Logophile dan Lexophile, Pecinta Kata yang Terang dan yang Samar

Logophile dan Lexophile, Pecinta Kata yang Terang dan yang Samar

Semua penulis (writer) dan pengarang (author) adalah logophile karena mereka menulis (hampir) setiap hari dan bergulat dengan kata-kata untuk dirangkai menjadi kalimat yang mereka inginkan.

Para penikmat buku, walau tidak menulis, dapat disebut juga dengan logophile karena mereka menikmati rangkaian-rangkaian kalimat di dalam buku atau karya fiksi seperti novel, cerita pendek, dan puisi.

Logophile merupakan istilah yang disematkan pada seseorang yang sangat menyukai bahasa, buku, dan kata-kata.

Sementara itu, yang masih bersaudara dengan logophile adalah lexophile. 

Lexophile artinya penyuka kata-kata yang samar dan tidak tampak. 

Pecinta kata
Serial keluaran Disney, The Mysterious Benedict Society punya anggota logophile dan lexophile (Disney+ Hotstar)

Sudah bisa membedakan logophile dengan lexophile? Atau masih samar? Sama-sama pecinta kata-kata, tapi terdapat perbedaan yang terang diantara keduanya.

Asal kata


Logo dalam bahasa Yunani kuno berarti 'words' atau 'speech' dalam bahasa Inggris, alias kata-kata atau pidato. Sedangkan phile diambil dari kata 'phileein' atau philia, yang artinya kecintaan.

Logophile disebut juga word lover, word buff, atau philologos.

Sama-sama berasal dari bahasa Yunani, lexo diambil dari kata lexis, turunan dari kata logos, yang dalam bahasa Inggris berarti words, yaitu kata-kata.

Sedangkan phile diambil dari kata philia yang artinya persahabatan, kesukaan, atau kecintaan. Karenanya lexophile juga bisa disebut dengan lexophilia.

Istilah logophile, lexophile, dan semua istilah phile dimunculkan dari bahasa Yunani kuno untuk menggambarkan kecintaan spesifik orang pada suatu hal. Padanan kata untuk kesukaan spefisik itu tidak ditemukan pada bahasa yang sekarang digunakan di dunia.

Sama-sama mencintai kata-kata, lalu dimana beda orang logophile dan lexophile?

Ciri dan contoh logophile


Logophile menyukai kata-kata yang bisa dibentuk menjadi kalimat. Mereka pun cenderung gemar menulis. Bila ada satu atau dua kata yang disodorkan, mereka akan senang hati merangkai kata-kata itu menjadi sebuah kalimat.

Mirip seperti pelajaran Bahasa Indonesia dimana kita diminta membuat kalimat dari kata tertentu di bangku SD. 

Seorang logophile cenderung suka menulis selain senang membaca karena besarnya kesukaan mereka terhadap kata-kata. Namun, logophile berbeda dengan kutu buku.

Kutu buku menyukai bacaan nonfiksi yang bersifat keilmuan daripada fiksi seperti cerita pendek, puisi, dan novel. Maka itu, kutu buku disebut sebagai bibliophile.

Yuk baca juga: Istilah Untuk Penyuka Buku Adalah Bibliophile

Syarat mutlak seseorang disebut sebagai logophile adalah dia menyukai semua bacaan termasuk nonfiksi dan puisi. Contoh nyata dari logophile adalah novelis. Seorang novelis harus membaca semu buku, bukan cuma fiksi atau nonfiksi saja, karena dia harus punya referensi untuk penulisan novelnya.

Makin banyak pengetahuan si novelis, makin banyak unsur ekstrinsik dalam dirinya yang akan memperkaya keragaman cerita yang ditulisnya. 

Seorang penulis skenario, terutama genre fiksi ilmiah dan fantasi, juga bisa disebut sebagai logophile.

Ciri dan bentuk lexophile


Berbeda dengan logophile, seorang lexophile lebih terobsesi pada kata-kata yang samar berupa teka-teki. Mereka tidak tertarik pada puisi, cerpen, atau karya sastra lain. Kecintaan mereka adalah kata-kata tersembunyi dan samar seperti dalam game puzzle, anagram, palindromes, dan cipher.

Anagram adalah salah satu jenis permainan kata yang jika huruf-hurufnya diacak, dia akan membentuk kata atau kalimat lain yang baru. Itu sebab anagram sering dipakai sebagai kode.

Permainan yang menggunakan anagram adalah scrabble dan boggle. Dalam dua permainan itu pemain berusaha membentuk kata dari huruf-huruf yang disediakan.

Contoh anagram ada pada Harry Potter dimana nama Tom Marvolo Riddle kemudian jadi Lord Voldemort sang penguasa kegelapan.

Palindromes adalah kata, angka, frase, atau urutan karakter lain yang ketika dibaca mundur pengucapannya sama dengan saat dibaca maju.

Ada juga palindrom numerik seperti tanggal 11 November 2011 yang bila ditulis secara numerik menjadi 11-11-11, dibolak-balik pun angka itu tetap dibaca 11-11-11.

Contoh kata palindromes adalah 'malam', 'minim', dan 'radar'. Palindromes bisa saja berbentuk frasa, tidak harus satu kata, yang penting ketika dibolak-balik frasa itu dibaca sama.

Cipher atau ciphertext adalah metode untuk mengenkripsi dan mendeskripsi pesan. Cipher berisi text informasi yang telah diubah penulisannya menjadi kode rahasia sehingga orang yang bisa membukanya hanya orang yang punya kata kuncinya.

Cipher sederhana dapat kita lihat dalam kegiatan Pramuka dimana anggotanya belajar kode morse, semapur, sandi kotak, sandi AN, atau sandi AZ. Cipher yang lebih rumit ada pada pemrograman komputer.

Karena itu banyak lexophile bekerja jadi web developer, game developer, ahli sandi, dan semua yang berhubungan dengan bahasa pemrograman, bahkan bisa bekerja jadi intel karena menyukai kata-kata yang samar dan tersembunyi.

***

Jelas sekali bahwa sama-sama mencintai kata-kata, tapi ternyata kedua amat berbeda. Seorang logophile tidak menyukai kata-kata yang samar seperti yang ada pada cipher, palindromes, dan anagram. Sebaliknya, seorang lexophile tidak akan membaca membaca banyak karya sastra karena kata-kata seperti itu terlalu terang buat mereka.

Kamu yang sudah baca artikel ini pasti seorang logophile, karena logophile amat suka membaca.




25 "phile" Istilah untuk Pencinta Hal yang Spesifik dan Spesial

25 "phile" Istilah untuk Pencinta Hal yang Spesifik dan Spesial

Artikel ini mengandung banyak kata "phile" yang berarti ketertarikan atau punya selera yang kuat terhadap suatu hal. Phile berasal dari kata Yunani kuno, phileein, yang artinya mencintai, sangat menyukai, atau mengagumi.

