Echo Chamber dan Sisi Gelap Internet

Echo Chamber dan Sisi Gelap Internet

Pada konteks media massa dan media sosial, echo chamber berarti ruang gema, yaitu lingkungan di mana seseorang hanya terpapar pada keyakinan dan pendapat yang sesuai nilai-nilai yang telah mereka percayai.

Penyebab Kita Terpapar Echo Chamber


1. Penggunaan media sosial berlebihan. Terlalu sering membuka medsos (padahal tidak ada yang harus dibagikan) mengakibatkan kita jadi membaca informasi yang tidak seharusnya kita baca.
 
Tanpa sadar kita terpapar opini keliru dan terus-menerus mencari informasi itu karena penasaran. Lama-lama kita merasa informasi itulah yang paling benar.

2. Kurang pergaulan. Cuma mau bergaul dengan orang yang seagama, sesuku, dan seras mengakibatkan pengetahuan kita tentang dunia luar jadi terbatas.
 
Maka dalam mencari informasi, kita cenderung hanya akan menerima berita dan opini dari sumber yang menguatkan pandangan kita saja.
 
Lama-lama kita jadi merasa eksklusif dan intoleran terhadap mereka yang tidak seagama, sesuku, dan seras.

3. Terlalu tergantung pada internet. Echo chamber terjadi karena kita terlalu mengandalkan internet untuk mencari tahu pengetahun dan informasi apa pun.

Misal ingin tahu tentang agama, kita tidak bertanya kepada kyai di pondok pesantren dan lebih suka mempercayai sebuah situs di internet yang bisa saja menyajikan dalil hadis tanpa sanad. 
 
Melansir NU Online, pada masa kekhalifahan dan sesudahnya sanad digunakan untuk menguji validitas sebuah informasi berupa hadis, atsar, dan khabar yang dibawa oleh seorang rawi (informan, guru, syekh). 
 
Selain itu, ulama hadis pada masa sebelumnya membaca sanad untuk memeroleh keberkahan dan rahmat dari Allah.
 
Di masa internet ini, seorang lulusan kampus agama terkemuka boleh berdakwah, tapi sanad yang dipakainya untuk berceramah belum tentu sevalid pendakwah dari pesantren.
 
Dari situlah cikal-bakal pola pikir kadrun berasal. Disebarluaskan oleh pendakwah yang sanadnya tidak jelas. Silakan baca: Kadrun dan Pola Pikir yang Menghambat Muslim

 

Sisi Gelap Internet

 

Mudahnya penggunaan internet dengan aneka jenis mesin pencari membuat manusia makin mudah dapat informasi. 

Sayangnya kemudahan itu tanpa kita sadari malah menjerumuskan. Kita tidak lagi mencari informasi baru untuk menambah kualitas hidup, melainkan hanya untuk memperkuat keyakinan dan sudut pandang semata. Juga menjelekkan hal yang berbeda pandangan dengan kita.

echo chamber

Pada 1996, peneliti dari Massachusset Institute of Technology (MIT) Marshall Van Alstyne dan Erik Brynjolfsson telah memperingatkan sisi gelap internet.

Mereka menulis dalam sebuah makalah

"Individu yang menyaring informasi yang tidak sesuai dengan preferensi mereka dapat membentuk klik virtual, mengisolasi diri mereka dari sudut pandang yang berlawanan, dan memperkuat bias mereka. 

Di internet, pengguna internet dapat berinteraksi dengan individu yang berpikiran sama yang memiliki nilai-nilai yang sama. Dengan demikian mereka jadi kurang memercayai keputusan penting dari orang-orang yang tidak sepaham dan nilai-nilainya berbeda."

Itulah echo chamber, memaksa orang untuk menutup pikiran mereka sendiri dari fakta dan lebih suka terbuai dengan informasi bohong, hanya karena informasi itu sesuai dengan nilai-nilai yang mereka percayai.

Echo Chamber dan Khilafah


Zakiah Aini nekat membeli airsoft gun dan menembak pos jaga Mabes Polri karena echo chamber. Polisi memaparkan bahwa Zakiah terpapar paham radikal ISIS dari internet.

Makin seseorang tertarik dengan suatu paham, makin dia mencari lebih banyak meski paham itu mengajarkan kekerasan yang mana semua agama justru melarang kekerasan.

Oleh penyebar sistem khilafah, pemerintah, termasuk aparat keamanan dianggap thogut (menindas, sewenang-wenang, dan melampaui Allah)  Maka mereka menolak segala yang datang dari pemerintahan thogut.

Karena meyakini hal yang seperti itu, maka informasi yang selalu ingin mereka dengar hanyalah tentang kelemahan dan keburukan pemeritahan semata.

Karena selalu mendengar apa yang ingin mereka dengar, pengetahuan mereka tentang Indonesia jadi tertutup. Padahal sejak sebelum Indonesia dijajah Belanda, Nusantara ini bukanlah negara Islam karena agama Islam masuk belakangan setelah Hindu dan Buddha, serta agama-agama kepercayaan.

Kalau sudah jadi negara Islam, Sunan Kalijaga tidak perlu repot memasukkan doa-doa dan shalawat di setiap kegiatan masyarakat di abad 15 yang mana banyak orang Jawa masih beragama Hindu.

Maka itu tidak ada alasan mengubah ideologi bangsa dan mengganti pemeritahan dengan sistem khilafah karena Indonesia ini punya banyak suku dan agama.

Kenapa kami contohkan khilafah? Karena hoaks dan propanganda tentang agama dampak buruknya lebih besar dan merusak daripada hoaks soal Jokowi atau Prabowo Subianto.

Echo Chamber dan Covid-19

 

Orang-orang yang tidak mau divaksin Covid-19 kebanyakan adalah mereka yang tidak percaya bahwa wabah Covid-19 nyata adanya.

ketidakpercayaan dan penolakan terhadap protokol kesehatan dialami oleh Wagub Jateng Taj Yasin tiap kali mensosialisaskan bahaya Covid-19. 

Selain karena tidak percaya bahwa wabah Covid-19 benar-benar ada, mereka juga terpapar disinformasi berita yang mengatakan kalau vaksin Covid mengandung babi.

Disinformasi itu mereka telan mentah-mentah karena mereka sudah tidak mau lagi mendengar informasi apa pun dari kelompok lain, walau kelompok lain itu mungkin menyampaikan kebenaran.

Itulah echo chamber. 

Istilah Lain Echo Chamber

 

  1. Filter bubble. Selengkapnya tentang Filter Bubble klik di sini.
  2. Hugbox
  3. Cult
  4. Mutual Admiration Society

Bahaya Echo Chamber

 

1. Pola pikir seseorang jadi menyempt. Echo chamber membuat orang terlena karena menganggap apa yang dipikiran dan diyakininya yang paling benar.

Seseorang juga bisa kehilangan rasa empatinya karena selalu berpikir dari sudut pandang dan pola pikirnya saja.

2. Tertutup pada pengetahuan dan informasi baru. Seseorang yang terpapar echo chamber tidak pernah siap menerima perubahan.

Padahal dunia selalu berubah karena setiap harinya manusia menemukan pengetahuan dan kemajuan teknologi.

3. Perpecahan di masyarakat. Bila tiap kelompok menganggap kelompoknya yang paling benar, maka masyarakat mudah dipolarisasi untuk kemudian diadu domba.

Bangsa Indonesia yang besar dengan beragam suku terancam pecah kalau suku dan agama mayoritas tidak merangkul agama dan suku lain hanya karena merasa suku dan agama lain jelek.

Menghindari Jebakan Echo Chamber

 

1. Biasakan bertanya pada orang yang lebih paham tentang suatu hal daripada mencarinya di Google. 

Bila ingin tahu soal urusan agama, tanya kepada guru agama atau kyai di pondok pesantren. Kalau mau tahu tentang ilmu kepenulisan, tanyakan pada penulis, bukan tukang cilok supaya tidak sesat.

2. Kurangi melihat media sosial. Gunakan medsos hanya kalau benar-benar perlu dan bukan untuk mengisi waktu.

Selebriti medsos bahkan hanya menggunakan medsos untuk mengisi konten dan membalas komentar netizen seperlunya karena penghasilan mereka dari medsos, bukan untuk menghabiskan hidup di medsos.

