7 Tipe Orang yang Selalu Semangat Datang Ke Reuni dan Acara Kumpul Alumni

7 Tipe Orang yang Selalu Semangat Datang Ke Reuni dan Acara Kumpul Alumni

Tiap ada temu kangen angkatan, reuni, atau buka puasa bersama alumni, kita tahu pasti ada yang bisa banget datang dan ada yang tidak bakalan datang walau dibujuk dengan apapun.

Itu bukan berarti kita paranormal, tapi prediksi tentang hadir tidaknya teman ke reuni sudah bisa diketahui dari perilaku dan kejadian yang dialaminya semasa sekolah. 

Mungkin dia anak pemalu, merasa miskin dibanding teman-temannya, nilainya terlalu pas-pasan, minder karena merasa fisiknya tidak bagus, dan alasan lain yang cuma dia sendiri yang tahu.

emperbaca.com merangkum tujuh tipe orang yang selalu semangat datang ke reuni atau temu kangen angkatan sekolah.

1. Punya Pekerjaan Bagus

 

Meskipun semasa sekolah dia bukan anak gaul atau anak pintar, ternyata saat dewasa karirnya moncer, entah dia kerja di swasta atau jadi aparatur sipil negara.

Teman tipe ini sudah pasti semangat dan enggak bakalan nolak kalau diajak ketemuan, apapun momennya.

2. Selebriti Internet

 

Jaman sekolah dulu dia hampir gak punya teman saking cupu (culun punya), eh, ternyata sekarang followernya di Instagram dan TikTok ada ratusan ribu. 

Maka sudah pasti dia bakal datang kalau diundang ke acara apapun yang berhubungan dengan teman sekolah.

3. Populer Semasa Sekolah

 

Orang yang populer di masa sekolah akan tetap populer dan perhatian di acara kumpul teman sekolah. Menjadi pusat perhatian itu menyenangkan serasa selebriti. Maka,  orang yang populer di sekolah tidak bakalan mau melewatkan acara alumni apapun bentuknya.

Meski begitu, ada orang yang populer waktu sekolah, tapi hampir gak pernah ikutan ke reuni atau bukber. Itu karena dia terlalu sibuk, punya kriteria teman yang berbeda dari masa sekolah, pola pikirnya berubah, atau sudah hijrah.

4. Paling Pintar Waktu Sekolah

 

Setali tiga uang dengan si populer, si pintar juga termasuk orang yang paling semangat datang ke acara teman sekolah.

Itu karena si pintar biasanya dikenal semua teman dan guru, bahkan staf tata usaha pun tahu. Dia tidak bakalan kesulitan berinteraksi saat reuni karena semua orang sudah mengenalnya. Tinggal sebut nama, semua orang secara otomatis akan menanyakan kabarnya.

5. Paling Badung dan Pernah Diskorsing

 

Serupa dengan si populer dan si pintar, anak yang paling sering bikin ulah biasanya juga terkenal di sekolah. 

Kalau si badung pernah kena skorsing, kepopulerannya akan bertambah karena dia jadi topik pembicaraan berhari-hari oleh penghuni sekolah.

Si badung akan semangat datang ke reuni, bukber, atau temu kangen alumni untuk membuktikan dirinya sudah tidak bandel lagi. 

Kadang ada juga yang bangga dengan kebandelan di masa sekolah dan ingin membuktikan dirinya tetap bandel. Dengan tetap membandel, si badung yakin dirinya selalu diingat dan lekat di ingatan teman-teman sekolah, walau

6. Pemalu

 

Orang yang semasa sekolahnya pemalu seringkali ingin menunjukkan bahwa dia sudah sukses, berhasil, keren, dan tidak pemalu lagi saat dewasa. Hal itu cuma bisa dilakukan saat reuni dan kumpul alumni.

Karena itu. orang yang semasa sekolahnya pemalu bisa jadi orang yang paling semangat kalau ada reuni, bukber, halalbihalal, atau temu kangen.

7. Jomlo

 

Tidak ada kekasih dan keluarga yang harus diprioritaskan, jadi sudah pasti si jomlo (single) akan selalu semangat datang ke acara yang berhubungan dengan teman sekolah.

Namun, hanya berlaku untuk para jomlo yang tidak baperan terus-terusan ditanya kapan nikah dan diledek lapuk. Jomlo seperti ini malahan menikmati dirinya diledek sedemikian rupa soal kejomloannya, bahkan saat usianya sudah kepala 4.

***

Berkebalikan dengan orang yang paling semangat, orang yang paling malas datang biasanya justru mereka yang semasa sekolah biasa-biasa saja.

Biasa di prestasi akademik, biasa di pergaulan, atau biasa diabaikan oleh teman-teman. Walau mereka sukses di masa dewasa, tapi mereka menganggap masa sekolah sebagai masa lalu yang tidak perlu diulang walau hanya sekedar datang reuni.

Tipe orang seperti ini ingin menikmati hidupnya di masa sekarang dan fokus untuk masa depan. Apakah kamu paling semangat datang atau justru paling enggan?


Hari Lahir Pancasila dan Generasi PMP yang Jungkir-Balik Menghapal Butir-butir Pancasila

Hari Lahir Pancasila dan Generasi PMP yang Jungkir-Balik Menghapal Butir-butir Pancasila

Bersyukurlah generasi yang sekolah setelah orde baru tumbang. Kamu enggak harus merasakan jungkir-balik menghapal butir-butir Pancasila tiap ulangan di mata pelajaran PMP.

Bidang studi PMP adalah singkatan dari Pendidikan Moral Pancasila. Semua yang dipelajari di bidang studi PMP sebenarnya amat mulia karena mengajarkan kerukunan. Sangat cocok untuk bangsa Indonesia yang multiagama dan multisuku.

Buku pelajaran PMP masa 1980-an (duniasosial.id)

Sebenarnya bidang studi (iya, dulu namanya bidang studi sebelum ganti jadi mata pelajaran) PMP sudah diganti nama sejak 1994 jadi PPKn, singkatan dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 

Kemudian, sejak dibuatnya UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional nama PPKn berubah jadi PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan, tanpa embel-embel Pancasila.

Meski demikian, sampai tahun 2022 dimana sekolah kini memakai Kurikulum 2013, Pancasila masih diajarkan di buku teks Tema. Murid dan siswa juga wajib menghapal Pancasila, walau tidak lagi jungkir-balik menghapal 45 Butir-butir Pancasila.

Kok ada siswa ada murid? Apa bedanya siswa dan murid?

Murid dan Siswa


Murid berasal dari bahasa Arab yaitu muriidan yang artinya punya keinginan, berkehendak, dan punya minat yang amat kuat untuk mengetahui sesuatu.

Sementara itu, kata siswa berasal dari bahasa Jawa "wasis" yang artinya pintar atau pandai. Kata siswa adalah kebalikan dari kata wasis, maka itu arti siswa adalah tidak (belum) pandai.

Melihat asal kata dan artinya, saya berkesimpulan bahwa kata 'murid' lebih cocok disematkan pada remaja SMP dan SMA. Mereka sudah tahu apa yang jadi minatnya di sekolah dan punya keinginan untuk mengetahui banyak hal.

Sementara anak SD lebih pas disebut sebagai siswa karena mereka belum banyak mengerti sehingga belum pandai. Mereka lebih sering mencontoh dan mengikuti daripada berinisiatif punya minat terhadap banyak hal.

However, yang terjadi selama ini sebaliknya. Semua orang menyebut "siswa SMP atau siswa SMA" dan "murid SD". Padahal secara terminologi, pemakaian kata siswa lebih pas untuk pelajar SD dan kata murid untuk pelajar SMP dan SMA.

Itu tidak keliru juga, karena kalau kita lihat pada KBBI, arti siswa sama dengan murid, yaitu mereka yang bersekolah di SD-SMA.

Bila merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2003, siswa adalah bagian dari anggota masyarakat yang sedang berusaha untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan dalam tingkatan, jalur, dan jenis tertentu.

Sekarang semua anak sekolah lebih sering disebut sebagai peserta didik daripada murid dan siswa. Istilah peserta didik mencakup mereka yang belajar di madrasah, pesantren dan seminari.

PMP dan Butir-butir Pancasila


Kalau kita baca betul-betul semua butir pada Pancasila, sebetulnya bagus karena mencerminkan keaslian watak masyarakat Indonesia yang sangat beretika dan jauh dari barbar. Pancasila sudah amat cocok dengan Indonesia yang multiagama dan multisuku sebelum ideologi khilafah mengobrak-abrik negara ini atas nama agama.

Sayangnya, siswa dan murid, juga guru, sangat skeptis pada PMP karena mereka melihat materi yang dimuat pada PMP tidak sesuai kenyataan yang mereka lihat dan alami sehari-hari.

Pada waktu itu amat lazim melihat orang korupsi. Pak RW korupsi bantuan sosial, Pak Lurah minta upeti, lahan ganti rugi tidak dibayar oleh oknum pejabat, makelar tanah nilep uang ganti rugi, dan aneka jenis korupsi lainnya.

Kalau ada orang yang jujur malah aneh dan sering dicibir karena dianggap sok suci. Betul, lho! Makanya kalau ada orang yang mau kembali ke zaman orba itu aneh banget! Zaman itu tatanan masyarakat amburadul. 

Well, tidak semua, sih. Warga di desa-desa masih guyub, gotong-royong, dan sangat rukun, walau bantuan untuk mereka sering disunat aparat, walau padi mereka sering dibeli tengkulak meski belum panen, menyebabkan harganya jadi super murah. 

Makanya gak aneh juga kalau banyak murid SMP dan SMA bikin contekan yang berisi Butir-butir Pancasila. Mereka bikin contekan karena sama sekali tidak ada niat meresapi seperti apa pengejawantahan dari falsafah negara tersebut.

Melihat fakta sehari-hari yang bertolak-belakang dengan Pancasila dan Butir-butirnya, akhirnya bikin orang ingin membuang Pancasila setelah Soeharto tumbang tahun 1998.

Walau secara resmi namanya PKn, tanpa Pancasila, nyatanya guru dan murid masih menyebutnya dengan PPKn. Pun di Kurikulum 2013 masih ada pelajaran tentang Pancasila. Siswa tetap harus hapal lima sila dan pengamalannya, walau tidak lagi harus menghapal Butir-butir Pancasila sampai jungkir balik seperti pelajar di era sebelum reformasi.

