang dan diberi judul Ini Kisah Tiga Dara.

Tara Basro, Shanty, dan Tatyana Akman berperan sebagai tiga bersaudari di Ini Kisah Tiga Dara (foto: VIU)

Kisahnya tentang saling-silang cinta antara tiga bersaudari Nunung, Nenny, dan Nana. Namun, karakter di film Ini Kisah Tiga Dara berubah nama jadi Ella, Gendhis, dan Bebe. 

Walau terlibat kisah cinta yang rumit, film ini dibalut komedi yang ringan dan lagu-lagu yang enak didengar.

Amat susah membuat re-make dari film yang sudah populer karena orang pasti saling membandingkan. Mungkin itu yang membuat Ini Kisah Tiga Dara mencuri perhatian, tapi kurang dapat banyak penonton di bioskop.

11. Petualangan Sherina (2000)


Ini termasuk film musikal legendaris yang dipunya Indonesia dan masih relevan ditonton sampai sekarang.

Mengisahkan tentang Sherina yang di kelasnya ada anak usil bernama Sadam yang selalu menganggunya. 

Petualangan Sherina masih dikenal sebagai salah satu film musikal terbaik sampai saat ini (foto: MIles Production)

Akhirnya Sadam dan Sherina malah berteman setelah kejadian penculikan untuk menguasai tanah pertanian ayah Sadam terjadi.

12. Drumline (2002)


Film tentang drumband kampus di mana seorang mahasiswa bernama Devon jadi sombong karena berbakat musik.

Devon ternyata tidak bisa membaca not balok, padahal semua lagu ditulis dengan not balok. Dia kemudian menerima tawaran Sean sang ketua drumband untuk mengajarinya not balok.

Adu lini drum (perkusi) antara Atlanta A&T University dan Morris Brown College (foto: Fandango)


Paling bagus dari film ini adalah adegan pertunjukkan drumband dan adu lini perkusi (drumline) antarkampus. Sampai tahun berapa pun film ini enak ditonton karena alurnya sederhana, inspiratif, dan banyak adegan musikal.

Bacaan Lain: Film Utopia Terbaik Wajib Tonton

Sekuel Drumline 2: A New Beat masih berhubungan dengan Devon yang dibintangi Nick Cannon, tapi sudah tidak lagi berkisah tentang kehidupannya. 

***

Kalau sudah nonton salah satu diatas, Anda juga bisa baca 7 rekomendasi film psikologi thriller yang mudah ditonton di platform streaming film favorit Anda.