Isi waktu luang dengan mendengarkan radio, beres-beres rumah, menonton pertunjukkan teater, menikmati konser musik, atau menonton film.

3. Mengakui kalau manusia diciptakan berbeda-beda. Perbedaan justru membuat hidup lebih dinamis dan bervariasi.

Dengan mengakui kalau banyak perbedaan di dunia ini, kita bisa terhindar dari pola pikir sempit yang selalu menolak perubahan.

8 Karakter Pengendara Motor dan Mobil di Jalan, Nomor 7 Bikin Ngakak!

8 Karakter Pengendara Motor dan Mobil di Jalan, Nomor 7 Bikin Ngakak!

Beda kepala sudah pasti beda pikiran juga, walau rambut sama hitam. Demikian juga cara seseorang mengemudi tidak bisa diseragamkan, ada yang ugal-ugalan, ada yang tertib, dan ada yang penakut.
 
Apa pun karaktermu dalam mengemudi, yang penting paham rambu dan marka, juga patuhi etika dan aturan di jalan raya.

Karakter pengendara

Berikut tipe dan karakter pengendara yang biasa kita temui di jalanan.

1. Si Mahal

 

Ini tipe pengendara paling percaya diri di jalan karena harga kendaran mereka yang mentereng dibanding mobil LCGC (low cost green car) dan city car. Karena paling percaya diri mereka juga yang paling sering menyalip sembarangan dan mengagetkan pengendara lain.

Biasanya yang terlalu percaya diri sampai terkesan belagu adalah pengendara kendaraan menengah seperti Fortuner, Pajero Sport, atau motor NMax.

Pengendara mobil premium seperti Mercy S Class, Land Cruiser, BMW Seri 7 justru lebih kalem walau harga mobil mereka lebih mahal. Pengendara mobil-mobil mewah ini biasanya suka menyalip-nyalip dan ngebut hanya kalau sedang berada di jalan tol.

2. Si Pengalah

 

Si Pengalah mengalah bukan karena kalah. Dia memilih mengalah karena sudah lelah dan tidak mau mencari masalah. 

Karakter pengendara motor dan mobil ini tetap mengemudi sesuai aturan. Kalau perlu kencang, dia akan jalan kencang. Kalau perlu menyalip, dia akan menyalip sesuai aturan. 

Si Pengalah tidak pernah merasa diburu-buru dalam berkendara walau dia sudah terlambat ke tujuan. Dia tetap senang hati mengalah walau berada di jalan yang benar.

3. Si Naik Darah

 

Gampang marah bila ada kendaraan lain yang menyalipnya meski itu salipan wajar dan sesuai aturan. Si Naik Darah juga mudah terpancing untuk ugal-ugalan di jalan bila ada pengendara lain yang memanasinya untuk balapan.

Aturan menyalip menurut UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (UULLAJR).

1. Pasal 109 UULLAJR menjelaskan: kendaraan yang akan melewati harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

2.  Pasal 112 ayat (1) menyebutkan bahwa, "Pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan."

3.  Pasal 112 ayat (2) berbunyi, “Pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat."

4. Pasal 117 menerangkan kalau pengemudi yang akan memperlambat kendaraannya harus mengamati situasi Lalu Lintas di samping dan di belakang kendaraan dengan cara yang tidak membahayakan kendaraan lain.

Selain gampang marah dan terpancing, yang termasuk Si Naik Darah adalah anak-anak sekolah dan kuliahan yang merasa keren kalau bisa ngebut atau mengalahkan pengemudi lain di jalan.

Dalam pasal 109 dijelaskan, pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sembarangan, Menyalip Kendaraan Ada Aturannya", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/12/152100515/jangan-sembarangan-menyalip-kendaraan-ada-aturannya?page=all.
Penulis : Arif Nugrahadi
Editor : Azwar Ferdian

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
pasal 109 dijelaskan, pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sembarangan, Menyalip Kendaraan Ada Aturannya", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/12/152100515/jangan-sembarangan-menyalip-kendaraan-ada-aturannya?page=all.
Penulis : Arif Nugrahadi
Editor : Azwar Ferdian

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

4. Si Nekat

 

Tipe pengendara ini merasa punya sklil mengemudi yang hebat padahal hanya modal nekat. Karena itu cara mengemudi Si Nekat kerap membahayakan dan membuat celaka pengendara lain.

Termasuk di dalamnya adalah emak-emak bermotor yang sering menerabas lampu merah, menyalakan lampu sign tidak sesuai arah belok, dan menyalip tanpa perhitungan. 

Si Nekat juga engggan mempelajari rambu dan marka jalan karena tidak merasa perlu tahu, yang penting dia bisa nyetir dan jalan.

5. Si Tidak Taat Aturan

 

Si Tidak Taat Aturan bisa dibilang jago dalam urusan nyetir, termasuk hal yang tidak berani dilakukan pengendara lain. Walau lampu kuning sudah ganti jadi merah, Si Tidak Taat Aturan malah ngegas dengan alasan "mau berhenti udah nanggung".

Walau terampil mengemudi, Si Tidak Taat Aturan enggan punya SIM karena menganggap SIM cuma formalitas. Yang penting adalah kemampuan menyetir, bukan koleksi SIM. 

Kalau kebetulan ada razia, Si Tidak Taat Aturan akan putar balik ke arah yang tidak ada razia atau mengandalkan kamera dashboard supaya untuk menakut-nakuti polisi supaya tidak ada pemeriksaan SIM.

6. Si Kalem

 

Mau diserobot seperti apa pun dia tetap kalem, tidak terpancing, dan tetap melanjutkan perjalanan dengan nyaman.

Si Kalem biasanya punya jam terbang mengemudi tinggi dan berpengalaman mengemudikan jenis dan merek mobil/motor sehingga mudah menguasai kendaraan yang disetirnya.

Selain piawai mengemudi, Si Kalem biasanya sering bepergian jarak jauh dan paham mesin dan seluk-beluk kendaraan yang dikemudikannya.

Termasuk dalam kategori Si Kalem adalah supir taksi, supir pribadi, pengendara bus malam, kurir, dan tukang ojek.

7. Si Cuek

 

Si Cuek ini paling sering bikin pengendara lain meriang karena saking cueknya dia itu enggak peduli kalau mobil atau motornya jalan pelan, tapi enggak mau minggir ke lajur kiri.

Kalau sudah diklakson berkali-kali oleh banyak pengendara, barulah Si Cuek mau minggir dan melajukan kendaraannya di lajur kiri. Yang termasuk dalam kategori Si Cuek ini adalah para lansia.

8. Si Baru Belajar

 

Tipe pengendara ini mudah dikenali karena jalannya pelan, selalu di kiri dan tidak berani menyalip walau kesempatan terbuka sangat lebar.

Walau sudah mengantungi SIM, Si Baru Belajar belum berani bermanuver. Kadang ada juga Si Baru Belajar yang sengaja jalan ditengah-tengah marka supaya dia tahu cara mengemudinya lurus atau tidak.

JANGAN PERNAH mengklakson Si Baru Belajar karena akan membuatnya panik dan kehilangan kendali. Kita salip saja dan lanjutkan perjalanan.

Apa pentingnya pula mengejek Si Baru Belajar, toh kita juga pernah jadi seperti dia waktu belum jago nyetir.

***

Mengendarai kendaraan (termasuk sepeda dan otoped listrik) di jalanan memang harus hati-hati, tenang, dan tidak mudah panik kalau mau selamat sampai tujuan.

Punya Mobil tapi Tidak Kaya dan Cara Jadi Orang Kaya

Punya Mobil tapi Tidak Kaya dan Cara Jadi Orang Kaya

Mobil mewah termasuk dalam kebutuhan tersier karena dibeli kalau kebutuhan primer (pangan, sandang, papan) dan sekunder terpenuhi.

orang kaya

Kebutuhan primer adalah kebutuhan untuk bertahan hidup. Kita butuh makanan supaya tidak mati kelaparan (pangan), pakaian yang layak dikenakan (sandang), dan rumah untuk tempat berteduh (papan).

