Hikikomori: Mental yang Goyah dari Kesenjangan dan Budaya Tinggi Ekspektasi

Hikikomori: Mental yang Goyah dari Kesenjangan dan Budaya Tinggi Ekspektasi

Hikikomori adalah sindrom gangguan mental di mana seseorang sengaja menarik diri dari lingkungan sosial dan tidak berinteraksi dengan siapa pun kecuali dengan keluarga inti.

Pemerintah Jepang mulai menyadari hikikomori di akhir 1990-an sampai kemudian jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun.

Berdasarkan sensus pemerintah Jepang pada 2016, orang yang mengisolasi diri di kamar dan rumah mereka ada 540.000 jiwa. Jumlah ini meningkat pada 2019 menjadi 800.000 orang. Mayoritas laki-laki berusia 15-39 tahun.

Melansir The Conversation, saat ini diperkirakan sudah 1,2 persen dari total penduduk Jepang yang mengidap hikikomori. Artinya sudah jutaan orang Jepang mengisolasi diri dalam jangka waktu lama.

Dari Mana Istilah Hikikomori Berasal?

 

Istilah hikikomori dicetuskan oleh psikiater Jepang Tamaki Saito pada tahun 1998, atas tanggapan terhadap krisis yang terjadi di kalangan pemuda Jepang. 

Pada masa itu sudah banyak anak muda menghindari sekolah dan acara sosial, sering tinggal di rumah selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun tanpa berkomunikasi dengan keluarga atau teman-teman.

Hikikomori diperburuk oleh kecanduan internet dan game, serta kemajuan teknologi yang memungkinkan orang tidak perlu berinteraksi di luar rumah untuk menjalankan hidup.

Ciri Seseorang Mengidap Hikikomori

 

  1. Para pelajar tidak mau berangkat ke sekolah. Orang yang punya pekerjaan tidak mau lagi berangkat bekerja.
  2. Sulit berinteraksi dengan orang di luar anggota keluarga.
  3. Menghindar dari lingkungan, situasi, dan interaksi sosial selama enam bulan berturut-turut.

Pengidap hikikomori dapat mengisolasi diri di rumah selama bertahun-tahun tanpa ada keinginan keluar rumah atau melakukan kontak dengan teman.

Penyebab HIkikomori

 

Sebelum mengisolasi diri, para pengidap hikikomori sering merasa tidak disukai, menganggap dunia tidak adil terhadapnya, kecewa terhadap suatu hal, takut berbuat salah, atau karena perundungan.

Ada juga yang melakukan hikikomori sebagai bentuk hukuman terhadap diri sendiri yang gagal memenuhi harapan orang tua, masyakarat, atau lingkungan sosial.

Misal, anak seorang chef ternama yang diharap mampu meneruskan usaha kuliner orang tuanya, ternyata tidak berbakat masak karena dia lebih tertarik menjadi penari. 

Tidak tahan pada desakan banyak orang (termasuk media massa dan orang tuanya sendiri) yang menginginkannya jadi chef dan pengusaha kuliner andal, lantas memicu anak melakukan hikikomori. Mengisolasi diri alih-alih berkarya di bidang lain dan tidak memedulikan perkataan orang.

Produk Budaya atau Lemah Mental?


Kita tahu dulu Jepang punya jam kerja panjang yang mana para pekerjanya bekerja 12-14 jam sehari. Selain jam kerja yang panjang, perekrutan tenaga kerja yang tertutup dan kesenjangan karir di Jepang juga lebar. 

Di Indonesia, lulusan SMA sederajat dapat menjadi manajer sampai kepala cabang kalau dia berprestasi dan sudah melanjutkan kuliah sembari bekerja.

Di Jepang, pada masa lalu, tidak begitu. Lulusan perguruan tinggi pasti berkarir moncer dengan berbagai tunjangan dan fasilitas. Kesempatan bekerja dan berkarir seperti itu tidak didapat mereka yang cuma lulusan SMA, mengakibatkan mereka cuma bekerja sebagai pegawai rendahan atau di sektor informal.

Sektor usaha informal adalah sektor usaha yang tidak punya izin usaha serta usahanya tidak terdaftar pada lembaga pemerintah. Jenis usaha ini adalah UMKM seperti warung sembako, warteg, ibu rumah tangga yang menjual asinan, dan sejenisnya.

Bila generasi Jepang yang lampau memilih mengakhiri hidup karena tekanan pekerjaan dan hidup, generasi yang lebih muda memilih hikikomori.

Disamping budaya Jepang yang punya jam kerja panjang, ada kebiasaan yang membudaya pada masa lalu bahwa seorang ibu haruslah sayang kepada anaknya, terutama anak laki-laki tertua.

Nyatanya, rasa sayang berlebihan malah jadi kemanjaan. Si anak tidak mandiri karena si ibu terlalu melindungi. Alih-alih mengatasi segala rintangan yang menghampirinya, si anak malah menyerah.

Bibit hikikomori biasanya sudah terlihat sejak usia dini di mana anak tidak mampu menyelesaikan masalah sederhana di sekolah, dengan teman, atau sangat tersinggung jika ditegur guru.

Kenapa Hikikomori Disebut Gangguan Mental?

 

Normalnya, manusia adalah makhluk sosial yang selalu butuh berinteraksi dengan sesama manusia. Orang yang punya kesulitan untuk berperilaku dan berpikir seperti manusia normal menandakan ada  yang tidak sehat pada mentalnya.

Maka itu dinamakan gangguan mental. Hikikomori secara sengaja mengisolasi diri hanya karena tekanan yang bagi orang normal dianggap wajar dan bisa diatasi. Pengidap hikikomori memilih mengisolasi diri daripada menyelesaikan masalahnya, dan karenanya termasuk gangguan mental.

Karena itu orang yang mengetahui ada kerabat atau teman yang mengidap hikikomori harus minta bantuan psikolog dan psikiater karena penderitanya tidak bisa hanya sekadar diajak curhat.

Walau termasuk gangguan mental, hikikomori berbeda dengan social anxiety (kecemasan sosial) yang mana penderitanya sangat takut bertemu dengan orang di tengah keramaian. Pun tidak sama dengan beberapa jenis fobia yang berhubungan dengan orang banyak dan lingkungan sosial.

Dampak Hikikomori Bagi Jepang


Hikikomori yang diidap generasi mudanya mengakibatkan Jepang kekurangan tenaga kerja. Usia produktif melimpah, tapi sangat jarang dari mereka yang bekerja.

Karena itu Jepang terpaksa mengimpor banyak ekspatriat atau tenaga kerja asing berpendidikan tinggi dan digaji besar.

Populasi negeri sakura itu juga terus menurun. Menurut Nikkei Asia, penduduk Jepang berkurang 644.000 jiwa di 2022, terbesar dalam 26 tahun terakhir.

Hikikomori memperburuk penurunan populasi Jepang karena mereka tidak menikah dan tidak punya anak.

Beban Orang tua dan Negara

 

Seorang hikikomori hanya diam di rumah dan tidak melakukan apa pun untuk menghasilkan uang. Mereka juga sama sekali tidak produktif menghasilkan suatu karya. Tidak pula mengurus atau merawat apapun dan siapa pun.

Karena tidak punya penghasilan, hikikomori hidup dari gaji atau uang pensiun orang tua. Bila ODGJ tidak mampu bekerja karena kehilangan akal kewarasannya, hikikmori tidak mau bekerja karena memilih mengisolasi diri.

Di mata Jepang, hikikomori juga merugikan karena tidak punya penghasilan untuk bayar pajak, tidak punya asuransi kesehatan, tidak berpartisipasi dalam aktivitas sosial, dan malah menghabiskan uang orang tua.

Bagaimana Seorang Hikikomori Menghabiskan Waktu?

 

Berada di kamar atau di rumah sepanjang waktu amat membosankan. Bahkan seorang introvert dan solitude juga perlu berkegiatan di luar rumah walau tidak bergabung dengan kelompok sosial mana pun, hanya sekadar menghirup udara segar.

Namun, pengidap hikikomori betah menghabiskan seluruh waktunya dengan bermain game, berselancar di internet, membaca buku, memasak sendiri, atau aktivitas lain yang tidak mengharuskannya ke luar rumah.

Pengidap hikikomori amat jarang pernah keluar rumah walau untuk ke warung membeli kebutuhan sehari-hari. Kebanyakan mereka memesan bahan makanan dan kebutuhan harian via online,  

Apakah Hikikomori Hanya Terjadi di Jepang?

 

Yang jelas hikikomori tidak bakal terjadi di Indonesia. Walau para tetangga dan netizen di negeri ini julid, nyinyir, dan merasa paling benar, tapi di rumah kita masih punya mertua, ipar, menantu, anak, dan pekerja rumah tangga yang membuat kita tidak sendirian menghadapi tekanan hidup.

Bila tekanan datang dari keluarga, orang Indonesia masih bisa mencari pelarian dengan curhat di medsos, jadi selebgram, atau YouTuber kontroversial.

Sementara itu, hikikomori juga menjalar ke anak-anak muda di Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Prancis, dan Spanyol.

YOLO "You Only Live Once" Antara Hidup Penuh Kesenangan dan Totalitas Ibadah

YOLO "You Only Live Once" Antara Hidup Penuh Kesenangan dan Totalitas Ibadah

You Only Live Once, akronim dari YOLO, adalah istilah dan gaya hidup yang menekankan bahwa manusia hanya hidup satu kali saja. Maka wajar bila mendahulukan kesukaan, kebutuhan, dan kesenangan diri sendiri daripada yang lain.

YOLO juga digunakan untuk memaksa seseorang melakukan hal berbahaya dan menantang adrenalin supaya dia berani. Misalnya memanjat tebing, kebut-kebutan, atau yang lebih buruk, mabuk-mabukkan.

Terminologi YOLO

 

Seorang leksikografer (orang yang ahli dalam penyusunan kamus)  bernama Ben ZImmer, menemukan penggunakan kata you only live once (ditulis dengan huruf kecil) pada sebuah merek peralatan yang sedang mengajukan merek dagang pada 1993. 

