8 Karakter Pengendara Motor dan Mobil di Jalan, Nomor 7 Bikin Ngakak!

8 Karakter Pengendara Motor dan Mobil di Jalan, Nomor 7 Bikin Ngakak!

Beda kepala sudah pasti beda pikiran juga, walau rambut sama hitam. Demikian juga cara seseorang mengemudi tidak bisa diseragamkan, ada yang ugal-ugalan, ada yang tertib, dan ada yang penakut.
 
Apa pun karaktermu dalam mengemudi, yang penting paham rambu dan marka, juga patuhi etika dan aturan di jalan raya.

Karakter pengendara

Berikut tipe dan karakter pengendara yang biasa kita temui di jalanan.

1. Si Mahal

 

Ini tipe pengendara paling percaya diri di jalan karena harga kendaran mereka yang mentereng dibanding mobil LCGC (low cost green car) dan city car. Karena paling percaya diri mereka juga yang paling sering menyalip sembarangan dan mengagetkan pengendara lain.

Biasanya yang terlalu percaya diri sampai terkesan belagu adalah pengendara kendaraan menengah seperti Fortuner, Pajero Sport, atau motor NMax.

Pengendara mobil premium seperti Mercy S Class, Land Cruiser, BMW Seri 7 justru lebih kalem walau harga mobil mereka lebih mahal. Pengendara mobil-mobil mewah ini biasanya suka menyalip-nyalip dan ngebut hanya kalau sedang berada di jalan tol.

2. Si Pengalah

 

Si Pengalah mengalah bukan karena kalah. Dia memilih mengalah karena sudah lelah dan tidak mau mencari masalah. 

Karakter pengendara motor dan mobil ini tetap mengemudi sesuai aturan. Kalau perlu kencang, dia akan jalan kencang. Kalau perlu menyalip, dia akan menyalip sesuai aturan. 

Si Pengalah tidak pernah merasa diburu-buru dalam berkendara walau dia sudah terlambat ke tujuan. Dia tetap senang hati mengalah walau berada di jalan yang benar.

3. Si Naik Darah

 

Gampang marah bila ada kendaraan lain yang menyalipnya meski itu salipan wajar dan sesuai aturan. Si Naik Darah juga mudah terpancing untuk ugal-ugalan di jalan bila ada pengendara lain yang memanasinya untuk balapan.

Aturan menyalip menurut UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (UULLAJR).

1. Pasal 109 UULLAJR menjelaskan: kendaraan yang akan melewati harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

2.  Pasal 112 ayat (1) menyebutkan bahwa, "Pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan."

3.  Pasal 112 ayat (2) berbunyi, “Pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat."

4. Pasal 117 menerangkan kalau pengemudi yang akan memperlambat kendaraannya harus mengamati situasi Lalu Lintas di samping dan di belakang kendaraan dengan cara yang tidak membahayakan kendaraan lain.

Selain gampang marah dan terpancing, yang termasuk Si Naik Darah adalah anak-anak sekolah dan kuliahan yang merasa keren kalau bisa ngebut atau mengalahkan pengemudi lain di jalan.

Dalam pasal 109 dijelaskan, pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sembarangan, Menyalip Kendaraan Ada Aturannya", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/12/152100515/jangan-sembarangan-menyalip-kendaraan-ada-aturannya?page=all.
Penulis : Arif Nugrahadi
Editor : Azwar Ferdian

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
pasal 109 dijelaskan, pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sembarangan, Menyalip Kendaraan Ada Aturannya", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/12/152100515/jangan-sembarangan-menyalip-kendaraan-ada-aturannya?page=all.
Penulis : Arif Nugrahadi
Editor : Azwar Ferdian

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

4. Si Nekat

 

Tipe pengendara ini merasa punya sklil mengemudi yang hebat padahal hanya modal nekat. Karena itu cara mengemudi Si Nekat kerap membahayakan dan membuat celaka pengendara lain.

Termasuk di dalamnya adalah emak-emak bermotor yang sering menerabas lampu merah, menyalakan lampu sign tidak sesuai arah belok, dan menyalip tanpa perhitungan. 

Si Nekat juga engggan mempelajari rambu dan marka jalan karena tidak merasa perlu tahu, yang penting dia bisa nyetir dan jalan.

5. Si Tidak Taat Aturan

 

Si Tidak Taat Aturan bisa dibilang jago dalam urusan nyetir, termasuk hal yang tidak berani dilakukan pengendara lain. Walau lampu kuning sudah ganti jadi merah, Si Tidak Taat Aturan malah ngegas dengan alasan "mau berhenti udah nanggung".

Walau terampil mengemudi, Si Tidak Taat Aturan enggan punya SIM karena menganggap SIM cuma formalitas. Yang penting adalah kemampuan menyetir, bukan koleksi SIM. 