Sedangkan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan untuk membuat hidup lebih bahagia. Makin maju peradaban manusia, kebutuhan sekunder makin menjadi primer karena wajib dipenuhi untuk membuat manusia bahagia dan tidak jadi gila.

Salah satu kebutuhan sekunder paling umum yang dimiliki manusia adalah motor dan mobil, termasuk di dalamnya ada mobil jadul, mobil butut, dan mobil low cost green car (LCGC).

Sementara itu mobil mewah tidak termasuk kebutuhan sekunder karena harganya mahal dan cuma bisa dibeli orang yang kebutuhan sekundernya telah terpenuhi.



Artikel ini telah tayang di www.inews.id dengan judul " 3 Kategori Mobil Mewah Dilarang Gunakan Pertalite, Bagaimana dengan Low MPV? ", Klik untuk baca: https://www.inews.id/otomotif/mobil/3-kategori-mobil-mewah-dilarang-gunakan-pertalite-bagaimana-dengan-low-mpv.


Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
https://www.inews.id/apps

Kalau mengacu pada PP Nomor 73 Tahun 2009 terkait dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang termasuk mobil mewah adalah mobil dengan kapasitas mesin 3.000-4.000 cc atau lebih.

Namun, sehubungan dengan pengurangan subsidi BBM yang akan membatasi pembelian Pertalite, maka mobil dengan kapasitas mesin 2000 cc sudah dikategorikan sebagai "mobil mewah".

Akan tetapi, dimuat rencana bahwa per 1 September 2022, seperti diberitakan Liputan6, BPH Migas mengatakan bahwa mobil diatas 1400 cc akan dilarang menggunakan Pertalite, harus Pertamax.

Sampai sekarang belum ada kejelasan berapa batas minimun kapasitas mesin  yang dibolehkan membeli Pertalite. Seribu empat ratus, seribu lima ratus, atau dua ribu cc.

Andai diberlakukan aturan mobil berkapasitas mesin di atas 1400 cc tidak boleh membeli Pertalite, maka pemilik Fortuner, Xenia, Terios, Avanza, Xpander, Ertiga, Stargazer, dan banyak merek mobil lainnya akan kembang-kempis.

Sebabnya karena pemilik mobil di bawah 2000 cc bukan cuma orang kaya, melainkan juga mereka yang tidak berkantung tebal. Tongpes, kok, punya mobil?

Ciri Orang Punya Mobil tapi Tidak Bisa Disebut Kaya


Berikut ini adalah para pemilik mobil yang walau nampak berkecukupan, sebenarnya mereka belum bisa dianggap kaya. Sebabnya mereka membeli mobil karena alasan ini.

1. Dapat warisan. 
Seseorang yang dapat warisan cenderung membeli mobil lebih dulu daripada barang lainnya karena mobil dianggap menaikkan status sosial dan ekonomi.

2. Dapat undian berhadiah mobil
Kalau si pemenang undian berhadiah mobil bukan orang kaya, dia harus membayar pajak kendaraan, membeli bensin, dan mengeluarkan biaya perawatan mobil.

Punya mobil bisa saja malah jadi beban kalau seseorang yang berkantong pas-pasan dapat undian berhadiah mobil.

2. Transportasi keluarga besar. 
Ada banyak orang yang sengaja membeli mobil untuk transportasi keluarga besar kalau ada acara kawinan kerabat, melayat, silaturahmi, atau piknik bersama.
 
Makanya mereka membeli mobil bekas keluaran jadul supaya murah, karena memang sekadar untuk transportasi. 

3. Dapat ganti rugi tol.
Barang pertama yang cenderung dibeli orang yang dapat ganti rugi tol adalah mobil.
 
Alasannya sudah pasti karena mobil dianggap menaikkan status ekonomi dan sosial. Selain itu manusia cenderung ingin naik ke kelas tersier kalau kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi.

4. Disewakan.
Ada orang yang membeli mobil untuk disewakan alias untuk rental. Jadi seseorang belum tentu jadi orang kaya walau dia punya 4-5 mobil, karena mobil itu untuk disewakan, bukan dikoleksi.

5. Taksi online.
Pada kurun 2018-2019 banyak orang yang sengaja membeli mobil baru jenis LCGC untuk digunakan mencari nafkah sebagai mitra driver di Grab.

Penghasilan dari menjadi mitra Grab (juga Gocar) dianggap sama baiknya dengan menjadi karyawan kantoran, bahkan lebih baik karena jam kerjanya fleksibel.

***
 
Orang yang membeli mobil karena lima alasan di atas biasanya juga jarang melakukan perawatan mobil seperti spooring dan balancing, membersihkan saluran AC, tune-up, dan memeriksa kondisi ban.
 
Perawatan paling maksimal yang mereka lakukan adalah mengganti oli, bukan perawatan macam steaming, fogging interior, apalagi detailing
 
Kadang-kadang diantara mereka ada juga yang kesulitan membayar pajak kendaraan dan berharap pada pemutihan pajak. Makanya mereka punya mobil, tapi tidak bisa disebut kaya.
 

Ciri Orang Kaya


Secara umum yang disebut orang kaya adalah orang yang asetnya sudah bernilai miliaran rupiah.
 
Berikut ciri orang kaya:

1. Punya penghasilan rutin (mingguan atau bulanan) yang nominalnya minimal puluhan juta rupiah. 

Seorang aktor, selebriti internet, YouTuber, atau TikToker sudah bisa disebut kaya kalau dia mendapat penghasilan puluhan juta secara rutin selama bertahun-tahun, bukan cuma 1-2 tahun saja.

Dengan demikian dia sudah masuk dalam kategori mapan finansial karena punya kelebihan uang untuk ditabung dan berinvestasi, setelah memenuhi kebahagiaan hidupnya dengan kebutuhan sekunder.

2. Pengeluaran lebih sedikit dari penghasilan. 
Walau seseorang punya penghasilan 50 juta sebulan, tapi habis untuk membayar cicilan, membiayai hidup ipar, orang tua, dan mertua, atau untuk foya-foya, maka dia tidak bisa disebut kaya.

Kalau penghasilannya habis, dia jadi tidak bisa punya tabungan karena semuanya habis untuk mencukupi pengeluarannya yang juga besar.

3. Punya tabungan yang tidak diambil-ambil
Disebut juga uang dingin yang artinya uang di tabungan tidak digunakan untuk keperluan harian, membayar tagihan, dan kebutuhan rumah tangga.

Uang tabungan itu amat mungkin malahan terus bertambah alih-alih bekrurang karena pemiliknya rajin menabung daripada memakainya untuk kebutuhan hidup.
Bukan cuma 1-2 tabungan. Orang kaya biasanya punya lebih dari 3 rekening di bank berbeda.

4. Punya aset tidak bergerak.
Aset tidak bergerak merupakan sumber ekonomi berupa barang yang biasa digunakan sebagai jaminan atas kredit jangka panjang.

Contoh aset tidak bergerak adalah tanah, rumah, pabrik dan kapal pesiar.

Kapal pesiar walau bergerak, tapi dikategorikan sebagai aset tidak bergerak karena bobotnya lebih dari 20 meter kubik. Menurut Pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Dagang, kapal yang bobotnya diatas 20 meter kubik termasuk dalam aset tidak bergerak.

5. Menginvestasikan uangnya. Membeli polis asuransi, saham atau forex, dan membeli emas batangan termasuk dalam investasi dengan berbagai risikonya.

Investasi yang ideal adalah yang dibeli menggunakan idle money, alias uang tidak terpakai setelah kebutuhan rutin dan tabungan terpenuhi

Sangat tidak dianjurkan berinvestasi dengan uang gaji dan uang tabungan apalagi uang pinjaman. Uang yang betul-betul nganggur dan tidak digunakan untuk apapun itulah yang digunakan untuk berinvestasi.

***
Kelima hal di atas juga jadi alasan mengapa orang kaya tambah kaya walau wabah Covid-19 merajalela selama dua tahun. Karena aset dan investasinya terus bertambah nilainya serta beranak-pinak menghasilkan uang.


