Film Horor Lovecraftian yang Seram Tanpa Hantu, Mutan, dan Pembunuh Berantai

Film Horor Lovecraftian yang Seram Tanpa Hantu, Mutan, dan Pembunuh Berantai

Lovecraftian adalah nama lain dari horor kosmik dan merupakan subgenre film horor yang mengolah rahasia alam dan semesta dan mencampurkannya ke dalam kehidupan manusia. Sifat manusia dengan mudahnya diubah dan dimanipulasi oleh kekuatan yang tidak dijangkau pikiran dan indera manusia.

Ilustrasi diolah dari Geek Sleeprinse Repeat

Genre horor kosmik termasuk film yang susah dibuat karena butuh banyak imajinasi tingkat tinggi yang tidak melibatkan hantu, pembunuh berantai, atau hewan mutan.

Sekilas semua hal yang berbau supranatural dapat dimasukkan ke subgenre lovecraftian, meski tidak semua yang supranatural bisa disebut lovecraftian. 

Related:  Rekomendasi 7 Film Petualangan Dalam Game yang Seru!

Hantu-hantuan juga supranatural, tapi tidak dikelompokkan ke lovecraftian karena (menurut pemahaman Barat) hantu adalah arwah manusia yang batal ke surga, tapi tidak bisa ke neraka. 

Sedangkan horor lovecraftian adalah tentang alam semesta, ruang angkasa, dan semua yang tidak bisa dilihat dan dijelaskan oleh pikiran dan indera manusia. Kata lainnya: horor yang aneh dan enggak masuk akal.

Asal Kata 


Lovecraftian diambil dari nama pengarang AS yang pertama kali menulis cerita bersubgenre kosmik ini, dialah Howard Phillip Lovecraft yang biasa disapa HP Lovecraft. Gamerant menyebut bahwa HP Lovecraft telah menulis 65 karya fiksi yang didominasi bersubgenre horor kosmik. 

Karangan paling terkenal dari orang yang meninggal karena kanker di tahun 1937 ini adalah The Call of Cthulhu.

Pengarang pencipta subgenre horor lovescraftian atau horor kosmik Howard Phillip Lovecraft (foto: hplovecraft.com)

HP Lovecraft hanya dapat uang sangat sedikit dari menulis dan mengarang sehingga dia tidak menghidupi dirinya sendiri. Karya-karyanya bahkan baru terkenal jauh setelah dia wafat.

Ketika membuat karangan, HP Lovecraft sebelumnya telah terinspirasi oleh pengarang Edgar Allan Poe, Algernon Blackwood, dan Lord Donsany.

Karakteristik Horor Lovecraftian/Kosmik

 
Ini yang membedakan horor lovecratian dengan horor berhantu, horor pembunuhan, atau horor dengan pelaku psikopat. 
 
1. Tidak peduli pada kemanusiaan.
Unsur kemanusiaan dan hal yang berbau manusiawi tidak penting di subgenre ini. 
 
Makhluk tidak terlihat non-hantu dan alien yang mengobrak-abrik akal serta fisik manusia adalah tema utama dari lovecraftian. 
 
2. Pengasingan.
Xenophobia-ketakutan pada orang dari ras atau budaya lain- dan rasisme sering kita jumpai dalam cerita horor lovecraftian.
 
Itu karena lovecrat memanfaatkan rasisme itu untuk memunculkan pikiran irrasional manusia yang kemudian menyakiti diri mereka sendiri.
 
Karena xenophobia dan rasis itulah maka karakter tokoh dalam film lovecraftian digambarkan sebagai individu yang penyendiri dan terisolasi secara sengaja atau tidak.

3. Dekat dengan kegilaan.
Coror kosmik sering melewati garis rasionalitas dan kewarasan. 

Kewarasan ditampilkan sebagai hal yang rapuh dan lemah, dengan pengalaman kengerian akan sifat sebenarnya dari realitas cukup untuk membuat seseorang jadi gila.

7 FIlm Horor Lovecraftian

 

Emperbaca belum menenukan film Indonesia bersubgenre horor lovecraftian. Semua film horor Indonesia pasti melibatkan hantu atau roh halus.

Mungkin yang mendekati genre horor lovecraftian adalah Kala (2007) yang dibintangi Fachry Albar dan Shanty.

Related: Rekomendasi 5 Film Angkasa Luar Mancanegara

Film Kala menceritakan tentang lokasi bukit harta karun yang petanya dinyanyikan lewat tembang Jawa. Dua orang penjaga bukit sering muncul tiba-tiba seperti hantu, padahal manusia. Boleh dibilang horor-thriller dalam Kala yang paling mendekati karakter horor kosmik, nama lain dari lovecraftian.

Berikut rekomendasi film horor kosmik (horor lovecraftian) yang telah ditonton oleh emperbaca.com.

1. Bird Box (2021). FIlm ini dibintangi Sandra Bullock dan berkisah tentang penampakan takkasat mata yang membuat manusia bunuh diri bila melihatnya.

Manusia yang selamat hanya yang buta dan sedikit orang dengan penglihatan normal yang selamat dari makhluk tak terlihat ini.

2. Nanny (2022). Ini film tentang pengasuh dari Senegal yang meninggalkan anak di tanah kelahirannya itu.

Dia harus mencari uang supaya dapat membawa anaknya ke Amerika dan mulai hidup baru yang bahagia bersama sang anak. Ada kekuatan yang memperingatkan si pengasuh sekaligus kekuatan yang menggoyang sang anak. Film ini dapat ditonton di Amazon Prime Video.

3. Warriors of Future (2022). Temanya tentang pohon alien yang makin kena air pohon itu makin menggila dan melenyapkan manusia.

Walau genre utamanya fiksi angkasa luar, namun unsur lovecratian bisa ditemui dengan munculnya pohon alien dan rasa frustasi manusia menyelamatkan hidupnya di bumi.

4. Annihilation (2018). Film in diangkat dari novel berjudul sama karangan Jeff VanderMeer yang terbit pada 2014.

Alkisah pada Annihilation sekelompok ilmuwan wanita yang meneliti sebuah zona karantina bernama The Shimmer. 

Di dalam tempat tersebut ditemukan fakta bahwa sejumlah tumbuhan hingga hewan bermutasi karena adanya kehadiran sosok alien. Alien yang seperti apa? Inilah yang jadi misteri.

5. The Lighthouse (2018). Adegan-adegannya tidak seram, cuma mengganggu perasaan saja. 

Adegan paling mengiris sekaligus menakjubkan adalah ketika badai besar menerjang mercusuar yang cuma dijaga dua orang. Terjangan air merendam bagian bawah mercusuar sementara penjaga harus tetap waras menghadapi badai dan kesendirian di tengah lautan.

6. Cloverfield Paradox (2018). Mengisahkan bumi yang diambang peperangan. 

Para astronot yang berada di stasiun angkasa luar melakukan uji coba alat yang dianggap bisa memecahkan krisis energ. Mereka kemudian harus berhadapan dengan efek negatif dari eksperimen tersebut.

