Beda Melophile-Musicophile dan Musisi

Beda Melophile-Musicophile dan Musisi

Seorang musikus sudah pasti jadi melophile, tapi tidak semua melophile jadi musikus. Bingung? 

Melophile dan Musicophile

Melophile, disebut juga musicophile, adalah sebutan untuk pecinta atau orang yang sangat menyukai musik. Sedangkan musikus adalah orang yang mencipta, memimpin, atau pemain musik. Musikus adalah sebutan untuk satu orang (bentuk tunggal). Sebutan untuk banyak musikus adalah musisi (bentuk jamak).

Ciri Melophile/Musicophile

 

1. Sering menghabiskan waktu mendengarkan musik. Melophile banyak mendengarkan musik untuk menemani kegiatannya, menjaga moodnya tetap bagus, dan mencari inspirasi.

2. Tidak harus bisa memainkan instrumen musik. Walau mencintai musik dan selalu bernyanyi, melophile tidak harus bisa memainkan satu instrumen musik pun, apalagi membaca not balok.

Meski tidak bisa main musik dan membaca not balok, bukan berarti mereka buta nada. Buta nada adalah kondisi yang tidak bisa menikmati musik karena kesulitan membedakan nada dan bunyi-bunyian di sekitarnya.

Menurut Science Daily yang melansir riset lawas Harvard Medical School, ada 5 persen orang dari populasi dunia yang menderita buta nada atau yang disebut tone deaf.

Mereka yang menderita tone deaf atau buta nada disebut amusia.

3. Suka mendengarkan radio. Radio identik dengan musik, maka seorang musicophile biasanya juga senang mendengarkan radio. 

Radio yang mereka suka tentu saja radio musik, bukan radio berita.

4. Tahu lagu-lagu yang baru dirilis. Ini berkaitan dengan kesenangan mendengar radio. Namun melophile juga mendengar lagu-lagu terbaru yang rilis di platform musik seperti Spotify, Joox, atau Resso.

Bukan berarti mereka tidak suka lagu-lagu lama. Pengetahuan mereka tentang lagu lama sama baiknya dengan lagu baru.

5. Menyukai hampir semua genre musik. Jarang ada melophile/musicophile yang meremehkan genre musik tertentu karena mereka menghargai semua jenis musik.

Melophile juga bisa mengenal banyak genre musik dan bisa membedakannya tanpa kesulitan.

6. Cepat hapal lirik lagu. Banyak orang yang butuh lirik yang dicantumkan pada sebuah lagu, tapi musicophile dapat menghapal lirik hanya dengan mendengar lagunya tanpa bantuan referensi lirik.

Pekerjaan Melophile

 

Kebanyakan orang yang bekerja di bidang musik adalah melophile walau belum tentu melophile bekerja di tempat yang berhubungan dengan musik. Itu karena selain mencintai musik, melophile juga punya hasrat dibidang lain yang membuat mereka tidak harus berkarir di bidang musik.

Mereka yang termasuk melophile adalah yang bekerja sebagai:

  1. Operator studio musik
  2. Pemilik tempat karaoke
  3. Sound engineer (teknisi suara)
  4. Music arranger (penata musik)
  5. Kurator musik
  6. Penyiar radio
  7. Promotor musik
  8. Penari
  9. Pengamat musik

Musikus/Musisi


Berkebalikan dengan melophile yang belum tentu bisa main alat musik, seorang musikus sudah pasti bisa membaca not balok dan memainkan instrumen musik. Pekerjaan mereka bersentuhan langsung dengan instrumen musik, notasi, nada, dan tempo yang membentuk sebuah lagu.

Jadi dapat dibedakan walau antara melophile dan musikus sama-sama mencintai musik, tapi bidang kerja mereka berbeda.

Musikus/musisi bersentuhan langsung untuk membuat musik, sedangkan pekerjaan utama melophile tidak harus dibidang musik.

Misal, si Polan bekerja sebagai arsitek. Di waktu senggangnya dia main band bersama teman-temannya. Maka si Polan adalah melophile, karena dia mencintai musik, tapi tidak membuat musik dan lagu tidaklah jadi mata pencaharianya.

Pekerjaan yang Dilakukan Musisi

 

  1. Penyanyi, termasuk sinden
  2. Pencipta lagu
  3. Penulis lagu
  4. Komposer (penulis partitur untuk orkestra)
  5. Konduktor
  6. Penyanyi 
  7. Pencipta lagu
  8. Music arranger (penata musik)
  9. Pemain band
  10. Musikus lepas. Biasanya dilakukan mahasiswa jurusan yang jadi addtional player di band tertentu atau bergabung dalam pertunjukkan orkestra yang dibayar sebagai pemain lepas.

Asal Kata

 

Melophile berasal dari kata Yunani Kuno yaitu melo dan philia. Melo artinya musik dan philia artinya sangat menyukai atau kecintaan.

Lata melophile masuk ke bahasa Inggris pada abad ke-16. Masuknya kata dalam bahasa Yunani Kuno ke bahasa Inggris lantaran sudah tidak ada lagi kata dalam bahasa latin yang merepresentasikan kecintaan atau pecinta musik. Semua bentuk kecintaan diambil dari bahasa Yunani Kuni, 

Penjelasan mengenai kata Yunani Kuno yang masuk ke bahasa Inggris dapat dibaca di artikel: Cynophile si Pecinta Anjing.

Lebih singkatnya adalah seorang melophile belum tentu bekerja di bidang musik, tapi musisi sudah pasti bekerja dan bersentuhan dengan musik.

Parafrasa, Cara Termudah Menulis Artikel Tanpa Dianggap Plagiat tapi Minim Etika

Parafrasa, Cara Termudah Menulis Artikel Tanpa Dianggap Plagiat tapi Minim Etika

Banyak orang yang menulis ulang isi artikel dari media berita online untuk dijadikan artikel blog, terutama di blog publik. Dengan menulis ulang, isi berita media mainstream, orang tidak perlu repot mencari referensi. Peluang artikel kita dibaca banyak dibaca orang juga sangat besar karena topiknya sedang populer.

Yang begitu dinamakan parafrasa.

Cara gampang menulis

Secara formal, parafrasa (paraphrase) adalah bentuk pengungkapan kembali suatu kata, bahasa, kalimat atau pernyataan dengan menggunakan diksi (pemilihan kata) yang lebih sederhana, tapi tidak dengan mengubah makna dari bahasa tersebut.

Alasan Orang Menggunakan Parafrasa


1. Mudah ditulis tanpa dianggap plagiat. Walaupun isi artikelnya sama persis dengan yang ada di berita mainstream, seorang yang menulis parafrasa tidak dapat dianggap melakukan plagiarisme karena kalimat dan diksinya berbeda dengan yang ada di berita.

Itu artinya secara teknis si penulis parafrase tidak menjiplak artikel orang lain. Tetapi secara etika dia tidak pas disebut sebagai penulis.

2. Tidak perlu membuat artikel panjang. Isi artikel parafrase mirip dengan artikel berita sehingga hanya perlu memuat 5W+1H (why, when, where, who, what, how). Dalam bahasa Indonesia disebut adiksimba.

Bacaan Lain: Pronomina Kata Ganti Saya dan Aku

Karena itu penulisnya tidak perlu repot melakukan riset data seperti bila menulis artikel opini, atau bahkan tidak perlu memuat analisis para pakar bila dia menulis topik tertentu.

