Dua Belas Karakter Tokoh dalam Cerita Fiksi

Dua Belas Karakter Tokoh dalam Cerita Fiksi

Kalau menonton film, sinetron, atau baca novel, biasanya kita cuma tahu dua tokoh saja, yaitu tokoh baik dan jahat. Tokoh yang karakternya baik kita sebut dengan protagonis, sedangkan yang jahat disebut antagonis.

karakter tokoh dalam cerita fiksi

Namun, kalau cuma ada tokoh baik dan jahat apakah cerita jadi enak ditonton dan dibaca? Siapa yang merangkai alur cerita kalau semua tokoh yang ada dalam cerita cuma protagonis dan antagonis?

Apa Itu Karakter Tokoh?

Karakter tokoh adalah istilah yang mengacu pada klasifikasi karakter dalam cerita fiksi berdasarkan peran, kepribadian, atau perilaku mereka. 

Karakter tokoh-disebut juga dengan tipe karakter-membantu penulis menciptakan karakter yang realistis dan beragam. Selain itu pembaca dan penonton bisa memahami tokoh-yokoh dalam cerita untuk merasakan emosinya. sampai merasa terlibat didalam cerita.

Dua belas karakter tokoh yang ada dalam cerita adalah: 

1. Protagonis (Tokoh Utama)

Tokoh utama dalam cerita (protagonist) sering digambarkan sebagai orang yang baik, senang membantu orang lain, dan penentang kejahatan.

Contoh karakter protagonis yang kita kenal adalah Cinta di film Ada Apa dengan Cinta, Andin di sinetron Ikatan Cinta, Fitri di Cinta Fitri, dan Jeffrey di Takdir Cinta yang Kupilih. Di film box office dunia semua anggota Avengers adalah tokoh protagonis, begitu juga dengan Harry Potter dan Frodo Baggins.

Dalam cerita novel yang memakai sudut pandang orang pertama, tokoh protagonis juga berperan sebagai narator yang menyebut dirinya dengan "aku".

Protagonist (Indonesia: protagonis) atau tokoh utama adalah inti yang membangun keseluruhan cerita. Kita bisa mengembangkan cerita ke imajinasi tertinggi dengan hanya menggunakan satu tokoh utama saja.

2. Antagonis

Sering disebut sebagai tokoh yang jahat karena selalu menentang, menggagalkan, melemahkan, dan melawan si protagonis. Meski jahat, karakter antagonis tidak berarti penjahat seperti pencuri, perampok, dan pembunuh. Jadi beda antara karakter antagonis dan karakter penjahat ada pada perilakunya.

Tokoh antagonis berhubungan langsung dengan si protagonis, entah itu sebagai keluarga, teman, rekan kerja, tetangga, atau satu circle. Sedangkan tokoh penjahat (villain) tidak selalu punya hubungan dengan si protagonis.

Pembeda lainnya adalah antagonis tidak selalu ingin menghancurkan dunia, tapi tokoh villain (penjahat) selalu ingin menghancurkan apa pun dan siapa pun tidak cuma si protagonis.

3. Deuteragonis

Deuteragonis adalah tokoh kedua terpenting dalam cerita. Dia biasanya jadi sahabat si tokoh utama yang selalu membantunya. Dalam film Ada Apa dengan Cinta, tokoh Milly, Alya, Carmen, dan Maura yang berperan sebagai sahabat Cinta disebut dengan Deuteragonis.

Karakter deuteragonis bisa baik bisa jahat, tergantung dengan siapa dia berpasangan. Kalau dia berteman dengan antagonis, dia baik. Kalau dia berkawan dengan antagonis, dia bisa jadi jahat. 

Contoh tokoh deuteragonis paling jelas ada di tokoh Severus Snape. Profesor Snape deuteragonis baik untuk Dumbledore sekaligus deuterogonis jahat sedang ada di kubu Voldemort.

Ada cerita yang tidak punya tokoh deuteragonis dan ada cerita yang punya banyak deuteragonis. Jadi tergantung pengarang mau menciptakan karakter ini atau tidak.

4. Skeptis

Karakter skeptis berguna untuk menambah intrik dan kedalaman cerita. Mereka mempertanyakan, meragukan, dan menantang status quo. Status quo adalah keadaan tetap, mapan, stabil, dan keadaan sekarang).

Tokoh skeptis sering menjadi penyeimbang karakter lain dan membuat alur cerita jadi lebih menarik.

Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle adalah salah satu contoh karakter skeptis. Pikiran analitisnya selalu mempertanyakan bukti, motif, bahkan hal supranatural. Dari situlah dia berhasil memecahkan beragam kasus pelik.

Karakter tokoh skeptis lain adalah Fox Mulder yang kita kenal di serial X-Files yang populer di Indonesia era 1990-an. Fox selalu skeptis terhadap hal-hal diluar nalar yang sering ditemuinya saat menyelidiki kasus.

Sifat dan sikap Fox ini berbanding terbalik dengan rekannya Dana Scully yang mempercayai adanya hal-hal gaib dan supranatural.

5. Sidekick (sahabat karib)

Karakter sidekick adalah bestie protagonis dan selalu menemani dan mendukung protagonis dalam berbagai situasi.

Sidekick juga sering punya sifat yang berbeda dengan protagonis (tokoh utama). Kalau si protagonis serius dan susah bercanda, maka sidekick orang yang periang dan humoris.

Kok sama kayak deuteragonis ya? Sama-sama bersahabat dengan protagonis? Ya, tapi deuteragonis punya peran lebih rumit dan punya kepentingan yang sama dengan protagonis. Hubungan antara protagonis dan deuteragonis bisa mentor, kekasih, atau suami/istri. 

Selain sahabat, karakter deuteragonis berfungsi menguatkan sifat, isi pikiran, moral, dan masa lalu protagonis kepada pembaca/penonton film.

Sementara itu sidekick selalu bersama-sama dengan protagonis dalam segalanya. Dia bisa jadi sahabat sekaligus asisten si protagonis. Contoh sidekick adalah Peeta Mellark di film The Hunger Games.