Berikut istilah untuk para penggila hal tertentu yang ada di bumi dan langit


1. Melophile atau musicophile adalah sebutan untuk orang yang menyukai musik. 

Melophile berbeda dengan musikus. Sebutan musikus (musisi/musician) disematkan untuk orang yang bekerja menggunakan atau disertai instrumen musik seperti penyanyi, konduktor, komponis, arranger, dan penulis lagu.

Sementara orang yang menyukai semua jenis musik atau mengoleksi kaset, CD, dan masih menyimpan gramofon, piringan hitam, walkman, discman dapat disebut sebagai melophile meski tidak bekerja di bidang musik.

2. Logophile. Istilah ini disematkan pada orang yang menyukai kata-kata, bahasa, dan sastra. Seorang logophile cenderung mengungkapkan pikiran dan isi hatinya melalui rangkaian kata daripada berbicara secara verbal.

3. Cinephilia atau filmophilia. Ini sebutan untuk orang yang berhasrat terhadap dunia film atau gambar bergerak. 

Ciri seorang cinephilia, yaitu dia bisa menonton film yang sama sampai berkali-kali. Senang menonton film berbagai genre, membaca sinopsis sebuah film sebelum menonton, menyenangi dokumenter, juga menonton atau membaca behind the scene dari suatu film. Cinephilia juga senang menulis resensi film tanpa spoiler.

Sebutan lain yang lebih "informal" untuk penyuka film adalah film buff atau movie buff.

4. Clinophile dapat disematkan untuk orang yang suka berbaring di tempat tidur.

Kalangan psikiater mengategorikan clinophile sebagai gangguan tidur dimana pasien ingin tidur terus dalam waktu yang lama. Namun, Orang yang senang rebahan (di sofa dan kursi panjang) kini dapat juga disebut sebagai clinophile, saking mereka mager (malas gerak) banget.

5. Cynophile. Pada Maret 2021 ramai di media massa dan sosial memberitakan tentang wanita bercadar yang memelihara sampai 70 anjing. Wanita bernama Hesti ini bisa disebut sebagai cynophile alias penyuka anjing. 

Istilah phile lainnya masih ada banyak, Emper Baca merangkumnya seperti berikut

1. Astrophile. Seorang yang menyukai tentang astronomi atau benda-benda langit, seperti bintang, planet, komet dan lain-lain.

2. Autophile, istilah bagi seorang yang menyukai kesendirian. Namun, autophile bukanlah seorang yang anti-sosial.

3. Bibliophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai buku, seperti membaca buku, merawat buku, hingga mengoleksi buku. Bahkan, seorang bibliophile bisa memiliki keinginan untuk mendirikan perpustakaan.

4. Ceraunophile, orang yang menyukai guntur dan kilat. Ceraunophile termasuk langka sebab biasanya orang merasa kaget apabila mendengar suara kilat.

5. Chionophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai udara dingin dan salju. Chionophile memiliki fisik yang tahan terhadap udara dingin.

6. Coimetrophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai tempat pemakaman.

7. Coulrophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai badut atau kostum badut. Saya pikir lebih banyak yang tidak menyukai badut daripada yang senang. Tampilan badut lebih cocok dibilang menyeramkan daripada menyenangkan.

8. Dendrophile, sebutan untuk orang yang menyukai pohon dan hutan

9. Discophile, istilah bagi kolektor atau yang mempelajari tentang fonograf dan gramofon. 

Fonograf adalah mesin untuk menghasilkan dan menyimpan suara melalui pita suara di lapisan film metal yang tipis. Gramofon adalah mesin untuk menghasilkan dan menyimpan suara melalui piringan hitam.

10. Ergophile, sebutan bagi seorang yang super aktif, giat bekerja atau workaholic.

11. Heliophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai matahari.

12. Hippophile. Orang yang senang kuda, zebra, dan kuda Nil namanya hippophile. 

13. Limnophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai danau.

14. Nyctophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai malam atau kegelapan. Apakah orang yang suka begadang adalah nyctophile? Tidak, itu orang yang kerja malam atau menderita insomnia. 

Nyctophile menyukai malam karena suasana yang gelap secara alami tanpa matahari, bukan gelap-gelapan karena mati listrik atau gelap karena sedang ngumpet.

15. Oenophile, istilah bagi seorang yang menyukai anggur.

16. Photophile disebut untuk orang yang menyukai cahaya. Sumber cahaya yang disukainya bisa berasal dari mana saja.

17. Pluviophile disematkan untuk penyuka hujan. Pluviophile amat jarang ditemukan di Jakarta karena kota itu amat mudah banjir. Hujan sebentar saja bisa mengakibatkan banjir tinggi dan menyusahkan aktivitas orang.

Karena itu seorang pluviophile biasanya tinggal di wilayah yang jarang hujan atau daerah yang bukan langganan banjir. 

18. Pogonophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai janggut. Jika seorang laki-laki ada kecenderungan suka memelihara janggut. Jika seorang perempuan, maka mereka menyukai lelaki berjanggut.

19. Retrophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai hal yang berhubungan dengan estetika (keindahan) dari masa lalu, seperti benda-benda kuno atau bersejarah.

20. Ailurophile untuk penyuka kucing.

21. Arctophile, untuk yang menyukai boneka Teddy Bear. 

22. Selenophile, sebutan bagi orang yang menyukai bulan.

23. Thalasshophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai lautan. Para pelaut Angkatan Laut dan nelayan bisa disebut sebagai thalasshophile karena laut adalah bagian dari hidup mereka. Kalau tidak mencintai laut, mereka akan bekerja di bidang yang tidak ada hubungannya dengan laut.

24. Turophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai keju termasuk makanan berbahan dasar keju.

25. Xanthophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai warna kuning. Sedangkan penyuka warna biru disebut caeruleophile.


Cuma Baca Judul Ternyata Tidak ada Kaitannya dengan Minat Baca

Cuma Baca Judul Ternyata Tidak ada Kaitannya dengan Minat Baca

Bagi sebagian besar penulis, terutama penulis feature, pembaca yang cuma baca judul dianggap menjengkelkan.

Pada ilmu jurnalistik, tulisan/artikel feature adalah jenis tulisan yang mengandung unsur human interest, ditulis secara kreatif berdasarkan fakta, dan bersifat subjektif karena penulis boleh memasukkan opini pribadinya.

Karena ditulis secara kreatif dan terdapat opini penulisnya, tulisan feature lebih panjang dari berita. Bila pada artikel berita saja orang malas baca, apalagi feature. Maksud dari sebuah tulisan tidak akan tersampaikan kalau yang dibaca cuma judulnya.

Penulis bakal lebih geregetan kalau ada orang yang komentar hanya berdasarkan judul, mengakibatkan komentar itu melenceng dari konteks yang dimaksud dalam tulisan.

