Echo Chamber dan Sisi Gelap Internet

Echo Chamber dan Sisi Gelap Internet

Pada konteks media massa dan media sosial, echo chamber berarti ruang gema, yaitu lingkungan di mana seseorang hanya terpapar pada keyakinan dan pendapat yang sesuai nilai-nilai yang telah mereka percayai.

Penyebab Kita Terpapar Echo Chamber


1. Penggunaan media sosial berlebihan. Terlalu sering membuka medsos (padahal tidak ada yang harus dibagikan) mengakibatkan kita jadi membaca informasi yang tidak seharusnya kita baca.
 
Tanpa sadar kita terpapar opini keliru dan terus-menerus mencari informasi itu karena penasaran. Lama-lama kita merasa informasi itulah yang paling benar.

2. Kurang pergaulan. Cuma mau bergaul dengan orang yang seagama, sesuku, dan seras mengakibatkan pengetahuan kita tentang dunia luar jadi terbatas.
 
Maka dalam mencari informasi, kita cenderung hanya akan menerima berita dan opini dari sumber yang menguatkan pandangan kita saja.
 
Lama-lama kita jadi merasa eksklusif dan intoleran terhadap mereka yang tidak seagama, sesuku, dan seras.

3. Terlalu tergantung pada internet. Echo chamber terjadi karena kita terlalu mengandalkan internet untuk mencari tahu pengetahun dan informasi apa pun.

Misal ingin tahu tentang agama, kita tidak bertanya kepada kyai di pondok pesantren dan lebih suka mempercayai sebuah situs di internet yang bisa saja menyajikan dalil hadis tanpa sanad. 
 
Melansir NU Online, pada masa kekhalifahan dan sesudahnya sanad digunakan untuk menguji validitas sebuah informasi berupa hadis, atsar, dan khabar yang dibawa oleh seorang rawi (informan, guru, syekh). 
 
Selain itu, ulama hadis pada masa sebelumnya membaca sanad untuk memeroleh keberkahan dan rahmat dari Allah.
 
Di masa internet ini, seorang lulusan kampus agama terkemuka boleh berdakwah, tapi sanad yang dipakainya untuk berceramah belum tentu sevalid pendakwah dari pesantren.
 
Dari situlah cikal-bakal pola pikir kadrun berasal. Disebarluaskan oleh pendakwah yang sanadnya tidak jelas. Silakan baca: Kadrun dan Pola Pikir yang Menghambat Muslim

 

Sisi Gelap Internet

 

Mudahnya penggunaan internet dengan aneka jenis mesin pencari membuat manusia makin mudah dapat informasi. 

Sayangnya kemudahan itu tanpa kita sadari malah menjerumuskan. Kita tidak lagi mencari informasi baru untuk menambah kualitas hidup, melainkan hanya untuk memperkuat keyakinan dan sudut pandang semata. Juga menjelekkan hal yang berbeda pandangan dengan kita.

echo chamber

Pada 1996, peneliti dari Massachusset Institute of Technology (MIT) Marshall Van Alstyne dan Erik Brynjolfsson telah memperingatkan sisi gelap internet.

Mereka menulis dalam sebuah makalah

"Individu yang menyaring informasi yang tidak sesuai dengan preferensi mereka dapat membentuk klik virtual, mengisolasi diri mereka dari sudut pandang yang berlawanan, dan memperkuat bias mereka. 

Di internet, pengguna internet dapat berinteraksi dengan individu yang berpikiran sama yang memiliki nilai-nilai yang sama. Dengan demikian mereka jadi kurang memercayai keputusan penting dari orang-orang yang tidak sepaham dan nilai-nilainya berbeda."

Itulah echo chamber, memaksa orang untuk menutup pikiran mereka sendiri dari fakta dan lebih suka terbuai dengan informasi bohong, hanya karena informasi itu sesuai dengan nilai-nilai yang mereka percayai.

Echo Chamber dan Khilafah


Zakiah Aini nekat membeli airsoft gun dan menembak pos jaga Mabes Polri karena echo chamber. Polisi memaparkan bahwa Zakiah terpapar paham radikal ISIS dari internet.

Makin seseorang tertarik dengan suatu paham, makin dia mencari lebih banyak meski paham itu mengajarkan kekerasan yang mana semua agama justru melarang kekerasan.

Oleh penyebar sistem khilafah, pemerintah, termasuk aparat keamanan dianggap thogut (menindas, sewenang-wenang, dan melampaui Allah)  Maka mereka menolak segala yang datang dari pemerintahan thogut.

Karena meyakini hal yang seperti itu, maka informasi yang selalu ingin mereka dengar hanyalah tentang kelemahan dan keburukan pemeritahan semata.

Karena selalu mendengar apa yang ingin mereka dengar, pengetahuan mereka tentang Indonesia jadi tertutup. Padahal sejak sebelum Indonesia dijajah Belanda, Nusantara ini bukanlah negara Islam karena agama Islam masuk belakangan setelah Hindu dan Buddha, serta agama-agama kepercayaan.

Kalau sudah jadi negara Islam, Sunan Kalijaga tidak perlu repot memasukkan doa-doa dan shalawat di setiap kegiatan masyarakat di abad 15 yang mana banyak orang Jawa masih beragama Hindu.

Maka itu tidak ada alasan mengubah ideologi bangsa dan mengganti pemeritahan dengan sistem khilafah karena Indonesia ini punya banyak suku dan agama.

Kenapa kami contohkan khilafah? Karena hoaks dan propanganda tentang agama dampak buruknya lebih besar dan merusak daripada hoaks soal Jokowi atau Prabowo Subianto.

Echo Chamber dan Covid-19

 

Orang-orang yang tidak mau divaksin Covid-19 kebanyakan adalah mereka yang tidak percaya bahwa wabah Covid-19 nyata adanya.

ketidakpercayaan dan penolakan terhadap protokol kesehatan dialami oleh Wagub Jateng Taj Yasin tiap kali mensosialisaskan bahaya Covid-19. 

Selain karena tidak percaya bahwa wabah Covid-19 benar-benar ada, mereka juga terpapar disinformasi berita yang mengatakan kalau vaksin Covid mengandung babi.

Disinformasi itu mereka telan mentah-mentah karena mereka sudah tidak mau lagi mendengar informasi apa pun dari kelompok lain, walau kelompok lain itu mungkin menyampaikan kebenaran.

Itulah echo chamber. 

Istilah Lain Echo Chamber

 

  1. Filter bubble. Selengkapnya tentang Filter Bubble klik di sini.
  2. Hugbox
  3. Cult
  4. Mutual Admiration Society

Bahaya Echo Chamber

 

1. Pola pikir seseorang jadi menyempt. Echo chamber membuat orang terlena karena menganggap apa yang dipikiran dan diyakininya yang paling benar.

Seseorang juga bisa kehilangan rasa empatinya karena selalu berpikir dari sudut pandang dan pola pikirnya saja.

2. Tertutup pada pengetahuan dan informasi baru. Seseorang yang terpapar echo chamber tidak pernah siap menerima perubahan.

Padahal dunia selalu berubah karena setiap harinya manusia menemukan pengetahuan dan kemajuan teknologi.

3. Perpecahan di masyarakat. Bila tiap kelompok menganggap kelompoknya yang paling benar, maka masyarakat mudah dipolarisasi untuk kemudian diadu domba.

Bangsa Indonesia yang besar dengan beragam suku terancam pecah kalau suku dan agama mayoritas tidak merangkul agama dan suku lain hanya karena merasa suku dan agama lain jelek.

Menghindari Jebakan Echo Chamber

 

1. Biasakan bertanya pada orang yang lebih paham tentang suatu hal daripada mencarinya di Google. 

Bila ingin tahu soal urusan agama, tanya kepada guru agama atau kyai di pondok pesantren. Kalau mau tahu tentang ilmu kepenulisan, tanyakan pada penulis, bukan tukang cilok supaya tidak sesat.

2. Kurangi melihat media sosial. Gunakan medsos hanya kalau benar-benar perlu dan bukan untuk mengisi waktu.

Selebriti medsos bahkan hanya menggunakan medsos untuk mengisi konten dan membalas komentar netizen seperlunya karena penghasilan mereka dari medsos, bukan untuk menghabiskan hidup di medsos.

Isi waktu luang dengan mendengarkan radio, beres-beres rumah, menonton pertunjukkan teater, menikmati konser musik, atau menonton film.

3. Mengakui kalau manusia diciptakan berbeda-beda. Perbedaan justru membuat hidup lebih dinamis dan bervariasi.

Dengan mengakui kalau banyak perbedaan di dunia ini, kita bisa terhindar dari pola pikir sempit yang selalu menolak perubahan.