7. Stranger Things (2016-2022). Serial yang tayang di Nefflix mengisahkan tentang Kementerian Energi AS yang membuat percobaan supranatural dan paranormal yang melibatkan manusia sebagai subjek uji coba.

Percobaan itu menciptakan ruang waktu bernama Upside Turn yang muncul dari semesta lain. Orang-orang dari Upside Down dan Upside Up yang muncul dari Upside Turn akhirnya saling mempengaruhi dan mengancam.

Ada unsur horornya di serial ini? Ada banget!

***

Bukan cuma sebatas di film, subgenre horor lovecraftian juga biasa kita temui di video game seperti yang ada pada game legendaris Silent Hill. Subgenre horor kosmik bisa kita baca juga di komik berjudul Yuggoth Cultures.

"Sekarang semua kisah saya didasarkan pada premis mendasar bahwa hukum dan minat serta emosi manusia yang umum tidak memiliki validitas atau signifikansi dalam kosmos yang luas pada umumnya." —H.P. Lovecraft

5 Film Angkasa Luar Spektakuler dari Mancanegara

5 Film Angkasa Luar Spektakuler dari Mancanegara

Sekarang industri film di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Rusia, bahkan India sudah maju. Mereka sudah bisa bikin film bertema ruang angkasa dan alien dengan modal besar.
 

Modal besar membuat sutradara bebas menggunakan teknologi CGI (computer-generated imagery) sehingga tampilan angkasa luar dengan benda-benda langit dan makluk luar angkasa terlihat nyata.

CGI adalah pencitraan 3D atau tiga dimensi digital yang dapat memberikan efek lebih nyata pada sebuah adegan film. Teknologi ini mudah dikontrol dan mampu menghasilkan konten tanpa menggunakan aktor.
 

Sementara itu, film-film yang diproduksi di luar Hollywood punya keunggulan dari sisi alur cerita dan drama. Adegan spektakuler bisa berpadu manis dengan drama kekeluargaan dan romansa tanpa jadi terlihat cengeng.

Berikut lima film bergenre science fiction angkasa luar non-Hollywood yang ditonton langsung oleh emperbaca.com.

1. The Wandering Earth (2019)

 

Salah satu film paling spektakuler setelah Star Wars dan Star Trek. Bedanya Star Wars dan Star Trek berjilid-jilid, The Wandering Earth cuma sekali tayang dan langsung memukau.

Alkisah, matahari sedang membesar menjadi Red Giant. Ukuran matahari yang makin membesar membuatnya berwarna merah dan akan menelan planet-planet, termasuk bumi. 

Foto dari Variety

Itu disebabkan gravitasi matahari makin menguat menyebabkan planet-planet tersedot ke dalam matahari. Ketika ukuran matahari telah membesar mencapai puncaknya, dia akan meledak dan hilangnya tata surya kita.

Related: Tujuh Film Petualangan Dalam Game, Seru!

Karena itu manusia, yang dipelopori oleh Tiongkok, akan memindahkan bumi ke Alfa Centauri yang merupakan sistem bintang terdekat dari tata surya berjarak 4,4 tahun cahaya. Saat pemindahan terjadi manusia hidup di bawah tanah karena suhu di permukaan mencapai minus 88 derajat celcius.

Membekunya bumi disebabkan posisinya menjauh dari matahari sehingga tidak kena cahayanya sedikit pun.

2. Shanghai Fortress (2019)

 

Walau banyak resensi (DISINI) yang bilang film ini gagal, tapi semua adegannya spektakuler dan alur cerita serta unsur dramanya bagus, kok! Jadi dimana gagalnya, ya?

Itu karena mereka membandingkannya dengan The Wandering Earth. The Wandering Earth berdurasi 2 jam 5 menit dan Shanghai Fortress 1 jam 47 menit, jelas saja mereka merasa Shanghai Fortress kurang greget. 

Foto: Netflix

Shanghai Fortress mengisahkan tentang serangan alien ke bumi yang membuat manusia membuat benteng. 

Benteng terkuat dan terbesar ada di kota Shanghai, Tiongkok. Pertempuran antara pesawat alien dengan pesawat tempur manusia sukses bikin adegan spektakuler. Shanghai juga menerbangkan puluhan ribu drone untuk mempertahankan benteng dan mengusir para alien. 

Shanghai Fortress masih tersedia di Netflix.

3. Space Sweeper (2021)

 

Disebut sebagai film berbiaya paling besar di Korea Selatan karena menghabiskan 300 miliar rupiah. Makanya disebut sebagai film blockbuster.

FIlm Space Sweeper berlatar tahun 2092 di mana bumi sudah terpolusi berat, orang-orang kaya dan pejabat pindah ke koloni di orbit yang bernama UTS. 

Salah satu adegan di Space Sweeper (The Jakarta Post)

Sementara itu, orang yang tidak ingin lagi tinggal di bumi yang rusak, tapi tidak berhak tinggal di UTS memilih bekerja sebagai space sweeper alias pembersih bangkai-bangkai angkasa luar dan menjualnya ke perusahaan yang mengelola UTS.

Sebuah kapal pembersih ternyata jadi motor perjuangan melawan perusahaan yang ternyata licik dan menghalalkan segala cara.

Space Sweeper termasuk dalam film utopia di mana keadaan yang sangat tertata di suatu komunitas ternyata memicu huru-hara dan kondisi baru yang berbeda dengan sebelumnya.

Space Sweeper masih tersedia di Netflix.

4. The Spacewalker (2017)

 

FIlm ini dinamakan juga The Age of Pioneers. Diproduksi di Rusia dan menelan biaya 400 juta rubel dan termasuk dalam jajaran box office.

Box office adalah film laris yang mendapat untung lebih besar dari biaya produksinya. 

Bila film lain berlatar masa depan, The Spacewalker berlatar mundur di tahun 1960-an tentang empat kosmonot Rusia yang menjalankan misi ke angkasa luar. 

Poster The Spacewalker dari Office Bomb

Saat berada di orbit, mereka kekurangan oksigen yang menyebabkan halusinasi dan seolah mereka sedang berada di bumi alih-alih di pesawat antariksa.

Mengingat Rusia punya Yuri Gagarin yang jadi manusia pertama yang tiba di ruang angkasa.

5. Warriors of Future (2022)


Sama seperti kebanyakan film genre angkasa luar yang mengisahkan kerusakan bumi, film Warriors of Future juga sama.

Ilustrasi dari Netflix

Bedanya, Warriors of Future berlatar meteor besar yang jatuh ke bumi. Dalam meteor itu ternyata ada tanaman alien yang kalau kena air dia makin besar dan terus membesar jadi monster.

Sekitar 70% permukaan bumi digenangi air, maka bisa dibayangkan makin banyak dan mengerikannya tanaman alien itu.

Warriors of Future rilis di Hongkong dan telah tayang di Netflix.