***

Pada survei lawas World's Most Literate Nations yang dilakukan Conneticut State University pada 2016, Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei. 

Jangan berkecil hati, total negara di dunia ada 195, jadi survei dengan hanya menyertakan 61 negara bisa dianggap kurang representatif.

Hasil survei World's Most Literate Nation itu masih dipakai banyak media arus utama Indonesia sampai tahun 2020.

Kabar baik datang dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang mana indeks kegemaran membaca negara tahun 2020 kita ada di kategori sedang dengan skor 55,74.

Kabar lebih membahagiakan datang dari The Digital Reader yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan minat baca buku tertinggi selama tahun 2020. 

Kriteria utama yang dipakai oleh Conneticut State University, Perpusnas, dan The Digital Reader dalam melakukan survei adalah banyaknya penerbitan buku dan kemudahan akses juga koleksi perpustakaan.

Bila tolok ukur minat baca dilihat dari penerbitan dan perpustakaan, maka benar minat baca di Indonesia sangat rendah, penyebabnya:

1. Harga buku mahalnya minta ampun. Pulsa dan paket data bisa dibeli seharga Rp25.000 untuk akses internet selama sebulan. Sementara harga buku jauh berlipat-lipat diatas harga pulsa. 

Mahalnya harga buku semata bukan karena penerbitnya kemaruk. Pajak yang dibebankan pemerintah juga berkontribusi membuat harga buku mahal. Mestinya buku masuk kategori no tax on knowledge.

2. Perpustakaannya "menyeramkan". Orang miskin di perkotaan jarang mengunjungi perpustakaan karena tampilan gedungnya terlalu 'wah' untuk mereka masuki.

Mereka jadi enggan masuk karena serasa masuk ke gedung perkantoran, bukan perpustakaan.

Sementara itu di pedesaan, bangunan perpustakaannya ada, tapi isinya kosong alias koleksi bukunya cuma beberapa biji saja. Tidak ada buku baru karena tidak ada duit untuk membelinya. 

Mengharapkan bantuan buku bekas pun terkendala ongkos kirim yang mahal.

3. Distribusi buku tidak merata di seluruh Indonesia. Pada 2017, PT Pos Indonesia menggratiskan biaya kirim tiap tanggal 17 setiap bulannya bagi buku yang dikirim ke taman baca di seluruh Nusantara. 

Gratisnya ongkos kirim memudahkan pegiat literasi mendistribusikan buku sampai ke pelosok. Kita tahu kalau buku yang dikirim ke taman baca bukan cuma 2-3 kilogram saja, bisa belasan kilogram. 

Admin Emper Baca pernah akan mengirim buku ke Flores atas permintaan pengelola taman baca di sana.

Namun, ongkos kargonya lebih dari Rp1,5 juta, saking jauhnya buku yang bakal dikirim dengan berat hampir 10 kilogram. Karena tidak kuat menanggung ongkosnya, buku itu kemudian dikirim ke beberapa taman baca di Mage\lang, tidak jadi ke Flores.

***

Bila tiga hal itu tidak berubah dan minat baca selalu dikaitkan dengan buku dan perpustakaan, maka sampai Lebaran Kuda pun minat baca di Indonesia tetap jongkok.

Mereka akan terus menyukai kabar yang berseliweran di medsos dan grup Whatsapp, plus bakal lebih sering menyimpulan suatu hal pada artikel hanya dari judulnya saja. 

Ilusrasi membaca (VectorStock)

Kenapa Orang Sukanya Cuma Baca Judul?


1. Judul dianggap mewakili isi tulisan. Orang akan meneruskan membaca seluruh isi tulisan bila mereka menilai judulnya menarik atau sesuai dengan yang mereka cari.

Bila judulnya dianggap berbau ilmiah dan keilmuan, mereka bakal berpikir isi tulisannya pasti bikin kening berkerut saking "beratnya", padahal (mereka menganggap) beban hidup sehari-hari saja sudah berat.

2. (Mengganggap) tidak punya banyak waktu untuk membaca. Pagi berangkat kerja, pulangnya sudah malam, istirahat, tidur lagi. Besok paginya mengulang rutinitas yang sama.

Bagi anak sekolahan dan kuliahan, main gim, baca medsos, dan nonton YouTube jauh lebih menyenangkan daripada membaca berita, apalagi buku.

3. Lebih senang bergunjing. Tipikal orang di negara yang belum maju adalah senang bergunjing. Mereka sukarela menghabiskan berjam-berjam membicarakan apa saja alih-alih duduk diam dan membaca walau hanya 30 menit.

Apakah penulis harus mengikuti selera pasar yang seringnya cuma baca judul?

Tergantung tujuan si penulis.

1. Ya, jika kita berorientasi profit jangka pendek. Kami sebut profit karena banyak penulis yang menulis untuk mendapat tambahan uang. Mereka akan menulis apa saja sesuai keinginan klien atau topik yang saat itu sedang tren, termasuk membuat judul clickbait.

Judul clickbait adalah judul yang bombastis dan sensasional dengan maksud memancing orang untuk membaca suatu artikel. Di media online, judul clickbait sering tidak ada hubungannya dengan isi berita.

Salah satu penulis yang berorientasi profit jangka pendek adalah wartawan media online dan narablog (blogger). 

Narablog dapat penghasilan dari iklan yang dipasang di blognya atau dari kerjasama dengan pihak lain.

Itu sebabnya sebuah blog yang ingin dikomersialkan harus punya niche (topik khusus) yang disesuaikan dengan target pembacanya. 

Seorang kolumnis juga termasuk yang menulis untuk profit jangka pendek, walau tanpa menulis pun kantongnya sudah cukup untuk sekedar bayar langganan internet. 

Kolumnis menulis karena dia dianggap mumpuni di suatu bidang, tapi dia tetap harus menulis sesuai tren saat itu yang dihubungkan dengan disiplin ilmu atau keahliannya.

2. Tidak, jika kita ingin benefit jangka panjang. Penulis seperti ini menulis dengan topik terbaru yang ulasannya masih relevan sampai bertahun-tahun karena ditulis dari disiplin ilmu tertentu, seperti jenis in-depth reporting dalam jurnalistik.

Penulis yang menulis untuk benefit jangka panjang adalah pengarang, yaitu novelis, cerpenis, dan penulis puisi. Pengarang perlu konsisten menulis karya secara yang bagus supaya punya basis pembaca yang loyal.

***

Menulis dengan tujuan dibaca oleh orang-orang yang tidak suka membaca memang sangat menantang.

Para harus membuat judul yang menarik dengan tulisan yang dibuat ringan, tidak bertele-tele, dan disisipi humor. Bila tidak, hanya segelintir orang saja yang sudi membaca suatu artikel secara utuh. Lainnya tetap cuma baca judul saja.