Penemuan Ben ZImmer itu ditengarai sebagai yang pertama kalimat YOLO muncul sebelum dipopulerkan oleh rapper Kanada, Drake.

Pada 2011, Drake membuat album lagu The Motto yang mana salah satu lagunya berjudul You Only Live Once dengan akronim YOLO. Sejak itu istilah YOLO populer sebagai bagian dari gaya hidup hedon

Sudut Pandang YOLO


Makin hari, pendapat soal YOLO meluas bukan saja soal kesenangan hidup, tapi dilihat dari sisi akademis dan religi.

YOLO menurut kaum hedonis adalah refleksi menikmati hidup karena sia-sia kalau hidup tidak dinikmati. Kalau sudah mati kita tidak bakalan bisa mengulang hal yang belum pernah kita lakukan dalam hidup.

YOLO bagi kaum hedonis sudah pasti bersenang-senang. Makin gila dan ramai makin kita menikmati hidup dan memaknai YOLO dengan tepat.

Bacaan Lain: Luxury Influencer, Gaya Hidup Mewah Demi Iklan

Pendapat lain datang dari kalangan akademisi yang berpendapat bahwa YOLO sebaiknya digunakan untuk mencapai prestasi dan keilmuan semaksimal mungkin.

Pada situs Internet Public Library yang memuat ratusan makalah dan esai dari kalangan akademisi AS, banyak analisa mengatakan bahwa YOLO sebaiknya disemangati untuk mencapai aktualisasi diri yang jauh dari kata-kata bersenang-senang.

YOLO dan Agama Samawi

Agama samawi atau agama yang turun berdasarkan wahyu dan kenabian seperti Islam, Kristen, dan Yahudi hanya mengenal hidup sekali saja sebelum manusia ke surga atau neraka. 

Makanya, pak ustaz sering bilang, "Kita hidup cuma sekali, perbanyaklah beribadah." Ibadah bagi umat Islam termasuk ibadah kepada sesama manusia (hablumminannas), supaya semua yang kita lakukan bukan cuma bermanfaat di dunia, melainkan jadi bekal di akhirat.

Konsep yang sama juga dikenal penganut Kristen dan Yahudi. Semua kebaikan akan bermuara ke surga dan kejahatan pasti tersungkur ke neraka.

YOLO dan Reinkarnasi

 

Walau diyakini oleh penganut agama samawi, "hidup hanya sekali" tidak berlaku bagi penganut Hindu dan Buddha karena ajaran mereka meyakini manusia hidup berkali-kali melalui konsep reinkarnasi atau terlahir kembali.

Pada agama dan kepercayaan yang menganut konsep reinkarnasi, semua kebaikan dan kejahatan yang kita lakukan di kehidupan sekarang, akan dapat ganjarannya di kehidupan masa datang ketika kita terlahir kembali.

Bila saat ini kita sering mengalami kesulitan hidup, bisa jadi sebagai akibat dari banyaknya keburukan yang kita lakukan pada kehidupan yang lampau. Umat yang percaya reinkarnasi mengenalnya sebagai karmaphala. 

Maka amat wajar tidak ada umat Hindu dan Buddha di mana pun yang mencetus atau membahas soal you only live once.

***

Uniknya, YOLO dikenal cuma oleh dua golongan yang justru bertolak belakang. Yaitu, mereka yang tidak percaya adanya surga-neraka dan mereka yang betul-betul percaya bahwa manusia akan berakhir, kalau tidak di surga, ya, neraka.

Dendrophile si Pecinta Pohon dan Nemophile si Pecinta Hutan

Dendrophile si Pecinta Pohon dan Nemophile si Pecinta Hutan

Dendrophile adalah orang yang amat sangat menyukai pohon dan pepohonan. Sementara nemophile adalah orang yang sangat menyukai hutan.

Menyukai pohon, tapi tidak suka hutan? Menyukai hutan, tapi bukan pohon? Bikin mumet. Walaupun habitat pohon ada di hutan dan hutan isinya banyak pohon, tapi keduanya tidak sama.

Hutan berisi beragam flora dan fauna. Si dendrophile cuma suka pohon, tidak mencintai semua yang ada dalam hutan.

Orang yang mencintai hutan dengan segala isinya, bukan cuma pohon, itulah si nemophile.

Asal Kata Dendrophile 


Dendro berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya tree friend atau teman pohon. Sedangkan phile artinya sangat menyukai atau punya kecintaan.

Bila bahasa Latin banyak digunakan untuk menyebut istilah-istilah ilmiah, bahasa Yunani kuno dipakai untuk istilah non-ilmiah.

Asal Kata Nemophile

 

Nemophile ini tidak ada hubungannya dengan ikan bernama Nemo yang terpisah dari ayahnya karena terjerat jaring. Nemo si pecinta hutan berasal dari kata Yunani kuno, nemos, yang artinya lover of a wood or grove alias si pecinta hutan.

Sedangkan phile berasal dari kata philia yang artinya sangat menyukai atau mencintai, sama dengan kata pada dendrophile.

Apakah orang yang hobi menanam dan merawat tanaman di pekarangan disebut Dendrophile juga?

Pecinta pohon hanya menyukai pohon saja, seperti pohon mangga, sawo, rambutan, bahkan pohon raksasa baobab dari Afrika. Namun, dia tidak tergila-gila dengan tanaman padi, kunyit, jagung, mawar, atau tanaman hias.

Orang yang menyukai bunga-bungaan, tanaman hias, dan tanaman obat disebut anthophile atau pecinta tanaman. 

Dendrophile akan menanam beragam jenis pohon bila dia punya pekarangan luas, sedangkan anthophile cenderung menanam dalam pot-pot atau membuat taman yang asri dan indah.

Anthophile juga bertangan dingin. Semua tanaman yang dirawat olehnya pasti subur walau tanpa pupuk.

Ciri Khas Dendrophile

 

1. Mengerti banyak jenis pohon dan karakteristiknya. Beberapa dendrophile seperti kamus berjalan yang sangat mengerti detail dari pohon yang ada di daerahnya.

2. Bangun pagi-pagi dan keluar rumah untuk menghirup aroma pohon yang kena embun.

3. Menganggap pepohonan sebagai keluarga sendiri yang dirawat dengan kasih sayang.

4. Sering bicara atau mengajak ngobrol pepohonan, terutama yang ditanam di pekarangan atau area rumahnya.

5. Selalu merasa nyaman dan tenang bila berada dekat pepohonan.

Ciri Khas Nemophile

 

1. Senang hikng dan trekking ke gunung. Bila tidak memungkinkan untuk pergi ke gunung, nemophile juga rajin menyambangi hutan kota atau tempat wisata alam di mana masih terdapat pepohonan beserta flora dan faunanya.

2. Mengenal jenis hutan yang ada di dunia dan tumbuhan serta hewan endemiknya.

3. Paham cara bertahan hidup di hutan dengan memanfaatkan sumber daya di hutan.

4. Senang berkemah di pinggir hutan.

5. Paling menentang jika diketahuinya ada penebangan liar atau eksploitasi hutan menjadi perkebunan yang mengakibatkan hilangnya habitat penghuni hutan.

***

Orang yang tadinya bukan pecinta pohon dan hutan bisa menjadi seorang dendrophile dan nemophile dari hasil interaksinya dengan banyak orang yang juga menyukai pohon dan hutan.

Kecintaan itu bisa juga datang dari pengalamannya ketika ada peristiwa yang berhubungan dengan pohon dan hutan.

Cafe Hopping, Awalnya Buat Kerja dan Ngerjain Tugas Kini Jadi Gaya Hidup Gabut

Cafe Hopping, Awalnya Buat Kerja dan Ngerjain Tugas Kini Jadi Gaya Hidup Gabut

Pernah pindah dari satu kafe ke kafe lain saat kafe yang kita tempati sudah ramai dan tidak enak lagi buat nongkrong? Lalu pindah ke kafe lain lagi saat kafe yang baru kita datangi kembali ramai dan tidak asyik lagi? Itu namanya cafe hopping. 

Awal Mula Cafe Hopping


Hopping dalam bahasa Inggris artinya melompat. Secara kiasan cafe hopping berarti "melompat" dari satu kafe ke kafe lainnya, 

Cafe hopping biasa dilakukan oleh mahasiswa yang mengerjakan tugas dan para remote worker. Remote worker adalah karyawan yang bekerja dari rumah karena kantor mereka berada di luar kota atau luar negara yang tidak memungkinkan mereka bekerja pulang-pergi.

Bacaan Lain: Hustle Culture dan Tipe Karyawan yang Senang Melakoninya

Terlalu sering bekerja di rumah menimbulkan kejenuhan, maka para remote worker mencari kafe yang sepi untuk bekerja sambil menyeruput kopi dan memakan kudapan. Kalau kafe itu sudah dianggap terlalu ramai untuk kerja, mereka akan mencari kafe lain yang lebih kondusif.

Hal sama berlaku untuk para mahasiswa yang mengerjakan tugas. Kadang mereka mengerjakan tugas di kafe untuk menghemat kuota internet karena di setiap kafe pasti menyediakan Wifi untuk pengunjungnya.

Siapa yang Memulai dan Dari Mana Tren Cafe Hopping?


Walau istilahnya diambil dari bahasa Inggris karena mengacu pada kebiasaan remote worker dan mahasiswa yang mengerjakan tugas, tren cafe hopping ternyata muncul pertama kali di Kuala Lumpur, Malaysia. Tren itu kemudian menjalar ke Penang dan Johor kemudian ke seluruh negara bagian.

Sejak 2015, anak-anak muda Malaysia makin sering nongkrong bareng di kafe tanpa disambi mengerjakan tugas kuliah. Sambil nongkrong mereka mencari kopi dan makanan yang enak dari satu kafe ke kafe lainnya.

Tidak ada batasan berapa kafe yang didatangi dalam sehari. Selama masih ada duit, mau datang ke 10 kafe dalam sehari pun tidak masalah.

Tren di kalangan mahasiswa ini menjalar ke para pekerja kantoran Malaysia. Mereka mengikuti tren ini, terutama saat weekend, dengan rekan kerja. Dalam semalam mereka bisa mendatangi rata-rata 2-3. Ada juga yang sampai empat kafe.