Namun demikian, masih banyak orang ingin mempertahankan Pancasila sebagai salah satu peninggalan founding father. Pancasila juga sudah pas jadi cerminan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya. Kalau pada zaman orde baru Pancasila cuma jadi alat propaganda, bukan Pancasilanya yang salah, melainkan penguasanya yang barbar.

Begitu kira-kira kaum penyelamat Pancasila beragumen. Jadi, Pancasila selamat, tapi sebagian orang merasa kini mereka berdarah-darah mempertahankan ideologi bangsa ditengah maraknya keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan syariat Islam.

Indonesia tidak perlu jadi negara khilafah karena Pancasila sudah mencakup keseimbangan hambluminallah dan habluminannas sebagai Islam yang rahmatan lil alamin. Indonesia dan Pancasila itu sendiri sudah Islami. 


Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Hari Lahir Pancasila tiap 1 Juni tidak harus diperingati dengan memaksa guru dan pelajar upacara di sekolah, melainkan membangun kesadaran kalau Pancasila itu rangkuman dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia, apapun agama dan sukunya.

Tiada bangsa lain yang cocok punya ideologi seperti Pancasila selain Indonesia karena Pancasila dibuat dari keseharian orang Indonesia, oleh orang Indonesia, dan untuk bangsa Indonesia.

Wartawan Media Cetak Tidak Boleh Merangkap Jadi Wartawan Media Online, Ini Alasannya!

Wartawan Media Cetak Tidak Boleh Merangkap Jadi Wartawan Media Online, Ini Alasannya!

Wartawan media cetak adalah wartawan yang bekerja di surat kabar, bisa koran, majalah, atau tabloid. Sedangkan wartawan media online sudah pasti bekerja pada media yang hanya terbit secara online (dalam jaringan/daring), seperti detik.com, kompas.com, antaranews.com, dan pikiran-rakyat.com.

Salah satu suratkabar harian anggota Serikat Penerbitan Pers dan Dewan Pers yang masih terbit sejak zaman orde baru (harianpelita.id) 

Walau Kompas dan Pikiran Rakyat juga punya koran cetak yang sudah terbit sejak internet belum ada, wartawan koran cetaknya tidak boleh bertukar peran jadi wartawan di kompas.com dan pikiran-rakyat.com, pun sebaliknya.

Tangkapan layar versi digital (epaper) dari suratkabar Harian Pikiran Rakyat

Bagaimana kalau si wartawan ditugaskan oleh grup media itu untuk menulis selang-seling di media online dan cetak bergantian?

Walau ada kemungkinan seperti itu, tapi amat jarang terjadi wartawan cetak ditugaskan ke online dan online ditugaskan meliput untuk versi cetak. Manajemen media cetak dan online berbeda. Kebijakan pemberitaannya pun berbeda karena mereka punya pemimpin redaksi yang beda juga.

Sebagai contoh, Kompas. Kita tahu ada kompas.com dan kompas.id. Dua media itu masing-masing punya wartawan sendiri yang tidak bersangkut-paut satu sama lain, walau mereka bekerja di grup media yang sama, yaitu Kompas.

Tangkapan layar versi digital atau epaper suratkabar Harian Kompas

Kompas.id adalah versi digital dari koran Harian Kompas, artinya apa yang ada di kompas.id sama plek seperti yang ada di Harian Kompas. Maka, pemberitaannya masih mengikuti kaidah jurnalistik yang taat pada kode etik wartawan dan UU Pers. Sementara kompas.com murni media online, maka pemberitaannya mengikuti ciri khas online, termasuk menggunakan teknik SEO (walau tidak banyak).

Pemberitaan


Bahasa berita media online tidak lagi mengutamakan kelengkapan menggunakan rumus 5W+1H (when, where, who, why, what, dan how) atau yang dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan Adik Simba (apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana).

Kenapa tidak pakem memakai 5W+1H, padahal amat diperlukan supaya pembaca dapat informasi yang lengkap?

Banyak media online yang memecah satu topik menjadi 2-3 artikel. Satu artikel dapat memuat hanya 3W dan artikel lain memuat 2W+1H, atau sebaliknya. 

Mereka melakukan yang seperti itu supaya dapat banyak klik dari pembaca yang penasaran kelanjutan berita tersebut. Padahal sering kita lihat isi artikelnya sama saja, cuma beda judul dan ditambah info sedikit.

Cara Menulis Berita


Bila media cetak mengikuti 5W+1H, media online mengikuti kaidah SEO on-page. SEO on-page adalah teknik menulis ramah mesin pencari yang diterapkan dalam artikel saat si wartawan menulis sebuah berita.

Gunanya supaya saat orang mengetikkan kata kunci tertentu di mesin pencari semacam Google dan Bing, yang muncul di halaman pertama mesin pencari itu adalah artikel dari media tersebut. Syukur-syukur bisa nangkring di lima teratas. 

Orang malas mencari sampai ke bagian bawah, apalagi sampai halaman 2 dan seterusnya. Peluang berita itu diklik banyak orang sangat besar bila berada di nomor lima teratas pada halaman satu mesin pencari.

Berarti wartawan online juga harus menguasai SEO on-page? Tidak, mereka otomatis terbiasa menulis dengan gaya online saat sudah menguasai pekerjaannya sebagai wartawan berita online.

Sebagai contoh, kalau kita sering baca kompas.com kemudian ganti baca kompas.id, akan mudah melihat perbedaan gaya bahasa dan pemberitaan diantara keduanya, walau sama-sama media milik Kompas Gramedia Group.

Sekarang ini media penguasa mesin pencari adalah detik.com dan tribunnews.com. Kita ketikkan kata kunci tertentu, yang muncul paling atas kalau tidak Detik, ya Tribunnews.

Media Kuning

Kalau wartawan media cetak sama sekali tidak boleh membuat judul yang gak nyambung dengan isi beritanya, lalu bagaimana dengan media online

Media kuning atau yellow journalism adalah media yang tidak menggunakan kaidah jurnalistik karena lebih mementingkan sensasi. Judulnya sering vulgar dan dilebih-lebihkan untuk memancing rasa penasaran orang. Beritanya pun cuma seputar seks, gosip, dan kriminal.

Sebelum ada internet, istilah ini dikenal sebagai koran kuning, merujuk pada media cetak sebagai satu-satunya produk pers selain berita televisi.

Saya ingat, mendiang tokoh pers Leo Sabam Batubara yang juga mantan wakil ketua Dewan Pers 2007-2010, pernah mengatakan bahwa koran kuning bukan produk jurnalistik karena amat melanggar kaidah-kaidah jurnalistik.

Namun nyatanya media itu sangat disukai masyarakat kelas bawah dan penulis beritanya tetap disebut sebagai wartawan.

Malahan, koran kuning pertama di Indonesia, yaitu Pos Kota, didirikan oleh Harmoko. Harmoko mendirikan Pos Kota sebelum jadi menteri penerangan era Soeharto. Setelah dia jadi menteri lalu pensiun, Pos Kota bahkan masih terus terbit.

Lama-lama, muncul juga "koran kuning" di internet yang berciri sama dengan koran kuning cetak. Judulnya gak nyambung dengan isi artikel, isi beritanya penuh gosip dan sensasi, serta tidak pernah menulis berdasarkan narasumber yang kredibel.

Judul yang sering tidak nyambung dengan isi berita dan ditujukan untuk memancing rasa penasaran orang supaya mengklik berita tersebut dinamakan clickbait

Klik yang dilakukan orang akan menambah jumlah kunjungan (view) media tersebut yang lalu menambah pundi-pundi iklan yang masuk.

***

Karena banyak perbedaan antara media cetak dan online, maka wartawan media cetak tidak boleh merangkap jadi wartawan online dan sebaliknya.

Si wartawan sendiri yang akan kesulitan menerapkan gaya bahasa dan sudut pandang pemberitaan. Wartawan media online dituntut serba cepat menulis berita di internet. Sedangkan wartawan cetak masih punya waktu untuk melengkapi artikelnya karena deadline mereka relatif panjang dibanding media online.

Kelebihan Memelihara Ayam dan Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar

Kelebihan Memelihara Ayam dan Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar

Pernah beli anak ayam warna-warni yang dijual di pasar karena anak merengek minta dibelikan? Walau kesannya seperti mainan yang bisa ditimang dan dikejar-kejar, tapi kalau sampai mati, kan, kasihan. 

Kalau kita pelihara sampai si ayam besar, dagingnya bisa kita makan atau diberikan kepada tetangga, andai kita tidak tega memakannya.

Ayam juga identik dipelihara oleh orang desa. Itu karena di desa masih banyak lahan kosong dan kebun untuk diisi kandang ayam. Selain itu, ayam juga punya nilai ekonomis bagi orang desa, tidak sekadar memelihara untuk lucu-lucuan.

Daging dan telurnya bisa dijual atau dimakan sendiri, Sedangkan anak-anak ayam yang menetas bisa dibiakkan untuk dijual lagi ketika sudah besar.

Penting Diketahui Dari Ayam Warna-warni


1. Pewarna yang digunakan untuk mewarnai anak ayam namanya teres (pewarna makanan dalam bentuk bubuk). 

Jadi, tidak berbahaya buat ayam dan anak kita yang memegangnya. Warna ini akan luntur seiring membesarnya tubuh ayam dan bulu ayam jadi putih seperti aslinya.

Namun, karena tubuhnya dibaluri pewarna, anak ayam ini mudah sakit. jadi kita harus ekstra menjaganya setelah dibeli dari pasar.

2. Anak-anak ayam yang dijual di pasar biasanya berumur 3-7 hari setelah ditetaskan. Kalau lebih dari usia itu, anak ayam tidak lucu lagi karena tubuhnya sudah membesar.

3. Jenis ayamnya sudah pasti broiler karena lebih mudah dibiakkan. Hampir tidak ada ayam kampung, apalagi ayam hias yang dibiakkan dan dijual warna-warni di pasar.

4. Kebanyakan anak ayam warna-warni yang dijual di pasar berkelamin jantan. Makanya walau dipelihara dalam satu kandang, mereka tidak bakalan bisa kawin dan bertelur. 

Kalau sudah begitu, kalau si ayam sudah besar, lebih baik dagingnya dikonsumsi atau dipelihara sampai tua dan menemui ajal. 

Ayam broiler bisa hidup sampai dua tahun kalau diberi makan dan minum teratur.


Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dibeli di Pasar


Merawat anak ayam broiler sangat mudah, walau tetap perlu ketelatenan seperti halnya mengurus binatang peliharaan lainnya.

1. Kehangatan. Anak ayam masih butuh kehangatan. Sebaiknya beri lampu bohlam 5 watt atau 10 watt di dalam kardus tempat kita menempatkan anak ayam.

Kenapa di kardus? Supaya lebih mudah memberi makan dan menjaga anak ayam tetap hangat. Selain itu anak-anak kita juga bisa bermain dengan ayam dengan cara mengangkat dan menggendongnya.

2. Selama seminggu setelah dibeli, mereka harus makan sentrat belum bisa makan nasi. Seminggu setelahnya baru dilatih makan nasi yang dicampur sentrat.

Setelah makin besar mereka bisa makan apa saja, dari gorengan, mi, roti dan kue, sampai sayuran. Ayam jadi adalah omnivora, jadi mereka bisa makan apapun sama seperti manusia. 

3. Kalau sakit cukup diberi tablet paracetamol yang dihaluskan lalu dicampur ke air minum ayam. Bisa juga tolak angin dicecoki langsung ke mulut anak ayam kalau dia terlihat lemas dan tidak mau makan.

4. Kalau mau ayam selalu sehat dan tidak sakit-sakitan, beri jamu 1-2 bulan sekali saat usianya mencapai 2-3 bulan. Jamunya sama seperti yang kita minum, yaitu brotowali, kunyit asam, beras kencur, atau campuran aneka rempah dan empon-empon.

Kelebihan Memelihara Ayam


1. Tidak kuatir anak perempuan kita kena parasit toksoplamosis. Bulu dan kotoran kucing dapat terinfeksi oleh parasit toksoplasma yang menularkan kepada manusia.

Ayam jambul, salah satu jenis ayam hias yang bisa dipelihara untuk lucu-lucunya karena lucu. Wajah hampir tidak kelihatan tertutup bulu kepalanya yang berbentuk jambul (emperbaca.com)

Parasit tokso dapat menempel di tubuh manusia tanpa menimbulkan gejala apapun. Didalam tubuh manusia, parasit ini membentuk kista lalu menetap di tubuh manusia selama manusia itu hidup.

Makanya janin dalam rahim seorang perempuan dapat terinfeksi dan menjadi cacat saat lahir karena di dalam tubuh ibunya ada parasit bernama toksoplasma gondii yang amat mungkin berasal dari kucing yang dipeliharanya.

2. Harga pakannya murah. Dibanding kucing dan anjing yang harus makanan ikan atau makanan dari pet shop, biaya makan ayam relatif murah.

Harga sentrat yang jadi pakan utama ayam berkisar Rp9.000-Rp11.000 per kilogram. Supaya lebih hemat, sentrat bisa kita campur dengan nasi atau mi basah.

3. Makanan rumah jadi tidak pernah terbuang. Adakalanya kita punya makanan berlebih yang didapat dari tetangga atau kerabat, padahal kita sudah masak banyak.

Daripada capek menghangatkan makanan itu berkali-kali dan mubazir tidak ada yang mau makan, kasihkan saja ke ayam. Ayam juga lahap kalau kita beri roti, cake, kue kering, dan gorengan, walau penganan itu sudah agak keras.

Kekurangan Memelihara Ayam 


Yang utama karena ayam buang air besar lebih sering daripada kucing dan anjing. Metabolisme ayam sangat cepat. Dia bisa langsung buang air besar hanya beberapa detik setelah makan.

Ayam broiler yang dipelihara sejak masih jadi anak ayam warna-warni. Saat ini usia kedua ayam tersebut sudah berumur 25 bulan (emperbaca.com)

Sebelum buang air besar ayam juga tidak memberikan tanda dengan cara menggesekkan kakinya, kotoran keluar begitu saja dari bokong ayam tanpa bisa diduga

Karena sering buang air besar tanpa bisa dilihat tanda-tandanya, maka ayam bukan binatang ideal untuk:

1. Digendong-gendong terlalu lama. Kotoran ayam bisa kena tangan dan tubuh kita tanpa diduga. Merepotkan sekali kalau baru beberapa detik menggendongnya, tangan kita sudah kena kotoran ayam.

2. Dibelai dan dielus. Banyak orang memelihara kucing dan anjing selain karena lucu, dua hewan ini juga enak dibelai dan dielus.

Bulunya halus dan lembut sehingga menyentuhnya terasa nyaman dan menyenangkan. Bulu ayam cenderung kasar dan bikin geli, jadi membelai dan mengelus bulu ayam tidak menimbulkan rasa nyaman pada manusia.

3. Dipamerkan di Instagram. Mungkin karena banyak dipelihara orang desa yang tidak punya akun Instagram, kita amat jarang menemukan orang yang memamerkan ayamnya di media sosial.

Lain halnya dengan kucing dan anjing dimana mereka berpose lucu dan menggemaskan bersama pemiliknya.

***

Kalian bisa pilih, mau coba pelihara ayam atau pelihara ayam dan kucing sekaligus tidak apa-apa, asal ayamnya harus tetap dalam kandang.

Ayam tidak bisa dilatih buang air besar di pasir seperti anjing dan kucing, jadi supaya tahinya tidak mengotori rumah, ayam harus tetap berada di dalam kandang.




Mudik Sambil Liburan Saat Lebaran dengan Aman

Mudik Sambil Liburan Saat Lebaran dengan Aman

Perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi makin diminati terutama karena kemudahan mobilitas di tempat tujuan. Banyak orang yang membeli mobil secara kredit beberapa bulan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan mereka gunakan untuk mudik.

Walau akhirnya mobil itu ditarik dealer karena gagal bayar cicilan, yang penting mudik pakai kendaraan pribadi bisa memuaskan hasrat berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Kalau Anda termasuk yang senang mudik menggunakan mobil, Anda bisa memanfaatkan kemacetan di jalan untuk berrekreasi bersama keluarga. Lho, mudik, kan, tujuannya buat mengunjungi orang tua dan kerabat, kok malah disambi tamasya? Lagipula, kalau sambil tamasya, habis waktu di jalan, dong.

Ilustrasi mudik (gambargambar.co)

Asal Kata Lebaran


Menurut sejarawan M. A. Salmun, yang dilansir Narabahasa, asal kata Lebaran berasal dari tradisi dalam agama Hindu yang berarti 'selesai', 'usai', atau 'habis'. Konon para wali songo memanfaatkan makna Lebaran sebagai sarana berdakwah.

Namun, KH Mustofa Bisri, dikutip dari NU Online, pernah mengatakan bahwa Lebaran diambil dari kata laburan (Jawa; mengecat). Setiap kali menjelang datangnya Idul Fitri, hampir semua keluarga sibuk mengecat rumahnya agar tampak indah. Dari kebiasaan laburan menjelang Idul Fitri itulah, Lebaran menjadi sebuah kata yang setara dengan makna Idul Fitri itu sendiri.

Soal asal muasal kata Lebaran. almarhum KH Muhtar Babakan Ciwaringi juga pernah berujar bahwa Lebaran akarnya dari filosofis kata leburan (Jawa: menyatukan). 

Ujian, cobaan, kesabaran, dan ketenangan yang kita jalani selama Ramadan diharapkan dapat meleburkan diri kita pada sifat-sifat Tuhan ketika Idul Fitri tiba. Semangat berubah itulah yang lalu mengubah leburan menjadi Lebaran.

Sejarawan J.J. Rizal meyakini bahwa Lebaran bersinggungan erat dengan kata puasa yang berasal dari bahasa sansekerta di zaman pra-Islam. 

J.J. Rizal menelusuri etimologi Lebaran dengan mengutip pakar sastra Jawa kuno bernama Poerbatjaraka dan menemukan bahwa Lebaran adalah sebuah upacara yang diadakan setelah empat puluh hari berpuasa. 

Mudik Lebaran Sambil Liburan


Liburan versi emperbaca.com dijamin murah meriah dan tidak perlu mengeluarkan uang ekstra. Kita tahu, Lebaran adalah masa dimana kita perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli kue-kue sajian, hidangan, minuman, mempercantik rumah, bahkan ongkos mudik.

Bagaimana menyempatkan diri untuk liburan ditengah mudik Lebaran dan kumpul bersama keluarga besar?

1. Hindari pergi ke tempat wisata populer seperti kebun binatang, taman bermai (theme park), water park, pantai, dan mal.

Tempat-tempat itu bakal dipadati pengunjung. Kita jadi tidak leluasa dan kurang nyaman menikmati apa yang tersedia di tempat wisata tersebut karena harus berdesakan dengan pengunjung lain. Anak-anak juga rentan terpisah karena kerumunan dapat membuat kita kurang waspada mengawasi anak.

Jadi, kemana kita liburan? 

2. Museum. Kalau ada yang buka, museum adalah tempat paling cocok untuk wisata edukasi buat seluruh keluarga. 

Supaya tidak bosan dan dapat pengetahuan yang maksimal, pakailah jasa pemandu. Sebagian museum yang dikelola swasta sudah menyediakan pemandu yang biayanya sudah termasuk tiket masuk.

Banyak museum yang sudah dikelola moderen dengan menawarkan fasilitas lain, seperti pemutaran video, tanya-jawab, membuat cenderamata, dan lainnya. Jadi tidak sekedar melihat koleksi museum lalu pulang.

3. Cagar budaya candi dan pegunungan. Wisata ke candi-candi bersejarah dan melihat pemandangan pegunungan sambil makan bekal yang dibawa dari rumah juga termasuk liburan hemat sekaligus menyenangkan. 

Kecuali Candi Borobudur dan Prambanan, biaya masuk ke candi-candi amat terjangkau. Beberapa pengelola candi malahan tidak memungut bayaran bagi pengunjung, asalkan menaati peraturan dalam candi.

Anda yang mudik ke wilayah yang dikelilingi gunung seperti Magelang, Boyolali, Wonosobo, dan Temanggung, menghabiskan Lebaran sambil liburan ke pegunungan selain dapat menyegarkan pikiran juga tidak bikin kantong jebol.

4. Monas. Monumen Nasional atau Monas adalah ikon Jakarta yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Anda yang mudik ke Jakarta bisa datang ke sana untuk melihat-lihat rusa sambil menikmati suasana hutan kota. Mudik, kok, ke Jakarta? Ya bisa saja, kenapa enggak.