3. Jaminan dapat pembaca. Parafrasa banyak digunakan di topik yang terbaru atau yang sedang populer. Karenanya ketika seseorang mengetikkan kata kunci dari topik yang sedang ramai, kemungkinan artikel si penulis parafrasa muncul di halaman pertama Google juga lebih besar.

Peluang tambah besar bila si penulis menulis parafrasa di blog publik/blog sosial seperti Kompasiana, Seword, Terminal Mojok, atau Konten Pengguna Kumparan.

Parafrasa dan Etika Penulisan


1. Kata kunci dan SEO. Seorang blogger (narablog) sejatinya menghindari penulisan artikel parafrasa walau secara SEO, kata kunci yang digunakan dalam parafrase bisa menjaring banyak traffic.

Kalau sering menulis parafrase, suatu blog jadi tidak punya keunikan karena hanya memuat pengulangan berita tanpa ada pengetahuan baru yang dicari pembaca.

2. Mementingkan duit. Melihat poin pertama diatas, tidak heran kalau seseorang yang menulis parafrase kelihatan kental sekali mengutamakan materi, tanpa memedulikan kualitas artikelnya.

3. Plagiarisme terselubung. Dari sisi etika, parafrase adalah plagiarisme terselubung karena memuat topik, makna, dan bahasa yang sama, yang membedakan cuma kalimatnya saja.

Tidak ada kreativitas mengolah kata-kata, apalagi memuat opini dari sudut pandang lain. Suatu artikel jadi tidak punya orisinalitas karena penulisnya hanya menulis ulang dari artikel yang sudah ada.

Bisakah orang yang hanya menulis parafrasa disebut penulis atau narablog?

Bisa, tapi kompetensinya sebagai penulis amat rendah, kalau tidak disebut meragukan. Penulis parafrasa hanya menulis ulang dengan kalimat yang berbeda dari artikel yang sudah ada. Walau kalimatnya beda, tapi tidak ada kreativitas mengolah kata dan kalimat karena dia hanya menceritakan kembali.

Itu mirip seperti anak SD yang diminta menceritakan kembali isi film yang ditontonnya. 

Penulis parafrasa cukup membaca berita terkini atau artikel lain yang ingin ditulis ulang. Setelah selesai membaca dia tinggal menulis ulang apa yang sudah dia baca. 

Tidak perlu riset pustaka, tidak perlu beropini, tidak perlu mencari referensi data, dan cuma perlu ditulis dengan bahasa sederhana.

Maka dari itu, kompetensi seorang penulis parafrasa bahkan ada di bawah cerpenis dan penyair yang memikirkan sendiri tema, diksi, dan kalimat yang ditulisnya menjadi rangkaian kalimat-kalimat yang menggugah.

7 Karakter Emak Di Sekolah Anaknya

7 Karakter Emak Di Sekolah Anaknya

Sekolah adalah tempat pendidikan formal yang dirancang khusus untuk mendidik siswa secara akademis dan nonakademis.

Karakter emak

Selain sebagai tempat belajar, sekolah juga jadi berkumpulnya banyak orang dari berbagai latar belakang dan macam-macam karakter, termasuk karakter para emak yang biasanya paling sering bersentuhan dengan sekolah daripada bapak-bapak.

Karakter emak-emak berikut ini adalah yang paling dominan ada di sekolah.

1. Si Ingin Dikenal

 

Karakter orang tua seperti ini wajahnya selalu terlihat seperti sedang senyum dan aura percaya dirinya sering membuat orang lain terbanting. 

Dia juga sering mengantar-jemput anaknya sampai depan kelas dan menyapa guru-guru di sekolah. Paling senang kalau ada kegiatan yang melibatkan berkumpulnya banyak orang.

Bacaan Lain: Biaya Sekolah vs Jalan-jalan 

Si Ingin Dikenal juga akan gembira hatinya bila ada yang bertanya kepadanya tentang guru, sekolah, dan sesama orang tua karena makin banyak orang yang minta pendapatnya makin bahagia hidupnya.

Saat pengambilan rapor, Si Ingin Dikenal akan menyempatkan diri ngobrol sebentar dengan wali kelas untuk menanyakan tempat tinggal atau keluarga sang wali kelas, menyebabkan orang tua lain harus menunggu agak lama sampai Si Ingin Dikenal beranjak dari kursi pengambilan rapor.

2. Si Perhitungan

 

Si Perhitungan paling sensitif terhadap urusan duit. Karena itu dia jadi yang paling ribut kalau ada kebijakan sekolah yang menyangkut duit, baik pembelian buku pendamping, sumbangan komite, atau pembelian LKS/Modul.

Dia akan menanyakan sedetail mungkin kalau harus mengeluarkan uang. Kalau perlu dia akan membandingkan harga beras dengan harga buku sebelum sampai pada kesimpulan bahwa beras harus diutamakan daripada buku sekolah.

3. Si Enggan

 

Ini karakter orang tua yang tidak mau tahu urusan apa pun di sekolah, yang penting anaknya sekolah aja, udah.  

Si Enggan amat enggan bertanya, memberi saran atau kritikan, bahkan untuk ikut mengobrol di grup orang tua saja Si Enggan sangat enggan. 

Kalau ada info yang ingin diketahuinya dia akan menunggu sampai ada pengumumun dari sekolah atau sampai ada orang tua lain yang menanyakannya. Si Enggan juga enggan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sekolah yang butuh bantuan orang tua. Paling mentok Si Enggan ini akan datang hanya di hari pengambilan rapor.

4. Si Tukang Curhat

 

Saat bertemu dengan orang tua lain, terutama kepada sesama orang tua yang mengantar-jemput anaknya setiap hari, Si Tukang Curhat akan selalu menceritakan kegundahan hati, kesulitan hidup, bahkan kesusahan orang lain pun akan dia curhatkan dengan penuh perasaan.

Saking senangnya curhat, dengan orang yang belum begitu dikenalnya pun Si Tukang Curhat akan curhat tanpa segan dengan gaya ala sinetron Indosiar.

5. Si Pasrah

 

Si Pasrah benar-benar pasrah terhadap apa pun kebijakan sekolah.  Ia jarang bergaul dengan orang tua lain, bahkan walau tiap hari dia mengantar-jemput anaknya.

Si Pasrah juga akan menerima pembagian tugas dari sesama orang tua dengan pasrah tanpa ngedumel di belakang bila ada kegiatan yang membutuhkan bantuannya.

Kalau ada yang tidak disukainya dia akan mempostingnya di status WhatsApp alih-alih membicarakannya dengan sesama orang tua.

Saking pasrahnya, Si Pasrah bahkan tidak akan marah atau banyak bertanya kepada wali kelas andai anaknya tidak naik kelas.

6. Si Ghibah


Karakter orang tua seperti ini rame banget kalau sedang bersama gengnya, tapi cenderung diam kalau bersama orang yang tidak akrab dengannya untuk mencari tahu apa yang bisa dighibahkan dari orang yang sedang bersamanya.

Si Ghibah senang membicarakan apa pun, termasuk yang bukan urusannya. Kalau perlu dia akan mengghibahkan guru-guru dan kepada sekolah. Maka tidak heran kalau Si Ghibah jadi terlihat seperti tong kosong nyaring bunyinya.