Filter Bubble, Perangkap Internet yang Menyesatkan Pikiran dan Menyempitkan Wawasan

Filter Bubble, Perangkap Internet yang Menyesatkan Pikiran dan Menyempitkan Wawasan

Filter bubble atau gelembung filter adalah keadaan isolasi intelektual ketika algoritma situs web atau media sosial menebak informasi apa yang ingin dilihat pengguna berdasarkan riwayat penelusuran.

Selain dari riwayat penelusuran, algoritma di website atau media sosial "menebak" berdasarkan lokasi dan kebiasaan klik yang sering dilakukan pengguna. 

Cara Kerja Filter Bubble 


Algoritma dalam internet, termasuk di media sosial dan mesin pencari, menyaring informasi dan menunjukkan hanya yang kita sukai saja.

Maka hasil pencarian tiap orang bisa berbeda walau mengetikkan kata kunci yang sama di Google. Algoritma Google akan menyuguhkan informasi tergantung riwayat pencarian, lokasi, dan perilaku kita di dalam internet.

Contohnya, saat kita penasaran tentang khilafah lalu mencari info soal itu di Google, Twitter, dan Facebook. Esok harinya karena masih penasaran tentang sistem khilafah, kita mencarinya lagi.

Saat itu itulah algoritma di Google, Twitter, dan Facebook bekerja merekam hasil penelusuran, apa yang kita baca, dan ada dimana kita saat mengakses informasi itu.

Kalau kita cenderung lebih sering melihat dan membaca tentang keunggulan khilafah, maka hasil penelusuran yang akan ditampilkan lebih banyak tentang kebenaran dan keunggulan khilafah. Pun sebaliknya kalau kita lebih sering melihat dan membaca tentang efek buruk khilafah untuk Indonesia, maka yang akan ditampilkan di internet adalah informasi seperti itu.

Karena itulah istilah filter bubble disebut juga sebagai bingkai ideologis. 

Secara tidak langsung dan tidak disadari, seseorang dapat menjadi fanatik atau membenci suatu hal berdasarkan apa yang dia lihat dan baca terus-terusan di internet.

Asal Mula Istilah Filter Bubble 

 

Istilah gelembung filter dibuat oleh aktivis internet Eli Pariser sekitar tahun 2010 dan dibahas dalam bukunya tahun 2011 dengan nama yang sama. 

Menurut Pariser, ketika perusahaan internet berusaha menyesuaikan layanan mereka (termasuk berita dan hasil pencarian) dengan selera pribadi kita, didalamnya ada konsekuensi berbahaya yang tidak diinginkan, yaitu filter bubble, yang mana kita cuma dapat informasi yang itu-itu saja.

Hal yang begitu tidak bakalan memperluas wawasan karena kita terjebak pada wawasan yang itu-itu saja dan cuma melihat hal-hal  yang sudah kita senangi tanpa adanya kemungkinan kita menyukai informasi dari sisi lain.

Filter Bubble untuk Iklan


Filter bubble juga digunakan untuk kepentingan para pemasang iklan di aplikasi, media sosial, dan situs web. Apa yang sering kita cari dan kita baca di internet akan terbaca oleh algoritma. Algoritma lalu akan menampilkan iklan sesuai dengan perilaku internet kita.

Misal, kita sering mencari info tentang cara melangsingkan tubuh, maka iklan yang muncul di medsos, aplikasi, atau website yang sedang kita kunjung adalah obat pelangsing.

Pun kalau kita beberapa kali mengakses atau mengunduh lagu, maka iklan yang muncul adalah iklan aplikasi streaming atau paket musik dari provider simcard.

Dampak Buruk Filter Bubble

 

Awalnya filter bubble memberi kemudahan pada pengguna supaya kita tidak usah susah-susah "menyaring" di internet apa yang mereka suka dan yang tidak. Lama-lama filter bubble justru "menghambat" orang mendapat informasi yang berimbang.
 
1. Dapat mengubah hoaks menjadi kebenaran. Orang yang sering melihat berita dan informasi yang sama terus-menerus akhirnya menganggap bahwa informasi itu benar.

Hal ini terjadi karena filter bubble hanya menyediakan informasi hanya yang kita sukai, walaupun informasi itu sebenarnya bohong atau palsu. 

Pikiran yang terpapar berita bohong terus-terusan bisa jadi sesat. Sesat berpikir dapat mencetus sesat logika. Akhirnya kita jadi merasa paling benar.

2. Memilih pemimpin yang salah. Contoh nyata dampak buruh filter bubble terjadi di Amerika Serikat (AS).

Pada pemilihan presiden 2017 Pendukung Hillary Clinton di dunia nyata jauh lebih banyak. Hasil survei juga selalu memenangkan Hillary, tapi pendukungnya lantas terlena.

Di medsos dan internet, mereka selalu dapat informasi tentang keunggulan Hillary, tapi tidak melihat bahwa pendukung Trump begitu masif dan giat memakai medsos untuk menyebarkan berita bohong.

Karena terlena dan menganggap Hillary pasti menang, banyak pendukung yang tidak memberikan suaranya karena memilih berlibur. Situasi makin suram karena penghitungan suara di AS memakai sistem electoral college di mana calon presiden yang dapat suara terbanyak tidak otomatis jadi pemenang.

3. Menyuburkan paham radikal dan ekstremisme. Melansir kompas.com, sejumlah pengamat terorisme mengatakan bahwa internet dan media sosial berperan besar dalam menyebarkan paham radikal termasuk khilafah.

Paham khilafah sudah dilarang di Indonesia karena dianggap melakukan makar terhadap ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

sistem electoral college. Sistem electoral college ini membuat calon presiden yang memenangkan suara mayoritas secara nasional atau voting populer tidak otomatis menjadi pemenang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Simak Sistem, Tahapan dan Perhitungan Suara Pilpres AS 2020", Klik selengkapnya di sini: https://kabar24.bisnis.com/read/20200220/19/1203731/simak-sistem-tahapan-dan-perhitungan-suara-pilpres-as-2020.
Author: Denis Riantiza Meilanova
Editor : Nancy Junita

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
sistem electoral college. Sistem electoral college ini membuat calon presiden yang memenangkan suara mayoritas secara nasional atau voting populer tidak otomatis menjadi pemenang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Simak Sistem, Tahapan dan Perhitungan Suara Pilpres AS 2020", Klik selengkapnya di sini: https://kabar24.bisnis.com/read/20200220/19/1203731/simak-sistem-tahapan-dan-perhitungan-suara-pilpres-as-2020.
Author: Denis Riantiza Meilanova
Editor : Nancy Junita

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Ini juga yang jadi sebab para pendukung NKRI ramai di medsos menyamai ramainya propaganda khilafah dan radikalisme. 

Bila tidak dilampaui, minimal diimbangi, maka yang terus muncul di algoritma internet dan media sosial adalah khilafah, ekstremisme, dan radikalisme. Orang kemudian akan menganggap itu sebagai kebenaran.

Apakah Filter Bubble Hanya Terjadi di Internet?

 

Tidak. Filter bubble juga terjadi di suatu komunitas. Misal, di perumahan mewah, sekolah elit, atau komunitas keagamaan. Anggota dari kelompok, kompleks, atau komunitas tersebut akan menganggap bahwa hidup seperti yang mereka jalani itulah yang paling baik.

Jadi, saat mereka dihadapkan pada kenyataan yang bertolak belakang dari apa yang mereka lihat dan alami sehari-hari, mereka akan menolak dan menutup diri dari kenyataan itu.

Namun, di sisi media ada kecenderungan orang yang menonton berita di televisi dan radio tidak mudah terperangkap filter bubble. 

Ini dikarenakan televisi dan radio mainstream tidak menyiarkan berita sesuai selera kita, melainkan berdasarkan fakta yang sedang terjadi, kecuali bila radio atau televisi itu memang merupakan media propaganda yang sengaja menyebarkan suatu paham atau pandangan.

***

Makin sering mengakses informasi itu-itu saja, makin mudah kita terperangkap filter bubble yang membuat wawasan kita tidak berkembang dan pola pikir malah jadi makin sempit.

Makanya tidak heran kalau pendukung radikalisme dan ekstremisme amat susah untuk kembali ke NKRI karena telah terperangkap filter bubble. Penyebabnya karena yang mereka akses itu-itu saja yang akhirnya dianggap sebagai kebenaran. 

10 Negara dengan Pengguna Instagram Terbanyak 2022

10 Negara dengan Pengguna Instagram Terbanyak 2022

Indonesia punya hampir seratus juta akun Instagram aktif. Sebagian besar dari pengguna Instagram itu selalu mengunggah foto, video, dan "siaran langsung"  tanpa absen. Makin banyak follower sebuah akun, makin wow sebuah akun di mata warganet.

