Pelihara Kucing Kampung atau Kucing Ras Tergantung di Mana Kamu Tinggal

Pelihara Kucing Kampung atau Kucing Ras Tergantung di Mana Kamu Tinggal

Kucing kampung punya nama lain kucing domestik atau nama latinnya felis silvestris lybica, biasa hidup di sekitar kita, baik yang dipelihara orang atau berkeliaran di jalan.

Kucing kampung atau kucing ras

Disebut kucing kampung karena jenis kucing ini biasa berkeliaran di kampung-kampung di kota besar dan desa, walau banyak juga kucing kampung liar yang hidup di perumahan mewah.

Warna bulu kucing kampung ada yang belang hitam-putih, kuning-putih, hitam, abu-abu, kecoklatan, dan kombinasi hitam-putih-kuning.

Kucing Ras 


Umumnya jenis kucing selain kucing kampung kita sebut sebagai kucing ras. Penyebutan itu untuk memudahkan pengucapan dan pemanggilan saja, terutama untuk konsultasi ke dokter hewan (veterinary) via telepon atau chat sebelum kita bawa kucing ke klinik.

Kalau mau tahu apa ras kucing peliharaan, kita bisa tes DNA kucing ke dokter hewan. Selain jadi tahu jenis ras si meong, kita bisa mencegah potensi penyakit dan memberikan perawatan yang tepat untuknya. 

Perawatan yang tepat bisa membuat kucing bahagia, tidak mudah kena penyakit, dan berumur panjang.

Ada 34 jenis ras kucing yang biasa dipelihara orang di dunia, termasuk Indonesia, yaitu:

  1. Siam
  2. Ragdoll
  3. Persia
  4. Maine Coon
  5. Bengal
  6. American Shorthair
  7. British Shorthair
  8. Abisinia
  9. Kucing Bali
  10. Birman
  11. Burma
  12. Burmilla
  13. Chincilla
  14. Cornish Rex
  15. Devon Rex
  16. Moggie
  17. Exotic Shorthair
  18. Japanese Bobtail
  19. Kucing Korat
  20. Manx
  21. Kucing Hutan Norwegia
  22. Ocicat
  23. Oriental Shorthair
  24. Kucing Biru Rusia
  25. Scotthish Fold
  26. Siberia
  27. Kucing Singapura
  28. Snowshoe
  29. Somali
  30. Spinx
  31. Tiffanie
  32. Tonkinese
  33. Turkish Van
  34. Bosuk. Busok adalah ras kucing asli Indonesia yang diakui oleh World Cat Federation.
kucing kampung dan kucing ras
Ilustrasi: Whiskas Indonesia
 

Daya Tahan Tubuh


Kucing kampung punya daya tahan tubuh lebih baik dari kucing ras karena biasa tinggal di alam bebas dengan menghadapi panas, hujan, dan angin. Walau keluyuran seharian ke luar rumah, mereka tidak mudah sakit. 

Sedangkan kalau memelihara kucing ras, pastikan mereka tidak sering keluar rumah. Lebih bagus lagi kalau tidak keluar rumah sama sekali. 

Kucing ras yang dibiarkan bermain di luar rumah bisa gampang sakit karena mudah tertular virus dan bakteri dari alam atau dari kucing liar.

Jadi kalau lngkungan rumah kamu banyak kucing kampung yang berseliweran atau rumah kamu banyak jendela terbuka, lebih baik pelihara kucing kampung daripada kucing ras.

Makanan

 

Kucing ras tidak boleh makan sembarangan supaya bulu mereka tidak gampang rontok atau terserang mencret dan penyakit lain.

Sedangkan kucing kampung bisa makan ikan asin, ikan pindang, dan ayam goreng tanpa kuatir mencret atau sakit pencernaan.

Kucing kampung juga bisa cari makan sendiri saat mereka sedang bermain di luar rumah dengan menangkap burung, cicak, atau kadal.

Kalau kamu orang yang senang traveling atau ke luar rumah, baiknya pelihara kucing kampung supaya dia bisa cari makan sendiri di luar dan tidak kelaparan selama kamu tinggal pergi.

Perawatan

 

Kucing ras jelas butuh perawatan ekstra dibanding kucing kampung. Bulu mereka perlu dimandikan dan disampo untuk mencegah tumbuhnya jamur atau dihinggapi kutu. Kucing ras berbulu panjang juga perlu disisir supaya tidak kusut dan bulunya rapi.

Memandikan, menyisir, dan merawat kulit kucing di klinik atau salon hewan dikenal dengan istilah grooming.

Kucing kampung tidak perlu grooming. Dia bahkan tidak perlu dimandikan dengan sabun atau sampo karena si meong bisa membersihkan diri dengan air liurnya.

Kucing bahkan disebut lebih bersih dari manusia karena air liur kucing mengandung zat histatin yang berfungsi sebagai penyembuh luka dengan memperbarui sel kulit.

Bekas jilatan air liur kucing pada permukaan kulit akan membantu membentuk senyawa nitrat oksida yang menghalangin infeksi dan mencegah tumbuhnya kuman.

Kebiri

 

Walau kebiri tampak tidak berperikebinatangan karena memutus keturunan kucing, dokter hewan dan pecinta kucing banyak yang menyarankan kucing dikebiri kalau dia betina. Gunanya untuk mengendalikan populasi kucing.

Sementara itu, mengebiri kucing jantan akan menyehatkan si meong dan memperpanjang kualitas hidup karena menghindarkannya dari berbagai penyakit.

Ketika kucing jantan berhenti memproduksi testosteron, perilakunya juga jadi lebih jinak terhadap manusia dan kepada kucing lain.

Mengebiri kucing juga bisa mencegah kita dari kerepotan memelihara banyak kucing akibat si meong terus hamil dan melahirkan. Namun, kalau kamu bersedia memelihara banyak kucing, maka kebiri tidaklah jadi pilihan.

**

Kalau kamu tinggal di pedesaan atau perumahan padat penduduk, memelihara kucing kampung adalah pilihan ideal karena kita bisa membiarkan kucing main keluar rumah tanpa kuatir tertular penyakit.

Namun, kalau kamu tinggal di perumahan cluster atau di rumah yang jendelanya tidak memungkinkan kucing keluar-masuk, maka memelihara kucing ras bisa jadi pilihan karena kucing ras sebaiknya selalu di dalam rumah. Paling jauh di teras rumah tanpa keluar pagar.

Merawat Rambut Sehat Berjilbab Murah Meriah Tanpa ke Salon

Merawat Rambut Sehat Berjilbab Murah Meriah Tanpa ke Salon

Rambut adalah mahkota wanita dan bagi muslimah termasuk aurat yang harus ditutupi keindahannya dari pandangan mereka yang bukan mahramnya. Itu sebab tiap keluar rumah atau akan bertemu dengan non-mahram, para muslimah harus memakai kerudung atau jilbab untuk menutup rambutnya.

rambut jilbab

 

Rambut dan Jilbab

 

Rambut yang ditutup jilbab setiap hari selama lebih dari 8 jam butuh perawatan lebih dari sekadar keramas karena sirkulasi udara dan penguapan keringat di kepala berkurang.

Sirkulasi yang terhambat dan kurangnya penguapan keringat menyebabkan perempuan berjilbab sering mengalami gatal di kulit kepala, rambut lepek, rontok, dan berketombe. Semua itu bisa terjadi karena  pemilihan bahan ciput atau jilbab yang tidak pas dengan aktivitas disertai perawatan rambut yang alakadar.

Perawatan Rambut yang Menghindari Polusi dan Sinar UVA-UVB


Berjilbab sebenarnya punya manfaat melindungi rambut dari paparan sinar matahari yang membuat rambut mudah patah, kering, dan pecah-pecah.

Namun, kalau tidak dirawat rambut berjilbab akan punya masalah sama dengan rambut yang tidak ditutup jilbab, bahkan lebih parah.

Perawatan rambut berjilbab bisa dilakukan dengan mudah dan murah di rumah tanpa harus ke salon. Kita jadi terhindar dari polusi dan sinar matahari selama perjalanan dari rumah ke salon.

Polusi dan sinar UVA dan UVB pada matahari dapat menyebabkan kulit kusam, munculnya flek hitam, kulit belang, kerutan, dan berkurangnya elastisitas kulit.

Nume Lab melansir bahwa tanda penuaan umumnya terjadi di usia 35 tahun keatas, tapi banyak perempuan usia awal 30 sudah mengalami masalah penuaan dini.

Maka merawat rambut di rumah tanpa harus ke salon jadi salah satu cara mengurangi paparan polusi dan sinar matahari penyebab masalah di kulit wajah.

1. Conditioner setelah bersampo

Sebenarnya pemakaian conditioner setelah bersampo tidak wajib karena dengan sampo saja sudah cukup.

Namun, kalau kamu punya duit lebih, ingin rambut lebih lembut dan diberi nutrisi, pemakaian conditioner boleh dilakukan tiap habis berkeramas. Sesuaikan dengan jenis rambutmu dan jangan tergiur diskon!

Tergiur diskon membuat kita membeli conditioner yang tidak sesuai kebutuhan dan ujung-ujungnya malah jadi boros.

2. Pijat kepala dengan hair tonic

Pijat kepala dengan hair tonic untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan merangsang pertumbuhan rambut sehat. Dipijat dengan ujung jari, ya, bukan digaruk pakai kuku. 

Hair tonic bisa didapat di supermarket, toserba, atau di warung dekat rumah juga ada.

3. Oleskan vitamin rambut

Vitamin rambut diperlukan untuk mengurangi dan mencegah kerusakan seperti rambut kering dan pecah-pecah.

Vitamin rambut
Vitamin rambut (Yana Haudy)

Kamu makin wajib pakai vitamin rambut ini kalau rambutmu diwarnai, di-rebonding, atau di-smoothing supaya rambut tidak raput dan mudah patah.

4. Kurangi menguncir rambut saat mengenakan jilbab

Rambut panjang yang dikuncir ke belakang bisa jadi cepol alami yang membuat tampilan jilbab jadi menarik.

Kalau kamu harus memakai jilbab seharian, karena bekerja atau kuliah, misalnya, hindari mengikat atau menguncir rambut terlalu sering.