7. Si Provokator

 

Selalu diam di forum resmi seperti pertemuan orang tua siswa dengan sekolah, komite sekolah, pembagian rapor, atau pertemuan paguyuban kelas, tapi bersuara lantang di luar forum menentang semua kebijakan sekolah yang tidak sesuai hasratnya, terutama kepada sesama orang tua.

Si Provokator akan terus memprovokasi sampai ada yang tersulut dan bertindak atas nama kelas atau sekelompok orang tua. Setelah itu Si Provokator akan diam terpuaskan.


"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

"The Rings of Power" Is the Summary of All Tolkien's Annotation With Unfinished Tales to The Children of Hurin

Amazon Prime Video give its new series title The Lord of the Rings: Rings of Power. That is way we think the series is related to the film trilogy The Lord of the Rings as we seen on big screen.

The Rings of Power series from Twitter @LOTRonPrime

This series is not directly based on The Lord of the Rings book. It is creates from Tolkien other books named The Silmarillian and Unfinished Tales. What we watch in the Rings of Power is the story of people in Southlands who lives in Second Age after big war between Sauron and human-elf alliance.

That war make Sauron disappeared,  but none knows whether Sauron is hiding or dead during his missing. Sauron is the most capable servant of Morgoth the Dark Lord. 

Some of Southlands was loyal to Morgoth while others loyal to the Elves. Southlands people who loyal to Morgoth is now face the scary due to emergence of Orc in their village.

They become slaves for Orc and Orc obey to Adar. Who is Adar? Adar is mentioned in episode 3, but only his name instead of his appearance.

Thus, in Rings of Power, we did not see Gandalf, Frodo, even Galadriel became so valorous while Elrond looks cute. It was disappointing for Tolkien fans as they want to see more action, pain alongside happiness.

The mighty Galadriel (source: Mashable)

For that matter, if we're really a Tolkien's fan, we might then know the made by the linkage between The Lord of the Rings and Tolkien's books and annotation of the First Age and Second Ages and the rise of the Elves also Sauron.

The Rings of Power series is now aired with three episodes running. Here are the reasons why we should never compared Rings of Power with The Lord of the Rings movies.

1.  Not Created Only From The Lord of the Rings


Although its named with similar The Lord of the Rings, The Rings of Power is created based on the linkage between books The Silmarillian, Unfinished Tales, and The Lord of the Rings. So we will see many characters who are not seen in The Lord of the Rings, but appears in Rings of Power.

However, according to Screenrant, there are characters create only for the series, those including Arondir the elf and Bronwyn from Southlands.

Arondir and Bronwyn in Tirharad, one of Southlands part (source: Amazon Prime Video)

2. No Hobbit But Harfoot

 

We won't see Frodo, Samwise, Pippin, and Merry in the whole series because they're Hobbit. What we see in the series is Harfoot named Nori, Poppy, Marigold, or Sadow Burrows.

Depending on Tolkien's annotation, Harfoot is one of three hobbit type which are Harfoot, Stoor, and Fallohide.

Even though we know Frodo dan Sam are hobbit, but they actually a Fallohide which is bigger than Harfoot and Stoor with less hair on their foot.

Hence, we will see Harfoot as long as Rings of Power airing, not Hobbit.

3. No Gandalf

 

Gandalf is one of our hero in The Lord of the Rings, but unfortunately, Gandalf is not appear yet in the three first episodes. Gandalf is one of the Maiar, a spirit that chose human body to exist. They're most like angel, but without wings.

We hope Gandalf is coming to the series. Or he will not?

4. The Plot is Slow

 

As we can see, the two episodes ran slow so we get bored to it. However, the slow plot clearly is familiarize characters rage diversity, especially those are new.

That boringness fade when the series get into episode three. Arondir meet another elf in Southlands while the villager become slaves to Orc.

The appearance of Orc show us that we are going to meet more action in the next episodes. Hope so.

*** 

Other than that, I seriously think that The Rings of Power is worth watching with beautiful scenery, handsome elves, brave Harfoots, and gently gentlemen.

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Kate Middleton sekarang telah bergelar Princess of Wales, menyusul gelar ibu mertuanya Lady Diana yang dapat gelar itu saat menikah dengan King Charles III saat beliau masih jadi Prince of Wales.

Queen Consort

 

Gelar Queen Consort secara otomatis jadi milik Camilla Parker setelah wafatnya Queen Elizabeth II dan Charles naik tahta dengan nama King Charles III (dibaca: King Charles the third).

Kenapa harus ada embel-embel consort di depan queen?

Pertama, gelar Queen hanyalah untuk Queen Elizabeth II. Kedua, gelar queen hanya untuk istri raja yang terlahir ningrat.

Maksudnya, andai Princess Diana masih hidup dan tidak bercerai dengan Charles, maka ketika Charles jadi raja, dia akan jadi queen, tanpa consort.

Itu karena Diana terlahir ningrat dan bergelar Lady sebelum menikah dengan Charles. Ayah Diana adalah Earl yang merupakan salah satu gelar bangsawan Inggris. Setelah ayah Diana wafat, gelar Earl itu diteruskan ke anak lelakinya yang merupakan adik Diana.

Sedangkan Camilla Parker bukanlah ningrat dan tidak bergelar bangsawan apapun sebelum menikah dengan Charles. Jadi, ketika Charles jadi raja, gelar yang dipakainya adalah queen consort.

Queen consort diberikan kepada istri raja kalau istri raja tersebut bukan bangsawan. Sedangkan gelar queen diberikan untuk ratu yang memimpin kerajaan dan kepada istri raja kalau si istri sudah bergelar bangsawan sebelum menikah dengan si raja.

Duke of Cornwall

 

Setelah Charles jadi King Charles III dan Camilla jadi Queen Consort, maka Gelar Duke and Duchess of Cornwall otomatis diturunkan kepada William dan Kate. 

Wills dan Kate juga ketambahan satu gelar lagi, yaitu Duke and Duchess of Rothesay. Sehingga secara resmi nama mereka akan jadi His Royal Highness William Duke of Cornwall and Cambridge dan Her Royal Highness Catherine Duchess of Cornwall and Cambridge.

Kenapa William dan Kate bisa menyandang tiga gelar bangsawan sekaligus?

Gelar Duke of Cornwall secara otomatis dipegang oleh putra tertua raja atau ratu Inggris. Maka, William sebagai putra tertua otomatis mewarisi gelar itu dari ayahnya yang raja.

Selanjutnya gelar Duke of Rothesay dipegang oleh pewaris tahta. Anak tertua belum tentu jadi pewaris tahta karena bisa saja dipegang anak kedua. Karena itu gelar Cornwall dan Rothesay tidak otomatis dipegang oleh satu orang.

Teruntuk William, karena dia adalah anak tertua sekaligus pewaris tahta, maka dua gelar itu jatuh kepadanya sekaligus.

Lalu, gelar Duke dan Duchess of Cambridge diberikan oleh mendiang Queen Elizabeth II kepada Wills dan Kate ketika keduanya menikah pada 2011. Mendiang ratu juga memberikan gelar duke dan duchess kepada Harry dan Meghan ketika keduanya menikah tahun 2018.