Kalau kebetulan ada razia, Si Tidak Taat Aturan akan putar balik ke arah yang tidak ada razia atau mengandalkan kamera dashboard supaya untuk menakut-nakuti polisi supaya tidak ada pemeriksaan SIM.

6. Si Kalem

 

Mau diserobot seperti apa pun dia tetap kalem, tidak terpancing, dan tetap melanjutkan perjalanan dengan nyaman.

Si Kalem biasanya punya jam terbang mengemudi tinggi dan berpengalaman mengemudikan jenis dan merek mobil/motor sehingga mudah menguasai kendaraan yang disetirnya.

Selain piawai mengemudi, Si Kalem biasanya sering bepergian jarak jauh dan paham mesin dan seluk-beluk kendaraan yang dikemudikannya.

Termasuk dalam kategori Si Kalem adalah supir taksi, supir pribadi, pengendara bus malam, kurir, dan tukang ojek.

7. Si Cuek

 

Si Cuek ini paling sering bikin pengendara lain meriang karena saking cueknya dia itu enggak peduli kalau mobil atau motornya jalan pelan, tapi enggak mau minggir ke lajur kiri.

Kalau sudah diklakson berkali-kali oleh banyak pengendara, barulah Si Cuek mau minggir dan melajukan kendaraannya di lajur kiri. Yang termasuk dalam kategori Si Cuek ini adalah para lansia.

8. Si Baru Belajar

 

Tipe pengendara ini mudah dikenali karena jalannya pelan, selalu di kiri dan tidak berani menyalip walau kesempatan terbuka sangat lebar.

Walau sudah mengantungi SIM, Si Baru Belajar belum berani bermanuver. Kadang ada juga Si Baru Belajar yang sengaja jalan ditengah-tengah marka supaya dia tahu cara mengemudinya lurus atau tidak.

JANGAN PERNAH mengklakson Si Baru Belajar karena akan membuatnya panik dan kehilangan kendali. Kita salip saja dan lanjutkan perjalanan.

Apa pentingnya pula mengejek Si Baru Belajar, toh kita juga pernah jadi seperti dia waktu belum jago nyetir.

***

Mengendarai kendaraan (termasuk sepeda dan otoped listrik) di jalanan memang harus hati-hati, tenang, dan tidak mudah panik kalau mau selamat sampai tujuan.

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Kate Middleton sekarang telah bergelar Princess of Wales, menyusul gelar ibu mertuanya Lady Diana yang dapat gelar itu saat menikah dengan King Charles III saat beliau masih jadi Prince of Wales.

Queen Consort

 

Gelar Queen Consort secara otomatis jadi milik Camilla Parker setelah wafatnya Queen Elizabeth II dan Charles naik tahta dengan nama King Charles III (dibaca: King Charles the third).

Kenapa harus ada embel-embel consort di depan queen?

Pertama, gelar Queen hanyalah untuk Queen Elizabeth II. Kedua, gelar queen hanya untuk istri raja yang terlahir ningrat.

Maksudnya, andai Princess Diana masih hidup dan tidak bercerai dengan Charles, maka ketika Charles jadi raja, dia akan jadi queen, tanpa consort.

Itu karena Diana terlahir ningrat dan bergelar Lady sebelum menikah dengan Charles. Ayah Diana adalah Earl yang merupakan salah satu gelar bangsawan Inggris. Setelah ayah Diana wafat, gelar Earl itu diteruskan ke anak lelakinya yang merupakan adik Diana.

Sedangkan Camilla Parker bukanlah ningrat dan tidak bergelar bangsawan apapun sebelum menikah dengan Charles. Jadi, ketika Charles jadi raja, gelar yang dipakainya adalah queen consort.

Queen consort diberikan kepada istri raja kalau istri raja tersebut bukan bangsawan. Sedangkan gelar queen diberikan untuk ratu yang memimpin kerajaan dan kepada istri raja kalau si istri sudah bergelar bangsawan sebelum menikah dengan si raja.

Duke of Cornwall

 

Setelah Charles jadi King Charles III dan Camilla jadi Queen Consort, maka Gelar Duke and Duchess of Cornwall otomatis diturunkan kepada William dan Kate. 

Wills dan Kate juga ketambahan satu gelar lagi, yaitu Duke and Duchess of Rothesay. Sehingga secara resmi nama mereka akan jadi His Royal Highness William Duke of Cornwall and Cambridge dan Her Royal Highness Catherine Duchess of Cornwall and Cambridge.

Kenapa William dan Kate bisa menyandang tiga gelar bangsawan sekaligus?

Gelar Duke of Cornwall secara otomatis dipegang oleh putra tertua raja atau ratu Inggris. Maka, William sebagai putra tertua otomatis mewarisi gelar itu dari ayahnya yang raja.