Rambut yang diikat dalam waktu lama bisa menyebabkan kamu pusing karena kulit kepala tertarik. Melansir Healthline, kondisi ini disebut ponytail headache.

Ponytal headache adalah sakit kepala yang muncul saat mengikat rambut dan merupakan jenis sakit kepala kompresi eksternal. Artinya sakit kepala disebabkan dari stimulasi (rangsangan) yang berasal dari luar kepala.

Di kepala ada saraf yang sangat sensitif yang terletak di bawah folikel rambut dan di kulit kepala. Ketika kita mengikat rambut ke belakang dengan gaya ekor kuda, sensasi sesak di banyak saraf tersebut terpicu sekaligus. Pada saat itulah sakit kepala bisa terjadi.

Sebenarnya bukan cuma mengikat rambut terlalu kencang, memakai bando, bandana, atau ciput yang terlalu ketat juga bisa memicu ponytail headache.

Rambut Pendek

Kalau kamu tidak mau ribet dengan memakai hair tonic dan vitamin rambut, milikilah rambut yang pendek saja.

Rambut pendek tidak perlu diikat saat mengenakan jilbab, juga lebih cepat kering setelah keramas sehingga tidak perlu hair dryer untuk mengeringkan sebelum ditutup jilbab.

Pemakaian hair dryer terlalu sering juga bisa bikin rambut pecah-pecah dan gampang patah.

***

Pemakaian jilbab idealnya disesuaikan dengan aktivitas. Untuk ke kampus di mana kamu aktif berorganisasi, kenakan jilbab berbahan katun, linen, rayon, dan voal.

Kalau mau kondangan atau aktivitas dalam ruangan yang tidak keluar-keluar kena panas, boleh kenakan jilbab berbahan linen dan satin.

Untuk ciput pakailah yang tidak terlalu ketat dan mudah menyerap keringat, Hindari ciput berbahan licin supaya tampilan jilbab tetap rapi di kepala.

8 Karakter Pengendara Motor dan Mobil di Jalan, Nomor 7 Bikin Ngakak!

8 Karakter Pengendara Motor dan Mobil di Jalan, Nomor 7 Bikin Ngakak!

Beda kepala sudah pasti beda pikiran juga, walau rambut sama hitam. Demikian juga cara seseorang mengemudi tidak bisa diseragamkan, ada yang ugal-ugalan, ada yang tertib, dan ada yang penakut.
 
Apa pun karaktermu dalam mengemudi, yang penting paham rambu dan marka, juga patuhi etika dan aturan di jalan raya.

Karakter pengendara

Berikut tipe dan karakter pengendara yang biasa kita temui di jalanan.

1. Si Mahal

 

Ini tipe pengendara paling percaya diri di jalan karena harga kendaran mereka yang mentereng dibanding mobil LCGC (low cost green car) dan city car. Karena paling percaya diri mereka juga yang paling sering menyalip sembarangan dan mengagetkan pengendara lain.

Biasanya yang terlalu percaya diri sampai terkesan belagu adalah pengendara kendaraan menengah seperti Fortuner, Pajero Sport, atau motor NMax.

Pengendara mobil premium seperti Mercy S Class, Land Cruiser, BMW Seri 7 justru lebih kalem walau harga mobil mereka lebih mahal. Pengendara mobil-mobil mewah ini biasanya suka menyalip-nyalip dan ngebut hanya kalau sedang berada di jalan tol.

2. Si Pengalah

 

Si Pengalah mengalah bukan karena kalah. Dia memilih mengalah karena sudah lelah dan tidak mau mencari masalah. 

Karakter pengendara motor dan mobil ini tetap mengemudi sesuai aturan. Kalau perlu kencang, dia akan jalan kencang. Kalau perlu menyalip, dia akan menyalip sesuai aturan. 

Si Pengalah tidak pernah merasa diburu-buru dalam berkendara walau dia sudah terlambat ke tujuan. Dia tetap senang hati mengalah walau berada di jalan yang benar.

3. Si Naik Darah

 

Gampang marah bila ada kendaraan lain yang menyalipnya meski itu salipan wajar dan sesuai aturan. Si Naik Darah juga mudah terpancing untuk ugal-ugalan di jalan bila ada pengendara lain yang memanasinya untuk balapan.

Aturan menyalip menurut UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (UULLAJR).

1. Pasal 109 UULLAJR menjelaskan: kendaraan yang akan melewati harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

2.  Pasal 112 ayat (1) menyebutkan bahwa, "Pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan."

3.  Pasal 112 ayat (2) berbunyi, “Pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat."

4. Pasal 117 menerangkan kalau pengemudi yang akan memperlambat kendaraannya harus mengamati situasi Lalu Lintas di samping dan di belakang kendaraan dengan cara yang tidak membahayakan kendaraan lain.

Selain gampang marah dan terpancing, yang termasuk Si Naik Darah adalah anak-anak sekolah dan kuliahan yang merasa keren kalau bisa ngebut atau mengalahkan pengemudi lain di jalan.

Dalam pasal 109 dijelaskan, pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sembarangan, Menyalip Kendaraan Ada Aturannya", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/12/152100515/jangan-sembarangan-menyalip-kendaraan-ada-aturannya?page=all.
Penulis : Arif Nugrahadi
Editor : Azwar Ferdian

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
pasal 109 dijelaskan, pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sembarangan, Menyalip Kendaraan Ada Aturannya", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/12/152100515/jangan-sembarangan-menyalip-kendaraan-ada-aturannya?page=all.
Penulis : Arif Nugrahadi
Editor : Azwar Ferdian

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

4. Si Nekat

 

Tipe pengendara ini merasa punya sklil mengemudi yang hebat padahal hanya modal nekat. Karena itu cara mengemudi Si Nekat kerap membahayakan dan membuat celaka pengendara lain.

Termasuk di dalamnya adalah emak-emak bermotor yang sering menerabas lampu merah, menyalakan lampu sign tidak sesuai arah belok, dan menyalip tanpa perhitungan. 

Si Nekat juga engggan mempelajari rambu dan marka jalan karena tidak merasa perlu tahu, yang penting dia bisa nyetir dan jalan.

5. Si Tidak Taat Aturan

 

Si Tidak Taat Aturan bisa dibilang jago dalam urusan nyetir, termasuk hal yang tidak berani dilakukan pengendara lain. Walau lampu kuning sudah ganti jadi merah, Si Tidak Taat Aturan malah ngegas dengan alasan "mau berhenti udah nanggung".

Walau terampil mengemudi, Si Tidak Taat Aturan enggan punya SIM karena menganggap SIM cuma formalitas. Yang penting adalah kemampuan menyetir, bukan koleksi SIM. 

Kalau kebetulan ada razia, Si Tidak Taat Aturan akan putar balik ke arah yang tidak ada razia atau mengandalkan kamera dashboard supaya untuk menakut-nakuti polisi supaya tidak ada pemeriksaan SIM.

6. Si Kalem

 

Mau diserobot seperti apa pun dia tetap kalem, tidak terpancing, dan tetap melanjutkan perjalanan dengan nyaman.

Si Kalem biasanya punya jam terbang mengemudi tinggi dan berpengalaman mengemudikan jenis dan merek mobil/motor sehingga mudah menguasai kendaraan yang disetirnya.

Selain piawai mengemudi, Si Kalem biasanya sering bepergian jarak jauh dan paham mesin dan seluk-beluk kendaraan yang dikemudikannya.

Termasuk dalam kategori Si Kalem adalah supir taksi, supir pribadi, pengendara bus malam, kurir, dan tukang ojek.

7. Si Cuek

 

Si Cuek ini paling sering bikin pengendara lain meriang karena saking cueknya dia itu enggak peduli kalau mobil atau motornya jalan pelan, tapi enggak mau minggir ke lajur kiri.

Kalau sudah diklakson berkali-kali oleh banyak pengendara, barulah Si Cuek mau minggir dan melajukan kendaraannya di lajur kiri. Yang termasuk dalam kategori Si Cuek ini adalah para lansia.

8. Si Baru Belajar

 

Tipe pengendara ini mudah dikenali karena jalannya pelan, selalu di kiri dan tidak berani menyalip walau kesempatan terbuka sangat lebar.

Walau sudah mengantungi SIM, Si Baru Belajar belum berani bermanuver. Kadang ada juga Si Baru Belajar yang sengaja jalan ditengah-tengah marka supaya dia tahu cara mengemudinya lurus atau tidak.

JANGAN PERNAH mengklakson Si Baru Belajar karena akan membuatnya panik dan kehilangan kendali. Kita salip saja dan lanjutkan perjalanan.

Apa pentingnya pula mengejek Si Baru Belajar, toh kita juga pernah jadi seperti dia waktu belum jago nyetir.

***

Mengendarai kendaraan (termasuk sepeda dan otoped listrik) di jalanan memang harus hati-hati, tenang, dan tidak mudah panik kalau mau selamat sampai tujuan.

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Queen Consort dan Gelar yang Disandang Selama Raja Charles III Berkuasa

Kate Middleton sekarang telah bergelar Princess of Wales, menyusul gelar ibu mertuanya Lady Diana yang dapat gelar itu saat menikah dengan King Charles III saat beliau masih jadi Prince of Wales.

Queen Consort

 

Gelar Queen Consort secara otomatis jadi milik Camilla Parker setelah wafatnya Queen Elizabeth II dan Charles naik tahta dengan nama King Charles III (dibaca: King Charles the third).

Kenapa harus ada embel-embel consort di depan queen?

Pertama, gelar Queen hanyalah untuk Queen Elizabeth II. Kedua, gelar queen hanya untuk istri raja yang terlahir ningrat.

Maksudnya, andai Princess Diana masih hidup dan tidak bercerai dengan Charles, maka ketika Charles jadi raja, dia akan jadi queen, tanpa consort.

Itu karena Diana terlahir ningrat dan bergelar Lady sebelum menikah dengan Charles. Ayah Diana adalah Earl yang merupakan salah satu gelar bangsawan Inggris. Setelah ayah Diana wafat, gelar Earl itu diteruskan ke anak lelakinya yang merupakan adik Diana.