Di Indonesia tren cafe hopping di kota-kota besar marak sejak 2019 sebelum terhenti karena pandemi. Sedikit berbeda dari di Malaysia, tren cafe hopping di Indonesia lebih banyak dilakukan oleh pekerja kantoran daripada mahasiswa.

Cafe Hopping Vs Clubbing


Cafe hopping bisa dibilang mirip dengan clubbing. Para penyuka dugem (dunia gemerlap malam) sering pindah dari satu klub ke klub malam (night club) lain untuk berpesta sampai pagi. Itulah kenapa mereka dinamakan clubber dan aktivitasnya dinamakan clubbing.

Dua-duanya sama-sama butuh duit dan lebih seru dilakukan bersama orang yang juga suka cafe hopping dan clubbing.

Baca Juga:

  1. Tipe Karyawan Hustle Culture
  2. Lone Wolf si Individualis yang Sering DIkira Teroris

Walau banyak kafe yang menyediakan alkohol sama seperti klub malam, cafe hopping dipandang sebagai tren yang positif daripada clubbing. Ini karena cafe hopping tidak dilakukan sampai dini hari dan tidak identik dengan narkoba, seks bebas, dan mabuk-mabukkan seperti halnya clubbing.

Cara Seru Menikmati Cafe Hopping


Cafe hopping adalah salah satu cara asyik menghabiskan waktu kalau kita lagi gabut ditemani para bestie yang juga sama gabutnya. 

Ini cara cafe hopping yang efekif supaya seru dan tidak asal gabut.

1. Lakukan beramai-ramai. Makin ramai memang makin seru, tapi tidak berarti kita harus ajak belasan orang untuk cafe hopping.

Kalau nongkrong bareng belasan orang itu namanya arisan, bukan cafe hopping. Selain jadi arisan, kalau mengajak belasan orang, kamu harus menyewa tempat secara khusus di kafe itu supaya tidak mengganggu tamu lain dan memberi keleluasaan untuk pihak kafe menyediakan menu lebih banyak dari biasanya.

Ajak hanya bestie atau sahabat terdekat 3-4 orang saja cukup untuk melakukan cafe hopping.

2. Pilih cafe yang jaraknya dekat. Dekat dalam arti masih dalam satu mal, satu komplek perbelanjaan, atau kafe sekitar yang dekat rumah dan kantor.

Supaya kita tidak keburu kelelahan karena menghabiskan banyak waktu di jalan. Lelah bisa mengakibatkan bosan. Kalau sudah bosan, melakukan cafe hopping sudah tidak asyik lagi dan malah ingin melakukan aktivitas lain.

3. Kalau sempat, cari tahu dulu apa saja menu yang ada di kafe yang akan didatangi.

Rasanya buang-buang duit kalau ternyata manu di kafe yang kita datangi sama seperti menu di kafe sebelumnya. Jadi, lebih baik cari kafe yang menunya berbeda dengan kafe yang sudah kita datangi.

Mencari tahu menu lebih dulu bisa juga untuk mencegah risiko alergi bila ternyata kafe itu lebih banyak menyediakan menu boga bahari, sementara ada bestie yang alergi seafood.

4. Pilih makanan dan minuman berbeda. Hindari memesan menu yang sama dengan para bestie supaya kita bisa saling icip dan menambah rekomendasi menu pada preferensi pribadi.

Menu yang berbeda-beda juga bisa menambah rekomendasi kita untuk dibagikan di media sosial atau review Google Maps kafe yang bersangkutan.

5. Split bill alias bayar masing-masing. Semua yang memesan makan-minum harus bayar sesuai kemampuan kantongnya.

Kalau tidak begitu cafe hopping malah jadi beban bagi yang diajak, kecuali ada bestie yang bersedia membayar seluruh tagihan.

***

Tidak punya budget, tapi ingin merasakan tren cafe hopping? Kamu bisa saja melakukan warteg hopping. 

Saat warteg hopping kita bisa nimbrung obrolan antarpengunjung. Biasanya yang diobrolkan adalah isu sosial atau pemerintahan yang sedang hangat.

Para pengunjung juga biasanya tidak keberatan untuk saling mengobrol walau tidak kenal dan tidak tahu nama masing-masing orang yang ikut ngobrol.

Kalau cafe hopping lebih seru dilakukan beramai-ramai, pada warteg hopping sendirian malah lebih asyik.

Hustle Culture dan Tipe Karyawan yang Senang Melakoninya

Hustle Culture dan Tipe Karyawan yang Senang Melakoninya

Para karyawan di Indonesia makin terjangkiti hustle culture, baik yang bekerja di start-up alias perusahaan yang baru merintis atau perusahaan yang sudah mapan.

Mereka sering membawa pekerjaan kantor ke rumah. Ciri-cirinya: 

  1. Cek email kerjaan dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah.
  2. Sampai rumah buka laptop lagi.
  3. Sebelum tidur cek email lagi dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang perlu diperbaiki.
  4. Siklus cek email, buka laptop, dan mengerjakan pekerjaan kantor selalu berulang tiap hari, bahkan saat akhir pekan.
Membawa pulang pekerjaan kantor ke rumah dapat mengakibatkan stres dan mati rasa terhadap kebahagiaan lain karena para karyawan tidak punya kehidupan selain urusan kantor.

Bringing Work Home Vs Work From Home

Membawa pulang pekerjaan kantor ke rumah beda dengan bekerja dari rumah. Bekerja dari rumah artinya rumah selain sebagai tempat tinggal juga tempat kita bekerja. 

Kita tidak bekerja di kantor yang menggaji, tapi seluruh pekerjaan kita selesaikan di rumah. Istilah lain dari bekerja dari rumah adalah remote working.

Sedangkan membawa pekerjaan kantor ke rumah artinya kita masih uplek-uplekan dengan pekerjaan kantor saat sudah berada di rumah, bahkan saat kita harusnya sedang leyeh-leyeh nonton YouTube atau melakukan kesenangan di tempat lain.

Pada survey yang dimuat di Forbes, lebih dari 82% orang Amerika menyatakan tidak ada masalah jika mereka bekerja remote dari rumah dan tidak lagi harus ngantor.

Sangat mungkin di Indonesia juga begitu. Apalagi hustle culture ala Korea dan China sudah diterapkan secara masif dengan menciptakan persepsi bahwa karyawan yang pulang tepat waktu adalah karyawan kurang dedikasi dan pemalas.

Lembur tiap hari juga dikesankan sebagai hal wajar, bahkan bila si karyawan tidak dapat upah lembur yang sepadan.

Hustle culture bakalan terus subur selama tipikal karyawan dibawah ini mendominasi lingkungan kerja.

1. Workaholic


Menurut Psychology Today, jika Anda bekerja lebih dari 50 jam seminggu, tidak bisa mendelegasikan pekerjaan ke anak buah atau rekan, merasa nyaman jika larut dalam kesibukan, dan jarang memikirkan waktu untuk bersenang-senang, berarti Anda workaholic (gila kerja).

Workaholic adalah penyakit mental yang dipicu trauma masa kecil. Orang yang semasa kecilnya dituntut sempurna oleh orang tuanya bakal menjad perfeksionis di masa dewasa. Perfeksionis inilah yang menjadi awal seseorang jadi gila kerja.

Orang yang gila kerja bisa menikah dan punya anak, tapi mereka akan menomorsatukan pekerjaan menit demi menit dan mengabaikan yang lain. Enggak heran kalau workaholic akhirnya jadi penyendiri dan lama-lama malah makin sulit melepas diri dari pekerjaanya.

2. Tidak Kuasa Menolak Bos


Survei lawas dari Pew Research Center pada 2008 membuktikan bahwa 22% orang di Amerika Serikat terpaksa membalas email saat libur atau cuti. Prosentase karyawan yang berkutat pada email kantor saat libur bertambah jadi 81% pada 2020. 

Menikmati libur dan cuti adalah hak karyawan, tapi banyak karyawan tidak berani membantah bila sang bos menyuruh mereka menyelesaikan pekerjaan selepas jam kantor.

Karena seseorang mau diperintah diluar jam kerja, bos menilai bahwa hal itu wajar terjadi kepada bawahannya. Lama-lama jadi hal biasa seorang karyawan membawa pulang kerjaan ke rumah walau saat di kantor dia sudah lembur berjam-jam..

3. Takut Kehilangan Pekerjaan


Orang-orang yang kapasitas dan pendidikannya kurang memadai punya kecenderungan takut dipecat karena beranggapan pekerjaan itu sudah jadi jalan rejeki.

Mereka akan bekerja segiat dan setekun mungkin karena buat mereka mustahil dapat pekerjaan lain jika mereka keluar dari kantor itu hanya karena diminta bekerja lembur tiap hari tanpa uang lembur.

Jadi, alih-alih menikmati libur, mereka akan kerja terus, bahkan yang diluar jobdesc. Rasa kuatir kehilangan pekerjaan lebih besar dari rasa lelah karena hustle culture.

4. Tidak Punya Keluarga dan Teman


Orang yang umurnya diatas 40 tahun dan belum berkeluarga cenderung menghabiskan waktu dengan banyak bekerja. Sahabat-sahabat yang menikah sudah sibuk dengan keluarga dan lingkaran pergaulan sesama orang tua.

Maka sulit bagi jomblowan dan jomblowati untuk bergaul dengan para bestie yang sudah punya kehidupan berbeda dari masa muda dulu.

Menghabiskan waktu untuk bersenang-senang sendirian juga menjemukan. Mencari teman baru belum tentu teman itu bisa dipercaya. Maka membawa pekerjaan ke rumah adalah hal paling masuk akal untuk mengisi waktu dan sepi.

Kadang mereka juga menghindari bertemu dengan keluarga besar karena risih ditanya soal jodoh, Alasan yang membuat mereka aman adalah tidak bertemu keluarga, kalau tidak ada yang mendesak, dengan alasan harus lembur saat weekend.

Hustle Culture di Jepang


Budaya kerja yang berlebihan makin marak di Korea Selatan dan China, tapi sudah ditinggalkan di Jepang. 