Prince dan Princess of Wales


Gelar lain yang melekat pada William dan Kate adalah Prince dan Princess of Wales. Gelar ini sebenarnya tidak otomatis diturunkan seperti Cornwall dan Rothesay, tapi harus dengan maklumat penguasa tahta.

Kalau raja atau ratu belum bermaklumat mengangkat anaknya jadi Prince of Wales, maka si anak belum sah jadi pewaris tahta. 

Kini William sudah diberikan mandat untuk memegang gelar Prince of Wales. Kate pun kini resmi menjadi Princess of Wales.

Prince dan Princess of Wales bersama anak-anak mereka George, Louis, dan Charlotte (sumber: BBC NEws)

Gelar itu akan membuat anak-anak mereka di sekolah sekarang dipanggil dengan nama George of Wales, Charlotte of Wales, dan Louis of Wales.

Bagaimana dengan anak kedua King Charles III , yaitu Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle? Apakah gelar bangsawan mereka juga berubah?

Pada 8 Januari 2020, Harry dan Meghan memutuskan untuk mundur dari pekerjaan sebagai working royals karena ingin mandiri secara finansial dan mendapat privasi pribadi.

Duke and Duchess of Sussex 

 

Karena tidak lagi menjadi bekerja untuk dan mewakili kerajaan, Harry dan Meghan tidak lagi bergelar His Royal Highness dan Her Royal Highness. 

Namun, gelar Duke dan Duchess of Sussex tetap mereka pegang karena Harry tetaplah ningrat cucu ratu yang berhak menyandang gelar kebangsawanan. Pun Meghan yang jadi istri Harry berhak punya gelar mengikuti kebangsawanan suaminya. Kalau di Jawa seperti gelar KRMT atau Raden Mas yang disandang semua ningrat, meski mereka tidak tinggal di Yogya atau Solo.

Bila Harry dan Meghan tidak mengalami perubahan gelar, maka anak-anak mereka, yaitu Archie dan Lilibeth akan mendapat gelar Prince dan Princess karena kakek mereka sudah jadi raja. Mereka akan bergelar His Royal Highness Prince Archie of Sussex dan Her Royal Highness Princess Lilibeth of Sussex.

Namun, bukan Harry dan Meghan namanya kalau tidak buat sensasi. Mereka mungkin akan bicara sana-sini kepada pers, bikin drama, sebelum akhirnya menerima (atau menolak) gelar bangsawan untuk anak-anak mereka.

Menurut Keputusan Raja George V Tahun 1917, dilansir CNN, bahwa cucu dari pemegang monarki otomatis mandapat gelar Prince dan Princess. Anak pertama dari cucu pemegang tahta yang jadi calon pewaris tahta otomatis bergelar Prince.

Namun, pada 2012, Queen Elizabeth II merevisi keputusan George V dan memutuskan bahwa semua anak dari pewaris tahta berhak bergelar Prince dan Princess.

Karena itulah semua anak Prince William dan Kate Middleton bergelar Prince dan Princess, bukan cuma George sebagai anak pertama.

Cerpen: Semangkuk Sup Hangat

Cerpen: Semangkuk Sup Hangat

Semangkuk Sup Hangat 

Pengarang: Inong Islamiyati

Aku suka sekali sup buatan ibu. Ibuku pandai memasak dan masakan ibu yang sangat aku sukai adalah sup sayur spesial. 

Aku ingat saat pertama kali makan sup spesial itu. Hari itu adalah hari kepergian ayah, aku menangis dalam selimut karena tidak percaya ayah telah pergi meninggalkan kami. Kakakku, Nara, berulang kali membujuk aku untuk makan, tapi aku tidak mau.

“Sudah, Nara, biar Ibu saja,” kata Ibu, “Nara tunggu di meja makan saja, ya."

Di atas meja sudah ada semangkuk sup sayur dengan tambahan makaroni dan sosis ayam. Hangat. Rasanya enak sekali. Aku sampai ingin menangis karena teringat Ayah sekaligus merasakan kelezatan yang penuh kasih sayang dari Ibu.

“Nayla tenang saja, ya. Ayah justru akan sedih kalau Nayla sedih. Makan yang banyak dan belajar yang rajin supaya Ayah bangga. Bagaimana supnya? Enak, kan?” tanya Ibu.

“Iya, Ibu, enak sekali.”

Ibu adalah orang yang berharga bagiku dan Kak Nara. Ibu menghidupi keluarga kami dengan berjualan kue keliling dan menjadi buruh cuci-setrika baju para tetangga. 

Kami sebagai anak tentu tidak ingin mengecewakan Ibu. Berkat usaha keras ibu, Kak Nara berhasil lulus kuliah dan mendapat pekerjaan di BUMN terkenal. Kebetulan aku mendapat beasiswa untuk kuliah di kota yang sama dengan kantor Kak Nara bekerja. 

Kami sering mengajak Ibu untuk tinggal bersama, tapi Ibu selalu menolak.

“Kalian saja yang tinggal di kota. Ibu ingin menjaga rumah peninggalan ayah kalian ini. Lagi pula Ibu lebih senang di desa,” ujar Ibu dengan nada penuh keyakinan.

Akhirnya kami pergi meninggalkan Ibu. Saat libur kuliah atau long weekend, aku selalu menyempatkan diri pulang ke rumah Ibu. Setiap kali pulang, aku selalu rindu sup buatan Ibu. Sup hangat yang menyemangati aku. Walaupun aku selalu berusaha membuat sup itu sendiri, cita rasanya tidak seenak buatan Ibu.

Empat tahun berlalu, aku membawa kabar gembira kalau aku mendapat pekerjaan di perusahaan keuangan di Jakarta. Aku tidak sabar memberi kejutan untuk Ibu. Maka setelah berkemas aku pulang kampung. Seperti biasa Ibu memeluk aku erat dan mencium pipiku.

“Ibu sehat?” tanyaku sambil menaruh berbagai oleh-oleh di atas meja makan.

“Alhamdulillah sehat, Nak. Kamu belum makan ya? Makan sup buatan ibu dulu, ya. Tetapi, maaf Nayla sayang, Ibu mau istirahat sebentar. Hari ini Ibu lelah sekali,” kata Ibu.

“Iya, Ibu, tidak apa-apa," jawabku.

Aku memperhatikan Ibu dari belakang. Tampak punggungnya sudah agak membungkuk. Aku memperhatikan sekeliling dan tampak kalau rumah ini kurang bersih.

Yang mengejutkan, sup spesial buatan Ibu ini terasa hambar. Mungkin Ibu benar-benar lelah, bahkan untuk memasak sup saja beliau kelelahan.

Aku baru menyadari Ibu semakin menua. Bagaimana mungkin aku tega meninggalkan Ibu sendirian? 

Seketika aku bimbang. Tetap mengambil pekerjaan di Jakarta atau kembali ke desa menemani Ibu. Ibu bilang Ayah pasti bangga kalau aku sukses, tapi kalau sukses itu diraih dengan membiarkan Ibu rasanya aku tidak sanggup.

Malam menjelang, Ibu yang sudah terbangun duduk bersamaku di ruang tamu.

“Kapan kamu wisuda, Nayla?”

“Minggu depan, Bu. Ibu bisa datang, kan?”

“Iya, Ibu akan datang. Ngomong-ngomong kamu nanti mau kerja apa, dengan nilaimu itu Ibu yakin kamu akan dapat pekerjaan bagus di kota.”