5 Faktor Sukses Drakor

5 Faktor Sukses Drakor

Kenapa, sih, drakor alias drama Korea mendunia banget? Bukan cuma dramanya, filmnya juga disukai orang-orang yang ada di Afrika. Buktinya, Lee Min-hoo sampai dikirimi surat oleh bujang Nigeria yang merasa dicuekin pacarnya karena si pacar tergila-gila pada aktor 35 tahun itu.

drakor sukses

Penasaran kenapa serial drakor bisa mendunia? Apa karena aktor dan aktrisnya yang cute-cute atau kamu suka tontonan yang bikin baper-baper? Tidak semua drakor melankolis dan bikin baper. Banyak juga yang bikin tegang dan takut.

Ini alasan drakor disukai orang di seluruh dunia

1. Jarang Ada Serial Kejar Tayang 


Kebanyakan serial yang diproduksi Korea Selatan dibuat berdasarkan perencanaan skenario sedari awal, makanya jarang ada drakor yang syutingnya kejar tayang.

Namun, sejak drakor mulai laris manis di Netflix dan berbagai platform streaming film, drakor pun mulai menyesuaikan atas permintan penyedia streaming.

Satu penyesuaiannya adalah membuat serial dengan ending menggantung. Sengaja dibuat menggantung supaya kalau laris manis drakor itu akan dibuat musim ke-2, 3, dan seterusnya. Namun bila tidak disukai, maka cukup 1 musim walau ending-nya mengesankan akan ada musim berikutnya. 

Hal ini berbeda dengan drakor yang tayang di televisi atau dibuat bukan untuk eksklusif platform streaming, hampir tidak ada ending yang menggantung, apalagi yang dibuat kejar tayang.

Kalaupun kejar tayang, waktu syuting dengan waktu tayang jaraknya sepekan, tidak hitungan hari seperti sinetron di Indonesia.

2. Ending Cerita Tidak Bikin Penasaran


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, ending atau akhir cerita pada drakor sangat jarang yang dibuat menggantung, kecuali yang tayang di platform streaming.

Ending yang jelas (walau tidak happy ending) bisa memuaskan penonton karena mereka merasa terhibur. Serial yang ending-nya nggantung lebih membuat kita kesal daripada penasaran.

3. Musim Tidak Panjang dan Selesai Dalam Waktu Pendek


Rata-rata drakor dibuat hanya 1-3 musim saja dengan jarak antarmusim yang berdekatan, tidak sampai bertahun-tahun, kecuali mungkin Squid Game yang jarak musim satu dengan dua sampai setahun.

Itu karena Squid Game awalnya memang tidak direncanakan untuk dibuat musim keduanya. Ternyata orang-orang di seluruh dunia menyukainya dan ingin ada musim kedua.

Dari sisi penonton, menonton serial yang jarak musimnya berdekatan lebih hemat waktu karena tidak perlu nunggu kelamaan hanya untuk nonton musim kedua. Kalau kelamaan kita keburu lupa apa saja jalan cerita yang ada di musim pertama.

4. Jalan Cerita Dekat dengan Keseharian dan Memenuhi Fantasi


Mulanya drakor identik dengan percintaan romantis yang bikin baper dan berbunga-bunga, tapi tidak norak. Namun, seiring dengan masuknya drakor ke berbagai platform streaming, tema atau genre yang dibuat makin beragam.

Kaum lelaki yang tadinya tidak nonton drakor karena menganggap drakor terlalu wanita lalu mulai tertarik nonton setelah banyak bermunculan genre fantasi, sejarah, dan aksi. Maka jadilah drakor kini disukai oleh semua gender.

5. Komoditas Ekspor Pemerintah Korsel


Serial atau drama Korea bersama dengan film-film Korea telah jadi komoditas ekspor Korsel yang memberi pemasukan besar bagi Korsel.

Melansir liputan6com, boyband BTS menyumbang lebih dari 50 triliun ke ekonomi Korsel berkat album, konser, dan kerja sama mereka dengan musisi dan brand internasional. 

Itu baru dari BTS, bila ditambah drakor, kuliner, budaya pop, dan penjualan merchandise K-Pop maka Hallyu atau Gelombang Korea jadi penopang perekomian terbesar bagi Korsel.

Gelombang Korsel memang dikembangkan oleh pemerintah Korsel sebagai ekonomi kreatif yang mendunia. Itu karena Korsel tidak punya sumber daya alam sebagaimana Indonesia. Maka yang dijual adalah kebudayaan dan ekonomi kreatif mereka.

Karena diniatkan jadi komoditas ekspor maka Gelombang Korea atau Korean Wave telah disiapkan oleh pemerintah Korsel selama 20 tahun sebelum disebar ke seluruh dunia jadi Korean Wave.

***

Jadi drakor sebagai bagian dari ekonomi kreatif Korsel sebenarnya tidak begitu saja mendunia, tapi sudah disiapkan matang, termasuk mengasah dan menjaga penampilan aktor dan aktrisnya.

Apalagi, beberapa perusahaan hiburan Korsel juga sudah melantai di bursa. Ini membuat mereka betul-betul harus menjual drakor atau K-Pop yang disukai pasar supaya bisa meraih laba dan memberi deviden besar.


Rings of Power Season 2 Between Sauron, Gandalf, Harfoot, and the Rings

Rings of Power Season 2 Between Sauron, Gandalf, Harfoot, and the Rings

It seemed that most blog which said Halbrand is Sauron is definitely correct. So that the stranger who lived among Harfoot is Gandalf then?

What else could happens in The Lord of the Rings: Rings of Power Season two that will likely be released in year 2024. What a long wait! 

emperbaca.com
Elrond along with Lord Celebrimbor and Galadriel to create 3 rings from mithril from Dwarft forge with gold and silver from Valinor. Pic by Prime Video

The production of season 2 will begin on October 2022 and shoot across United Kingdom.

In season one we could see that three rings forged by Celebrimbor and Elrond under supervised of Galadriel has been made. That's the end of season one.

The Rings Finally Made 

 

Elrond who got the mithril from Durin in the deep secret Dwarf mine cannot convince the Dwarf king Durin III to give him large amount of mithril. Later, Elrond want to create the metal to be a crown, but Celebrimbor, who persuade by Halbrand, want to make it two.

Galadriel make suggested that two will be unbalanced. There have to be one more as a balancing. Then the three decided one mithril should be created into rings, not crowns.

The rings finally made mixture from gold and silver from Galadriel's sword originated from Valinor.

Sauron and Gandalf

 

It was relief that the stranger who lived with Harfoot known as Istari, the white wizard. We know who else than Gandalf the White. I thought the stranger is Sauron and Halbrand really is the South King. What a ridiculous thought, ha ha!

Although I know from some reviews that Halbrand is probably Sauron, due to his mysterious show in the middle of the sea, I objected it because he is too good to be Dark Lord, with Galadriel beside him.

Harfoot

 

I assumed Nori will be like Frodo who carry big mission alongside Gandalf. Gandalf will reconcile unity between human, Elf, and Dwarf.

Harfoot is smaller than Hobbit with more hairy foot. Because Rings of Power setting 1000 years before The Lord of the Rings, it is make sense that Harfoot is the ancient of Hobbit, as written by J.R.R. Tolkien in his various books.