Warganet adalah akronim dari warga internet alias netizen (internet citizen). Siapa pun orangnya ketika dia masuk ke internet dan berselancar, baik untuk membuka media sosial atau membaca berita, dia otomatis jadi warganet.

Kalau begitu, apakah Indonesia termasuk negara dengan pengguna terbanyak di dunia?

Melansir data di statista.com, berikut 10 negara dengan jumlah pengguna Instagram terbanyak di dunia.

10. Jerman

Negara di Eropa Tengah ini punya 29,85 juta akun. Menurut statcounter, jumlah pengguna Instagram hanya 7,32% dari total pengguna medsos di Jerman. 

Ini menjadikan Instagram sebagai medsos ketiga setelah Facebook dan Pinterest sebagai medsos yang paling banyak digunakan oleh orang Jerman 

9. Britania Raya (United Kingdom)

Negara yang disebut Britania Raya meliputi Inggris, Wales, dan Skotlandia. Akun Instagram pasangan kerajaan paling tersohor Kate Middleton dan Prince William yang bernama @dukeandduchessofcambridge punya 13 juta follower.

Akun terpopuler di Britania Raya adalah milik David Beckham yang punya 18 juta follower. Sebelumnya David punya 34  juta follower, namun jumlah itu terus menurun sampai pada 2022 dia hanya punya 18 juta follower.

Jumlah pengguna Instagram di United Kingdom mencapai 31,75 juta akun. 

8. Meksiko

Negara yang 70% kehidupannya dikuasai geng-geng kriminal ini punya 37,85 juta pengguna Instagram. Tidak tahu apakah geng kriminal punya jutaan follower atau malah tidak punya akun, yang pasti geng kriminal disana tidak takut untuk menghabisi polisi.

7. Jepang

Lumayan juga Jepang ada di peringkat 7 dengan 46,1 juta akun Instagram. Tiga sampai lima tahun lalu Jepang dikenal sebagai negara yang penduduknya paling jarang online

Mereka cuma menghabiskan 3-4 jam sehari untuk terhubung dengan internet dan media sosial. Bandingkan dengan orang Indonesia yang menghabiskan lebih dari 8 jam sehari untuk online.

Facebook dan Instagram adalah platform medsos yang paling banyak digunakan orang Jepang pada 2022. Menyusul dibelakangnya ada Line dan YouTube.

6. Turki

Penduduk Turki ada sekitar 86 juta jiwa dan 52,15 jutanya adalah pengguna Instagram. Akun milik aktris Sinem Kobal punya follower terbanyak sebesar 5,9 juta. 

Aktris Turki Sinem Kobal (instagram/sinemkobal).

5. Rusia

Negeri Beruang Merah ini unik karena sebagian wilayahnya ada di Eropa dan Asia yang sering disebut sebagai Eurasia. Sama seperti Turki yang juga berada di Asia dan Eropa, orang-orang Turki lebih khas berwajah bule daripada ras Asia yang tubuhnya tidak setinggi Eropa dengan wajah yang lebih imut.

Pengguna Instagram di Rusia ada 63 juta pengguna dari 146 juta penduduknya. Presiden Rusia Vladimir Putin punya 386.000 follower di akunnya.

4. Indonesia 

Kita pasti sudah yakin bahwa Zamrud Khatulistiwa masuk jajaran negara dengan pengguna Instagram terbanyak di dunia. 

Jumlah follower yang dimiliki Raffi Ahmad-Nagita Slavina saja mencapai 60,2 juta. Sedangkan jumlah penduduk kita ada 279 juta jiwa. 

Jumlah penduduk Indonesia tahun 2022 dari Worlddometers.info

Menurut DataReportal, ada enam media sosial paling populer di Indonesia, yaitu YouTube, Facebook, Instagram, TikTok, Facebook Messenger, dan Twitter. 

Facebook Messenger rasanya kurang pas disebut sebagai medsos karena platform itu lebih cocok disebut pesan instan seperti WhatsApp.

3. Brasil

Wajar kalau negeri Samba ini nangkring di urutan tiga besar negara yang punya akun Instagram terbanyak. Jumlah pengguna internet di sana juga nomor lima terbesar di dunia dengan 165,3 juta orang yang online setiap harinya.

Jumlah pengguna Instagram di negara terbesar di Amerika Latin ini ada 119,45 juta.

2. Amerika Serikat

Negeri Paman Sam punya 159,75 juta pengguna. Berdasarkan data dari Pew Research Center tahun 2021, kelompok usia yang paling banyak memakai Instagram adalah mereka yang berusia 18-29 tahun.

Jumlah penduduk di United State of America pada Mei 2022 ada lebih dari 334 juta jiwa atau yang ketiga terbanyak di dunia setelah Tingkok dan India.

1. India

Pada 21 Mei 2022, negara ini telah berpenduduk 1.406.082.278 miliar. Jumlah ini nyaris menyamai Tiongkok yang berpenduduk 1.449.864.867 orang pada tanggal yang sama.

worlddometer.info
Makanya tidak heran kalau India punya jumlah pengguna Instagram terbanyak di dunia dengan 230,25 juta akun..

Akun dengan follower terbanyak dimiliki oleh Virat Kohli dengan 195 juta akun yang mem-follownya. Virat Kohli bukan artis Bollywood, melainkan mantan kapten tim nasional kriket India.

***

Akun Instagram dengan follower terbanyak di dunia jadi milik Cristiano Ronaldo dengan 444 juta followers
Tangkapan layar akun Instagram Cristiano Ronaldo

Tiongkok sebagai negara berpenduduk terbesar di dunia dengan lebih dari 1,4 miliar penduduk tidak masuk dalam daftar ini. Itu karena Tiongkok melarang Instagram yang notebene bikinan Amerika. Medsos yang digunakan Tiongkok adalah Weibo.

Kalau pengguna TikTok mungkin banyak karena TikTok dibuat oleh ByteDance yang merupakan perusahaan asal negeri Tirai Bambu itu.

Luxury Influencer, Gaya Hidup Mewah Selebriti Internet untuk Sponsor dan Iklan

Luxury Influencer, Gaya Hidup Mewah Selebriti Internet untuk Sponsor dan Iklan

Syahrini bisa disebut pelopor luxury influencer paling sukses di Indonesia, sebelum disalip Nagita Slavina. Mengawali karir dari menyanyi, Syahrini lantas dikenal karena gaya hidupnya yang glamor, mewah, dan serba mahal. Tiada barang lokal, apalagi yang murah, menempel di tubuhnya. 

Syahrini juga jadi selebriti yang memamerkan Lamborghini Aventador dan ikut konvoi dengan rombongan klub Lamborghini. Belakangan diketahui bahwa Lamborghini itu hanya disewa olehnya, bukan dibeli.

Apa Itu Luxury Influencer?


Luxury influencer atau pemengaruh kemewahan adalah orang yang dibayar untuk mempromosikan merek dan produk yang mahal. 

Karena itulah gaya hidup seorang luxury influencer terlihat mewah dan glamor karena dia merepresentasikan merek dan barang yang harganya selangit. Selangit menurut orang kebanyakan bisa jadi cuma secuil bagi orang kaya.

Dia juga bisa mempromosikan beberapa produk dari jenama (merek) yang berbeda dalam satu sesi foto. Misal, dia sedang berpose di lapangan golf. Produk yang dia promosikan bisa berupa set tongkat golf, topi, kaus, rok, sepatu, jam tangan, sampai tabir surya dari brand berbeda.

Walau yang seperti itu memang jarang terjadi, tapi dimungkinkan bila si influencer dibayar untuk secara tidak langsung mempromosikan produk-produk itu. Gunanya supaya si influencer tetap tampil sesuai gayanya sehari-hari dan tidak tampak seperti sedang mempromosikan suatu produk.

Seorang luxury influencer atau pemengaruh kemewahan kerap kali diharuskan glamor dan jadi trendsetter. Itu karena produk yang dipromosikannya hanya bisa dibeli oleh orang berduit dan orang yang tidak ingin punya barang "pasaran" yang dipakai banyak orang.

Foto dari akun Instagram luxury influencer Tara Whiteman yang sedang berada di Dubai (intagram/taramilktea)

Siapa yang Bisa Melakoni Pekerjaan Sebagai Luxury Influencer?


Semua orang, terutama mereka yang punya paras rupawan karena umumnya kemewahan berbanding lurus dengan kebersihan tubuh, kerapian penampilan, dan keidealan bentuk tubuh.

Seseorang juga harus senang travelling dan tidak risih membeli barang berharga mahal. Plus, dia harus punya jutaan follower di media sosial (terutama Instagram) atau platform berbagi video YouTube dan TikTok.

Tidak semua orang yang punya jutaan follower di Instagram bisa jadi luxury influencer karena dia harus lebih dulu memajang gaya hidupnya yang mewah. Setelah itu baru merek-merek mahal membayarnya untuk mempromosikan produk. 