Sementara contoh deuteragonis ada pada diri Albus Dumbledore terhadap Harry Potter dan Alfred untuk Batman.

6. Contagonist

Karakter tokoh contagonist mirip seperti antagonis yang jahat dan selalu bertentangan dengan protagonis. Bedanya tokoh contagonist tidak langsung berhadapan dan berkonflik dengan protagonis.

Bila antagonis sering bertemu dengan protagonis, karakter contagonist tidak. Kemunculan contagonist dalam cerita juga tidak sebanyak antagonis jadi dia bisa berupa big boss, kepala mafia, raja yang jahat, atau siapa pun yang tidak harus berurusan langsung dengan protagonis.

7. Guardian

Sesuai namanya guardian yang artinya pelindung. Karakter guardian dalam cerita adalah karakter yang melindungi, membimbing, atau menguji si protagonis sebelum mereka menghadapi tantangan besar. 

Guardian bisa juga melindungi karakter lain bukan cuma protagonis. Dia lebih sering muncul di saat-saat kritis atau ketika protagonis terpojok. Guardian bisa berubah jadi musuh, teman, atau sekutu, jadi tergantung jalan cerita yang ingin ditulis pengarang atau penulis skenario.

Contoh karakter guardian ada pada diri Gandalf yang membantu Frodo, White Rabbit di Alice in Wonderland, dan Mr Miyagi di film Karate Kid versi tahun 1984.

8. Reason

Selain sebagai sidekick dan deuteragonis, tokoh Hermione Granger di film Harry Potter juga punya karakter sebagai reason (penasehat). Hermione mengandalkan pengetahuan, logika, dan akal sehatnya untuk membantu Harry mengatasi berbagai masalah dan bahaya.

Sifat Hermione berbanding terbalik dengan Ron Weasley yang emosional dan impulsif (sering bertindak spontan tanpa mikir).

Karakter reason biasanya memberikan saran, solusi, atau analisis yang logis dan objektif kepada protagonis atau tokoh utama. 

9. Emotion

Kebalikan dari karakter tokoh reason di cerita fiksi, karakter emotion berperan sebagai pendorong atau penggerak emosional. Karakter ini biasanya memberikan motivasi, inspirasi, atau dorongan yang berdasarkan perasaan dan intuisi kepada protagonis atau tokoh utama. 

Contoh karakter emotion dalam film Star Trek adalah Dr McCoy yang merupakan teman Kapten Kirk. Dr McCoy emosional, tetapi humanis. Dia sering memberikan saran berdasarkan perasaan, etika, dan moral kepada kapten Kirk yang seorang petualang dan pemberani.

10. Tritagonis (tersier/tertiary)

KBBI bilang Tritagonis adalah karakter penting ketiga dalam sebuah cerita setelah protagonis dan deuteragonis yang dipercaya sekaligus oleh protagonis dan antagonis. 

Namun, Dabble Writer bilang tritagonis adalah peran kecil di sebuah cerita. Dia cuma kadang-kadang saja muncul dan tidak punya hubungan kuat baik dengan protagonis dan antagonis.

Meski perannya kecil, tertiary atay tritagonis penting dalam cerita fiksi untuk memberi detail dan informasi latar belakang yang dapat membantu pembaca/penonton memahami latar dan konteks terjadinya cerita.  

Karakter tersier juga bisa membantu kita menetapkan norma-norma sosial, praktik budaya, dan detail lain yang membentuk dunia fiksi.

Contoh karakter tritagonis adalah Effi Trinket di The Hunger Games dan Mr Filch di Harry Potter.

11. Foil

Foil adalah karakter yang kontras dengan tokoh utama, menonjolkan kekuatan, dan kelemahannya agar pembaca/penonton bisa memahami lebih dalam tentang kepribadian dan motivasi si protagonis. 

Misalnya, dalam Pride and Prejudice karya Jane Austen, Mr. Collins berperan sebagai kontras bagi Elizabeth Bennet, menyoroti kecerdasan, kecerdasan, dan kemandiriannya melawan kikuknya yang tidak sopan.

Tokoh foil bisa jadi musuh, teman, rekan kerja, atau lainnya, jadi tidak melulu teman atau musuh. Itulah bedanya dengan tokoh antagonis. 

Karakter antagonis bertolak belakang dengan protagonis dan selalu bermusuhan dengan protagonis. Sedangkan karakter foil tidak selalu jadi musuh, dia bisa saja jadi teman, rekan kerja, bahkan keluarga.

12. Figuran

Figuran adalah peran kecil yang tidak mempengaruhi isi cerita dan tidak berhubungan dengan tokoh mana pun dalam cerita. 

Contohnya di serial Gadis Kretek di pasar tempat Jeng Yah jualan rokok banyak orang yang berlalu lalang untuk membeli, berdagang, mencari sayur-mayur dan daging, serta menikmati tembakau di kedai rokok. Orang-orang yang berlalu lalang sebagai pembeli, penjual, dan rakyat jelata itulah yang disebut dengan pemeran figuran.

Peran figuran membantu meramaikan isi cerita terutama di film. DI novel, karakter figuran digambarkan tanpa nama, misal, "Orang-orang berkerumun dan saling berbisik-bisik di depan warung makan, ingin tahu apa yang sedang dilakukan serombongan polisi di sana."

Orang-orang yang berkerumun dan saling berbisik-bisik itulah para tokoh figuran.

***

Para penulis yang ingin mencoba membuat novel bisa memasukkan 12 karakter ini ke dalam cerita supaya novelnya punya kedalaman kisah, alur yang beragam, konflik antar tokoh, alternatif penyelesaian masalah. dan ending yang memuaskan (buat si pengarang atau pembaca).

Di film atau serial, 12 karakter tokoh ini membuat jalan cerita lebih enak ditonton dan tidak monoton.

Kenapa Tetap Ngeblog Walau Penghasilan Jeblok?