Tranportasi ke Monas mudah dijangkau dengan naik bus Transjakarta atau KRL Commuter Line bila Anda datang dari Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok.

5. Staycation. Pergi menginap di hotel, vila, atau resor bersama keluarga besar yang terdiri dari kakek-nenek, cucu, paman, bibi, dan sepupu juga bisa jadi pilihan. 

Biaya sewa tidak akan jadi beban bila ditanggung bersama alias urunan atau saweran atau patungan. Bila kantong kita terbatas untuk ikut patungan, katakan terus terang. Biasanya akan ada anggota keluarga yang dengan senang hati menanggung biaya lebih besar daripada yang lain.

Namun, biaya sewa kamar atau rumah vila dan resor pasti naik berlipat-lipat saat musim Lebaran. Siasati dengan cara memesan dan membayar tempat tersebut jauh-jauh hari sebelum Lebaran untuk menghemat biaya sekaligus memastikan ketersediaan kamar.

Liburan Sambil Bermacet Ria


Musim mudik sudah pasti dimana-mana jalanan macet, apalagi kalau mudiknya barengan, dijamin jalan tol pun macet.

Saat tol sedang padat, kita tidak bisa memacu kendaraan sampai kecepatan maksimum 100 km per jam. Berkat adanya rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), kita bisa tetap "liburan" walau kena macet di tol. Gimana caranya?

1. Manfaatkan waktu untuk benar-benar keluar dari mobil. Selepas buang air kecil di toilet dan salat, ajaklah anak-anak jalan-jalan di sekitar rest area, misal memutari masjid, melihat-lihat warung yang ada di sana, atau berjalan pelan di sekitar pepohonan.

Berjalan-jalan dapat melancarkan peredaran darah dan memungkinkan kita menghirup udara segar. Kaki juga tidak pegal lagi akibat duduk terus di mobil.

Bila memungkinkan, hindari banyak duduk saat istirahat di rest area. Kalau cuma duduk ngopi-ngopi, di mobil juga bisa. Ini berlaku juga buat orang yang menyetir. Mereka harus lebih banyak berdiri dan bergerak.

2. Minta anak mengambil foto yang mereka suka. Beri anak-anak ponsel milik Anda atau suami, atau ponsel mereka sendiri dan minta mereka memfoto objek apa saja yang mereka suka. Misalnya, pintu masuk minimarket, restoran, mobil kita, atau bahkan pohon.

Dengan begitu mereka tetap aktif bergerak, tapi tetap tenang karena berdekatan dengan ponsel. Anak-anak dibawah usia 12 tahun adalah Generasi Alpha yang tidak bisa lepas dari gawai.

Bacaan Menarik Lainnya: Mengenal Generasi Alpha dan Cara Mengasuhnya

Setelah mereka memfoto, ajak anak mengirimnya ke nenek dan kakek atau om dan tante mereka. Bantu mereka menulis keterangan foto dan memberi tahu lokasi tempat foto itu diambil. 

Selain membuat anak-anak tetap "sibuk" untuk mencegah bosan akibat macet panjang, juga melatih mereka mengungkapkan pikiran dalam bentuk tulisan. Menulis dapat menstimulasi otak supaya tetap terasah karena sel-sel saraf jadi aktif bekerja.

Andai tidak lewat tol dan memilih untuk lewat jalan biasa, pantai utara atau jalur selatan Jawa misalnya, kita tetap bisa menikmati perjalanan sambil liburan tanpa mengeluarkan uang ekstra.

3. Berhenti di setiap rest area. Menurut Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol, disebut bahwa rest area tipe A disediakan paling sedikti satu untuk tiap jarak 50 kilometer setiap jurusan. Berikutnya, jarak rest area tipe A berikutnya paling sedikit 20 kilometer.

Jadi, berhenti di tiap rest area bisa jadi pilihan bersantai jika Anda tidak terburu-buru sampai ke kampung halaman. 

Tidak perlu beli minum dan makanan, cukup keluar dari mobil, berjalan-jalan sebentar di sekitar rest area, hirup udara di bawah pohon, lalu lanjutkan perjalanan.

Tipe Rest Area


Pada rest area di tol Trans Jawa yang ada kode A (Ambon) artinya rest area itu berada di arah yang meninggalkan Jakarta. Sedangkan rest area berkode B (Bandung) berarti tempat istirahat itu ada di arah yang menuju Jakarta (atau Bandung).

Sebenarnya bukan cuma menunjukkan arah saja, kode A, B, dan C pada jalan tol menunjukkan fasilitas yang ada di sana.

Rest area tipe A adalah yang terlengkap karena luasnya sampai 6 hektar dilengkapi dengan ruang terbuka hijau. Tipe B luasnya 3 hektar, dan tipe C paling kecil karena cuma seluas 2500 meter per segi. Rest area tipe C digunakan hanya bila tol benar-benar padat di hari raya besar.

Mudik Sambil Pelesir di Jalan Non-tol


Lalu bagaimana kalau kebetulan kita tidak bisa lewat jalan tol karena tolnya ditutup hanya untuk arah tertentu? Apakah  bisa menikmati suasana seperti di rest area?

Tidak bisa, dong. Jenis jalannya saja beda. Kalau kita mudik lewat jalan non-tol, pilihan yang tersedia untuk mampir-mampir lebih banyak dan bervariasi, Makan di kaki-lima, berteduh di alun-alun, salat di masjid agung, beli oleh-oleh khas kota yang dilewati, atau menginap semalam di hotel juga bisa kalau ada duitnya.

Hanya saja kebanyakan mampir di jalan non-tol membuat waktu tempuh jadi berlipat lebih lama dibanding kalau kita banyak istirahat di rest area tol. 

Jangan lupakan hal berikut jika terpaksa menempuh perjalanan non-tol.

1. Siapkan bekal air putih daripada air berwarna. Teh, soda, kopi, jus, atau minuman berperisa buatan membuat perut terasa lebih begah dan kembung. 

Pada orang dewasa, minum teh dan kopi selama perjalanan dapat memicu buang air kecil lebih sering karena dua minuman itu bersifat diuretik (peluruh kencing). Di jalan non-tol kita harus berhenti di pom bensin (SPBU/Stasiun Pengisian Bahan-bakar Umum) yang letaknya bisa saja sangat berdekatan atau amat jauh satu sama lain.

Banyak minum air putih lebih disarankan bagi seluruh anggota keluarga untuk membuat tubuh tetap terhidrasi dan tidak cepat lelah.

2. Siapkan lebih banyak uang receh nominal Rp2.000 dan Rp5.000. Gunanya supaya kita tidak kerepotan kalau harus bayar di toilet atau numpang salat di musala pom bensin. 

Walau kebanyakan pom bensin bertuliskan "gratis", tapi di sana selalu ada kotak untuk orang-orang mengisi sumbangan sukarela. Jadi, kalau kita gak pelit-pelit banget, lebih baik isi kotak itu dengan uang sekadarnya.

3. Ceritakan kepada anak tentang kota-kota yang dilewati saat mudik. Misal, jika kita lewat Tegal, kita bisa menceritakan tentang pelabuhan. Apa saja isi pelabuhan, apa gunanya, siapa saja yang datang ke sana, dan kenapa Tegal punya pelabuhan.

Bisa juga menyuruh anak-anak Googling sendiri tentang kota-kota yang kita lewati dan tanya apa saja keunikan kota tersebut.

4. Mengobrol tentang hal-hal yang dilihat di jalan. Apa saja yang kita lihat sepanjang perjalanan bisa jadi cerita menarik. Tentang rel kereta, penjual makanan, pantai, sawah, sungai, pasar, dan lainnya. 

Hal ini bisa mengalihkan mereka dari melihat ponsel terus-menerus. Melihat layar bisa membuat mata cepat lelah, kepala pusing, dan kesemutan pada tangan yang memegang ponsel. Kalau sudah begitu anak akan uring-uringan karena tubuh mereka terasa tidak nyaman walau tidak merasa sakit apa-apa.

5. Ajak anak-anak menyanyi bersama. Mudik melewati jalan non-tol butuh kesabaran daripada lewat tol karena jarak yang lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama. 

Supaya anak-anak tidak bosan, biarkan mereka menyanyikan lagu kesukaan. Kalau mereka tidak suka nyanyi, biarkan mereka berceloteh dan bertanya apa saja yang kita jawab semampunya. Kalau sudah lelah menyanyi atau berceloteh mereka akan tertidur dengan sendirinya.

Dana Cadangan


Yang paling utama harus disiapkan sebelum mudik tentunya duit. Selalu siapkan dana cadangan walau kita sudah punya hitung-hitungan untuk bensin, tol, jajan, angpau, rekreasi, dan beli oleh-oleh.

Tambahkan 1-2 juta rupiah dari dana mudik sebagai cadangan bila terjadi sesuatu selama kita mudik. Misal, harus ke bengkel, patungan dadakan bersama keluarga besar, atau beli obat.

Jangan mengandalkan THR (Tunjangan Hari Raya) untuk ongkos mudik karena jumlahnya tidak seberapa dan biasanya sudah dihabiskan untuk keperluan Lebaran di rumah (termasuk beli baju baru).

Segera setelah Lebaran selesai, sisihkan penghasilan untuk ditabung guna biaya mudik tahun depan. 

Perlukah Royal Bagi-bagi Uang Lebaran?


Berikan angpao atau uang Lebaran hanya kepada kerabat yang benar-benar membutuhkan. Bila ada kerabat yang yatim, tapi dia sudah punya bapak tiri, tidak perlu lagi memberikan uang Lebaran kepadanya. 

Pun walau ada anak yang orang tuanya lengkap, tapi keuangannya pas-pasan, anak itulah yang perlu diberi uang. Kerabat yang berkebutuhan khusus juga bisa kita berikan amplop Lebaran, sebagai tanda perhatian kita padanya, walau dia  berasal dari orang tua mampu.

Jadi, utamakan memberi uang Lebaran kepada keluarga terdekat sebelum memberi kepada orang lain. Tidak perlu-perlu amat memberi angpao kepada tetangga dan keluarga yang hubungan kekerabatannya sudah amat jauh.

Bagaimana, sudah siap mudik lagi tahun depan?

5 Kesamaan Mukbanger dan Kuli Selain Eat Bigger and More

5 Kesamaan Mukbanger dan Kuli Selain Eat Bigger and More

Mukbang terjemahan bebasnya adalah makan dalam porsi yang tidak masuk akal dalam satu waktu dan disiarkan di televisi atau platform digital. Saya sebut tidak masuk akal karena satu orang bisa menghabiskan makanan untuk satu RT.