Berapa Pendapatan Luxury Influencer?


Orang yang ingin produknya dipromosikan oleh Syahrini untuk dipamerkan di Instagram harus membayar Rp150 juta untuk satu foto dan pose. Tarif endorse ratusan juta itu sepadan karena Syahrini punya 38,7 juta follower.

Sebanyak 70-80 persen dari follower biasanya sangat loyal terhadap orang yang di-follownya. Jumlah sebanyak itu adalah pasar potensial buat para pengusaha untuk menarik pasar sebanyak mungkin.

Bagaimana kalau 80% followernya loyal, tapi berkantong cekak? Mereka memang cekak, tapi jumlah mereka cukup untuk membuat trending sebuah nama atau produk. 

Kalau sesuatu sudah jadi tren di media sosial, berarti branding yang dibuat untuk suatu produk sudah berhasil. Nama brand itu akan menguat di benak masyarakat. Selanjutnya orang akan membeli barang mahal yang menurut mereka unik dan tinggi kualitasnya.

Kenapa Orang Senang Menonton Selebriti Adu Kemewahan?


Jawabnya mudah, untuk kesenangan semu. Seolah mereka ikut menikmati kekayaan dan kegembiraan hidup yang bergelimang harta. Padahal makin sering kita nonton yang seperti itu, makin kita jadi pemalas dan pengkhayal.

Bukannya malah termotivasi untuk jadi orang berduit juga?

Kalau nontonnya sesekali mungkin iya. Kita termootivasi untuk kreatif dan giat bekerja, tapi kalau sering kita malah jadi terlena. Merasa kita sudah bahagia walau cuma nonton para selebriti liburan ke mana-mana, pakai sepatu mahal, dan punya muka glowing. Akibatnya kita jadi terlena dan tumpul. 

Top 10 Luxury Influencer Dunia


Ternyata orang yang disebut sebagai Top 10 Luxury Influencers versi situs influence4you.com semuanya tidak punya follower puluhan juta seperti Syahrini, Raffi-Nagita, bahkan Bella Shofie.

  1. iamrenanpacheco.
  2. taramilktea
  3. jeremyaustiin
  4. ericasgirlyworld
  5. amelialiana
  6. lornaluxe
  7. andathousandwords
  8. leoniehanne
  9. theluxurytraveller
  10. ericconover

Mereka disebut luxury influencer bukan karena gaya hidupnya, tapi pekerjaannya sebagai kreator konten kemewahan dan mempromosikan tempat-tempat eksotis di seluruh dunia. Walau followernya tidak sampai juta-jutaan, 6 dari influencer ini sudah bercentang biru di Instagram, alias terverifikasi sebagai orang yang punya pengaruh atau orang penting.

Menilik Truth Social Milik Donald Trump dan Jalan Terjalnya Menyamai Twitter

Menilik Truth Social Milik Donald Trump dan Jalan Terjalnya Menyamai Twitter

Mantan presiden AS Donald Trump memegang kata-katanya. Dia membuat Truth Social sebagai media sosial yang tidak bakal memblokir penggunanya, tidak mendiskriminasi, dan menjunjung kebebasan berpendapat, demikian yang dikutip dari situs truthsocial.com

(nypost.com)

Langkah Donald Trump membuat medsos sendiri ini karena dia sudah diblokir dari Twitter, Facebook, dan Youtube berkaitan dengan ujarannya yang memprovokasi pendukung untuk mengepung Gedung Putih.

Medsos yang baru diluncurkan terbatas pada 21 Februari 2022 ini punya tampilan mirip Twitter. Ada fiturnya yang bernama re-truth, mirip seperti retweet milik Twitter. Dilansir situs New York Times, dalam versi rilisnya masih banyak glitch. 

Pada aplikasi, glitch adalah gangguan fungsi yang tiba-tiba dan teratur. Walau sementara, namun glitch pada aplikasi yang baru diluncurkan jarang terjadi karena bila sudah diluncurkan, sebuah aplikasi berarti sudah stabil.

Truth Social dan Twitter

Tampilan dan cara kerja Truth Social yang mirip Twitter amat wajar mengingat Twitter adalah media sosial favorit Donald Trump. 

Trump sering langsung mencuitkan pendapatnya bila menonton berita yang amat disukainya atau yang tidak disukainya. Spontanitasnya itu membuat cuitan Donald Trump seperti cuitan warga negara biasa yang memang bebas beropini mengutarakan pendapat.

Padahal apapun cuitan Donald Trump pasti punya dampak besar karena dia adalah presiden Amerika Serikat.

Didepak dari media sosial favoritnya membuat Trump sakit hati dan lantas berjanji akan membuat medsos baru yang mana pengguna bebas dari blokiran, bebas mengucapkan apapun, dan bebas dari intimidasi, seperti lansiran dari situs radio NPR.

Jalan Berat Truth Social Menyaingi Twitter

Karena tampilan dan fiturnya yang mirip Twitter, banyak berita, termasuk dari The Verge, yang menganggap bahwa Truth Social sengaja dibuat untuk menyaingi Twitter. 

Akun Twitter Donald Trump yang diblokir punya sekitar 88 juta pengikut. Maka kemungkinan Truth Social mengincar orang-orang yang punya pandangan serupa dengan Trump untuk pindah dari Twitter ke Truth Social.

Kalau begitu bisakah Truth Social menyamai Twitter dan kemudian mengalahkannya? Mari kita tilik beberapa fakta berikut:

1. Truth Social belum tersedia untuk negara diluar AS. Saat ini aplikasi Truth Social hanya diluncurkan di AS dan belum tersedia untuk negara lain. 

Pada 2022, media sosial terbesar di dunia dipegang oleh Twitter. Walau AS adalah negara dengan pengguna Twitter terbanyak dunia, menurut Statista, dengan lebih dari 77 juta pengguna, tapi membuat orang sebanyak itu pindah platform tidaklah gampang karena mereka sudah punya kenyamanan memakai medsos tertentu.

Tambahan lagi, Truth Social baru dirilis untuk pengguna di Amerika Serikat. Medsos keluaran perusahaan Trump Media & Technology Group (TMTG) itu harus menarik orang di AS dulu sebelum menarik minat orang di luar AS.

Oh ya, kalau AS di peringkat satu negara berpengguna Twitter terbesar di dunia, Indonesia nomor berapa? Indonesia ada di peringkat 6 negara dengan pengguna Twitter terbanyak di dunia, berdasarkan data dari Statista pada 2021.

2. Pengikut (followers) Donald Trump di Truth Social masih di angka 50.000-an. Minimnya followers Trump di Truth Social salah satunya karena postingan Donald di Truth Social baru satu, sekedar ucapan hello selamat datang. Untuk apa orang mem-follow akun yang belum ada isinya?

3. Truth Social dibuat untuk mengakomodasi orang yang berhaluan politik sama seperti Donald Trumph, sehingga orang-orang yang tidak seide bakalan kurang suka berada di Truth Social.

Tagline Truth Social adalah "media sosial yang mendorong percakapan global yang terbuka, bebas, dan jujur tanpa diskriminasi politik."

Karena dibuat untuk semua orang tanpa diskriminasi politik, justru Truth Social bakalan berbau-bau perpolitikan dan ideologi tertentu, sesuai ideologi dan arah politik Donald Trump selaku penggagas dan pemilik. Hal itu bisa membuat orang enggan punya akun di Truth Social.

4. Donald Trump sudah bukan presiden AS. Akun Twitter Trump di Twitter punya 88 juta followers. Itu terjadi sejak dia menjabat jadi presiden AS. 

(axios.com)

Sejak akunnya diblokir dan tidak lagi jadi presiden, besar kemungkinan orang tidak lagi antusias mengikuti apa saja yang diopinikan oleh Donald Trump.

***

Hal yang paling dianggap enggak banget dari Truth Social adalah dia dibuat menyerupai dan untuk menyaingi Twitter. Tidak ada orisinalitas dan keunikan seperti yang semestinya ada pada media sosial baru.

However, siapa yang tahu masa depan. Mungkin saja kelak Truth Social akan jadi medsos paling populer di dunia, kalau sudah tidak ada bug, glitch, dan punya ciri khasnya sendiri yang tidak lagi dibuat untuk menyaingi medsos mana pun.

Warna Biru dan Tanda Centang Pada Verifikasi Medsos

Warna Biru dan Tanda Centang Pada Verifikasi Medsos

Kita tahu lah ya, warna biru punya arti kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.

Baju warna biru juga salah satu warna yang disarankan untuk dipakai saat wawancara kerja karena memberi kesan percaya diri dan bisa dipercaya.