Kenapa Tetap Ngeblog Walau Penghasilan Jeblok?

Penghasilan blogger (narablog) yang mengelola blog dengan niche (topik khusus) sebulan bisa mencapai rentang Rp2 juta-Rp5 juta.

Ada dua hal utama yang bikin blog niche bisa dapat uang jutaan per bulan hanya dari iklan.

emperbaca.com

Pertama, blog itu sering di klik saat orang-orang mencari informasi di mesin pencari, terutama Google. Kedua, blog dengan niche biasanya meletakkan iklan di hampir seluruh halaman, terutama dalam artikel, sehingga besar kemungkinan iklan itu diklik pembacanya.

Banyak juga dari blog niche yang memasang script pendeteksi adblocker. Pembaca yang menggunakan adblocker terpaksa mematikannya kalau mau meneruskan membaca atau mengunduh informasi yang ada dalam blog.

Dengan begitu semua iklan dalam blog akan tayang meski tidak diklik. Blogger pun tetap dapat rupiah dari cost per million (CPM/biaya per seribu kali tayang).

Lalu kenapa emperbaca.com tidak bisa mencapai penghasilan jutaan tiap bulannya walau banyak artikelnya yang nangkring di halaman pertama Google? 

Alasannya, saya tidak menaruh banyak iklan. Tidak ada iklan di dalam artikel supaya orang yang tidak memasang adblocker di perambannya tidak terganggu iklan saat membaca. 

Selain itu, meski Page Authority emperbaca.com tinggi (34), blog ini punya Domain Authority rendah (4). Itu berarti domain emperbaca.com tidak dikenal dan tidak bakalan dilirik untuk kerja sama penulisan artikel berbayar (content placement).

Rendahnya Domain Authority yang dimiliki emperbaca.com karena bukan blog niche. Isi emperbaca.com terlalu gado-gado makanya CPC (cost per click) dan CPM-nya pun rendah. Blog ber-niche bernilai tinggi karena dianggap punya informasi tentang topik khusus yang sedang dicari pembaca. misal kesehatan, keuangan, asuransi, pendidikan, otomotif, atau seluk-beluk blogging.         

Blog niche dianggap mudah menavigasikan pembaca dalam satu wadah kalau mereka ingin tahu semua hal tentang informasi khusus yang sedang mereka cari.

Kalau gitu, kenapa tetap ngeblog walau pengehasilan jeblok? Kalau sudah gitu pasti bukan soal duit, melainkan lebih kepada panggilan batin seperti berikut.

Hasrat

Menulis merupakan hobi sejak kelas tiga SD yang diawali dari kesukaan membaca. Waktu kecil saya sering baca buku dan novel milik orang tua. Lama-lama ada keinginan untuk menulis seperti penulis dan pengarang dari buku yang saya baca.

Lulus kuliah saya mulai ngeblog di Multiply, Wordpress, dan terakhir Blogspot. Blog terbengkalai saat saya sudah sibuk jadi pekerja kantoran. Meski begitu sesekali saya masih menulis cerpen dan puisi walau tidak rutin.

Sesibuk apa pun dan sesulit apa pun kondisi hidup yang sedang saya jalani, saya selalu ingin menulis.

Hasrat menulis ini juga dirasakan para penulis konten (content writer) yang menulis di blog publik seperti Kompasiana, Medium, Terminal Mojok, bahkan yang kontroversial seperti Seword. 

Tidak ada satu pun dari blog publik itu yang menjanjikan bayaran. Mereka cuma memberi insentif beberapa rupiah kalau para penulis bisa memenuhi syarat yang ditentukan.

Cuma sedikit orang yang mau capek-capek menulis dan menghabiskan kuota untuk mengunggah tulisan itu ke internet. Jadi hanya orang-orang yang betul-betul menyukai dunia membaca dan menulis saja yang terus menulis meski tanpa bayaran apalagi pengakuan.

Karena hasrat itulah saya tetap menulis di blog publik dan mengelola emperbaca.com meski penghasilan jeblok.

Jati Diri 

Buat saya ngeblog bisa dibilang perwujudan keinginan masa kecil saya yang ingin mengelola majalah. Saat di kelas 3 SD saya menulis cerpen dan mengumpulkan klipping dari media cetak. Semuanya saya jilid dan fotokopi untuk dijual kepada teman-teman.

Sayang, majalah ala-ala itu cuma berjalan satu edisi karena uang jajan saya tidak cukup untuk memfotokopi dan membeli kertas. 

Ngeblog adalah bagian dari jati diri saya sebagai seorang penulis, pengarang, dan ghostwriter (penulis bayangan) profesional yang telah mempelajari dan mengikuti perkembangan bahasa Indonesia beserta dunia tulis-menulisnya sejak saya kecil. 

Membagi Informasi

Ada banyak orang yang mencari di internet tentang pengetahuan, hiburan, istilah, dan gaya hidup yang tidak umum dan populer yang tidak mereka temukan di TV, radio, dan media sosial.

Karena itu saya dan kontributor emperbaca.com berisaha menulis selengkap mungkin dalam satu artikel tanpa potong-potongan. Memotoig dan memenggal artikel banyak dilakukan blogger untuk memperoleh engagement dan low bounce rate.

Membagi informasi secara lengkap ini didasari oleh kerisihan saya pada tipe blogger yang mementingkan SEO on-page daripada esensi artikel yang mereka tulis. Artikelnya panjang, tapi bertele-tele dan mengulang-ulang kalimat. Cuma sedikit informasi yang didapat pembaca.

Mengasah Otak dan Ilmu Menulis Sejak Kuliah

Menulis memaksa kita berpikir. Sebelum menulis banyak dari kita yang harus membaca lebih dulu berita, karya tulis, atau karangan fiksi orang lain. Banyak orang tidak suka membaca karena merasa otak seperti dipaksa untuk bekerja mencerna makna dibalik kalimat demi kalimat. 