Aku menggeleng, “Nayla mau bekerja di sini saja, Ibu. Nayla mau bersama Ibu.”

“Kamu yakin,Nayla? Sayang, lho, nilaimu itu.”

“Bu, bagi Nayla pekerjaan manapun akan jadi yang terbaik bagi Nayla. Sekarang bagi Nayla yang penting adalah menjaga Ibu. Ibu sudah berjuang keras menghidupi Nayla dan Kak Nara. Biarkan Nayla sekarang yang merawat Ibu.”

Ibu memeluk aku dari samping. Hangat dan erat. Aku tidak menyesal menolak tawaran pekerjaan itu. Yang penting bagiku sekarang adalah menjaga Ibu. Karena Ibu telah memberikan aku kasih sayang yang hangat. Sehangat sup buatannya.

***

Inong Islamiyati tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan. Visinya saat ini adalah "life with a miracle".


7 Film Petualangan di Dalam Game, Seru!

7 Film Petualangan di Dalam Game, Seru!

Seiring makin diakuinya esports sebagai cabang olahraga resmi, makin banyak juga gim dan gamer bermunculan. 

Dunia metaverse yang digembar-gemborkan Mark Zuckerberg hampir jadi kenyataan, bahkan sudah jadi nyata dan diejawantahkan ke banyak film di mana tokoh-tokohnya menjalani kehidupan di dalam game


Semua film yang direkomendasikan dibawah ini sudah pernah ditonton langsung oleh emperbaca.com. Disusun acak tidak berdasarkan kriteria tertentu. 

Selain seru, semua film ini lucu bikin kita tertawa di sela-sela bumbu sedih. Well, kecuali Ready Player One dan Gamer yang tidak lucu, tapi serunya juga gak habis-habis!

1. Ready Player One (2011)


Termasuk film yang ditonton berkali-kali enggak bakalan bosan karena banyak melibatkan adegan di dunia virtual Selain itu sutradaranya adalah Steven Spielberg yang tersohor sejak franchise Jurassic Park pertama kali tayang pada 1993. 

Adegan dalam film Ready Player One (Warner Bros)
Ready Player One diangkat dari novel distopia berjudul sama karangan Ernest Cline dan berkisah tentang dunia yang sudah kelebihan populasi dan polusi. Sebagai penghibur atas dunia yang tidak lagi nyaman, maka pada tahun 2045 banyak orang memilih "tinggal" di metaverse bernama OASIS.

Bacaan Lain: Beda Metaverse dengan Mutiverse Milik Doctor Strange

Wade Watts adalah salah satu yang punya kehidupan di metaverse sampai akhirnya kehidupannya di dunia nyata terancam hanya karena sebuah telur yang diperebutkan dalam metaverse. Ready Playar One dapat ditonton di Amazon Prime Video.

2. Jumanji The Next Level (2019)


Bintang utamanya Dwayne Johnson alias The Rock yang berperan jadi Dr. Bravestone. Ternyata Dr. Bravestone adalah tokoh yang avatarnya harus dimainkan oleh Eddie di dalam game Jumanji.

Avatar dalam game Jumanji yang dimainkan Eddie, Milo, Martha, dan Bethany (Foto: Netflix)
Bersama Eddie ada Milo, Martha, dan Bethany yang juga masuk ke dalam Jumanji dan memerankan beragam avatar dengan skills yang berbeda-beda. Mereka semua harus berpetualang dan menyelesaikan tiap quest kalau mau pulang kembali ke dunia nyata.

Kalau mau lebih seru, silakan tonton seluruh film seri Jumanji mulai dari Jumanji (1995) yang dulu sering kita tonton di RCTI tiap liburan. Juga Zathura: A Space Adventure (2005) dan Jumanji Welcome to the Jungle (2017).

Jumanji The Next Level dapat ditonton di Netflix.

3. Free Guy (2021)


Bagaimana jadinya kalau karakter dalam MMORPG bernama Free City ternyata jadi punya perasaan dan cita-cita seperti manusia?

Free City ternyata juga menyimpan rahasia. Kode game yang dibuat oleh pencipta Free City yang asli ternyata disembunyikan oleh developer di salah satu komplek di level tersulit dalam game. Seorang karakter dalam Free City yang bernama Guy inilah yang menemukan kode rahasia itu dan membantu si pencipta mengambil kode miliknya. 

Adegan saat Guy mengambil kacamata dari pemain Free City (foto: Disney)
Aksi Ryan Reynolds yang berperan sebagai Guy ini dapat ditonton di Disney+ Hotstar. Eh, MMORPG itu apa? Massibvely multiplayer online role playing game, artinya game yang dimainkan banyak orang dalam waktu bersama karena terhubung oleh internet.

4. Ralph Breaks the Internet (2018)


Game Sugar Rush terancam shutdown karena setirnya rusak. Kalau game itu shutdown, maka ribuan karakter di Sugar Rush akan jadi tunawisma. Ralph lantas menolong Vanellope si penguasa Sugar Rush untuk masuk ke internet dan membeli setir Sugar Rush di eBay. 

Ralph dan Vanellope saat berada di internet (foto: Disney)
Karena ketidaktahuan Ralph dan Vanellope tentang dunia internet, satu-satunya setir Sugar Rush yang tersisa itu mereka tawar sampai 27.000 dolar!

Dimulailah petualangan Ralph dan Vanellope mencari uang di internet untuk membayar setir yang akan dikirim ke pemilik rumah permainan agar Sugar Rush tidak di-shutdown.

Supaya lebih seru, tonton juga film Wreck It Ralph (2012) Disney+ Hotstar. Wreck It Ralph berkisah saat Ralph, sebelum bersahabat dengan Vanellope, berpetualang untuk mengubah karakternya jadi baik di permainan arkade bernama Wreck It Ralph.

5. Gamer (2009)


Manusia di tahun 2034 sudah punya avatar yang bisa mereka mainkan setiap waktu di dalam game yang mereka buat sendiri. Avatar itu ternyata adalah para budak yang otaknya diberi chip sehingga dapat dikendalikan seperti mainan.

IMdB
Sampai sejauh manakah manusia memperalat manusia lain untuk dijadikan permainan? Walau sarat adegan kekerasan, Gamer masih nyaman ditonton karena tidak brutal seperti Death Race, Mad Max, atau Kala.

Film yang dibintangi Gerard Butler ini dapat disewa di Google Play.

6. Space Jam A New Legacy (2021)


Bila pada Space Jam (1996) pebasket legendaris Michael Jordan membintanginya, maka di A New Legacy, bintangnya adalah pebasket multitalenta LeBron James. LeBron juga berpetualang di dunia Looney Tunes bersama Bugs Bunny dkk.

Alkisah, karena terjadi glitch, algoritma dalam permainan yang dibuat Dom, anak LeBron, menarik dunia Looney Tunes menjadi CGI (computer-generated imagenary). Lebih parahnya, orang-orang di dunia  nyata tercancam jadi kartun karena algoritma itu juga masuk ke jaringan internet dan game

LeBron James dalam Space Jam A New Legacy (foto: Disney)
Sayang, menjelang akhir film, plot cerita tampak kedodoran dan terkesan dipanjang-panjangkan hingga yaris jadi tidak masuk akal walaupun ini memang film imajinasi.