Kemudian, kelima syarat tersebut harus dipenuhi kalau seseorang mau disebut orang kaya. Kalau ada satu saja yang tidak terpenuhi, maka dia belum bisa dikatakan kaya, apalagi tajir, terlebih sultan. Dia masih berada di kelas menengah.

Cara Jadi Orang Kaya


Ada dua cara menjadi kaya yang mudah dicapai tanpa kerja keras, yaitu dapat warisan dari orang tua yang kaya. Kedua, rumah atau tanah yang kita miliki dibeli pemerintah untuk proyek infrastuktur.

Namun, orang yang tidak punya dua hal itu juga bisa jadi kaya raya kalau menerapkan hal berikut ini.

1. Kurangi lihat medsos
Medsos membuat kita tidak fokus berkarya di dunia nyata karena setiap harinya banyak hal viral di medsos yang mengalihkan perhatian kita.

Belum lagi kita jadi menghabiskan waktu membandingkan kehidupan kita dengan kerabat, teman, dan kenalan, padahal waktu untuk melihat medsos bisa kita gunakan untuk berkarya di dunia nyata, walau sekadar membersihkan rumah.

Selain itu makanan, pakaian, dan gaya hidup yang marak di medsos bisa membuat kita tergoda untuk mencobanya. Mencoba hal baru yang dikenalkan di medsos membuat kita jadi boros.

Rhenald Kasali pernah mengatakan orang yang benar-benar kaya tidak bakalan pamer di medsos karena mereka mengutamakan privasi dan kenyamanan. Sebagian dari mereka bahkan tidak punya akun medsos.

2. Disiplin menyisihkan minimal 20% penghasilan untuk ditabung
Seberapa pun besaran gaji yang kita dapat, usahakan sisihkan 20 persennya untuk ditabung. 

Untuk memenuhi target minimal 20 persen (syukur-syukur lebih) beli paket kuota yang lebih murah, bawa bekal dari rumah, rajin masak untuk mengurangi jajan, dan stop langganan Netflix, Spotify, atau VIU.

Pilh hiburan dengan mendengarkan radio dan menonton televisi konvensional (bukan televisi streaming dari internet).

Irit selalu lebih baik dari boros karena irit tidak berarti pelit.

3. Cari peluang menghasilkan uang selain dari gaji rutin. 
Misal jadi reseller, jualan produk MLM, jualan makanan yang dibuat sendiri, atau menjalankan kerja sampingan sebagai ojek atau taksi online, misalnya.

Usaha sampingan dapat membuat kita mengisi waktu dengan efektif daripada hanya nongki dengan teman atau mengikuti klub ini-itu yang belum waktunya kita ikuti.
 
4.  Pindah pekerjaan kalau kamu generasi sandwich.
Disebut generasi sandwich karena selain dirinya sendiri, seseorang harus membiayai lintas generasi dari keluarganya, entah itu orang tua dan kakak-adiknya, atau mertua dan iparnya.

Kalau kamu termasuk generasi sandwich dan usia masih memungkinkan, cari pekerjaan lain dengan gaji lebih besar atau yang menawarkan tunjangan lebih komplet.

5. Lakukan investasi yang paling cocok dengan karaktermu. 
Contohnya, orang yang suka tantangan dan berani mengambil risiko cocok menginvestasikan uangnya di foreign exhange (forex) dan saham. 

Sedangkan orang konvensional bisa memilih reksadana atau emas. Semua investasi punya risiko. Kalau tidak ada risiko dan mengiming-imingkan laba besar, itu namanya bukan investasi, tapi penipuan, bahkan judi seperti Binomo.

***

Semua orang bisa jadi kaya, tapi proses untuk menjadi kaya itulah yang tidak semua orang bisa menjalaninya.

Perjanjian Pranikah, Pasangan Muslim Perlu?!

Perjanjian Pranikah, Pasangan Muslim Perlu?!

Perjanjian pranikah wajar dilakukan oleh pasangan nonmuslim untuk memisahkan harta bawaaan laki-laki dan perempuan supaya tidak tercampur dengan harta bersama.

Perjanjian pranikah

Selain itu, perjanjian pranikah juga mengatur pembagian penghasilan selama pernikahan dan pembagian harta bersama jika terjadi perceraian. 

Namun, perlukan pasangan suami-istri yang beragama Islam membuat perjanjian pranikah mengingat sudah ada Kompilasi Hukum Islam dan UU Perkawinan?

Kompilasi Hukum Islam

 

Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah himpunan hukum Islam yang disusun berdasarkan ijtima ulama yang dasarnya adalah Al-Qur'an dan Hadis dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Perkawinan menurut Kompilasi Hukum Islam Pasal 2 menjelaskan bahwa "Perkawinan menurut hukum Islam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat miitsaqan ghaliizhan untuk menaati perintah Allah dan melakukannya merupakan ibadah."

KHI sifatnya melengkapi UU Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 Tentang  Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jadi tidak ada tumpang tindih antara KHI dan UU Perkawinan, 

Batas Usia Minimum Calon Pengantin 


Batas usia minumum ditetapkan supaya saat menikah, kedua calon pengantin bukan cuma siap fisiknya saja, melainkan psikisnya juga. Kesiapan fisik dan psikis untuk menghindarkan terjadinya perselisihan dan kekerasan dalam rumah tangga juga risiko kesehatan pada perempuan ketika dia hamil dan melahirkan.

Hanya saja ada perbedaan dalam usia minimum pasangan pengantin, Pada UU No. 16 Tahun 2019 disebutkan usia minimal calon pengantin pria dan wanita adalah 19 tahun, seperti yang dikutip dari lama Kemenag. 

Sedangkan pada Kompilasi Hukum Islam, batas usia minumum untuk calon pengantin laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan 16 tahun. 

Walau begitu, yang dipakai oleh Kantor Urusan Agama (KUA) adalah UU Perkawinan, bukan Kompilasi Hukum Islam. Maka calon pengantin perempuan yang belum berusia 19 tahun harus dapat dispensasi dari pengadilan agama supaya diizinkan menikah.

Dispensasi yang telah diputuskan Pengadilan Agama inilah yang jadi landasan KUA untuk menikahkan perempuan yang belum berusia 19 tahun. 

Kenapa KUA memakai UU Perkawinan alih-alih Kompilasi Hukum Islam? 

Walau usia minimal calon pengantin adalah 19 dan 16 tahun, tapi pada Pasal 98 Kompilasi Hukum Islam, batas usia anak untuk bisa disebut dewasa adalah 21 tahun sepanjang anak tersebut belum pernah melakukan perkawinan.

Jadi KUA bukan saja mengikuti UU Perkawinan, tapi juga berada di tengah antara KHI dan UU Perlindungan Anak yang menyebut bahwa batas usia anak untuk disebut dewasa adalah 18 tahun. 

Terus terang, perbedaan batas usia dewasa ini bikin bingung orang awam. Kenapa tidak disamakan saja? Apa mungkin perbedaan ini sengaja dibuat untuk mengakomodir kasus hukum yang berbeda yang dialami anak? Entah.

Harta Bersama

 

Harta bersama adalah semua uang, barang, investasi, tabungan dan usaha yang dihasilkan selama pasangan terikat dalam pernikahan. Sering disebut juga sebagai harta gono-gini. 

Pada fikih hukum Islam (Al-Qur'an, Hadis, dan mahzab) tidak dikenal adanya harga bersama dalam perkawinan. Namun, di Indonesia ada harta bersama yang merupakan hasil ijtihad ulama-ulama Indonesia.