Will Sauron came to Mordor in season 2? I guess so. Mordor is suitable for Orc to live with full of fire and dust without bright sunshine.

We cannot predicted what will happened in season 2 because this series schedule to aired for 5 seasons. Any changes could made by the producer and director as season 2 approximately aired in 2024.


"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

Amazon Prime Video give its new series title The Lord of the Rings: Rings of Power. That is way we think the series is related to the film trilogy The Lord of the Rings as we seen on big screen.

The Rings of Power series from Twitter @LOTRonPrime

This series is not directly based on The Lord of the Rings book. It is creates from Tolkien other books named The Silmarillian and Unfinished Tales. What we watch in the Rings of Power is the story of people in Southlands who lives in Second Age after big war between Sauron and human-elf alliance.

That war make Sauron disappeared,  but none knows whether Sauron is hiding or dead during his missing. Sauron is the most capable servant of Morgoth the Dark Lord. 

Some of Southlands was loyal to Morgoth while others loyal to the Elves. Southlands people who loyal to Morgoth is now face the scary due to emergence of Orc in their village.

They become slaves for Orc and Orc obey to Adar. Who is Adar? Adar is mentioned in episode 3, but only his name instead of his appearance.

Thus, in Rings of Power, we did not see Gandalf, Frodo, even Galadriel became so valorous while Elrond looks cute. It was disappointing for Tolkien fans as they want to see more action, pain alongside happiness.

The mighty Galadriel (source: Mashable)

For that matter, if we're really a Tolkien's fan, we might then know the made by the linkage between The Lord of the Rings and Tolkien's books and annotation of the First Age and Second Ages and the rise of the Elves also Sauron.

The Rings of Power series is now aired with three episodes running. Here are the reasons why we should never compared Rings of Power with The Lord of the Rings movies.

1.  Not Created Only From The Lord of the Rings


Although its named with similar The Lord of the Rings, The Rings of Power is created based on the linkage between books The Silmarillian, Unfinished Tales, and The Lord of the Rings. So we will see many characters who are not seen in The Lord of the Rings, but appears in Rings of Power.

However, according to Screenrant, there are characters create only for the series, those including Arondir the elf and Bronwyn from Southlands.

Arondir and Bronwyn in Tirharad, one of Southlands part (source: Amazon Prime Video)

2. No Hobbit But Harfoot

 

We won't see Frodo, Samwise, Pippin, and Merry in the whole series because they're Hobbit. What we see in the series is Harfoot named Nori, Poppy, Marigold, or Sadow Burrows.

Depending on Tolkien's annotation, Harfoot is one of three hobbit type which are Harfoot, Stoor, and Fallohide.

Even though we know Frodo dan Sam are hobbit, but they actually a Fallohide which is bigger than Harfoot and Stoor with less hair on their foot.

Hence, we will see Harfoot as long as Rings of Power airing, not Hobbit.

3. No Gandalf

 

Gandalf is one of our hero in The Lord of the Rings, but unfortunately, Gandalf is not appear yet in the three first episodes. Gandalf is one of the Maiar, a spirit that chose human body to exist. They're most like angel, but without wings.

We hope Gandalf is coming to the series. Or he will not?

4. The Plot is Slow

 

As we can see, the two episodes ran slow so we get bored to it. However, the slow plot clearly is familiarize characters rage diversity, especially those are new.

That boringness fade when the series get into episode three. Arondir meet another elf in Southlands while the villager become slaves to Orc.

The appearance of Orc show us that we are going to meet more action in the next episodes. Hope so.

*** 

Other than that, I seriously think that The Rings of Power is worth watching with beautiful scenery, handsome elves, brave Harfoots, and gently gentlemen.

7 Film Petualangan di Dalam Game, Seru!

7 Film Petualangan di Dalam Game, Seru!

Seiring makin diakuinya esports sebagai cabang olahraga resmi, makin banyak juga gim dan gamer bermunculan. 

Dunia metaverse yang digembar-gemborkan Mark Zuckerberg hampir jadi kenyataan, bahkan sudah jadi nyata dan diejawantahkan ke banyak film di mana tokoh-tokohnya menjalani kehidupan di dalam game


Semua film yang direkomendasikan dibawah ini sudah pernah ditonton langsung oleh emperbaca.com. Disusun acak tidak berdasarkan kriteria tertentu. 

Selain seru, semua film ini lucu bikin kita tertawa di sela-sela bumbu sedih. Well, kecuali Ready Player One dan Gamer yang tidak lucu, tapi serunya juga gak habis-habis!

1. Ready Player One (2011)


Termasuk film yang ditonton berkali-kali enggak bakalan bosan karena banyak melibatkan adegan di dunia virtual Selain itu sutradaranya adalah Steven Spielberg yang tersohor sejak franchise Jurassic Park pertama kali tayang pada 1993. 

Adegan dalam film Ready Player One (Warner Bros)
Ready Player One diangkat dari novel distopia berjudul sama karangan Ernest Cline dan berkisah tentang dunia yang sudah kelebihan populasi dan polusi. Sebagai penghibur atas dunia yang tidak lagi nyaman, maka pada tahun 2045 banyak orang memilih "tinggal" di metaverse bernama OASIS.

Bacaan Lain: Beda Metaverse dengan Mutiverse Milik Doctor Strange

Wade Watts adalah salah satu yang punya kehidupan di metaverse sampai akhirnya kehidupannya di dunia nyata terancam hanya karena sebuah telur yang diperebutkan dalam metaverse. Ready Playar One dapat ditonton di Amazon Prime Video.

2. Jumanji The Next Level (2019)


Bintang utamanya Dwayne Johnson alias The Rock yang berperan jadi Dr. Bravestone. Ternyata Dr. Bravestone adalah tokoh yang avatarnya harus dimainkan oleh Eddie di dalam game Jumanji.

Avatar dalam game Jumanji yang dimainkan Eddie, Milo, Martha, dan Bethany (Foto: Netflix)
Bersama Eddie ada Milo, Martha, dan Bethany yang juga masuk ke dalam Jumanji dan memerankan beragam avatar dengan skills yang berbeda-beda. Mereka semua harus berpetualang dan menyelesaikan tiap quest kalau mau pulang kembali ke dunia nyata.

Kalau mau lebih seru, silakan tonton seluruh film seri Jumanji mulai dari Jumanji (1995) yang dulu sering kita tonton di RCTI tiap liburan. Juga Zathura: A Space Adventure (2005) dan Jumanji Welcome to the Jungle (2017).

Jumanji The Next Level dapat ditonton di Netflix.

3. Free Guy (2021)


Bagaimana jadinya kalau karakter dalam MMORPG bernama Free City ternyata jadi punya perasaan dan cita-cita seperti manusia?

Free City ternyata juga menyimpan rahasia. Kode game yang dibuat oleh pencipta Free City yang asli ternyata disembunyikan oleh developer di salah satu komplek di level tersulit dalam game. Seorang karakter dalam Free City yang bernama Guy inilah yang menemukan kode rahasia itu dan membantu si pencipta mengambil kode miliknya. 