Silakan tonton Space Jam: A New Legacy di Disney+ Hotstar

7. Pixels (2015)


Karakter di game-game jadul macam Donkey Kong, Space Invaders, Q*bert hingga Pac-Man ada disini. Namun, mereka bukannya ada di video game, tapi diperalat alien untuk menyerang bumi.

Tahun 1982, NASA merekam kejuaraan dunia permainan arkade yang juga diikuti oleh Brenner. Rekaman itu kemudian dikirim ke satelit untuk disebarkan ke antariksa. Tak dinyana, rekaman kejuaraan game itu diterima alien dan dianggap serius sehingga pada tahun 2015 mereka menyerang bumi. 

Pac-Man menyerang New York dan dihadang oleh para gamer era 1980-an menggunakan mobil Ghost (foto: Netflix)
Tonton aksi keren Adam Sandler yang memerankan jagoan video games bernama Brenner di Netflix.


Menulis di Blog Pribadi atau Blog Publik? Ini Perbandingannya

Menulis di Blog Pribadi atau Blog Publik? Ini Perbandingannya

Memangnya masih ada orang yang baca blog? Semua, kan, sudah beralih melihat YouTube, TikTok, dan Instagram.

Data dari Statista menunjukkan jumlah pengguna internet aktif di Indonesia pada 2022 ada 210 juta. Jumlah itu diprediksi meningkat pada tahun 2026 menjadi 293 juta pengguna. Itu berarti makin banyak orang Indonesia tahu kegunaan internet, termasuk membaca blog untuk mencari bacaan ringan dan mendapat opini yang sehaluan.

Harus diakui, walau masih banyak orang yang membaca blog, tapi persentasenya lebih kecil dari yang menonton platfrom berbagi video. Pemasang iklan dari jenama ternama juga lebih memilih pasang iklan di situs berita arus utama daripada blog.

Pada tren iklan di internet, cost per click (CPC) dan cost per mile (CPM) AdSense pada blog dan website lebih rendah dari CPC dan CPM di YouTube. Bila seorang narablog (blogger) ingin CPC lebih besar, maka dia harus menulis blognya dalam bahasa Inggris.

Ini bukan karena sok nginggris atau tunduk pada asing, melainkan karena bahasa Inggris adalah bahasa paling mendunia yang dimengerti oleh orang di banyak negara. Maka jangkauan blog berbahasa Inggris lebih luas daripada yang berbahasa Indonesia.

Keuntungan Menulis di Blog Pribadi 


Keuntungan paling utama punya blog pribadi adalah kepuasan batin. Namanya saja blog sendiri, kita bebas saja mau mengisi dengan konten apa saja, asal tidak melanggar UU ITE dan hak karya cipta intelektual.

Berikut keuntungan mengelola blog pribadi.

1. Bebas mendesain dan mengatur tata letak sesuka hati

Terlepas dari keperluan SEO, kita bebas gonti-ganti header, warna blog, bahkan template sesuai selera. Kita juga bisa posting video bersamaan dengan artikel atau membuat meme dan mempostingnya di blog.

2. Bisa bikin konten tanpa terikat syarat dan ketentuan dari blog publik

Pengelola blog publik biasanya menerapkan berbagai syarat dan ketentuan untuk menjaga blog itu bebas spam dan penyebaran hoaks. Syarat dan ketentuan itu juga untuk menghindarkan dari tuntutan hukum pihak lain walau sudah ada disclaimer setiap konten adalah tanggung jawab penulisnya, bukan pengelola blog.

Blog juga bisa kita fungsikan sebagai buku harian dengan identitas anonim untuk mengeluarkan segala keresahan hati.

3. Bisa dimonetisasi

Blog pribadi dapat kita monetize dengan AdSense, Admob, Adsterra, Optad360, AdNow, atau Yllix. Banyaknya uang yang kita dapat tergantung dari seberapa serius kita mengelola blog dengan satu niche dan penerapan search engine optimization alias SEO.

Blog publik juga memberi insentif kepada penulisnya, tapi jumlahnya kecil dan kita harus memenuhi beberapa syarat dulu sebelum menerima bayaran.

Pendapatan dari blog pribadi bisa puluhan kali lipat lebih banyak dari insentif yang kita dapat di blog sosial, termasuk dari content placement.

Kelebihan Menulis di Blog Publik


Blog publik disebut juga blog sosial atau blog keroyokan karena penulisnya banyak dan bisa berasal dari semua kalangan, usia, dan latar belakang.

Blog publik paling terkenal saat ini adalah Kompasiana, Indonesiana, Mojok, Seword, dan IDNTimes. Namun, IDNTimes sudah bertransformasi jadi blog informatif, bukan lagi blog yang memuat opini dan jurnalisme warga.

Berikut adalah keuntungan dan kelebihan menulis di blog keroyokan.

1. Jaminan dapat pembaca

Para penulis di blog sosial akan saling membaca artikel satu sama lain. Itu artinya kita sudah pasti dapat pembaca walau tidak sampat seratus orang. 

Ide jadi tersampaikan dan ada kepuasaan saat tulisan kita dibaca dan dapat komentar positif dari orang lain.

Kalau mau artikel lebih banyak dibaca, kita harus membaca artikel orang lain lebih dulu kemudian memberi komentar. Dengan begitu penulis lain di blog publik akan balik berkunjung ke artikel kita.

2. Tidak direpotkan oleh SEO

SEO, domain, hosting, dan pengelolaan blog sosial sudah diurus oleh pengelola atau admin. Kita tinggal menulis, pilih gambar pendukung, lalu posting. Selesai.

Kita tidak perlu susah-susah menerapkan on-page SEO kalau menulis di blog publik. Tidak perlu pakai riset kata kunci segala seperti yang dilakukan banyak narablog supaya dapat pembaca dari mesin pencari.

3. Dapat bergabung di komunitas

Blog sosial biasanya juga menyediakan grup Telegram atau WhatsApp untuk para penulisnya ngobrol dan berbagi informasi.

Di Kompasiana komunitas itu sudah makin banyak dan spesifik. Ada komunitas khusus penyuka traveling, film, perempuan, kerohanian, bahkan komunitas ghibah.

Bergabung di komunitas dapat membuat kita tidak merasa kesepian sekaligus menambah wawasan tentang banyak hal.

Punya Blog Pribadi Sekaligus Menulis di Blog Publik?


Boleh saja. Banyak narablog yang juga menulis di blog publik, terutama mereka yang blognya ber-niche dan menghasilkan uang, tapi ingin menulis hal lain.

Supaya tidak menganggu niche (topik khusus) blognya, para narablog yang ingin menulis topik lain mempostingnya di blog publik.

Karena alasan itu juga, tidak ada narablog yang copy-paste artikel blog pribadi ke blog publik atau sebaliknya. Walau artikel milik sendiri yang ditulis sendiri, perbuatan itu tetap dianggap sebagai plagiat yang melanggar etika hak cipta.

Bacaan Lain: Riset Keyword dan Konten Evergreen 

Alasan lain orang punya blog pribadi, tapi menulis di blog publik adalah untuk memposisikan blognya supaya dikenal, terutama mereka yang baru merintis blog pribadi.

