Resto Pawon Ireng Muntilan, Tempat Santai Asyik di Pinggir Sungai Lamat

Resto Pawon Ireng Muntilan, Tempat Santai Asyik di Pinggir Sungai Lamat

Resto ini baru beberapa bulan buka sejak saya berkunjung pada 10 Juni 2022. Lokasinya bersebelahan dengan restoran Joglo Ndeso yang lebih dulu populer di seantero Magelang-Jogya.

Salah satu spot makan di Resto Pawon Ireng (emperbaca.com)

Selain cocok jadi resto keluarga, yang mau curhat berdua dengan bestie juga bisa. Yang mau nembak gebetan juga boleh. Semua bisa pilih tempat duduk yang paling asyik tanpa saling terganggu dan mengganggu karena tempatnya luas dan semuanya semi-outdoor.

Tamu rombongan disediakan tempat khusus sama-sama di pinggir sungai, tapi di area bawah resto. Mau haha-hihi serombongan juga bebas, tidak bakal mengganggu pengunjung lain yang ingin menikmati gemericik air sungai.

Lokasi

Lokasinya ada di Dusun Kadirojo Kecamatan Muntilan ke arah utara menuju Kecamatan Dukun yang menuju ke puncak Gunung Merapi.
Letaknya di sebelah kanan jalan kalau kita datang dari arah Pasar Muntilan. Mudah dicapai oleh kendaraan pribadi, tapi tidak ada angkutan umum seperti angkot dan bus yang lewat depan resto. 

Keunikan

Resto Pawon Ireng ada persis di pinggir atas Sungai Lamat. Gemericik air sungai bisa kita dengar keras, terutama saat musim hujan atau air sungai sedang penuh.
 
Tempat duduk dan spot foto dekat kolam ikan (emperbaca.com)

Gemericik air ini yang jadi keunggulan dan keunikan Pawon Ireng. Kita merasa santai, tenang, dan betah berlama-lama. Misal sedang gabut, kita boleh berjam-jam duduk di sana tanpa diberi isyarat apapun supaya pergi, walau makanan dan minuman kita sudah habis tanpa sisa.

Spot Foto

Selain pemandangan sungai, kita bisa foto di area kolam ikan dan pinggir kolam yang didesain khusus untuk foto. 

Spot foto pinggir kolam ikan (emperbaca.com)

Sambil menunggu makanan datang, kita bisa foto-foto di seluruh area resto. Tamu-tamu lain tidak merasa risih dan terganggu, kok! Yang penting tidak teriak-teriak dan bolak-balik di depan mereka saja.

Makanan dan Minuman

Semua menu lezat dan cocok di lidah orang Indonesia, bukan cuma Jawa. Bahan makanannya segar dan semua sayuran, saya lihat, dicuci dulu sebelum dihidangkan. 

Ikan bakar (emperbaca.com)

Harga makanan dan minuman normal sesuai standar restoran kelas middle-low di kisaran Rp15.000-Rp25.000 untuk minuman dan Rp20.000-Rp90.000 untuk makanan. Saya tidak tahu ini sudah termasuk pajak atau belum, karena yang tertulis di daftar menu harganya, ya, segitu.

Service

Pelayanan para waiternya ramah dan benar-benar menjadikan tamu sebagai raja. Kalau ada menu yang namanya aneh, mereka dengan sangat ramah menjawab bahan apa saja yang ada dalam minuman dan makanan itu. 

emperbaca.com

Kalau makanan datang agak lama, mereka bakal minta maaf karena sudah membuat kita lama menunggu. Padahal, sih, enggak terasa lama karena kita sibuk foto-foto.

Pelayanan kasir biasa saja. Datar. Ramah tidak, judes juga tidak. Pelayanan paling top diberikan oleh para waiter.

Parkir

Tempat parkirnya tidak luas, cukup untuk 5 mobil dan 8 motor. Kalau tamu mobil sedang ramai, tukang parkir akan memindahkan motor ke tepi jalan, dengan penjagaan mereka.