Adegan saat Guy mengambil kacamata dari pemain Free City (foto: Disney)
Aksi Ryan Reynolds yang berperan sebagai Guy ini dapat ditonton di Disney+ Hotstar. Eh, MMORPG itu apa? Massibvely multiplayer online role playing game, artinya game yang dimainkan banyak orang dalam waktu bersama karena terhubung oleh internet.

4. Ralph Breaks the Internet (2018)


Game Sugar Rush terancam shutdown karena setirnya rusak. Kalau game itu shutdown, maka ribuan karakter di Sugar Rush akan jadi tunawisma. Ralph lantas menolong Vanellope si penguasa Sugar Rush untuk masuk ke internet dan membeli setir Sugar Rush di eBay. 

Ralph dan Vanellope saat berada di internet (foto: Disney)
Karena ketidaktahuan Ralph dan Vanellope tentang dunia internet, satu-satunya setir Sugar Rush yang tersisa itu mereka tawar sampai 27.000 dolar!

Dimulailah petualangan Ralph dan Vanellope mencari uang di internet untuk membayar setir yang akan dikirim ke pemilik rumah permainan agar Sugar Rush tidak di-shutdown.

Supaya lebih seru, tonton juga film Wreck It Ralph (2012) Disney+ Hotstar. Wreck It Ralph berkisah saat Ralph, sebelum bersahabat dengan Vanellope, berpetualang untuk mengubah karakternya jadi baik di permainan arkade bernama Wreck It Ralph.

5. Gamer (2009)


Manusia di tahun 2034 sudah punya avatar yang bisa mereka mainkan setiap waktu di dalam game yang mereka buat sendiri. Avatar itu ternyata adalah para budak yang otaknya diberi chip sehingga dapat dikendalikan seperti mainan.

IMdB
Sampai sejauh manakah manusia memperalat manusia lain untuk dijadikan permainan? Walau sarat adegan kekerasan, Gamer masih nyaman ditonton karena tidak brutal seperti Death Race, Mad Max, atau Kala.

Film yang dibintangi Gerard Butler ini dapat disewa di Google Play.

6. Space Jam A New Legacy (2021)


Bila pada Space Jam (1996) pebasket legendaris Michael Jordan membintanginya, maka di A New Legacy, bintangnya adalah pebasket multitalenta LeBron James. LeBron juga berpetualang di dunia Looney Tunes bersama Bugs Bunny dkk.

Alkisah, karena terjadi glitch, algoritma dalam permainan yang dibuat Dom, anak LeBron, menarik dunia Looney Tunes menjadi CGI (computer-generated imagenary). Lebih parahnya, orang-orang di dunia  nyata tercancam jadi kartun karena algoritma itu juga masuk ke jaringan internet dan game

LeBron James dalam Space Jam A New Legacy (foto: Disney)
Sayang, menjelang akhir film, plot cerita tampak kedodoran dan terkesan dipanjang-panjangkan hingga yaris jadi tidak masuk akal walaupun ini memang film imajinasi.

Silakan tonton Space Jam: A New Legacy di Disney+ Hotstar

7. Pixels (2015)


Karakter di game-game jadul macam Donkey Kong, Space Invaders, Q*bert hingga Pac-Man ada disini. Namun, mereka bukannya ada di video game, tapi diperalat alien untuk menyerang bumi.

Tahun 1982, NASA merekam kejuaraan dunia permainan arkade yang juga diikuti oleh Brenner. Rekaman itu kemudian dikirim ke satelit untuk disebarkan ke antariksa. Tak dinyana, rekaman kejuaraan game itu diterima alien dan dianggap serius sehingga pada tahun 2015 mereka menyerang bumi. 

Pac-Man menyerang New York dan dihadang oleh para gamer era 1980-an menggunakan mobil Ghost (foto: Netflix)
Tonton aksi keren Adam Sandler yang memerankan jagoan video games bernama Brenner di Netflix.


Film Utopia Terbaik, Ini 7 Rekomendasinya!

Film Utopia Terbaik, Ini 7 Rekomendasinya!

Arti utopia adalah kondisi masyarakat di masa depan yang nyaris sempurna karena hampir tidak ada kriminalitas, masyarakatnya terdidik, dan bayi-bayi sudah dikondisikan untuk tumbuh sempurna.


Bila mengacu pada KBBI, utopia berarti sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada dalam bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dalam kenyataan.

Genre film utopia dicirikan dengan plot yang penuh kerusakan, muram, dan masyarakat merana. Kemudian ending film berakhir bahagia di mana kondisi masyarakat yang rusak terkendali, aman, dan damai. 

Bacaan Lain: Film Psikologi Thriller Wajib Tonton

Kebalikan dari utopia adalah distopia, yaitu tempat khayalan yang segala sesuatunya sangat buruk dan tidak menyenangkan serta semua orang tidak bahagia atau ketakutan.

Genre film distopia menggambarkan masyarakat yang tadinya teratur berubah jadi kacau karena bencana alam, pemberontakan, kondisi politik, atau hal lain yang merusak tatanan.

Rekomendasi film utopia ini disusun acak dan tidak berdasarkan kriteria tertentu yang ditonton sendiri oleh emperbaca,com.

 1. Rumah Tanpa Jendela (2011)

 

FIlm ini yang disutradarai Aditya Gumay juga bergenre musikal dan berkisah tentang Rara yang tinggal di Jakarta bersama ayah dan neneknya.

Foto: Smaradhana Pro
Sanggar Ananda

Sang ayah tidak mampu membuat  jendela di rumahnya karena miskin. Di sisi lain kota hidup masyarakat borjuis yang berumah dengan banyak jendela. Rumah Tanpa Jendela menggambarkan utopia dalam kondisi masyarakat Indonesia yang terfragmentasi dalam kelas sosial-ekonomi.

Film ini dapat ditonton di platform resmi KlikFilm dan Bioskop Online.

2. Tomorrowland (2015)

 

Rating film ini 13+ yang artinya aman ditonton remaja, tapi tidak untuk anak dibawah 12 tahun, walaupun pemainnya anak-anak. Butuh waktu luang untuk menontonnya karena film Tomorrowland berdurasi 2 jam 10 menit.

foto: DisneyPlus

Tomorrowland banyak melibatkan adegan mesin waktu, pemandangan futuristik, dan kecanggihan teknologi. Silakan tonton Tomorrowland di Disney+ Hotstar.

3. The Tomorrow War (2021)


Sekelompok prajurit tiba-tiba datang ke tengah lapangan sepak bola yang sedang menggelar pertandingan Piala Dunia. Ternyata mereka datang dari tahun 2051 dan bermaksud merekrut orang untuk berperang di masa depan.

Poster dari Skydance

Perang apa yang terjadi di masa depan sampai harus merekrut orang dari masa lampau? Aksi memukau Chris Pratt yang datang ke masa depan dan bertemu putrinya ternyata mengejutkan. 

Sang putri tokoh kunci memenangkan perang melawan White Spike. Siapa itu White Spike? Aksi manusia melawan White Spike dapat ditonton di Amazon Prime Video.