Selanjutnya gelar Duke of Rothesay dipegang oleh pewaris tahta. Anak tertua belum tentu jadi pewaris tahta karena bisa saja dipegang anak kedua. Karena itu gelar Cornwall dan Rothesay tidak otomatis dipegang oleh satu orang.

Teruntuk William, karena dia adalah anak tertua sekaligus pewaris tahta, maka dua gelar itu jatuh kepadanya sekaligus.

Lalu, gelar Duke dan Duchess of Cambridge diberikan oleh mendiang Queen Elizabeth II kepada Wills dan Kate ketika keduanya menikah pada 2011. Mendiang ratu juga memberikan gelar duke dan duchess kepada Harry dan Meghan ketika keduanya menikah tahun 2018.

Prince dan Princess of Wales


Gelar lain yang melekat pada William dan Kate adalah Prince dan Princess of Wales. Gelar ini sebenarnya tidak otomatis diturunkan seperti Cornwall dan Rothesay, tapi harus dengan maklumat penguasa tahta.

Kalau raja atau ratu belum bermaklumat mengangkat anaknya jadi Prince of Wales, maka si anak belum sah jadi pewaris tahta. 

Kini William sudah diberikan mandat untuk memegang gelar Prince of Wales. Kate pun kini resmi menjadi Princess of Wales.

Prince dan Princess of Wales bersama anak-anak mereka George, Louis, dan Charlotte (sumber: BBC NEws)

Gelar itu akan membuat anak-anak mereka di sekolah sekarang dipanggil dengan nama George of Wales, Charlotte of Wales, dan Louis of Wales.

Bagaimana dengan anak kedua King Charles III , yaitu Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle? Apakah gelar bangsawan mereka juga berubah?

Pada 8 Januari 2020, Harry dan Meghan memutuskan untuk mundur dari pekerjaan sebagai working royals karena ingin mandiri secara finansial dan mendapat privasi pribadi.

Duke and Duchess of Sussex 

 

Karena tidak lagi menjadi bekerja untuk dan mewakili kerajaan, Harry dan Meghan tidak lagi bergelar His Royal Highness dan Her Royal Highness. 

Namun, gelar Duke dan Duchess of Sussex tetap mereka pegang karena Harry tetaplah ningrat cucu ratu yang berhak menyandang gelar kebangsawanan. Pun Meghan yang jadi istri Harry berhak punya gelar mengikuti kebangsawanan suaminya. Kalau di Jawa seperti gelar KRMT atau Raden Mas yang disandang semua ningrat, meski mereka tidak tinggal di Yogya atau Solo.

Bila Harry dan Meghan tidak mengalami perubahan gelar, maka anak-anak mereka, yaitu Archie dan Lilibeth akan mendapat gelar Prince dan Princess karena kakek mereka sudah jadi raja. Mereka akan bergelar His Royal Highness Prince Archie of Sussex dan Her Royal Highness Princess Lilibeth of Sussex.

Namun, bukan Harry dan Meghan namanya kalau tidak buat sensasi. Mereka mungkin akan bicara sana-sini kepada pers, bikin drama, sebelum akhirnya menerima (atau menolak) gelar bangsawan untuk anak-anak mereka.

Menurut Keputusan Raja George V Tahun 1917, dilansir CNN, bahwa cucu dari pemegang monarki otomatis mandapat gelar Prince dan Princess. Anak pertama dari cucu pemegang tahta yang jadi calon pewaris tahta otomatis bergelar Prince.

Namun, pada 2012, Queen Elizabeth II merevisi keputusan George V dan memutuskan bahwa semua anak dari pewaris tahta berhak bergelar Prince dan Princess.

Karena itulah semua anak Prince William dan Kate Middleton bergelar Prince dan Princess, bukan cuma George sebagai anak pertama.

7 Tipe Orang yang Selalu Semangat Datang Ke Reuni dan Acara Kumpul Alumni

7 Tipe Orang yang Selalu Semangat Datang Ke Reuni dan Acara Kumpul Alumni

Tiap ada temu kangen angkatan, reuni, atau buka puasa bersama alumni, kita tahu pasti ada yang bisa banget datang dan ada yang tidak bakalan datang walau dibujuk dengan apapun.

Itu bukan berarti kita paranormal, tapi prediksi tentang hadir tidaknya teman ke reuni sudah bisa diketahui dari perilaku dan kejadian yang dialaminya semasa sekolah. 

Mungkin dia anak pemalu, merasa miskin dibanding teman-temannya, nilainya terlalu pas-pasan, minder karena merasa fisiknya tidak bagus, dan alasan lain yang cuma dia sendiri yang tahu.

emperbaca.com merangkum tujuh tipe orang yang selalu semangat datang ke reuni atau temu kangen angkatan sekolah.