Pada Twitter, centang atau lencana biru menandai bahwa akun tersebut high-profile atau berpengaruh bagi publik. 

Namun, Twitter telah menangguhkan permohonan lencana biru sejak 2017 dan secara bertahap hanya memberikannya kepada selebritis, tokoh politik, tokoh publik, dan influencer. Jadi yang "hanya" ibu rumah tangga seperti saya bagai pungguk merindukan bulan.

Satu hal unik, di platform microblogging itu semua member JKT48 dapat lencana biru sementara anggota boyband SMASH yang dapat lencana hanya Bisma, Dicky, dan Rangga. Grup idol JKT48 memang populer, tapi SMASH sudah lebih dulu populer dan lebih digilai. Hemm~.

Sedangkan di Instagram centang biru menandakan bahwa akun itu asli milik orang yang bersangkutan alias akun terverifikasi. Maksudnya kalau akun bercentang biru itu punya nama Trio Kwek-kwek, berarti Trio Kwek-kwek yang grup nyanyi itulah asli siempunya akun, meskipun dikelola oleh admin atau tim manajemen.

Permohonan tanda centang lebih sulit diberlakukan oleh YouTube. Centang pada YouTube tidak berwarna biru melainkan, kalau tidak salah, abu-abu.

Dahulu YouTube hanya mensyaratkan jumlah subscriber minimal 100rb untuk bisa mengajukan verifikasi centang. Namun sejak September 2019 syarat ini diperketat. Kanal harus benar-benar orisinil, bermanfaat bagi banyak orang atau mewakili brand atau tokoh tertentu. 

Sejak peraturan baru itu diberlakukan banyak YouTuber kenamaan yang tidak lagi bertanda centang, termasuk YouTuber top dunia, PewDiePie. Tapi apalah arti centang bagi PewDiePie, toh dia telah menandatangani kerjasama live streaming eksklusif dengan YouTube.

Satu lagi centang biru yang paling kita tunggu saat membuka ponsel, yaitu tanda centang dua biru pada WhatsApp yang menandakan pesan kita telah dibaca orang yang dituju. Tapi fitur read receipt ini bisa dinonaktifkan sesuka hati, sayapun melakukannya karena alasan privasi.

Begitu besar makna dan pengaruh warna biru sampai-sampai keluarga kerajaan dan keturunannya pun disebut sebagai darah biru.

Kelemahan Jualan Sistem Dropship

Kelemahan Jualan Sistem Dropship

Jualan model dropship memang punya kelebihan karena reseller tidak perlu membeli banyak barang untuk stok. Tinggal duduk manis, terima pesanan, hubungi seller penyedia barang, bayar, dan pesanan akan sampai di tempat pembeli dengan nama kita sebagai penjual.

Memang praktis dan tidak repot, tetapi ada kelemahan besar dari sisi respon dan kecepatan pengiriman barang.

Penyedia dropship biasanya perusahaan atau UMKM yang mempekerjakan karyawan dengan jam kerja terbatas, hanya pagi sampai sore. Jika kita mendapat order diluar jam kerja karyawan penyedia dropship maka order yang kita terima tidak akan cepat direspon dan kita juga tidak bisa melayani pembeli dengan cepat.


Misal ada orang yang membeli barang kita lewat marketplace atau toko online pada pukul 18.00, pesanan tidak akan bisa direspon penyedia dropship karena karyawan mereka sudah pulang pada pukul 17.00. Pesanan kita akan diproses besok paginya pukul 08.00 lalu barang dikirim sore hari dan resi akan diberikan besok paginya.

Dengan proses itu pembeli akan lama menunggu pesanan mereka tiba di tujuan. Lebih repot lagi kalau penyedia dropship tidak menyediakan layanan GOSend dan GrabExpress sehingga hanya pembeli yang tidak buru-buru yang bisa dilayani oleh dropship reseller. Padahal hampir semua pembeli online ingin dilayani dengan cepat dan barang sampai ke tempat mereka juga dengan cepat.

Inilah yang membuat dropshipper sulit bersaing dengan penjual yang punya stok barang sendiri.

Penyedia dropship juga melayani banyak pelanggan. Selain para dropshipper mereka juga melayani pembeli non-dropshipper secara eceran dan grosir dari seluruh wilayah Indonesia. Tentu saja mereka memilih praktis dengan mengumpulkan seluruh order lebih dulu lalu mengirimnya bersamaan pada sore hari. Resi yang di-input juga butuh waktu untuk diberitahukan satu-satu kepada para pelanggan mereka.

Selain itu kita tidak tahu bagaimana kualitas barang yang sebenarnya dari penyedia dropship karena kita tidak melihat barangnya langsung. Kalau ada pertanyaan, misal, tentang berapa ukuran baju diukur dari ketiak, kita akan menghubungi penyedia dropship dulu. Tentu butuh waktu tak terduga untuk menjawab pertanyaan simple macam itu karena tergantung cepat atau lama si penyedia dropship menjawabnya.

Hal-hal diatas membuat reseller dropship kalah saing dalam hal kecepatan dengan seller yang punya barang sendiri.

Tapi jangan patah semangat. Selalu ada pembeli yang tidak buru-buru menginginkan barang yang mereka beli cepat sampai. Asalkan barang yang kita jual berkualitas dengan harga bersaing, kita masih bisa cari uang dari sistem jualan dropship ini.

Kita Mudah Dikenali dari Cara Kita Bermedia Sosial

Kita Mudah Dikenali dari Cara Kita Bermedia Sosial

Sewaktu menonton film Baywatch (2017) yang dibintangi Dwayne Johnson dan Zac Efron, saya tertarik dengan adegan dimana Victoria Leeds (dibintangi Priyanka Chopra) kesal ketika teknisi IT yang disuruhnya tidak menemukan foto, status dan tulisan apapun di akun media sosial si orang yang akan dijatuhkannya. Penyebabnya adalah orang tersebut memang tidak punya satu pun akun media sosial yang bisa dibuntuti dan dipantau. Alhasil Victoria gagal mengancamnya menggunakan apapun yang ada di media sosial orang itu.

Bukan hanya Victoria Leeds yang menggunakan medsos untuk mengintip kehidupan seseorang, saya juga, hehehe! Ini karena dulunya saya bekerja di perusahaan overseas yang menugaskan saya memantau media sosial. Saya juga memanfaatkan media sosial (kecuali Instagram) untuk karakter pada novel orang yang saya bantu tuliskan.

Sebelumnya, saya pernah dipecat (yes, I got fired!) dari kantor pada 2008 karena menulis status tentang direktur eksekutif yang bersikap seenaknya—saya sekretaris eksekutif. Ndilalah status itu dibaca dan dia tersinggung berat. Dan tamatlah riwayat pekerjaan saya di kantor itu. Hal itu jadi pelajaran berharga buat saya dalam bermedsos.

Media sosial sekarang sudah tidak seperti dulu yang menghubungkan keluarga dan teman serta mencari relasi baru. Fungsi medsos sudah bergerak lebih luas menjadi penyedia informasi (baik propaganda, ideologi, berita bohong dan manipulatif) sekaligus ajang pamer, dan tempat cari sensasi.

Karena pergerakan inilah kebanyakan dari kita ikut terseret arus, entah ikut menyebarkan informasi atau ikut pamer, dan bukan sekedar berbagi foto, video atau pikiran.

Orang lain akan sangat mudah mengenal karakter dan sifat kita dari medsos dan menggunakannya untuk hal yang mereka mau. Misal jika kita lebih sering memajang foto sendirian (tidak berdua atau beramai-ramai) mungkin kita akan dibaca sebagai pribadi yang ingin pengakuan bahwa kita keren, pintar, berprestasi, gaya, dan sukses.

Seperti kata pepatah kekinian bahwa apa yang kita taruh di internet akan  selamanya akan berada di sana meski kita sudah menghapusnya. Karena itu saya kurang setuju jika foto dan video anak-anak kita, kita posting banyak-banyak di medsos dengan alasan untuk dokumentasi ketika mereka dewasa. 

Mendokumentasikan hal pribadi di medsos berarti membebaskan siapa saja melihat, mengambil, dan memanipulasi foto dan video kita.
Tidak ada rahasia di internet dan tidak akan pernah ada.

Kalaupun ingin mengabadikan moment keluarga yang bisa diakses kapanpun di masa depan, kita bisa membeli atau menyewa cloud storage yang relatif aman (selain OneDrive, Dropbox, GoogleDrive), meskipun penyedia cloud juga bisa mengintip arsip kita—namun tidak seterbuka medsos.