Sedangkan Camilla Parker bukanlah ningrat dan tidak bergelar bangsawan apapun sebelum menikah dengan Charles. Jadi, ketika Charles jadi raja, gelar yang dipakainya adalah queen consort.

Queen consort diberikan kepada istri raja kalau istri raja tersebut bukan bangsawan. Sedangkan gelar queen diberikan untuk ratu yang memimpin kerajaan dan kepada istri raja kalau si istri sudah bergelar bangsawan sebelum menikah dengan si raja.

Duke of Cornwall

 

Setelah Charles jadi King Charles III dan Camilla jadi Queen Consort, maka Gelar Duke and Duchess of Cornwall otomatis diturunkan kepada William dan Kate. 

Wills dan Kate juga ketambahan satu gelar lagi, yaitu Duke and Duchess of Rothesay. Sehingga secara resmi nama mereka akan jadi His Royal Highness William Duke of Cornwall and Cambridge dan Her Royal Highness Catherine Duchess of Cornwall and Cambridge.

Kenapa William dan Kate bisa menyandang tiga gelar bangsawan sekaligus?

Gelar Duke of Cornwall secara otomatis dipegang oleh putra tertua raja atau ratu Inggris. Maka, William sebagai putra tertua otomatis mewarisi gelar itu dari ayahnya yang raja.

Selanjutnya gelar Duke of Rothesay dipegang oleh pewaris tahta. Anak tertua belum tentu jadi pewaris tahta karena bisa saja dipegang anak kedua. Karena itu gelar Cornwall dan Rothesay tidak otomatis dipegang oleh satu orang.

Teruntuk William, karena dia adalah anak tertua sekaligus pewaris tahta, maka dua gelar itu jatuh kepadanya sekaligus.

Lalu, gelar Duke dan Duchess of Cambridge diberikan oleh mendiang Queen Elizabeth II kepada Wills dan Kate ketika keduanya menikah pada 2011. Mendiang ratu juga memberikan gelar duke dan duchess kepada Harry dan Meghan ketika keduanya menikah tahun 2018.

Prince dan Princess of Wales


Gelar lain yang melekat pada William dan Kate adalah Prince dan Princess of Wales. Gelar ini sebenarnya tidak otomatis diturunkan seperti Cornwall dan Rothesay, tapi harus dengan maklumat penguasa tahta.

Kalau raja atau ratu belum bermaklumat mengangkat anaknya jadi Prince of Wales, maka si anak belum sah jadi pewaris tahta. 

Kini William sudah diberikan mandat untuk memegang gelar Prince of Wales. Kate pun kini resmi menjadi Princess of Wales.

Prince dan Princess of Wales bersama anak-anak mereka George, Louis, dan Charlotte (sumber: BBC NEws)

Gelar itu akan membuat anak-anak mereka di sekolah sekarang dipanggil dengan nama George of Wales, Charlotte of Wales, dan Louis of Wales.

Bagaimana dengan anak kedua King Charles III , yaitu Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle? Apakah gelar bangsawan mereka juga berubah?

Pada 8 Januari 2020, Harry dan Meghan memutuskan untuk mundur dari pekerjaan sebagai working royals karena ingin mandiri secara finansial dan mendapat privasi pribadi.

Duke and Duchess of Sussex 

 

Karena tidak lagi menjadi bekerja untuk dan mewakili kerajaan, Harry dan Meghan tidak lagi bergelar His Royal Highness dan Her Royal Highness. 

Namun, gelar Duke dan Duchess of Sussex tetap mereka pegang karena Harry tetaplah ningrat cucu ratu yang berhak menyandang gelar kebangsawanan. Pun Meghan yang jadi istri Harry berhak punya gelar mengikuti kebangsawanan suaminya. Kalau di Jawa seperti gelar KRMT atau Raden Mas yang disandang semua ningrat, meski mereka tidak tinggal di Yogya atau Solo.

Bila Harry dan Meghan tidak mengalami perubahan gelar, maka anak-anak mereka, yaitu Archie dan Lilibeth akan mendapat gelar Prince dan Princess karena kakek mereka sudah jadi raja. Mereka akan bergelar His Royal Highness Prince Archie of Sussex dan Her Royal Highness Princess Lilibeth of Sussex.

Namun, bukan Harry dan Meghan namanya kalau tidak buat sensasi. Mereka mungkin akan bicara sana-sini kepada pers, bikin drama, sebelum akhirnya menerima (atau menolak) gelar bangsawan untuk anak-anak mereka.

Menurut Keputusan Raja George V Tahun 1917, dilansir CNN, bahwa cucu dari pemegang monarki otomatis mandapat gelar Prince dan Princess. Anak pertama dari cucu pemegang tahta yang jadi calon pewaris tahta otomatis bergelar Prince.

Namun, pada 2012, Queen Elizabeth II merevisi keputusan George V dan memutuskan bahwa semua anak dari pewaris tahta berhak bergelar Prince dan Princess.

Karena itulah semua anak Prince William dan Kate Middleton bergelar Prince dan Princess, bukan cuma George sebagai anak pertama.

7 Tipe Orang yang Selalu Semangat Datang Ke Reuni dan Acara Kumpul Alumni

7 Tipe Orang yang Selalu Semangat Datang Ke Reuni dan Acara Kumpul Alumni

Tiap ada temu kangen angkatan, reuni, atau buka puasa bersama alumni, kita tahu pasti ada yang bisa banget datang dan ada yang tidak bakalan datang walau dibujuk dengan apapun.

Itu bukan berarti kita paranormal, tapi prediksi tentang hadir tidaknya teman ke reuni sudah bisa diketahui dari perilaku dan kejadian yang dialaminya semasa sekolah. 

Mungkin dia anak pemalu, merasa miskin dibanding teman-temannya, nilainya terlalu pas-pasan, minder karena merasa fisiknya tidak bagus, dan alasan lain yang cuma dia sendiri yang tahu.

emperbaca.com merangkum tujuh tipe orang yang selalu semangat datang ke reuni atau temu kangen angkatan sekolah.

1. Punya Pekerjaan Bagus

 

Meskipun semasa sekolah dia bukan anak gaul atau anak pintar, ternyata saat dewasa karirnya moncer, entah dia kerja di swasta atau jadi aparatur sipil negara.

Teman tipe ini sudah pasti semangat dan enggak bakalan nolak kalau diajak ketemuan, apapun momennya.

2. Selebriti Internet

 

Jaman sekolah dulu dia hampir gak punya teman saking cupu (culun punya), eh, ternyata sekarang followernya di Instagram dan TikTok ada ratusan ribu. 

Maka sudah pasti dia bakal datang kalau diundang ke acara apapun yang berhubungan dengan teman sekolah.

3. Populer Semasa Sekolah

 

Orang yang populer di masa sekolah akan tetap populer dan perhatian di acara kumpul teman sekolah. Menjadi pusat perhatian itu menyenangkan serasa selebriti. Maka,  orang yang populer di sekolah tidak bakalan mau melewatkan acara alumni apapun bentuknya.

Meski begitu, ada orang yang populer waktu sekolah, tapi hampir gak pernah ikutan ke reuni atau bukber. Itu karena dia terlalu sibuk, punya kriteria teman yang berbeda dari masa sekolah, pola pikirnya berubah, atau sudah hijrah.

4. Paling Pintar Waktu Sekolah

 

Setali tiga uang dengan si populer, si pintar juga termasuk orang yang paling semangat datang ke acara teman sekolah.

Itu karena si pintar biasanya dikenal semua teman dan guru, bahkan staf tata usaha pun tahu. Dia tidak bakalan kesulitan berinteraksi saat reuni karena semua orang sudah mengenalnya. Tinggal sebut nama, semua orang secara otomatis akan menanyakan kabarnya.

5. Paling Badung dan Pernah Diskorsing

 

Serupa dengan si populer dan si pintar, anak yang paling sering bikin ulah biasanya juga terkenal di sekolah. 

Kalau si badung pernah kena skorsing, kepopulerannya akan bertambah karena dia jadi topik pembicaraan berhari-hari oleh penghuni sekolah.

Si badung akan semangat datang ke reuni, bukber, atau temu kangen alumni untuk membuktikan dirinya sudah tidak bandel lagi. 

Kadang ada juga yang bangga dengan kebandelan di masa sekolah dan ingin membuktikan dirinya tetap bandel. Dengan tetap membandel, si badung yakin dirinya selalu diingat dan lekat di ingatan teman-teman sekolah, walau

6. Pemalu

 

Orang yang semasa sekolahnya pemalu seringkali ingin menunjukkan bahwa dia sudah sukses, berhasil, keren, dan tidak pemalu lagi saat dewasa. Hal itu cuma bisa dilakukan saat reuni dan kumpul alumni.

Karena itu. orang yang semasa sekolahnya pemalu bisa jadi orang yang paling semangat kalau ada reuni, bukber, halalbihalal, atau temu kangen.

7. Jomlo

 

Tidak ada kekasih dan keluarga yang harus diprioritaskan, jadi sudah pasti si jomlo (single) akan selalu semangat datang ke acara yang berhubungan dengan teman sekolah.

Namun, hanya berlaku untuk para jomlo yang tidak baperan terus-terusan ditanya kapan nikah dan diledek lapuk. Jomlo seperti ini malahan menikmati dirinya diledek sedemikian rupa soal kejomloannya, bahkan saat usianya sudah kepala 4.

***

Berkebalikan dengan orang yang paling semangat, orang yang paling malas datang biasanya justru mereka yang semasa sekolah biasa-biasa saja.

Biasa di prestasi akademik, biasa di pergaulan, atau biasa diabaikan oleh teman-teman. Walau mereka sukses di masa dewasa, tapi mereka menganggap masa sekolah sebagai masa lalu yang tidak perlu diulang walau hanya sekedar datang reuni.

Tipe orang seperti ini ingin menikmati hidupnya di masa sekarang dan fokus untuk masa depan. Apakah kamu paling semangat datang atau justru paling enggan?