Kaum muda Jepang sudah menyadari dampak buruk hustle culture bagi kesehatan mental mereka, sehingga mereka  yang bekerja kantoran menolak bekerja belasan jam sehari seperti pada pendahulunya.

Banyak kaum muda Jepang berusia 25-30 tahun juga tidak lagi mengejar kerja kantoran sebagai karir. Mereka lebih suka bekerja sendiri membuka usaha, jadi freelancer, gamer, trader saham dan forex, atau pekerjaan lain yang tidak mengharuskan mereka bekerja rutin di kantor.

Keengganan kaum muda Jepang itu jadi salah satu sebab negara sakura makin kekurangan angkatan kerja sejak 2018.

Di Indonesia hustle culture banyak menimpa karyawan kantoran daripada buruh. Jam kerja buruh memakai sistem shift dan mereka harus dapat uang lembur berdasarkan UU Ketenagakerjaan. 

Bila diperlakukan tidak adil oleh perusahaan, buruh dapat mengadu ke serikat dan serikat yang akan memperjuangkan keadilan bagi si buruh.

Namun, karyawan kantoran justru sebaliknya. Bekerja rodi tanpa uang lembur dengan diberi doktrin bahwa karyawan yang baik adalah karyawan yang terus bekerja sampai akhirnya kena gangguan mental.

Nyctophile si Pecinta Malam dan Kegelapan yang Dingin

Nyctophile si Pecinta Malam dan Kegelapan yang Dingin

Nyctophile adalah istilah yang disematkan untuk orang yang menyukai malam dan kegelapan yang alami.

Nyctophile menyukai gelap dari malam, hutan, gua, laut, atau kegelapan lain yang alami, bukan gelap karena mati listrik.

Apakah orang yang suka begadang berarti nyctophile? Tidak selalu, seseorang yang terjaga pada malam hari bisa karena dia kerja shift malam, menderita insomnia, ronda jaga kampung, atau senang clubbing.

Ciri Khas Nyctophile


Karena sangat menyukai malam dan kegelapan, nyctophile senang hiking dan bisa menghabiskan waktu di puncak gunung hanya untuk berdiam diri dan kenikmati keheningan malam.

Dia juga senang berdiri menatap laut yang gelap sambil main gitar atau hanya sekedar mendengar suara deburan ombak.

Kalau kamu punya ciri dibawah ini, bisa jadi kamu seorang nyctohpile.

1. Tidak suka panas matahari yang terik dan memilih kena udara malam yang dingin. 

Ini karena mereka tidak suka kegerahan dan berkeringat sepanjang hari. Nyctophile akan tenang saat menghirup udara malam yang menurut mereka segar.

Saat malam hari temperatur udara turun sehingga tidak sepanas siang hari. Itulah cuaca paling ideal yang disukai nyctophile. Gelap dan lembab.

2. Kreatif dan berenergi pada malam hari. 

Suasana malam yang tenang dan sedikit aktivitas manusia membuat nyctophile tenang. Karena itu mereka juga jadi aktif dan kreatif pada malam hari.

Otak mereka terstimulasi oleh perasaan senang terhadap malam sehingga saat orang lain beristirahat karena lelah, nytcophile malah bersemangat.

Itu sebab mereka sering tidak bisa tidur dan memilih bekerja pada malam hari. Banyak dari nyctophile yang bekerja sebagai musikus, penulis, pelukis, dan pekerjaan seni lainnya yang tidak harus dikerjakan pada siang hari.

3. Suka hal berbau angkasa luar seperti keberadaan planet, bulan, galaksi, bintang, dan benda-benda langit.

Walau begitu, tidak berarti mereka suka film Star Wars, Star Trek, atau Guardian of the Galaxy. Buat mereka yang utama adalah menikmati malam, bukan menonton film tentang ruang angkasa yang gelap.

Bintang, bulan, dan benda langit lainnya biasanya terlihat pada malam hari. Salah satu aktivitas yang nyaman dilakukan pada malam hari adalah menatap langit dan melihat gemerlap cahaya benda langit.

Asal Kata Nyctophile


Nycto berasal dari bahasa Yunani kuno "nyktos" yang secara harfiah berarti malam. 

Sedangkan phile adalah turunan dari kata phileein yang juga asal kata dari philos dan philia, yang artinya mencintai atau sangat menyukai. Jadi, nyctophile bisa disebut sebagai nyctophilia juga nyctophilus.

Beda Nyctophile dengan Tukang Dugem dan Clubber


Dugem adalah hiburan yang marak pada malam hari. Bukan dugem namanya kalau tidak identik dengan musik semarak dan suasana riuh dengan lampu dan keramaian orang yang menikmatinya di diskotek, klub, atau pub.

Seorang nyctophile suka keheningan yang jauh dari ingar-bingar aktivitas dan gemerisik kota. Jadi nyctophile menyukai malam, tapi tidak suka dengan dunia gemerlap malam.

Bila para clubber mencari kesenangan di klub, nyctophile mencari kesenangan di tempat gelap yang alami, bukan di tengah kota.

Kadang untuk menikmati malam yang gelap, mereka cukup memandangi bintang di langit dari halaman atau jendela rumah.

Beda Insomnia dengan Nyctophile


Sama-sama sering terjaga pada malam hari, apakah nyctophile mengidap insomnia?

Insomnia adalah gangguan fisik dan mental yang menyebabkan seseorang susah tidur pada malam hari. Gangguan itu dapat berupa stres dan depresi atau karena penyakit medis seperti radang sendi, asma, kanker, dan refluks asam lambung.

Deltadiscovery melansir bahwa nyctophile adalah kondisi psikologis dimana seseorang sangat menyukai malam karena merasa nyaman, bukan karena dia menderita gangguan mental atau medis.

Akan tetapi, nyctophilia harus tidur malam sama cukupnya dengan non-nyctophilia bila tidak mau kena gangguan kesehatan akibat terlalu cinta pada malam yang membuatnya begadang.

***

Saran bila kamu ternyata seorang nyctophilia. 

Nikmati malam yang gelap maksimal 2 jam supaya tidak tidur terlalu larut yang bakal bikin kesehatan terganggu kelak, kecuali weekend atau sedang libur.

Kemudian, hindari bekerja pada malam hari supaya metabolisme tubuh tidak terganggu. Cukup nikmati malam gelap tanpa disambi kerjaan ini-itu.

***

Silakan Klik Bacaan Keren Lainnya:

1. Logophile dan Lexophile, si Pecinta Kata yang Terang dan yang Samar
2. Cynophile si Pecinta Anjing yang Mengasihi Makhluk Allah



Cynophile si Pecinta Anjing yang Mengasihi Makhluk Allah

Cynophile si Pecinta Anjing yang Mengasihi Makhluk Allah

Cynophile adalah sebutan atau istilah orang yang amat menyukai dan mencintai anjing. Seorang cynophile yang terkenal sekaligus kontroversial adalah Hesti Sutrisno. Wanita ini sering menolong anjing terlantar dan merawatnya sendiri.

Sayang, Hesti harus memindahkan 47 dari 70 anjing miliknya ke tempat lain karena warga keberatan atas keberadaan puluhan anjing di lingkungan mereka.

Lalu, sebagai seorang cynophile, apa salah Hesti sehingga dia dihujat dan diusir masyarakat di tempat tinggalnya di Kecamatan Tenlojaya, Kabupaten Bogor?

Cadar dan Anjing


Hesti seorang muslimah bercadar. Amat jarang muslim yang memelihara anjing, apalagi yang bercadar karena cadar identik dengan ketaatan yang luar biasa terhadap Islam.

Hesti Sutrisno dan anjing-anjing di shelter miliknya di Kabupatan Bogor (muslimahdaily.com)

Sebagai seorang cynophile si pecinta anjing, nampak bahwa cadar yang dipakai Hesti tidak menghalangi kecintaannya memelihata anjing.

Dalam agama Islam, air liur, tinja (kotoran), dan kencing anjing termasuk najis berat atau najis mughalladhah.

Karena Indonesia ikut mahzab Syafi'i, maka seluruh bagian tubuh dari anjing termasuk najis mughalladhah. Pertimbagannya, mulut adalah bagian tubuh paling bersih, jika bagian tubuh paling bersih saja dianggap najis, apalagi bagian yang lain.

Namun, orang Islam dibolehkan memelihara anjing untuk menjaga keamanan rumah atau menjaga ternak, tapi tidak boleh dipelihara di dalam rumah supaya najisnya tidak mengotori rumah yang juga dipakai untuk salat.

Tidak semua orang yang menyukai anjing bisa disebut cynophile, sebab dia harus benar-benar mencintai anjing dan merawatnya setulus hati, bukan sekadar untuk lucu-lucuan.

Asal Kata Cynophile


Phile dalam cynophile artinya adalah ketertarikan yang sangat kuat terhadap suatu hal, dalam hal ini berarti adlah cinta. Phile berasal dari kata phileein yang diambil dari bahasa Yunani kuno yang artinya mencintai, sangat menyukai, atau mengagumi.

Sedangkan cyno berasal dari gabungan bahasa Yunani kuno dari abad ke-4 sebelum masehi, yaitu kunikos dan bahasa Latin cynicus yang berarti anjing.

Kata turunan dari cyno adalah cynegetics yang artinya berburu bersama anjing, cyniatris (dokter hewan spesialis anjing), dan cynanthtopy yang berarti orang yang berdelusi mengganggap dirinya sebagai anjing. 

Bacaan Lain: Istilah Phile yang Disematkan Untuk si Pecinta

Cynophile pertama kali masuk ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1547 dan menjadi banyak kata berbagai kata turunan sampai tahun 1564.

Apa Semua yang Memelihara Anjing Disebut Cynophile?

Tidak. Banyak orang memelihara anjing karena butuh teman, ingin hiburan di rumah, jadi teman main anak-anak, atau karena lucu bisa dibelai-belai. Seorang cynophile turun tangan sendiri merawat dan punya perhatian detail terhadap kebutuhan, kenyamanan, dan kehidupan alamiah si anjing.

Walau punya kecintaan terhadap anjing, seorang cynophile tidak lebay merawat dan memperlakukan anjingnya. Si anjing tidak perlu mereka pakaikan baju, tidur seranjang dengan pemiliknya, atau diberi kalung berlian.