3. Ender's Game (2013)

 

FIlm ini diangkat dari novel berjudul sama karangan Orson Scott Card. Alkisah bumi sedang mempertahankan diri melawan serangan serangga alien.

(enderwiggin.net)

Daripada terus menunggu diserang lebih baik manusia  yang bersiaga di angkasa luar dengan melatih anak-anak dan remaja untuk menggunakan aneka teknologi canggih melawan serangga alien.

Latar lokasi Ender's Game berada di ruang angkasa, menjadikannya cocok ditonton penggemar Star Wars dan Star Trek. Film dengan ending memukau sekaligus menyenangkan campur menyedihkan ini dapat ditonton di Netflix.

4. Divergent (2014)


Setelah Divergent, menyusul sekuelnya yaitu Insurgent (2015) dan Allegiant (2016) . Diangkat ke layar lebar berdasarkan novel yang dikarang Veronica Roth.

Kota Chicago telah diisolasi selama 200 tahun karena perang dan penyakit mematikan. Semua penduduk Chicago dibagi jadi lima faksi, yaitu Abnegation, Amity, Candor, Dauntless, dan Erudite. Mereka yang tidak cocok di mana pun jadi terbuang dan jadi Factionless.

Adegan film Insurgent saat Tris, Four, dan Caleb saat melarikan diri dari Amity karena kejaran Dauntless (foto: Netflix)

Sebaliknya ada mereka yang cocok berada di faksi mana saja. Itulah divergent, yang diburu karena gen murni mereka,

Divergent, Insurgent, dan Allegiant dapat ditonton di Netflix

5. The Hunger Games (2012)


Sama seperti DIvergent, film ini juga bagian pertama dari trilogi The Hunger Games: Catching Fire (2013), dan The Hunger Games: Mockingjay (2014 dan 2015).

Katnis dan Gale dalam perjalanan ke RS di Distrik 8 dalam film Mockingjay Part 1 (Netflix)

Katniss Everdeen dari Distrik 12 yang termiskin di negara Panem jadi simbol revolusi melawan diktator kejam Presiden Snow. Bagaimana tidak kejam. Dua puluh empat anak dibawah 18 tahun dipaksa untuk bertarung sampai mati dengan hanya menyisakan satu pemenang. 

Tonton keseruan dan ketegangan bertahan hidup dengan romantisme Katniss dan Peta Mellark di Netflix.

6. I, Robot (2004)


Dibintangi Will Smith yang berperan jadi polisi pengawas robot di tahun 2035. Di masa itu semua pekerjaan kasar dan rumah tangga sudah dilakukan para robot. Kalau ada robot yang membangkang atau korslet, polisi robotlah yang menangkap mereka.

Detektif Del Spooner bersama Sonny si robot (foto: amazon.com)

Keadaan jadi kacau karena para robot yang dipekerjakan ternyata memberontak dan ingin menjadikan manusia budak.

Datanglah Sonny, robot yang berperasaan seperti manusia. Berhasilkah para robot menguasai manusia ? I, Robot tersedia di Disney+ Hotstar.

7. Warm Bodies (2013)


Lagi-lagi, diangkat dari novel berjudul sama karangan Isaac Marion dan bercerita tentang masyarakat yang terinfeksi virus sehingga berperilaku seperti zombie.

Warm Bodies, zombie yang kembali jadi manusia berkat cinta dan kasih sayang (foto: HBO)

Mereka yang sudah jadi zombie masih ada yang setengah sadar dan menolak makan daging manusia. Sementara mereka yang membiarkan dirinya dikuasai virus zombie akan jadi zombie mematikan yang memburu sesama manusia.

Ternyata manusia yang terinfeksi virus zombie tersebut dapat sembuh kalau mereka dipapari oleh kasih sayang dan cinta terus-menerus. Kalau penasaran dengan filmnya, silakan tonton di HBO Go.

12 Film Musik Paling Menghibur dan Inspiratif Versi Emperbaca.com

12 Film Musik Paling Menghibur dan Inspiratif Versi Emperbaca.com

Film tema musik sebenarnya beda dengan film musikal. Pada film musikal, dialog para pemerannnya dijadikan lagu dan nyanyian, sedangkan pada film musik, lagu dan nyanyian dibawakan dalam scene per scene, tidak dalam dialog.

Berikut emperbaca.com sajikan daftar film musik dan musikal yang semuanya ditonton langsung oleh kami. Daftar film disusun secara acak dan tidak berdasarkan kriteria tertentu.

1. Pitch Perfect (2012)

 

Termasuk juga Pitch Perfect 2 (2015) dan Pitch Perfect 3 (2017).

Walau Pitch Perfect bergenre komedi, emperbaca.com masukkan ke kategori inspiratif karena di Pitch Perfect 2 Beca harus memilih antara magangnya di label musik atau kompetisi akapela bersama Barden Bellas.

Penampilan Barden Bellas di lomba akapela internasional pada Pitch Perfect 2 (Foto: Motion Pictures)

Pada Pitch Perfect 3 konflik pribadi anggota The Barden Bellas meluas lantaran mereka harus bersaing dengan band yang main dengan instrumen musik lengkap, dan kehidupan pribadi setelah lulus kuliah yang ternyata tidak semulus harapan.

Selain itu ada tokoh tokoh Fat Amy. Dia bukan cuma karakter pemanis dan lucu-lucuan, melainkan bagian dari inspirasi yang walaupun gendut, namun selalu percaya diri dengan suara merdu dan gaya khasnya.

Tambahan lagi, semua aktor dan aktris di Pitch Perfect benar-benar menyanyi dengan suara mereka sendiri.

2. Whiplash (2014)

 

Ini filmnya pecinta musik jazz karena banyak adegan para anggota band memainkan lagu jazz sampai selesai. 

Berkisah tentang Andrew yang kuliah di kampus musik ternama Shaffer. Karena amat menyukai drum, dia sering latihan sampai malam dan berhasil masuk ke band yang dilatih dosen killer Terence Fletcher.

Bolak-balik jadi drummer cadangan tidak membuat Andrew mutung, dia malah makin rajin latihan sampai berdarah-darah. Kesulitan Andrew makin bertambah karena dosen Terence bukan cuma sering marah-marah, pun sering menjatuhkan mental dan menghina mahasiswanya.

Andrew Neiman saat tampil jadi drummer bersama band jazz kampusnya membawakan lagu berjudul Whiplash (foto: Netflix)

Apa yang dilakukan Andrew membuktikan walau tidak punya bakat, seseorang bisa jadi andal dan sukses dibidangnya kalau berlatih melebihi mereka yang berbakat. 

Namun, karena selain bertema musik film ini  juga bergenre psikologi, kita jadi sering geregetan dengan beberapa adegan yang melibatkan Andrew dan Terence.

3. Find Your Voice (2020)


Film Andy Lau paling menyentuh hati tentang kejujuran dan keberanian bertema musik. Andy Lau berperan sebagai konduktor bernama Yan Zilang yang lama tinggal di AS.