Hal itu tertuang dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 85-Pasal 97 disebutkan bahwa harta perkawinan dapat dibagi atas: 

  1. Harta bawaan suami, yaitu harta yang dibawa suami sejak sebelum perkawinan;
  2. Harta bawaan istri, yaitu harta yang dibawanya sejak sebelum perkawinan;
  3. Harta bersama suami istri, yaitu harta benda yang diperoleh selama perkawinan yang menjadi harta bersama suami istri;
  4. Harta hasil dari hadiah, hibah, waris, dan shadaqah suami, yaitu harta yang diperolehnya sebagai hadiah atau warisan;
  5. Harta hasil hadiah, hibah, waris, dan shadaqah istri, yaitu harta yang diperolehnya sebagai hadiah atau warisan

Sedangkan menurut Pasal 35 UU Perkawinan menyebut bahwa harta dalam perkawinan (rumah tangga) dibedakan menjadi:

  1. Harta yang diperoleh selama perkawinan yang menjadi “harta bersama”; dan
  2. Harta bawaan masing-masing suami istri, baik harta tersebut diperoleh sebelum menikah atau dalam pernikahan yang diperoleh masing-masing sebagai harta pribadi, contohnya, hadiah atau warisan. Harta pribadi sepenuhnya berada di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.

Dengan demikian, walau si istri tidak bekerja dan tidak punya nafkah sendiri, dia tetap berhak atas harta gono-gini andai terjadi perceraian dengan suaminya. Pun jika suami tidak bekerja dan istrilah si pencari nafkah, dia juga berhak atas harta bersama andai mereka bercerai.

Suami yang tidak bekerja, tapi tetap dapat harta inilah yang paling sering diperselisihkan oleh keluarga besar istri, terlebih kalau perceraian terjadi karena istri meninggal. Siapalah yang mau uang, perhiasan, dan barang hasil kerja istri dibagi ke suami yang modal ko**** doang alias mokondo.

Jika perselisihan harta bawaan antar-keluarga berlarut-larut, mereka bisa membawanya ke Pengadilan Agama. Hakim di Pengadilan Agama akan mempertimbangan pembagian dan pemisahan harta tersebut sesuai UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam.

Menikah Adalah Ibadah 

 

Dalam ajaran Islam menikah termasuk ibadah. Suami yang mencukupi semua kebutuhan istri sama artinya dia sedang beribadah walau memang wajib baginya menafkahi anak-istri.

Istri yang mentraktir suami dengan gajinya juga ibadah baginya walau tidak wajib dia memberi nafkah dan uang hasil keringatnya kepada suami.

Istri harus minta izin kepada suami jika ingin menggunakan uang hasil pemberian nafkah suami untuk keperluan di luar rumah tangga. 

Namun, istri berhak tidak minta izin kalau uang itu adalah hasil keringatnya sendiri. Dia berhak menggunakan uangnya sendiri untuk keperluan apapun (yang baik, bukan untuk membiayai perselingkuhan, misalnya).

Landasan menikah adalah ibadah itu juga yang membuat suatu keluarga tenteram dan bahagia. Apalagi soal harta sudah diatur dalam UU Perkawinan Nomor 16 dan Kompilasi Hukum Islam.

Maka sebenarnya tidak perlu ada perjanjian pranikah pada pasangan yang beragama Islam.

Apa Itu Fotosensitivitas, Jenis, dan Cara Meminimalisir Gejalanya

Apa Itu Fotosensitivitas, Jenis, dan Cara Meminimalisir Gejalanya

Photosensitivity atau fotosensitivitas adalah kondisi sensitivitas ekstrim terhadap sinar ultraviolet (UV) dari matahari dan sumber cahaya lainnya semisal lampu neon dalam ruangan dan warna silau dari layar.

Fotosensitif

Penggunaan layar ponsel dan laptop di luar ruangan juga dapat memicu fotosensitif pada penderitanya karena layar itu memantulkan ultraviolet dari matahari. Menurut alodokter.com, bahaya ultraviolet yang terpantul dari layar gawai justru berisiko lebih besar memicu kanker kulit daripada yang terpapar dari kertas putih.

Penderita fotosensitif dapat mengalami ruam, kulit mengelupas, atau luka bakar bahkan dengan hanya sedikit kena sinar matahari.

Pada penderita yang punya penyakit lupus atau epilepsi, fotosensitif bisa membuat mereka sakit kepala dan demam.

Jenis-jenis Fotosensitivitas


Beberapa bahan kimia (dalam obat) dapat menyebabkan seseorang menjadi peka terhadap sinar matahari. Kepekaan terhadap sinar matahari terbagi jadi dua jenis.

1. Phototoxic atau fototoksik. Reaksi fototoksik disebabkan ketika bahan kimia yang baru masuk ke tubuh berinteraksi dengan sinar ultraviolet matahari. 

Obat-obatan seperti doksisiklin dan tetrasiklin adalah penyebab paling umum dari jenis reaksi fototoksik.

Jenis reaksi fototoksik berupa ruam kulit yang terlihat seperti terbakar sinar matahari parah. Biasanya terjadi dalam waktu 24 jam setelah terpapar sinar matahari.

2. Photoallergic atau fotoalergi. Selain muncul dari efek samping obat, reaksi fotoalergi juga dapat timbul dari produk kecantikan (makeup dan skincare) dan tabir surya.

Jenis reaksi ini muncul dalam waktu beberapa hari setelah terpapar sinar matahari. 

Jadi ada baiknya kalau mencoba merek kosmetik dan skincare baru tunggu sehari setelah pemakaian pertama sebelum menggunakannya untuk kedua kali. Kalau ada reaksi fotoalergi berarti kita tidak cocok memakai merek tersebut. 

Penyebab Photosensitivity


Fotosensitif dapat disebabkan karena efek samping obat antibiotik, kemoterapi, dan diuretik. Kondisi medis yang diderita seseorang seperti penyakit lupus, erupsi cahaya polomorf, epilepsi, dan prurigo aktinik juga dapat membuat penderitanya mengidap fotosensitif.

Kita harus memeriksakan diri ke dokter untuk tahu apakah mengidap fotosensitif atau hanya terbakar matahari biasa, Tidak bisa hanya dari pemeriksaan online atau menduga-duga gejalanya.

Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan obat-obatan yang pernah diminum selain memperhatikan perkembangan pola ruam dan paparan sinar matahari.

Bila perlu dokter akan merekomendasikan biopsi kulit untuk memastikan apakah seseorang mengidap fotosensitivitas atau tidak.

Pemicu Fotosensitivitas

 

Orang yang punya fotosensitivitas akan merasakan gatal, ruam, dan perih pada kulitnya kalau terpapar hal berikut. Pada pengidap epilepsi, lima hal dibawah ini diduga, melansir epilepsy.com, dapat membuat penyakit mereka kambuh.

  1. Kedipan cahaya dari layar televisi, komputer, dan ponsel yang berkedip-kedip secara cepat.
  2. Kilatan cahaya dalam efek film atau game.
  3. Pola warna yang berganti secara cepat dalam layar.
  4. Cahaya matahari yang terpantul di air, cermin, atau bilah pepohonan.
  5. Lampu strobo dari ambulans, bus, dan mobil polisi.

Selain ruam kulit dan gatal, sebagian penderita fotosensitivitas juga mengalami sakit kepala dan demam terlalu lama terpapar atau kena cahaya panas matahari dan cahaya layar yang menyilaukan.

Selain ruam kulit dan gatal, sebagian penderita fotosensitif juga mengalami sakit kepala dan demam kalau terlalu lama terpapar sinar matahari dan cahaya layar yang menyilaukan.

Menjaga Agar Fotosensitif Tidak Mudah Kambuh

  1. Selalu memakai lengan panjang, topi, dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan,
  2. Pakai topi atau payung saat matahari sedang panas-panasnya.
  3. Tidak berada terlalu lama dibawah sinar matahari atau terpapar cahaya lampu yang sangat terang di dalam ruangan.
  4. Menonton televisi atau menatap layar tidak terlalu dekat untuk menghindari kilatan dan kedipan cahaya dari layar.
  5. Pemakaian obat-obatan harus dalam pengawasan dokter.

Fotosensitif digolongkan sebagai penyakit kulit dan dikategorikan sebagai penyakit langka karena hanya satu dari 100.000 orang yang menderitanya, seperti dilansir National Library of Medicine AS.

Beda Melophile-Musicophile dan Musisi

Beda Melophile-Musicophile dan Musisi

Seorang musikus sudah pasti jadi melophile, tapi tidak semua melophile jadi musikus. Bingung? 