Apapun alasannya, punya blog pribadi sekaligus menulis di blog sosial tidak ada yang melarang. Yang penting si penulis selalu membuat artikel yang berbeda untuk tiap blog karena artikel termasuk hak atas kekayaan intelektual yang dilindungi oleh UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Ciri Musik Koplo yang Membuat Dangdut Jawa Tidak Bisa Disebut Koplo

Ciri Musik Koplo yang Membuat Dangdut Jawa Tidak Bisa Disebut Koplo

Lagu Ojo Dibandingke yang dibawakan Fareal Prayoga di Istana Negara saat upacara HUT RI, bukanlah dangdut koplo seperti yang sering disebut banyak orang.

Pada lagu ciptaan Abah Lala yang dinyanyikan bersama dengan Denny Caknan ini, genre yang pas adalah pop-dangdut daripada koplo, walaupun di bagian refrain aransemen musiknya dibuat lebih cepat dari intro.

Aransemen di bagian refrain Ojo Dibandingke dibuat jadi agak cepat supaya pendengarnya bisa berjoget. Tidak seperti lagu-lagu balada Batak, sesedih dan semiris apapun lagu Jawa, musiknya tetap dibuat supaya orang bisa berjoget gembira.

Bacaan Lain: Beda Musik Metal dengan Punk

Pengecualian ada pada musik campursari yang walaupun berbahasa Jawa, tapi instrumen utamanya adalah gamelan, sehingga tidak cocok buat joget.

Ciri Musik Koplo


1. Dimainkan dengan tempo cepat 

Dangdut koplo konsisten dimainkan dengan tempo cepat dari intro, refrain, sampai coda dan outro. 

Menurut Allen Winold dalam bukunya berjudul "Introduction to Music Theory", tempo adalah kecepatan irama atau beat di dalam musik.

Sedangkan menurut Jelly Eko Purnomo pada buku Seni Budaya SMA/MA Kelas 10, tempo adalah durasi kecepatan birama lagu.

Seringkali dalam lagu pop-dangdut berbahasa Jawa, intro di awal bertempo lambat kemudian dibuat agak cepat di bagian refrain sampai outro.

Namun, tempo tetap tidak berubah, yang berubah hanya aransemennya saja. Kebanyakan tempo lagu dangdut-pop Jawa adalah andante atau sedang di angka 69-76 BPM (beat per minute).

2. Lirik lagu cenderung vulgar

Lirik dalam musik koplo bisa tentang kehidupan sehari-hari, percintaan yang gagal, babkan yang menjurus seks. Semuanya disampaikan dengan diksi (pemilihan kata) yang vulgar.

Lagu pop-dangdut Jawa mengisahkan kehidupan sehari-hari, termasuk juga percintaan, tapi tidak dengan lirik yang vulgar.

3. Menggunakan synthesizer

Synthesizer adalah alat musik elektronik mirip keyboard yang memiliki banyak fungsi seperti mengubah warna suara, volume suara, karakter dan jenis suara bahkan mampu merubah tinggi rendahnya nada. 

Koplo menggunakan synthesizer untuk menghasilkan efek suara yang bervariasi, nada yang melengking, atau mengubah liukan instrumen musik.

Sedangkan pada pop-dangdut Jawa hampir tidak pernah menggunakan synthesizer karena sudah menggunakan kendang dan suling yang dibantu keyboard.

4. Lebih banyak yang berbahasa Indonesia daripada Jawa

Nyatanya hampir semua lagu koplo dibuat dalam bahasa Indonesia, bukan Jawa. Maka sangat keliru kalau lagu dangdut-pop berbahasa Jawa disebut sebagai lagu koplo.

5. Bertujuan memancing orang berjoget

Musik koplo yang bertempo cepat dan penuh variasi instrumen musik menjadikannya sangat cocok buat berjoget. Itu sebab mmusik koplo banyak diputar di kafe dangdut.

Lain halnya dengan aransemen dangdut atau pop Jawa yang kadang sendu kadang ceria, sehingga tidak semua lagu pop-dangdut Jawa bisa dibuat joget.

Campursari

 

Seniman campursari tulen menurut saya bukan Didi Kempot, tanpa mengurangi rasa kagum dan hormat saya kepada almarhum Lord Didi, melainkan mendiang Manthous.

Musik campursari muncul dari kreativitas seniman Jawa di Solo dan Semarang pada tahun 1950-an. Menurut artikel di jurnal Asian Music Volume 34 Nomor 2 Tahun 2003 yang ditulis Rahayu Supanggah, musik campursri pertama diciptakan oleh musisi di RRI dan URIL (Unit Moril) TNI.

Ciri khas campursri yaitu permainan gamelan yang dipadu oleh alat musik moderen. Pada mulanya di era 1970-an, telinga awam sulit membedakan campursari dengan keroncong karena sams-sama menggunakan perangkat gamelang lengkap diiringi permainan biola.

Sejak munculnya Didi Kempot, campursari makin mendunia. Saking mendunianya jadi banyak yang salah kaprah menafsirkan dangdut berbahasa Jawa sebagai campursari. Pun sekarang lebih banyak yang keliru mendengar dangdut Jawa sebagai koplo.

Tarling

 

Pop-dangdut Jawa serupa dengan tarling, musik khas kota-kota pesisir Jawa Barat seperti Kuningan, Cirebon, dan Indramayu, yang dimainkan oleh instrumen utama gitar dan suling.

Bedanya, penyanyi tarling biasanya menggunakan cengkok khas Sunda yang meliuk tajam, sedangkan penyanyi pop-dangdut tidak harus punya cengkok.

Meski serupa dengan pop-dangdut Jawa, tarling sebenarnya lebih dekat dengan campursari karena sama-sama berawal dari kesenian daerah.

***

Kembali ke Ojo Dibandingke, semua suku di luar Jawa sebenarnya bisa menyebarkan lagu berhahasa daerah mereka ke seluruh Indonesia. 

Hanya saja, salah satu cara supaya sebuah lagu daerah bisa mengindonesia adalah, lagu itu disebarkan dan didengarkan oleh mayoritas sukunya sendiri lebih dulu.

Bila sudah didengarkan dan disebarkan, barulah satu lagu daerah akan didengar orang di seluruh Indonesia, seperti Farel Prayoga di Istana Negara.

Filter Bubble, Perangkap Internet yang Menyesatkan Pikiran dan Menyempitkan Wawasan

Filter Bubble, Perangkap Internet yang Menyesatkan Pikiran dan Menyempitkan Wawasan

Filter bubble atau gelembung filter adalah keadaan isolasi intelektual ketika algoritma situs web atau media sosial menebak informasi apa yang ingin dilihat pengguna berdasarkan riwayat penelusuran.

Selain dari riwayat penelusuran, algoritma di website atau media sosial "menebak" berdasarkan lokasi dan kebiasaan klik yang sering dilakukan pengguna. 

Cara Kerja Filter Bubble 


Algoritma dalam internet, termasuk di media sosial dan mesin pencari, menyaring informasi dan menunjukkan hanya yang kita sukai saja.

Maka hasil pencarian tiap orang bisa berbeda walau mengetikkan kata kunci yang sama di Google. Algoritma Google akan menyuguhkan informasi tergantung riwayat pencarian, lokasi, dan perilaku kita di dalam internet.