Hari Lahir Pancasila dan Generasi PMP yang Jungkir-Balik Menghapal Butir-butir Pancasila

Hari Lahir Pancasila dan Generasi PMP yang Jungkir-Balik Menghapal Butir-butir Pancasila

Bersyukurlah generasi yang sekolah setelah orde baru tumbang. Kamu enggak harus merasakan jungkir-balik menghapal butir-butir Pancasila tiap ulangan di mata pelajaran PMP.

Bidang studi PMP adalah singkatan dari Pendidikan Moral Pancasila. Semua yang dipelajari di bidang studi PMP sebenarnya amat mulia karena mengajarkan kerukunan. Sangat cocok untuk bangsa Indonesia yang multiagama dan multisuku.

Buku pelajaran PMP masa 1980-an (duniasosial.id)

Sebenarnya bidang studi (iya, dulu namanya bidang studi sebelum ganti jadi mata pelajaran) PMP sudah diganti nama sejak 1994 jadi PPKn, singkatan dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 

Kemudian, sejak dibuatnya UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional nama PPKn berubah jadi PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan, tanpa embel-embel Pancasila.

Meski demikian, sampai tahun 2022 dimana sekolah kini memakai Kurikulum 2013, Pancasila masih diajarkan di buku teks Tema. Murid dan siswa juga wajib menghapal Pancasila, walau tidak lagi jungkir-balik menghapal 45 Butir-butir Pancasila.

Kok ada siswa ada murid? Apa bedanya siswa dan murid?

Murid dan Siswa


Murid berasal dari bahasa Arab yaitu muriidan yang artinya punya keinginan, berkehendak, dan punya minat yang amat kuat untuk mengetahui sesuatu.

Sementara itu, kata siswa berasal dari bahasa Jawa "wasis" yang artinya pintar atau pandai. Kata siswa adalah kebalikan dari kata wasis, maka itu arti siswa adalah tidak (belum) pandai.

Melihat asal kata dan artinya, saya berkesimpulan bahwa kata 'murid' lebih cocok disematkan pada remaja SMP dan SMA. Mereka sudah tahu apa yang jadi minatnya di sekolah dan punya keinginan untuk mengetahui banyak hal.

Sementara anak SD lebih pas disebut sebagai siswa karena mereka belum banyak mengerti sehingga belum pandai. Mereka lebih sering mencontoh dan mengikuti daripada berinisiatif punya minat terhadap banyak hal.

However, yang terjadi selama ini sebaliknya. Semua orang menyebut "siswa SMP atau siswa SMA" dan "murid SD". Padahal secara terminologi, pemakaian kata siswa lebih pas untuk pelajar SD dan kata murid untuk pelajar SMP dan SMA.

Itu tidak keliru juga, karena kalau kita lihat pada KBBI, arti siswa sama dengan murid, yaitu mereka yang bersekolah di SD-SMA.

Bila merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2003, siswa adalah bagian dari anggota masyarakat yang sedang berusaha untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan dalam tingkatan, jalur, dan jenis tertentu.

Sekarang semua anak sekolah lebih sering disebut sebagai peserta didik daripada murid dan siswa. Istilah peserta didik mencakup mereka yang belajar di madrasah, pesantren dan seminari.

PMP dan Butir-butir Pancasila


Kalau kita baca betul-betul semua butir pada Pancasila, sebetulnya bagus karena mencerminkan keaslian watak masyarakat Indonesia yang sangat beretika dan jauh dari barbar. Pancasila sudah amat cocok dengan Indonesia yang multiagama dan multisuku sebelum ideologi khilafah mengobrak-abrik negara ini atas nama agama.

Sayangnya, siswa dan murid, juga guru, sangat skeptis pada PMP karena mereka melihat materi yang dimuat pada PMP tidak sesuai kenyataan yang mereka lihat dan alami sehari-hari.

Pada waktu itu amat lazim melihat orang korupsi. Pak RW korupsi bantuan sosial, Pak Lurah minta upeti, lahan ganti rugi tidak dibayar oleh oknum pejabat, makelar tanah nilep uang ganti rugi, dan aneka jenis korupsi lainnya.

Kalau ada orang yang jujur malah aneh dan sering dicibir karena dianggap sok suci. Betul, lho! Makanya kalau ada orang yang mau kembali ke zaman orba itu aneh banget! Zaman itu tatanan masyarakat amburadul. 

Well, tidak semua, sih. Warga di desa-desa masih guyub, gotong-royong, dan sangat rukun, walau bantuan untuk mereka sering disunat aparat, walau padi mereka sering dibeli tengkulak meski belum panen, menyebabkan harganya jadi super murah. 

Makanya gak aneh juga kalau banyak murid SMP dan SMA bikin contekan yang berisi Butir-butir Pancasila. Mereka bikin contekan karena sama sekali tidak ada niat meresapi seperti apa pengejawantahan dari falsafah negara tersebut.

Melihat fakta sehari-hari yang bertolak-belakang dengan Pancasila dan Butir-butirnya, akhirnya bikin orang ingin membuang Pancasila setelah Soeharto tumbang tahun 1998.

Walau secara resmi namanya PKn, tanpa Pancasila, nyatanya guru dan murid masih menyebutnya dengan PPKn. Pun di Kurikulum 2013 masih ada pelajaran tentang Pancasila. Siswa tetap harus hapal lima sila dan pengamalannya, walau tidak lagi harus menghapal Butir-butir Pancasila sampai jungkir balik seperti pelajar di era sebelum reformasi.

Namun demikian, masih banyak orang ingin mempertahankan Pancasila sebagai salah satu peninggalan founding father. Pancasila juga sudah pas jadi cerminan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya. Kalau pada zaman orde baru Pancasila cuma jadi alat propaganda, bukan Pancasilanya yang salah, melainkan penguasanya yang barbar.

Begitu kira-kira kaum penyelamat Pancasila beragumen. Jadi, Pancasila selamat, tapi sebagian orang merasa kini mereka berdarah-darah mempertahankan ideologi bangsa ditengah maraknya keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan syariat Islam.

Indonesia tidak perlu jadi negara khilafah karena Pancasila sudah mencakup keseimbangan hambluminallah dan habluminannas sebagai Islam yang rahmatan lil alamin. Indonesia dan Pancasila itu sendiri sudah Islami. 


Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Hari Lahir Pancasila tiap 1 Juni tidak harus diperingati dengan memaksa guru dan pelajar upacara di sekolah, melainkan membangun kesadaran kalau Pancasila itu rangkuman dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia, apapun agama dan sukunya.

Tiada bangsa lain yang cocok punya ideologi seperti Pancasila selain Indonesia karena Pancasila dibuat dari keseharian orang Indonesia, oleh orang Indonesia, dan untuk bangsa Indonesia.

Kelebihan Memelihara Ayam dan Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar

Kelebihan Memelihara Ayam dan Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar

Pernah beli anak ayam warna-warni yang dijual di pasar karena anak merengek minta dibelikan? Walau kesannya seperti mainan yang bisa ditimang dan dikejar-kejar, tapi kalau sampai mati, kan, kasihan. 

Kalau kita pelihara sampai si ayam besar, dagingnya bisa kita makan atau diberikan kepada tetangga, andai kita tidak tega memakannya.

Ayam juga identik dipelihara oleh orang desa. Itu karena di desa masih banyak lahan kosong dan kebun untuk diisi kandang ayam. Selain itu, ayam juga punya nilai ekonomis bagi orang desa, tidak sekadar memelihara untuk lucu-lucuan.

Daging dan telurnya bisa dijual atau dimakan sendiri, Sedangkan anak-anak ayam yang menetas bisa dibiakkan untuk dijual lagi ketika sudah besar.

Penting Diketahui Dari Ayam Warna-warni


1. Pewarna yang digunakan untuk mewarnai anak ayam namanya teres (pewarna makanan dalam bentuk bubuk). 

Jadi, tidak berbahaya buat ayam dan anak kita yang memegangnya. Warna ini akan luntur seiring membesarnya tubuh ayam dan bulu ayam jadi putih seperti aslinya.

Namun, karena tubuhnya dibaluri pewarna, anak ayam ini mudah sakit. jadi kita harus ekstra menjaganya setelah dibeli dari pasar.

2. Anak-anak ayam yang dijual di pasar biasanya berumur 3-7 hari setelah ditetaskan. Kalau lebih dari usia itu, anak ayam tidak lucu lagi karena tubuhnya sudah membesar.

3. Jenis ayamnya sudah pasti broiler karena lebih mudah dibiakkan. Hampir tidak ada ayam kampung, apalagi ayam hias yang dibiakkan dan dijual warna-warni di pasar.

4. Kebanyakan anak ayam warna-warni yang dijual di pasar berkelamin jantan. Makanya walau dipelihara dalam satu kandang, mereka tidak bakalan bisa kawin dan bertelur. 

Kalau sudah begitu, kalau si ayam sudah besar, lebih baik dagingnya dikonsumsi atau dipelihara sampai tua dan menemui ajal. 

Ayam broiler bisa hidup sampai dua tahun kalau diberi makan dan minum teratur.


Cara Merawat Anak Ayam Warna-warni yang Dibeli di Pasar


Merawat anak ayam broiler sangat mudah, walau tetap perlu ketelatenan seperti halnya mengurus binatang peliharaan lainnya.

1. Kehangatan. Anak ayam masih butuh kehangatan. Sebaiknya beri lampu bohlam 5 watt atau 10 watt di dalam kardus tempat kita menempatkan anak ayam.

Kenapa di kardus? Supaya lebih mudah memberi makan dan menjaga anak ayam tetap hangat. Selain itu anak-anak kita juga bisa bermain dengan ayam dengan cara mengangkat dan menggendongnya.

2. Selama seminggu setelah dibeli, mereka harus makan sentrat belum bisa makan nasi. Seminggu setelahnya baru dilatih makan nasi yang dicampur sentrat.

Setelah makin besar mereka bisa makan apa saja, dari gorengan, mi, roti dan kue, sampai sayuran. Ayam adalah omnivora, jadi mereka bisa makan apapun sama seperti manusia. 

3. Kalau sakit cukup diberi tablet paracetamol yang dihaluskan lalu dicampur ke air minum ayam. Bisa juga tolak angin dicecoki langsung ke mulut anak ayam kalau dia terlihat lemas dan tidak mau makan.