Perusahaan Menahan Ijazah dan yang Harus Dilakukan Karyawan

Perusahaan Menahan Ijazah dan yang Harus Dilakukan Karyawan

Ngebet pengin cepat-cepat kerja supaya bisa punya uang?

Salah satu yang patut kita tanyakan pada sesi wawancara kerja adalah, apakah kita wajib menitipkan ijazah ke perusahaan atau tidak. Menitipkan ijazah adalah kata yang diperhalus untuk "menahan ijazah".

Pada UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, tidak ada aturan mengenai penahanan ijazah. Ijazah dititipkan pada perusahaan sesuai kesepakatan dengan karyawan. Bila karyawan menolak maka perusahaan tidak boleh memaksa. 

Ilustrasi wawancara kerja (Freepik)

Meski demikian, pada kenyatannya karyawan yang menolak menitipkan ijazahnya tidak bakal diterima kerja karena berarti tidak memenuhi syarat sesuai perjanjian/kontrak kerja. 

Alasan perusahaan menahan ijazah karyawan

1. Turnover tinggi sehingga mereka perlu memproteksi karyawannya untuk beberapa waktu. Hal itu dilakukan supaya tidak sering terjadi pergantian karyawan yang bisa mengganggu efektivitas kerja.

Turnover yang tinggi di sebuah perusahaan dapat menjadi tanda ada yang tidak beres dengan manajemennya. 

Gaji yang kecil sebetulnya tidak jadi soal. Banyak karyawan betah walau gajinya pas bandrol sekedar upah minimum kota/kabupaten (UMK) bila atasan di kantor mampu memimpin dengan manusiawi dengan target yang masuk akal.

2. Perusahaan belum lama berdiri. Perusahaan yang baru berdiri butuh kestabilan supaya dapat bertahan dalam jangka panjang. 

Itulah sebab di awal berdirinya mereka menerapkan aturan dan target yang berbeda dari perusahaan yang sudah lama berdiri. Salah satu bentuk kestabilan itu adalah karyawan loyal yang bisa ikut memberikan laba kepada perusahaan.

Ada kalanya di perusahaan jenis ini, seorang sekretaris bisa saja merangkap jadi marketing, atau kepala human resource merangkap jadi sales.

Pada perusahaan yang baru berdiri namun sudah berskala nasional biasanya tidak akan menahan ijazah karyawannya. Malahan ada yang hanya perlu ditunjukkan fotokopi ijazah yang telah dilegalisir, tanpa kita harus menunjukkan ijazah asli. 

3. Perusahaan punya niat dapat laba besar dalam waktu singkat. Mirip seperti poin kedua, seluruh karyawan akan diberdayakan semaksimal mungkin untuk menghasilkan uang.

Sebisa mungkin tidak boleh ada karyawan yang hanya duduk di depan komputer. Mereka harus aktif menawarkan produk atau jasa perusahaannya entah lewat telepon atau keluar kantor. Pun harus mendekati calon klien potensial, membujuk klien untuk tetap bekerja sama, dan hal lain yang bisa menghasilkan uang bagi perusahaan.

Karyawan yang tidak betah dengan cara kerja seperti itu harus bertahan sampai kontrak selesai atau menebus kontrak kerjanya dengan denda.

Dasar hukum penahanan ijazah dan hak karyawan

Pada Pasal 1320 jo 1338 KUH Perdata disebutkan supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat;

1. Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya
2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
3. Suatu pokok persoalan tertentu
4. Suatu sebab yang tidak terlarang

Bila karyawan (walau dengan berat hati) menandatangi perjanjian kerja yang mencantumkan kewajiban menyimpan atau menitipkan ijazah pada perusahaan, maka perjanjian itu sah.

Bila dia ingin mengambil kembali ijazahnya, maka dia harus memenuhi kewajibannya lebih dulu, yaitu menyelesaikan kontrak kerja atau bayar denda/pinalti yang besarnya telah ditentukan dalam perjanjian kerja. 

Kemudian, kalau ternyata ijazah milik karyawan itu rusak atau hilang selama masa penyimpanan di perusahaan, maka karyawan berhak menuntut perusahaan itu dengan pasal penggelapan, yaitu Pasal 374 jo Pasal 372 KUH Pidana.

Dimana perusahaan menyimpan ijazah karyawannya?

Ini juga yang patut kita tanya saat wawancara kerja. Dimana mereka akan menyimpan ijazah supaya kita yakin ijazah disimpan dengan baik di tempat aman. Walau hanya selembar kertas, ijazah adalah bukti kerja keras di bangku kuliah, jadi orang lain tidak boleh memperlakukan ijazah itu dengan semena-mena.

Perusahan menyimpan ijazah di safe deposit box yang ada di bank atau di brankas khusus milik perusahaan. 

Bila dalam sesi wawancara si orang HR hanya menjawab, "Pokoknya di tempat aman. Ijazah kamu enggak bakal hilang," maka lebih baik kita tidak melanjutkan proses rekrutmen di situ. 

Jika mereka saja mengganggap remeh ijazah, bagaimana mereka akan memperlakukan karyawannya.

Bila terlanjur bekerja di perusahaan yang menahan ijazah karyawannya

1. Tetap bekerja dan selesaikan kontrak. Bila ingin resign ajukan sebulan sebelum masa kerja berakhir (one month notice) atau sesuai ketentuan perusahaan.

2. Simpan nomor kontak klien yang berhubungan dengan kita (kalau punya). Kita bisa tetap menjalin silaturahim dengan mereka walau hanya sekedar say hello saat Lebaran dan Natal, atau saat mereka berulang tahun.

3. Manfaatkan fasilitas kantor, seperti air galon, tisu toilet, kopi dan teh, dan gunakan selalu Wifi kantor bila sedang di kantor (bila kantor itu punya Wifi, tentu).

4. Bekerja profesional dan tidak perlu bergaul seperti teman dengan atasan dan rekan-rekan. 

Kita harus fokus mencari pekerjaan baru selepas keluar dari perusahaan itu. Bergaul hanya akan menyita waktu dan tenaga, kecuali kamu tipe anak gaul.

***

Apa yang sudah terjadi tidak perlu disesali. Jika punya pengalaman buruk bekerja di perusahaan yang menahan ijazah karyawannya, jadikan pembelajaran untuk langkah ke depan yang lebih baik.


10 Negara Berwarga Ateis Terbanyak di Dunia

10 Negara Berwarga Ateis Terbanyak di Dunia

Dalam satu dekade terakhir makin banyak orang yang menyatakan diri sebagai agnostik dan ateis. Teman saya salah satunya. Sejak bekerja di Manila dia yang tadinya muslim telah berani mengatakan bahwa dia pengikut agnostik. 


Apa itu agnostik?

Menurut ensiklopedia Britannica, agnostik berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu agnōstos yang berarti tidak mengetahui.