Strategi Kampanye Yahud Untuk Memenangkan Jokowi (atau) Prabowo Jadi Presiden di 2019

Strategi Kampanye Yahud Untuk Memenangkan Jokowi (atau) Prabowo Jadi Presiden di 2019

Tahun depan (2019) kita akan memilih presiden dan wakilnya yang akan memimpin Indonesia sampai 2023. Lagi-lagi yang jadi kandidatnya adalah Joko Widodo (dengan Ma'ruf Amin) dan Prabowo Subianto (dengan Sandiaga Salahuddin Uno).

Sosok Prabowo sendiri sebenarnya sudah kehabisan “bahan jualan” karena beliau sudah empat kali ikut sebagai peserta pemilihan presiden/wapres (2004-kalah konvensi Partai Golkar untuk posisi capres, 2009—Cawapres bersama Megawati, 2014—dikalahkan Joko Widodo). Banyak pengamat dan tokoh partai politik bilang bahwa untuk Pilpres 2019 ia lebih cocok jadi king maker daripada mencalonkan dirinya lagi.

Gerindra menyadari bahwa Prabowo adalah “barang lama”, maka mereka mencitrakan Prabowo Subianto menjadi “The New Prabowo” yang asyik dan cair.

Adanya branding baru terhadap Prabowo secara tidak langsung mengiyakan bahwa selama ini sosok Prabowo memang temperamental dan kaku.

So on, thanks to Sandiaga, elektabilitas Prabowo terdongkrak berkat dirinya. Dengan duitnya yang berlimpah (LKHPN Sandi sekitar Rp5 triliun) ia mudah ke pasar bertemu pedagang, ke pengajian bertemu ibu-ibu, ke gymnasium dan ke tempat nongkrong kaum milenial. Inilah keluwesan Sandiaga yang tidak dimiliki Prabowo. Latar belakang Sandi sebagai pengusaha membuatnya biasa bernegosiasi dan mencari peluang di celah sempit. Ia juga ramah dengan awak media selain tampangnya yang good looking.

Bukan tak mungkin gaya luwes Sandi mampu menarik suara anak muda. Di kalangan generasi milenial sendiri (berusia 22-37 tahun) Jokowi sudah populer sebagai presiden yang asyik yang suka pakai busana customized seperti mereka (kemeja, jaket, sneakers sampai motor), punya bicara yang sederhana dan tidak kaku seperti pejabat pada umumnya.

Jokowi juga senang nonton bioskop, festival musik, dan terkesan merakyat karena sering spontan menyapa warga di jalan dan makan di restoran yang sama dengan orang biasa.

Kubu Prabowo bisa saja mengalahkan Joko Widodo jika pola kampanyenya tidak mencari keburukan pemerintahan Jokowi, melainkan menonjolkan kelebihan Sandiaga dan menunjukkan kalau karakter Prabowo yang pemarah sudah berubah.

Hal ini mudah karena jauh sebelum ia terpilih menjadi wakil gubernur DKI, Sandiaga sudah memposisikan dirinya dekat dengan emak-emak, sehingga mungkin saja suara emak-emak tercurah untuk Prabowo-Sandiaga, meskipun dalam survei awal (Agustus 2018) versi LSI Denny JA kaum emak-emak berpihak pada Jokowi.

Kubu Jokowi juga harus memperkuat para buzzernya agar tidak terpancing provokasi kubu Prabowo yang selama ini sering melempar kabar bohong (hoax). Para buzzer media sosial harus diperkuat dengan data keberhasilan pemerintahan Jokowi dan menunjukkan bahwa Jokowi beserta keluarganya bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kubu Prabowo juga harus lebih sering “bergaul” dengan rakyat di desa-desa. Menurut survei Alvara, Jokowi unggul di pedesaan— Suara ini mudah direbut Prabowo dengan strategi kampanye yang menunjukkan bahwa Sandiaga adalah mantan pengusaha yang punya pengalaman dan akan mudah membuka lapangan pekerjaan baru di daerah luar Jabodetabek.

Strategi kampanye yang simpatik dengan cara tidak menggunakan isu SARA, tidak menyebarkan berita bohong, dan lebih memberitakan keberhasilan apa yang akan dicapai jika Jokowi dan Prabowo jadi presiden, lebih menarik kepercayaan rakyat. Rakyat yang tadinya berencana golput akan memutuskan memberikan suaranya pada salah satu capres. Ini tentu menguntungkan bagi Jokowi dan Prabowo bukan?!

Selain mengurangi angka golput, kampanye yang teduh dan damai juga mengurangi tingkat stres rakyat sehingga mereka lebih produktif bekerja dan berkreasi. Jangan sampai situasi politik yang ribut dan gaduh menceburkan ekonomi Indonesia ke jurang kemiskinan lagi.

Beda Marketplace dengan E-Commerce di Bisnis Online

Beda Marketplace dengan E-Commerce di Bisnis Online

Singkatnya dapat dikatakan bahwa tidak semua website E-commerce bisa disebut marketplace, tetapi semua marketplace sudah pasti adalah E-commerce.

Marketplace dan E-commerce sama-sama menjual barang (atau) jasa. Bedanya E-commerce atau toko online dikelola sendiri oleh individu/perusahaan dan memakai domain dan hosting sendiri untuk menjual produk kepada konsumen. Misal tokokainflanel.com, batikluhur.com, atau muslimgaleri.co.id. 

Pemilik E-commerce mengatur sendiri promosi, diskon, pemasaran, sampai aturan yang berlaku untuk konsumen. Memang lebih ribet, tapi branding dan profesionalitas lebih kuat di benak konsumen sehingga ada kepercayaan terhadap barang atau jasa yang dijual. Selain mengelola toko online sendiri, banyak dari pemilik toko online juga bergabung dengan marketplace untuk lebih memperluas pasar.

Sedangkan marketplace adalah tempat jualan online yang mempertemukan penjual dan pembeli. Marketplace dibagi menjadi tiga kategori :
  • B2C (business to consumer). MatahariMall, Zalora, juga Lazada adalah marketplace yang disebut b2C. Mereka menjual barang langsung kepada konsumen dari gudang penyimpanan sendiri. 
  • B2B (business to business) dimana sebuah perusahaan menjual barang kepada perusahaan lain (bisa antar UMKM), seperti indotrading.com dan indonetwork.co.id.
  • C2C (consumer to consumer). Tokopedia, Bukalapak, dan Kaskus adalah contoh marketplace C2C karena menyediakan tempat bagi penjual dan pembeli untuk bertransaksi. Untuk keamanan marketplace C2C menyediakan rekening bersama. Pembayaran akan ditampung ke rekening bersama lalu dikirim ke rekening penjual bila barang sudah diterima pembeli.
Kata-kata marketplace dan E-commerce sering kita dengar, dan kalau kita sudah tahu bedanya, tentu jadi mengerti apa yang sedang dibicarakan jika menyangkut bisnis dalam jaringan (online).
Seberapa Butuh Kita Menggunakan Media Sosial?

Seberapa Butuh Kita Menggunakan Media Sosial?

Sewajarnya kita tidak butuh sosial media sebanyak kita butuh minum. Why? Karena media sosial—meski sekarang juga dipakai sebagai tempat jualan—pada awalnya dibuat untuk menghubungkan orang-orang yang secara fisik berjauhan agar bisa saling bertukar kabar dan berjejaring lewat foto, video, dan tulisan. Karena itu suami-istri yang harmonis hampir tidak pernah curhat tentang rumah tangganya—baik soal pasangan atau anak-anak—karena masalah apapun yang terjadi dalam rumah tangga bisa diselesaikan dengan komunikasi tatap muka yang seimbang diantara keduanya.

Media sosial yang paling populer di Indonesia selain Facebook saat ini adalah Instagram. Banyak foto bagus di Instagram yang membuat kita ingin juga memajang foto keren disana. Kalau akun kita punya banyak follower kita bisa dapat endorsement dan menghasilkan uang. Tapi kalau Anda mengaku sedang kesulitan keuangan karena banyak hutang, sementara foto-foto liburan Anda bertebaran di Instagram, hati-hati, bisa-bisa Anda dicap pembohong oleh orang yang mengenal Anda. Bagaimana mungkin seseorang yang gak punya duit bisa pergi liburan? 