Melophile dan Musicophile

Melophile, disebut juga musicophile, adalah sebutan untuk pecinta atau orang yang sangat menyukai musik. Sedangkan musikus adalah orang yang mencipta, memimpin, atau pemain musik. Musikus adalah sebutan untuk satu orang (bentuk tunggal). Sebutan untuk banyak musikus adalah musisi (bentuk jamak).

Ciri Melophile/Musicophile

 

1. Sering menghabiskan waktu mendengarkan musik. Melophile banyak mendengarkan musik untuk menemani kegiatannya, menjaga moodnya tetap bagus, dan mencari inspirasi.

2. Tidak harus bisa memainkan instrumen musik. Walau mencintai musik dan selalu bernyanyi, melophile tidak harus bisa memainkan satu instrumen musik pun, apalagi membaca not balok.

Meski tidak bisa main musik dan membaca not balok, bukan berarti mereka buta nada. Buta nada adalah kondisi yang tidak bisa menikmati musik karena kesulitan membedakan nada dan bunyi-bunyian di sekitarnya.

Menurut Science Daily yang melansir riset lawas Harvard Medical School, ada 5 persen orang dari populasi dunia yang menderita buta nada atau yang disebut tone deaf.

Mereka yang menderita tone deaf atau buta nada disebut amusia.

3. Suka mendengarkan radio. Radio identik dengan musik, maka seorang musicophile biasanya juga senang mendengarkan radio. 

Radio yang mereka suka tentu saja radio musik, bukan radio berita.

4. Tahu lagu-lagu yang baru dirilis. Ini berkaitan dengan kesenangan mendengar radio. Namun melophile juga mendengar lagu-lagu terbaru yang rilis di platform musik seperti Spotify, Joox, atau Resso.

Bukan berarti mereka tidak suka lagu-lagu lama. Pengetahuan mereka tentang lagu lama sama baiknya dengan lagu baru.

5. Menyukai hampir semua genre musik. Jarang ada melophile/musicophile yang meremehkan genre musik tertentu karena mereka menghargai semua jenis musik.

Melophile juga bisa mengenal banyak genre musik dan bisa membedakannya tanpa kesulitan.

6. Cepat hapal lirik lagu. Banyak orang yang butuh lirik yang dicantumkan pada sebuah lagu, tapi musicophile dapat menghapal lirik hanya dengan mendengar lagunya tanpa bantuan referensi lirik.

Pekerjaan Melophile

 

Kebanyakan orang yang bekerja di bidang musik adalah melophile walau belum tentu melophile bekerja di tempat yang berhubungan dengan musik. Itu karena selain mencintai musik, melophile juga punya hasrat dibidang lain yang membuat mereka tidak harus berkarir di bidang musik.

Mereka yang termasuk melophile adalah yang bekerja sebagai:

  1. Operator studio musik
  2. Pemilik tempat karaoke
  3. Sound engineer (teknisi suara)
  4. Music arranger (penata musik)
  5. Kurator musik
  6. Penyiar radio
  7. Promotor musik
  8. Penari
  9. Pengamat musik

Musikus/Musisi


Berkebalikan dengan melophile yang belum tentu bisa main alat musik, seorang musikus sudah pasti bisa membaca not balok dan memainkan instrumen musik. Pekerjaan mereka bersentuhan langsung dengan instrumen musik, notasi, nada, dan tempo yang membentuk sebuah lagu.

Jadi dapat dibedakan walau antara melophile dan musikus sama-sama mencintai musik, tapi bidang kerja mereka berbeda.

Musikus/musisi bersentuhan langsung untuk membuat musik, sedangkan pekerjaan utama melophile tidak harus dibidang musik.

Misal, si Polan bekerja sebagai arsitek. Di waktu senggangnya dia main band bersama teman-temannya. Maka si Polan adalah melophile, karena dia mencintai musik, tapi tidak membuat musik dan lagu tidaklah jadi mata pencaharianya.

Pekerjaan yang Dilakukan Musisi

 

  1. Penyanyi, termasuk sinden
  2. Pencipta lagu
  3. Penulis lagu
  4. Komposer (penulis partitur untuk orkestra)
  5. Konduktor
  6. Penyanyi 
  7. Pencipta lagu
  8. Music arranger (penata musik)
  9. Pemain band
  10. Musikus lepas. Biasanya dilakukan mahasiswa jurusan yang jadi addtional player di band tertentu atau bergabung dalam pertunjukkan orkestra yang dibayar sebagai pemain lepas.

Asal Kata

 

Melophile berasal dari kata Yunani Kuno yaitu melo dan philia. Melo artinya musik dan philia artinya sangat menyukai atau kecintaan.

Lata melophile masuk ke bahasa Inggris pada abad ke-16. Masuknya kata dalam bahasa Yunani Kuno ke bahasa Inggris lantaran sudah tidak ada lagi kata dalam bahasa latin yang merepresentasikan kecintaan atau pecinta musik. Semua bentuk kecintaan diambil dari bahasa Yunani Kuni, 

Penjelasan mengenai kata Yunani Kuno yang masuk ke bahasa Inggris dapat dibaca di artikel: Cynophile si Pecinta Anjing.

Lebih singkatnya adalah seorang melophile belum tentu bekerja di bidang musik, tapi musisi sudah pasti bekerja dan bersentuhan dengan musik.

Parafrasa, Cara Termudah Menulis Artikel Tanpa Dianggap Plagiat tapi Minim Etika

Parafrasa, Cara Termudah Menulis Artikel Tanpa Dianggap Plagiat tapi Minim Etika

Banyak orang yang menulis ulang isi artikel dari media berita online untuk dijadikan artikel blog, terutama di blog publik. Dengan menulis ulang, isi berita media mainstream, orang tidak perlu repot mencari referensi. Peluang artikel kita dibaca banyak dibaca orang juga sangat besar karena topiknya sedang populer.

Yang begitu dinamakan parafrasa.

Cara gampang menulis

Secara formal, parafrasa (paraphrase) adalah bentuk pengungkapan kembali suatu kata, bahasa, kalimat atau pernyataan dengan menggunakan diksi (pemilihan kata) yang lebih sederhana, tapi tidak dengan mengubah makna dari bahasa tersebut.

Alasan Orang Menggunakan Parafrasa


1. Mudah ditulis tanpa dianggap plagiat. Walaupun isi artikelnya sama persis dengan yang ada di berita mainstream, seorang yang menulis parafrasa tidak dapat dianggap melakukan plagiarisme karena kalimat dan diksinya berbeda dengan yang ada di berita.

Itu artinya secara teknis si penulis parafrase tidak menjiplak artikel orang lain. Tetapi secara etika dia tidak pas disebut sebagai penulis.

2. Tidak perlu membuat artikel panjang. Isi artikel parafrase mirip dengan artikel berita sehingga hanya perlu memuat 5W+1H (why, when, where, who, what, how). Dalam bahasa Indonesia disebut adiksimba.

Bacaan Lain: Pronomina Kata Ganti Saya dan Aku

Karena itu penulisnya tidak perlu repot melakukan riset data seperti bila menulis artikel opini, atau bahkan tidak perlu memuat analisis para pakar bila dia menulis topik tertentu.

3. Jaminan dapat pembaca. Parafrasa banyak digunakan di topik yang terbaru atau yang sedang populer. Karenanya ketika seseorang mengetikkan kata kunci dari topik yang sedang ramai, kemungkinan artikel si penulis parafrasa muncul di halaman pertama Google juga lebih besar.

Peluang tambah besar bila si penulis menulis parafrasa di blog publik/blog sosial seperti Kompasiana, Seword, Terminal Mojok, atau Konten Pengguna Kumparan.

Parafrasa dan Etika Penulisan


1. Kata kunci dan SEO. Seorang blogger (narablog) sejatinya menghindari penulisan artikel parafrasa walau secara SEO, kata kunci yang digunakan dalam parafrase bisa menjaring banyak traffic.

Kalau sering menulis parafrase, suatu blog jadi tidak punya keunikan karena hanya memuat pengulangan berita tanpa ada pengetahuan baru yang dicari pembaca.

2. Mementingkan duit. Melihat poin pertama diatas, tidak heran kalau seseorang yang menulis parafrase kelihatan kental sekali mengutamakan materi, tanpa memedulikan kualitas artikelnya.