Istilah agnostisisme pertama kali disebut dioleh T.H. Huxley, ahli biologi asal Inggris, pada tahun 1869 pada pertemuan Metaphysical Society di London.

Huxley membuat istilah itu sebagai label untuk dirinya sendiri karena banyak pemikirannya yang bertentangan dengan 'gnostik' sejarah gereja yang mengaku tahu banyak hal. Gnostik, masih berasal dari bahasa Yunani Kuni, artinya adalah pengetahuan.

Bila orang agnostik terkesan labil, antara percaya dan tidak terhadap keberadaan Tuhan dan agama, ateis terang-terangan menolak keberadaan Tuhan.

Apa bedanya agnostik dengan ateis?


Bila agnostik tidak yakin akan adanya Tuhan dan segala zat yang berkuasa atas bumi dan langit, orang ateis terang-terangan menolak adanya Tuhan. Orang beragama bisa jadi agnostik hanya karena dia tidak yakin pada ajaran agamanya yang dianggap memberatkan dan tidak masuk akal.

Orang ateis sejak awal tidak mengakui bahwa segala yang ada di alam semesta berasal dari Tuhan karena mereka menganggap semua yang terjadi bisa dijelaskan menurut ilmu pengetahuan, bukan dari kitab suci.

Ateis juga meyakini bahwa agama dan Tuhan adalah fiksi yang dibuat oleh orang-orang tertentu demi kekuasaan tertentu. Segala yang ada di alam semesta dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Agama, bagi orang ateis, hanya menghambat kemajuan umat manusia.

Jumlah ateis di seluruh dunia


World Population Review mencatat dari survey WIN/Gallup bahwa sejak tahun 2014-2021 terdapat peningkatan jumlah orang yang mengaku ateis. Yang sedikit mengejutkan, warga Korea Selatan yang kita yakini banyak yang ateis, ternyata tidak masuk ke dalam 10 besar negara dengan ateis terbanyak. 

1. Tiongkok

Negara ini menempati urutan pertama yang punya warga ateis terbanyak di dunia.

Sebanyak 67% warganya mengaku ateis. Orang Tiongkok yang beragama hanya 9%. Sebanyak 23% warganya mengaku beragama, tapi tidak menjalankan ajaran agamanya.

Banyaknya jumlah ateis di Tiongkok sangat dipengaruhi oleh partai yang berkuasa, yaitu Chinese Communist Party yang berhaluan ateis. 

Secara resmi, menurut lembaga Council on Foreign Relations, ada enam agama yang diakui negara, yaitu Taoisme, Daoisme, Buddha, Katolik, Protestan, dan Islam. Namun, pada kenyataannya pemerintah Tiongkok sangat membatasi kegiatan keagamaan walaupun tidak melarang warganya memiliki agama.

2. Jepang

Orang Jepang banyak yang tidak beragama karena sibuk dengan urusan keduniawian. Agama berada di nomor buncit setelah stabilitas ekonomi dan politik, pembangunan, dan kemajuan industri.

Menurut profesor sosiologi dari Cambrigde, warga Jepang mengaku ateis, tapi masih melakukan ritual di kuil. Hal itu terjadi karena mereka tidak mau terikat agama namun masih melakukan ajaran kepercayaan leluhur.

Warga Jepang yang mengaku ateis ada 29% dengan 13% orang masih mengaku religius. Sisanya sebanyak 31% mengaku masih beragama, tapi jarang melakukan kegiatan keagamaan.

Berturut-turut berada di bawah Tiongkok dan Jepang adalah:

3. Swedia

4. Republik Ceko

5. Estonia

6. Belgia

7. Inggris Raya

8. Norwegia

9. Australia

Melansir hasil survei ABC News, pada 2019 sebanyak 71 persen orang Australia bilang bahwa agama merupakan bentuk diskriminasi. Orang-orang saleh yang taat agama juga kerap mereka katakan melakukan diskriminasi. 

Itu sebab banyak generasi muda Australia akhirnya memilih untuk menjadi ateis atau agnostik.

10. Denmark

Agama yang banyak dianut oleh 80 persen orang Denmark adalah Evangelical Lutheran. Jadi hanya kurang dari 20 persen saja orang yang mengaku ateis.

Walau kurang dari 20 persen, jumlah itu cukup untuk mendudukkan Denmark ke dalam 10 negara dengan ateis terbanyak di dunia.

***

Kok Amerika Serikat tidak termasuk 10 besar? Di AS banyak warga agnostik, tapi tidak ateis. Beberapa pesohor yang mengaku agnostik adalah Leonardo Dicaprio, Brad Pitt, Zac Efron, Uma Thurman, dan Neil Patrick Harris.

Mereka masih merayakan Natal, tapi tidak ke gereja atau beribadah sesuai kepercayaannya karena kurang meyakini ajaran agama yang dilihatnya.

Pun Korea Selatan yang selama ini kita duga banyak ateis ternyata tidak masuk 10 besar. Orang Korea sangat tertutup soal agama karena menurut mereka itu termasuk hal yang sangat pribadi.

Bisa jadi dalam survei mereka enggan menjawab soal agama karena menganggapnya sebagai privasi yang sangat pribadi.

Di film dan serial keluaran Amerika masih kita temukan adegan berdoa atau ibadah Kristiani. Sementara pada sinema keluaran negeri ginseng amat sangat jarang ditemukan adegan orang berdoa atau ibadah lainnya.

Entah karena agama sudah tidak lagi jadi hal yang mempengaruhi kehidupan, baik agnostik dan ateis, atau karena saking pribadinya maka mereka tidak mencampur agama dan kepercayaan ke dalam urusan duniawi.


Awal Mula Bahasa Keminggris Anak Jaksel

Awal Mula Bahasa Keminggris Anak Jaksel

Bagi orang yang belum biasa mendengar dan membaca postingan bahasa Indonesia yang dicampur Inggris pasti sebal, menyebabkan anak-anak Jaksel (Jakarta Selatan) yang kerap mencampur dua bahasa tersebut dituduh sok nginggris, belagu, merusak bahasa Indonesia, dan sebagainya.

Sebenarnya, sih, bukan anak Jaksel aja yang sering ngomong dan nulis gado-gado Indonesia-Inggris, orang-orang di belahan Indonesia lain juga. Alasan mereka keminggris untuk melatih percakapan berbahasa Inggris dan keinginan untuk menjadi bilingual. 

Lagipula, nginggris-nya anak Jaksel hanya sebagai bahasa pergaulan saja. Bila bicara dengan guru, orang yang lebih tua, atau di tempat formal, mereka tetap berbahasa Indonesia yang baik dan normal. Jadi mestinya enggak perlu heboh. 
Ilustrasi: British Council

Lalu apa alasan dan latar belakang anak Jaksel kerap nginggris?


