Apa Itu PPDB Jalur Prestasi, Cuma Prestasi Berjenjang yang Diterima

Pada awal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi efektif diberlakukan pada tahun ajaran 2018/2019, banyak anak pintar yang tidak diterima di sekolah negeri favorit.

apa itu PPDB jalur prestasi

Kenapa masih pengin belajar di sekolah favorit padahal PPDB Zonasi bertujuan meratakan mutu pendidikan?

Meratakan mutu pendidikan bukan dengan menyebar anak-anak berbakat akademik ke berbagai sekolah. Lebih masuk akal meratakan mutu pendidikan dengan melengkapi sekolah dengan fasilitas dan sarana-prasana yang memadai, terutama di sekolah-sekolah kota kecil dan daerah tertinggal.

Alasan orang tua ingin menyekolahkan anak di sekolah negeri unggulan

1. Pergaulan di sekolah unggulan terjaga adabnya. Hampir tidak pernah kejadian anak sekolah unggulan terlibat tawuran, klitih, apalagi kejahatan berat.

Sopan santun dan tata krama juga diterapkan di lingkungan sekolah sehingga menyeimbangkan pendidikan karakter yang didapat di rumah.

2. Disiplin. Sekolah unggulan juga punya peraturan dan etika yang lebih ketat. Siswa yang bicara kata-kata kotor sedikit saja bisa langsung dipanggil orang tuanya.

Begitu juga dengan presensi kehadiran. Siswa yang sakit harus menunjukkan surat dokter asli yang diberikan ke wali kelas saat siswa sudah sembuh.

3. Langganan juara di bidang akademik dan nonakademik. Nilai rata-rata kelulusan sekolah negeri favorit selalu lebih tinggi dari sekolah lain. 

Sebodoh-bodohnya siswa di sekolah negeri unggulan, dia tetap paling pintar kalau disejajarkan dengan siswa sekolah non-unggulan. Itu karena standar akademik di sekolah unggulan/favorit lebih tinggi dari sekolah non-unggulan.

Makanya banyak orang tua ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri unggulan. Inilah yang ingin disaingi sekolah swasta, tapi sulit. Sekolah swasta sulit mengungguli sekolah negeri unggulan yang sudah bertahun-tahun berprestasi, maka sekolah swasta mengandalkan ekstrakurikuler atau bidang nonakademik.

Hal sama berlaku untuk madrasah yang ada dibawah kementerian agama. Sekolah agama (madrasah) negeri lebih dilirik daripada swasta karena punya prestasi akademik dan nonakademik lebih baik.

Kuota PPDB Jalur Prestasi sendiri sejak diberlakukannya Permendikbud Nomor 44 tahun 2019 bertambah jadi 30% yang semula cuma 5%. Sekolah-sekolah jadi berkesempatan merekrut lebih banyak siswa berprestasi. 

Prestasi yang bagaimana yang diperlukan untuk masuk sekolah favorit dari Jalur Prestasi?

NIlai Rapor

Calon peserta didik yang mendaftar di Jalur Prestasi harus menunjukkan nilai rapor yang tinggi di lima semester terakhir kecuali semester paling akhir. 

Jadi siswa SD yang mendaftar ke SMP harus menyertakan nilai rapor kelas 4 semester 1 dan 2, kelas 5 semester 1 dan 2, serta kelas 6 semester 1 (semester 2 tidak).

Begitu pun kalau siswa SMP mau ke SMA dari jalur prestasi, nilai rapornya dari kelas 7-9 harus tinggi, kecuali semester 1 kelas 9 itu tidak dihitung.

Bagaimana kalau nilai rapor yang tinggi cuma di kelas 5 dan 6? Kemungkinan diterima masih besar, tapi skornya pasti akan lebih kecil dari mereka yang nilai rapornya tinggi sejak kelas 4.

Prestasi Kejuaraan

Prestasi yang "laku" dipenilaian skor PPDB Jalur Prestasi adalah dari lomba dan kejuaraan yang diadakan oleh negeri/negara, yaitu dinas pendidikan, KKG (Kelompok Kerja Guru), Badan Bahasa, dan lembaga lain yang ada dibawah kementerian. Jadi bukan lomba random yang diadakan pihak swasta. 

Selain itu, tidak semua piagam boleh disertakan ke penilaian PPDB Jalur Prestasi. Cuma satu piagam dijenjang tertinggi saja, jadi tidak semua piagam disertakan dalam pendaftaran. Percuma, karena yang dipilih panitia cuma satu piagam yang tertinggi saja.

Misal, siswa juara 1 lomba OSN Matematika di jenjang kabupaten. Sementara dia juga jadi juara 3 lomba mocopat di tingkat provinsi. Maka piagam yang disertakan ke pendaftaran adalah piagam juara 3 lomba mocopat tingkat provinsi karena itulah yang tertinggi yang dimiliki siswa.

Piagam dari lomba beregu, seperti Pramuka dan hadroh, juga bisa diikutsertakan dalam pendaftaran, cuma skornya lebih kecil dari lomba perorangan. 

Terakhir, para hafidz dan hafidzah (penghapal Al-Qur'an) dapat skor paling tinggi di Jalur Prestasi. Mereka tidak harus menang lomba apa pun, yang penting hapal sejumlah juz yang ditentukan dan dites didepan penilai. Kalau lulus tes mereka auto diterima di Jalur Prestasi.

Skor untuk para penghapal Al'Qur'an ini sama dengan skor siswa yang punya nilai rata-rata rapor minimal 94 sekaligus memegang piagam juara 1 lomba tingkat provinsi. Jadi memang skor untuk hafidz dan hafidzah paling tinggi.

Kalau kita lihat, mendaftar ke SMA favorit lebih gampang daripada SMP karena radius Jalur Zonasi SMA lebih jauh daripada SMP. Asalkan alamat siswa masih di kecamatan yang sama dengan alamat SMA, dia pasti diterima.

Jarak zonasi SMP cuma 1-2 kilometer saja atau tergantung berapa banyak jumlah SMP di satu daerah. Sedangkan jarak zonasi SMA bisa sampai radius 9 kilometer. Jadi masuk SMA favorit relatif lebih mudah daripada SMP favorit.

Usia Peserta Didik Tertua

Di Jalur Zonasi, prioritas siswa yang diterima adalah mereka yang usianya paling tua sekaligus yang tempat tinggalnya paling dekat dengan sekolah.

Kalau rumahnya dekat, tapi usianya masih muda maka kemungkinan diterima tidak sebesar yang sudah tua. Peluang diterima makin kecil kalau yang mendaftar di sekolah favorit mayoritas usianya sudah tua, meski tempat tinggal si muda cuma tinggal loncat dari sekolah.

Jadi urutan prioritas di Jalur Zonasi adalah usia (makin tua makin diterima) lalu jarak tempat tinggal ke sekolah.

0 komentar

Posting Komentar