1. Punya Pekerjaan Bagus

 

Meskipun semasa sekolah dia bukan anak gaul atau anak pintar, ternyata saat dewasa karirnya moncer, entah dia kerja di swasta atau jadi aparatur sipil negara.

Teman tipe ini sudah pasti semangat dan enggak bakalan nolak kalau diajak ketemuan, apapun momennya.

2. Selebriti Internet

 

Jaman sekolah dulu dia hampir gak punya teman saking cupu (culun punya), eh, ternyata sekarang followernya di Instagram dan TikTok ada ratusan ribu. 

Maka sudah pasti dia bakal datang kalau diundang ke acara apapun yang berhubungan dengan teman sekolah.

3. Populer Semasa Sekolah

 

Orang yang populer di masa sekolah akan tetap populer dan perhatian di acara kumpul teman sekolah. Menjadi pusat perhatian itu menyenangkan serasa selebriti. Maka,  orang yang populer di sekolah tidak bakalan mau melewatkan acara alumni apapun bentuknya.

Meski begitu, ada orang yang populer waktu sekolah, tapi hampir gak pernah ikutan ke reuni atau bukber. Itu karena dia terlalu sibuk, punya kriteria teman yang berbeda dari masa sekolah, pola pikirnya berubah, atau sudah hijrah.

4. Paling Pintar Waktu Sekolah

 

Setali tiga uang dengan si populer, si pintar juga termasuk orang yang paling semangat datang ke acara teman sekolah.

Itu karena si pintar biasanya dikenal semua teman dan guru, bahkan staf tata usaha pun tahu. Dia tidak bakalan kesulitan berinteraksi saat reuni karena semua orang sudah mengenalnya. Tinggal sebut nama, semua orang secara otomatis akan menanyakan kabarnya.

5. Paling Badung dan Pernah Diskorsing

 

Serupa dengan si populer dan si pintar, anak yang paling sering bikin ulah biasanya juga terkenal di sekolah. 

Kalau si badung pernah kena skorsing, kepopulerannya akan bertambah karena dia jadi topik pembicaraan berhari-hari oleh penghuni sekolah.

Si badung akan semangat datang ke reuni, bukber, atau temu kangen alumni untuk membuktikan dirinya sudah tidak bandel lagi. 

Kadang ada juga yang bangga dengan kebandelan di masa sekolah dan ingin membuktikan dirinya tetap bandel. Dengan tetap membandel, si badung yakin dirinya selalu diingat dan lekat di ingatan teman-teman sekolah, walau

6. Pemalu

 

Orang yang semasa sekolahnya pemalu seringkali ingin menunjukkan bahwa dia sudah sukses, berhasil, keren, dan tidak pemalu lagi saat dewasa. Hal itu cuma bisa dilakukan saat reuni dan kumpul alumni.

Karena itu. orang yang semasa sekolahnya pemalu bisa jadi orang yang paling semangat kalau ada reuni, bukber, halalbihalal, atau temu kangen.

7. Jomlo

 

Tidak ada kekasih dan keluarga yang harus diprioritaskan, jadi sudah pasti si jomlo (single) akan selalu semangat datang ke acara yang berhubungan dengan teman sekolah.

Namun, hanya berlaku untuk para jomlo yang tidak baperan terus-terusan ditanya kapan nikah dan diledek lapuk. Jomlo seperti ini malahan menikmati dirinya diledek sedemikian rupa soal kejomloannya, bahkan saat usianya sudah kepala 4.

***

Berkebalikan dengan orang yang paling semangat, orang yang paling malas datang biasanya justru mereka yang semasa sekolah biasa-biasa saja.

Biasa di prestasi akademik, biasa di pergaulan, atau biasa diabaikan oleh teman-teman. Walau mereka sukses di masa dewasa, tapi mereka menganggap masa sekolah sebagai masa lalu yang tidak perlu diulang walau hanya sekedar datang reuni.

Tipe orang seperti ini ingin menikmati hidupnya di masa sekarang dan fokus untuk masa depan. Apakah kamu paling semangat datang atau justru paling enggan?

Hari Lahir Pancasila dan Generasi PMP yang Jungkir-Balik Menghapal Butir-butir Pancasila

Hari Lahir Pancasila dan Generasi PMP yang Jungkir-Balik Menghapal Butir-butir Pancasila

Bersyukurlah generasi yang sekolah setelah orde baru tumbang. Kamu enggak harus merasakan jungkir-balik menghapal butir-butir Pancasila tiap ulangan di mata pelajaran PMP.

Bidang studi PMP adalah singkatan dari Pendidikan Moral Pancasila. Semua yang dipelajari di bidang studi PMP sebenarnya amat mulia karena mengajarkan kerukunan. Sangat cocok untuk bangsa Indonesia yang multiagama dan multisuku.