Sekolah Internasional
Di kawasan Cilandak, Jaksel ada sekolah internasional pertama di Indonesia yang berdiri tahun 1951 bernama Joint Embassy School (JES). Dinamai demikian karena didirikan oleh ekspatriat utusan PBB dan anggota kedutaan besar dari negara-negara Barat yang membawa keluarga mereka.

Pada 1951 Indonesia baru memulihkan diri dari kolonialisme Belanda yang disusul penjajahan Jepang, lalu harus perang lagi dalam Agresi Militer Belanda II 1948-1949. Membangun sekolah untuk rakyatnya saja masih susah, apalagi untuk orang asing. Jadi, para bule itu sepakat bikin sekolah sendiri yang kurikulumnya mengacu pada pendidikan di Amerika dan Inggris.

JES lalu berubah nama lagi jadi Jakarta Intercultural School, dan pada 1978 sekolah itu berubah nama jadi Jakarta International School (JIS) sampai sekarang. 

Tadinya sekolah itu hanya bersiswakan anka-anak bule dan blasteran, setelah reformasi, banyak anak Indonesia tulen yang sekolah disitu dari jenjang TK sampai SMA. Cinta Laura, blasteran Jerman-Indonesia, adalah salah satu alumninya. Sudah tahu, kan, gimana cara bicara Cinta Laura?

Walau anak-anak ekspatriat dan blasteran sedikitnya bisa bicara Indonesia, tapi anak-anak asli Indonesia ini yang kemudian lebih sering bicara bahasa Indonesia, terutama kalau mereka sedang nongki di Pondok Indah Mall.

Bergaulnya anak-anak Indonesia dengan anak bule yang berada dalam satu sekolah secara tidak langsung membuat anak-anak ini jadi bilingual (bicara dua bahasa).

Anak Kebayoran dan Anak Menteng
Pada era 1970-1980 anak-anak yang tinggal di Kebayoran Baru, Jaksel dikenal sama elitnya dengan anak Menteng di Jakpus (Jakarta Pusat) karena pekerjaan orang tua mereka,

Kawasan Kebayoran Baru dan Menteng dikenal sebagai kawasan elit pada waktu itu karena di dua tempat itulah para perwira TNI/Polri, pejabat kedutaan, ekspatriat, pejabat negara, dan pengusaha bermukim.

Saya sendiri pernah bertetangga dengan orang Korea, Jepang, dan India yang rumahnya bersebelahan dengan rumah saya. Anak-anak mereka kebetulan seusia dengan saya yang waktu itu masih kecil.

Kami main seperti layaknya anak-anak kampung, tapi dengan bahasa campur-campur Inggris-Indonesia kadang mereka bicara dengan bahasa ibu mereka. 

Selain itu anak-anak perwira dan pegawai Pertamina (waktu itu karyawan Pertamina tajirnya melintir banget!) sering ke luar negeri. Entah untuk plesiran atau karena kuliah di sana.

Mobilitas anak Kebayoran Baru dan anak Menteng ke luar negeri sedikitnya punya dampak bercampurnya bahasa pergaulan mereka menggunakan Indonesia-Inggris.

Anak Kebayoran Baru lebih sering menggunakan bahasa campur-campur dibanding anak Menteng karena di Jaksel lebih banyak macam-macam tempat gaul dibanding Menteng, yang notabene jadi pemukiman pejabat. Suasana di Menteng lebih formal dan eksklusif, sedangkan di Kebayoran Baru lebih santai.

Jadi, gaulnya anak Menteng yang terletak di Jakpus tidak seasyik anak Jaksel. Itulah sebab anak Jaksel lebih berani menggunakan bahasa campur-campur.

Kemudian anak-anak Kebayoran Baru ini bergaul pula dengan anak-anak dari kecamatan sekitar yang padat penduduk, seperti Mampang, Bangka, dan Gandaria. Sesama mereka ini lalu bicara keminggris dan pada hari ini go public di medsos.

Pembagian kawasan
Sebelum era Gubernur Sutiyoso, wilayah-wilayah di DKI Jakarta dibagi untuk pusat bisnis, pusat pemukiman, pusat pemerintahan, dan pusat jasa.

Jaksel adalah kawasan pemukiman. Jakpus kawasan pemerintahan, sedangkan Jakbar dikhususkan untuk pusat perdagangan. Jakut juga diperuntukkan sebagai pusat bisnis, tapi kemudian dikembangkan jadi perumahan elit dengan menguruk Laut Jakarta.

Jaksel yang tadinya diperuntukkan sebagai kawasan khusus pemukiman, lama-lama beralih jadi kafe, resto, salon, perkantoran, dan apartemen. Perubahan itu tidak bisa dielakkan karena Jakarta selain ibu kota, juga berjalan sebagai pusat bisnis.

Makin maraknya pemukiman yang bercampur dengan bisnis, membuat percampuran bahasa Indonesia-Inggris meledak dan tidak terhindarkan oleh anak-anak muda Jaksel.

***

Apakah kelak bahasa Indonesia akan sama seperti Singlish di Singapura? Menurut saya, tidak. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang menyatukan ratusan bahasa adat di Indonesia. Kelak kita tidak akan punya bahasa Indoglis. Yang kita harapkan akan terjadi adalah, orang-orang Indonesia akan mahir bicara tiga bahasa (trilingual), yaitu bahasa daerahnya, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Sudah banyak orang-orang Indonesia yang seperti itu. Kamu bisa?




Kalau kamu suka artikel ini, boleh traktir kami kopi
Nih buat jajan
Bisakah Wikipedia Dipercaya?

Bisakah Wikipedia Dipercaya?

Wikipedia dibuat oleh Larry Sanger dan Jimmy Wales pada 15 Januari 2001 yang merupakan akronim dari 'wiki' dan 'encyclopedia'.

Wiki, dalam bahasa Hawaii, artinya cepat. Sedangkan dalam pemrograman wiki berarti situs yang dirancang untuk sekelompok orang supaya dapat berbagi ide dengan cepat dengan membuat halaman sederhana dan menghubungkannya bersama-sama. 

Sesuai namanya, di Wikipedia siapapun boleh mengisi dan mengubah isi di Wikipedia selama akunnya tidak diblokir oleh pengelola. Di Indonesia, ada kelompok wikipediawan yang sering keliling membetulkan konten-konten yang tayang di Wikipedia. 

id.wikipedia.org

Kenapa harus dibetulkan? Karena sifatnya yang amat terbuka, siapapun boleh mengubah isi konten di Wikipedia meskipun tidak sesuai fakta. Wikipediawan dapat menghapus satu konten bila setelah diverifikasi, konten itu berisi informasi palsu.

Tahun lahir Syahrini pernah berubah dari 1980 ke 1982 tiga hari sesudah dia menikah dengan Reino Barack. 

Sampai sekarang tahun lahir Syahrini di Wikipedia adalah 1982 mengikuti buku nikahnya.

Sementara kelahiran 1980 diambil dari data di rapor SMP Syahrini.