3. Plagiarisme terselubung. Dari sisi etika, parafrase adalah plagiarisme terselubung karena memuat topik, makna, dan bahasa yang sama, yang membedakan cuma kalimatnya saja.

Tidak ada kreativitas mengolah kata-kata, apalagi memuat opini dari sudut pandang lain. Suatu artikel jadi tidak punya orisinalitas karena penulisnya hanya menulis ulang dari artikel yang sudah ada.

Bisakah orang yang hanya menulis parafrasa disebut penulis atau narablog?

Bisa, tapi kompetensinya sebagai penulis amat rendah, kalau tidak disebut meragukan. Penulis parafrasa hanya menulis ulang dengan kalimat yang berbeda dari artikel yang sudah ada. Walau kalimatnya beda, tapi tidak ada kreativitas mengolah kata dan kalimat karena dia hanya menceritakan kembali.

Itu mirip seperti anak SD yang diminta menceritakan kembali isi film yang ditontonnya. 

Penulis parafrasa cukup membaca berita terkini atau artikel lain yang ingin ditulis ulang. Setelah selesai membaca dia tinggal menulis ulang apa yang sudah dia baca. 

Tidak perlu riset pustaka, tidak perlu beropini, tidak perlu mencari referensi data, dan cuma perlu ditulis dengan bahasa sederhana.

Maka dari itu, kompetensi seorang penulis parafrasa bahkan ada di bawah cerpenis dan penyair yang memikirkan sendiri tema, diksi, dan kalimat yang ditulisnya menjadi rangkaian kalimat-kalimat yang menggugah.

7 Karakter Emak Di Sekolah Anaknya

7 Karakter Emak Di Sekolah Anaknya

Sekolah adalah tempat pendidikan formal yang dirancang khusus untuk mendidik siswa secara akademis dan nonakademis.

Karakter emak

Selain sebagai tempat belajar, sekolah juga jadi berkumpulnya banyak orang dari berbagai latar belakang dan macam-macam karakter, termasuk karakter para emak yang biasanya paling sering bersentuhan dengan sekolah daripada bapak-bapak.

Karakter emak-emak berikut ini adalah yang paling dominan ada di sekolah.

1. Si Ingin Dikenal

 

Karakter orang tua seperti ini wajahnya selalu terlihat seperti sedang senyum dan aura percaya dirinya sering membuat orang lain terbanting. 

Dia juga sering mengantar-jemput anaknya sampai depan kelas dan menyapa guru-guru di sekolah. Paling senang kalau ada kegiatan yang melibatkan berkumpulnya banyak orang.

Bacaan Lain: Biaya Sekolah vs Jalan-jalan 

Si Ingin Dikenal juga akan gembira hatinya bila ada yang bertanya kepadanya tentang guru, sekolah, dan sesama orang tua karena makin banyak orang yang minta pendapatnya makin bahagia hidupnya.

Saat pengambilan rapor, Si Ingin Dikenal akan menyempatkan diri ngobrol sebentar dengan wali kelas untuk menanyakan tempat tinggal atau keluarga sang wali kelas, menyebabkan orang tua lain harus menunggu agak lama sampai Si Ingin Dikenal beranjak dari kursi pengambilan rapor.

2. Si Perhitungan

 

Si Perhitungan paling sensitif terhadap urusan duit. Karena itu dia jadi yang paling ribut kalau ada kebijakan sekolah yang menyangkut duit, baik pembelian buku pendamping, sumbangan komite, atau pembelian LKS/Modul.

Dia akan menanyakan sedetail mungkin kalau harus mengeluarkan uang. Kalau perlu dia akan membandingkan harga beras dengan harga buku sebelum sampai pada kesimpulan bahwa beras harus diutamakan daripada buku sekolah.

3. Si Enggan

 

Ini karakter orang tua yang tidak mau tahu urusan apa pun di sekolah, yang penting anaknya sekolah aja, udah.  

Si Enggan amat enggan bertanya, memberi saran atau kritikan, bahkan untuk ikut mengobrol di grup orang tua saja Si Enggan sangat enggan. 

Kalau ada info yang ingin diketahuinya dia akan menunggu sampai ada pengumumun dari sekolah atau sampai ada orang tua lain yang menanyakannya. Si Enggan juga enggan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sekolah yang butuh bantuan orang tua. Paling mentok Si Enggan ini akan datang hanya di hari pengambilan rapor.

4. Si Tukang Curhat

 

Saat bertemu dengan orang tua lain, terutama kepada sesama orang tua yang mengantar-jemput anaknya setiap hari, Si Tukang Curhat akan selalu menceritakan kegundahan hati, kesulitan hidup, bahkan kesusahan orang lain pun akan dia curhatkan dengan penuh perasaan.

Saking senangnya curhat, dengan orang yang belum begitu dikenalnya pun Si Tukang Curhat akan curhat tanpa segan dengan gaya ala sinetron Indosiar.

5. Si Pasrah

 

Si Pasrah benar-benar pasrah terhadap apa pun kebijakan sekolah.  Ia jarang bergaul dengan orang tua lain, bahkan walau tiap hari dia mengantar-jemput anaknya.

Si Pasrah juga akan menerima pembagian tugas dari sesama orang tua dengan pasrah tanpa ngedumel di belakang bila ada kegiatan yang membutuhkan bantuannya.

Kalau ada yang tidak disukainya dia akan mempostingnya di status WhatsApp alih-alih membicarakannya dengan sesama orang tua.

Saking pasrahnya, Si Pasrah bahkan tidak akan marah atau banyak bertanya kepada wali kelas andai anaknya tidak naik kelas.

6. Si Ghibah


Karakter orang tua seperti ini rame banget kalau sedang bersama gengnya, tapi cenderung diam kalau bersama orang yang tidak akrab dengannya untuk mencari tahu apa yang bisa dighibahkan dari orang yang sedang bersamanya.

Si Ghibah senang membicarakan apa pun, termasuk yang bukan urusannya. Kalau perlu dia akan mengghibahkan guru-guru dan kepada sekolah. Maka tidak heran kalau Si Ghibah jadi terlihat seperti tong kosong nyaring bunyinya.

7. Si Provokator

 

Selalu diam di forum resmi seperti pertemuan orang tua siswa dengan sekolah, komite sekolah, pembagian rapor, atau pertemuan paguyuban kelas, tapi bersuara lantang di luar forum menentang semua kebijakan sekolah yang tidak sesuai hasratnya, terutama kepada sesama orang tua.

Si Provokator akan terus memprovokasi sampai ada yang tersulut dan bertindak atas nama kelas atau sekelompok orang tua. Setelah itu Si Provokator akan diam terpuaskan.


"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

Amazon Prime Video give its new series title The Lord of the Rings: Rings of Power. That is way we think the series is related to the film trilogy The Lord of the Rings as we seen on big screen.

The Rings of Power series from Twitter @LOTRonPrime

This series is not directly based on The Lord of the Rings book. It is creates from Tolkien other books named The Silmarillian and Unfinished Tales. What we watch in the Rings of Power is the story of people in Southlands who lives in Second Age after big war between Sauron and human-elf alliance.

That war make Sauron disappeared,  but none knows whether Sauron is hiding or dead during his missing. Sauron is the most capable servant of Morgoth the Dark Lord. 

Some of Southlands was loyal to Morgoth while others loyal to the Elves. Southlands people who loyal to Morgoth is now face the scary due to emergence of Orc in their village.

They become slaves for Orc and Orc obey to Adar. Who is Adar? Adar is mentioned in episode 3, but only his name instead of his appearance.

Thus, in Rings of Power, we did not see Gandalf, Frodo, even Galadriel became so valorous while Elrond looks cute. It was disappointing for Tolkien fans as they want to see more action, pain alongside happiness.

The mighty Galadriel (source: Mashable)

For that matter, if we're really a Tolkien's fan, we might then know the made by the linkage between The Lord of the Rings and Tolkien's books and annotation of the First Age and Second Ages and the rise of the Elves also Sauron.