Buku pelajaran PMP masa 1980-an (duniasosial.id)

Sebenarnya bidang studi (iya, dulu namanya bidang studi sebelum ganti jadi mata pelajaran) PMP sudah diganti nama sejak 1994 jadi PPKn, singkatan dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 

Kemudian, sejak dibuatnya UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional nama PPKn berubah jadi PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan, tanpa embel-embel Pancasila.

Meski demikian, sampai tahun 2022 dimana sekolah kini memakai Kurikulum 2013, Pancasila masih diajarkan di buku teks Tema. Murid dan siswa juga wajib menghapal Pancasila, walau tidak lagi jungkir-balik menghapal 45 Butir-butir Pancasila.

Kok ada siswa ada murid? Apa bedanya siswa dan murid?

Murid dan Siswa


Murid berasal dari bahasa Arab yaitu muriidan yang artinya punya keinginan, berkehendak, dan punya minat yang amat kuat untuk mengetahui sesuatu.

Sementara itu, kata siswa berasal dari bahasa Jawa "wasis" yang artinya pintar atau pandai. Kata siswa adalah kebalikan dari kata wasis, maka itu arti siswa adalah tidak (belum) pandai.

Melihat asal kata dan artinya, saya berkesimpulan bahwa kata 'murid' lebih cocok disematkan pada remaja SMP dan SMA. Mereka sudah tahu apa yang jadi minatnya di sekolah dan punya keinginan untuk mengetahui banyak hal.

Sementara anak SD lebih pas disebut sebagai siswa karena mereka belum banyak mengerti sehingga belum pandai. Mereka lebih sering mencontoh dan mengikuti daripada berinisiatif punya minat terhadap banyak hal.

However, yang terjadi selama ini sebaliknya. Semua orang menyebut "siswa SMP atau siswa SMA" dan "murid SD". Padahal secara terminologi, pemakaian kata siswa lebih pas untuk pelajar SD dan kata murid untuk pelajar SMP dan SMA.

Itu tidak keliru juga, karena kalau kita lihat pada KBBI, arti siswa sama dengan murid, yaitu mereka yang bersekolah di SD-SMA.

Bila merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2003, siswa adalah bagian dari anggota masyarakat yang sedang berusaha untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan dalam tingkatan, jalur, dan jenis tertentu.

Sekarang semua anak sekolah lebih sering disebut sebagai peserta didik daripada murid dan siswa. Istilah peserta didik mencakup mereka yang belajar di madrasah, pesantren dan seminari.

PMP dan Butir-butir Pancasila


Kalau kita baca betul-betul semua butir pada Pancasila, sebetulnya bagus karena mencerminkan keaslian watak masyarakat Indonesia yang sangat beretika dan jauh dari barbar. Pancasila sudah amat cocok dengan Indonesia yang multiagama dan multisuku sebelum ideologi khilafah mengobrak-abrik negara ini atas nama agama.

Sayangnya, siswa dan murid, juga guru, sangat skeptis pada PMP karena mereka melihat materi yang dimuat pada PMP tidak sesuai kenyataan yang mereka lihat dan alami sehari-hari.

Pada waktu itu amat lazim melihat orang korupsi. Pak RW korupsi bantuan sosial, Pak Lurah minta upeti, lahan ganti rugi tidak dibayar oleh oknum pejabat, makelar tanah nilep uang ganti rugi, dan aneka jenis korupsi lainnya.

Kalau ada orang yang jujur malah aneh dan sering dicibir karena dianggap sok suci. Betul, lho! Makanya kalau ada orang yang mau kembali ke zaman orba itu aneh banget! Zaman itu tatanan masyarakat amburadul. 

Well, tidak semua, sih. Warga di desa-desa masih guyub, gotong-royong, dan sangat rukun, walau bantuan untuk mereka sering disunat aparat, walau padi mereka sering dibeli tengkulak meski belum panen, menyebabkan harganya jadi super murah. 

Makanya gak aneh juga kalau banyak murid SMP dan SMA bikin contekan yang berisi Butir-butir Pancasila. Mereka bikin contekan karena sama sekali tidak ada niat meresapi seperti apa pengejawantahan dari falsafah negara tersebut.

Melihat fakta sehari-hari yang bertolak-belakang dengan Pancasila dan Butir-butirnya, akhirnya bikin orang ingin membuang Pancasila setelah Soeharto tumbang tahun 1998.

Walau secara resmi namanya PKn, tanpa Pancasila, nyatanya guru dan murid masih menyebutnya dengan PPKn. Pun di Kurikulum 2013 masih ada pelajaran tentang Pancasila. Siswa tetap harus hapal lima sila dan pengamalannya, walau tidak lagi harus menghapal Butir-butir Pancasila sampai jungkir balik seperti pelajar di era sebelum reformasi.