Semua sudah tahulah, ya, mukbang itu asalnya dari Korsel. Konon awalnya mukbang adalah makan besar bersama-sama, istilahnya ngariung dalam bahasa Sunda atau kenduri dalam budaya Jawa. Sejak adanya acara di Afreeca TV pada 2010, tren mukbang bergeser, dari yang tadinya porsi sebanyak itu dimakan rame-rame kemudian jadi dimakan sendirian saja.

Porsi makan sejibun mengingatkan saya pada kuli bangunan, sampai-sampai, sebelum ada mukbang, berlaku idiom orang yang makannya segunung disebut makan seperti kuli atau portugal alias porsi tukang gali. 

Dahulu, sebelum makan jadi gaya hidup, orang yang makan dalam jumlah banyak dalam satu waktu disebut rakus. Mereka dianggap takut tidak kebagian makanan dan mementingkan makan daripada mengerjakan hal yang lebih berfaedah.

Itulah sebab ada pepatah, makanlah untuk hidup bukan hidup untuk makan. Pepatah itu terbukti benar dan telah diterapkan oleh kuli dan mukbanger. 

Ilustrasi mukbang (Ryan Unger/mashed.com)

1. Makan untuk hidup

Kuli bangunan makan untuk mengisi tubuh mereka yang dipakai untuk pekerjaan fisik dimana butuh tenaga besar. Makin banyak mereka makan, makin banyak tenaga yang dihasilkan. Makin banyak tenaga, makin mereka bisa mengerjakan banyak pekerjaan bangunan yang akhirnya mereka dibayar lebih banyak.

Bayaran yang banyak berarti mereka bisa hidup layak. Bisa beli makan, baju, sepatu, dan bayar sewa rumah.

Mukbanger juga sama. Makin banyak mereka makan, makin banyak subcriber-nya. Makin banyak subscriber, makin banyak AdSense dan endorsement yang mereka dapat. Akhirnya mereka bisa hidup  layak dan membeli apartemen yang dibikin kuli bangunan.

2. Jarang makan

Kuli hanya makan sekali dalam sehari, padahal orang normal makan tiga kali sehari. Mukbanger malah cuma makan besar 2-3 kali dalam seminggu. Bukan karena pelit, tapi hemat.

Makan cuma satu kali berarti menghemat biaya makan buat kuli bangunan. Makanya mereka bisa makan sampai bercentong-centong nasi supaya tidak perlu makan berulang kali.

Mukbanger juga cuma makan besar 2-3 kali seminggu supaya tidak perlu makan tiap hari. Bila sedang tidak rekaman untuk YouTube, mereka makan sangat sedikit, bahkan ada yang cuma makan buah.

3. Tidak gendut

Walau makan dengan porsi diluar akal sehat. Hampir tidak ada mukbanger yang gendut. Kalori yang masuk akan mereka bakar dengan berolahraga.

Mukbanger bisa berolahraga sampai 12 jam sehari untuk membakar kalori dan membuat metabolisme mereka tetap normal. Ada juga mukbanger yang punya kelainan usus sehingga tetap kurus walau makan banyak.

Kuli juga tidak ada yang gendut karena semua karbohidrat yang masuk selalu terbakar jadi energi untuk membangun rumah, gedung, waduk, jalan, jembatan, dan lainnya.

4. Tidak mementingkan gizi

Selain porsi makannya yang besar, mereka sama-sama tidak mementingkan gizi. Kuli bangunan adan  buruh tani makan yang penting kenyang. Pakai sambal dan tempe sepotong saja tidak apa, yang penting nasinya banyak supaya lama kenyangnya.

Mukbanger juga tidak mementingkan nilai gizi. Apa saja mereka makan, dari makanan manis, junk food, dan yang ekstrem seperti kelelawar dan boga bahari (seafood) mentah.

Buat saya seafood mentah itu ekstrem. Bagaimana muncul selera makan kalau gurita yang mau dimakan tentakelnya masih gerak-gerak macam Doc Ock si musuh Spiderman.

5. Lahap dan fokus makan

Apapun yang dimakan, mukbanger dan kuli sama-sama lahap dan tidak menyisakan sedikit pun makanan di piring mereka. Mereka juga amat fokus makan tanpa disambi hal lain seperti update status di media sosial dan nonton televisi.

Beda dengan kita yang sebelum makan foto-foto dulu, sambil makan upload foto dulu, setelah makan update status lagi.

Kuli dan mukbanger benar-benar anti-mubazir dan amat menghargai waktu yang mereka punya untuk makan.

Mukbang vs Lomba Makan


Mukbang dan lomba makan sama-sama menghabiskan banyak porsi makanan. Bedanya, lomba makan mengharuskan orang untuk makan sebanyak mungkin dalam waktu secepatnya.

Takeru Kobayasashi dari Jepang yang memegang 13 rekor lomba makan mampu menghabiskan 41 lobster dalam waktu 10 menit. 

Lomba makan ramen di Jepang (Bhom Matsuri)

Walau ada juga mukbanger yang makan cepat seperti Tanboy Kun yang  menghabiskan 7 bungkus nasi padang dalam 17 menit,, tapi itu jarang. Kebanyakan waktu makan mukbanger tidak secepat lomba makan. Mukbanger menyunting durasi videonya jadi 10-20 menit saja supaya yang menonton tidak bosan.

***

Pada 2019, pemerintah Korsel sempat mewacanakan akan melarang mukbang karena khawatir tingkat obesitas dan gangguan kesehatan warganya meningkat. Akan tetapi, tren mukbang malah menggila. Tambahan lagi, muncul tren minum boba berliter-liter yang dilakukan banyak YouTuber Korsel.

Terlepas dari masalah kesehatan yang timbul dari makan berlebihan, makan besar dengan ditonton banyak orang sudah jadi tren masa kini yang tidak dihapus.

Kalau  kamu ngiler pengin jadi YouTuber mukbang, pikir dulu ratusan kali. Selain kamu harus bersaing dengan YouTuber mukbang yang sudah tenar, kamu juga harus keluar modal banyak untuk beli makanan yang porsinya jumbo. Belum lagi, kamu belum tentu bisa menghabiskan makanan segitu banyak.

Carilah ide kreatif selain mengekor yang sudah banyak dilakukan orang.

Peluang Diterima Kerja Saat Hamil

Peluang Diterima Kerja Saat Hamil

Istri kerabat saya sedang hamil 10 minggu saat dia melakukan wawancara kerja di Dinas Perhubungan DKI. Peluangnya diterima bekerja sangat besar karena suami dan kenalan suaminya juga bekerja di sana.

Kalau punya "orang dalam" mau dalam keadaan apapun, peluang kita diterima kerja sudah pasti besar.

Ada kejadian dimana kita melamar kerja di bulan Januari kemudian tidak ada kabar sampai kita mengira lamaran dan CV sudah ditolak mentah-mentah. Ternyata di bulan Juni kita dapat panggilan wawancara. Padahal selama Januari ke Juni itu kita sudah dilamar kekasih, menikah, kemudian hamil.

(workopp.com)

Kalau sudah begitu, apakah kita tetap datang ke job interview tersebut? Terserah aja. Kalau memutuskan datang, jujurlah kepada human resource bahwa kita sedang hamil. Tidak ada gunanya menutupi kehamilan demi dapat kerja. Enggak sepadan. Not worth it.

Lagipula, siapa tahu posisi atau jabatan yang kita lamar tidak butuh ketangkasan dan gerak cepat seperti wartawan atau sekretaris. Juga tidak butuh kerja shift seperti buruh pabrik. Dengan begitu peluang kita diterima kerja juga besar.

Andai kita ditolak karena kehamilan tersebut. Tidak perlu kecil hati. Banyak perusahaan tidak menerima (calon) karyawati yang sedang hamil karena pertimbangan efisiensi perusahaan dan efektivitas kerja karyawati yang hamil itu.

Berikut alasan perusahaan tidak mau menerima calon karyawati yang sedang hamil:

1. Enggan disalahkan bila terjadi sesuatu pada kesehatan karyawati hamil

Ibu hamil dianggap rentan punya masalah kesehatan, misal muntah-muntah, badan pegal, kaki kesemutan, dan lain-lain. Karena itu mereka tidak boleh duduk atau berdiri terlalu lama. Tekanan darah juga perlu dijaga jangan sampai terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Bila karyawati sakit saat bekerja, dia akan dianggap kelelahan karena pekerjaannya. Pun andai terjadi keguguran, keguguran itu akan dianggap efek dari bekerja berlebihan.

Makanya perusahaan enggan disalahkan atau dituntut andai terjadi sesuatu pada karyawati baru yang diterima kerja saat sedang hamil.

Walau tidak semua ibu hamil rentan mengalami gangguan kesehatan, perusahaan menjaga agar tidak terjadi apa-apa pada ibu hamil yang bisa berefek negatif pada perusahaan.

2. Masa kerja dan cuti melahirkan

Umumnya, tunjangan penuh dan berbagai fasilitas perusahaan dapat dinikmati karyawan yang sudah punya masa kerja minimal satu tahun. 

Namun, sekarang sudah banyak perusahaan yang berbaik hati. Asal si karyawan sudah melewati 3 bulan masa percobaan, mereka sudah jadi karyawan tetap yang dapat hak sama dengan karyawan lama.

Kemudian, kalau menerima karyawati yang sedang hamil, perusahaan wajib membayar penuh gaji saat si karyawati cuti melahirkan selama 3 bulan. Plus, perusahaan harus memberi tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap sesuai UU Ketenagakerjaan.

Hak yang diterima karyawati dengan kewajibannya dianggap belum seimbang karena masa kerjanya belum sampai satu tahun. Ini salah satu alasan banyak perusahaan tidak menerima calon karyawati yang sedang hamil.

Cuti hamil dan melahirkan (maternity leave) di Indonesia secara resmi diberikan selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan, berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Namun, hampir semua ibu hamil tidak mengambil cuti 1,5 bulan sebelum melahirkan. Mereka pilih cuti melahirkan akumulatif selama 3 bulan supaya bisa bersama buah hatinya lebih lama.