Resto Pawon Ireng buka mulai pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Jus Lezat dari Sayur Hidroponik di Joglo Ndeso Muntilan

Jus Lezat dari Sayur Hidroponik di Joglo Ndeso Muntilan

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang ditanam menggunakan media air dan sama sekali tidak menggunakan tanah. Selain air media yang digunakan adalah arang sekam. Gunanya untuk "mengikat" tanaman sebagai media semai.

Karena tidak menggunakan tanah, unsur hara dalam air sangat kurang, maka digunakanlah pupuk khusus hidroponik, boleh yang organik atau anorganik.

Sesudah panen, sayuran yang ditanam hidroponik itu kemudian tersaji dalam berbagai aneka masakan di restoran Joglo Ndeso.

Tanaman hidroponik ditanam mengelilingi area resto di sekeliling kolam ikan. Ikan-ikan di kolam itu juga diolah jadi ikan goreng dan bakar.

Walau tidak semua menu menggunakan panenan hidroponik, semua citarasa masakannya segar. Mau menu Indonesia ada, ala western juga ada, ala Jawa ada juga. 

(akun Facebook Joglo Ndeso)

Buat anak-anak yang susah makan sayur, bisa coba tempura sayuran. Aneka sayuran seperti wortel, brokoli, kentang, terong, dan selada digoreng menggunakan balutan tipis tepung. Tidak beda, sih, dengan yang biasa kita buat di rumah, tapi ada rasa khas Joglo Ndeso, tidak cuma gurih dan asin saja.

Minuman andalan di resto ini adalah Green Juice yang dibuat dari campuran sawi, timun, dan beberapa sayuran yang tidak diberitahukan kepada pengunjung karena, kata pelayannya, rahasia dapur. 

Rasa jusnya segar. Ada rasa sedikit asam dan rasa sayurannya terasa pekat. Manisnya pas hanya berupa manis-manis jambu.

Tingkat kemanisan jus

Di resto-resto yang masakannya diolah oleh chef, rasa khas jusnya memang tidak terlalu manis seperti jus yang di jual di rumah makan dan warung.

Jusnya juga tidak ditambah susu, hanya buah, sayur, atau kombinasi keduanya. Di Joglo Ndeso juga sama. Semua rasa jusnya segar, tidak kemanisan, dan ada jus yang sengaja tidak disaring sehingga meninggalkan ampas di gelas.

Porsi makanan

Porsi makanan standar ala resto. Untuk makan sendiri sudah mengenyangkan. Menu-menu dessert alias pembuka, menurut saya, porsinya terlalu banyak. Kalau kita menghabiskan satu porsi dessert sendiri perut rasanya sudah tidak bisa lagi kemasukan makanan utama.

Kenyamanan

Pengunjung bisa pilih mau makan di saung (gazebo) lesehan atau di meja. Buat yang berduaan bisa tempat makan di mana saja. Pengunjung keluarga biasanya pilih di gazebo, sedangkan rombongan bisa menikmati santapan di pendopo.

Parking lot tergolong luas. Kira-kira bisa menampung 15 mobil dan 10 motor dalam kondisi normal. Kalau sedang penuh atau ada acara, parkir bisa membludak sampai ke pinggir jalan.

Harga

Murah tidak, mahal juga tidak. Harga aneka minuman dan jus ada di kisaran Rp15.000-Rp30.000. Sedangkan menu makanan berkisar Rp25.000-95.000. 

Lokasi

Lokasinya mudah ditemukan karena ada di pinggir Jalan Dukun di dusun Kuthan Kecamatan Muntilan ke utara menuju ke arah gunung Merapi.

Yang Unik

Kita makan dikelilingi kebun hidroponik. Anak-anak bisa main ayunan di taman mungil sambil menunggu hidangan tersaji.

Ada kolam renangnya yang jadi satu dengan area restoran. Kolam renangnya hanya untuk anak-anak karena ukurannya tidak besar. Orang tua bisa menunggu sambil menikmati hidangan di pinggir kolam renang.

Untuk masuk ke area kolam renang, kita harus bayar lagi. Namun, sejak pandemi kolam itu tutup dan tampak tidak dirawat.