Sekembalinya ke Tiongkok dia diminta memimpin paduan suara yang anggotanya anak-anak yang sering kena hukuman di sekolah.

Yan Zilang saat memberi pengarahan kepada siswanya untuk lomba paduan suara (foto: South China Morning Post)

Ternyata Yan Zilang juga menyimpan masa lalu kelam. Ini film dengan happy ending sekaligus sad ending. Enak ditonton dari awal sampai akhir karena tidak menggurui dan dekat dengan kehidupan anak-anak kita.

4. Metal Lords (2022)

Di film keluaran Netflix ini anak SMA bernama Kevin dan Hunter membentuk sebuah band metal yang kesulitan mencari bassist yang sesuai karakter band metal mereka.

Kevin sempat jadi drummer band lain yang membawakan lagu-lagu pop, sambil melatih lagu Machinary of Torment yang diciptakan Hunter. 

Band metal Skullfucker yang ganti nama jadi Skullflower setelah guru mereka melarang penggunaan kata fucker jika ingin tampil di Battle of the Bands (foto: Netflic)

Akhirnya, alih-alih dapat bassist, mereka dapat pemain celo. Berhasil menangkah mereka di kompetisi Battle of the Bands di mana cuma mareka yang bergenre metal?

5. Burlesque (2010)


Dilihat dari dua bintang utamanya saja kelihatan kalau ini film tentang musik. Alkisah, Ali dari Iowa merantau ke Los Angeles dan berlabuh di klub Burlesque.

Niat banget pengin jadi penari di klub malam itu, Ali, diperankan cukup baik oleh Christina Aguilera, lantas berlatih sendiri tarian yang dibawakan para penari di sana.

Christina Aguilera sebagai Ali saat menyanyikan lagu Exkpress di klub Burlesque (foto: Hollywood Reporter)

Ali ikut audisi menggantikan Georgia yang hamil. Tess (diperankan penyanyi Cher), sang pemilik klub, menentangnya karena Ali dianggap bukan penari, cuma waitress klub. Ali kemudian berhasil menarikan tarian yang diminta Tess dan lolos audisi.

Rupanya, suatu kejadian tidak disengaja malah membuat Tess tahu kalau Ali ternyata bersuara powerful. DIbantu Ali, Tess harus berjuang mempertahankan klub yang terancam disita bank kredit macet.

6. Moulin Rouge! (2001) 


Ini film yang membuktikan Nocole Kidman ternyata bisa nyanyi. Nicole berperan jadi wanita penghibur nomor satu di klub Moulin Rouge di Paris yang bernama Satine.

Akhir tragis kisah cinta Satine dan Christian apik terbungkuks dalam film musikal Moulin Rouge! (foto: Fox Studio)

Dia berperan dengan Ewan McGregor yang berperan penulis, Christian, yang jatuh cinta pada Satine. Sayang, cinta mereka tidak kesampaian karena Satine menderita tubercolusis yang pada 1890-an belum ada obatnya.

Film Moulin Rouge versi asli tayang pada 1952 dibintangi oleh Zsa Zsa Gabor dan diangkat dari novel berjudul sama karangan Pierre La Mure.

7. Ma Rainey's Black Bottom (2020)


Film yang mayoritas pemerannya berkulit hitam ini menampilkan lagu-lagu blues dan sedikit jazz, sesuai yang dinyanyikan penyanyi Ma Rainey.

Walau judulnya Ma Rainey's Black Bottom, kisahnya bukan melulu tentang Ma Rainey, melainkan perselisihan yang berakibat pelenyapan nyawa.

Ma Rainey, penyanyi blues yang doyan Coca Cola, saat tampil di panggung (foto: Netflix)

Akhirnya, band yang mengiringi Ma Rainey diganti semua oleh kulit putih dan Ma Rainey gagal dikontrak jangka panjang oleh label rekaman.

8. Encanto (2021)

 

Film animasi bikinan Disney ini berkisah tentang keluarga Madrigal yang punya kekuatan yang didapat kota bernama Encanton di pegunungan Kolombia. 

Ssalah satu adegan dalam film Encanto (foto: Disney+ Hostar)

Tiap anggota keluarga punya kekuatan beragam mulai dari menyembuhkan, super kuat, kekuatan berubah wujud, dan lainnya. Namun, ada satu anak keluarga Madrigal yang sama sekali tak punya kekuatan ajaib, yaitu Mirabel.

Lagu hits dari film Encanto adalah We Don't Talk About Bruno yang dinyanyikan Lin-Manuel Miranda.

9. The Greatest Showman (2017)


Inspirasi dari film ini adalah kegigihan dan kisah hidup P. T. Barnum dalam membesarkan sirkus yang didirikannya. Semua lagu dalam film ini hits juga dipasaran, seperti Never Enough, This Is Me, dan A Million Dreams.

Hugh Jackman berperan sebagai P.T. Barnum, pemilik sirkus terbesar yang berdiri pada 1881 (foto: Daily Motion)

Pesan moralnya dapat kita katakan bahwa orang-orang aneh yang tidak diinginkan lingkungan pun dapat menampilkan potensi terbaik mereka dan bukan jadi sampah masyarakat. 

Ditonton sampai tiga kali pun film ini tidak membosankan karena ada adegan sirkus, tarian, dan nyanyian yang bikin kita betah.

10. Tiga Dara (1956 dan 2016)


Versi asli Tiga Dara rilis pada 1956 disutradarai oleh Usmar Ismail. Kemudian pada 2016 film ini dibuat ulang dan diberi judul Ini Kisah Tiga Dara.

Tara Basro, Shanty, dan Tatyana Akman berperan sebagai tiga bersaudari di Ini Kisah Tiga Dara (foto: VIU)

Kisahnya tentang saling-silang cinta antara tiga bersaudari Nunung, Nenny, dan Nana. Namun, karakter di film Ini Kisah Tiga Dara berubah nama jadi Ella, Gendhis, dan Bebe. 

Walau terlibat kisah cinta yang rumit, film ini dibalut komedi yang ringan dan lagu-lagu yang enak didengar.

Amat susah membuat re-make dari film yang sudah populer karena orang pasti saling membandingkan. Mungkin itu yang membuat Ini Kisah Tiga Dara mencuri perhatian, tapi kurang dapat banyak penonton di bioskop.

11. Petualangan Sherina (2000)


Ini termasuk film musikal legendaris yang dipunya Indonesia dan masih relevan ditonton sampai sekarang.

Mengisahkan tentang Sherina yang di kelasnya ada anak usil bernama Sadam yang selalu menganggunya. 

Petualangan Sherina masih dikenal sebagai salah satu film musikal terbaik sampai saat ini (foto: MIles Production)

Akhirnya Sadam dan Sherina malah berteman setelah kejadian penculikan untuk menguasai tanah pertanian ayah Sadam terjadi.

12. Drumline (2002)


Film tentang drumband kampus di mana seorang mahasiswa bernama Devon jadi sombong karena berbakat musik.

Devon ternyata tidak bisa membaca not balok, padahal semua lagu ditulis dengan not balok. Dia kemudian menerima tawaran Sean sang ketua drumband untuk mengajarinya not balok.