Bolehkah Muslim Menjadi Cynophile?


Boleh, tidak ada larangan dalam menyayangi makhluk hidup ciptaan Allah, tapi perlu diperhatikan najisnya. 

Diceritakan dari nu.or.id, Rasulullah SAW pernah bercerita bahwa ada lelaki yang mengambil air dari sumur untuk diberikan kepada anjing yang sekarat. Atas perbuatan lelaki itu, Rasulullah berkata, “Allah berterima kasih kepadanya, mengampuni dosa-dosanya, lantas memasukkannya ke surga.”

Melalui cerita tersebut, Rasulullah ingin menyadarkan umatnya bahwa status haram dan najis tak otomatis membuat kita membenci, melaknat, dan menghinakan si anjing dan semua makhluk Allah. 

Rasulullah pernah berujar, “IrhamΓ» man fil ardl yarhamkum man fis samΓ’’ (sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu.”

Untuk kasus seperti Hesti Sutrisno, MUI juga sudah mengatakan bahwa anjing juga makhluk Allah yang harus disayangi. Keberadaan anjing yang tidak terawat justru akan mengganggu masyarakat.

Namun, kalau kita tidak bisa atau kesulitan menjaga kebersihan dan membersihkan najis anjing sesuai aturan agama, lebih baik memelihara kucing saja.

Beda Pekerja Rumah Tangga, Babysitter, dan Nanny dengan Gajinya

Beda Pekerja Rumah Tangga, Babysitter, dan Nanny dengan Gajinya

Babysitter adalah penjaga bayi atau anak. Sedangkan nanny (baca: nenni) adalah pengasuh. Dari istilahnya saja sudah  berbeda, apalagi gajinya.

Masih banyak orang Indonesia yang ingin pekerja rumah tangga merangkap babysitter sekaligus nanny untuk anaknya sementara mereka pergi kerja. Alasannya karena susah mencari tenaga babysitter, kurang suka menerima orang baru di rumah, atau lebih sreg bila anak dijaga orang yang sudah mereka kenal.

Padahal, job description pekerja rumah tangga dengan babysitter berbeda. Beda banget! 

Menjaga anak, walau sekedar mengganti baju dan menemani tidur siang, tidak termasuk pekerjaan rumah tangga. Menggaji dua kali lipat si pekerja karena dia merangkap jadi babysitter juga tidak tepat. Pertama, menjaga anak butuh fokus tersendiri yang tidak bisa disambi-sambi. Pekerja rumah tangga lajang yang belum punya anak amat mungkin tidak punya pengalaman dan pengatahuan merawat anak. 

Apa mau anak kita kenapa-kenapa saat dijaga oleh orang yang tidak dipekerjakan khusus sebagai babysitter?

Kedua, pekerja rumah tangga akan kelelahan karena harus membersihkan rumah, memasak, dan belanja sekaligus menjaga anak.



Keluarga politikus Inggris George Clive, tahun 1765, bersama perawat sekaligus pengasuh atau nursemaid yang berasal dari India (Joshua Reynolds, Web Gallery of Art)

Pekerja yang kelelahan sangat mungkin jadi stres dan jadi mudah marah. Secara tidak sadar mereka akan memperlakukan anak asal-asalan karena sudah lelah dengan pekerjaan rumah tangga.

Ketiga, walau pekerja rumah tangga belum terlindungi secara hukum karena RUU Pekerja Rumah Tangga belum dibahas DPR, tapi kita melanggar hak asasi karena mempekerjakan seseorang lebih dari 12 jam sehari.

Lho, dia, kan, tinggal serumah sama saya, wajar dong tidak seperti kerja kantoran yang pakai jam kerja. Kalau kita butuh dia tengah malam untuk bikin teh, gimana?

Ya tehnya bikin sendiri saja, Bu. Pekerja rumah tangga walau serumah sama kita, tetap butuh istirahat dan tidur cukup.

Maka sebelum mempekerjakan seseorang, ketahui dulu kita butuh pekerja rumah tangga, babysitter, nanny, atau kita butuh ketiga profesi itu semua dalam satu waktu. Bisa saja.

Kesalapahaman Soal Pekerjaan Babysitter dan Nanny


Pekerja rumah tangga mudah dikenali karena mereka bekerja mengurus pekerjaan rumah tangga. Namun di Indonesia, tugas babysitter dan nanny sering tertukar karena sama-sama mengasuh anak.

Pada banyak yayasan penyalur babysitter dan nanny menyebut bahwa babysitter adalah pengasuh bayi berusia 0-24 bulan, sedangkan nanny adalah pengasuh anak 2-5 tahun. 

Di Indonesia babysitter dianggap punya tugas lebih berat dari nanny karena mengurus bayi, sedangkan tugas nanny lebih mudah karena mengurus balita.

Ilustrasi menjaga anak (zapmeta)

Padahal, dari istilahnya saja, yaitu babysitter dan nanny, jelas bahwa Indonesia mengikuti istilah Barat, tapi keliru membedakan tugas babysitter dan nanny. Di negara-negara Barat nanny dapat gaji lebih besar dari babysitter karena tugas mereka yang menggantikan peran orang tua.

Walau secara umum tugas babysitter dan nanny sama di tiap negara, tapi banyak atau sedikitnya job description yang harus mereka lakukan dapat berbeda-beda.

Job Description atau Tugas PRT, Babysitter, dan Nanny


1. Pekerja Rumah Tangga. Emperbaca.com tidak pakai istilah pembantu atau asisten rumah tangga, melainkan pekerja rumah tangga.

Sebabnya karena mereka melakukan pekerjaan rumah tangga. Penyebutan pekerja rumah tangga juga sesuai ketentuan dari International Labour Organization (ILO) dan tertuang dalam RUU Pekerja Rumah Tangga.

Jadi sudah pasti job description pekerja rumah tangga adalah menyapu, mengepel, membersihkan perabotan dari debu, ngosrek kamar mandi, cuci piring, nyuci baju, menyapu dedaunan yang gugur di halaman, belanja ke tukang sayur atau pasar, dan memasak.

Khusus di rumah orang yang tajir melintir, pekerja rumah tangga tidak perlu memasak. Masak-memasak dilakukan oleh koki yang kerjanya memang cuma masak doang.

Pekerja rumah tangga harus dihindarkan ikut menjaga anak sebagai babysitter karena mengurus rumah saja mereka sudah lelah.

Ahh, saya aja bisa ngurus anak sambil ngurus rumah, malahan ngurus suami juga. Itu karena suami Anda gak mampu bayar PRT dan babysitter, Bu, jadi terpaksa Anda sendiri yang ngurus semuanya.

Atau Anda tinggal di rumah mungil yang mudah diurus sendiri walau punya anak. Kalau itu, sih, memang gak butuh pekerja rumah tangga, Bu.

2. Babysitter. Babysitter disematkan kepada orang yang menjaga bayi dan (atau) anak. 

Menjaga anak bukan sekedar membiarkannya main sendiri sementara kita asyik TikTokan. Selain menjaga, babysitter juga punya tanggung jawab mengajak anak bermain seusia usia anak 

Pun mengganti popok atau membantu ke toilet, menyiapkan makanan dan minuman, juga menemani tidur siang (dan malam hari bila babysitter tinggal di rumah si anak).

Babysitter terlatih biasanya juga tahu cara menangani cedera ringan menggunakan alat P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) pada anak.

Dan, walau tugas babysitter termasuk mencuci piring bekas makan anak, tapi mereka tidak mencuci baju anak. Mencuci baju dilakukan oleh pekerja rumah tangga. Namun, bila anak punya ruangan bermain, babysitterlah yang bertugas membersihkan dan menjaganya tetap bersih.

3. Pekerjaan lebih sulit dilakukan oleh nanny alias pengasuh. Nanny tidak sekadar menjaga anak, mereka juga ikut serta dalam tumbuh-kembang dan kesejahteraan anak secara fisik dan mental, lahir dan batin.

Saat kedua orang tua pergi bekerja, nanny akan mengambil alih pengasuhan anak secara penuh. Nanny juga jadi partner orang tua dalam pengenalan lingkungan, tata krama dan etika sosial, juga membuat jadwal dan rutinitas anak.

Tugas nanny juga termasuk mengajarkan keterampilan motorik dan mengajarkan cara membuat kerajinan tangan. Seorang nanny juga wajib punya SIM bila dia mengantar jemput anak dari dan ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor.

Selain sebagai nanny, si pengasuh juga melakukan pekerjaan rumah tangga ringan yang berhubungan dengan anak, bahkan mencuci baju si anak bila diperlukan. 

Di negeri Barat, Nanny yang terlatih juga harus tahu bagaimana melakukan cardiopulmonary resuscitation atau CPR bila diperlukan. Di sana pekerjaan nanny bukan cuma dikerjakan perempuan, laki-laki juga bisa bekerja sebagai nanny dan tinggal di rumah orang yang mempekerjakannya. Nanny laki-laki kerap disebut sebagai manny atau mannies (male-nanny atau male-nannies). 

Gaji


Di urutan pertama dengan gaji "paling rendah" adalah pekerja rumah tangga. Bila pekerja rumah tangga yang belum berpengalaman digaji RP1,5 juta per bulan (belum termasuk tunjangan), maka babysitter dapat Rp2 juta. Di kota besar, babysitter berpengalaman bisa digaji sampai Rp4 juta rupiah atau lebih.

Nanny, dengan tugasnya yang lebih berat, tentu dapat gaji diatas pekerja rumah tangga dan babysitter. Gajinya minimal Rp3 juta rupiah per bulan. Namun, di Indonesia karena terjadi kesalahpahaman soal nanny, maka banyak babysitter yang dapat gaji lebih besar dari nanny.

Pekerja rumah tangga, babysitter dan nanny yang bekerja untuk orang yang tajir melintir dan artis biasanya digaji berlipat-lipat diatas Upah Minimum Regional (UMR)

Karena berpengalaman dan digaji sangat besar, para pekerja non-formal dari keluarga kaya ini akan bekerja lagi di rumah orang kaya selanjutnya. Hampir tidak ada pekerja rumah tangga, babysitter, atau nanny keluarga tajir bekerja di rumah rakyat kebanyakan, kecuali mereka bosan, pindah yayasan bernaung, atau ada hal lain yang tidak terduga.