Waktu saya bekerja di Singapore-based office, cuti melahirkan cuma 1 bulan saja. Boleh ambil cuti sampai 3 bulan, tapi yang 2 bulan statusnya unpaid leave alias cuti tidak dibayar alias gak dapat gaji. Mungkin karena itu perusahaan startup jadi mereka menghemat pengeluaran.

3. Posisi atau jabatan yang ditempati karyawati akan cepat kosong lagi

Perusahaan merekrut karyawan baru karena ada posisi atau jabatan yang butuh pekerja. 

Mempekerjakan karyawati yang sedang hamil berarti, dalam waktu relatif singkat, posisi itu akan kosong lagi karena dttinggal karyawati yang cuti melahirkan. Kemudian, perusahaan akan butuh orang lain untuk sementara mengisi posisi itu. 

Pergantian karyawan dalam kurun waktu singkat akan menghambat efektivitas kerja di seluruh departemen.

Bagaimana kalau kita kepepet butuh pekerjaan karena gaji suami tidak cukup?


Pertama, tetap jujur saat wawancara kerja tentang kehamilan tersebut. Bila ternyata perusahaan punya kebijakan tidak menerima karyawati yang sedang hamil, maka berlapang dadalah. Keecwa dan sakit hati akan mempengaruhi kesehatan janin yang sedang tumbuh di rahim.

Kedua, cari pekerjaan di tempat lain walau levelnya lebih rendah. Jadi pegawai honorer di tata usaha sekolah, misalnya. Walau gajinya kecil, tapi pegawai tata usaha menerima gaji dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jadi bisa terima gaji tiap bulan tanpa dirapel.

Ketiga, beiwirausaha. Misalnya jualan makanan ringan yang ditawarkan lewat WhatsApp, Telegram, Instagram, atau Facebook. Bisa juga jadi reseller baju, asinan, sepatu, atau apa saja yang bisa dijual dan dapat untung.

Keempat, sebutuh-butuhnya kita cari kerja, ingatlah bahwa mencari nafkah itu kewajiban suami. Suamilah yang harus cari jalan keluar bagaimana supaya istrinya yang sedang hamil istirahat santai di rumah alih-alih pontang-panting cari kerja demi dapat gaji.

***

Selagi kamu masih berusia dibawah 29 tahun, menurut saya, sih, fokus dulu pada kehamilan dan kelahiran. Setelah bayi berumur 6 bulan, baru cari kerja lagi. Kalau kita sudah punya pengalaman yang bagus di tempat sebelumnya, insyaallah tidak sulit dapat kerja dan berkarir di tempat baru.

Riset Keyword Maju Mundur Lalu Jadi Konten Evergreen

Riset Keyword Maju Mundur Lalu Jadi Konten Evergreen

Semua narablog alias blogger pasti tahu kalau riset kata kunci alias keyword research itu adalah KOENTJI! Siapa yang menulis tanpa melakukan riset keyword, maka jangan harap blognya dikunjungi pembaca.

Blog yang tanpa pembaca....krikk..krikk... bakalan sulit di-monetize karena penyedia iklan seperti Adsense, OptAd, ADOP, Adsterra, dan lain-lain hanya membayar jika iklan mereka di sebuah blog tayang dan diklik puluhan ribu bahkan ratusan ribu kali dalam sebulan.

Jumlah tayangan dan klik iklan sebesar itu hanya bisa didapat oleh blog dengan ratusan ribu organic traffic dan unique pageview per bulannya.

Bagi blog baru, amatir, dan tidak punya niche (topik khusus) seperti emperbaca.com, iklan tetap bisa tampil di blog. However, kalau blog itu tidak ada yang baca, maka jumlah tayang dan klik iklannya juga nihil. 

Bagaimana mau ada yang klik iklan kalau takada sebiji orang pun yang mampir ke blog itu. Kalaupun sebuah blog ramai dikunjungi, iklan juga belum tentu tayang karena pengunjung memakai adblocker yang menghalangi munculnya iklan di peramban (browser) mereka.

Kasihan...

Maka dari itu, riset keyword amat penting dilakukan narablog jika ingin blognya ramai dibaca orang dan menghasilkan uang.

Saya pernah baca blog milik beberapa blogger yang nampaknya sudah gajian jutaan dari monetisasi blognya. Mereka bilang nulis tanpa riset keyword itu sia-sia dan bakal menenggelamkan blog kita ke halaman paling bawah di mesin pencari Google. SYEREM!


Maka saya ketar-ketir. Iya juga, ya. Kalau blog yang berulang tahun pada 24 Januari 2022 ini gak pernah ada yang baca, terus buat apa gue ngeblog? Buat kasih kerjaan ke penjual domain. Saya beli domain di rumahweb, by the way.

Apa Gunanya Riset Keyword?


Kata para narablog profesional yang berpenghasilan jutaan rupiah dari blognya, riset keyword gunanya supaya kita gak asal nulis buat ngisi blog. 

Misal, kita mau nulis: cara merawat anak kucing baru lahir. Kita lihat bagaimana persaingan di kata kunci tersebut. Berapa banyak orang yang mencari kata kunci itu tiap bulannya di mesin pencari. Dan, masih banyak lagi indikator yang akan memberi gambaran apakah suatu kata kunci bisa jadi artikel yang mejeng di halaman satu Google atau tidak.

Kalau artikel kita ada di page one Google, berarti kesempatan orang mampir ke blog itu makin BESAR. Hampir tidak ada orang yang mau capek-capek mencari sampai ke halaman-halaman berikutnya. Maka memastikan artikel kita ada di halaman 1 Google adalah satu langkah terdepan bila ingin menghasilkan uang dari blog.

Ozy Vebry Alandika, peraih Best in Specific Interest di Kompasiana Awards sekaligus blogger pendidikan di gurupenyemangat.com pernah memberitahu saya cara riset keyword supaya artikel cepat nangkring di halaman pertama Google.

Riset keyword ternyata mudah! Tapi, ternyata membuat mood menulis saya turun drastis karena bila keyword yang ingin tulis tidak punya search volume yang rendah dan lain-lainnya, saya harus mencari ide keyword lain. 

Menulis Perlu Mood?


Mood menulis menghilang seiring lamanya saya mencari ide keyword baru demi mejeng di page one Google. Akhirnya malah gak jadi nulis karena anak-anak keburu minta dibuatkan makan siang. What a waste.

Saya pernah riset keyword untuk keyword: metaverse dan multiverse karena tersentil oleh anak Twitter yang ngetwit bahwa bila mendengar kata metaverse, dia jadi ingat Doctor Strange. Padahal yang ada di Doctor Strange adalah multiverse.

Berdasarkan data dari Ubersuggest, keyword itu, "Gak banget, deh, mending nulis yang lain aja," tapi saya tetap nulis walau tahu tidak bakal dapat trafik dari mesin pencari manapun.

Selain dapat ide dari Twitter, tujuan utama saya waktu menulis metaverse dan multiverse adalah mengedukasi keluarga besar yang menganggap NFT, Criptocurrency, dan semua yang ada di internet dalam bentuk metaverse haram diperdagangkan karena tidak ada wujudnya. 

Kasihan sekali keluarga besar saya bila tidak mengikuti kemajuan zaman hanya karena terkungkung oleh pemahaman agama yang sempit. 

Islam itu sendiri, pada Al-Qur'an dan Hadis serta riwayat para khulafaur rasyidin, banyak menyuratkan kita untuk maju, bukan melihat ke belakang. Yang dilihat perangnya terus, kafir melulu, bid'ah forever, dan haram always, sementara kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapai para ilmuwan muslim tidak ditiru.

Lalu, kenapa menulis perlu mood? Kan, tinggal nulis aja gitu, apa susahnya ngetik? Mood (suasana hati) gampang dibangun, tapi juga bisa cepat hilang dalam satu kedipan mata. Jadi, bila sudah ada mood menulis, sebaiknya dijaga supaya tetap fokus pada apa yang mau ditulis dan menghasilkan tulisan bagus.  

Tujuan Ngeblog


Kalau gak pake riset keyword nyungsep, lho! Artikel-artikelnya gak ada yang nangkring di halaman 1 Google. Nanti Adsensenya gak payout karena nulis artikel yang CPC-nya nol terus.

Kembali ke tujuan kita ngeblog. Kalau tujuan awal kita ngeblog untuk nulis sambil cari duit, maka riset keyword WAJIB dilakukan. Makin banyak artikel kita yang muncul di halaman satu Google (dan mesin pencari  lain), makin besar kita dapat trafik. Makin banyak trafik maka blog kita makin bernilai seiring dengan naiknya domain authority dan page authority,

Saya sendiri punya blog di Blogspot sudah lama banget, jadi tinggal nerusin saja. Dulu belum tahu (tidak mau tahu) soal riset keyword, SEO on-page, template blog yang mobile friendly dll. Bahkan saya sempat meninggalkan Blogspot dan beli hosting sendiri supaya bebas mengkreasikan tampilan blog.

Buat saya ngeblog itu mengasah bakat menulis yang muncul sejak kelas 3 SD. Ngeblog juga mewujudkan cita-cita masa kecil ingin punya penerbitan majalah sendiri. Waktu itu saya melihat yang bekerja di media massa, terutama wartawan, adalah orang yang keren karena mereka pintar, cerdas, serba tahu, dan kenal banyak orang.

Ternyata setelah mengalami sendiri jadi wartawan, rasanya melelahkan. Lalu resign setahun kemudian.

Walaupun kita ngeblog bukan berdasar money oriented, setidaknya pakailah template yang SEO friendly. Template emperbaca.com ini skor SEO-nya 61. Cuma, SEO on-page-nya berantakan dan tidak pakai riset keyword, jadi saldo Adsensenya juga belum cukup buat jajan cilok.

Perbarui Konten Secara Rutin


Rutin disini maksudnya tiap hari, ya, bukan sebulan sekali. Sesuai namanya, salah satu ciri weblog adalah keterbaruan konten yang lebih cepat dari website milik Pemda.

Walau kita tidak melakukan riset keyword dan menulis dengan teknik SEO on-page, makin rajin kita posting artikel (yang berkualitas), makin besar peluang kita nongol di Google, minimal di halaman 5-10. 

Artikel berkualitas, adalah artikel yang:

1. Ditulis dengan disertai riset data atau riset pustaka. 
Kalau kamu curhat punya bestie toxic, maka sertakan info apa efek negatif punya bestie yang toxic. Sertakan sumber dari mana info itu didapat atau pasang sebagai link aktif di dalam artikel. 