Namun demikian, masih banyak orang ingin mempertahankan Pancasila sebagai salah satu peninggalan founding father. Pancasila juga sudah pas jadi cerminan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya. Kalau pada zaman orde baru Pancasila cuma jadi alat propaganda, bukan Pancasilanya yang salah, melainkan penguasanya yang barbar.

Begitu kira-kira kaum penyelamat Pancasila beragumen. Jadi, Pancasila selamat, tapi sebagian orang merasa kini mereka berdarah-darah mempertahankan ideologi bangsa ditengah maraknya keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan syariat Islam.

Indonesia tidak perlu jadi negara khilafah karena Pancasila sudah mencakup keseimbangan hambluminallah dan habluminannas sebagai Islam yang rahmatan lil alamin. Indonesia dan Pancasila itu sendiri sudah Islami. 


Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Hari Lahir Pancasila tiap 1 Juni tidak harus diperingati dengan memaksa guru dan pelajar upacara di sekolah, melainkan membangun kesadaran kalau Pancasila itu rangkuman dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia, apapun agama dan sukunya.

Tiada bangsa lain yang cocok punya ideologi seperti Pancasila selain Indonesia karena Pancasila dibuat dari keseharian orang Indonesia, oleh orang Indonesia, dan untuk bangsa Indonesia.

Kelebihan Memelihara Ayam dan Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar

Kelebihan Memelihara Ayam dan Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar

Pernah beli anak ayam warna-warni yang dijual di pasar karena anak merengek minta dibelikan? Walau kesannya seperti mainan yang bisa ditimang dan dikejar-kejar, tapi kalau sampai mati, kan, kasihan. 

Kalau kita pelihara sampai si ayam besar, dagingnya bisa kita makan atau diberikan kepada tetangga, andai kita tidak tega memakannya.

Ayam juga identik dipelihara oleh orang desa. Itu karena di desa masih banyak lahan kosong dan kebun untuk diisi kandang ayam. Selain itu, ayam juga punya nilai ekonomis bagi orang desa, tidak sekadar memelihara untuk lucu-lucuan.

Daging dan telurnya bisa dijual atau dimakan sendiri, Sedangkan anak-anak ayam yang menetas bisa dibiakkan untuk dijual lagi ketika sudah besar.

Penting Diketahui Dari Ayam Warna-warni


1. Pewarna yang digunakan untuk mewarnai anak ayam namanya teres (pewarna makanan dalam bentuk bubuk). 

Jadi, tidak berbahaya buat ayam dan anak kita yang memegangnya. Warna ini akan luntur seiring membesarnya tubuh ayam dan bulu ayam jadi putih seperti aslinya.

Namun, karena tubuhnya dibaluri pewarna, anak ayam ini mudah sakit. jadi kita harus ekstra menjaganya setelah dibeli dari pasar.

2. Anak-anak ayam yang dijual di pasar biasanya berumur 3-7 hari setelah ditetaskan. Kalau lebih dari usia itu, anak ayam tidak lucu lagi karena tubuhnya sudah membesar.

3. Jenis ayamnya sudah pasti broiler karena lebih mudah dibiakkan. Hampir tidak ada ayam kampung, apalagi ayam hias yang dibiakkan dan dijual warna-warni di pasar.

4. Kebanyakan anak ayam warna-warni yang dijual di pasar berkelamin jantan. Makanya walau dipelihara dalam satu kandang, mereka tidak bakalan bisa kawin dan bertelur. 

Kalau sudah begitu, kalau si ayam sudah besar, lebih baik dagingnya dikonsumsi atau dipelihara sampai tua dan menemui ajal. 

Ayam broiler bisa hidup sampai dua tahun kalau diberi makan dan minum teratur.


Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dibeli di Pasar


Merawat anak ayam broiler sangat mudah, walau tetap perlu ketelatenan seperti halnya mengurus binatang peliharaan lainnya.

1. Kehangatan. Anak ayam masih butuh kehangatan. Sebaiknya beri lampu bohlam 5 watt atau 10 watt di dalam kardus tempat kita menempatkan anak ayam.

Kenapa di kardus? Supaya lebih mudah memberi makan dan menjaga anak ayam tetap hangat. Selain itu anak-anak kita juga bisa bermain dengan ayam dengan cara mengangkat dan menggendongnya.

2. Selama seminggu setelah dibeli, mereka harus makan sentrat belum bisa makan nasi. Seminggu setelahnya baru dilatih makan nasi yang dicampur sentrat.

Setelah makin besar mereka bisa makan apa saja, dari gorengan, mi, roti dan kue, sampai sayuran. Ayam adalah omnivora, jadi mereka bisa makan apapun sama seperti manusia. 