Contohnya, saat kita penasaran tentang khilafah lalu mencari info soal itu di Google, Twitter, dan Facebook. Esok harinya karena masih penasaran tentang sistem khilafah, kita mencarinya lagi.

Saat itu itulah algoritma di Google, Twitter, dan Facebook bekerja merekam hasil penelusuran, apa yang kita baca, dan ada dimana kita saat mengakses informasi itu.

Kalau kita cenderung lebih sering melihat dan membaca tentang keunggulan khilafah, maka hasil penelusuran yang akan ditampilkan lebih banyak tentang kebenaran dan keunggulan khilafah. Pun sebaliknya kalau kita lebih sering melihat dan membaca tentang efek buruk khilafah untuk Indonesia, maka yang akan ditampilkan di internet adalah informasi seperti itu.

Karena itulah istilah filter bubble disebut juga sebagai bingkai ideologis. 

Secara tidak langsung dan tidak disadari, seseorang dapat menjadi fanatik atau membenci suatu hal berdasarkan apa yang dia lihat dan baca terus-terusan di internet.

Asal Mula Istilah Filter Bubble 

 

Istilah gelembung filter dibuat oleh aktivis internet Eli Pariser sekitar tahun 2010 dan dibahas dalam bukunya tahun 2011 dengan nama yang sama. 

Menurut Pariser, ketika perusahaan internet berusaha menyesuaikan layanan mereka (termasuk berita dan hasil pencarian) dengan selera pribadi kita, didalamnya ada konsekuensi berbahaya yang tidak diinginkan, yaitu filter bubble, yang mana kita cuma dapat informasi yang itu-itu saja.

Hal yang begitu tidak bakalan memperluas wawasan karena kita terjebak pada wawasan yang itu-itu saja dan cuma melihat hal-hal  yang sudah kita senangi tanpa adanya kemungkinan kita menyukai informasi dari sisi lain.

Filter Bubble untuk Iklan


Filter bubble juga digunakan untuk kepentingan para pemasang iklan di aplikasi, media sosial, dan situs web. Apa yang sering kita cari dan kita baca di internet akan terbaca oleh algoritma. Algoritma lalu akan menampilkan iklan sesuai dengan perilaku internet kita.

Misal, kita sering mencari info tentang cara melangsingkan tubuh, maka iklan yang muncul di medsos, aplikasi, atau website yang sedang kita kunjung adalah obat pelangsing.

Pun kalau kita beberapa kali mengakses atau mengunduh lagu, maka iklan yang muncul adalah iklan aplikasi streaming atau paket musik dari provider simcard.

Dampak Buruk Filter Bubble

 

Awalnya filter bubble memberi kemudahan pada pengguna supaya kita tidak usah susah-susah "menyaring" di internet apa yang mereka suka dan yang tidak. Lama-lama filter bubble justru "menghambat" orang mendapat informasi yang berimbang.
 
1. Dapat mengubah hoaks menjadi kebenaran. Orang yang sering melihat berita dan informasi yang sama terus-menerus akhirnya menganggap bahwa informasi itu benar.

Hal ini terjadi karena filter bubble hanya menyediakan informasi hanya yang kita sukai, walaupun informasi itu sebenarnya bohong atau palsu. 

Pikiran yang terpapar berita bohong terus-terusan bisa jadi sesat. Sesat berpikir dapat mencetus sesat logika. Akhirnya kita jadi merasa paling benar.

2. Memilih pemimpin yang salah. Contoh nyata dampak buruh filter bubble terjadi di Amerika Serikat (AS).

Pada pemilihan presiden 2017 Pendukung Hillary Clinton di dunia nyata jauh lebih banyak. Hasil survei juga selalu memenangkan Hillary, tapi pendukungnya lantas terlena.

Di medsos dan internet, mereka selalu dapat informasi tentang keunggulan Hillary, tapi tidak melihat bahwa pendukung Trump begitu masif dan giat memakai medsos untuk menyebarkan berita bohong.

Karena terlena dan menganggap Hillary pasti menang, banyak pendukung yang tidak memberikan suaranya karena memilih berlibur. Situasi makin suram karena penghitungan suara di AS memakai sistem electoral college di mana calon presiden yang dapat suara terbanyak tidak otomatis jadi pemenang.

3. Menyuburkan paham radikal dan ekstremisme. Melansir kompas.com, sejumlah pengamat terorisme mengatakan bahwa internet dan media sosial berperan besar dalam menyebarkan paham radikal termasuk khilafah.

Paham khilafah sudah dilarang di Indonesia karena dianggap melakukan makar terhadap ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

sistem electoral college. Sistem electoral college ini membuat calon presiden yang memenangkan suara mayoritas secara nasional atau voting populer tidak otomatis menjadi pemenang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Simak Sistem, Tahapan dan Perhitungan Suara Pilpres AS 2020", Klik selengkapnya di sini: https://kabar24.bisnis.com/read/20200220/19/1203731/simak-sistem-tahapan-dan-perhitungan-suara-pilpres-as-2020.
Author: Denis Riantiza Meilanova
Editor : Nancy Junita

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
sistem electoral college. Sistem electoral college ini membuat calon presiden yang memenangkan suara mayoritas secara nasional atau voting populer tidak otomatis menjadi pemenang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Simak Sistem, Tahapan dan Perhitungan Suara Pilpres AS 2020", Klik selengkapnya di sini: https://kabar24.bisnis.com/read/20200220/19/1203731/simak-sistem-tahapan-dan-perhitungan-suara-pilpres-as-2020.
Author: Denis Riantiza Meilanova
Editor : Nancy Junita

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Ini juga yang jadi sebab para pendukung NKRI ramai di medsos menyamai ramainya propaganda khilafah dan radikalisme. 

Bila tidak dilampaui, minimal diimbangi, maka yang terus muncul di algoritma internet dan media sosial adalah khilafah, ekstremisme, dan radikalisme. Orang kemudian akan menganggap itu sebagai kebenaran.

Apakah Filter Bubble Hanya Terjadi di Internet?

 

Tidak. Filter bubble juga terjadi di suatu komunitas. Misal, di perumahan mewah, sekolah elit, atau komunitas keagamaan. Anggota dari kelompok, kompleks, atau komunitas tersebut akan menganggap bahwa hidup seperti yang mereka jalani itulah yang paling baik.

Jadi, saat mereka dihadapkan pada kenyataan yang bertolak belakang dari apa yang mereka lihat dan alami sehari-hari, mereka akan menolak dan menutup diri dari kenyataan itu.

Namun, di sisi media ada kecenderungan orang yang menonton berita di televisi dan radio tidak mudah terperangkap filter bubble. 

Ini dikarenakan televisi dan radio mainstream tidak menyiarkan berita sesuai selera kita, melainkan berdasarkan fakta yang sedang terjadi, kecuali bila radio atau televisi itu memang merupakan media propaganda yang sengaja menyebarkan suatu paham atau pandangan.

***

Makin sering mengakses informasi itu-itu saja, makin mudah kita terperangkap filter bubble yang membuat wawasan kita tidak berkembang dan pola pikir malah jadi makin sempit.

Makanya tidak heran kalau pendukung radikalisme dan ekstremisme amat susah untuk kembali ke NKRI karena telah terperangkap filter bubble. Penyebabnya karena yang mereka akses itu-itu saja yang akhirnya dianggap sebagai kebenaran.