Buat saya, menulis mengasah otak saya supaya mampu berpikir logis dan kritis. Pun supaya kemampuan menulis yang saya pelajari sejak di bangku kuliah tidak luntur.

***

Hasrat, jati diri, ingin membagi informasi, dan mengasah otak mungkin juga jadi alasan banyak orang untuk tetap menulis di blog publik atau mengelola blog pribadi.

Menulis adalah hobi, kesukaan, dan pelampiasan stres yang tidak bisa digantikan oleh apa pun bagi para pecintanya. Maka banyak blogger yang terus menulis dan mengelola blognya walau tidak ada yang baca dan penghasilannya jeblok.

Bangga Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO

Bangga Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO

Keberhasilan Indonesia membangun penutur bahasa Indonesia di 52 negara telah menghasilkan 275 juta penutur bahasa Indonesia di seluruh dunia.

bangga bahasa Indonesia jadi bahasa resmi sidang umum UNESCO

Itulah salah satu alasan diterimanya bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi di Sidang Umum UNESCO (the United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) sejak 20 November 2023.

Puluhan negara yang penduduknya bisa menuturkan bahasa Indonesia dimungkinkan karena banyak universitas di dunia yang membuka jurusan Bahasa Indonesia. 

Beberapa universitas top yang punya jurusan Bahasa Indonesia adalah:

  • Universitas Leiden, Belanda
  • Universitas  Harvard, AS
  • UCLA, AS
  • Universitas Hong Bang Vietnam
  • Universitas Southern Queensland, Australia
  • Universitas MIchigan, AS
  • Tokyo University of Foreign Studies, Jepang.
  • Universitas Yale, AS
  • Universitas AL-Azhar Mesir
  • Universitas Vienna, Austria 
  • Institut National Des Langues Et Civilisations Orientales (INALCO), Paris
  • Baca artikel detikedu, "5 Universitas Terkemuka di Dunia yang Mengajarkan Bahasa Indonesia" selengkapnya https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-5773536/5-universitas-terkemuka-di-dunia-yang-mengajarkan-bahasa-indonesia.
  • Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
  • Institut National Des Langues Et Civilisations Orientales (INALCO), Prancis
  • Universita degli Studi Napoli, Italia
  • Universitas Western Sydney Australia
  • Universitas Griffith Australia
  • Universitas Nasional Autralia
  • Universitas Bonn Jerman
Universita degli Studi di Napoli, L'Orientale

Baca artikel detikedu, "5 Universitas Terkemuka di Dunia yang Mengajarkan Bahasa Indonesia" selengkapnya https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-5773536/5-universitas-terkemuka-di-dunia-yang-mengajarkan-bahasa-indonesia.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Alasan Indonesia Mengajukan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO

1. UU Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan yang menekankan peningkatan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. 

Mengutip situs Kemdikbudristek, pengajuan bahasa Indonesia jadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO menjadi tindakan de jure kepada status bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Sebelumnya, setelah secara de facto, Indonesia telah berhasil memperluas penutur asing bahasa Indonesia dari target 48 menjadi ke 52 negara.

2. Bahasa Indonesia terbukti telah mempersatukan rakyat Indonesia sejak Sumpah Pemuda 1928. 

Negara ini disatukan dengan satu bahasa karena punya ratusan bahasa dari suku yang berbeda-beda. Dengan begitu sangat layak dijadikan alat komunikasi global dan sarana pengembangan budaya.

3. Aktif memimpin di perdamaian internasional sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. 

Indonesia punya komitmen untuk berperan positif dalam dunia internasional seperti yang terlihat melalui kepengurusan Indonesia di forum G20 2022 dan KTT ASEAN tahun 2023.

Maka pengakuan internasional ini memperkuat posisi bahasa Indonesia dan menegaskan kelayakannya sebagai sebuah bahasa yang berbeda dari bahasa Melayu.

Keputusan bahasa Indonesia jadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis.

Itu artinya semua negara anggota UNESCO menyetujui bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 di Sidang Umum UNESCO. 

bangga bahasa Indonesia jadi bahasa resmi sidang umum UNESCO
 Sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis, Senin (20/11/2023).(Foto Dok. Kemenlu)

Beda Sidang Umum UNESCO dengan Sidang Umum PBB

1. Semua negara anggota PBB merupakan anggota UNESCO, tapi negara anggota UNESCO tidak harus jadi anggota PBB. 

Anggota PBB per tahun 2023 ada 193 negara. Sedangkan situs resmi UNESCO mencantumkan anggotanya ada 194 negara dengan 12 Associate Members. Associate Members disini maksudnya wilayah atau kelompok wilayah yang tidak bertanggung jawab atas hubungan internasionalnya.

Associate Members dapat berpartisipasi dalam program dan kegiatan UNESCO, tapi tidak punya hak suara dalam Konferensi Umum atau Dewan Eksekutif.

Jadi negara yang bukan anggota PBB dapat jadi anggota UNESCO kalau dapat rekomendasi dari Dewan Eksekutif dengan suara mayoritas dua pertiga dari Konferensi Umum.

Indonesia sendiri menjadi negara anggota UNESCO sejak 27 Oktober 1950. Periode 2023-2027 merupakan kali ke-8 Indonesia terpilih jadi Dewan Eksekutif UNESCO.

2. Sidang Umum PBB diadakan setahun sekali yang dihadiri seluruh negara anggota PBB. Sidang ini membahas masalah global seperti perdamaian, keamanan, lingkungan, hak asasi manusia, dan lainnya.

Sidang Umum UNESCO diadakan tiap dua tahun sekali dan dihadiri oleh negara anggota UNESCO yang membahas masalah pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.

3. Bahasa yang digunakan di Sidang Umum PBB ada 6 bahasa, yaitu bahasa Inggris, Prancis, Arab, Tiongkok, Rusia, dan Spanyol. Sedangkan bahasa resmi Sidang Umum UNESCO adalah bahasa Inggris, Prancis, Arab, Tiongkok, Rusia, Spanyol, Hindi, Italia, Portugis, dan Indonesia.  