3. Kalau sakit cukup diberi tablet paracetamol yang dihaluskan lalu dicampur ke air minum ayam. Bisa juga tolak angin dicecoki langsung ke mulut anak ayam kalau dia terlihat lemas dan tidak mau makan.

4. Kalau mau ayam selalu sehat dan tidak sakit-sakitan, beri jamu 1-2 bulan sekali saat usianya mencapai 2-3 bulan. Jamunya sama seperti yang kita minum, yaitu brotowali, kunyit asam, beras kencur, atau campuran aneka rempah dan empon-empon.

Kelebihan Memelihara Ayam


1. Tidak kuatir anak perempuan kita kena parasit toksoplamosis. Bulu dan kotoran kucing dapat terinfeksi oleh parasit toksoplasma yang menularkan kepada manusia.

Ayam jambul, salah satu jenis ayam hias yang bisa dipelihara untuk lucu-lucunya karena lucu. Wajah hampir tidak kelihatan tertutup bulu kepalanya yang berbentuk jambul (emperbaca.com)

Parasit tokso dapat menempel di tubuh manusia tanpa menimbulkan gejala apapun. Didalam tubuh manusia, parasit ini membentuk kista lalu menetap di tubuh manusia selama manusia itu hidup.

Makanya janin dalam rahim seorang perempuan dapat terinfeksi dan menjadi cacat saat lahir karena di dalam tubuh ibunya ada parasit bernama toksoplasma gondii yang amat mungkin berasal dari kucing yang dipeliharanya.

2. Harga pakannya murah. Dibanding kucing dan anjing yang harus makanan ikan atau makanan dari pet shop, biaya makan ayam relatif murah.

Harga sentrat yang jadi pakan utama ayam berkisar Rp9.000-Rp11.000 per kilogram. Supaya lebih hemat, sentrat bisa kita campur dengan nasi atau mi basah.

3. Makanan rumah jadi tidak pernah terbuang. Adakalanya kita punya makanan berlebih yang didapat dari tetangga atau kerabat, padahal kita sudah masak banyak.

Daripada capek menghangatkan makanan itu berkali-kali dan mubazir tidak ada yang mau makan, kasihkan saja ke ayam. Ayam juga lahap kalau kita beri roti, cake, kue kering, dan gorengan, walau penganan itu sudah agak keras.

Kekurangan Memelihara Ayam 


Yang utama karena ayam buang air besar lebih sering daripada kucing dan anjing. Metabolisme ayam sangat cepat. Dia bisa langsung buang air besar hanya beberapa detik setelah makan.

Ayam broiler yang dipelihara sejak masih jadi anak ayam warna-warni. Saat ini usia kedua ayam tersebut sudah berumur 25 bulan (emperbaca.com)

Sebelum buang air besar ayam juga tidak memberikan tanda dengan cara menggesekkan kakinya, kotoran keluar begitu saja dari bokong ayam tanpa bisa diduga

Karena sering buang air besar tanpa bisa dilihat tanda-tandanya, maka ayam bukan binatang ideal untuk:

1. Digendong-gendong terlalu lama. Kotoran ayam bisa kena tangan dan tubuh kita tanpa diduga. Merepotkan sekali kalau baru beberapa detik menggendongnya, tangan kita sudah kena kotoran ayam.

2. Dibelai dan dielus. Banyak orang memelihara kucing dan anjing selain karena lucu, dua hewan ini juga enak dibelai dan dielus.

Bulunya halus dan lembut sehingga menyentuhnya terasa nyaman dan menyenangkan. Bulu ayam cenderung kasar dan bikin geli, jadi membelai dan mengelus bulu ayam tidak menimbulkan rasa nyaman pada manusia.

3. Dipamerkan di Instagram. Mungkin karena banyak dipelihara orang desa yang tidak punya akun Instagram, kita amat jarang menemukan orang yang memamerkan ayamnya di media sosial.

Lain halnya dengan kucing dan anjing dimana mereka berpose lucu dan menggemaskan bersama pemiliknya.

***

Kalian bisa pilih, mau coba pelihara ayam atau pelihara ayam dan kucing sekaligus tidak apa-apa, asal ayamnya harus tetap dalam kandang.

Ayam tidak bisa dilatih buang air besar di pasir seperti anjing dan kucing, jadi supaya tahinya tidak mengotori rumah, ayam harus tetap berada di dalam kandang.

Pasar Tradisional Sepi Pembeli Pascakebakaran, Ini Alasannya

Pasar Tradisional Sepi Pembeli Pascakebakaran, Ini Alasannya

Sekarang sudah tidak ada lagi pasar tradisional yang kumuh. Semua pasar sudah bersih karena lantainya  berkeramik, berventilasi, dan tidak ada lagi bau busuk sampah. Apalagi, pasar yang dibangun ulang pascakebakaran, tampilannya kece seperti mal.