4. Kalau mau ayam selalu sehat dan tidak sakit-sakitan, beri jamu 1-2 bulan sekali saat usianya mencapai 2-3 bulan. Jamunya sama seperti yang kita minum, yaitu brotowali, kunyit asam, beras kencur, atau campuran aneka rempah dan empon-empon.

Kelebihan Memelihara Ayam


1. Tidak kuatir anak perempuan kita kena parasit toksoplamosis. Bulu dan kotoran kucing dapat terinfeksi oleh parasit toksoplasma yang menularkan kepada manusia.

Ayam jambul, salah satu jenis ayam hias yang bisa dipelihara untuk lucu-lucunya karena lucu. Wajah hampir tidak kelihatan tertutup bulu kepalanya yang berbentuk jambul (emperbaca.com)

Parasit tokso dapat menempel di tubuh manusia tanpa menimbulkan gejala apapun. Didalam tubuh manusia, parasit ini membentuk kista lalu menetap di tubuh manusia selama manusia itu hidup.

Makanya janin dalam rahim seorang perempuan dapat terinfeksi dan menjadi cacat saat lahir karena di dalam tubuh ibunya ada parasit bernama toksoplasma gondii yang amat mungkin berasal dari kucing yang dipeliharanya.

2. Harga pakannya murah. Dibanding kucing dan anjing yang harus makanan ikan atau makanan dari pet shop, biaya makan ayam relatif murah.

Harga sentrat yang jadi pakan utama ayam berkisar Rp9.000-Rp11.000 per kilogram. Supaya lebih hemat, sentrat bisa kita campur dengan nasi atau mi basah.

3. Makanan rumah jadi tidak pernah terbuang. Adakalanya kita punya makanan berlebih yang didapat dari tetangga atau kerabat, padahal kita sudah masak banyak.

Daripada capek menghangatkan makanan itu berkali-kali dan mubazir tidak ada yang mau makan, kasihkan saja ke ayam. Ayam juga lahap kalau kita beri roti, cake, kue kering, dan gorengan, walau penganan itu sudah agak keras.

Kekurangan Memelihara Ayam 


Yang utama karena ayam buang air besar lebih sering daripada kucing dan anjing. Metabolisme ayam sangat cepat. Dia bisa langsung buang air besar hanya beberapa detik setelah makan.

Ayam broiler yang dipelihara sejak masih jadi anak ayam warna-warni. Saat ini usia kedua ayam tersebut sudah berumur 25 bulan (emperbaca.com)

Sebelum buang air besar ayam juga tidak memberikan tanda dengan cara menggesekkan kakinya, kotoran keluar begitu saja dari bokong ayam tanpa bisa diduga

Karena sering buang air besar tanpa bisa dilihat tanda-tandanya, maka ayam bukan binatang ideal untuk:

1. Digendong-gendong terlalu lama. Kotoran ayam bisa kena tangan dan tubuh kita tanpa diduga. Merepotkan sekali kalau baru beberapa detik menggendongnya, tangan kita sudah kena kotoran ayam.

2. Dibelai dan dielus. Banyak orang memelihara kucing dan anjing selain karena lucu, dua hewan ini juga enak dibelai dan dielus.

Bulunya halus dan lembut sehingga menyentuhnya terasa nyaman dan menyenangkan. Bulu ayam cenderung kasar dan bikin geli, jadi membelai dan mengelus bulu ayam tidak menimbulkan rasa nyaman pada manusia.

3. Dipamerkan di Instagram. Mungkin karena banyak dipelihara orang desa yang tidak punya akun Instagram, kita amat jarang menemukan orang yang memamerkan ayamnya di media sosial.

Lain halnya dengan kucing dan anjing dimana mereka berpose lucu dan menggemaskan bersama pemiliknya.

***

Kalian bisa pilih, mau coba pelihara ayam atau pelihara ayam dan kucing sekaligus tidak apa-apa, asal ayamnya harus tetap dalam kandang.

Ayam tidak bisa dilatih buang air besar di pasir seperti anjing dan kucing, jadi supaya tahinya tidak mengotori rumah, ayam harus tetap berada di dalam kandang.

Pasar Tradisional Sepi Pembeli Pascakebakaran, Ini Alasannya

Pasar Tradisional Sepi Pembeli Pascakebakaran, Ini Alasannya

Sekarang sudah tidak ada lagi pasar tradisional yang kumuh. Semua pasar sudah bersih karena lantainya  berkeramik, berventilasi, dan tidak ada lagi bau busuk sampah. Apalagi, pasar yang dibangun ulang pascakebakaran, tampilannya kece seperti mal.

Namun, ada satu hal yang mengganjal. Kenapa hampir semua pasar tradisional yang dibangun ulang setelah kebakaran justru lebih sepi daripada saat masih kumuh? Padahal dengan mengunjungi pasar yang bersih dan moderen, belanja juga jadi nyaman, kan?

Kelas Menengah Kebawah


Walau masyarakat kelas atas banyak juga yang berbelanja di pasar (kadang disebut sebagai pasar moderen), tapi pasar tradisional selalu identik dengan tempat belanja masyarakat kelas menengah kebawah.

Itu karena harga sayuran, makanan, sandang, sepatu, dan semua yang ada di pasar sangat terjangkau oleh kantong mereka. Pasar jadi tujuan utama untuk memenuhi semua kebutuhan mereka,

Maka, untuk mengetahui kenapa pasar yang dibangun ulang jadi lebih bagus malah sepi tidak ada yang belanja, kita lihat dari sudut pandang kelas menengah kebawah yang jadi konsumen utama pasar tradisional.

1. Bangunan pasar terlalu tinggi


Sebelum kebakaran, pasar tradisional paling tinggi hanya dua lantai saja. Setelah pasar itu dibangun ulang ada yang tingginya sampai empat lantai.

Orang-orang enggan naik ke lantai atas dan lebih memilih belanja di lantai paling bawah karena mereka ke pasar hanya untuk membeli barang yang paling diperlukan. Setelah selesai, mereka bakal langsung pulang.

Sementara itu di mal, kebanyakan orang datang ke sana bukan untuk belanja kebutuhan pokok, melainkan sekadar cuci mata, nongkrong bersama teman, nonton bioskop, atau belanja produk terbaru kesukaan mereka.

Jadi, orang yang ke mal memang punya waktu untuk "dibuang", tapi tidak demikian dengan orang yang datang ke pasar. Orang ke pasar karena benar-benar mencari barang yang mereka perlukan, bukan untuk bersantai dan menghabiskan waktu.

Itu sebab makin tinggi bangunan mal, makin senang orang memasukinya karena makin leluasa mereka memilih toko dan resto untuk menghabiskan waktu. Namun, makin tinggi bangunan pasar makin enggan orang ke sana karena buang waktu dan tenaga kalau harus naik ke lantai paling atas.

2. Bermunculan lapak dan toko yang menjual dengan harga sama


Orang tidak akan repot pergi ke pasar hanya untuk beli sayur atau sehelai kerudung jika rumah mereka selalu dilewati penjual sayur dan ada toko yang menjual kerudung dekat rumah.

Makanya, walau lokasi pasar berada di tengah kota yang strategis dan bisa dijangkau dari mana pun, daya tarik pasar memudar seiring makin mudahnya orang mencari kebutuhan harian di lapak dan toko dekat rumah.

Pasar (tradisional) masih ramai dikunjungi kalau orang mau masak besar atau cari baju Lebaran atau butuh barang grosiran. 

3. Uang sewa naik


Karena bangunannya sudah bagus, maka uang sewa yang ditetapkan oleh pengelola pasar juga lebih tinggi daripada ketika pasar masih kumuh. Harga sewa yang naik sementara orang yang datang belanja makin sedikit, menyebabkan banyak pedagang menutup tokonya.

Banyaknya toko yang tutup membuat pasar jadi lengang, terutama yang berada di lantai atas. Pasar jadi kurang ramai karena minim aktivitas jual-beli. Kondisi pasar yang lengang dan sepi membuat orang makin enggan datang ke sana karena mayoritas orang lebih suka berada dalam keramaian daripada kesepian.

Suasana sepi juga dapat memunculkan ketakutan di benak orang tentang kemungkinan ada kejahatan yang terjadi ssat sepi.

***

Di kota besar, pasar tradisional yang dibangun ulang pascakebakaran bakal tetap ramai, malah makin ramai karena dibangun juga bioskop rakyat di lantai atasnya. Pasar Santa di Kebayoran Baru, Jaksel, malahan bermetamorfosis jadi tempat hangout.

Akan tetapi, di luar kota besar, pasar yang bagus dan megah justru dijauhi karena dianggap sama dengan mal. Orang kelas bawah minder memasukinya, sementara kelas atas merasa "gak level' belanja ke pasar tradisional.

Walau tidak lagi seramai dulu, pasar tradisional di suatu daerah tetap punya masa di mana pembeli membludak dan pedagang panen laba. Masyarakat menengah kebawah juga masih butuh pasar karena di situlah tempat mereka belanja dengan bahagia tanpa menguras isi kantong.

Mudik Sambil Liburan Saat Lebaran dengan Aman

Mudik Sambil Liburan Saat Lebaran dengan Aman

Perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi makin diminati terutama karena kemudahan mobilitas di tempat tujuan. Banyak orang yang membeli mobil secara kredit beberapa bulan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan mereka gunakan untuk mudik.

Walau akhirnya mobil itu ditarik dealer karena gagal bayar cicilan, yang penting mudik pakai kendaraan pribadi bisa memuaskan hasrat berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Kalau Anda termasuk yang senang mudik menggunakan mobil, Anda bisa memanfaatkan kemacetan di jalan untuk berrekreasi bersama keluarga. Lho, mudik, kan, tujuannya buat mengunjungi orang tua dan kerabat, kok malah disambi tamasya? Lagipula, kalau sambil tamasya, habis waktu di jalan, dong.

Ilustrasi mudik (gambargambar.co)

Asal Kata Lebaran


Menurut sejarawan M. A. Salmun, yang dilansir Narabahasa, asal kata Lebaran berasal dari tradisi dalam agama Hindu yang berarti 'selesai', 'usai', atau 'habis'. Konon para wali songo memanfaatkan makna Lebaran sebagai sarana berdakwah.