***

Pekerja rumah tangga, babysitter, dan nanny dapat gaji mereka secara  utuh. Artinya, makan-minum, kebutuhan pribadi seperti peralatan mandi dan pembalut, juga rekreasi ditanggung majikan. Banyak juga majikan yang membelikan baju, kerudung, sampai pakaian dalam untuk pekerjanya.

Di negara Barat, nanny adalah karir profesional full-time yang dikerjakan oleh orang yang terlatih, sementara babysitter dilakukan oleh remaja dan anak kuliahan secara freelance untuk mencari tambahan uang saku. Pekerja rumah tangga di negara-negara Barat biasanya hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar kaya karena gajinya besar dan kebanyakan dihitung per jam.

Filosofi dan Karakter Pemakan Bubur Gak Diaduk

Filosofi dan Karakter Pemakan Bubur Gak Diaduk

Orang yang sedang sakit atau sedang kurang bugar biasanya makan bubur. Tekstur bubur yang lembek menjadikannya mudah ditelan dan dicerna lambung.

Bahan pelengkap bubur juga bisa disesuaikan dengan kondisi si sakit sehingga tidak menimbulkan alergi atau masalah kesehatan lain. Maka itu, orang sakit lebih cocok makan bubur dengan cara diaduk. Dengan mengaduk, bubur lebih cepat encer dan berair sehingga suwiran ayam, daging, dan bahan pelengkap juga jadi cepat layu.

Dengan begitu, bubur tidak perlu dikunyah lama-lama karena secara otomatis cepat tertelan, cocok dengan orang yang sedang tidak bisa menikmati lezatnya makanan karena sakit atau hal lain.

Bagi orang sehat, makan bubur diaduk atau tidak, sangat dipengaruhi oleh pengalamannya di masa lalu.

Bisa jadi sewaktu kecil keluarganya makan bubur diaduk dan dia terbawa pada kebiasaan itu. Bisa jadi dia pernah melihat bestie-nya makan bubur tidak diaduk lalu dia ikutan. Cara makan kita memang tergantung pada lingkungan tempat kita berada.

Di Indonesia kita biasa makan menggunakan tangan, tapi di Barat makan menggunakan tangan dianggap jorok dan tidak higienis.

Kebiasaan kita makan bubur bisa berubah secara permanen sesuai dengan pola pikir, pengaruh lingkungan, dan selera.

Karakter umum pemakan bubur tidak diaduk


1. Menyukai kehangatan. Bubur yang tidak diaduk lebih tahan kehangatannya karena panas yang ada di bagian tengah dan dalam bubur tidak mudah menguap. 

Pada bubur yang diaduk panas akan cepat terlepas dan bubur jadi cepat dingin. Makin diaduk makin bubur itu berkurang kekentalannya dan jadi encer.

2. Menyukai kehangatan. Bubur yang tidak diaduk lebih tahan kehangatannya karena panas yang ada di bagian tengah dan dalam bubur tidak mudah menguap. 

Pada bubur yang diaduk panas akan cepat terlepas dan bubur jadi cepat dingin. Makin diaduk makin bubur itu berkurang kekentalannya dan jadi encer.

3. Tidak mudah membebek. Pemakan bubur tidak diaduk tidak mudah terbawa isu dan opini dari media sosial dan media massa walau isu itu sedang sangat populer.

Mereka tidak akan ikut-ikutan berkomentar, mencerca, mendukung, atau memaki bila tidak betul-betul menguasai topiknya.

4. Cermat dan detail. Bila pemakan bubur diaduk cenderung punya kepribadian simpel dan sederhana, kebanyakan pemakan bubur tidak diaduk sangat cermat dan memerhatikan detail pada banyak hal yang mereka lakukan.

Bila ingin travelling, misalnya, mereka akan menghitung dengan cermat waktu keberangkatan, spot wisata, sampai biaya tidak terduga mereka hitung betul-betul.

5. Menganggap penampilan adalah bagian dari jati diri. Jarang pemakan bubur tidak diaduk yang berpakaian asal-asalan. 

Mereka menghindari memakai baju dan aksesori yang warna dan motifnya saling tabrakan. Karena menyukai barang berkualitas tinggi, pemakan bubur tidak diaduk juga rela menabung untuk mendapatkan barang berkualitas yang mereka inginkan.

6. Punya selera seni bagus. Walau cuma buat dimakan, menata makanan juga termasuk seni.

Di Jepang, presentasi visual makanan termasuk penting disamping cita rasa, dinamakan mukimono atau seni makanan. 


Makanan juga merupakan bagian dari filosofi Yin dan Yang di Tiongkok. Di Jawa filosofi bubur punya beberapa makna. Contohnya bubur merah putih yang dibuat untuk menyambut kelahiran bayi atau orang yang berganti nama.

Merah melambangkan keberanian dan putih berarti suci.

Apakah makan bubur merah-putih lantas diaduk diublek-ublek? Ambil setengah sendok bubur putih yang gurih dan setengah sendok bubur merah yang manis. Suap sendok itu ke mulut. Rasakan kegurihan dan kemanisan dalam bubur yang menyatu padu.

Mangkuk dan piring di Jepang bahkan tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, bukan cuma bundar dan oval karena menyesuaikan dengan hidangan dan dekorasinya.

Perbedaan makan soto dan bubur


Satu hal yang sering dinyatakan oleh pemakan bubur diaduk adalah: makan bubur sama dengan soto, harus diaduk supaya semua rasanya tercampur rata. Makannya juga sama-sama pakai mangkuk, berarti sama-sama diaduk dong!

Pertama, soto itu pake kuah, guys! Secara otomatis semua bahan makanan yang ada di mangkok sudah kecampur duluan tanpa diaduk.

Bubur juga ada yang pake kuah, tapi kuahnya tidak sebanyak soto, jadi menyamakan makan bubur dengan soto itu gak apple to apple, ya, alias gak nyambung!

Kedua, pada soto tidak berlaku cara makan diaduk dan tidak diaduk, tapi cara makan nasi dicampur ke dalam mangkuk soto dan nasi dipisah dari soto. 

Pada orang yang menyukai makan soto dipisah dari nasi, mereka akan menuang soto ke dalam piring nasi sebelum disuap ke mulut.

Sebaliknya, orang yang menyukai soto campur nasi akan menaruh nasi ke dalam mangkuk supaya bisa dimakan bareng sotonya.

Ketiga, soto dan bubur adalah dua menu yang berbeda karena bahan, bumbu, dan cara pengolahannya tidak sama.

Dari tiga hal diatas dapat disimpulkan bahwa makan bubur tidak bisa disamakan dengan makan soto. Valid no debate.

***

Last but not least, karena berbeda karakter dan filosofi memandang hidup, orang yang makan bubur diaduk dan tidak diaduk tidak bisa jadi bestie (sahabat).

Mereka tetap bisa berteman dengan sangat asyik, tapi lebih dari itu tidak bisa. 

Perbedaan karakter antara dua orang sebenarnya baik untuk saling melengkapi, tapi perbedaan dengan  orang yang makan bubur diaduk dan tidak diaduk lebih kepada perbedaan prinsip dan visi hidup.

Maka, lebih baik cari pasangan hidup yang sama-sama makan buburnya diaduk atau tidak diaduk.


Lone Wolf Si Individualis yang Melakukan Segalanya Sendirian dan Dikira Teroris

Lone Wolf Si Individualis yang Melakukan Segalanya Sendirian dan Dikira Teroris

Istilah lone wolf dipakai oleh kepolisian di banyak negara untuk menggambarkan kepribadian para pelaku teror sebelum melakukan aksinya.

Apakah benar orang dengan kepribadian lone wolf punya kecenderungan untuk jadi pelaku kejahatan karena kesendiriannya itu? Atau kepribadian lone wolf hanya dicocok-cocokkan ke pelaku teror untuk memudahkan kita mengenali calon teroris? 

Serigala abu-abu Meksiko bernama Hodari yang terpisah dari kawanannya untuk dirawat di penangkaran satwa yang dilindungi dekat Portland, Oregon, AS (wolfhaven.org)

Dari Mana Istilah Lone Wolf Berasal?


Wolf Haven International menulis bahwa hidup serigala (wolf) selalu berkelompok. Mereka berburu bersama dalam satu kawanan. Kawanan serigala terdapat hirarki sosial. Di kehidupan manusia hirarki itu seperti ketua RT, ketua RW, lurah, dan terakhir camat.

Pada kawanan serigala berlaku kehidupan one for all and all for one seperti slogan pada The Three Musketeer. Karena itu amat sangat jarang serigala ditemukan sendirian tidak bersama kawanannya (alone).

Seekor serigala yang sendirian umumnya dialami oleh mantan ketua RT dan RW yang ditantang serigala lain. Bila dia menang, posisi ketua RT atau RW tetap ditangannya. Kalau kalah posisinya akan digantikan oleh serigala yang menantangnya.

Eks serigala ketua RT atau RW yang kalah sudah tidak punya kekuatan lagi untuk mempertahankan posisi di kelompoknya. Dia pun pergi dan menjadi lone wolf.

Ada juga kejadian dimana seekor serigala pergi karena di dalam kawanannya dia jarang dapat jatah makanan yang cukup. Dia pergi dan menjadi lone wolf.

Bila melihat dari dua hal diatas-serigala yang sendirian/lone wolf-maka tidak tepat bila pelaku teror diidentikkan dengan kepribadian lone wolf hanya karena dia menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Kenapa tidak tepat? 

Serigala meninggalkan kawanannya karena sudah tidak punya kekuatan fisik. Pun karena ingin mencari sumber makanan yang cukup untuknya. Mereka pergi dan menjadi sendiri karena ingin bertahan hidup.

Sementara itu, pelaku teror sengaja menarik diri dari lingkungan sosial bukan karena ada masalah dengan sesama manusia, tapi pola pikirnya yang berubah.

Mengapa Orang Jadi Lone Wolf?