The Rings of Power series is now aired with three episodes running. Here are the reasons why we should never compared Rings of Power with The Lord of the Rings movies.

1.  Not Created Only From The Lord of the Rings


Although its named with similar The Lord of the Rings, The Rings of Power is created based on the linkage between books The Silmarillian, Unfinished Tales, and The Lord of the Rings. So we will see many characters who are not seen in The Lord of the Rings, but appears in Rings of Power.

However, according to Screenrant, there are characters create only for the series, those including Arondir the elf and Bronwyn from Southlands.

Arondir and Bronwyn in Tirharad, one of Southlands part (source: Amazon Prime Video)

2. No Hobbit But Harfoot

 

We won't see Frodo, Samwise, Pippin, and Merry in the whole series because they're Hobbit. What we see in the series is Harfoot named Nori, Poppy, Marigold, or Sadow Burrows.

Depending on Tolkien's annotation, Harfoot is one of three hobbit type which are Harfoot, Stoor, and Fallohide.

Even though we know Frodo dan Sam are hobbit, but they actually a Fallohide which is bigger than Harfoot and Stoor with less hair on their foot.

Hence, we will see Harfoot as long as Rings of Power airing, not Hobbit.

3. No Gandalf

 

Gandalf is one of our hero in The Lord of the Rings, but unfortunately, Gandalf is not appear yet in the three first episodes. Gandalf is one of the Maiar, a spirit that chose human body to exist. They're most like angel, but without wings.

We hope Gandalf is coming to the series. Or he will not?

4. The Plot is Slow

 

As we can see, the two episodes ran slow so we get bored to it. However, the slow plot clearly is familiarize characters rage diversity, especially those are new.

That boringness fade when the series get into episode three. Arondir meet another elf in Southlands while the villager become slaves to Orc.

The appearance of Orc show us that we are going to meet more action in the next episodes. Hope so.

*** 

Other than that, I seriously think that The Rings of Power is worth watching with beautiful scenery, handsome elves, brave Harfoots, and gently gentlemen.

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Kate Middleton sekarang telah bergelar Princess of Wales, menyusul gelar ibu mertuanya Lady Diana yang dapat gelar itu saat menikah dengan King Charles III saat beliau masih jadi Prince of Wales.

Queen Consort

 

Gelar Queen Consort secara otomatis jadi milik Camilla Parker setelah wafatnya Queen Elizabeth II dan Charles naik tahta dengan nama King Charles III (dibaca: King Charles the third).

Kenapa harus ada embel-embel consort di depan queen?

Pertama, gelar Queen hanyalah untuk Queen Elizabeth II. Kedua, gelar queen hanya untuk istri raja yang terlahir ningrat.

Maksudnya, andai Princess Diana masih hidup dan tidak bercerai dengan Charles, maka ketika Charles jadi raja, dia akan jadi queen, tanpa consort.

Itu karena Diana terlahir ningrat dan bergelar Lady sebelum menikah dengan Charles. Ayah Diana adalah Earl yang merupakan salah satu gelar bangsawan Inggris. Setelah ayah Diana wafat, gelar Earl itu diteruskan ke anak lelakinya yang merupakan adik Diana.

Sedangkan Camilla Parker bukanlah ningrat dan tidak bergelar bangsawan apapun sebelum menikah dengan Charles. Jadi, ketika Charles jadi raja, gelar yang dipakainya adalah queen consort.

Queen consort diberikan kepada istri raja kalau istri raja tersebut bukan bangsawan. Sedangkan gelar queen diberikan untuk ratu yang memimpin kerajaan dan kepada istri raja kalau si istri sudah bergelar bangsawan sebelum menikah dengan si raja.

Duke of Cornwall

 

Setelah Charles jadi King Charles III dan Camilla jadi Queen Consort, maka Gelar Duke and Duchess of Cornwall otomatis diturunkan kepada William dan Kate. 

Wills dan Kate juga ketambahan satu gelar lagi, yaitu Duke and Duchess of Rothesay. Sehingga secara resmi nama mereka akan jadi His Royal Highness William Duke of Cornwall and Cambridge dan Her Royal Highness Catherine Duchess of Cornwall and Cambridge.

Kenapa William dan Kate bisa menyandang tiga gelar bangsawan sekaligus?

Gelar Duke of Cornwall secara otomatis dipegang oleh putra tertua raja atau ratu Inggris. Maka, William sebagai putra tertua otomatis mewarisi gelar itu dari ayahnya yang raja.

Selanjutnya gelar Duke of Rothesay dipegang oleh pewaris tahta. Anak tertua belum tentu jadi pewaris tahta karena bisa saja dipegang anak kedua. Karena itu gelar Cornwall dan Rothesay tidak otomatis dipegang oleh satu orang.

Teruntuk William, karena dia adalah anak tertua sekaligus pewaris tahta, maka dua gelar itu jatuh kepadanya sekaligus.

Lalu, gelar Duke dan Duchess of Cambridge diberikan oleh mendiang Queen Elizabeth II kepada Wills dan Kate ketika keduanya menikah pada 2011. Mendiang ratu juga memberikan gelar duke dan duchess kepada Harry dan Meghan ketika keduanya menikah tahun 2018.

Prince dan Princess of Wales


Gelar lain yang melekat pada William dan Kate adalah Prince dan Princess of Wales. Gelar ini sebenarnya tidak otomatis diturunkan seperti Cornwall dan Rothesay, tapi harus dengan maklumat penguasa tahta.

Kalau raja atau ratu belum bermaklumat mengangkat anaknya jadi Prince of Wales, maka si anak belum sah jadi pewaris tahta. 

Kini William sudah diberikan mandat untuk memegang gelar Prince of Wales. Kate pun kini resmi menjadi Princess of Wales.

Prince dan Princess of Wales bersama anak-anak mereka George, Louis, dan Charlotte (sumber: BBC NEws)

Gelar itu akan membuat anak-anak mereka di sekolah sekarang dipanggil dengan nama George of Wales, Charlotte of Wales, dan Louis of Wales.

Bagaimana dengan anak kedua King Charles III , yaitu Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle? Apakah gelar bangsawan mereka juga berubah?

Pada 8 Januari 2020, Harry dan Meghan memutuskan untuk mundur dari pekerjaan sebagai working royals karena ingin mandiri secara finansial dan mendapat privasi pribadi.

Duke and Duchess of Sussex 

 

Karena tidak lagi menjadi bekerja untuk dan mewakili kerajaan, Harry dan Meghan tidak lagi bergelar His Royal Highness dan Her Royal Highness. 

Namun, gelar Duke dan Duchess of Sussex tetap mereka pegang karena Harry tetaplah ningrat cucu ratu yang berhak menyandang gelar kebangsawanan. Pun Meghan yang jadi istri Harry berhak punya gelar mengikuti kebangsawanan suaminya. Kalau di Jawa seperti gelar KRMT atau Raden Mas yang disandang semua ningrat, meski mereka tidak tinggal di Yogya atau Solo.

Bila Harry dan Meghan tidak mengalami perubahan gelar, maka anak-anak mereka, yaitu Archie dan Lilibeth akan mendapat gelar Prince dan Princess karena kakek mereka sudah jadi raja. Mereka akan bergelar His Royal Highness Prince Archie of Sussex dan Her Royal Highness Princess Lilibeth of Sussex.

Namun, bukan Harry dan Meghan namanya kalau tidak buat sensasi. Mereka mungkin akan bicara sana-sini kepada pers, bikin drama, sebelum akhirnya menerima (atau menolak) gelar bangsawan untuk anak-anak mereka.

Menurut Keputusan Raja George V Tahun 1917, dilansir CNN, bahwa cucu dari pemegang monarki otomatis mandapat gelar Prince dan Princess. Anak pertama dari cucu pemegang tahta yang jadi calon pewaris tahta otomatis bergelar Prince.

Namun, pada 2012, Queen Elizabeth II merevisi keputusan George V dan memutuskan bahwa semua anak dari pewaris tahta berhak bergelar Prince dan Princess.

Karena itulah semua anak Prince William dan Kate Middleton bergelar Prince dan Princess, bukan cuma George sebagai anak pertama.