Kalau tidak perlu-perlu amat, kita tidak butuh media sosial kecuali kalau kita salah satu orang dibawah ini :
  • Selebriti. Orang yang disebut selebriti seperti penyanyi, aktor-aktris, supermodel, pelawak, dan komedian butuh publikasi supaya tetap terkenal. Mereka juga perlu media sosial untuk berinteraksi dengan penggemar. Selebriti media sosial seperti selebgram, selebtwit, dan Youtuber dengan puluhan ribu subscribers juga masuk kategori ini.
  • Budayawan dan sastrawan. Mereka lebih membutuhkan media sosial untuk jaringan dengan sesama profesi dari luar negeri atau memamerkan karya-karya sastra dan budaya mereka.
  • Sutradara, pegiat dan pengamat perfilman dan teater. Para pekerja bidang ini kadang bicara politik di akun media sosial mereka untuk meminta perhatian para pemimpin agar lebih memerhatikan dunia film dan teater.
  • Motivator, guru, dan ustadz (pengajar agama). Kata-kata motivasi adalah salah satu yang paling dicari oleh orang yang sedang merasa gundah-gulana. Orang yang gundah biasanya menghibur diri di media sosial. Motivator, guru, atau ustadz bisa memanfaatkan medsos untuk “menghibur” mereka yang galau.
  • CEO, manager, supervisor, dan team leader. Nah, kalau Anda punya anak buah di tempat bekerja, ada gunanya Anda rajin buka medsos. Anda bisa memantau perilaku anak buah. Apakah ada hal-hal jelek yang mereka katakan tentang atasan atau tempat mereka bekerja, atau adakah perselisihan antara rekan kerja yang bisa dilihat dari status-status mereka ataukah mereka merasa betah kerja di tempat Anda. Di USA, orang yang datang dari negara-negara tertentu bahkan harus mencantumkan nama akun media sosial agar bisa dipantau perilaku mereka di dunia maya apakah berpotensi membahayakan keamanan USA atau tidak.
Lalu bagaimana dengan ibu rumah tangga? Ibu rumah tangga lebih cocok aktif di Forum, semisal FemaleDaily, Orami, atau nimbrung saja di Kaskus belagak seperti anak muda. Dengan bergabung di Forum, kita bisa bertukar pikiran, ilmu, tips, dan bisnis. Jadi bukan sekedar menyaksikan status dan foto orang-orang, tapi ada manfaat yang kita dapat. Kita bisa memakai nama samaran untuk menulis, berkomentar, bahkan curhat tanpa khawatir ada kenalan kita yang membaca. Tapi harus tetap menggunakan bahasa yang baik yes.

Forum juga lebih cocok untuk mereka yang menggemari hobi tertentu, misalnya game, kerajinan tangan, masak, bahkan untuk penganut teori bumi datar.

Media sosial memang bagian dari gaya hidup kekinian, tapi coba seminggu saja tanpa buka media sosial juga asyik lohh! Hidup terasa damai karena otak tidak dibebani derasnya informasi yang belum kita perlukan. Kita jadi lebih fokus terhadap apa yang sedang kita kerjakan di dunia nyata.
Susah-susah Gampang Jualan di Medsos

Susah-susah Gampang Jualan di Medsos


Kecuali jika Anda menjual produk atau jasa yang masih jarang ada di pasaran. Misal Anda menjual puding bentuk mobil Lamborghini rasa kopi pisang. Atau Anda menjual produk Kracie Poppin Cookin asli dengan harga dibawah pasar. Bisa juga Anda menjual kerajinan tangan buatan sendiri entah itu rajutan, dari kain, kayu, atau daur ulang dengan kustomisasi alias pembeli bisa pesan model dan bentuk sesuai keinginan mereka.
Media sosial bukan e-commerce. Dia tidak dibuat untuk jualan melainkan untuk berbagi cerita, foto, dan video antara sesama pengguna.

Media sosial digunakan untuk tempat jualan karena orang memanfaatkan jaringan pertemanan atau followersnya sebagai pangsa pasar. Bila barang dagangan Anda unik dan tidak pasaran maka jaringan itu bisa memviralkan (menyebarkan lewat internet) hingga bisa laku keras. Tapi kalau Anda -misal- menjual baju muslim yang sudah banyak dijual dimana-mana atau batik seperti yang digrosir di pusat kulakan, maka Anda bisa kesulitan mendapat pembeli kecuali Anda banting harga atau membuat ciri khas pada baju muslim atau batik Anda itu.

Brand besar biasanya memanfaatkan media sosial sebagai tempat menginformasikan produk mereka. Event, promosi, dan interaksi dengan customers juga dilakukan di media sosial. Brand Nike juga memakai pihak ketiga untuk jualan di Instagram, tidak jualan langsung. Nike tidak berjualan langsung karena Instagram memang tidak diperuntukkan untuk jualan.

Kalau Anda pemula yang benar-benar ingin membangun bisnis dari medsos, baiknya pisahkan akun jualan dengan akun pribadi di medsos. Postingan pribadi yang bercampur baur dengan dagangan bisa membuat calon pembeli menganggap Anda hanya sekedar lewat saja menawarkan dagangan. Postinglah juga hal lain yang berhubungan dengan dagangan Anda. Misal motif-motif batik jika Anda jualan cake hias batik. Atau jenis-jenis kain jika Anda berjualan kerajinan dari kain.

Tulis lengkap keterangan tentang dagangan Anda. Tulis juga berapa harganya. Jangan sok misterius dengan pemberitahuan, "untuk harga & info lengkap silahkan hubungi WhatsApp kami." Anda itu jualan bukan membuat kuis teka-teki.

Jika punya modal buatlah toko online lengkap dengan keranjang belanja yang memudahkan konsumen membeli dagangan Anda. Jadikan toko online sebagai tempat jualan utama dan fungsikan medsos sebagai media promosi, informasi produk, dan cantumkan keterangan produk lengkap dengan harga jika ada yang ingin membeli lewat medsos. Tapi tetap fungsikan toko online sebagai tempat jualan utama untuk memposisikan bahwa bisnis Anda dikelola serius.

Membangun sebuah usaha tidak ada yang mudah tapi juga tidak susah jika Anda mau melewati prosesnya. Proses untuk membuat akun jualan, promosi, mencari pembeli, dan bersaing dengan orang yang dagangannya sama dengan Anda adalah proses yang mau tak mau harus dijalani. Tapi insya Allah kerja keras Anda berbuah manis.
Media Sosial Tambah Gila

Media Sosial Tambah Gila

Anda pasti punya akun Facebook, bukan?! Facebook jadi salah satu media sosial paling populer di Indonesia selain Twitter. Balita sampai nenek-nenekpun punya akun Facebook. Sementara saat ini di Indonesia (only in Indonesia) BBM merajai pesan instan yang paling banyak digunakan selain Whatsapp.

Admitted or not, kita lebih banyak berinteraksi di media sosial dan instant messaging daripada di dunia nyata. Lihat saja orang-orang muda yang tiada menit tanpa memegang ponsel, sekedar chatting, menulis status, atau mengomentari postingan orang lain.

Gilanya, bukan cuma anak muda, ibu-ibu muda juga banyak yang asyik bongkar-pasang foto profil dengan fotonya yang paling cantik. Padahal alih-alih mejeng di media sosial, ia bisa memanfaatkan waktu dengan mengobrol dan bermain bersama anak-anaknya, atau mengajari si anak keterampilan lainnya.

Kita juga mudah menemui anak-anak remaja lebih senang berkeluh-kesah dengan sesama temannya daripada kepada orangtuanya. Risikonya bila si anak dapat masukan yang salah dari temannya, bisa-bisa masalah si anak tambah rumit. Gilanya, orangtuanya seperti membiarkan si anak larut dalam dunia pesan instan tanpa mau repot bersabar hati berkomunikasi dengan sang anak.

Sebagai pemilik akun media sosial, kita juga lebih percaya pada status atau video yang diunggah di Facebook dan YouTube meski tidak ada sumbernya. Lihat contoh seorang dosen bernama Buni Yani.
Buni Yani memotong video ketika Ahok berpidato di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Selain memotong video yang durasi aslinya 1 jam lebih menjadi 1 menit, dia juga menulis transkrip dan menghilangkan kata "pakai" yang diucapkan Ahok.

Pemotongan video saja sudah memelencengkan konteks pidato yang disampaikan Ahok, apalagi sampai menulis transkrip yang tidak sesuai dengan videonya.

Alhasil Jakarta geger karena video yang dipotong dan transkrip yang menghilangkan kata "pakai" itu tersebar viral (melalui internet, media sosial, dan pesan instan). Padahal, mengutip pengurus NU Jakarta, kalau kita lihat pidato Ahok asli yang utuh tidak ada konteks Ahok menghina ulama apalagi kitab suci AlQuran.

Kita lihat contoh lain ada yang menulis status "tetangga saya kehilangan anak, pas anaknya kembali ada bekas operasi di punggung dan perut, diduga ginjal si anak diambil."

Gilanya, bejibun orang percaya berita itu. Ternyata kata kapolres Depok (Jabar) berita itu bohong, hoax alias tidak benar bin mengada-ngada.
Well, sebenarnya yang gila itu bukan media sosial tapi penggunanya yang euforia. Media sosial diciptakan untuk memudahkan berbagi momen bersama keluarga dan teman yang tinggal di lain wilayah. Tapi dimanfaatkan oleh oknum pengguna untuk menipu, memeras, membuat huru-hara dan kegaduhan serta berbuat kriminal.