Kampung Ulam Ngrajek, Makan Enak Pemandangan Ajek

Kampung Ulam Ngrajek, Makan Enak Pemandangan Ajek

Harga makanannya hanya bisa ditanya langsung ke pelayan yang ada di meja prasmanan karena tidak dicantumkan di keterangan makanan. Kalau harga minuman ada di menu depan kasir yang bisa kita lihat selagi kasir menghitung harga makanan yang kita ambil.

Kami berempat biasanya menghabiskan Rp200rb-Rp230rb untuk nasi, lauk, sayur, empat minuman, dan dua kudapan.

Saya sebenarnya kurang suka dengan sistem makan ambil sendiri alias prasmanan seperti yang ada di Resto Kampung Ulam Ngrajek, Kecamatan Mungkin Kabupaten Magelang, tapi rasa makanan di resto ini enak semua! Sepadan rasanya harus bawa-bawa nampan dari buffet ke meja.

Selain makan berat juga ada cemilan berupa tape goreng, misro (di Jawa disebut cemplon), comro, gembus goreng, sukun goreng, dan pisang goreng. Semuanya enak!

Nasinya tersedia nasi putih, nasi merah, dan nasi megono. Semua lauknya masakan Jawa mulai dari tumisan, sayuran, gorengan, sampai bakar-bakaran. Citarasanya agak manis bagi orang non-Jawa, tapi rasanya tetap sangat lezat! 

Salah satu spot duduk berlatar pemandangan Bukit Menoreh. Foto: yanahaudy.com

Selain rasa makanannya yang enak-enak, keunggulan resto ini adalah pemandangannya. Sesuai namanya "Ulam" yang berarti ikan dalam bahasa Jawa. Resto ini dikelilingi kolam ikan. Terbagus kolam ikan yang ada air mancurnya.

Kita juga bisa melihat keindahan Bukit Menoreh dari semua spot duduk, kecuali di dalam ruangan. Kalau langit sedang cerah tak berawan, Bukit Menoreh terlihat oke banget!

Sayang, kursi dan meja di pendopo kurang nyaman dipakai untuk tempat makan. Lebih cocok untuk duduk santai sembari menyeruput minuman dan menikmati kudapan. 

Kolam ikan yang paling sering jadi pilihan pengunjung untuk spot foto. (yanahaudy.com)

Oh ya, minumannya juga enak semua! Kecuali jus, rasanya biasa saja seperti senormalnya jus.

Resto ini buka sejak pagi untuk sarapan dengan menu yang berbeda dengan saat makan siang. 

Selain untuk berduaan, resto ini juga cocok untuk kumpul-kumpul keluarga besar. Tempat parkirnya luas dan tempat cuci tangannya juga banyak, ada di setiap sudut resto.

Pelayanannya tergantung mood karyawan. Kalau suasana hati mereka sedang baik, mereka akan memberi pelayanan super ramah dengan senyum tulus. Tapi, kalau sedang bad mood, jangankan senyum, ada di depan kita saja sudah syukur.

Terracotta Resto, Makan Lezat Bak Dilayani Chef di Rumah

Terracotta Resto, Makan Lezat Bak Dilayani Chef di Rumah

Terracotta yang ada di Jl. Mayor Kusen, Mungkid, Kabupaten Magelang, adalah salah satu resto favorit kami sekeluarga. 

Salah satu spot makan di Teracotta (yanahaudy.com)
Bila Anda menggunakan kendaraan pribadi ke arah Candi Borobudur dari arah Yogya lalu belok kiri di pertigaan Palbapang, Anda akan menemukan resto ini di sebelah kanan jalan, dekat dari pertigaan.

Tempatnya cozy dan homey. Serasa kita ada di rumah, dilayani pelayan, dan dibuatkan masakan oleh seorang chef!

Saya bilang begitu karena semua makanan dan minuman yang ada di Teracotta enak-enak! Dari tongseng sampai steak, enak. Dari kopi susu vanila, jus, dan mocktail semua juga enak!