Orang dengan kepribadian lone wolf terus bertambah di banyak negara. Bukan karena mereka meledakkan diri di gereja atau menembak kantor polisi.

Di Jepang, orang muda berusia 30 tahun kebawah memili jadi lone wolf karena merasa tertekan memenuhi tuntutan sosial yang tinggi. Mereka menarik diri dari lingkungan sosial dan hanya fokus pada kehidupannya saja.

Sementara itu di Tiongkok, banyak orang menjadi individualis secara sistematis akibat dari peraturan dan pengawasan ketat negara, seperti contoh; kebijakan 1 keluarga hanya 1 anak (berlaku dari 1980-2015), aturan beribadah, dan komunisme yang dianut para pejabat pemerintahan.

Selain karena tertekan dengan tuntutan sosial dan kebijakan negara, seseorang dapat menjadi lone wolf karena kesendirian yang dialaminya sudah kronis. Sudah dalam tingkat benar-benar tidak butuh orang lain dalam hidupnya. Lama-lama dia jadi individualis karena merasa bisa melakukan segalanya sendirian tanpa bantuan siapapun. 

Beda Kesendirian dengan Kesepian


Kesepian bisa memicu seseorang untuk menghilangkan nyawanya sendiri dan orang lain, tapi tidak dengan kesendirian. 

Menurut Kemenkes, ada 800.000 orang di seluruh dunia yang melakukan bunuh diri tiap harinya. Bunuh diri juga berada pada urutan ke-18 sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyebab terbanyak orang nekat bunuh diri adalah karena perundungan, kesepian, dan penyakit menahun yang dideritanya.

Kesepian bisa memicu depresi. Depresi bisa membuat orang melukai dirinya dan orang lain. Lain halnya dengan kesendirian. Banyak orang sengaja memilih menyendiri untuk mengembalikan energi, fokus pada yang sedang mereka kerjakan, dan istirahat dari hiruk-pikuk hidupnya sehari-hari.

Hal-hal seperti itu jugalah yang biasa dilakukan oleh para introvert. Orang introvert selalu merasa semangat bila dia sendirian dan sedang tidak berada ditengah banyak orang.

Kesendirian ekstrem yang terlalu lama dan sangat dinikmati oleh seorang introvert bisa menjadikan dirinya lone wolf.

Dengan begitu dapat dikatakan bahwa semua lone wolf adalah introvert, tapi tidak semua introvert menjadi lone wolf. 

In the other hand, para pelaku teror bukanlah orang yang kesepian atau sengaja menyendiri. Mereka terpengaruh bacaan dan dakwah sesat yang mengubah pola pikir sehingga yakin bahwa melenyapkan nyawa orang lain adalah kebaikan yang abadi.

Lone wolf tidak antisosial dan tidak ingin menyakiti siapa pun. Mereka hanya memilih bersenang-senang sendiri, bekerja sendiri, dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Terlepas dari stigma lone wolf yang dibentuk oleh kepolisian, orang dengan kepribadian lone wolf ternyata punya beberapa kelebihan.

Kelebihan Orang dengan Kepribadian Lone Wolf

 

1. Punya imajinasi dan daya kreatif yang tinggi. 

Ini disebabkan mereka hanya fokus pada diri sendiri, terutama secara batin sehinggal eksplorasi imajinasi dan kreativitas mereka sangat tinggi dan tidak dipengaruhi pikiran orang lain.

2. Sangat mandiri. Lone wolf akan menyelesaikan semuanya sendiri. Mereka tidak akan mengganggu orang lain karena juga tidak ingin diganggu. 

Maka itu lone wolf dikatakan sebagai seorang yang individualis. Meski begitu, bila mereka dimintai bantuan, lone wolves akan membantu sebisanya, tapi mereka tidak bakalan minta bantuan orang lain.

3. Tidak butuh pengakuan orang. Sebagai individualis, seorang lone wolf tidak butuh pengakuan orang bila diirnya berhasil mencapai prestasi tertentu.

4. Tidak perlu orang lain untuk memotivasi. Seorang lone wolf mengandalkan motivasi dari dirinya sendiri alih-alih disemangati orang lain.

Hal seperti itu bagus juga. Minta motivasi dari orang lain seringnya malah menjerumuskan daripada menolong. Itulah yang dialami pelaku teror. Mereka tertimpa kesedihan dan kecewaan, tapi dapat motivasi yang salah.

5. Setia dan bisa dipercaya. Mereka setia karena bila menjalin hubungan, mereka sudah yakin bahwa orang yang menjalin hubungan dengan mereka bukan orang yang salah dan merusak. Maka mereka pun akan menjaga hubungan itu selanggeng mungkin.

Lingkaran pergaulan seorang lone wolf amat kecil, tapi diisi oleh orang-orang yang se-frekuensi, sepemikiran, dan tidak munafik. 

Bila pun tidak berada di lingkungan sosialnya, seorang lone wolf bisa dipercaya untuk menjaga rahasia karena dia tidak suka membicarakan hal tidak penting dengan orang lain. 

Rahasia yang dibicarakan kepadanya dianggap tidak penting kalau tidak ada kaitan dengannya, jadi dia juga tidak merasa perlu membicarakan rahasia itu dengan orang lain.

***

Jadi seorang lone wolf tidak buruk, tapi bisa dihindari kalau kamu masih mau peduli dan bekerjasama dengan orang lain, berbagi kisah dan cerita dengan keluarga, dan ingin punya pengalaman berkenalan dengan orang baru walau orangnya gak asyik banget diajak bercanda.

Lone wolf adalah individualis, bukan teroris. Kebetulan saja para pelaku teror itu menyendiri sebelum beraksi. Kejahatan bisa dilakukan siapa saja, bahkan ekstrovert yang populer sekalipun.

Depok dan Betawi dalam Perjalanan Waktu dan Sejarah

Depok dan Betawi dalam Perjalanan Waktu dan Sejarah

Sebagai kota yang jadi bagian dari wilayah Jawa Barat yang dihuni suku Sunda, pelajaran muatan lokal di sekolah negeri di Depok adalah bahasa Sunda. Walaupun mayoritas orang Depok tidak bisa berbahasa Sunda karena mereka bukan orang Sunda, tapi kebudayaannya masih mengikuti budaya Sunda yang sesekali bercampur dengan budaya Betawi.

***

Depok adalah kota di Jawa Barat yang berbatasan dengan Jakarta Selatan. Dahulu, sebelum Depok memisahkan diri dari Kabupaten Bogor, orang-orang Depok yang tinggal di kecamatan Cinere dan Limo masih menyebut diri mereka sebagai orang Jakarta.

Hal itu karena pengurusan administrasi penduduk, seperti SIM dan KTP masih mengikuti Jakarta. Letak geografis dua kecamatan itu juga lebih dekat dengan Jakarta daripada Cibinong yang merupakan ibu kota Kabupaten Bogor.

Setelah Depok resmi menjadi kota sendiri yang terpisah dari Kabupaten Bogor pada 20 April 1999, semua orang yang tinggal di Depok tidak lagi menyebut diri sebagai orang Jakarta.

Kata Depok sendiri berasal dari kata 'padepokan' yang berarti tempat bersemedi raja-raja Sunda. 

Bule Depok dan Belanda Depok

 

Sebelum identik dengan orang Betawi, Depok lebih dulu terkenal dengan bulenya dengan istilah "bule Depok".

Pada 1691 saudagar Belanda Cornelis Chastelein tidak lagi sejalan dengan VOC dan menolak kebijakan politik eksploitasi yang diterapkan Gubernur Jenderal Mr. Willem of Outhoorn. 

Chastein yakin bahwa sebuah koloni akan stabil dan makmur apabila penduduknya tidak ditindas.

Itu sebab dia membangun sendiri koloninya di selatan Batavia yang dinamakan negeri Depok.

Selain diambil dari kata padepokan, ada versi lain mengenai asal mula nama Depok. 

Pada laman situs RRI disebutkan bahwa Depok berasal dari bahasa Belanda, yaitu De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen atau organisasi Kristen yang Pertama.

Versi lain menyebut bahwa Depok merupakan akronim urban dari Daerah Pemukiman Orang Kota.

Sampai tahun 1980-an keturunan Belanda berwajah bule dan keturunan budak Chastelein yang telah dimerdekakan masih banyak ditemukan di Depok sebelum hilang digantikan oleh Betawi.

Pindah Ramai-ramai Ke Depok

 

Pembangunan metropolitan besar-besaran di era Gubernur Sutiyoso (1997-2007) membuat orang Betawi hengkang dari ibu kota Jakarta karena rumah-rumah mereka akan beralih fungsi jadi gedung kantor, apartemen, kondominium, restoran, kafe, dan klinik bedah kecantikan.

Orang-orang Betawi yang dapat warisan berlimpah dari orang tuanya masih bisa membeli rumah di Jakarta atau di wilayah perbatasannya, seperti Cinere dan di wilayah yang sekarang menjadi kota Tangerang Selatan. 

Rumah khas Betawi di serial Si Doel Anak Sekolahan di Karang Tengah, Lebak Bulus, Jaksel (cnnindonesia.com)

Sedangkan yang dapat warisannya sedikit pindah ke wilayah yang harga tanahnya masih murah di Depok dan di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, seperti Cibinong, Citayam, dan Cipayung.

Ada sebagian kecil orang Betawi yang hijrah ke Bekasi dan Tangerang, tapi jumlahnya sangat sedikit dibanding yang hijrah ke Depok.

Kenapa mereka beramai-ramai pindah ke lokasi yang sama seperti bedol desa?

Bedol desa adalah pemindahan seluruh penghuni desa ke tempat lain. Orang Betawi melakukannya karena alasan kekerabatan.

Mayoritas orang Betawi sebelum digusur di Jakarta tinggal bertetangga dengan saudara dan kerabat mereka. Karena sudah terikat dan ingin selalu bersama, saat keluar dari Jakarta untuk mulai hidup baru, mereka pun tetap ingin bersama.

Itu sebab banyak wilayah di Depok sampai ke perbatasan Bogor jadi kampung Betawi. 