Mengutip laman Indonesia.go.id, Sidang Umum UNESCO ke-42 di Prancis juga menetapkan tanggal lahir pahlawan nasional Indonesia Keumalahayati dan sastrawan AA Navis sebagai Hari Perayaan Nasional UNESCO.

Keumalahayati dikenal sebagai laksamana perempuan pertama di dunia dan pendiri Inong Balee (pasukan perang pertama yang seluruh anggotanya adalah perempuan). Inong Balee beranggotakan janda-janda pejuang kemerdekaan yang tewas di tangan penjajah.

Pahlawan dari Aceh ini gugur tahun 1615 saat melindungi Teluk Krueng Raya dari serangan Portugis.

Sementara itu, Ali Akbar Navis atau akrab disapa AA Navis adalah seorang penulis dan budayawan asal Padang, Sumbar. Dia dikenal karena menulis kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami (1956) yang mengecam kemunafikan agama.

AA Navis pernah jadi anggota DPRD dan dosen luar biasa di Universitas Andalas dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Beliau ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2019.

Bahasa Indonesia Lebih Sukses dari Bahasa Melayu

Malaysia punya tiga suku dominan dengan tiga bahasa yang digunakan penduduknya, yaitu Melayu, Mandarin/Kanton, dan India/Hindi. Sedangkan Indonesia punya 500-an bahasa daerah yang masih aktif dituturkan sampai sekarang.

Mestinya bahasa Melayu lebih mendunia karena sering digunakan dan tidak bercampur dengan ratusan bahasa daerah. Apalagi bahasa Melayu juga akar dari bahasa Indonesia yang artinya tanpa bahasa Melayu, bahasa Indonesia tidak bakal jadi seperti sekarang.

Akan tetapi, kenapa bahasa Indonesia lebih mendunia daripada bahasa Melayu? Beberapa alasannya:

1. Orang Malaysia di perkotaan sudah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan ketimbang Melayu. Bahasa percakapan Melayu cuma digunakan di kampung-kampung atau pada kegiatan kenegaraan.

2. Meski jadi bahasa nasional, bahasa Melayu kurang dipraktikkan sebagai bahasa persatuan. Orang Malaysia menggunakan bahasa Inggris untuk bercakap sehari-hari dengan orang antarras Melayu, Tionghoa, dan India.

3. Orang Tionghoa dan India di Malaysia mempertahankan identitasnya sebagai ras dari bangsa yang punya negara asal. Maka dalam berbahasa pun mereka menggunakan bahasa negara asal bangsa mereka. 

Beda dengan Indonesia yang meski punya ratusan suku dan bahasa kita selalu merasa sebagai bangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Selain hal-hal diatas yang membuat bahasa Melayu kalah sukses dibanding bahasa Indonesia, berikut alasan bahasa Indonesia lebih sukses dari bahasa Melayu.

1. Tata krama. Bahasa pergaulan cuma digunakan sebagai bahasa pergaulan antarteman, tidak merembet ke orang yang lebih muda apalagi yang lebih tua.

Ini karena orang Indonesia masih memegang tata krama dan kesopanan berbicara dengan orang yang lebih tua atau muda. 

Related: Mengukur Kefasihan Anak-anak Jawa Berbahasa Jawa

Jadi walau keminggris anak Jaksel diikuti anak muda di seluruh Indonesia, gaya bahasa itu hanya sebatas percakapan dengan orang dan teman seumuran. Urusan tata krama berbicara masih dipegang orang Indonesia.

2. Punya banyak penulis konten dan narablog. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2023 sekitar 270 juta jiwa. Penduduk Malaysia cuma 39,94 juta jiwa.

Tidak heran kalau jumlah blogger dan content writer di Indonesia juga lebih banyak dari Malaysia. Mereka termasuk yang berperan melestarikan bahasa Indonesia karena menulis dengan bahasa Indonesia.

Related: Beda Content Writer dan Blogger yang Tidak Sama dengan Wartawan

3. Kesadaran berbahasa persatuan. Tiap tahun Indonesia memperingati Sumpah Pemuda 1928. Dari situlah kesadaran kita untuk berbahasa Indonesia terus terpupuk.

Kita bahkan punya UU No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara yang menomorsatukan bahasa Indonesia di setiap acara kenegaraan yang diikuti Indonesia di luar negeri.

4. Adaptif dan fleksibel. Bahasa Indonesia punya aturan baku yang disusun dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD-sempat diganti jadi PUEBI) yang sudah tidak mengikuti akar bahasa Melayu.

Meski punya aturan baku, bahasa Indonesia mudah menyerap kosakata dari bahasa asing kalau belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

Pun kalau ada kosakata asing yang sering diucapakan, para ahli bahasa Indonesia tidak serta-merta menyerapnya ke dalam bahasa Indonesia, melainkan mencari padanan kata yang pas untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

5. Marak kelas menulis, lomba menulis, dan komunitas penulis. Kelas menulis, lomba menulis, dan komunitas penulis mendorong penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar mendekati kaidah baku.

Hal itu bikin kelestarian bahasa Indonesia terjaga karena selain dituturkan juga ditulis oleh orang Indonesia sendiri.

Dengan begitu, apakah kita lantas tidak boleh pakai bahasa Inggris di Indonesia? Boleh banget! Kita sangat boleh menguasai bahasa asing apa pun-bahkan bahasa Klingon. Akan tetapi, terus gunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa percakapan selain bahasa daerah. Supaya bahasa Indonesia tidak punah.

Beda Prakata dan Kata Pengantar Ditulis Oleh Orang dan Penulis

Beda Prakata dan Kata Pengantar Ditulis Oleh Orang dan Penulis

Pada penulisan skripsi, makalah, atau karya fiksi kita sering membaca bagian Kata Pengantar yang berisi ucapan terima kasih si penulis kepada orang-orang dan apa yang harapannya dari karya tulisnya itu.

beda kata pengantar dan prakata

Ternyata, itu namanya bukan Kata Pengantar, melainkan Prakata. Sayangnya, semua penulisan makalah, skripsi, sampai novel terkemuka menganggap ucapan terima kasih dari si penulis sebagai Kata Pengantar. Apa itu berarti semua makalah dan skripsi serta beberapa buku fiksi yang menggunakan Kata Pengantar sebagai ucapan terima kasih berarti salah?