Kita bisa mempercayai Wikipedia untuk bahan referensi non-ilmiah, misal untuk menulis konten blog dan tulisan fiksi.

Namun, Wikipedia tidak untuk bahan makalah, skripsi, tesis, apalagi jurnal ilmiah. Sebabnya?

Ya itu tadi, semua orang bisa mengedit Wikipedia, jadi kredibilitasnya tidak bisa digunakan untuk tulisan akademik.

Wikipedia sendiri tidak menjamin keabsahan isi artikel di dalamnya karena bersifat terbuka dalam jaringan kolaboratif.

Artinya, sepanjang informasi itu tidak palsu dan berdasarkan fakta, boleh saja dimuat disitu. Namun, apakah sumber fakta itu bohong atau tidak, benar atau tidak, tidak itu yang jadi soal.

Di tiap bagian bawah laman Wikipedia biasanya ada tautan dari mana informasi itu berasal. Tautan itulah yang bisa dijadikan sumber tulisan akademik.

Misal, tautan (link) yang berasal dari situs LIPI, NASA, kementerian, lembaga negara, atau situs berita terpercaya.

Bila tidak ada tautan atau tautannya hanya satu, kita harus mencari sumber lain di Google atau Bing, Yahoo, DuckDuckGo, dan lainnya.

Mahasiswa yang mencari bahan makalah dan skripsi saya anjurkan tetap ke perpustakaan untuk mencari bahan referensi. Buku akademik ditulis oleh akademisi yang kemampuan ilmiahnya tidak diragukan, sehingga ilmunya juga kredibel.

Isi buku juga tidak bisa dimanipulasi, setidaknya belum pernah ada yang mengubah isi buku seseorang agar orang itu seolah menulis hal lain. Paling maksimal sebuah buku dicetak ulang dengan kualitas rendah untuk dijual lagi, alias buku bajakan.

Beda dengan internet. Apapun yang ada di internet bisa diubah, dipalsukan, dimanipulasi dan disebarkan kembali seolah-olah berita itu benar dan berasal dari sumber kredibel.

Begitu pun dengan Wikipedia. isinya bisa diubah maka tidak kredibel untuk dijadikan referensi penulisan akademis.


Feasible Business

Feasible Business


Saya punya kawan yang sedang merencanakan bisnis mini trip bersama tiga rekan kantornya. Mini trip yang dimaksud adalah layanan mengantar wisatawan ke tempat wisata tanpa minimum jumlah peserta dan waktu. Karena namanya mini trip, maka meskipun hanya dua orang wisatawan yang ingin pelesiran di wilayah provinsi DIY tetap akan dilayani.

Untuk tahap awal, mini trip ini mencari sopir yang bisa merangkap sebagai tour guide, tujuannya untuk menghemat biaya. Mobil atau bus akan disewa dari rekanan mereka. Mereka juga menghubungi orang yang bekerja sebagai sales dan marketing hotel yang mereka kenal agar memakai jasa mini trip mereka untuk mengantar tamu hotel ke tempat wisata.

Sekilas bisnis mini trip ini menjanjikan yes. Apalagi pencetusnya bilang bahwa ia hobi traveling dan punya pengalaman puluhan tahun mengurus aneka perjalanan wisata di kantornya.

Tapi, apakah bisnis ini feasible?
Feasible business dapat diartikan sebagai bisnis yang secara logis layak dan punya kesempatan untuk sukses dalam jangka panjang.

Pertanyaan pertama untuk menguji apakah bisnis yang kita rencanakan feasible adalah, seberapa banyak orang yang akan membeli produk atau menggunakan jasa kita? Yogya adalah kota wisata, yes absolutely! Tapi bukan berarti banyak yang butuh jasa mini trip karena biasanya rombongan dalam jumlah besar (lebih dari 50 orang) sudah menggunakan bus dari kota/tempat asal mereka. Tempat tujuan juga sudah ditentukan lewat panitia yang biasanya sudah memesan tiket masuk ke tempat wisata beserta makan dan penginapan.

Wisatawan mancanegara mungkin butuh tour guide tapi mereka sudah mendapatkannya dari paket hotel.

Pangsa pasar yang masih mungkin diisi mungkin wisatawan sekitaran Yogya dan Jawa Tengah. Tapi biasanya mereka juga sudah membawa kendaraan dari tempat asal dan tidak butuh dipandu untuk plesiran ke beberapa tempat wisata dalam satu waktu.

Pengalaman yang dikatakan kawan saya itu bukan pengalaman di travel agent yang memang mengatur perjalanan dan jadwal wisata orang-orang, melainkan di kantornya yang bergerak di bidang jasa keuangan. Pengalaman yang dimaksud adalah mengatur rekreasi, gathering, dan rapat kerja diadakan di tempat-tempat wisata untuk rekan-rekan kantornya.

Contoh bisnis yang tidak feasible adalah berjualan bakso. Ada tempat yang memang warganya suka sekali makan bakso. Kedai bakso mudah dijumpai disegala tempat. Tapi, dengan membuka kedai bakso lagi bukan ide bagus karena pasar sudah jenuh. Kecuali bakso yang kita jual benar-benar berbeda dan punya keunikan dari yang sudah ada.
Dikutip dari BusinessLink, ada tolok ukur untuk mengetahui apakah usaha yang akan kita jalankan feasible atau tidak.

Pertama, apakah ada pasar untuk produk atau jasa yang akan kita jual? Kemana kita akan menjual produk atau jasa? Ke anak muda, lanjut usia, orang kaya, anak-anak, pekerja kantoran, atau semua umur dari semua golongan ekonomi? Kalau sudah menemukan pasarnya, apakah mereka benar-benar butuh produk atau jasa yang kita tawarkan? Apa keunggulan produk atau jasa milik kita dari kompetitor?

Kedua, apa kita punya kemampuan dan disiplin untuk menjalankan usaha itu? Bisnis yang baru berjalan butuh perhatian ekstra dan kita bisa saja bekerja 12 – 16 jam sehari agar bisnis stabil dan tidak berhenti ditengah jalan. Selain siap untung kita juga harus siap rugi dan kehilangan seluruh tabungan kita. Bahkan pada tahap tertentu kita harus mau menurunkan standar hidup, bila yang tadinya belanja setiap akhir pekan ke supermarket, menjadi dua minggu sekali dengan jumlah belanjaan lebih sedikit dari biasanya.

Ketiga, akan digunakan untuk apa saja modal yang kita punya? Apakah untuk membayar upah karyawan, membeli perlengkapan kantor, atau untuk promosi. Atau kita masih belum menghitung biaya-biaya yang harus dikeluarkan dan untuk keperluan apa saja yang berkaitan dengan produk atau jasa yang akan kita tawarkan?