Namun, KH Mustofa Bisri, dikutip dari NU Online, pernah mengatakan bahwa Lebaran diambil dari kata laburan (Jawa; mengecat). Setiap kali menjelang datangnya Idul Fitri, hampir semua keluarga sibuk mengecat rumahnya agar tampak indah. Dari kebiasaan laburan menjelang Idul Fitri itulah, Lebaran menjadi sebuah kata yang setara dengan makna Idul Fitri itu sendiri.

Soal asal muasal kata Lebaran. almarhum KH Muhtar Babakan Ciwaringi juga pernah berujar bahwa Lebaran akarnya dari filosofis kata leburan (Jawa: menyatukan). 

Ujian, cobaan, kesabaran, dan ketenangan yang kita jalani selama Ramadan diharapkan dapat meleburkan diri kita pada sifat-sifat Tuhan ketika Idul Fitri tiba. Semangat berubah itulah yang lalu mengubah leburan menjadi Lebaran.

Sejarawan J.J. Rizal meyakini bahwa Lebaran bersinggungan erat dengan kata puasa yang berasal dari bahasa sansekerta di zaman pra-Islam. 

J.J. Rizal menelusuri etimologi Lebaran dengan mengutip pakar sastra Jawa kuno bernama Poerbatjaraka dan menemukan bahwa Lebaran adalah sebuah upacara yang diadakan setelah empat puluh hari berpuasa. 

Mudik Lebaran Sambil Liburan


Liburan versi emperbaca.com dijamin murah meriah dan tidak perlu mengeluarkan uang ekstra. Kita tahu, Lebaran adalah masa dimana kita perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli kue-kue sajian, hidangan, minuman, mempercantik rumah, bahkan ongkos mudik.

Bagaimana menyempatkan diri untuk liburan ditengah mudik Lebaran dan kumpul bersama keluarga besar?

1. Hindari pergi ke tempat wisata populer seperti kebun binatang, taman bermai (theme park), water park, pantai, dan mal.

Tempat-tempat itu bakal dipadati pengunjung. Kita jadi tidak leluasa dan kurang nyaman menikmati apa yang tersedia di tempat wisata tersebut karena harus berdesakan dengan pengunjung lain. Anak-anak juga rentan terpisah karena kerumunan dapat membuat kita kurang waspada mengawasi anak.

Jadi, kemana kita liburan? 

2. Museum. Kalau ada yang buka, museum adalah tempat paling cocok untuk wisata edukasi buat seluruh keluarga. 

Supaya tidak bosan dan dapat pengetahuan yang maksimal, pakailah jasa pemandu. Sebagian museum yang dikelola swasta sudah menyediakan pemandu yang biayanya sudah termasuk tiket masuk.

Banyak museum yang sudah dikelola moderen dengan menawarkan fasilitas lain, seperti pemutaran video, tanya-jawab, membuat cenderamata, dan lainnya. Jadi tidak sekedar melihat koleksi museum lalu pulang.

3. Cagar budaya candi dan pegunungan. Wisata ke candi-candi bersejarah dan melihat pemandangan pegunungan sambil makan bekal yang dibawa dari rumah juga termasuk liburan hemat sekaligus menyenangkan. 

Kecuali Candi Borobudur dan Prambanan, biaya masuk ke candi-candi amat terjangkau. Beberapa pengelola candi malahan tidak memungut bayaran bagi pengunjung, asalkan menaati peraturan dalam candi.

Anda yang mudik ke wilayah yang dikelilingi gunung seperti Magelang, Boyolali, Wonosobo, dan Temanggung, menghabiskan Lebaran sambil liburan ke pegunungan selain dapat menyegarkan pikiran juga tidak bikin kantong jebol.

4. Monas. Monumen Nasional atau Monas adalah ikon Jakarta yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Anda yang mudik ke Jakarta bisa datang ke sana untuk melihat-lihat rusa sambil menikmati suasana hutan kota. Mudik, kok, ke Jakarta? Ya bisa saja, kenapa enggak.

Tranportasi ke Monas mudah dijangkau dengan naik bus Transjakarta atau KRL Commuter Line bila Anda datang dari Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok.

5. Staycation. Pergi menginap di hotel, vila, atau resor bersama keluarga besar yang terdiri dari kakek-nenek, cucu, paman, bibi, dan sepupu juga bisa jadi pilihan. 

Biaya sewa tidak akan jadi beban bila ditanggung bersama alias urunan atau saweran atau patungan. Bila kantong kita terbatas untuk ikut patungan, katakan terus terang. Biasanya akan ada anggota keluarga yang dengan senang hati menanggung biaya lebih besar daripada yang lain.

Namun, biaya sewa kamar atau rumah vila dan resor pasti naik berlipat-lipat saat musim Lebaran. Siasati dengan cara memesan dan membayar tempat tersebut jauh-jauh hari sebelum Lebaran untuk menghemat biaya sekaligus memastikan ketersediaan kamar.

Liburan Sambil Bermacet Ria


Musim mudik sudah pasti dimana-mana jalanan macet, apalagi kalau mudiknya barengan, dijamin jalan tol pun macet.

Saat tol sedang padat, kita tidak bisa memacu kendaraan sampai kecepatan maksimum 100 km per jam. Berkat adanya rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), kita bisa tetap "liburan" walau kena macet di tol. Gimana caranya?

1. Manfaatkan waktu untuk benar-benar keluar dari mobil. Selepas buang air kecil di toilet dan salat, ajaklah anak-anak jalan-jalan di sekitar rest area, misal memutari masjid, melihat-lihat warung yang ada di sana, atau berjalan pelan di sekitar pepohonan.

Berjalan-jalan dapat melancarkan peredaran darah dan memungkinkan kita menghirup udara segar. Kaki juga tidak pegal lagi akibat duduk terus di mobil.

Bila memungkinkan, hindari banyak duduk saat istirahat di rest area. Kalau cuma duduk ngopi-ngopi, di mobil juga bisa. Ini berlaku juga buat orang yang menyetir. Mereka harus lebih banyak berdiri dan bergerak.

2. Minta anak mengambil foto yang mereka suka. Beri anak-anak ponsel milik Anda atau suami, atau ponsel mereka sendiri dan minta mereka memfoto objek apa saja yang mereka suka. Misalnya, pintu masuk minimarket, restoran, mobil kita, atau bahkan pohon.

Dengan begitu mereka tetap aktif bergerak, tapi tetap tenang karena berdekatan dengan ponsel. Anak-anak dibawah usia 12 tahun adalah Generasi Alpha yang tidak bisa lepas dari gawai.

Bacaan Menarik Lainnya: Mengenal Generasi Alpha dan Cara Mengasuhnya

Setelah mereka memfoto, ajak anak mengirimnya ke nenek dan kakek atau om dan tante mereka. Bantu mereka menulis keterangan foto dan memberi tahu lokasi tempat foto itu diambil. 

Selain membuat anak-anak tetap "sibuk" untuk mencegah bosan akibat macet panjang, juga melatih mereka mengungkapkan pikiran dalam bentuk tulisan. Menulis dapat menstimulasi otak supaya tetap terasah karena sel-sel saraf jadi aktif bekerja.

Andai tidak lewat tol dan memilih untuk lewat jalan biasa, pantai utara atau jalur selatan Jawa misalnya, kita tetap bisa menikmati perjalanan sambil liburan tanpa mengeluarkan uang ekstra.

3. Berhenti di setiap rest area. Menurut Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol, disebut bahwa rest area tipe A disediakan paling sedikti satu untuk tiap jarak 50 kilometer setiap jurusan. Berikutnya, jarak rest area tipe A berikutnya paling sedikit 20 kilometer.

Jadi, berhenti di tiap rest area bisa jadi pilihan bersantai jika Anda tidak terburu-buru sampai ke kampung halaman. 

Tidak perlu beli minum dan makanan, cukup keluar dari mobil, berjalan-jalan sebentar di sekitar rest area, hirup udara di bawah pohon, lalu lanjutkan perjalanan.

Tipe Rest Area


Pada rest area di tol Trans Jawa yang ada kode A (Ambon) artinya rest area itu berada di arah yang meninggalkan Jakarta. Sedangkan rest area berkode B (Bandung) berarti tempat istirahat itu ada di arah yang menuju Jakarta (atau Bandung).

Sebenarnya bukan cuma menunjukkan arah saja, kode A, B, dan C pada jalan tol menunjukkan fasilitas yang ada di sana.

Rest area tipe A adalah yang terlengkap karena luasnya sampai 6 hektar dilengkapi dengan ruang terbuka hijau. Tipe B luasnya 3 hektar, dan tipe C paling kecil karena cuma seluas 2500 meter per segi. Rest area tipe C digunakan hanya bila tol benar-benar padat di hari raya besar.

Mudik Sambil Pelesir di Jalan Non-tol


Lalu bagaimana kalau kebetulan kita tidak bisa lewat jalan tol karena tolnya ditutup hanya untuk arah tertentu? Apakah  bisa menikmati suasana seperti di rest area?

Tidak bisa, dong. Jenis jalannya saja beda. Kalau kita mudik lewat jalan non-tol, pilihan yang tersedia untuk mampir-mampir lebih banyak dan bervariasi, Makan di kaki-lima, berteduh di alun-alun, salat di masjid agung, beli oleh-oleh khas kota yang dilewati, atau menginap semalam di hotel juga bisa kalau ada duitnya.

Hanya saja kebanyakan mampir di jalan non-tol membuat waktu tempuh jadi berlipat lebih lama dibanding kalau kita banyak istirahat di rest area tol. 

Jangan lupakan hal berikut jika terpaksa menempuh perjalanan non-tol.

1. Siapkan bekal air putih daripada air berwarna. Teh, soda, kopi, jus, atau minuman berperisa buatan membuat perut terasa lebih begah dan kembung. 

Pada orang dewasa, minum teh dan kopi selama perjalanan dapat memicu buang air kecil lebih sering karena dua minuman itu bersifat diuretik (peluruh kencing). Di jalan non-tol kita harus berhenti di pom bensin (SPBU/Stasiun Pengisian Bahan-bakar Umum) yang letaknya bisa saja sangat berdekatan atau amat jauh satu sama lain.