Terima Kasih yang Dilewati

 

Para dosen pembimbing skripsi di perguruan tinggi sering melewatkan bagian Kata Pengantar mungkin karena isinya cuma ucapan terima kasih kepada orang-orang yang tidak dikenal dosen. Dan bagian itu sudah pasti tidak perlu direvisi, wong tidak ada kaitannya dengan keilmuan.

Itu mungkin yang jadi sebab bagian Kata Pengantar salah kaprah dimaknai sebagai bab untuk mengucapkan terima kasih semata.

Kata Pengantar (Foreword) Pendongkrak Kredibilitas Penulis


KBBI mengartikan Kata Pengantar sebagai kata pendahuluan. Masih dari KBBI yang mengambil terminologi dari Ilmu Komunikasi, Kata Pengantar berarti: kata-kata dari orang terkenal yang dimuat di halaman depan sebagai tanda terbitnya suatu buku.

Kalau merujuk pada arti dari Kamus Besar Bahasa Indonesia ini, betul, Kata Pengantar bisa digunakan sebagai tempat untuk mengucapkan terima kasih dari si penulis kepada orang yang mendukungnya.

Akan tetapi, kata pendahuluan yang dimaksud KBBI juga bisa bermakna: kata yang dibuat oleh si penulis sendiri atau orang lain sebagai pendahuluan dari sebuah karya tulis dan buku.

Karya tulis adalah karangan atau tulisan yang didasarkan pada fakta maupun fiksi serta kaidah tertentu.

Sementara itu, kamus Merriam-Webster mengartikan Kata Pengantar (foreword) sebagai komentar pembuka/perkenalan (seperti untuk buku) terutama ketika ditulis oleh orang selain penulis.

Melihat itu maka makna dari Kata Pengantar adalah pendahuluan yang ditulis oleh orang lain yang ditujukan kepada panulis. Misal, kita baru pertama kali membuat novel dan akan kita kirim ke penerbit mayor.

Supaya novel itu menarik minat orang untuk membelinya, kita muat Kata Pengantar dari Dee Lestari, misalnya, atau Sabda Armando Alif yang mengapresiasi novel dan kemampuan kita meracik cerita.

Sebelumnya kita kirim dulu naskah novel kita ke mereka bisa lewat email atau datang langsung ke tempat mereka. Kata Pengantar juga bisa dibuat oleh penerbit, terutama penerbit mayor (besar).

Kata pengantar dari orang terkenal bisa mendongkrak kredibilitas penulis, terutama pemula, karena karyanya dianggap layak untuk dibaca.

Prakata (Preface) dan Harapan Penulis

 

Prakata disebut juga dengan mukadimah yang artinya (uraian dan sebagainya) yang ditulis oleh penulis atau pengarang sebagai pengantar suatu karya tulis (buku, laporan, penelitian, dan sebagainya); mukadimah.

Jadi, semua ucapan terima kasih kepada orang-orang tersayang juga alasan kita menulis buku tersebut. Selain itu apa yang jadi harapan dan tujuan kita menulis novel, skripsi, makalah, atau karya nonfiksi lainnya juga ditulis dalam Prakata.

Maka kalau kita pernah menyusun skripsi dengan menaruh ucapan terima kasih di bagian Kata Pengantar, itu sebenarnya keliru. Mestinya kita ganti Kata Pengantar itu dengan Prakata. Apa daya, nasi sudah jadi bubur.

Mana yang lebih dulu ditaruh di halaman depan? Kata Pengantar atau Prakata? Tidak ada aturan baku karena tergantung kebijakan penerbit atau keinginan penulis mau menaruh halaman Kata Pengantar atau Prakata lebih dulu.

Related: Judul Dulu atau Isi Dulu?

Namun, umumnya dalam buku posisi Kata Pengantar ditaruh lebih dulu di halaman terdepan. Pada halaman berikutnya barulah Prakata kita baca. Setelah Prakata barulah kita akan menemukan bab pertama.


Beda Menyebut Nama Negara Karena Eksonim dan Endonim

Beda Menyebut Nama Negara Karena Eksonim dan Endonim

Kita menyebut negara-negara yang pernah menjajah kita dengan sebutan Belanda, Jepang, Inggris, Prancis, dan Portugis. Namun orang mereka sendiri menyebut negaranya dengan Nederland, Nippon/Nihon, United Kingdom, Française, dan Portugal.

Sementara itu nama internasional untuk enam negara itu adalah The Netherland, Japan, United Kingdom, France, dan (tetap) Portugal.

Kenapa ada perbedaan dalam menyebut nama-nama negara?

Orang-orang antar-negara saling beda menyebut nama negara lain karena faktor pengucapan, ejaan, dan bahasa yang digunakan.

Sebagai contoh, orang Jepang sulit mengucapkan huruf L karena di kosakata mereka lebih banyak huruf R dan tidak ada huruf L. Namun orang Tiongkok justru tidak tidak bisa mengucapkan R karena di kosakata mereka lebih banyak huruf L.

Selain itu juga karena ada perbedaan dalam mengambil asal kata nama negara. Misalnya bahasa Inggris menyebut Mesir dengan Egypt. Kata Egypt diserap dari bahasa Yunani aigyptos yang artinya dibawah laut Aegea.

Sementara endonim Mesir adalah Misr yang diambil dari bahasa Arab. Kita menyebutnya dengan Mesir yang berasal dari pelafalan Misr di lidah orang Indonesia.

Perbedaan dalam menyebut nama-nama negara itulah yang dikenal dengan istilah eksonim dan endonim.