Berbisnis itu tidak susah tapi juga tidak gampang. Kemauan dan niat itu modal utama, tapi perlu perencanaan yang tepat supaya kerugian bisa ditekan seminimal mungkin dan usaha kita bisa bertahan lama.
Lowongan Kerja Tipu-tipu Dari PT Had*na Indon*sia

Lowongan Kerja Tipu-tipu Dari PT Had*na Indon*sia

Disclaimer
Nama PT sengaja saya samarkan supaya -meskipun saya insya Allah benar- tidak ada tuntunan dari perusahaan yang bersangkutan seperti yang dialami Prita Mulyasari.

Seorang kerabat saya tergiur tawaran iklan yang dipasang di Tabloid Nova. Iklan itu berisi tawaran pekerjaan mengelem benang teh celup rosela dengan upah Rp70.000 perkotak. Satu kotak berisi 200 bungkus teh. Bagi peminat diminta datang langsung ke kantor pusat PT Had*na Indon*sia atau cabang-cabangnya yang terdekat

Karena kerabat saya itu tidak mengenal daerah Ciputat maka ia tanya bagaimana cara mendatangi kantor PT Had*na di Ciputat dengan angkutan umum. Ia tertarik dengan tawaran pekerjaan mengelem benang teh rosela. Bagaimana tidak menggiurkan, upahnya Rp70.000 perkotak. Satu kotak isinya 200 bungkus teh. Kalau sehari bisa selesai 5 kotak berarti Rp350.000 didapat. Uang segitu dikalikan 20 hari sudah dapat Rp7.000.000. Lebih besar dari take home pay manajer di restoran cepat saji. Apalagi katanya satu kotak bisa selesai dalam waktu 90 menit. Pekerjaan ini sungguh menggiurkan.

Saya pernah membaca selebaran tentang lowongan kerja ini di beberapa lokasi ATM yang berbeda, karena itu ketika kerabat saya memberitahukan akan mendatangi kantor PT Had*na saya langsung "tanya" Mbah Google mau tahu profil PT Had*na Indon*sia.

Olala! Ternyata dari pengalaman orang-orang yang sudah terpedaya, terkuaklah bahwa ada aksi bulus dibalik pekerjaan itu.

Modusnya, peminat disuruh datang langsung ke kantor PT Had*na terdekat guna dijelaskan cara kerja menempel benang teh rosela. Pada saat datang peminat wajib bayar di meja resepsionis Rp5000 sebagai biaya pendaftaran. Kemudian ketemu dengan Bapak Anu. Oleh Bapak Anu dijelaskan cara mengelem teh rosela dan skema pendapatannya. Lalu disuruh menemui Ibu Inu yang kemudian menjelaskan ada biaya keanggotaan Rp250.000 dan perhitungan balik modal yang akan didapat peminat. Setelah itu disuruh menemui Pak Unu yang akan memberi kotak berisi bungkus teh untuk ditempel. Kotak yang boleh dibawa pulang hanya satu karena hanya untuk percobaan apakah kita rapi atau tidak dalam menempel benang. Sebelum membawa pulang kotak teh, peminat harus melunasi biaya keanggotaan Rp250.000.

Kepunahan Komodo Dibalik New7Wonders

Kepunahan Komodo Dibalik New7Wonders



Indonesia sedang heboh mendukung Pulau Komodo untuk menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru versi lembaga New7Wonders. Di layar televisi kerap kita lihat "Dukung Pulau Komodo, kirim sms ke 9818 tarif Rp1,- (satu rupiah)".

Kalangan yang merasa tinggi jiwa nasionalismenya tentu tak ragu mem"boom" server 9818 untuk mengirim ratusan sms berisi dukungan. Namun bagi sebagian kecil kalangan yang lain, dukungan terhadap Pulau Komodo menyimpan bahaya. Bahaya dimulai sewaktu Presiden Susilo mendukung Jusuf Kalla untuk pemungutan suara melalui sms ke 9818. New7Wonders adalah lembaga swasta yang tidak berafiliasi dengan UNESCO. Tujuan New7Wonders bukan konvervasi seperti yang dilakukan UNESCO tapi komersialisasi dan menarik wisatawan secara besar-besaran. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Prof.Putra Setiawan, peneliti komodo dan Prof.Dr.Laurentius Dyson, guru besar Antropologi Fisip Universitas Airlangga sebagai hal yang tidak etis dilakukan oleh presiden karena berarti presiden mendukung komersialisasi Pulau Komodo.

Konvervasi
Komersialisasi Pulau Komodo untuk tujuan wisata akan bertolak belakang dengan usaha konversasi untuk kelestarian habitat para komodo. Pulau Komodo sendiri sebenarnya tidak perlu publikasi besar-besaran karena ia memang sudah terkenal sejak lama. Pulau Komodo adalah satu-satunya habitat komodo di dunia. Anak SD di seluruh dunia yang belajar tentang dinosaurus akan juga mengetahui soal Pulau Komodo di Indonesia. Karena itulah sejak 1991 UNESCO sudah mengakui Pulau Komodo sebagai World Natural and Cultural Heritage.

Cuti Bersama vs Public Holiday

Cuti Bersama vs Public Holiday

Horee libur!!

Sungguh asyik kalau libur dari hari kerja dan sekolah. Bisa santai di rumah bersama keluarga, bisa pergi pelesir ke luar kota, bisa tamasya ke tempat wisata dalam kota, atau bisa tidur sepuasnya mengganti keletihan setelah kerja yang melelahkan.

 Sepanjang 2011 resminya Indonesia punya 15 hari libur nasional, yang terdiri dari hari raya keagamaan, pergantian tahun, dan kemerdekaan. Kemudian kebanyakan pekerja (PNS dan swasta) punya hari libur 2 hari (Sabtu dan Minggu) selama satu minggu yang kalau dijumlahkan pertahun menjadi 96 hari. Sehingga kalau dihitung, rata-rata pekerja di Indonesia punya hari libur 111 hari selama setahun. Itu belum termasuk cuti bersama karena setiap ada “hari kejepit” pemerintah pasti meliburkan pegawainya. Meski pada hematnya cuti bersama hanya berlaku untuk PNS, namun tak sedikit pegawai swasta juga ikut dalam hajat libur itu.

Adanya libur panjang memang menyenangkan bagi banyak orang. Pun tampak bahwa devisa negara meningkat karena masyarakat membelanjakan uangnya untuk “kepentingan nasional” alias ke tempat-tempat hiburan dan liburan yang ada di dalam negeri. 

Lihat saja betapa pengelola tempat wisata sumringah karena tempat mereka selalu penuh sesak, hotel-hotel kepenuhan kamar, kursi di maskapai penerbangan penuh terisi, tiket kereta api sulit dicari saking laris manis, bahkan pedagang kaki lima yang mangkal di tempat wisata kebagian rizki. Karena itulah pemerintah (pusat) menerima ucapan terima kasih karena memberikan libur tambahan.

Akan tetapi,  dengan