Ayam dan daging pada semua masakan dibuat empuk dan juicy, jadi kita masih merasakan rasa asli dagingnya, tidak tertutup oleh rasa bumbu-bumbunya.

Suami saya paling suka tongseng dan sop iganya. Katanya nagih. Anak-anak lebih suka chicken grilled karena empuk dan sausnya enak, kata mereka.

Seperti halnya sebuah restoran, Teracotta juga punya signature dish. Nama menunya Ayam Teracotta yang berbumbu gurih dengan sedikit rasa asam manis dan minuman Borobudur Punch yang bercita rasa asam.

Signature dish adalah menu khas yang jadi menu andalan chef di satu restoran.

Selain cocok untuk keluarga, yang berduaan juga bisa menikmati santap pagi, siang, atau malam di resto ini. Khusus malam minggu tersedia live music yang dimainkan langsung oleh pianis.

Saat siang banyak juga karyawan yang maksi bareng di Teracotta.

Biasanya, orang yang hanya datang berduaan akan risih bila datang ke resto keluarga (selain fast food). Pun yang berkeluarga akan tidak nyaman datang ke resto khusus anak muda.

Di Teracotta semua kalangan dari jomlo, pasangan, keluarga, karyawan, atau emak-emak bisa saling gabung dan menikmati masing-masing tanpa saling terganggu karena ada banyak spot makan yang cocok buat semuanya.

Soal pelayanan, karena ini resto, ya, bukan sekedar tempat makan, jadi sudah pasti bagus. Ramah dan beneran niat melayani.

Fasilitas toiletnya sudah ada tisu. Musholanya juga bersih. Walaupun tempat wudhunya campur antara laki-laki dan perempuan, tapi bisa dimaklumi karena ini restoran, bukan di mal atau SPBU dimana banyak orang pasti salat di situ.

Kalau mau bikin acara keluarga besar sampai 50 orang juga bisa. Kami pernah datang saat Teracotta sedang melayani acara paguyuban sebuah SMP. 

Akibatnya parkirannya penuh sesak karena semua orang yang datang membawa mobil sendiri-sendiri.

Gimana harga makanannya? Harga mulai Rp25.000 sampai Rp180.000 per porsi. Melihat cita rasa, suasana resto, dan pelayanannya, harga segitu bisa disebut ramah di kantong.

Pemancingan Kampung Ulam Mina Wisata Menayu Muntilan

Pemancingan Kampung Ulam Mina Wisata Menayu Muntilan

Kalau baca “wisata kuliner” sudah pasti  terbayang aneka jenis makanan dengan  menggiurkan. Tapi, yang di maksud “wisata kuliner” di Mina Wisata Menayu di kecamatan Muntilan ini adalah ikan nila (bakar, goreng, dan asam manis), lalapan plus sambalnya, dan mie instan. Minuman untuk menu tadi ada es teh, es jeruk, jeruk panas, teh panas, dan kopi. Mengecewakan untuk disebut sebagai “wisata kuliner” seperti yang terpampang dalam spanduk selamat datang disana.


Untunglah jenis ikan yang bisa dipancing tidak cuma satu. Ada Gurame, Bawal, Nila, Mujair, Mas, dan Patin. Di Dusun Menayu memang warga yang memelihara ikan untuk tujuan ekonomis.

Kolam pemancingan di Mina Wisata Menayu ada dua. Di kolam yang lebih besar ada tiga gazebo. Pada tiap keliling kolam ada dingklik panjang dari bambu untuk tempat duduk pemancing. Pada kolam yang lebih kecil hanya ada tempat duduk dari bambu, tanpa gazebo.


Pemancingan ini buka sejak pagi sampai pukul 17.00. Pehobi mancing yang lagi stres boleh menghabiskan waktu disini. Tinggal bawa pancingan dan umpan lalu pesan kopi segelas, duduk deh seharian di temani pemandangan sawah nan luas. Tidak pesan apapun juga boleh, hanya memancing saja dan bawa bekal dari rumah. Tapi ikan hasil mancingnya ya harus dibayar.