Eksonim dan Endonim


Kata eksonim diambil dari bahasa Yunani exo yang artinya luar dan onoma yang berarti nama. Jadi eksonim adalah istilah untuk menyebut nama tempat (kota dan negara) yang ada di luar tempat tinggal kita.

Ivan Lanin menyebut eksonim sebagai nama tempat dalam bahasa asing. Sedangkan Wikipedia mengartikan eksonim sebagai istilah yang digunakan untuk menyebut suatu tempat, penduduk, atau bahasa yang tidak digunakan oleh penduduk lokal tempat tersebut atau bahasa yang dimaksudkan tersebut.

Sama seperti eksonim, kata endonim juga berasal dari bahasa Yunani yaitu endon yang artinya dalam dan onoma yang berarti nama. Dengan begitu endonim berarti nama yang digunakan orang untuk menyebut diri atau negara mereka sendiri.

Eksonim Indonesia Bagi Orang Asing


Kita menyebut tanah air ini dengan Indonesia, maka endonim negara ini adalah Indonesia yang asalnya dari bahasa Yunani yaitu indus (India) dan nesos (kepulauan) atau kepulauan India.

Orang Jerman menyebut Indonesia dengan Indonesien. Jadi eksonim Indonesia bagi orang Jerman adalah IndonΓ©sien. Orang Prancis menyebut Indonesia dengan IndonΓ©sie, jadi eksonim Indonesia bagi orang Prancis adalah IndonΓ©sie.

Kemudian, orang Turkiye menyebut negara kita dengan Endonezya. Itu berarti eksonim Indonesia dalam bahasa Turkiye adalah Endonezya.

Setelah itu ada bahasa Maori yang menyebut negara kita dengan Initonihia. Dan eksonim tanah air kita dalam bahasa Samoa ialah Indonesikondre.

Endonim dan Eksonim Negara ASEAN


1. Malaysia

Ke mana pun orang Malaysia pergi mereka tidak akan kesulitan menyebut endonim dan eksonim negaranya karena sama-sama disebut dengan Malaysia. Eksonim Malaysia bagi semua negara di dunia tetaplah Malaysia, sama seperti endonimnya

Nama Malaysia diciptakan oleh pelayar Prancis Jules Dumont d'Urville pada tahun 1831 dengan menggabungkan kata malais (melayu) dan nesie (pulau).

2. Singapura

Orang Singapura menyebut negaranya (endonim) dengan Singapura karena bahasa nasionalnya bahasa Melayu. Akan tetapi, orang Singapura keturunan suku Tamil (dari India) menyebut Singapura dengan CiαΉ…kappΕ«r. Sementara keturunan Tionghoa menyebutnya dengan XΔ«njiāpō.

Eksonim Singapura bagi mayoritas negara-negara Barat adalah Singapore.

3. Brunei Darussalam

Endonim negara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan ini adalah Negara Brunei Darussalam. Eksonimnya di hampir semua negara di dunia juga Brunei Darussalam. 

Orang Lithuania menyebut negara ini BrunΔ—jaus Darusalamas. Sedangkan eksonimnya bagi orang Yunani adalah Mbrounei Ntarusalam.

4. Thailand

Endonim negara ini dalam bahasa Thai ialah Thai. Kadang-kadang orang Thai menyebut negaranya dengan sebutan Prathet Thai dan Mueang Thai. 

Sebelum 1939 orang asing menyebut Thailand dengan Siam. Eksonim bahasa Indonesia untuk Thailand juga Thailand sama seperti hampir semua eksonim mayoritas negara di dunia.

5. Vietnam

Endonim Vietnam adalah Việt Nam atau lebih sering disebut dengan Vietnam. Eksonim bahasa Indonesia dan semua negara di dunia juga Vietnam.

Negara ini berada dibawah kekaisaran Tiongkok selama 1000 tahun sampai merdeka pada 939 M. Vietnam kemudian berada dalam jajahan Prancis sejak pertengahan abad 19 sampai 1954 dan berpindah ke tangan Amerika Serikat.

Vietnam berhasil mengusir semua penjajah dan merdeka dengan tangannya sendiri sama seperti Indonesia.

6. Filipina

Endonim negara ini dalam bahasa Tagalog adalah Pilipinas. Bahasa Tagalog disebut juga dengan bahasa Filipina.

Makanya orang Pilipinas juga menyebut negara mereka dengan Filipina, sama seperti eksonimnya dalam bahasa Indonesia. 

Eksonim negara-negara berbahasa Inggris adalah Philippines. Orang Arab menyebut negara bekas jajahan Spanyol dan Amerika Serikat ini dengan Al-felpine. Sementara eksonimnya dalam bahasa Denmark ialah Filippinerne.

7. Kamboja

Orang Kamboja menyebut negara mereka dengan Kampuchea dari bahasa Prancis cambodge. Eksonim Kampuchea dalam bahasa Inggris adalah Cambodia.

Sementara itu dalam bahasa Italia disebut dengan Cambogia dan eksonimnya dalam bahasa Hongaria adalah Kambodzsa.

8. Laos

Nama negara ini berasal dari kata Laotian yang merupakan etnis asal Tiongkok yang bermigrasi ke satu-satunya negara di Asia yang tidak punya pantai ini pada abad 8 dan 9 Masehi.

Prancis yang menjajah kawasan Indochina lalu menyatukan tiga negara di Indochina menjadi satu dan memberinya nama Laos pada 1893. Asal nama Laos juga berasal dari kata Lan Xang yang artinya kerajaan gajah.

Negara Eksonim untuk Laos bagi masyarakat dunia juga Laos. Cuma ada beberapa negara saja yang menyebut Laos dengan sebutan berbeda, yaitu eksonim dalam bahasa Arab menjadi Laus. 

Eksonim bagi orang Vietnam ialah Lào dan pada bahasa Mandarin tradistional disebut dengan Lǎowō.