Media sosial memang bisa digunakan untuk bisnis dan networking tapi tak perlu memaksakan diri untuk eksis tiap hari hanya supaya Anda dikenal orang. Membangun networking dan mengembangkan bisnis tetap lebih baik dijalankan di dunia nyata kecuali Anda berbisnis full online.

So, we remind ourselves supaya media sosial jangan sampai menguasai dan membuat kita gila, yah!
Makin Sedikit Main Medsos Semakin Bahagia

Makin Sedikit Main Medsos Semakin Bahagia

Siapa yang tidak punya akun media sosial saat ini? Semua orang, terutama yang berumur 13 tahun lebih, pasti punya. Facebook, Twitter, Instagram, Path, LinkedIn, YouTube, Google+, dan lain sebagainya. Therefore, it is not wise to spend our time in social media too much. Kebanyakan main media sosial malah bisa bikin stres. Yes. Why?

Derasnya arus informasi yang masuk melalui media sosial, entah berupa posting pribadi atau link dari situs lain, bisa membuat pikiran jadi cemas dan hati was-was. Apalagi kalau yang beredar itu hoax (berita bohong/karangan yang beredar lewat dunia maya) bisa membuat pikiran bingung karena otak dan naluri kita tahu itu tak masuk akal, tapi karena mata kita membaca hoax secara terus-menerus maka kita "dipaksa" untuk percaya pada informasi yang sebetulnya tidak nyata.
Pic from getsnitter.com



Penelitian yang dilakukan Happiness Research Institute tahun 2015 di Denmark pada 1095 responden menemukan bahwa separuh dari mereka yang lama tidak membuka Facebook lebih bahagia dibanding mereka yang tiap hari buka Facebook.
Riset itu memakai Facebook sebagai media sosial yang diteliti karena jejaring sosial itu digunakan oleh semua kalangan umur.
 
Pengguna Facebook memiliki peluang 39 persen merasa kurang bahagia dibandingkan mereka yang tidak memakai media sosial itu.

In my opinion, sering membaca apa yang di posting orang lain di medsos membuat kita cenderung membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita bisa merasa iri dan  tidak bahagia. Kalaupun tidak iri, kita akan cenderung "sibuk" mengurusi hidup orang lain sehingga lupa bahwa kita urusan yang lebih berguna untuk diri sendiri.

Jadi, membuka media sosial bukan keharusan. Tidak usah takut dibilang kurang update hanya karena kita jarang update status. Yang penting kita tidak gagap teknologi dan mengerti cara menggunakan teknologi tapi jangan "diperbudak" oleh teknologi.
Sukses Jualan Online Untuk Pemula

Sukses Jualan Online Untuk Pemula

Banyak dari kita tergiur berjualan dalam jaringan (online) karena iming-iming keuntungan yang besar dan mudah dijalankan darimana saja. Iya, menjalankan toko online memang mudah tapi tidak semudah membalik telapak tangan. Kita tetap butuh usaha supaya pembeli mau beli produk dari toko online kita. Yang mudah kita lakukan adalah :

Deskripsikan produk dengan jelas
Misal Anda menjual baju, deskripsikan dengan lengkap ukuran, hiasan, aksen, juga panjang baju, bahan yang digunakan, lebar bahu, tangan, pinggul, dada dan apa warnanya. Atau kalau menjual panci jelaskan beratnya, diameter, apakah anti lengket atau tidak, bisa untuk memasak apa saja, apakah perlu perlakuan khusus saat mencuci atau tidak. 

Deskripsi ini penting karena pembeli tidak bisa memegang dan melihat langsung produknya sehingga mereka perlu info detail untuk dapat membayangkan seperti apa produk yang akan mereka beli. Deskipsi yang asal-asalan, apalagi cuma foto dan harga, bisa membuat pembeli menafsirkan Anda tidak serius berjualan.

Fast response
Jika ada (calon) pembeli yang memesan atau sekadar menanyakan stok atau detail barang, jawablah secepat yang Anda bisa. Ada banyak orang yang berjualan di internet mungkin dengan barang sama dengan yang Anda jual. Kalau Anda lama merespon bisa jadi calon pembeli tidak minat lagi membeli produk  Anda. 

Promosi
Blogwalking bisa dilakukan tapi mungkin tidak efektif lagi karena banyak pemilik situs yang tidak mengizinkan pengunjungnya beriklan. Carilah di Google dengan kata kunci "pasang iklan gratis" lalu daftarlah pada situs-situs yang tersedia dan beriklanlah.

Promosikan toko online di akun media sosial Anda. Jika bergabung di forum, maka cantumkan link toko online di signature profil dan postingan Anda.

Beri Diskon Bila Perlu
Jika memungkinkan berilah potongan harga atau diskon selama masa promosi atau event tertentu. Bisa juga Anda menggratiskan ongkos kirim untuk minimum pembelian nominal tertentu untuk pengiriman di wilayah yang sama dengan toko online Anda.

Layani Semua Pembeli Sama
Kalau Anda menerapkan minimum pembelian, maka pembeli yang membeli hanya 50rb juga harus Anda layani sama baiknya dengan yang membeli 500rb. Bisa jadi pembeli yang membeli seharga 50rb hanya mengetes dulu kualitas barang dan pelayanan Anda sebelum membeli dengan jumlah lebih besar.

Menjalankan toko online, sama seperti toko fisik, butuh usaha supaya pembeli berdatangan dan toko Anda laris. Yang penting jangan menyulitkan yang gampang dan jangan membuat yang gampang jadi sulit.

Salam sukses!(^v^)
Dropship Reseller, Jualan Online Modal Dengkul

Dropship Reseller, Jualan Online Modal Dengkul

Mau coba jualan online untuk pertama kali tanpa risiko tinggi? Bisa saja asal mau repot sedikit untuk membuat website dengan blog dan domain gratisan lalu jual dengan sistem dropship reseller. Kenapa harus buat website, tidak di jualan di media sosial saja?

Sekarang ini orang-orang menggunakan media sosial untuk mencari informasi ringan dan hiburan, bercanda dengan sanak sahabat, atau berbagi hal- hal seru dalam hidup mereka, bukan untuk membeli barang. Kehadiran orang yang berjualan akan mengganggu mereka.

Toko online biasanya menggunakan media sosial untuk memberi tips, informasi produk, diskon, dan promosi, bukan untuk berjualan secara langsung.

Jika ada yang belum tahu cara membuat blog yang bisa digunakan untuk.domain pribadi silahkan KLIK SINI. Lalu untuk membuat domain gratis guna keperluan jualan online ada lihat DISINI

Lalu apa itu dropship reseller?
Dropship reseller adalah sistem penjualan dimana kita menjual produk milik penjual (seller) lain tanpa kita harus punya stok produk sendiri. Jika ada pembeli yang membeli dari toko online kita, seller akan mengirim produk langsung ke alamat pembeli itu menggunakan nama pengirim toko online kita. Profit yang didapat biasanya 10% - 15% dari harga jual. Ada juga seller yang memberi profit sampai 30%.

Model dropship reseller cocok untuk pelajar/mahasiswa karena tidak mengganggu waktu belajar mereka dan ibu rumah tangga karena tidak mengakibatkan penurunan kualitas mengasuh anak. Cocok juga bagi pensiunan karena bisa mengisi waktu luang secara produktif namun tidak memforsir tenaga dan pikiran.

Salah satu dropship marketplace adalah CAKNING.COM. Cakning.com punya puluhan seller yang menjual produknya untuk dijual lagi oleh reseller dengan cara dropship. Begitu akun kita aktif kita bisa lihat ribuan produk dengan harga jualnya dan profit yang bisa didapat reseller.

Jenis keanggotaan di cakning.com ada free-member dan full-member. Anggota full-member tentu saja bisa mengakses seluruh fitur dan mendapat e-training. Untuk pemula cukup free-member saja.

Seller, di cakning.com disebut vendor, berasal dari berbagai daerah jadi ongkos kirim antar produk bisa berbeda, kecuali produknya dijual seller yang sama. Jika (calon) pembeli kita membeli dua barang dari seller yang berbeda, maka mereka harus membayar dua ongkos kirim. Repot ya? Ya namanya juga gratisan jadi mau gak mau ya repot sedikit.

Meanwhile, admin cakning.com untuk ukuran bisnis dunia maya, agak lama dalam merespon pertanyaan dan keperluan lain. Seller juga ada yang cepat dan ada yang lambat memberitahukan ongkos kirim atau memproses order.

However, diluar dari kelemahan tadi, cakning.com cukup mengakomodir keinginan kita yang ingin jualan online tapi tidak punya barang dan modal.

Boleh dicoba boleh juga dilupakan (∩_∩)