Banyak minum air putih lebih disarankan bagi seluruh anggota keluarga untuk membuat tubuh tetap terhidrasi dan tidak cepat lelah.

2. Siapkan lebih banyak uang receh nominal Rp2.000 dan Rp5.000. Gunanya supaya kita tidak kerepotan kalau harus bayar di toilet atau numpang salat di musala pom bensin. 

Walau kebanyakan pom bensin bertuliskan "gratis", tapi di sana selalu ada kotak untuk orang-orang mengisi sumbangan sukarela. Jadi, kalau kita gak pelit-pelit banget, lebih baik isi kotak itu dengan uang sekadarnya.

3. Ceritakan kepada anak tentang kota-kota yang dilewati saat mudik. Misal, jika kita lewat Tegal, kita bisa menceritakan tentang pelabuhan. Apa saja isi pelabuhan, apa gunanya, siapa saja yang datang ke sana, dan kenapa Tegal punya pelabuhan.

Bisa juga menyuruh anak-anak Googling sendiri tentang kota-kota yang kita lewati dan tanya apa saja keunikan kota tersebut.

4. Mengobrol tentang hal-hal yang dilihat di jalan. Apa saja yang kita lihat sepanjang perjalanan bisa jadi cerita menarik. Tentang rel kereta, penjual makanan, pantai, sawah, sungai, pasar, dan lainnya. 

Hal ini bisa mengalihkan mereka dari melihat ponsel terus-menerus. Melihat layar bisa membuat mata cepat lelah, kepala pusing, dan kesemutan pada tangan yang memegang ponsel. Kalau sudah begitu anak akan uring-uringan karena tubuh mereka terasa tidak nyaman walau tidak merasa sakit apa-apa.

5. Ajak anak-anak menyanyi bersama. Mudik melewati jalan non-tol butuh kesabaran daripada lewat tol karena jarak yang lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama. 

Supaya anak-anak tidak bosan, biarkan mereka menyanyikan lagu kesukaan. Kalau mereka tidak suka nyanyi, biarkan mereka berceloteh dan bertanya apa saja yang kita jawab semampunya. Kalau sudah lelah menyanyi atau berceloteh mereka akan tertidur dengan sendirinya.

Dana Cadangan


Yang paling utama harus disiapkan sebelum mudik tentunya duit. Selalu siapkan dana cadangan walau kita sudah punya hitung-hitungan untuk bensin, tol, jajan, angpau, rekreasi, dan beli oleh-oleh.

Tambahkan 1-2 juta rupiah dari dana mudik sebagai cadangan bila terjadi sesuatu selama kita mudik. Misal, harus ke bengkel, patungan dadakan bersama keluarga besar, atau beli obat.

Jangan mengandalkan THR (Tunjangan Hari Raya) untuk ongkos mudik karena jumlahnya tidak seberapa dan biasanya sudah dihabiskan untuk keperluan Lebaran di rumah (termasuk beli baju baru).

Segera setelah Lebaran selesai, sisihkan penghasilan untuk ditabung guna biaya mudik tahun depan. 

Perlukah Royal Bagi-bagi Uang Lebaran?


Berikan angpao atau uang Lebaran hanya kepada kerabat yang benar-benar membutuhkan. Bila ada kerabat yang yatim, tapi dia sudah punya bapak tiri, tidak perlu lagi memberikan uang Lebaran kepadanya. 

Pun walau ada anak yang orang tuanya lengkap, tapi keuangannya pas-pasan, anak itulah yang perlu diberi uang. Kerabat yang berkebutuhan khusus juga bisa kita berikan amplop Lebaran, sebagai tanda perhatian kita padanya, walau dia  berasal dari orang tua mampu.

Jadi, utamakan memberi uang Lebaran kepada keluarga terdekat sebelum memberi kepada orang lain. Tidak perlu-perlu amat memberi angpao kepada tetangga dan keluarga yang hubungan kekerabatannya sudah amat jauh.

Bagaimana, sudah siap mudik lagi tahun depan?

5 Kesamaan Mukbanger dan Kuli Selain Eat Bigger and More

5 Kesamaan Mukbanger dan Kuli Selain Eat Bigger and More

Mukbang terjemahan bebasnya adalah makan dalam porsi yang tidak masuk akal dalam satu waktu dan disiarkan di televisi atau platform digital. Saya sebut tidak masuk akal karena satu orang bisa menghabiskan makanan untuk satu RT.

Semua sudah tahulah, ya, mukbang itu asalnya dari Korsel. Konon awalnya mukbang adalah makan besar bersama-sama, istilahnya ngariung dalam bahasa Sunda atau kenduri dalam budaya Jawa. Sejak adanya acara di Afreeca TV pada 2010, tren mukbang bergeser, dari yang tadinya porsi sebanyak itu dimakan rame-rame kemudian jadi dimakan sendirian saja.

Porsi makan sejibun mengingatkan saya pada kuli bangunan, sampai-sampai, sebelum ada mukbang, berlaku idiom orang yang makannya segunung disebut makan seperti kuli atau portugal alias porsi tukang gali. 

Dahulu, sebelum makan jadi gaya hidup, orang yang makan dalam jumlah banyak dalam satu waktu disebut rakus. Mereka dianggap takut tidak kebagian makanan dan mementingkan makan daripada mengerjakan hal yang lebih berfaedah.

Itulah sebab ada pepatah, makanlah untuk hidup bukan hidup untuk makan. Pepatah itu terbukti benar dan telah diterapkan oleh kuli dan mukbanger. 

Ilustrasi mukbang (Ryan Unger/mashed.com)

1. Makan untuk hidup

Kuli bangunan makan untuk mengisi tubuh mereka yang dipakai untuk pekerjaan fisik dimana butuh tenaga besar. Makin banyak mereka makan, makin banyak tenaga yang dihasilkan. Makin banyak tenaga, makin mereka bisa mengerjakan banyak pekerjaan bangunan yang akhirnya mereka dibayar lebih banyak.

Bayaran yang banyak berarti mereka bisa hidup layak. Bisa beli makan, baju, sepatu, dan bayar sewa rumah.

Mukbanger juga sama. Makin banyak mereka makan, makin banyak subcriber-nya. Makin banyak subscriber, makin banyak AdSense dan endorsement yang mereka dapat. Akhirnya mereka bisa hidup  layak dan membeli apartemen yang dibikin kuli bangunan.

2. Jarang makan

Kuli hanya makan sekali dalam sehari, padahal orang normal makan tiga kali sehari. Mukbanger malah cuma makan besar 2-3 kali dalam seminggu. Bukan karena pelit, tapi hemat.

Makan cuma satu kali berarti menghemat biaya makan buat kuli bangunan. Makanya mereka bisa makan sampai bercentong-centong nasi supaya tidak perlu makan berulang kali.

Mukbanger juga cuma makan besar 2-3 kali seminggu supaya tidak perlu makan tiap hari. Bila sedang tidak rekaman untuk YouTube, mereka makan sangat sedikit, bahkan ada yang cuma makan buah.

3. Tidak gendut

Walau makan dengan porsi diluar akal sehat. Hampir tidak ada mukbanger yang gendut. Kalori yang masuk akan mereka bakar dengan berolahraga.

Mukbanger bisa berolahraga sampai 12 jam sehari untuk membakar kalori dan membuat metabolisme mereka tetap normal. Ada juga mukbanger yang punya kelainan usus sehingga tetap kurus walau makan banyak.

Kuli juga tidak ada yang gendut karena semua karbohidrat yang masuk selalu terbakar jadi energi untuk membangun rumah, gedung, waduk, jalan, jembatan, dan lainnya.

4. Tidak mementingkan gizi

Selain porsi makannya yang besar, mereka sama-sama tidak mementingkan gizi. Kuli bangunan adan  buruh tani makan yang penting kenyang. Pakai sambal dan tempe sepotong saja tidak apa, yang penting nasinya banyak supaya lama kenyangnya.

Mukbanger juga tidak mementingkan nilai gizi. Apa saja mereka makan, dari makanan manis, junk food, dan yang ekstrem seperti kelelawar dan boga bahari (seafood) mentah.

Buat saya seafood mentah itu ekstrem. Bagaimana muncul selera makan kalau gurita yang mau dimakan tentakelnya masih gerak-gerak macam Doc Ock si musuh Spiderman.

5. Lahap dan fokus makan

Apapun yang dimakan, mukbanger dan kuli sama-sama lahap dan tidak menyisakan sedikit pun makanan di piring mereka. Mereka juga amat fokus makan tanpa disambi hal lain seperti update status di media sosial dan nonton televisi.

Beda dengan kita yang sebelum makan foto-foto dulu, sambil makan upload foto dulu, setelah makan update status lagi.

Kuli dan mukbanger benar-benar anti-mubazir dan amat menghargai waktu yang mereka punya untuk makan.

Mukbang vs Lomba Makan


Mukbang dan lomba makan sama-sama menghabiskan banyak porsi makanan. Bedanya, lomba makan mengharuskan orang untuk makan sebanyak mungkin dalam waktu secepatnya.

Takeru Kobayasashi dari Jepang yang memegang 13 rekor lomba makan mampu menghabiskan 41 lobster dalam waktu 10 menit. 

Lomba makan ramen di Jepang (Bhom Matsuri)

Walau ada juga mukbanger yang makan cepat seperti Tanboy Kun yang  menghabiskan 7 bungkus nasi padang dalam 17 menit,, tapi itu jarang. Kebanyakan waktu makan mukbanger tidak secepat lomba makan. Mukbanger menyunting durasi videonya jadi 10-20 menit saja supaya yang menonton tidak bosan.

***

Pada 2019, pemerintah Korsel sempat mewacanakan akan melarang mukbang karena khawatir tingkat obesitas dan gangguan kesehatan warganya meningkat. Akan tetapi, tren mukbang malah menggila. Tambahan lagi, muncul tren minum boba berliter-liter yang dilakukan banyak YouTuber Korsel.

Terlepas dari masalah kesehatan yang timbul dari makan berlebihan, makan besar dengan ditonton banyak orang sudah jadi tren masa kini yang tidak dihapus.