2. Lengkap. Kalau kamu punya pengalaman pribadi yang berhubungan dengan topik yang ditulis, sertakan pengalaman itu. Secukupnya aja, gak usah jadi biografi. Pengalaman orang lain juga boleh.

Tulis artikel selengkap-lengkapnya dan sedetail-detailnya. Walau orang Indonesia gak suka baca  yang panjang-panjang, tapi Google suka artikel panjang karena dianggap lengkap. Kita perlu mengikuti Google karena pembaca kita nanti akan lebih banyak berasal dari Google.

3. Mematuhi ketentuan jumlah kata. Jumlah kata yang disarankan dalam sebuah artikel minimal 300-500 kata, tapi banyak blogger Indonesia yang menyarankan kita menulis mininal 800-1000 kata supaya mudah terbaca robot Google yang melakukan indexing ke blog kita.

Kalau kamu menganggap dengan 500 kata saja informasi diartikelmu sudah lengkap, ya sudah. Tidak perlu diperpanjang sampai 1000 kata karena malah bikin artikelmu jadi ngalor-ngidul gajelas.

Konten Evergreen


Selama tiga bulan emperbaca.com mengudara, saya banyak membaca blog yang SEO banget dengan taksiran penghasilan minimal Rp1,8jt per bulan. 

(FYI: upah blogger dari AdSense jauh lebih kecil dibanding YouTuber, by the way)

Dari situ saya berkesimpulan bahwa jenis konten seperti emperbaca.com ini termasuk blog dengan konten evergreen.

Blog dengan konten evergeen adalah blog yang konten-kontennya tidak lekang dimakan waktu walau tanggal postingnya sudah lama. Isi dari artikel evergreen relevan dibaca kapan saja, bahkan bertahun-tahun mendatang karena topik yang dibahas tidak mengikuti isu dan tren yang sedang populer.

Blog evergreen biasanya tidak punya niche (topik khusus) alias isinya gado-gado. Meski begitu, blog dengan konten evergreen bisa saja punya niche, misal blog musik, blog teater, atau blog pertanian. 

Blog evergreen yang punya satu niche bahkan amat mudah di-monetize. Para advertiser yang pasang iklan di Google Ads, Facebook, dll senang pada blog yang fokus pada niche tertentu ketimbang blog gado-gado yang hari ini bahas musik, besoknya bahas minyak goreng mahal.

***

Last but not least, pakai riset keyword atau tidak, blog di-monetize atau tidak, ada yang baca atau tidak, tetaplah menulis. Menulis bisa mencegah kita pikun. Juga mencegah kita dari perbuatan ghibah di medsos. Pun membuat kita bahagia karena menulis bisa jadi tempat mencurahkan isi hati walau pakai bahasa campur-campur ala keminggris.
Tips Pesta Nikah Hemat Untung Berlipat

Tips Pesta Nikah Hemat Untung Berlipat

Resepsi merupakan salah satu cara mengumumkan bahwa dua orang telah melangsungkan pernikahan. Caranya adalah dengan mengundang dan menjamu tamu yang hadir.

Namun, tidak semua orang punya duit untuk mengundang dan memberi makan ratusan orang. Karena selain makanan, kita butuh dekorasi pelaminan, bikin atau sewa baju pengantin, cetak undangan, membeli kain seragam untuk keluarga, sewa fotografi dan videografi, juga cenderamata. Biaya sewa gedung juga masuk pengeluaran jika tak ingin repot menyelenggarakan pesta di rumah. 


Saya punya cara efektif bagaimana menyelenggarakan pesta pernikahan secara hemat tapi dapat untung berlipat.

Cara hemat ini cocok untuk pasangan pengantin dan keluarganya yang profit oriented dan bersedia tebal muka. Tentu cara ini tidak cocok diterapkan untuk mereka yang mengutamakan prestige (gengsi) dan nilai sosial.

Berikut tips pesta nikah hemat dan kalau dijalankan dengan saksama, kita malah bisa untung berlipat.

1. Tidak perlu cetak undangan.
Pandemi telah mengubah cara kita berpesta. Tinggal bikin satu undangan digital, sebarkan di grup pesan WhatsApp, maka semua orang tahu bahwa kita mengundang mereka.

Hal itu sangat menghemat biaya daripada mencetak undangan dalam jumlah banyak. Kalau mau lebih hemat dan efisien, caranya adalah: gunakan medsos dan WhatsApp.

Tidak perlu undangan digital. Kirim direct message ke orang yang akan kita undang. Beritahu mereka bahwa kita tidak menggunakan undangan karena acara diadakan hanya untuk orang terdekat, misalnya.

Kamu bisa cari alasan lain andai mereka tanya, "Undangannya mana?"

2. Tidak perlu pesan souvenir
Pada masa purba sebelum pandemi virus Corona, souvenir atau cenderamata biasanya diberikan setelah tamu memasukan amplop ke kotak angpao. 

Setelah pandemi kita tidak perlu menyediakan souvenir. Yang penting tetap sediakan booth foto langsung-cetak untuk para tamu.

Semua orang pasti lebih memilih foto-foto daripada mengoleksi cenderamata yang kadang gak berguna dan cuma menuh-menuhin lemari.

3. Pesan katering kurang dari jumlah yang hadir. 
Normalnya bila kita mengundang 500 orang, maka makanan yang kita pesan jumlahnya 1000 porsi, karena tamu undangan pasti mengajak seseorang. 

Untuk menyiasati mahalnya biaya katering, pesan makanan untuk 700 orang saja.  

Tidak perlu juga menyediakan banyak aneka jenis minuman. Cukup pilih paket hemat yang disediakan katering, mungkin berupa air putih dan soda, atau air putih dan teh.

Minta ke pihak katering untuk menghidangkan makanan dari gubuk dengan porsi sedikit supaya lebih banyak tamu yang kebagian daripada yang tidak.

4. Hanya undang tamu yang sekiranya akan memberikan angpao dalam jumlah besar
Bila memungkinkan undang juga orang dari lingkaran sosial tamu yang kita undang, baik yang kita kenal dan yang kurang kenal.

Amat mungkin orang-orang dari lingkaran sosial ini tidak datang ke resepsi, tapi tetap memberi angpao dengan cara titip atau transfer.

5. Hindari dekorasi berlebihan. Fokuskan dekorasi hanya pada pelaminan untuk menekan biaya. Bila resepsi diadakan di rumah, tidak perlu hiasan bunga dimana-mana.

Minta ke penyedia dekorasi agar tidak usah memasang banyak hiasan di tenda tamu. Cukup kipas angin.

6. Tidak usah menyediakan seragam untuk keluarga. 
Bila ingin terlihat serasi, minta keluarga untuk memakai warna baju yang sama dengan pengantin atau warna lain sesuai kesepakatan bersama keluarga besar.

***
Enam cara diatas bisa menghemat biaya nikah yang besar, apalagi jika pesta diselenggarakan di rumah sehingga menghemat biaya sewa gedung. 

Kalau angpao yang kita terima jumlahnya melebihi pengeluaran, tentu kita akan untung, bukan?! πŸ˜ŽπŸ˜‚
Panduan Sehat Diet Garam Cukup 3 Hari Badan Ringan Tensi Aman

Panduan Sehat Diet Garam Cukup 3 Hari Badan Ringan Tensi Aman

Sudah coba bermacam-macam diet, tapi badan tetap melar dan malah jadi lemas karena kita cuma makan sayuran dan buah saja setiap hari. Obat pelangsing juga ngaruh, olahraga pun tidak sempat. 

Gampang! Coba saja diet garam. Buat pemula cukup jalani diet ini selama tiga hari saja. 

Diet garam 3 hari dari emperbaca.com

Kepada cuma tiga hari dietnya? Seminggu saja supaya turunnya banyak. 

Boleh aja, tapi makan tanpa garam itu gak enak, lho! Kelamaan makan tanpa garam bisa bikin eneg juga. Jadi tiga hari dulu, ya. Beri jeda seminggu, lalu diet garam lagi selama tiga hari. Kalau sudah biasa baru, deh, seminggu berturut-turut diet garam bisa dilakukan. 

Despite less salt is good for health, diet garam tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui karena sang bayi dan ibu masih perlu asupan garam untuk kebutuhan yodium. Selain untuk kebutuhan yodium dan menambah citarasa makanan, garam juga banyak manfaatnya.

Manfaat Garam

Mengutip alodokter, garam bermanfaat bagi tubuh, yaitu untuk:

1. Menjaga produksi hormon tiroid. Kekurangan hormon tiroid bisa menyebabkan pembesaran tiroid, sembelit, kelelahan, dan sulit berkonsetrasi.

2. Mencegah tekanan darah terlalu rendah. Tekanan darah yang terlalu rendah bisa membuat pusing, mual, pandangan kabur, dan pingsan.

3. Memelihara keseimbangan cairan tubuh. Garam mengandung natrium untuk menahan cairan dalam sel-sel tubuh. Dengan mengonsumsi cukup garam, kita terhindar dari dehidrasi.

4. Mencegah gangguan perkembangan otak. Kekurangan yodium dalam garam selama masa kehamilan bisa menyebabkan bayi memiliki IQ yang lebih rendah.

Walau punya manfaat, asupan garam yang ideal untuk orang dewasa dan anak diatas 12 tahun tidak lebih dari 6 gram per hari atau sama dengan 1 sendok teh. 

Menu Makan Diet Garam

Tidak ada pantangan makanan pada diet garam. Semua makanan boleh dimakan asal tidak mengandung garam, penyedap, dan apapun yang rasanya asin. Kecap, walau rasanya dominan manis, harus dihindari karena mengandung garam.

Selama tiga hari diet garam, Anda harus masak sendiri untuk memastikan tidak ada garam atau penyedap yang tercampur ke makanan.

Gampang menunya. Telur dadar atau telur ceplok tanpa garam. Tempe dan tahu yang digoreng tanpa bumbu apapun. Pisang bakar tanpa olesan apapun, atau potongan ayam tanpa bumbu yang dikukus atau digoreng.

Kalau ingin makan salad, pastikan jangan dicampur dengan mayones, thousand island, atau saus apa pun. Sama juga kalau mau makan sambal, sambal apa pun boleh, tapi tidak pakai ditambah garam, penyedap, atau kaldu.

Roti dan mi instan juga tidak boleh dimakan karena mengandung garam. Kalau mau makan mie, bikin sendiri minya dari terigu. Kuahnya juga bikin sendiri tanpa garam. 