9. Myanmar 

Sejak abad ke-13 endonim Myanmar dalam bahasa Myanmar adalah Mran Ma atau Myanma. Dulu negara ini dikenal dengan nama Burma yang berasal dari nama suku mayoritas di sana yaitu Burman atau Barman.

Pada 1989 pemerintah junta militer mengubah Burma menjadi Myanmar yang berasal dari kata Mran Ma atau Myanma. Sampai sekarang orang Myanmar masih menyebut negara mereka dengan dua kata itu.

Eksonim Myanmar bagi orang asing juga sama-sama Myanmar. Hanya saja eksonim bahasa Irlandia menyebutnya dengan Mhaenmar.

10. Timor Leste

Negara ini sempat jadi bagian dari Indonesia pada 1976-1999 dengan nama Timor Timur setelah sebelumnya berada dibawah jajahan Portugis.

Presiden BJ Habibie kemudian memberikan referendum bagi Timor Timur. Mayoritas rakyat Timtim memilih lepas dari Indonesia dan sampai sekarang jadi negara mandiri bernama Timor Leste sejak 19 Oktober 1999.

Arti Timor berasal dari bahasa Melayu/Indonesia yang artinya timur. Sedangkan Leste berasal dari bahasa Portugis yang artinya juga timur.

Alih-alih menggunakan nama Timur, orang Timor memilih nama Leste seperti nama yang mereka gunakan sebelum berintegrasi dengan Indonesia. Makanya eksonim negara ini di Portugal juga Timor-Leste.

Eksonim bahasa Slovenia untuk negara penghasil kayu cendana dan marmer ini ialah Vzhodni Timor. Sementara itu eksonimnya bagi negara berbahasa Inggris adalah East Timor.


Bikin Judul Dulu atau Isi Dulu, Mana yang Ideal?

Bikin Judul Dulu atau Isi Dulu, Mana yang Ideal?

Banyak guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan penulis yang menyarankan membuat judul dulu baru isinya. Hal itu untuk memudahkan menulis supaya tulisan tetap pada tema dan tidak ngalor-ngidul membahas yang tidak ada hubungannya dengan tema.

Akan tetapi, banyak novelis yang justru lebih mudah menulis isinya dulu lalu judul karena bisa mengembangkan ide atau mengubahnya bila dirasa perlu.

Apa beda penulis dan novelis? Novelis adalah penulis novel jadi semua novelis adalah penulis, tapi penulis belum tentu novelis.

Jadi sebetulnya tidak ada aturan tentang mana yang idealnya dibuat lebih dulu, judul atau isi. Namun ada beberapa saran berkaitan dengan jenis tulisan apa yang akan kita buat.

Judul Berita

 

Kalau kita mau nulis berita sebaiknya buat judul dulu karena berita tidak butuh opini atau pendapat siapa pun kecuali narasumber berita. 

Selain itu artikel berita cuma perlu memuat fakta 5W+1H (what, when, where, why, who, dan how). Judul artikel berita juga tidak dibuat untuk memancing orang supaya tertarik membaca dan perlu ditulis lebih dulu supaya 5W+1H tidak ada yang terlewat.

Kalau ada media berita online membuat judul yang tidak ada hubungannya dengan isi berita, berarti media tersebut cuma mementingkan clickbait. Mereka membuat judul dengan tujuan supaya orang mengklik isi berita (clickbait) dengan tujuan mencari view guna mencari penghasilan semata.

In-depth Report

 

Reportase mendalam (in-depth) biasanya ditemukan di majalah berita yang ditulis oleh wartawan investigasi. In-depth reportt memuat 5W+1H dari satu masalah dengan sangat lengkap dan akurat.

Judul biasanya ditulis belakangan setelah artikel ditulis secara utuh. Judul boleh sedikit bombastis, memakai kiasan, atau apa adanya. Terpenting semuanya ditulis sesuai fakta dan tidak boleh ada opini wartawan disitu.

Artikel Feature dan Opini


Artikel feature adalah artikel ringan tentang peristiwa ringan sehari-hari di kehidupan kita. Zaman dulu artikel feature biasanya ada di tabloid, majalah wanita dan majalah remaja, atau majalah khusus seperti otomotif, flora-fauna, dan olahraga.

Tapi di era digital seperti sekarang artikel feature lebih banyak dimuat di blog publik yang ditulis oleh masyarakat umum. Tokoh masyarakat dan para pakar juga sering menulis artikel feature di kolom opini media massa atau media online.

Karena bahasan dan bahasanya yang ringan, banyak yang menulis isi artikelnya dulu baru judulnya kemudian. Setelah menulis bahasan dengan lengkap barulah mereka memikirkan judul yang sesuai dengan isi artikel dan menarik minat orang untuk membaca.

Karya Fiksi

 

Pada karya fiksi seperti cerpen, puisi, dan novel judul boleh dibuat duluan atau belakangan. Banyak cerpenis dan novelis yang menulis jalan ceritanya dulu kemudian judul. Alasannya supaya mereka bisa leluasa mengembangkan cerita yang kemudian dikerucut menjadi judul.

Penulis puisi, disebut juga dengan penyair, ada yang menulis judul dulu baru isi, tergantung pada kebiasaan dan kenyamanan si penyair. Penyair yang membuat judul lebih dulu biasanya karena tidak ingin tema puisinya berubah di tengah jalan dan ingin tetap pada tema. Sementara penyair yang ingin mengeksplorasi isi atau ingin mengubah tema ditengah jalan lebih memilih menulis judul belakangan.

***

Bikin judul dulu atau isi dulu tergantung si penulis. Ada penulis yang mudah sekali mengeluarkan imajinasi, isi pikiran, dan ide, tapi sulit membuat judul. Ada juga yang mudah membuat judul, tapi kesulitan mengembangkan ide.

Jadi kita juga boleh kadang bikin judul dulu baru isinya dan dilain waktu bikin isi dulu kemudian judulnya belakangan, dan sebaliknya. Tidak ada aturan baku, maka yang penting adalah jangan ragu menulis apa pun dan jangan terpaku hanya pada judul.