Namun, ada satu hal yang mengganjal. Kenapa hampir semua pasar tradisional yang dibangun ulang setelah kebakaran justru lebih sepi daripada saat masih kumuh? Padahal dengan mengunjungi pasar yang bersih dan moderen, belanja juga jadi nyaman, kan?

Kelas Menengah Kebawah


Walau masyarakat kelas atas banyak juga yang berbelanja di pasar (kadang disebut sebagai pasar moderen), tapi pasar tradisional selalu identik dengan tempat belanja masyarakat kelas menengah kebawah.

Itu karena harga sayuran, makanan, sandang, sepatu, dan semua yang ada di pasar sangat terjangkau oleh kantong mereka. Pasar jadi tujuan utama untuk memenuhi semua kebutuhan mereka,

Maka, untuk mengetahui kenapa pasar yang dibangun ulang jadi lebih bagus malah sepi tidak ada yang belanja, kita lihat dari sudut pandang kelas menengah kebawah yang jadi konsumen utama pasar tradisional.

1. Bangunan pasar terlalu tinggi


Sebelum kebakaran, pasar tradisional paling tinggi hanya dua lantai saja. Setelah pasar itu dibangun ulang ada yang tingginya sampai empat lantai.

Orang-orang enggan naik ke lantai atas dan lebih memilih belanja di lantai paling bawah karena mereka ke pasar hanya untuk membeli barang yang paling diperlukan. Setelah selesai, mereka bakal langsung pulang.

Sementara itu di mal, kebanyakan orang datang ke sana bukan untuk belanja kebutuhan pokok, melainkan sekadar cuci mata, nongkrong bersama teman, nonton bioskop, atau belanja produk terbaru kesukaan mereka.

Jadi, orang yang ke mal memang punya waktu untuk "dibuang", tapi tidak demikian dengan orang yang datang ke pasar. Orang ke pasar karena benar-benar mencari barang yang mereka perlukan, bukan untuk bersantai dan menghabiskan waktu.

Itu sebab makin tinggi bangunan mal, makin senang orang memasukinya karena makin leluasa mereka memilih toko dan resto untuk menghabiskan waktu. Namun, makin tinggi bangunan pasar makin enggan orang ke sana karena buang waktu dan tenaga kalau harus naik ke lantai paling atas.

2. Bermunculan lapak dan toko yang menjual dengan harga sama


Orang tidak akan repot pergi ke pasar hanya untuk beli sayur atau sehelai kerudung jika rumah mereka selalu dilewati penjual sayur dan ada toko yang menjual kerudung dekat rumah.

Makanya, walau lokasi pasar berada di tengah kota yang strategis dan bisa dijangkau dari mana pun, daya tarik pasar memudar seiring makin mudahnya orang mencari kebutuhan harian di lapak dan toko dekat rumah.

Pasar (tradisional) masih ramai dikunjungi kalau orang mau masak besar atau cari baju Lebaran atau butuh barang grosiran. 

3. Uang sewa naik


Karena bangunannya sudah bagus, maka uang sewa yang ditetapkan oleh pengelola pasar juga lebih tinggi daripada ketika pasar masih kumuh. Harga sewa yang naik sementara orang yang datang belanja makin sedikit, menyebabkan banyak pedagang menutup tokonya.

Banyaknya toko yang tutup membuat pasar jadi lengang, terutama yang berada di lantai atas. Pasar jadi kurang ramai karena minim aktivitas jual-beli. Kondisi pasar yang lengang dan sepi membuat orang makin enggan datang ke sana karena mayoritas orang lebih suka berada dalam keramaian daripada kesepian.

Suasana sepi juga dapat memunculkan ketakutan di benak orang tentang kemungkinan ada kejahatan yang terjadi ssat sepi.

***

Di kota besar, pasar tradisional yang dibangun ulang pascakebakaran bakal tetap ramai, malah makin ramai karena dibangun juga bioskop rakyat di lantai atasnya. Pasar Santa di Kebayoran Baru, Jaksel, malahan bermetamorfosis jadi tempat hangout.

Akan tetapi, di luar kota besar, pasar yang bagus dan megah justru dijauhi karena dianggap sama dengan mal. Orang kelas bawah minder memasukinya, sementara kelas atas merasa "gak level' belanja ke pasar tradisional.

Walau tidak lagi seramai dulu, pasar tradisional di suatu daerah tetap punya masa di mana pembeli membludak dan pedagang panen laba. Masyarakat menengah kebawah juga masih butuh pasar karena di situlah tempat mereka belanja dengan bahagia tanpa menguras isi kantong.