Jadi, selama diet garam semua makanan yang kita makan hambar dan gak enak? Makanya Emper Baca menyarankan diet garam cuma tiga hari. Walau kita bisa makan apa saja tanpa pantangan, tapi tiga hari makan tanpa garam itu lebih menyiksa dari pada olahraga kardio satu jam selama tiga hari berturut-turut. 

Alat masak untuk masak menu tanpa garam harus dipisah dari masakan lain. Misal, wajan bekas menggoreng ikan berbumbu tidak boleh dipakai untuk menggoreng ikan tanpa garam. 

Minyak goreng juga harus terpisah. Tidak boleh pakai minyak goreng (walau baru dipakai satu kali) bekas masakan bergaram untuk masakan nongaram. Namun, minyak goreng nongaram yang sudah dipakai boleh dipakai lagi untuk menggoreng masakan yang tidak bergaram. 

Minuman Saat Diet Garam

Semua jenis minuman boleh diteguk, kecuali minuman kemasan dari pabrik. Minuman dari pabrik punya kadar natrium yang tinggi yang dimaksudkan agar minuman tahan disimpan lama.

Natrium dapat ditemukan dalam garam dapur sehari-hari, maka minuman yang mengandung natrium tidak boleh dikonsumsi selama diet garam.

Bila ingin menikmati minuman selain air putih, minumlah teh dan kopi yang diseduh sendiri. Bisa juga buat jus dari buah segar, atau wedang jahe dicampur sereh (serai), kayu manis, dan gula merah. Kalau mau variasi, buatlah smoothie dari pisang yang blender dengan susu UHT.

Olahraga

Olahraga sebenarnya wajib saat kita sedang diet atau tidak. Saat diet garam tubuh tetap perlu bergerak meski Anda termasuk kaum rebahan.

Menyapu dan mengepel lantai. Menyapu daun kering di halaman, atau sekedar jalan kaki ke warung untuk beli minyak goreng.

Banyak bergerak bagus untuk memperlancar peredaran darah juga kesehatan jantung dan paru.

Manfaat Mengurangi Garam

Healthline melansir bahwa garam mengandung natrium dan klorida. Kebanyakan garam (atau sering makan yang asin dan gurih) dapat menganggu kontraksi otot, fungsi saraf, tekanan darah, dan keseimbangan cairan.

Lebih parah lagi, dapat memicu kanker perut dan gagal ginjal. Ginjal bekerja lebih berat karena garam mengikat air.

Dengan mengurangi garam, lemak yang terikat di tubuh juga jadi lebih sedikit. Makin banyak makan garam makin banyak lemak yang terikat di tubuh sehingga kita jadi gampang gemuk.

Tiga hari makan tanpa garam badan jadi lebih enteng, deh. Coba aja!

Pucuk Dicinta Kredit Tiba

Pucuk Dicinta Kredit Tiba

 Pucuk Dicinta Kredit Tiba


Kredit Usaha Rakyat alias KUR akhirnya dapat dinikmati oleh tetangga saya untuk menambah produktivitas sawahnya.

Sawahnya hanya seluas kira-kira 2000 meter persegi, tapi sawah itulah sumber utama pengisi perut istri, tiga anak, dua menantu, dan tiga cucunya.

Ini adalah tahun ke-6 dari bertahun-tahun usaha tetangga saya itu demi mendapat pinjaman dari bank resmi, bukan bank plecit.

Bunga KUR milik BRI paling rendah dari segala jenis pinjaman yang ada, maka Pak Polan menginginkannya karena menurut kalkulasinya dia mampu melunasi cicilannya kelak.

Well, ini bukan artikel berbayar dan saya pun bukan nasabah BRI. Siapalah saya nulis pakai dibayar segala. Jika tulisan ini tidak dapat label “Pilihan” berarti memang dianggal iklan atau artikel hard-selling. Biarlah, toh artikel saya memang sudah banyak yang tanpa label.

Pak Polan tetangga saya itu akan menggunakan uang kredit yang didapatnya untuk membeli bibit sayuran, obat hama, pupuk, dan segala keperluan sawahnya, juga membuat warung sembako untuk anaknya. Maklum anak sulungnya itu belum punya penghasilan sendiri meski sudah punya dua anak.

Enam tahun yang lalu Pak Polan sudah membawa sertifikat rumahnya ke BRI namun selalu ditolak. Yang dapat KUR malahan Pak RT untuk merenovasi rumahnya. Padahal Pak RT bukan dari kalangan ekonomi yang harus dibantu. 

Tahun berikutnya Pak Polan menyaksikan tetangga satu dusunnya yang masih kerabat dengan Pak Kadus dapat KUR juga untuk ternak kambing. Dibawanya lagi tahun demi tahun sertifikat rumahnya untuk diagunkan ke bank. Belum berhasil.

Nasib baik datang ketika bulan lalu tetangga kami yang punya warung sembako di pinggir jalan provinsi menawarkan bahwa dia bisa membantu Pak Polan mendapatkan KUR.

Tetangga kami namanya Bu Polanah. Saya ketahui Bu Polanah adalah agen BRI Link dan kenal dengan para pegawai BRI setempat saking seringnya dia bolak-balik ke bank itu.

Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa maka lancarlah Pak Polan dapat KUR melalui bantuan Bu Polanah.

Pak Polan nantinya harus membayar cicilan sebesar Rp1,2jt untuk melunasi kredit Rp50jt dalam tempo 48 bulan.

Tapi Pak Polan tidak memberikan sertifikat rumahnya sebagai agunan KUR. Dia hanya memberi BPKB motor Honda Revo tahun 2007 miliknya.

Sudah jadi rahasia umum biasanya yang lebih mudah dapat kredit adalah orang-orang yang kenal atau punya kenalan dengan orang yang kenal dengan karyawan bank pemberi kredit. Dalam hal ini, karena kredit usaha rakyat (KUR) milik BRI paling rendah bunganya, maka pinjaman ini yang jadi incaran para pembutuh modal.

Jadi apa pesan moral dalam cerita ini? Orang yang bersungguh-sungguh mencari hutang untuk kebaikan dan berniat teguh menaikkan taraf ekonomi keluarganya, insya Allah dipermudah jalannya menuju keberhasilan. πŸ˜πŸ˜†

Insentif Tambahan Gaji: Stimulus dan Pendongkrak Perekonomian

Insentif Tambahan Gaji: Stimulus dan Pendongkrak Perekonomian




Pemerintahan Jokowi tampak berusaha keras mencegah negara ini terbenam resesi. Sejak Mei 2020, Gugus Tugas (sekarang Satuan Tugas) sudah berancang-ancang kehidupan akan kembali normal di bulan Juli, dengan protokol kesehatan atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Semua kegiatan bisnis dibuka bertahap kecuali hiburan malam.

Laporan Badan Pusat Statistik yang rilis pada 5 Agustus lalu menyebutkan bahwa produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Kontraksi ini lebih dalam dari perkiraan pasar maupun ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia di kisaran 4,3 hingga 4,8 persen.

Bukan hanya Indonesia saja, semua perekonomian negara dunia merosot karena pandemi Corona, beberapa diantaranya sudah mengumumkan resesi Singapura, Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Italia, Korea Selatan, Jepang, dan Filipina.

Lalu apakah resesi itu? Dan mengapa pemerintah mati-matian mencegah resesi?

Abdul Rahman Suleman dalam bukunya berjudul Ekonomi Makro (2020) menyebut resesi ekonomi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. 

Resesi ekonomi yang berlangsung lama akan menyebabkan depresi ekonomi, dan depresi ekonomi akan menyebabkan kebangkrutan ekonomi.

Meski banyak pihak meyakini RI pasti resesi, namun ekonom UI Fithra Faisa Hastiadi menyatakan jika resesi ekonomi benar terjadi maka Indonesia tidak perlu terlalu khawatir. Resesi yang terjadi bukan karena guncangan fundamental yang berasal dari dalam tapi dari eksternal yakni Covid-19.

Selain karena faktor eksternal seperti yang dikatakan Fithra Faisa, Bank Indonesia juga telah memberi stimulus Rp503,8 triliun ke perbankan terutama ditujukan untuk menjaga likuiditas bank.

Sementara itu, pemerintah telah mengucurkan total stimulus sekitar Rp 438,3 triliun, terbagi atas stimulus I, II, dan III masing-masing sebesar Rp 10,3 triliun, Rp 22,9 triliun, dan Rp 405,1 triliun. Dari tiga stimulus yang telah dikucurkan, stimulus III ditujukan langsung untuk memerangi virus corona sekaligus menekan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Stimulus III meliputi Rp 75 triliun untuk insentif tenaga kesehatan dan penanganan kesehatan, Rp 110 triliun untuk jaring pengaman sosial, Rp 70,1 triliun untuk mendukung industri, serta Rp 150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Setelah kartu prakerja yang diberikan untuk memperpanjang napas para pengangguran dan pekerja yang kena PHK, kini insentif tambahan gaji juga dikucurkan sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional.

Insentif ini akan diberikan kepada 13 juta karyawan non-ASN dan non-BUMN yang bergaji dibawah Rp5jt.

Kenapa sih? Kok buang-buang anggaran saja, belum tentu efektif.

Insentif sebesar Rp600rb/perbulan yang rencananya diberikan mulai September selama 4 bulan ini akan dibelanjakan oleh para karyawan tadi, misalnya di warung sembako atau minimarket. 

Barang-barang yang dibeli para karyawan tadi akan membuat perputaran uang terjadi dengan cepat karena supply-demand seimbang. D

begitu, walaupun RI resesi, menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede, percepatan penyaluran stimulus dan insentif tersebut dapat membuat ekonomi kembali positif pada kuartal IV-2020. Stimulus, subsidi, dan insentif yang diberikan pemerintah memang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat. 

Hal ini mungkin juga yang membuat Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunawan Sadikin mengatakan ada kemungkinan ekonomi pada kuartal III-2020 tidak negatif. 

Meski terdapat perbedaan ekonom dalam menyikapi resesi, namun semua sepakat bahwa penanganan Covid-19 harus lebih baik. Disiplin mematuhi protokol kesehatan tidak boleh kendor supaya perekonomian bisa pulih lebih cepat seperti prediksi IMF. 

Dana moneter internasional tersebut memprediksi perekonomian Indonesia terbaik ke-3 setelah Tiongkok dan India saat  wabah Corona menghantam perekonomian dunia.