Lokasi ini cocok untuk keluarga, tapi tempat cuci tangan hanya ada dua. Toilet cuma satu dengan kondisi menjijikkan. Tempat sampah juga cuma satu yang berupa tong plastik yang biasa dipakai di rumah-rumah. Karena tak ada cukup tempat sampah maka banyak orang yang buang sampah ke kolam. Tidak banyak, sih, tapi mengganggu kenyamanan karena plastik mengambang-ambang di kolam.

Pelayanannya juga lamaaa. Dari lima kali berkunjung kesana, rekor tercepat untuk dapat dua gelas es teh dan dua es jeruk adalah 25 menit setelah kita memesan. Kalau lagi ramai (Minggu dan tanggal merah), kita harus menunggu selama 1,5 jam sampai seekor nila goreng, nila bakar, dua es jeruk, dan dua es teh terhidang di meja.

Sudah tahu lama kenapa balik kesitu lagi? Karena si boy suka mancing dan Mina Wisata Menayu ini satu-satunya tempat mancing di kecamatan. Orang-orang tidak keberatan dengan segala kekurangan yang ada mungkin mereka memang niat memancing, bukan makan enak di lokasi yang bersih dan nyaman.

Kebanyakan keluarga yang datang dengan anak kecilpun memang memancing, tidak makan. Ya, paling pesan minumlah. Setelah puas lalu mereka pulang.
Dan kalau bawa balita harus diawasi jangan sampai mereka kecebur kolam. Ya iyalah.

Resto Ayam Penyet Surabaya cabang Muntilan

Resto Ayam Penyet Surabaya cabang Muntilan

Resto ini namanya ayam penyet, tapi mungkin karena banyak permintaan pengunjung yang minta ayam dan sambalnya dipisah jadi ayamnya tidak dipenyet dibawah sambal. Bentuk ayamnya juga tidak seperti dipenyet melainkan seperti ayam goreng biasa. Penyajian ayam yang tidak dipenyet ini berbeda dengan gambar dibuku menunya.




Rasa ayam goreng dan ikan nila gorengnya gurih berbumbu, meski tak ada rasa spesial pada sambalnya. Yang paling enak itu ayam bakar beserta sambalnya. Bumbunya meresap dan tidak sekedar rasa manis yang melumuri ayamnya. Rasa sambal pas dengan ayam bakarnya, pedasnya juga tidak kepedasan. Rasa ayam bakar yang lezat ini mungkin karena resto Ayam Penyet Surabaya ini berada dibawah grup Ayam Bakar Wong Solo sehingga bumbunya mungkin sama. Pengunjung disediakan pilihan mau menyantap ayam negeri atau ayam kampung. Harganya beda Rp5000 lebih mahal ayam kampung.

Ada menu sampingan balado pete. Pete digoreng setengah matang bersama sambal yang citarasanya cocok dimakan bersama ayam penyet atau ikan goreng. Kalau dimakan bersama ayam bakar kurang sedap karena rasa balado pete dan ayam bakarnya sama-sama mendominasi jadi malah tidak nikmat dimulut. Harga balado pete Rp20rb saja dengan porsi sepapan pete dengan sambalnya.

Aneka minuman yang dijual juga enak dan segar. Rasa sesuai dengan harganya.

Selagi menyantap hidangan, kita bisa foto-foto menggunakan tongsis yang disediakan di tiap meja. Berguna buat yang suka eksis di media sosial.

Untuk yang berduaan juga ada tempat dilantai dua dimana set meja-kursinya memang untuk berdua saja. Di lantai ini juga ada toilet bersih dan ruangan VIP full AC yang bisa disewa pengunjung.

Sementara yang senang lesehan (biasanya keluarga atau grup anak muda) akan diarahkan ke lantai tiga. Jadi mau berduaan atau rombongan, tempat ini cocok didatangi. Bahkan untuk kongkow juga boleh. Ada tempat diteras resto untuk makan outdoor lengkap dengan wastafel cuci tangan. Tapi ya risiko kena debu karena tempatnya mepet dengan area parkir dan jalanan umum.

Oh ya, resto ini ada di Jalan Kawedanan No.15 Muntilan, tepatnya didepan BRI).