Kalau  kamu ngiler pengin jadi YouTuber mukbang, pikir dulu ratusan kali. Selain kamu harus bersaing dengan YouTuber mukbang yang sudah tenar, kamu juga harus keluar modal banyak untuk beli makanan yang porsinya jumbo. Belum lagi, kamu belum tentu bisa menghabiskan makanan segitu banyak.

Carilah ide kreatif selain mengekor yang sudah banyak dilakukan orang.

Beda Pekerja Rumah Tangga, Babysitter, dan Nanny dengan Gajinya

Beda Pekerja Rumah Tangga, Babysitter, dan Nanny dengan Gajinya

Babysitter adalah penjaga bayi atau anak. Sedangkan nanny (baca: nenni) adalah pengasuh. Dari istilahnya saja sudah  berbeda, apalagi gajinya.

Masih banyak orang Indonesia yang ingin pekerja rumah tangga merangkap babysitter sekaligus nanny untuk anaknya sementara mereka pergi kerja. Alasannya karena susah mencari tenaga babysitter, kurang suka menerima orang baru di rumah, atau lebih sreg bila anak dijaga orang yang sudah mereka kenal.

Padahal, job description pekerja rumah tangga dengan babysitter berbeda. Beda banget! 

Menjaga anak, walau sekedar mengganti baju dan menemani tidur siang, tidak termasuk pekerjaan rumah tangga. Menggaji dua kali lipat si pekerja karena dia merangkap jadi babysitter juga tidak tepat. Pertama, menjaga anak butuh fokus tersendiri yang tidak bisa disambi-sambi. Pekerja rumah tangga lajang yang belum punya anak amat mungkin tidak punya pengalaman dan pengatahuan merawat anak. 

Apa mau anak kita kenapa-kenapa saat dijaga oleh orang yang tidak dipekerjakan khusus sebagai babysitter?

Kedua, pekerja rumah tangga akan kelelahan karena harus membersihkan rumah, memasak, dan belanja sekaligus menjaga anak.



Keluarga politikus Inggris George Clive, tahun 1765, bersama perawat sekaligus pengasuh atau nursemaid yang berasal dari India (Joshua Reynolds, Web Gallery of Art)

Pekerja yang kelelahan sangat mungkin jadi stres dan jadi mudah marah. Secara tidak sadar mereka akan memperlakukan anak asal-asalan karena sudah lelah dengan pekerjaan rumah tangga.

Ketiga, walau pekerja rumah tangga belum terlindungi secara hukum karena RUU Pekerja Rumah Tangga belum dibahas DPR, tapi kita melanggar hak asasi karena mempekerjakan seseorang lebih dari 12 jam sehari.

Lho, dia, kan, tinggal serumah sama saya, wajar dong tidak seperti kerja kantoran yang pakai jam kerja. Kalau kita butuh dia tengah malam untuk bikin teh, gimana?

Ya tehnya bikin sendiri saja, Bu. Pekerja rumah tangga walau serumah sama kita, tetap butuh istirahat dan tidur cukup.

Maka sebelum mempekerjakan seseorang, ketahui dulu kita butuh pekerja rumah tangga, babysitter, nanny, atau kita butuh ketiga profesi itu semua dalam satu waktu. Bisa saja.

Kesalapahaman Soal Pekerjaan Babysitter dan Nanny


Pekerja rumah tangga mudah dikenali karena mereka bekerja mengurus pekerjaan rumah tangga. Namun di Indonesia, tugas babysitter dan nanny sering tertukar karena sama-sama mengasuh anak.

Pada banyak yayasan penyalur babysitter dan nanny menyebut bahwa babysitter adalah pengasuh bayi berusia 0-24 bulan, sedangkan nanny adalah pengasuh anak 2-5 tahun. 

Di Indonesia babysitter dianggap punya tugas lebih berat dari nanny karena mengurus bayi, sedangkan tugas nanny lebih mudah karena mengurus balita.

Ilustrasi menjaga anak (zapmeta)

Padahal, dari istilahnya saja, yaitu babysitter dan nanny, jelas bahwa Indonesia mengikuti istilah Barat, tapi keliru membedakan tugas babysitter dan nanny. Di negara-negara Barat nanny dapat gaji lebih besar dari babysitter karena tugas mereka yang menggantikan peran orang tua.

Walau secara umum tugas babysitter dan nanny sama di tiap negara, tapi banyak atau sedikitnya job description yang harus mereka lakukan dapat berbeda-beda.

Job Description atau Tugas PRT, Babysitter, dan Nanny


1. Pekerja Rumah Tangga. Emperbaca.com tidak pakai istilah pembantu atau asisten rumah tangga, melainkan pekerja rumah tangga.

Sebabnya karena mereka melakukan pekerjaan rumah tangga. Penyebutan pekerja rumah tangga juga sesuai ketentuan dari International Labour Organization (ILO) dan tertuang dalam RUU Pekerja Rumah Tangga.

Jadi sudah pasti job description pekerja rumah tangga adalah menyapu, mengepel, membersihkan perabotan dari debu, ngosrek kamar mandi, cuci piring, nyuci baju, menyapu dedaunan yang gugur di halaman, belanja ke tukang sayur atau pasar, dan memasak.

Khusus di rumah orang yang tajir melintir, pekerja rumah tangga tidak perlu memasak. Masak-memasak dilakukan oleh koki yang kerjanya memang cuma masak doang.

Pekerja rumah tangga harus dihindarkan ikut menjaga anak sebagai babysitter karena mengurus rumah saja mereka sudah lelah.

Ahh, saya aja bisa ngurus anak sambil ngurus rumah, malahan ngurus suami juga. Itu karena suami Anda gak mampu bayar PRT dan babysitter, Bu, jadi terpaksa Anda sendiri yang ngurus semuanya.

Atau Anda tinggal di rumah mungil yang mudah diurus sendiri walau punya anak. Kalau itu, sih, memang gak butuh pekerja rumah tangga, Bu.

2. Babysitter. Babysitter disematkan kepada orang yang menjaga bayi dan (atau) anak. 

Menjaga anak bukan sekedar membiarkannya main sendiri sementara kita asyik TikTokan. Selain menjaga, babysitter juga punya tanggung jawab mengajak anak bermain seusia usia anak 

Pun mengganti popok atau membantu ke toilet, menyiapkan makanan dan minuman, juga menemani tidur siang (dan malam hari bila babysitter tinggal di rumah si anak).

Babysitter terlatih biasanya juga tahu cara menangani cedera ringan menggunakan alat P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) pada anak.

Dan, walau tugas babysitter termasuk mencuci piring bekas makan anak, tapi mereka tidak mencuci baju anak. Mencuci baju dilakukan oleh pekerja rumah tangga. Namun, bila anak punya ruangan bermain, babysitterlah yang bertugas membersihkan dan menjaganya tetap bersih.

3. Pekerjaan lebih sulit dilakukan oleh nanny alias pengasuh. Nanny tidak sekadar menjaga anak, mereka juga ikut serta dalam tumbuh-kembang dan kesejahteraan anak secara fisik dan mental, lahir dan batin.

Saat kedua orang tua pergi bekerja, nanny akan mengambil alih pengasuhan anak secara penuh. Nanny juga jadi partner orang tua dalam pengenalan lingkungan, tata krama dan etika sosial, juga membuat jadwal dan rutinitas anak.

Tugas nanny juga termasuk mengajarkan keterampilan motorik dan mengajarkan cara membuat kerajinan tangan. Seorang nanny juga wajib punya SIM bila dia mengantar jemput anak dari dan ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor.

Selain sebagai nanny, si pengasuh juga melakukan pekerjaan rumah tangga ringan yang berhubungan dengan anak, bahkan mencuci baju si anak bila diperlukan. 

Di negeri Barat, Nanny yang terlatih juga harus tahu bagaimana melakukan cardiopulmonary resuscitation atau CPR bila diperlukan. Di sana pekerjaan nanny bukan cuma dikerjakan perempuan, laki-laki juga bisa bekerja sebagai nanny dan tinggal di rumah orang yang mempekerjakannya. Nanny laki-laki kerap disebut sebagai manny atau mannies (male-nanny atau male-nannies). 

Gaji


Di urutan pertama dengan gaji "paling rendah" adalah pekerja rumah tangga. Bila pekerja rumah tangga yang belum berpengalaman digaji RP1,5 juta per bulan (belum termasuk tunjangan), maka babysitter dapat Rp2 juta. Di kota besar, babysitter berpengalaman bisa digaji sampai Rp4 juta rupiah atau lebih.

Nanny, dengan tugasnya yang lebih berat, tentu dapat gaji diatas pekerja rumah tangga dan babysitter. Gajinya minimal Rp3 juta rupiah per bulan. Namun, di Indonesia karena terjadi kesalahpahaman soal nanny, maka banyak babysitter yang dapat gaji lebih besar dari nanny.

Pekerja rumah tangga, babysitter dan nanny yang bekerja untuk orang yang tajir melintir dan artis biasanya digaji berlipat-lipat diatas Upah Minimum Regional (UMR)

Karena berpengalaman dan digaji sangat besar, para pekerja non-formal dari keluarga kaya ini akan bekerja lagi di rumah orang kaya selanjutnya. Hampir tidak ada pekerja rumah tangga, babysitter, atau nanny keluarga tajir bekerja di rumah rakyat kebanyakan, kecuali mereka bosan, pindah yayasan bernaung, atau ada hal lain yang tidak terduga.

***

Pekerja rumah tangga, babysitter, dan nanny dapat gaji mereka secara  utuh. Artinya, makan-minum, kebutuhan pribadi seperti peralatan mandi dan pembalut, juga rekreasi ditanggung majikan. Banyak juga majikan yang membelikan baju, kerudung, sampai pakaian dalam untuk pekerjanya.

Di negara Barat, nanny adalah karir profesional full-time yang dikerjakan oleh orang yang terlatih, sementara babysitter dilakukan oleh remaja dan anak kuliahan secara freelance untuk mencari tambahan uang saku. Pekerja rumah tangga di negara-negara Barat biasanya hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar kaya karena gajinya besar dan kebanyakan dihitung per jam.