Adu lini drum (perkusi) antara Atlanta A&T University dan Morris Brown College (foto: Fandango)


Paling bagus dari film ini adalah adegan pertunjukkan drumband dan adu lini perkusi (drumline) antarkampus. Sampai tahun berapa pun film ini enak ditonton karena alurnya sederhana, inspiratif, dan banyak adegan musikal.

Bacaan Lain: Film Utopia Terbaik Wajib Tonton

Sekuel Drumline 2: A New Beat masih berhubungan dengan Devon yang dibintangi Nick Cannon, tapi sudah tidak lagi berkisah tentang kehidupannya. 

***

Kalau sudah nonton salah satu diatas, Anda juga bisa baca 7 rekomendasi film psikologi thriller yang mudah ditonton di platform streaming film favorit Anda.

8 Film Psikologi Thriller Wajib Tonton Versi Emperbaca.com

8 Film Psikologi Thriller Wajib Tonton Versi Emperbaca.com

Berikut emperbaca.com rekomendasikan tujuh film psikologi thriller yang endingnya tidak bisa ditebak dan kita penasaran dengan jalan ceritanya di sepanjang film.

Urutan film disusun secara acak, tidak berdasarkan alfabet dan tahun tayang.

1. Shutter Island (2010)



Dibintangi Leonardo DiCaprio, film Shutter Island sama khasnya dengan film psikologi lain yang jalan ceritanya tidak mudah ditebak, membuat orang berpikir sepanjang film, dan endingnya selalu tidak terduga.

Film ini ada unsur horornya. Berkisah tentang penyelidikan di Shutter Island setelah seorang pasien gangguan mental hilang.

Kita gak bakalan tahu siapa yang jahat dan siapa yang berhalusinasi, karena makin kita menebak mana yang benar dan salah, makin kita bingung, jadi ikuti saja ceritanya dari awal sampai akhir.

2. Knives Out (2019)



Film ini bakal "memaksa" kita ikut berpikir memecahkan misteri kematian seorang kaya yang kehidupan keluarganya diluar kebiasaan umum. 

Namun, alih-alih berpikir ala Detektif Conan atau Sherlock Holmes, kita dibuat deg-degan sekaligus hampir pusing memikirkan alur dan siapa diantara para aktor yang jadi pembunuh utama.

Buat yang suka film psikologi thriller yang agak berat, film ini buat kamu.

3. The Devil All the Time (2020)



Namanya juga genre psikologi thriller, jadi banyak adegan tembak-menembak untuk saling melenyapkan nyawa. Untungnya, darah yang ditampilkan masih wajar, berasal dari luka tembakan dan tidak mengganggu batin. 

Enak ditonton orang yang tidak suka film kekerasan, tapi ingin nonton film psikologi thriller.

Patut diacungi jempol dari film ini adalah Tom Holland mampu keluar dari bayang-bayang dirinya sebagai Spiderman.

Robert Pattionson juga apik memerankan pendeta yang menipu para gadis muda untuk ditidurinya. Sorot matanya teduh saat memberi khotbah, tapi berubah binal bila melihat perempuan muda.

Semua tokoh dalam film ini bersalah, tapi ingin kita mengasihani mereka di waktu yang sama. Pada akhirnya dia yang tidak mengikuti nafsu setanlah yang menang.

4. The Girl on the Train (2016)



Diantara 7 rekomendasi film psikologi thriller versi emperbaca.com, yang paling punya jalan cerita tidak bisa ditebak dan ending tidak diduga, versi emperbaca.com.

Alkisah, Rachel Watson jadi pemabuk setelah bercerai. Dia dipecat dari pekerjaannya karena dituduh mabuk. 

Bacaan Lain: Film Musik Paling Menghibur dan Inspiratif

Untuk menghabiskan waktu, Rachel naik kereta setiap hari dari Westchester County ke Manhattan pulang-pergi.  

Dari balik jendela kereta commuter dia melewati rumah pasangan yang dia lihat tampak harmonis sampai suatu ketika istri di rumah yang sering dia lewati tewas

5. Buried (2010)



Film paling menguras emosi sekaligus paling bikin penasaran dengan nasib Paul Conroy yang terkubur hidup-hidup di tanah di dalam peti mati.

Di satu sisi kita ingin dia selamat, tapi di sisi lain merasa putus asa karena orang-orang yang dimintai tolong ternyata bertingkah menyebalkan.

Paling epic dari film ini adalah: adegannya cuma di dalam peti mati, tapi sukses membuat orang terus terpaku menontonnya sampai selesai.

Selama nonton perasaan kita dibuat campur-aduk, antara kasihan, cemas, ikut tidak berdaya, sekaligus kesal dan geregetan dengan nasib Ryan Reynolds.

6. Phone Booth (2002)



Bagaimana jadinya kalau kita mengangkat telepon di telepon umum, ternyata malah kita yang disandera?

Seperti layaknya film psikologi thriller, Phone Booth juga penuh adegan tidak terduga dengan jalan cerita yang bikin orang sedikit mikir.

Kehidupan pribadi Stuart Shepard yang angkuh dan tukang selingkuh diobrak-abrik oleh penyandera. Akhir kisah Stuart di kotak telepon sudah bisa diduga, tapi ternyata dugaan kita salah.

7. Parasite (2019)



Ini satu-satunya film non-bule yang paling sukses di ajang Oscar yang berasal dari Korea Selatan. 

Berkisah tentang dua keluarga yang kehidupannya saling bertolak belakang. Keluarga Kim miskin dan keluarga Park kaya.

Berkat muslihat dan manipulasi si anak, keempat anggota keluarga Kim akhirnya bekerja pada keluarga Park.

Sayang, karena dibangun dari kebohongan, hidup keluarga Kim berantakan dan kehilangan anak mereka. Pun dengan keluarga Park yang juga kehilangan anggota keluarga. 

Ending Parasite menyebalkan buat orang awam, tapi sukses memuaskan pecinta genre psikologi.

Bacaan Lain : The Aeronauts, Mengenal Penerbangan dengan Balon Udara dan Prakiraan Cuaca

9. The Menu


Film ini bercerita tentang menu di restoran milik chef terkenal yang letaknya ada di satu pulau. 

Para tamu akan naik kapal menuju restoran. Setibanya di restoran itu mereka akan dihidangkan enam menu kreasi mahakarya si chef.

Dari keberadaan pulau yang cuma diisi restoran saja sudah merupakan keanehan. Tidak ada hotel tempat tamu menginap sedangkan kapal yacht pun langsung pergi begitu mengantar tamu, tidak parkir di pulau itu menunggu tamu pulang.

Ada adegan kekerasan seperti pemotongan jari, bunuh diri, dan pembakaran, sehingga The Menu bisa dikategorikan sebagai film psikologi thriller daripada film tentang masakan.

***

Demikian 8 rekomendasi film psikologi thriller versi emperbaca.com. Semua film dapat ditonton di platform streaming berbayar seperti Netflix, Disney+ Hotstar, Prime Video, atau HBO Go.