Bahasa yang digunakan di Depok juga kini mengikuti dialek Betawi. Hampir tidak ada orang Depok berbahasa Sunda walau bahasa itu diajarkan di sekolah-sekolah negeri.

Betawi di Jakarta kini

 

Sebelum tahun 2010, beberapa wilayah di Jakarta yang masih punya kampung Betawi kerap menggelar tanjidor yang mengiringi arak-arakan ondel-ondel, juga pertunjukan gambang kromong.

Sekarang sudah tidak ditemukan kecuali di pusat budaya Betawi di Condet (Kramat Jati, Jaktim) dan Setu Babakan (Jagakarsa, Jaksel). Pelawak Mandra di Cibubur (Jaktim) punya organisasi Pangsi yang bertujuan melestarikan seni budaya Betawi, salah satunya lenong.

Jika ditemukan ondel-ondel di Jakarta, itu cuma buat ngamen, bukan arak-arakan untuk kebudayaan.

Orang Betawi yang masih bermukim di Jakarta saat ini adalah peranakan dengan suku lain, seperti Jawa-Betawi, Betawi-Sunda, atau orang suku lain yang dianggap Betawi karena bicaranya kebetawi-betawian.

Dari Belanda Depok dan bule Depok, kini Betawi mengambil alih kota belimbing itu dan menjadikannya Betawi Depok.

Memahami Generasi Alpha dan Cara Mendidiknya

Memahami Generasi Alpha dan Cara Mendidiknya

Secara alami, menurut Pew Research Center, Anda yang lahir tahun 1981-1996 adalah Generasi Y alias Milenial. Milenial adalah generasi digital natives yang pertama. Digital natives yang kedua adalah Generasi Z disingkat Gen Z (kelahiran tahun 1997-2014), dan digital natives yang terakhir adalah Generasi Alpha.

Walau penggolongan generasi dari Pew Research Center memasukkan kelahiran tahun 2010 sebagai Gen Z, tapi rentang kemajuan teknologi dengan kelahiran 1997 dianggap terlalu njomplang. Pada 2010 media sosial dan bermacam aplikasi sudah bermunculan dan rata-rata internet dunia sudah ada pada kecepatan 4G.

Medsos dan internet berkecepatan tinggi belum ada di tahun 1997. Maka anak-anak yang lahir mulai tahun 2010 dipisah dari Gen Z. Mereka punya nama baru, yaitu Alpha Generation atau Generasi Alpha yang disingkat jadi Gen Alpha. 

Ilustrasi anak-anak Gen Alpha sedang memainkan virtual reality (generationalpha.com)

Digital Natives


Hampir semua Gen Alpha lahir dari orang tua Milenial dan sangat sedikit yang lahir dari orang tua Generasi X (kelahiran tahun 1965-1980). Karena sama-sama digital natives, maka orang tua Milenial tidak keberatan anak mereka terjun ke dunia digital, semisal jadi YouTuber, TikToker, pembuat game, professional gamer, atau jadi pembuat aplikasi.

Digital natives secara harfiah berarti pribumi digital alias orang yang lahir atau dibesarkan di zaman teknologi digital dan akrab dengan komputer dan internet sejak usia dini.

Itu sebab Milenial, yang lahir tahun 1981 sampai 1996, bisa beraktivitas di dunia digital tanpa masalah karena mereka cepat memahami dan menguasai teknologi informasi atau teknologi yang lain.

Sedangkan Gen X dan generasi paling tua, yaitu Baby Boomer (kelahiran tahun 1946-1964) cenderung sulit beradaptasi dan kurang cakap menguasai teknologi, terutama teknologi digital. Sebutan yang familiar untuk mereka adalah gaptek atau gagap teknologi. Ya maklum, mayoritas dari mereka sudah mbah-mbah.

Awal Mula dan Alasan Penamaan Gen Alpha


Penamaan generasi sesuai abjad dimulai dari Gen X, Gen Y, lalu Gen Z. Setelah huruf Z tidak ada huruf lain dibelakangnya. Tidak mungkin menamai generasi setelah Gen Z dengan nama Gen A, karena berarti penamaannya mundur.

Munculnya nama Gen Alpha berawal pada 2005 dari seorang peneliti sosial bernama Mark McCrindle yang mengidentifikasi kelompok kelahiran setelah Gen Z.

Ketika sedang melakukan riset untuk bukunya yang berjudul The ABC of XYZ: Understanding the Global Generations, belum ada nama untuk generasi setelah Gen Z. Mark mengatakan kepada Huffington Post bahwa dia lalu melakukan survei untuk mencari nama yang ideal buat generasi setelah Gen Z.

Survei menghasilkan nama Generasi A sebagai nama yang paling banyak dipilih. Namun, Mark tidak setuju. Menamakan generasi setelah Gen Z sebagai Gen A berarti mundur karena huruf A berada jauh di depan sebelum huruf Z. Mark lalu melihat banyak nomenklatur ilmiah yang menggunakan abjad Yunani sebagai pengganti bahasa Latin. Maka dipilihlah nama Generasi Alpha. 

Karakteristik Umum Gen Alpha


Generasi Apha lahir saat manusia sudah tidak bisa hidup tanpa teknologi sehingga secara neurologis anak-anak Gen Alpha cepat menguasai hampir semua perangkat teknologi canggih. 

Beberapa hal ini adalah karakteristik umum yang dimiliki anak-anak Gen Alpha.

1. Cepat akrab dan terampil menggunakan peralatan teknologi, bahkan teknologi atau aplikasi yang baru mereka kenal. Karena lahir di masa manusia tidak bisa lepas dari teknologi, maka teknologi telah menstimulasi kemampuan kognitif anak-anak Gen Alpha menjadi lebih kreatif mengolah teknologi.

Tidak seperti orang tua dan kakek-neneknya, Gen Alpha ingin selalu mengenali teknologi. Kadang mereka membongkar barang eletronik hanya karena ingin tahu cara kerja alat tersebut dan bila sudah mengerti, mereka punya ketertarikan untuk memodifikasinya.

2. Terhubung dengan internet. Terhubung disini maksudnya mereka tahu apa saja yang terjadi di internet, terutama perkembangan game dan apa saja yang hits di media sosial. Sementara orang tuanya sibuk dengan urusan di dunia nyata, tanpa disadari anak-anak mereka yang Gen Alpha sudah punya dunia sendiri secara virtual di internet.

3. Kurang suka menulis dengan tangan. Bila anak-anak Gen Alpha tulisannya seperti ceker ayam, kita harus maklum. Mereka tidak terbiasa menulis, tapi terbiasa mengetik. 

Jari-jari mereka secara alami telah menyesuaikan dengan dunia digital. Tulisan tangan mereka bisa saja seperti tulisan resep dokter untuk apoteker, tapi banyak Gen Alpha bisa mengetik dengan 10 jari tanpa melihat papan ketik.

4. Kurang mampu berkomunikasi verbal. Anak Gen Alpha cenderung pendiam dan bicara seperlunya di dunia nyata. Itu karena otak mereka sudah terbiasa memproses segala sesuatu yang berbentuk visual (gambar disertai suara).

Untuk menyiasati agar anak tidak larut dalam dunia digitalnya, orang tua harus mencontohkan bahwa bicara itu perlu. Rajin-rajinlah suami-istri atau dengan nenek-kakeknya membicarakan apa saja topik yang positif dan libatkan anak.

Bila anak tidak dilatih berkomunikasi verbal secara baik, dikhawatirkan dia akan sulit mengungkapkan perasaan dengan kata-kata dan memilih untuk ngambek atau ngamuk bila ada yang mengganjal hatinya.

Bagaimana Mengasuh dan Mendidik Gen Alpha?


Generasi Alpha tidak bisa dilarang. Makin kita melarang mereka, makin mereka mendekati apa yang kita larang. Paling baik adalah beri kesadaran dan alasan kenapa mereka tidak boleh terus-terusan nonton YouTube dan main game, misalnya.

Beri contoh. Gen Alpha memproses informasi dari yang mereka lihat sehari-hari (visual), bukan dari apa yang kita katakan kepada mereka. Bila ingin mereka rajin baca buku, misalnya, maka berikan contoh. Ajak dia memilih buku untuknya sendiri dan baca buku bersama-sama.

Pun kalau kita ingin mereka rajin belajar dan dapat nilai bagus di sekolah, jangan sampai cuma nyuruh-nyuruh belajar doang, tapi tidak pernah memeriksa buku pelajarannya, buku catatannya, dan mata pelajarannya. 

Temani dia mengerjakan tugas sekolah dan bantu anak mempelajari mata pelajaran yang kurang dia kuasai.

Jangan sampai kita menyuruh mereka rajin belajar, tapi kita sendiri melihat HP terus, entah untuk balas WhatsApp, browsing Instagram, atau nonton film.

Arahkan dan alihkan. Bila mereka suka nonton YouTube dan TikTok, misalnya, arahkan mereka agar menonton hanya konten yang positif, bukan sekedar hiburan haha-hihi.

Untuk anak-anak Gen Alpha yang masih balita, alihkan mereka untuk melakukan kegiatan fisik lebih banyak daripada melihat gawai. Mendongeng kepada anak menggunakan boneka, menggambar dan mewarnai bersama, atau membaca buku bisa jadi kegiatan untuk mengalihkan Gen Alpha balita untuk terus memegang gawai.

Mengasuh Gen Alpha mudah saja. Selalu dampingi, beri contoh, arahkan, dan jangan melarang. Melarang anak melakukan ini-itu cuma bikin mereka tertekan.

Alam mereka adalah teknologi digital, jadi mengasuh mereka pun kadang harus menggunakan gawai dan internet.

***

Generasi Alpha diperkirakan akan berakhir pada 2024. Mereka yang lahir setelah tahun 2024, menurut generationalpha.com akan diberi nama Generasi Beta atau Gen Beta. Nama itu masih mengikuti kata dari bahasa Yunani. Beta berawalan huruf B yang ada setelah huruf A.

Admin emperbaca.com generasi apa? Admin termasuk Milenial, pastinya. Orang yang masih ngeblog di tahun 2022 sudah pasti Milenial karena generasi yang lebih muda lebih suka ngevlog, bukan ngeblog.